More than Just Nation and Character Building
September 5th, 2015 at 7:00 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Oleh Kelompok 10, Fachrur rozi 061511535005, Efin windi dayanti 061511535010, Devisa anjar sari s 141511535003, Anita andriyani 061511535022, Bara bangun N101511535008, Novi adi setiawan  141511535019. “……. Cara pengajaran yang dibawakan Bapak Mohammad Adib sangatlah menyenangkan, dan memotivasi kami untuk bersemangat dalam mencari ilmu, dan motivasi itu tidak lepas dari apa yang dibahas pada topik pembelajaran. Kami akan mulai semangat baru, motivasi baru dan kesadaran untuk meningkatkan rasa cinta tanah air karna ini adalah negeri kita, bangsa kita, dan tanah kita. Siapa lagi kalau bukan kita yang akan menumbuhkan rasa cinta tersebut. Dan dihari inilah kami bersiap untuk meningkatkan kualitas kehidupan kebangsaan yang dimulai dari belajar di Universitas Airlangga. Dan menyebarkan rasa cinta pada tanah air melalui pendidikan-pendidikan moral karna kita adalah ksatria Airlangga. Dari pembelajaran ini pula kita mengerti akan perlunya karakter pada diri kita, untuk membentuk suatu individu yang sesuai dengan cita cita bangsa ini. Dan bisa menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik dan bermoral, karena karakter lah yang akan menentukan bagaimana nasib bangsa ini ke depannya.” KELOMPOK DISKUSI, KRITERIA PENILAIAN, PENDIDIKAN_KEWARGANEGARAAN_PDD KELAS_D Kamis, 3 September 2015.pdf.

Continue Reading »


September 2nd, 2015 at 2:36 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

 

Oleh: Neri Rahmawati, Nim: 071511133006, Prodi: Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Airlangga Tahun 2015.  ”……Kesan saya pada kuliah perdana ini sangatlah mengesankan dan takkan terlupakan, takkan mungkin saya menemukan pengalaman berharga seperti ini di tempat lain. Dan untuk kedepannya, saya yakin akan lebih semangat untuk mengikuti kuliah pada pertemuan yang selanjutnya hingga akhir semester ini. Adanya kerja sama yang baik antara dosen dan teman-teman sangat membantu saya untuk melewati segala kesulitan yang saya alami. Dan tentunya kehidupan masa sekolah dan kampus yang sangat berbeda makin membuat saya menjadi pribadi yang mandiri untuk mengatasi segala masalah yang ada. Semoga untuk sekarang, besok dan seterusnya, awal yang takkan terlupakan itu akan tetap terkenang di hati ini, dan semangat itu akan tetap membara di jiwa ini.. Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia!…” “Wah.. hari ini aku kuliah perdana.” Mungkin itulah yang terbersit di pikiran para mahasiswa baru Universitas Airlangga pada hari itu. Ya, 31 Agustus 2015, semua berawal pada tanggal itu. Tidak terkecuali saya, saya sangat menggebu-gebu berangkat kuliah pada hari itu. Entah semangat apa yang merasuki saya pada hari itu, rasanya sangat disayangkan jika semangat itu tak membara, mengingat saya telah mengalahkan ribuan anak di luar sana yang sangat ingin mengenyam pendidikan di Universitas yang berslogan “Excellent with Morallity” ini. Tak tanggung-tanggung program studi yang saya ambil adalah Administrasi Negara, yang semoga bisa mengantarkan saya menjadi salah satu pejabat Negara di Indonesia tercinta ini. KELOMPOK DISKUSI, KRITERIA PENILAIAN, PENDIDIKAN_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-1.1 Rabu, 2 September 2015.pdf

Continue Reading »


June 11th, 2015 at 10:58 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Oleh: Kelompok 1 Rosita Dwi Ningrum (041411535001), Muhammad Firman Panggayu (0414115350090), Yuni Nur Kholifah (041411535012), Desy Arista (041411535032). “Tanah airku tidak kulupakan | Kan terkenang selama hidupku | Biarpun saya pergi jauh | Tidak kan hilang dari kalbu | Tanah ku yang kucintai | Engkau kuhargai…..” Begitulah sepenggal lirik ciptaan Ibu Suud yang berjudul “Tanah Airku” yang begitu syahdu, membuat kami membayangkan betapa besarnya negeri kami, tanah air tercinta kami yakni Indonesia. Sungguh sebuah karunia Tuhan yang patut kami syukuri dapat terlahir, hidup, menjadi bagian kisah panjang perjalanan Indonesia. Tak henti kami membayangkan betapa luas, kaya, dan besar negara kami saat Pak Adib memutarkan video “Tanah Airku” karya Ibu Suud tersebut. Sungguh, tak ada kata ataupun kalimat yang mampu menggambarkan betapa megahnya Negeri kami. Perjalanan panjang meraih kemerdekaan Indonesia juga terbayang saat video tersebut diputar. Segenap semangat, jiwa, harta rakyat Indonesia persembahkan untuk menemui ujung sebuah perjuangan, kemerdekaan Indonesia. Menjadi kisah perjalanan pembangunan Indonesia, meneruskan perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah harapan pejuang kemerdekaan dulu. Lalu, pantaskah kami mengeluh hanya karena hal-hal sepele? Tidakkah ingat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya untuk Indonesia?.
Tak pernah ada kata biasa dan bosan ketika kami kembali bertemu dengan mata kuliah pendidikan kewarganeraan. Hari ini, 10 Juni 2015 puji syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kami telah dipertemukan kembali dengan Pak Adib dalam mata kuliah pendidikan kewarganegaraan. Hari ini, Pak Adib mengajak kita melihat lebih dekat tentang Indonesia. Apa itu Indonesia? Bagaimana itu Indonesia?. Jawaban dari pertanyaan tersebut kami dapatkan hari ini. Dan sekali lagi, Pak Adib membuat kami jatuh cinta berkali-kali terhadap negeri kita tercinta, Indonesia. Jiwa muda kami, nasionalisme kami seakan membara untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Hari ini, kami pun diajak berpetualang untuk membahas tentang “Ketahanan Nasional” pada sesi awal perkuliahan dan pada sesi kedua perkuliahan kami membahas tentang” Integrasi Nasional”.
Continue Reading »


June 4th, 2015 at 9:36 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Oleh: Kelompok 1 Rosita Dwi Ningrum (041411535001), Muhammad Firman Panggayu (041411535009), Akuntansi Yuni Nur Kholifah (041411535012), Desy Arista (041411535032). Setiap hal yang besar selalu dimulai dari hal yang kecil. Seperti hari ini, untuk menunjukkan betapa besarnya bangsa Indonesia kami memulainya dengan melakukan hal kecil dengan mencintainya melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Kita sering lupa bahwa untuk menjadi seorang general manager sekalipun kita harus memulainya dengan hal-hal kecil, seperti disiplin dalam waktu, bertanggung jawab akan tugas pekerjaan dan lain sebagainya. Seakan kita terlalu silau dengan kemegahan istana Taj Mahal tapi kita sering lupa bahwa yang membuatnya indah adalah setiap ornamen yang berkilau di dalamnya. Bahkan layaknya piramida yang besar dan terlihat megah di dalamnya selalu menyisakan cerita tentang kerjasama, semangat berkoordinasi, cara mengkomunikasikan tujuan awal kepada seluruh pekerja piramida hingga menghasilkan piramida yang megah. Ya, kita sering terlupa dengan hal-hal kecil dan sederhana seperti itu.

Continue Reading »


June 4th, 2015 at 7:30 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

http://4.bp.blogspot.com/-TFhsBp0r088/Ug7q8_d35dI/AAAAAAAAAkc/lu9TA5n9xYw/s1600/Hut+RI+68.jpgOleh Kelompok 5 Ari Fachruddin (041411535008),  Pending Puji Dwi A.  (041411535015), Tutut Apriliana (041411535030), Fatmah  (041411535036), It’s the best day mungkin kami bisa menyebut hari ini Rabu, 3 Juni 2015, hari yang spesial bagi kelompok kami. Hati tak tenang, hati resah, hati gundah, dan selalu gelisah. Semua teman-teman mungkin juga ada yang merasakan seperti kami. Kalian tahu apa yang menyebabkan kami seperti itu, kami tidak sabar menunggu mata kuliah Kewarganegaraan. Mata kuliah yang paling dinanti oleh semua mahasiswa. Terakhir kami mengikuti mata kuliah kewarganegaraan adalah dua bulan yang lalu. Pertemuan terakhir sebelum melaksanakan  Ujian Tengah Semester 2. Kami rasa itu sangat lama karena kami merindukannya. WE MISS YOU “JARGON-JARGON PENYEMANGAT”.WE MISS TO SINGING “ INDONESIA RAYA, MENGHENINGKAN CIPTA, AND HYMNE AIRLANGGA” TOGETHER.  I wanna DO them again. They make us more spirit than before. Tidak hanya itu yang kami rindukan, tetapi juga WE MISS YOU “PAK ADIB”. We think if he is the best teacher in this class. Suatu kebahagian tersendiri kami dapat berjumpa lagi dengan Pak Adib yang sangat bersemangat. Bahkan karna semangatnya,  jika orang yang tidak mengenalnya tidak akan tahu bahwa beliau adalah kakek dengan 2 cucu. Sangat energic dan penuh dengan aura positif dan penuh dengan semangat yang berkobar-kobar untuk membangunkan jiwa-jiwa muda yang ada didepannya. Selain itu, Pak Adib adalah  seorang dosen yang selalu mengajarkan para mahasiswanya untuk selalu tangguh dan tidak pernah mengeluh dengan keadaan. Walaupun banyak tugas, kita harus lapang dada dan selalu tersenyum bahagia, tanpa ada beban dalam pikiran. Tidak hanya itu, dosen yang excellence ini juga selalu mengingatkan tentang 3M yaitu Menyadarkan, Mencerdaskan, Mencerahkan. Jargon itu selalu mengingatkan kita untuk menyadarkan hati, mencerdaskan fikiran, dan mencerahkan jiwa. Continue Reading »


May 19th, 2015 at 10:36 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Aku Cinta IndonesiaOleh Kelompok 1: Ni Putu Putri Yasih (121112146), Anggriawan L.S. (121411133003), Elsyahfira N.A. (071411733007). “…..Sungguh, betapa bangganya kami berada dan hidup di tanah air tercinta, Indonesia, ini! Rasa syukur masih meliputi kami hingga doa bersama kami haturkan sebagai penanda berakhirnya kelas Pendidikan Kewarganegaraan pada hari ini. Pak Adib tiada hentinya untuk mengingatkan kami selalu menjaga nama baik pribadi, keluarga, agama, bangsa, dan tentunya negara demi cita - cita kami. Hari ini adalah hari yang sangat spesial dengan penutupan sempurna yang sarat dengan semangat jiwa kebangkitan nasional dan semangat kebangsaan! Indonesia jaya, jayalah Indonesiaku!…..” “Bagaimana kabarnya pada hari ini?”. Pertanyaan khas nan spesial yang sudah tidak asing lagi bagi penghuni kelas W.R. Supratman serta-merta membuka awal pertemuan pada pagi hari ini. Gayung bersambut, seantero kelas pun secara otomatis kompak menjawab, “Luar biasa excellent!”. Yap, jawaban atas pertanyaan khas dari Bapak Adib tersebut seolah sudah terpatri dalam benak kami selaku peserta mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Oleh karena itu, tanpa ba-bi-bu dan komando lebih lanjut kami pun menjawab pertanyaan tersebut dengan tidak kalah semangat dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Bapak Adib. Alunan Cinta untuk Indonesia Continue Reading »


May 6th, 2015 at 3:18 pm
Posted by Mohammad Adib in Budaya Korporat

PDAM-SurabayaBalada Negeri Tirta dan Biduk Bintang Ukur Oleh Kelompok 4 Basyarul Aziz (071211733022), Nurul Aini (071211732043), Moh. Rizal A.(071211732038) Erlindawati (071211731079). “……Indah dan penuh berkah di senja ini bertemu dengan pembimbing dari penduduk Korporat, Bapak H. Moh. Adib. Beliau hadir di Kelas Budaya Korporat selalu lebih awal dan selalu memberikan moodboosters musik yang classy dan juga classic, musiknya memang meningkatkan keinginan untuk bisa semangat dalam menuntut ilmu. Beliau menanamkan metode belajar yang berbeda daripada yang lain karena selalu meningkatan minat dan antusias dari mahasiswa untuk mengikuti mata kuliah Budaya Korporat dan mata kuliah yang beliau bimbing. Beliau sering mengajarkan yang tidak biasa di kelas. Betapa senangnya menanti beliau setiap minggu untuk mendapatkan sesuatu itu setiap minggunya. Dan sebelum penerbangan SOA366 dimulai beliau meminta agar para penumpang selalu meningkatkan keamanannya dan memperhatikan dan selalu berdoa terlebih dahulu agar penerbangan dalam menuntut ilmu penuh dengan berkah dan selalu bersyukur atas kesehatan yang diberikan oleh Allah.”1. BALADA NEGERI TIRTA DAN BIDUK BINTANG UKUR Continue Reading »


May 5th, 2015 at 6:37 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Semangat dan keberanian anak untuk Indonesia yang lebih Jaya telah mampu mengalahkan nyaris segalanyaBerjuang Bersama Rakyat untuk Indonesia yang Lebih Kuat! Oleh Kelompok 1: Ni Putu Putri Yasih (121112146),  Anggriawan Laras S. (121411133003), Elsyahfira N.A. (071411733007). “……Selanjutnya, sesi yang ditunggu - tunggu, yakni sesi pencerahan yang juga disebut oleh Pak Adib sendiri sebagai sesi umpan balik (feedback). Pak Adib memberikan kami pencerahan yang mana beliau kembali mengingatkan kami pada 2 Mei lalu yang diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Melalui pesan aplikasi WhatsApp yang beliau tampilkan di layar proyektor kelas, yang mana menunjukkan salah satu surat dari salah satu akademisi Indonesia yang menyarankan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk kembali memasukkan pelajaran atau mataka kuliah terkait dengan sejarah nasional Indonesia, ekonomi-politik, ideologi Pancasila, ekonomi kerakyatan, moral-etika, budaya nusantara, dan bela negara, dalam rangka sebagai upaya penguatan karakter Pancasila bagi para generasi muda di tengah gempuran globalisasi yang juga ditandai dengan semakin mudahnya nilai-nilai yang berasal dari luar yang mana rata-rata kebudayaan dari luar tersebut dinilai kurang sesuai dengan kepribadian bangsa, yakni kepribadian Pancasila. Melalui penjelasan tersebut, tampak begitu kuatnya  pencerahan dari Pak Adib kepada kami sehingga kami lebih bersemangat dan sadar dalam mengoptimalkan peran kami sebagai mahasiswa Universitas Airlangga yang cerdas dan bermoral mulia. Pencerahan yang bermula pada menunjukkan gambar-gambar betapa sebuah perjuangan saudara se-tanah air kita untuk bisa sampai di sekolahnya dengan diharuskan (tidak bisa tidak) untuk melewati jembatan maut! Tentu saja maut, jembatan yang tidak lagi tampak seperti jembatan namun lebih tampak seperti wahana uji adrenalin! Miris melihat kenyataan yang harus dihadapi saudara se-tanah air kita tersebut. Niat dari hati untuk mengenyam pendidikan terlebih dahulu diawali dengan harus melewati jembatan maut. Melihat semangat mereka yang tidak luntur begitu saja untuk ke sekolah meski harus bertaruh nyawa menyeberang jembatan menjadi tamparan tersendiri bagi kami yang tidak perlu bersusah-susah melewati medan yang berat untuk bisa sampai ke kampus. Kelas pada pertemuan ke-9 yang isitimewa ini ditutup sempurna dengan doa dan tentunya tidak lupa dengan oleh-oleh semangat baru yang luar biasa!….” “…….Presenter menyampaikan bahwasannya unsur ketahanan nasional yakni singkatnya disebut dengan asta-gatra. Jujur saja, saat pertama kali mendengar kata ‘asta-gatra’, seketika yang terlintas dalam benak saya, “Wah, lucunya namanya!”. Mungkin respon saya terkesan aneh atau bahkan lebih cenderung mengarah pada ndeso. Maklum saja, kata ‘asta-gatra’ ini memang murni baru saya dengar pada kesempatan kali ini. Dalam benak anda sekalian mungkin terlontar kalimat, “Waduh, kok baru sekarang tahunya? Kemarin-kemarin kemana saja?”. Hehehe, kalau tidak dibahas dalam presentasi hari ini bisa jadi malah seumur hidup saya tidak akan pernah tahu mengenai kata ajaib, si ‘asta-gatra’ ini. Oleh karenanya, bersyukurlah pada hari ini dapat menghadiri pertemuan ke-9 dalam mata kuliah excellent, yakni Pendidikan Kewarganegaraan, sehingga dapat berkenalan dengan si ‘asta-gatra’ ini atau secara umum disebut sebagai unsur ketahanan nasional ini.” 1.  Berjuang Bersama Rakyat untuk Indonesia yang Lebih Kuat. 2. Nilai Narasi KELOMPOK ke-I, II, III, IV, V, dan VI Tannas - GENAP(2014-2015)_PENDIDIKAN_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-1.7 Continue Reading »


April 30th, 2015 at 9:49 pm
Posted by Mohammad Adib in Islamics Economy, Philosophy

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengutus para Rasul, menurunkan al-Qur-an, membuat syari’at, menetapkan hukum, dan menjelaskan halal dan haram kepada hamba-hamba-Nya. Aku bersaksi bahwasa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (صلى الله عليه و سلم) adalah hamba dan Rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam dicurahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (صلى الله عليه و سلم), keluarganya dan para Sahabatnya.

Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

jadwal-sholat


April 29th, 2015 at 6:31 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Oleh: Kelompok 1 Ni Putu Putri Yasih (121112146), Anggriawan Laras S. (121411133003), Elsyahfira N.A. (071411733007). Cuaca pada pagi hari ini yang terbilang dingin tidak lantas membekukan semangat kami untuk berangkat kuliah. Semangat kami yang membara untuk mengikuti perkuliahan mampu mengalahkan suhu dingin pada pagi  ini. Ini adalah pertemuan pertama di mata kuliah Kewarganegaraan setelah kami, para mahasiswa, berhasil melalui masa-masa UTS (Ujian Tengah Semester) yang berlangsung selama dua minggu dengan baik. Pertemuan pertama namun juga merupakan pertemuan terakhir di April yang mana selama masa satu bulan tersebut cukup untuk setiap minggunya memberikan masing-masing dari kita sebuah pengalaman baru yang nantinya akan lebih mempersiapkan kita untuk kemudian menghadapi bulan berikutnya, yakni Mei. Selalu ada tantangan terbaru di setiap harinya. Tantangan terbaru tersebut tidak melulu berupa suatu hal yang besar saja, hal yang sepele pun juga dapat dihitung sebagai tantangan. Seperti halnya pada pagi hari ini, terlihat pada beberapa mahasiswa dengan raut muka yang seolah menunjukkan bahwa, ‘Saya belum siap untuk kuliah’ atau bisa jadi lebih ekstrem lagi yaitu ‘I hate Monday!’. Ya, begitulah manusia. Tidakkah seharusnya kita bersyukur bahwa kita masih diberi kesempatan oleh Tuhan yang Maha Esa untuk kembali menjalani kehidupan, kembali merasakan bebasnya menghirup udara segar, pada awal minggu yang bagi sebagian orang dianggap sebagai hari yang melelahkan dan menjenuhkan setelah sehari sebelumnya selama 24 jam penuh diisi dengan kegiatan yang sarat akan hiburan? 1. Cinta INDONESIA, HEBAT. 2.  Nilai Narasi I, II, III, IV, & V TUGAS KELOMPOK - GENAP(2014-2015)_PENDIDIKAN_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-1.7 Continue Reading »