More than Just Nation and Character Building
April 6th, 2017 at 2:32 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Surat Keterangan LahirHari pertama kembali ke Kota Surabaya, dapat menuntaskan persyaratan administrasi AKTA KELAHIRAN cucu perempuan pertama, setelah sepekan sebelumnya menemaninya dalam proses kelahiran dan aqiiqoh di Kota Medan Sumut. Saya telah hadir di empat instansi “pereintah”: (1) di kantor kelurahan untuk cek kelengkapan berkas, (2) di rumah Pak (Ketua) RT, memperoleh surat pengantar PLUS tandatangan dan stempel; (3) seperti itu untuk memperoleh tandatangan dan stempel dan di rumah Pak RW; (4) ke Kantor KUA untuk memperoleh tandatangan dan stempel dalam legalisir enam lembar foto kopi Akta Nikah. Pada kesempatan itu, Pak Lurah bilang, “selayaknya memang begitu. Segera menyelesaikan pengurusan AKTA KELAHIRAN. Kalau melampaui batas waktu sebulan dikenakan uang DENDA. Mengunggah file nya juga online pada laman berikut: ssw.surabaya.go.id/anjungan. Validasinya cukup dilakukan di Kantor Kelurahan.


April 6th, 2017 at 1:32 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Jahe IyeesPotensial memperoleh laba berlipat. Di pasar Soponyono Rungkut Surabaya, per kilo JAHE MERAH dipatok harga Rp. 32 ribu. Sedangkan di tingkat petani saat harga tinggi seperti sekarang ini per kilogram Rp. 6 ribu (Jawa Pos, 4 April 2017). Semoga tanaman JAHE yang terlihat semakin subur ini, dapat mencapai maksud: panen yang berkah dan melimpah ruah serta kathah.


April 6th, 2017 at 1:22 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

sertifikat-narasumber-pw-ippnu-di-jombang.jpg“Remaja, Narkoba, dan Kekerasan Seksual: Perspektif Pemantapan Karakter Bangsa,” begitu makalah yang saya presentasikan pada seminar “Pelajar Putri Satukan Barisan Anti Radikalisme, Lawan Kekerasan Seksual, dan Narkoba,” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah IPPNU JATIM di Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras JOMBANG, tadi siang. Hadir pula sebagai narasumber Dra. Hj. Ida Fauziah, M.Si., Ketua PP LKKNU / alumni PW IPPNU JATIM, Anggota DPR RI; dan KH. Taufik A. Jalil, MM. (Kemenag Kabupaten Jombang).


March 19th, 2017 at 9:52 pm
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics

Oleh: Kelompok IV, Erik Rikardo Gultom (Presiden/Feb/041611133092), Dwi Aprianto (Sekjen/Feb/041611333022), Galluh Behnarezzy Yulmier (Bendahara/Feb/041611233055), Rifda Auliyani (Bendahara/Feb/041611233237), Semester Genap 2016 – 2017. Kelas A-2.2. Dosen Pembimbing: Dr. H. Moh. Adib, MA.  “……..Mata Kuliah Pendidikan Pancasila : “Menyadarkan, Mencerdaskan, Mencerahkan!” Itulah jargon penyemangat di pagi hari yang dilontarkan oleh bapak Moh. Adib untuk membakar semangat kami di pagi hari di hari Senin, 13 Maret 2017 di ruang Ki Hajar Dewantara untuk memulai perkuliahan Pendidikan Pancasila.” “….Di akhir pertemuan Bapak Moh. Adib menjelaskan sebuah kata kunci utama dalam pembelajaran kali ini yaitu ‘Dinamika Berbanga’. Poin pertamanya adalah bahwa Indonesia dapat hadir dan merdeka karena sebuah proses sejarah yang panjang. Diawali oleh semangat segelintir mahasiswa Indonesia yang beruntung dan dapat mengenyam perguruan tinggi di Belanda yang mendirikan organisasi Budi Utomo. Dari organisasi inilah semangat nasionalisme mulai dipupuk. Kemudian dilanjutkan dengan persatuan para pemuda Indonesia pada tahun 1928 dengan diikrarkannya Sumpah Pemuda. Lagu nasional berjudul ‘Satu Nusa, Satu Bangsa’ yang kami nyanyikan bersama memuat tiga hal utama yang diikrarkan didalam Sumpah Pemuda, yaitu Bangsa, Tanah Air (Nusa) dan Bahasa. Jadi apabila dapat disimpulkan secara singkat, Indonesia dapat merdeka karena semangat dari segelintir mahasiswa yang mampu membawa Indonesia menuju Indonesia yang merdeka dan bermartabat karena pengalaman yang diperoleh mereka ketika memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan di Belanda. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.40 yang menandakan bahwa kelas Pancasila sudah berakhir. Kelas kali ini diakhiri dengan doa bersama.” 1. “Jas Merah”: Jangan Sekali-Sekali Meninggalkan Sejarah!   2. GENAP(2016_2017)_PANCASILA_KELAS_A-2.2 OK-2 Yess NILAI TUGAS KELOMPOK  3. Continue Reading »


March 16th, 2017 at 7:48 am
Posted by Mohammad Adib in Islamics Religion II

Agama Islam II Semester Genap Tahun 2016-2017 by Dr. H. Moh. Adib, MA.

Capaian pembelajaran pada matakulian Pendidikan Agama Islam II ini mengantarkan mahasiswa dalam memantapkan kemampuannya dalam  menerapkan/mengimplementasikan (C3) pemahaman tentang konsep pengembangan pribadi intelektual muslim, paradigma keilmuan  berlandaskan nilai-nilai keagamaan serta menyiapkan bekal dalam menghadapi problematika kemajuan zaman, dan mampu mengimplementasikan akhlak dan tasawuf dalam kehidupan sehari-hari. 1. RPS Agama Islam II Antropologi FISIP UNAIR Maret 2017 Memantapkan Sarjana yang Cerdas dan Bermoral Mulia 2. 3.

GENAP(2016_2017)_AGAMA_ISLAM_II_KELAS_E Nomor, topik, dan anggota Kelompok Agama Islam II


March 13th, 2017 at 7:01 pm
Posted by Mohammad Adib in Philosophy of Science

Oleh: Ifa Nur Rosidah, NIM: 071611433037, Prodi: Sosiologi. “….Sepanjang perkuliahan Filsafat Ilmu berlangsung, banyak hikmah atau kata lainnya menurut Pak Adib “keberuntungan” diantaranya saya dapat mengenal dosen Filsafat Ilmu yang sekaligus beliau adalah seorang penulis buku. Selain itu, saya juga mendapat pembelajaran moral dari beliau tentang kedispilan dan semngat untuk menjai mahasiswa yang aktif dan kritis dalam mencari ilmu pengetahuan. Keberuntungan selanjutnya adalah saya menjadi lebih mengerti seperti apa gambaran mata kuliah Filsafat Ilmu. Melalui mata kuliah ini, sebagai mahasiswa yang baru mengenal filsafat, saya diajak untuk giat berpikir secara kritis dan rasional terhadap berbagai macam hal, serta bertanya apapun yang ingin saya ketahui kebenarannya dengan kata lain bisa disebut sebagai filsuf. Dan keberuntungan yang terakhir yaitu saya memeperoleh kelompok pada urutan pertama yang artinya minggu depan adalah waktu untuk kelompok saya mempresentasikan materi berikutnya. Jujur, saya terkejut sebab belum mempersiapkan refrensi yang akan saya gunakan untuk mengerjakan tugas kelompok tersebut. Namun saya kembali teringat akan motivasi dari Pak Adib, ketika beliau mengatakan “Mahasiswa Filsafat Ilmu?” maka saya sebagai mahasiswa harus menjawab “tangguh tak pernah mengeluh”.” 1. Not Only Philosophy That Makes Me Curious But Also With The Figure Of A Lecturer  2. GENAP(2016_2017)_FILSAFAT_ILMU_KELAS_C Nilai Narasi Individual 13 Maret 2017 3. 4.  Continue Reading »


March 9th, 2017 at 10:47 pm
Posted by Mohammad Adib in Philosophy of Science

Oleh: Zulfi Dyah Wardani, NIM: 071611433026; Prodi: Sosiologi FISIP Universitas Airlangga. “……Hal tersebut semakin memuncak ketika Pak Adib memasuki tahap pembelajaran filsafat. Beliau menjelaskan apa itu filsafat dengan pemahaman yang mudah, bagaimana contoh realitasnya dalam kehidupan, beliau telah mengambil contoh sederhana yang dekat dengan kita, seperti substansi dan esensi dari AIR, sehingga saya mudah menangkap dan memahami konsepan ilmu yang dibawakan, ditambah lagi dengan penjelasan sejarah dari AIR adalah sumber kehidupan, yang dijelaskan dengan lantang dan menarik penyampaiannya, telah membuat rasa keingintahuan saya semakin meningkat.” “…….Terima kasih Pak Adib, atas segala hal yang mengandung hikmah yang telah Bapak berikan kepada saya, dan kami semua, mahasiswa sosiologi. Berkat pencerahan dari Bapak, pikiran saya semakin terbuka untuk menjalani kehidupan sebagai seorang mahasiswa yang memilki tanggung jawab sebagaimana mestinya, karena ketika pikiran ini terbuka untuk senantiasa berpikir maju dan senantiasa visioner, hal tersebut akan mampu mengubah pola perilaku yang mengarah sesuai dengan apa yang dipikirkan.   Itulah yang saya sebut dengan istilah a Beatiful Mind yang saya dapatkan dari Pak Adib. Semoga Allah senantiasa melindungi, dan membalas semua jasa Bapak, Aamiin.”

Continue Reading »


March 5th, 2017 at 10:01 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

harus lebih baik by Mohammad Adib 27 Februari 2017Oleh: Erren Silvia Herdiyani (101611133045), Kelas A.1.1 (Ir.Soekarno), Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga. “….Jargon yang beliau contohkan kepada kami selalu dapat memecah suasana kelas dan membuat kami bersemangat kembali, “tangguh tak mudah menyerah” adalah salah satu contoh dari beberspa jargon andalan pak Adib, memberi kami pesan untuk menjadi pemuda yang tak mudah menyerah selalu bersemangat dan tangguh. Setelah beliau banyak memberi pesan dan memberi semangat kepada kami, beliau kemudian menyebutkan bab yang akan kita pelajari dalam 14 kali tatap muka, setiap bab akan didiskusikan oleh setiap kelompok dan dipresentasikan sesuai dengan nomor kelompok yang di dapat. Terdapat 12 kelompok dengan 12 bab yang akan kita pelajari setiap minggunya. Presentasi dimulai pada minggu ketiga, untuk minggu yang kedua akan diisi oleh beliau sebagai materi awal untuk kami. Saya sudah tidak sabar menunggu hari senin datang kembali dan bertemu dengan bapak Adib yang selalu bersemangat dalam memberi kami pengetahuan tentang Kewarganegaraan.” 1. Nilai Resume–Narasi Individual, nomor dan anggota kelompok dan topik. GENAP(2016_2017)_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-1.1 New   2. RPS 2016 edit final mk PKn Maret 2017 PLUS Sub Topik Kelompok   3. GENAP(2016_2017)_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-1.1 New Narasi Tugas Kelompok I PLUS Sistematika Penulisan Makalah dan Kriteria Penilaian 4. More...
Pada hari Senin, tanggal 27 Februari 2017 adalah hari pertama kuliah di semester 2 ini, jadwal yang saya dapatkan di hari senin pagi ini adalah mata kuliah kewarganegaraan, dimana saya harus ke kampus B dan menuju ke Pusat Bahasa untuk mengikuti mata kuliah ini karena saya dari Fakultas Kesehatan Masyarakat yang setiap harinya berada di Kampus C. Saya sengaja berangkat lebih awal untuk menuju ke Kampus B karena takut terjebak macet dan terlambat untuk mengikuti mata kuliah ini, syukurlah sesampainya di Pusat Bahasa masih banyak waktu hingga jam kuliah pertama dimulai.

            Saya memilih kelas kewarganegaraan A1.1 yang berada di ruang Ir.Soekarno lantai 2 Pusat Bahasa yang difasilitatori oleh Dosen Dr.H.Moh.Adib, Drs, MA dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga. Semua teman saya asyik berbincang-bincang, bercanda, tertawa dan berbagi cerita tentang keseruan liburan mereka masing-masing tanpa kita sadari Bapak Adib telah memasuki ruang kelas kami, kelas seketika menjadi hening dan tegang. Saya memperhatikan seisi kelas mereka tampak melihat jam tangan mereka masing-masing, waktu masih menunjukan pukul 06.45 WIB namun pak Adib telah memasuki ruangan dan menulis nama beliau serta apa saja yang akan dibahas hari ini di papan tulis. Bapak Adib adalah dosen yang sangat menghargai waktu karena tepat pukul 07.15 beliau memimpin untuk open ceremony, dimana kita dipimpin untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mengheningkan cipta, dan Mars Universitas Airlangga.

            Open ceremony telah berlangsung dengan sangat khidmat kami semua serasa kembali di beberapa tahun yang lalu saat kami upacara bendera setiap hari senin saat kami masih duduk di bangku sekolah. Setelah itu dilanjutkan Pak Adib menjelaskan tulisan yang ada di papan tulis, mulai dari capaian pembelajaran, evaluasi, referensi dan beberapa kata kunci. Kata kunci inilah yang membuat saya tertarik mengikuti setiap menit waktu yang berlalu. Kata kunci yang disampaikan Bapak Adib yaitu memantapkan karakter bangsa, positif thinking, antusias, semangat, dan disiplin. Semangat, sikap yang telah dicontohkan pak adib dari awal hingga akhir mata kuliah kewarganegaraan. Dengan semua jargon yang beliau berikan kepada kami membuat suasana kelas menjadi hidup dan menyenangkan. Antusias dan semangat dari kami lah yang ingin beliau tanamkan pada diri kami, antusias dalam berbagai hal yang positif dan mampu memantapkan karakter bangsa. Sebagai pemuda penerus bangsa kami harus mempunyai karakter yang mampu membangun bangsa kita tercinta ini, salah satu contoh kecil yang dapat kita lakukan ialah dengan melakukan kata kunci yang terakhir yaitu disiplin, disiplin dalam berbagai hal seperti disiplin waktu, contoh nyata yang dapat kita aplikasikan yaitu datang sebelum pukul 07.00 WIB dan tepat waktu dalam mengumpulkan tugas. Seperti yang dicontohkan Pak Adib bahwa saat kita sudah membeli tiket kereta ataupun pesawat dengan jadwal yang telah ditentukan dan kita terlambat datang maka kita akan ditinggal berapapun harga tiket itu, tidak akan ada bedanya. Contoh kecil inilah yang membuat pikiran saya terbuka hal yang terkadang tidak kita hiraukan tetapi menyimpan pembelajaran yang penting untuk melatih kita untuk disiplin dan lebih menghargai waktu.

            Jargon yang beliau contohkan kepada kami selalu dapat memecah suasana kelas dan membuat kami bersemangat kembali, “tangguh tak mudah menyerah” adalah salah satu contoh dari beberspa jargon andalan pak Adib, memberi kami pesan untuk menjadi pemuda yang tak mudah menyerah selalu bersemangat dan tangguh. Setelah beliau banyak memberi pesan dan memberi semangat kepada kami, beliau kemudian menyebutkan bab yang akan kita pelajari dalam 14 kali tatap muka, setiap bab akan didiskusikan oleh setiap kelompok dan dipresentasikan sesuai dengan nomor kelompok yang di dapat. Terdapat 12 kelompok dengan 12 bab yang akan kita pelajari setiap minggunya. Presentasi dimulai pada minggu ketiga, untuk minggu yang kedua akan diisi oleh beliau sebagai materi awal untuk kami. Saya sudah tidak sabar menunggu hari senin datang kembali dan bertemu dengan bapak Adib yang selalu bersemangat dalam memberi kami pengetahuan tentang Kewarganegaraan.***


March 2nd, 2017 at 9:15 am
Posted by Mohammad Adib in Learning Pancasila

Kuliah Perdana PPs Semerter Genap 2016-2017 Senin Jam 09.00-08.40 tgl 27 Februari  2017 di Ruang Ki Hajar DewantoroOleh: Putri Silvi. “…… Satu jam berlalu, tapi tentu saja rasa canggung dalam diri saya belum sepenuhnya hilang. Bagaimana tidak, memulai awal perkuliahan dengan teman – teman yang baru dari berbagai program studi. hari pertama sudah mendapat tugas individu yang harus dikumpulkan dua hari lagi. Ditambah lagi tugas kelompok yang dikumpulkan minggu depan. Belum lagi tugas lain yang sudah menanti. Ah, mahasiswa. Bergelar “maha” namun tidak lepas dari kata mengeluh. Tiba – tiba beliau menyerukan dengan lantang, “peserta Pendidikan Pancasila??”, tentu saja seisi kelas hanya terdiam, tidak mengerti apa maksud ucapat tersebut. Hingga akhirnya beliau hanya tertawa, dan diucapkannya sebuah kalimat sederhana yang luar biasa. Iya, sederhana yang luar biasa. “Tangguh Tak Pernah Mengeluh”, itulah kalimat sederhana yang luar biasa. Seketika tak lepas pandangan saya dari beliau, dan terlintas di benak saya bahwa beliau, DR. H. MOH ADIB. MA adalah seorang dosen yang luar biasa. Mungkin bukan hanya bagi saya, bakhan bagi semua orang. Saya tanamkan dalam diri saya, bahwa saya sebagai mahasiswa Universitas Airlangga bukan hanya harus Excellent with Morality, namun juga harus Tangguh tak pernah mengeluh. …….. Bukankah saya benar – benar merupakan seseorang yang beruntung pada hari senin ini. Memulai awal perkuliahan di semester dua dengan mendapat pelajaran yang sangat luar biasa. Dapat disimpulkan bahwa kita sebagai mahasiswa hendaknya benar benar tangguh tak pernah mengeluh. Tangguh dalam menghadapi apapun, dan tak pernah mengeluh dalam segala hal.” 1. PUTRI SILWI - Tangguh Tak Pernah Mengeluh     2.  GENAP(2016_2017)_PANCASILA_KELAS_A-2.2 OK-2 Kelompok, Anggota Kelompok, Topik, Sistematika makalah, dllGENAP(2016_2017)_PANCASILA_KELAS_A-2.2 OK-2 Kelompok, Anggota Kelompok, Topik, Sistematika makalah, dll   3. GENAP(2016_2017)_PANCASILA_KELAS_A-2.2 OK-2 Nilai Tugas Resume Individual    4. Pendidikan Pancasila RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER 2016-2017 Genap 2016-2017  5.  

Continue Reading »


March 1st, 2017 at 8:26 am
Posted by Mohammad Adib in Inspirations

Foto Adib di Taman Ilmu TIRA MEDAYU Rabu 1 Maret 2017-1Sri Katon adalah filosofi dalam kebudayaan Jawa yang digunakan untuk menggambarkan kenyataan empirik sebagai hasil observasi atas sesuatu hal yang indah dari persepsi indra penglihatan kita dalam jarak yang dekat. Konsep lainnya juga disebut sebagai Sri Taman yang keindahannya langsung dapat kita lihat di tempat ini, di sini dan kini–saat ini. Berdeda dengan “Sri Gunung” yang keindahannya langsung dapat kita saksikan dari jarak yang jauh. Gunung yang berwarna biru, lembu, halus yang indah itu, kenyataan empiriknya tidaklah demikian saat kita melihatnya dari jarak dekat. Kita menemukan di dalam tebing itu kenyataan pepohonan, dan dedaunan yang berserakan.