More than Just Nation and Character Building
October 19th, 2014 at 5:20 am
Posted by Mohammad Adib in Philosophy of Science

Oleh: Kelompok 1: Satrio Manggala P.S. (071411431054), Wahyu Adi Rianto (071411431047), Mairetha Yuniar S.D. (071411431076), Yeni Retno Wati (071411431042), Nur Laili Firliyana (071411433007) Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Tahun 2014. “…..Matakuliah kali ini tidak jauh berbeda di mingu-minggu sebelumnya. Selalu amazing dan spectakuler. Kenapa bisa begitu? Karna dibimbing oleh dosen yang juga amazing dalam bidangnya. Kemarin saja beliau mengajar Antropologi di ruang A-303 menggantikan bapak pudjio yang tidak bisa hadir. Sungguh pengalaman luar biasa bagi Sosiologi 2014 di didik oleh dosen yang sangat ahli di bidang nya, tak hanya Filsafat Ilmu saja loh, beliau juga ber pengalaman dalam dunia ke antropologian. Dan setelah mengawali pelajaran ini dengan jargon dan tentunya memanjatkan doa pada Tuhan Yang Maha Esa, beliau menjelaskan gambaran umum di papan tulis excelent tentang Landasan Penelaahan Ilmu. Yaitu tentang Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi. Dan yang membahas masalah ini adalah kelompok 5, dimana kelompok 5b yang akan mempresentasikan materi dan kelompk 5a sebagai pembanding. Ontologi adalah tentang objek yang ditelaah ilmu, epistemologi adalah cara yang digunakan untuk mengkaji atau menelaah sehingga diperoleh nya ilmu tersebut.  Dan Aksiologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang orientasi atau nilai suatu kehidupan.” Continue Reading »


October 15th, 2014 at 12:42 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Oleh: Dody Hardiyanto (071411133024), Lina Maria Ulfa   (071411131018), Varizal Dwi S (071411133017), Novi Risca A (071411131010), Devvy Putri (071411131022), Khoirun Nisa (071411131014), Gilang Ramadhan (071411133030). Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prodi Ilmu Administrasi Negara Mata Kuliah: Pendidikan Kewarganegaraan. Dosen : Muhammad Adib, Drs., MA. The Power of Mind.  Excellent with Morality ….Never Ending Airlangga. “……..Hal ini tak terlepas jauh dari usaha inspirator kami, yakni Bapak Drs. H. Muhammad Adib, MA, beliau merupakan salah satu Inspirator kami yang selalu mengenal arti kata tanggung jawab, bagaimana tidak ? tak dapat dipungkiri walaupun Pak Adib berhalangan hadir dalam kelas tersebut, akan tetapi Pak Adib mempunyai rasa tanggung jawab yang besar terhadap apa yang ia hadapi pada saat ini, kami percaya bahwa Pak Adib selalu menjunjung tinggi arti dari setiap unsur dari icon Universitas Airlangga, bahwasannya memang benar, Pak Adib merupakan bagian orang-orang excellent yang ada di civitas akademika Universitas Airlangga, beliau selalu menanamkan makna morality yakni responsible pada setiap mahasiswanya dan pada diri beliau, sungguh Sang Inspirator yang patut kita teladani dan kita contoh perbuatannya sehingga penerapan makna tersebut dapat diimplementasikan sebagai bentuk pengenalan jati diri yang melukiskan kekuatan jiwa (the power of mind) seseorang. Sungguh benar memang Pak Adib merupakan orang-orang Excellent with Morality yang terpercaya (credible) dan bertanggung jawab (responsible). Kami yakin suatu saat nanti icon Universitas Airlangga tidak hanya akan diterapkan oleh mahasiswa Universitas Airlangga sendiri, tapi akan diterapkan dan ditanamkan pada diri orang-orang excellent yang ada di muka bumi ini. Lalu kebiasaan lama kami yakni selalu menunggu sang Inspirator kami untuk memberikan jargon-jargon baru dan semangat-semangat baru untuk kami semua, pada pertemuan kali ini, kami sebagai orang-orang yang Excellent with Morality akan mewakili Pak Adib untuk menciptakan jargon baru yang memotivasi dan menginspirasi, maka dari itu kami membuat jargon baru untuk Universitas Airlangga, apabila kami mengatakan Excellent with Morality maka kalian semua harus menjawab Never Ending Airlangga. Nilai Narasi Kelompok I, II, III , IV dan V Geostrategy, GANJIL(2014_2015)_PENDIDIKAN_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-3.1-1 AN ADIB Continue Reading »


October 13th, 2014 at 1:11 am
Posted by Mohammad Adib in Introduction of Anthropology

f5df65d1d063472f289b162b99bd47f0_nasionalisme_0Oleh: Nurul Mahmudah/071411431040/Sosioloi. “…… Antropologi hari itu telah menyadarkan, mencerahkan dan semoga juga menambah kecerdasan bagi saya, dengan Anropologi yang memberi penjelasan mengenai kepribadian dan kebudayaan ini semoga dapat  dijadikan sebagai acuan dalam menata tingkah laku dan kepribadian yang bermoral mulia. Tak ada kata yang mampu saya ucapkan selain beribu-ribu terimaksih yang saya haturkan kepada semua penyaji materi khususnya Bpk.Adib atas segala pencerahanya. Akan selalu saya ingat kalimat Bpk. Adib bahwa without character everything is nothing. Jaya terus untuk dosen luar biasa saya Bpk Adib.Banyak hati yang menunggu sentuhan pencerahan bapak,selalu kami tunggu kehadiran bapak untuk mengebrakan semangat kami lagi,tak kan bosan kami walaupun harus terus menumpuk resemu setiap kali.Pertemuan bersama Bpk.Adib adalah pertemuan emas yang selalu kami rindukan setiap minggu.Semoga Bpk Adib tidaklah bosan senantiasa memberikan arahan dan pencerahan bagi kami. Menyadarkan,mencerdaskan mencerahkan? mari kita lakukan!!!!, Indonesia? Harus lebih baik!!! Mahasiswa Universitas Airlangga? Cerdas berahlak mulia!!! Mata kuliah Antropologi? Menyadarkan, mencerdaskan, mencerahkan!!!….” Continue Reading »


October 8th, 2014 at 10:41 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Oleh: Antya Seruni Duhita 071411133006, Dini Inda Nuriana 071411131030, Hesty Puspa Ningrum 071411133025, Yuswan Tio Arisandi 071411131071, Bhakti Dwi Saputra 071411131009, Yefta Kornelius Sasiang 071411133004. “Sesuatu yang membuat kami bertahan mengerjakan tugas-tugas yang menumpuk tiap minggunya adalah bahwa apa yang kami kerjakan ini adalah suatu hal yang membedakan kami dengan orang malas”.  Lagi.. kami kembali bertemu dengan mata kuliah wajib pendidikan kewarganegaraan di hari Senin pertama di bulan Oktober tahun 2014. Artinya, ini adalah pertemuan kami dengan mata kuliah pendidikan kewarganegaraan yang keenam sejak pertemuan pertama pada tanggal 01 September 2014. Kenapa kami mencoba menjelaskan hal ini? Karena hal ini memiliki korelasi yang kuat dengan apa yang kami terima setiap pertemuan. Yaaa… Kami mendapat hal-hal inspiratif setiap hari Senin ini. Seolah-olah hari yang umumnya membuat orang malas sekali untuk melanjutkan kegiatan setelah weekend, menjadi hari pembangkit semangat setelah melaksanakan liburan. Hari ini seperti biasa kami awali dengan berbagai praktik formal seperti opening ceremony, memanjatkan do’a, serta tidak ketinggalan kata-kata luar biasa ( Pujian, Semangat, Motivasi) dari dosen yang juga tidak kalah luar biasanya Pak Adib. Kemudian kami ingat dengan suatu kutipan sebagai berikut “Bangsa yang sedang berkembang sangat menyukai praktek ritual dan pujian-pujian karena dapat membangun suatu kebanggaan dan citra diri. Sangatlah tidak diharapkan jika kita mabuk akan pujian, namun sangat miskin dengan prestasi dan kualitas saintifik” (Naya Sujana, akhir 2009). Kami pun mengambil konklusi dari kutipan tersebut dan korelasinya dengan apa yang Pak Adib ajarkan tiap pertemuan, yaitu bahwa tiap kata Pujian serta Motivasi yang keluar dari ucapan Pak Adib adalah untuk membangun kami sebagai mahasiswanya kebanggaan dan citra dalam diri kami. Serta tidak lupa beliau juga mengingatkan 4 prinsip moral yang harus kami tancapkan dalam-dalam pada diri masing-masing agar tidak terlalu terlena dengan apa yang kami dapatkan sebagai penyeimbang dengan apa yang kami lakukan mendatang. Nilai Narasi Kelompok I, II, III dan IV GANJIL(2014_2015)_PENDIDIKAN_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-3.1-1 AN ADIB Continue Reading »


October 8th, 2014 at 11:56 am
Posted by Mohammad Adib in Introduction of Anthropology

http://4.bp.blogspot.com/-GP5npFkEl_Y/Uod0FxxBR4I/AAAAAAAAAfA/51gZUX7Jtag/s1600/pengertian+antropologi.jpgOleh: Muharram Dwi Putranto/071411433017/Sosiologi. “……Bapak Adib menerangkan materi dengan ditambah bumbu yang sedikit dewasa yang membuat mahasiswa excellent tertawa dan menyimak dengan baik materi yang diterangkan oleh bapak Adib. Setelah menerangkan materi bapak Adib memperlihatkan video tentang budaya nikah usia dini di Madura. Video tersebut dicuplik dari sebuah acara di Metro TV. Dalam video tersebut dikisahkan bahwa ada sebuah pasangan suami istri yang menikah muda di daerah Sampang. Sang suami menikah di usia 15 tahun sedangkan istrinya menikah di usia 13 tahun. Dan contoh kedua adalah di daerah Sumenep dengan sang Suami menikah di usia 17 tahun dan istri nya yang berusia 15 tahun. Di akhir video, terdapat wawancara antara presenter dengan Budayawan Madura beserta Bapak Adib selaku antropolog. Pak Adib menjelaskan bahwa di Madura, fenomena tersebut terjadi karena tradisi yang kuat yang dipegang oleh masyarakat madura.”Nilai Narasi Individual Fungsi Kebudayaan GANJIL(2014_2015)_PENGANTAR_ANTROPOLOGI_KELAS_A Continue Reading »


October 7th, 2014 at 2:37 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

http://www.grindonline.com.au/wp-content/uploads/2009/07/Know-Your-Rights.jpgBy Siti Amira Venitarani, NIM 011411133034, Prodi Pendidikan Dokter Kelas Internasional 2014. Today was a special day. It was the first Monday in October, the first day after Ied Adha, and the third meeting with my super excellent lecturer, Mr. Adib. As usual, this lecturer gave me a strong motivation even before the class started. He stated some indicators of an “excellent with morality” students, which were achievement, smartness, advance, doing the best, perfectness, enthusiasm, couragement, responsibility, honesty, and so on. All of the indicators should be applied in our heart and soul so that we could be smart but also balanced with a good moral.

            Next, Mr. Adib gave us a very great quote about how people in this world is differentiate based on their speech. The quote was; “A great person is the one whose words bring up ideas, an ordinary person is the one whose words stop in a common incident, a small person is the one whose words are about someone else’s badness, and an even tinier person is the one whose words are about complaining everything”. From the quote we knew that to be a great person, we needed to talk less do more. Our talk should always have something good in it, or evenmore better that could inspire other people. Continue Reading »


October 5th, 2014 at 9:47 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

http://whowasaristotle.com/wp-content/uploads/2013/05/bdf44__1449.jpgBy Niswah Silmi Fatimah, 011411133033, Class: CMP2014, CIVICS , september 30th 2014.  “…..After the presentation was over, then Mr.Adib showed us a video, that could explain the story and the origin of Indonesia’s nationalism clearer than that was given in presentation. The video showed us, that a long time ago, Indonesia or at that time was known as Nusantara was a great kingdom and an advanced civilization. There were Sriwijaya Kingdom and Majapahit Kingdom, who have the most glorius day at that era.” “Character is the most important thing in the world, everything is nothing without character, do you agree with that?” Asked Mr. Adib to start the civics lesson today. Yes, today class were going to discuss about “Character,” and can be focused as “The Characteristic Of National Identity”. But, before class started the spesific topic for today, class had to pray and do some opening ceremony first. First of all, class started at 7 o’clock, for the first fifteen minutes, Mr. Adib explained to us about the topic that we were going to talk about. At 7.15 , we started to pray according to our own beliefs. Why we should start the lesson with praying, because “According to Pancasila, we need to apply the first principle in the way we live. The Oneness of God / Ketuhanan Yang Maha Esa. “ Said Mr.Adib. Well, that is truly right, in my opinion, if we believe in God, in every sector of our life, we will face day by day with high spirit, because we want to do and give the best to our God, and we do all of it sincerely. Opening Ceremony was started after class prayed , and the one who leads the opening ceremony was the first presentation group, they are Mira and Pandu. In opening ceremony, class sang a song just like yesterday, so we sang Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta (moment of silence) , and Hymne Airlangga. Continue Reading »


October 5th, 2014 at 8:25 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

http://www.fak.nu/wp-content/uploads/2010/02/charactereducation.jpgBy Birgitta Vania Rarasati, 011411133052. “…since today’s topic was about national identity, today in our class Mr. Adib kept repeating a sentence “without character, everything is nothing”. If you think about this sentence deeply, the meaning behind it is really important. Imagine if human doesn’t have character, can they still be called human? Flesh and blood with emotionless soul, can they still be called human? You are human because of your character, a happy human, a polite human, a rude human, a selfless human and so on. Just like Mr. Adib said “character won’t be a character if the alphabets that form it is not complete” it means that to build a character, a man needs other factors, internally or externally. Character makes you different and unique when compare to each other, but to have a good character is everyone’s goal and it is our challenge on how do we stay different yet the same.” “…..From these videos we can conclude that to achieved greater nation, we need to have great character. Because the national identity reflect its people’s behaviors and their individual characters.” Continue Reading »


October 4th, 2014 at 8:44 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

http://2.bp.blogspot.com/_fHbhlky4wCk/TH5r08HOhfI/AAAAAAAADk4/gq3MHMWrXvE/s1600/Kata-kata+luar+biasa+dari+orang+luar+biasa.jpgOleh Kelompok V, Riski Putri Ayu Novita Sari (141411535031), Dyah Ristanti (101411535029), Desy Tri Wulansari (101411535030), Muhammad Soleh Salahuddin (061411535016), Herlina Masyitoh (061411535019). Tepat hari Jumat pertama pada bulan Oktober 2014 adalah pertemuan kami yang ketiga bersama Bapak Mohammad Adib yang begitu menginspirasi. Dari awal pertemuan kami  sudah merasakan hal yang luar biasa, Bapak Adib memang sangat berbeda dengan dosen-dosen lain. Beliau begitu hebat, mungkin memang sudah menajdi ciri khas beliau dalam mengajar mata kuliah kewarganegaraan yang berfungsi sebagai pembangkit rasa nasionalisme mahasiswa.  Kami akui bahwa sejak awal pertemuan kata-kata luar biasa yang beliau ciptakan dapat memotivasi dan menginspirasi  kami. Membuat kami semakin semangat belajar, berpikir positif akan sesuatu hal membuat kami selalu merasa beruntung dan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan yang maha kuasa. Semua kalimat mutiara yang beliau sampaikan memang begitu indah dan beliau selalu menekankan kami untuk mengucap dengan penuh semangat agar merasuk kedalam jiwa dan  harus kami realisasikan. Pak Adib menyampaikan bahwa system pembeljaran beliau memang berbeda dengan dosen lain. Menurut beliau apabila di awal pertemuan biasanya dosen hanya melakukan perkenalan namun bila beliau mengajar pasti akan langsung memberi tugas,  mungkin memang hal itu dilakukan untuk menguji kemampuan kami dan mengajarkan kami untuk melakukan manajemen waktu dengan baik agar dapat meyelesaikan tugas tepat waktu, ya beliau mengajarkan kami untuk disiplin dan bertanggung jawab pada kewajiban kami.

Kata kunci yang disampaikan oleh beliau kemarin adalah semboyan Universitas Airlangga yaitu Excellence with Morality. Beliau menyatakan penegrtian Excellene yaitu prestasi, paling atas, do the best, perfect, perfectionist tapi tidak over perfectionist karena beliau meyakini bahwa sesuatu hal yang berlebihan itu kurang baik,  terpuji, antusias, rasa percaya diri yang tinggi dan keberanian yang tinggi. Dengan memberikan pengertian kata Excellence beliau menginginkan agar kata ini mengalir keseluruh tubuh kami dan dapat kami wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Sayang sekali Pak Adib tidak sempat menyampaikan definisi dari Morality, namu menurut kami morality adalah suatu tindakan yang terpuji, selalu menghargai orang lain, menjadi insan yang berperilaku sopan santun, menjadi insan yang berguna bagi orang lain.

Beliau juga menyuruh kami untuk menciptakan kata-kata mulia yang dapat memotivasi diri kami sendiri. Beliau menyatakan “Hati cermin dari ucapan” disini bermakna apa yang kita katakan  mencerminkan isi hati kita, apabila perkataan kita positif maka hati kita pasti menjadi tenang, apabila hati tenang pasti akan  bahagia. Maka berusahalah untuk selalu bertutur kata positif memberi semangat untuk diri kita dan orang lain.

Positive thingking lalu ucapan yang baik, kalimat ini begitu menarik terdapat makna apabila kita mempunyai pikiran positif tentu saja ucapan yang kita keluarkan adalah ucapan baik. Untuk itu kami berusaha untuk selalu berpikir postif karena dapat membuat kita lebih semangat dan merasa tidak ada yang sulit dalam melakukan sesuatu hal. Terdapat kekuatan yang berasal dari pikiran kita untuk menaklukan suatu perkara ataupun pekerjaan dengan mudah. Pikiran positif itu akan memberi motivasi bahwa kita pasti bisa menaklukan pekerjaan dan tantangan sesulit apapun, karena sesuatu yang positif pasti akan memiliki manfaat yang baik.

Ucapan yang tak kalah luar biasa adalah “Niat anda adalah karakter anda” begitu hebatnya kata-kata ini sehingga membuat kami memaknainya begitu dalam. Kalimat itu membuat kami megoreksi diri kami, membuat pertanyaan besar untuk kami “apakah kami sudah memiliki niat yang baik adalam melakukan segala hal?” jika belum memiliki nait yang baik “apakah berarti karakter kami ini belum baik?”, oleh sebab itu kami mulai memperbaiki niat kami agar tercipta niatan yang baik dalam melakukan sesuatu. Agar kami bisa memiliki karakter yang baik pula. Mungkin kami masih perlu banyak belajar untuk menumbuhkan niat baik dalam hati kami, saah satu cara kami bisa meminta bimbingan dari dosen kami yang luar biasa yaitu Bapak Adib. Kami perlu banyak belajar untuk menciptakan kata-kata positif agar dapat memotivasi diri kami dan orang lain. Tidak hanya belajar membuat kata-kata motivasi namun juga butuh belajar mengatur waktu agar lebih disiplin. Dan berjanji pada diri sendiri untuk menjalankan kata-kata positif yang kita buat sendiri.

Kami sendiri sadar belum sepenuhnya bisa menjalankan semboyan “Excellence with Morality.” Kami butuh banyak bantuan dari Bapak Adib agar kami dapat merealisasikan semboyan tersebut dalam kehidupan sehari-hari tentu bertujaun untuk membangun karakter yang lebih baik. Kami berharap dapat membuat Indonesia lebih baik melalui karakter kami yang baik. Menurut kami bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki generasi yang berkarakter seperti semboyan Universitas Airlangga yaitu “Excellence with Morality”. Bapak Adib pernah mengatakan bahwa semboyan tersebut merupakan salah satu karakter yang baik. Maka kami harus berjuang mewujudkan karater yang excellence dan bermoral. Karena generasi penerus bangsa yang berasal dari Universitas Airlangga adalah orang-orang yang akan membangun Negara dengan karakter yang baik.

Kami merasa sangat beruntung dapat menjalani pendidikan di Universitas Airlangga. Mendapat dosen mata kuliah kewarganegaraan yang luar biasa dan sangat Excellence yang selalu membuat kami semangat dalam berbagai hal. Dan selalu berpikir positif akan semua hal yang terjadi dan yang akan terjadi. Salam excellence.***


October 4th, 2014 at 6:28 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

http://1.bp.blogspot.com/_HT1t4xS85hg/TIiOkvNI5wI/AAAAAAAAABs/8Vz25-1Ljj4/s1600/peta-indonesia.gifOleh: Kelompok 2, Alvian Irwan Prayoga, (141411535015), Hanifatul Mukaromah (101411535025), Nina Rofi’ Rukmana (141411535022), Sigit Hendriawan Eko Permadi (101411535014), Nur Prabowo Dwi Cahyo (061411535023). “….Sebelum materi itu disampaikan pak Adib memberikan kami kata penyemangat yang super sekali yaitu dengan modal jargon Universitas Airlangga Excellence with Morality, excellence disini disebutkan ada 8 kata penyemangat diantaranya: 1. Tes potensi dan prestasi, itu dibuktikan dalam lolosnya penyeleksian menjadi mahasiswa excellence Universitas Airlangga. 2. Advance, maksudnya kita sebagai mahasiswa Universitas Airlangga yang excellence dimana posisi kita berada pada level atas yang ingin terus didepan dan tidak mau kalah dengan yang lain melalui cara persaingan yang positif untuk menjadi seseorang excellence yang bermoral mulia. 3. Do the best, selalu lakukan yang terbaik untuk dirimu dan bangsa Indonesia demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, jangan menunggu hal besar dan menjadi pemimpin negeri dahulu untuk memiliki keyakinan dan ambisi mengubah Indonesia menjadi negara besar di dunia karena tak selamanya sesuatu besar dimulai dari hal yang besar, tapi dimulai dari hal-hal kecil yang akan menciptakan sesuatu yang besar. 4. Perfect atau sempurna, yaitu menjadi mahasiswa yang perfeksionis sedemikian mungkin melalui kecerdasan otak yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi terhadap keadaan sekitar dan khususnya negara Indonesia. Namun, dalam mencapai kesempurnaan tersebut, kita tidak diperbolehkan over perfeksionis atau berlebih-lebihan dalam mencapai suatu kesempurnaan karena sesuatu yang over akan mengakibatkan atau berdampak tidak baik. 5. Terpuji, setiap orang ingin selalu dipuji oleh orang lain, agar terpuji itu dapat diwujudkan maka kita harus melakukan 4 hal yang menjadi dasar indikasi suatu implikasi keterpujian tersebut. 6. Antusias, untuk membangun Indonesia menjadi negara yang dicita-citakan seluruh rakyat Indonesia, kita harus selalu antusias dalam mengikuti semua hal-hal yang menjadi cover atau dasar pembentukan negara Indonesia yang disebut identitas nasional. Dalam lingkup mahasiswa, kita harus ikut andil dalam mewujudkan cita-cita besar itu dengan antusias yang mendarah daging untuk selalu semangat mengikuti mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. 7. Convident atau percaya diri, untuk menjadi seseorang yang besar kita harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk melakukan segala sesuatu “yang tentunya bermoral mulia” dengan super excellence agar sesuatu yang kita inginkan dapat tercapai dan terlaksana dengan baik dan berjalan lancar. Percuma kita memiliki angan-angan yang tinggi, jika kita tidak memiliki rasa percaya diri untuk menerapkannya dalam keadaan yang sebenarnya. 8. High Bravement, jika kita sudah memiliki rasa percaya diri yang super menjulang, kita harus berani untuk action dalam mewujudkannya. Orang-orang excellence harus memiliki keberanian yang tinggi dan wajib ditanamkan dalam diri masing-masing individu untuk ikut serta membangun Indonesia tercinta ini.” Continue Reading »