More than Just Nation and Character Building
March 26th, 2013 at 5:53 am
Posted by Mohammad Adib in Anthropology of Industry

Oleh: Astuti Kurniawati (041114035) Kelas: Sosiologi Ekonomi (D), Website: astuti-k-feb11.web.unair.ac.id, Sosiologi ekonomi kelembagaan sebenarnya merupakan perpaduan antara ilmu sosiologi dan ilmu ekonomi yang direfleksikan dalam sebuah kelembagaan. Oleh karena itu, tidak berlebihan kiranya jika saya mengatakan bahwa sosiologi ekonomi kelembagaan merupakan buah cinta yang dihasilkan dari perkawinan ilmu sosiologi dan ilmu ekonomi. Seperti yang sudah dijelaskan oleh Bapak M. Adib pada pertemuan hari Selasa tanggal 19 Maret 2013 bahwa sosiologi ekonomi merupakan obyek materi dimana obyek materi merupakan starting point yang kemudian saya sebut sebagai orang tua atau induk yang melahirkan obyek formal yaitu kelembagaan itu sendiri. Kelembagaan dapat diartikan sebagai organisasi, pola perilaku, karakter, peraturan-peraturan yang dalam praktiknya berbentuk lembaga ekonomi. Kelas D FEB UNAIR nilai Resume, Narasi Perspektif Kelembagaan.pdf

Lalu mengapa kemudian saya mengatakan bahwa sosiologi ekonomi kelembagaan merupakan teguran bagi sistem ekonomi klasik ? Hal ini dapat dijelaskan bahwa lahirnya ekonomi kelembagaan merupakan salah satu bentuk protes terhadap beberapa pemikiran ekonomi klasik yang dianggap tidak sesuai dengan kehidupan saat ini. Salah satu hal yang dikritisi dari sistem ekonomi klasik antara lain : asumsi teori ekonomi klasik yang meniadakan biaya transaksi (zero transaction cost). Zero transaction cost lahir karena pemikir ekonomi klasik baranggapan bahwa pasar berjalan sempurna sehingga tidak mengeluarkan biaya apapun yang disebabkan oleh tidak adanya informasi yang asimetri antara pembeli dan penjual atau dengan kata lain pembeli dan penjual benar-benar mengetahui keadaan pasar. Padahal dalam kenyataannya, informasi, kompetisi, sistem kontrak, dan proses jual beli kadang bersifat asimetri yang kemudian akan melahirkan biaya-biaya transaksi tertentu.

Sosiologi ekonomi kelembagaan sendiri terbagi menjadi dua mazhab. Mazhab pertama yaitu ekonomi kelembagaan lama yang benar-benar bekerja diluar pemikiran ekonomi klasik (seluruh pemikiran ekonomi klasik ditolak, bersifat keras dan tegas) dengan tokoh-tokoh pemikirnya yaitu Thorstein Bunde Veblen, Wesley Clair Mitchel, dan lain-lain. Mazhab kedua adalah ekonomi kelembagaan baru, mazhab ini lebih bersifat agak lunak dengan tidak menolak pemikiran ekonomi klasik secara keseluruhan, ada beberapa pemikiran ekonomi klasik yang masih diterima oleh ekonomi kelembagaan baru.

Sosiologi ekonomi kelembagaan yang menolak ekonomi klasik inilah yang kemudian melahirkan sistem ekonomi baru yaitu sistem ekonomi kontemporer. Contoh dari sistem ekonomi kontemporer adalah sistem kapitalis, sistem sosialis, dan sistem campuran. Sistem kapitalis adalah dimana modal memegang peranan yang penting sehingga kemudian melahirkan monopoli oleh pemilik modal dan semakin besarnya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Bertolak belakang dengan sistem kapitalis, sistem sosialis lebih menekankan pada sistem sama rasa dimana pemilikan harta oleh negara, tidak diakuinya kepemilikan individu, serta bertujuan pemerataan ekonomi. Namun sistem ini juga membawa dampak yang buruk dimana kemudian sistem ini menyebabkan daya kreativitas individu mati dikarenakan tidak adanya passion dalam berkompetisi. Menengahi sistem kapitalis dan sistem sosialis kemudian lahirlah sistem campuran yang mencoba memperbaiki kekurangan dari kedua sistem tersebut.

Sumber :

Catatan mata kuliah sosiologi ekonomi Selasa, 19 Maret 2013

http://www.authorstream.com/Presentation/aSGuest38099-324805-2007ekonomikelembaga-2007ekonomikele-Entertainment-ppt-powerpoint/ (diakses pada tanggal 21 Maret 2013)

http://mwkusuma.wordpress.com/2009/10/13/ekonomi-kelembagaan-genre-baru-studi-ekonomi-di-indonesia/ (diakses pada tanggal 21 Maret 2013)

http://romagia.wordpress.com/nie/new-institutional-economics-atau-ekonomi-kelembagaan-definisi-teori-dan-aplikasi/ (diakses pada tanggal 21 Maret 2013)

WebRep

Overall rating


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment