More than Just Nation and Character Building
June 28th, 2011 at 8:03 am
Posted by Mohammad Adib in Budaya Korporat

Generasi Ketiga Tidak Menghancurkan

“Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan.” Begitu salah satu “doktrin” bisnis keluarga yang masih sering terngiang dalam telinga para pelaku korporat. Putera Sampoerna adalah generasi ketiga keluarga Sampoerna. Dalam melaksanakan korporat warisan keluarga ini, Putera membuktikan kemampuannya untuk mengatasi “doktrin” tersebut, dan bahkan mampu mengalahkan perubahan dari luar korporatnya, sehingga masih mempertahankan perusahaan ini menempati rangkin nomor satu di Indonesia. Putera mampu mengatasi perkara internal dan sekaligus mengadaptasikan korporatnya dengan tantangan eksternal. Generasi ketiga tidaklah menghancurkan: “syarat dan ketentuan berlaku”, kata sejumlah iklan.

Inovasi dan enterpreneurship merupakan bagian dari kunci keberhasilan dalam mengembangkan suatu korporat. Dua hal tersebut dipergunakan untuk memaksimalkan dalam pengelolaan berbagai sumber daya (resources). Inovasi akan berarti apabila didukung oleh kepengusahaan yang cermat dan tepat dalam membaca peluang, dengan terutama mempertimbangkan sumber daya lokal yang memadai. Sementara enterpreneurship mengedepankan kemampuannya untuk ‘mencandra’ realitas kemudian berani mengambil risiko untuk membuat atau menjalankan bisnis secara lahir. Info lebih lanjut baca di http://www.hermawankartajaya.com/

Generasi Ketiga Tidak Menghancurkan


2093 Responses to “Generasi Ketiga Tidak Menghancurkan”

  1. 1
    Frida Diana F (070810460) Frida Diana F (070810460) Said: @4:45 am 

    3. a) Theodore Levvit hamper sekitar 50 yahun yang lalu menyatakan bahwa agar perusahaan bisa bertahan, perusahaan secara konstan harus mencari cara baru untuk memuaskan kebutuhan konsumennya (Sinha, 2004). Bahkan Dave Pollard berani menyatakan bahwa inovasi adalah determinan paling penting bagi keberhasilan bisnis (Pollard, 2004). Sedangkan, melakukan inovasi itu dendiri tidaklah mudah. Dalam melakukan proses inovasi, memerlukan modal dan sumber daya manusia yang memadai (Gupta, 2007).
    Inovasi dalam suatu korporat sendiri ada 2, yaitu internal dan external.
    1. Inovasi Internal
    Inovasi internal merupakan inovasi yang melibatkan seluruh aspek yang ada di perusahaan. Setiap aspek organisasi yang sejalan dengan budaya perusahaan dapat mendukung tujuan perusahaan. Sistem yang ada di perusahaan, proses, gaya kepemimpinan dan budaya semua menegakkan satu sama lain (Stamm, 2008). Menurut White and Bruton (2007) ada empat elemen yang perlu diperhatikan dalam penerapan strategi inovasi internal, yaitu:
    a. Kepemimpinan
    b. Keterlibatan
    c. Pengetahuan
    d. Keterpaduan

    2. Inovasi External
    Inovasi eksternal merupakan inovasi yang dilakukan perusahaan dengan menjalin kerjasama dengan pihak lain atau perusahaan lain. Dalam inovasi eksternal perusahaan menjajaki ide-ide inovatif perusahaan-perusahaan lain dan menciptakan produk baru dan inovasi proses sejalan dengan mitra korporatnya (White and Bruton 2007).
    Strategi inovasi eksternal yang dapat dilakukan perusahaan dengan cara memperoleh teknologi, baik melalui aliansi atau melalui merger dan akuisisi.
    1. Aliansi
    Aliansi merupakan kerja sama antar perusahaan yang menyangkut aspek strategik maupun non strategik.
    2. Merger
    Merger merupakan strategi penggabungan perusahaan menjadi satu.
    3. Akuisisi
    Akuisisi adalah pengambil-alihan (takeover) sebuah perusahaan dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli tetap ada.

    Inovasi yang dilakukan Putera Sampoerna dengan produksi “A Mild” mampu merngalahkan perubahan dari luar korporatnya karena he is able to think out of the box! And be unique. Iklan-iklan “A Mild” yang menggelitik dan simple membuat orang tertarik untuk sejenak menghentikan kegiatannya hanya untuk menonton iklan tersebut. Iklan itu mampu menarik perhatian audience dan target marketnya sekaligus. Djarum Black yang merupakan salah satu competitor kuat A Mild pun tidak kuasa menahan serangang inovasi iklan yang dilakukan Sampoerna. Iklan A Mild selalu up to date mengikuti issue¬-issue ¬serius yang dikemas secara simple. Sampoerna tidak ragu untuk mengeluarkan budget lebih demi popularitas lebih yang nantinya otomatis juga akan mempengaruhi profit perusahaan itu sendiri.

    b) Sedikit berbeda dengan Ciputra yang lebih mampu membaca kebutuhan dan keinginan pasar tepat sebelum pasar menginginkannya. Dan mereka juga terus berinovasi mengembangkan beragam layanan jasanya. Ciputra group yang cikal bakalnya berdiri dari suatu bank yang mengalami kebangkrutan (Bank Ciputra) kini telah tumbuh besar dikenal sebagai Residential Developer. Keunggulan Ciputra adalah dia mengutamakan kekreativitasan yang didatangkan terlebih awal sebelum inovasi mereka ciptakan.
    Kreativitas dan inovasi adalah berbeda. Sebenarnya, kreativitas adalah sebuah bagian penting dalam inovasi. Kreativitas tidak cukup hanya datang dengan ide-ide. Untuk mendapatkan manfaat perusahaan perlu melakukan kreativitas dan inovasi. Perusahaan membutuhkan proses, prosedur dan struktur yang memungkinkan pelaksanaan tepat waktu dan efektif dari proyek sehingga produk yang dihasilkan benar-benar inovatif. Inovasi merupakan gabungan dari kreativitas dengan komersialisasi.

    c) Trout & Ries, Paul Greenberg and Willem P. Burgers menyatakan bahwa cara terbaik untuk meningkatkan posisi perusahaan adalah dengan cara secara konstan menyerang diri sendiri. Maksudnya adalah bahwa perusahaan harus terus menerus mempunyai inovasi dan menyerang hasil inovasinya – posisi diri sendiri – tersebut, sehingga tidak sedikitpun membuka peluang bagi para (calon) pesaingnya untuk masuk ke dalam persaingan. Agar cara ini berhasil dilakukan, maka perusahan harus menyiapkan modifikasi bagi inovasinya sesegera mungkin ketika inovasinya baru – atau bahkan lebih baik sebelum – masuk ke pasar. Ketika ada sinyal penerimaan pasar tinggi –biasanya terjadi ketika produk inovasi masuk dalam tahap pertumbuhan dalam siklus daur hidupnya-maka para pesaing akan mulai menjadi imitator untuk produk inovasi tersebut.

    Dahlan Iskan yang meniti kariernya dengan bergabung pada kompas group, kini mampu berdiri sendiri membangun keraajaan bisnisnya yang tergabung dalam suatu organisasi bisnis besar yang bernama Jawa Pos Group. Disini nampak bahwa Dahlan Iskan telah memiliki rencana panjang sebelum ia meluncurkan suatu produk atau melemparkan inovasi produk atas produk yang terdahulu. Mari kita ambil contoh Deteksi yang menjadi memiliki halaman khusus dalam koran harian Jawa Pos. Deteksi yang tadinya hanya mengulas tentang serba-serbi kehidupan remaja kini mampu memiliki gedung basket-nya sendiri, lengkap dengan merchant shop yang menjual beragam bentuk merchandise yang berbau deteksi. Inovasi Dahlan Iskan dalam Deteksi (yang dimotori oleh anaknya – Azrul Ananda) ini bisa digolongkan dalam inovasi yang menyerang inovasinya sendiri. Dia terus update melemparkan produk/jasa baru dari mereka ketika kompetitornya mulai menampakkan gelagat imitasi.

    d) Untuk mencapai tujuan perusahaan, perusahaan harus mampu mengelola sumber daya yang dimilikinya seoptimal mungkin, disamping sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya buatan/teknologi, dan sumber daya modal.
    Sumber daya lain yang harus dimiliki dan dikembangkan adalah kewirausahaan korporasi (Corporate Enterpreneurship atau Intrapreneurship). Kewirausahaan korporasi yang dipergunakan oleh sebuah organisasi untuk memperluas usaha dengan menjajaki peluang baru melalui kombinasi baru dari sumber daya yang sudah ada. Kewirausahaan korporasi tersebut merupakan cara untuk memimpin persaingan bisnis yang digeluti. Intrapreneurship, jelas berkaitan dengan kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kebiasaan memulai dan mengembangkan bisnis baru di dalam struktur organisasi yang sudah ada (Stoner, 2000:170). Sesuai dengan tujuan dan kemampuan bersaing, maka fungsi kewirausahaan dalam korporasi adalah melakukan proses penciptaan kekayaan (kemakmuran) dan peningkatan nilai tambah, melalui gagasan-gagasan, meramu sumber-sumber dan membuat segala sesuatunya menjadi kenyataan.
    Dalam proses penciptaan kekayaan (kemakmuran) dan peningkatan nilai tambah, melalui gagasan-gagasan, meramu sumber-sumber dan membuat segala sesuatunya menjadi kenyataan tersebut maka akan membutuhkan peran karyawan untuk saling membantu. Dengan demikin budaya korporat akan menjadi semakin tertanama di benak karywannya sehingga hubungan internal antar karyawan di dalam perusahaan akan berjalan secara kondusif. Kesimpulannya, entrepreneurship mengokohkan dan mempercepat pengembangan budaya korporat. Selain itu juga member efek samping yang positif bagi produksi perusahaan.

  2. 2
    Frida Diana F (070810460) Frida Diana F (070810460) Said: @5:09 am 

    ini daftar referensinya ketinggalan, maaf pak…

    Gupta Praveen. (2007). Business innovation in the 21st century. North Charleston, South Carolina: Dipak Jain, Dean Kellogg School of Management.
    Pollard, Dave. A prescription for Business Information : Creating Technologies that Solves Basic Human Needs. 2004
    Sinha, Pradip. Survival Strategies: Innovate or Die, Economic Web Institute. 2004. p.4
    Stamm, Bettina Von.(2008). Managing innovation design and creativity. Chichester: John Wiley & Sons, Ltd
    Stoner, A.F, James, et. Al, 2004, Manajemen, Edisi Bahasa Indonesia, Alih Bahasa:
    Alexander Sindoro, Jakarta: PT Buana Ilmu Populer.
    White, Margaret A. & Bruton, Garry D. (2007). The management of technology and innovation: A strategic approach. Oklahoma & Texas: Thomson South Western.

  3. 3
    Gianita Rezki amalia (070810144) Gianita Rezki amalia (070810144) Said: @12:40 pm 

    a. Inovasi Sampoerna
    Di era globalisasi dan kompetisi yang makin ketat, dan iklim bisnis yang gonjang-ganjing, peran inovasi memang dirasa kian penting bagi perusahaan. Menurut terminologi Prof. W. Chan Kim dan Renee Mauborgne dalam buku terbarunya, Blue Ocean Strategy (2005), perusahaan harus mampu keluar dari kerumunan pesaing dengan menciptakan inovasi nilai (value innovation) yang membuatnya unggul, sehingga persaingan tak lagi relevan. Inilah yang disebut strategi Blue Ocean, kawasan damai tanpa pesaing. Inovasi nilai ini dilakukan bukan sekadar dengan menciptakan temuan baru, melainkan dengan menciptakan lompatan nilai tambah bagi pembeli ataupun perusahaan, sehingga menciptakan pasar baru yang tak direcoki pesaing.
    Blue Ocean Strategy yang digunakan PT. HM Sampoerna dalam bisnisnya dapat dilihat dengan diluncurkannya produk A Mild. Peluncuran ini cukup mengagetkan banyak pihak, terutama industri rokok saat itu. Hal ini disebabkan karena produk A-Mild merupakan produk yang unik, yang tidak tergolong dalam kategori manapun, dari tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Melalui A-Mild PT Sampoerna Tbk mengambil langkah berani untuk membuat sebuah kategori baru, yakni SKM mild. Sejak awal A-Mild memang sudah dirancang untuk menjadi produk yang tidak ada duanya di pasar domestik saat itu. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg. Tidak hanya pada komposisi, Sampoerna juga melakukan perubahan pada kemasan A-Mild dengan mengurangi isi 20 batang menjadi 16 batang. Untuk inovasi produk A Mild dibutuhkan waktu 2 tahun untuk mempersiapkannya. Selain itu pada tahun 1994 A-Mild mengganti motto kampanye Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go. Dengan motto ini Sampoerna seolah-olah menantang konsumen untuk berpikir ulang mengenai jenis rokok yang mereka konsumsi. Cara ini terbukti efektif karena penjualan A-Mild naik tiga kali lipat, dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring dengan berjalannya waktu, penjualan A-Mild pun terus naik. Tahun 1996, A-Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Di tahun 2005, rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional. Hingga kini A-Mild telah menjadi salah satu produk unggulan dari Sampoerna dengan penguasaan pasar sekitar 50%.
    Tidak hanya itu saja, Sampoerna juga memberi “Customer Value” pada produknya. Customer value diimplementasikan dengan cara limited edition pada beberapa produk sampoerna, yaitu A-mild. Sampoerna memproduksi limited edition pada produk A-mild kemasan 12 batang, Dengan adanya A mild limited edition, Sampoerna memberikan nilai tambah dengan memberikan tampilan yang berbeda dari bungkus rokok biasa dan tercantum joke pada bungkus rokok limited edition tersebut seperti ‘Kalo cinta itu buta, buat apa ada bikini’, joke tersebut sangat memberikan nilai tambah kepada para customer muda. Edisi terbatas (limited edition) dimaksudkan untuk menarik konsumen muda dan juga limited edition A-mild diperuntukkan untuk meningkatkan penjualan A-mild kemasan 12 batang yang cukup rendah dibandingkan A mild kemasan 16 batang.

    b. Inovasi Ciputra
    Grup Ciputra juga kuat dalam inovasi, dan kekuatan inovasi pada konsep. Salah satu contohnya adalah mereka datang ke Hanoi yang belum berkembang. Mereka bertanya apa yang belum ada di kota tersebut dan ternyata belum ada kota internasional. Lalu mereka meminta semua lahan itu dengan langsung main tunjuk. Pihak Hanoi menganggap Ciputra gila. Namun Ciputra menerangkan bahwa lahan seluas 4 hektar berbeda dengan lahan 400 hektar. Sehingga apabila dia ditanya maka dia akan selalu menjawab minta tanah sebanyak mungkin agar dapat mewujudkan konsep yang inovatif, seperti dirinya membangun Ancol. Grup Ciputra datang ke Hanoi di Vietnam, Phnom Penh di Kamboja, ke Shenyang dan Jiashing di China membawa inovasi. Mereka bermitra dengan pengusaha setempat. Properti di India mereka jual ke pengusaha lokal dengan harga bagus, lalu mereka masuk ke China.
    Selain itu menurut Ciputra, perkembangan properti saat ini seperti deret ukur, melesat cepat sedangkan dahulu lebih slow. Hal ini merupakan tantangan dan perubahan di luar korporat itu sendiri. Sehingga mereka mulai mengembangkan bisnis ke daerah-daerah mulai 10 tahun terakhir ini. Mereka sudah membangun di kota-kota lapisan ketiga, seperti Tegal. Sekarang mereka mencoba mencari lahan di Papua karena di Timika lebih prospektif. Meskipun menurut Ciputra membangun di daerah memiliki kesulitan lebih tinggi, tetapi mereka mempunyai modal dan sumber daya manusia yang berkualitas. Mereka mengirim orang-orang lama yang sudah berpengalaman untuk memimpin proyek di daerah agar kualitas perumahan Ciputra di mana pun tetap sama.
    Hasil dari inovasi tersebut adalah Grup Ciputra tidak memiliki hutang. Mereka melakukan ekspansi dengan equity sehingga mereka tidak mempunyai hutang. Kalaupun ada, itu masih lima persen dari equity. Mengapa bisa? karena modal mereka adalah integritas. Brand Ciputra dibangun sejak tahun 1961, dan itu tidak mudah. Jadi wajar jika rumah belum dibangun, konsumen sudah membayar. Sehingga Ciputra harus menjaga integritas ini agar perusahaan ini sustainable forever. Selain itu untuk mempersiapkan generasinya, Ciputra membuat family chapter. Pada saatnya, keturunan mereka akan mengambil (tongkat) estafet. Intinya, generasi ketiga keluarga Ciputra pada awalnya harus bekerja di proyek, tidak di kantor pusat. Harun, menantu Ciputra, awalnya bekerja di CitraLand Surabaya dan tinggal di ruko yang juga kantor proyek. Dia mengetahui dari A sampai Z urusan proyek. Sekarang, ada satu cucu Ciputra, anak Budiarsa, yang bekerja di Shenyang, China.

    c. Inovasi Dahlan Iskan
    Pada awal Dahlan Iskan diangkat untuk menjadi Direktur Utama PLN pada 23 Desember 2009, banyak sekali tantangan yang harus segera di hadapi. Padahal ia adalah orang luar yang kehadirannya disambut dengan pro dan kontra di PLN. Namun sikapnya terhadap penolakan waktu itu biasa-biasa saja. Ia sepenuhnya memaklumi sikap penolakan tersebut. Setelah itu ia langsung membuat prioritas apa yang harus dilakukan yaitu mengatasi krisis listrik dan pemadaman bergilir. Semua menyepakati itu harus selesai dalam waktu enam bulan. Ketika program ini berhasil, kepercayaan diri teman-teman di PLN meningkat drastis. Setelah itu teman-temannya langsung menetapkan target berikutnya yaitu melayani penyambungan satu juta dalam sehari. Saat ini PLN juga sudah selesai membuat program lima pulau terkemuka di dunia untuk 100% menggunakan tenaga matahari (Bunaken, Wakatobi, Banda, Derawan dan raja Empat). Tahun ini diprogramkan 100 pulau kecil sudah harus 100% tenaga matahari. Momentum inilah yang kemudian membuat semua orang PLN percaya kepada kemampuan Dahlan Iskan. Maka disinilah peranan inovasi pada perusahaan, yaitu terciptanya lingkungan kerja yang berbasis kepercayaan pada kemampuan karyawan. Hal itu telah dibuktikan oleh Dahlan Iskan dengan kinerjanya dalam PLN.
    Baru berjalan setahun kepemimpinannya, sepertinya Dahlan mulai mematahkan cibiran berbagai pihak terkait kemampuannya dalam memimpin perusahaan listrik negara. Berbekal pengalaman sebagai pemilik pembangkit listrik di kalimantan, Dahlan terlihat percaya diri dan bertekad meningkatkan dunia kelistrikan negara ini. Berbagai program inovasi terus dilakukan oleh PLN dalam mengupayakan peningkatan tenaga listrik negara dalam upaya medukung pertumbuhan ekonomi. Hal ini bertujuan sebagai efisiensi penggunaan sumber bahan bakar pembangkit listrik.

    d. fungsi entrepreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Kewirausahaan korporasi yang dipergunakan oleh sebuah organisasi untuk memperluas usaha dengan menjajaki peluang baru melalui kombinasi baru dari sumber daya yang sudah ada, Kewirausahaan korporasi tersebut merupakan cara untuk memimpin persaingan bisnis yang digeluti. Intrapreneurship, jelas berkaitan dengan kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kebiasaan memulai dan mengembangkan bisnis baru di dalam struktur organisasi yang sudah ada (Stoner, 2000:170). Sesuai dengan tujuan dan kemampuan bersaing, maka fungsi kewirausahaan korporasi adalah melakukan proses penciptaan kekayaan (kemakmuran) dan peningkatan nilai tambah, melalui gagasan-gagasan, meramu sumber-sumber dan membuat segala sesuatunya menjadi kenyataan. Berdasarkan penelitian – penelitian sebelumnya, kewirausahaan korporasi merupakan faktor yang penting dan mempengaruhi dalam pencapaian keberhasilan / kinerja perusahaan.
    Peran wirausaha adalah melahirkan suatu organisasi baru, baik sendiri maupun bersama suatu kelompok. Setelah lahir maka wirausaha melakukan upaya pengembangan organisasi hingga sampai organisasi tidak lagi tergantung pada pendiri. Pelaksanaan organisasi memerlukan manajemen yang menguatkan organisasi dengan sistem manajemen dan mengurangi ketidak-pastian dan ketergantungan pada faktor subjektivitas pendiri. Fungsi entrepreneurship dalam pengembangan budaya perusahaan antara lain adalah menciptakan kedinamisan, serta hal-hal baru yang unik dan khusus. Pengembangan sistem dan budaya organisasi harus dapat menampung manajemen yang baik dan juga adanya kewirausahaan. Salah satu pola yang ada untuk menampung kewirausahaan di dalam organisasi mapan adalah wirausaha-intra (intrapreneurs). Pengembangan kewirausahaan di dalam perusahaan dapat terjadi pada tiga tingkatan, yaitu: Individual (intrapreneurs / product champions), Kelompok kerja (entrepreneurial team / skunworks), dan Oganisasi / Perusahaan (entrepreneurial organization).

    Referensi
    Kim W Chang, & Mauborgne Renee. 2006. “Blue Ocean Strategy”. Jakarta : Serambi Ilmu Semesta
    Stoner, A.F, James, et. Al, 2004, Manajemen, Edisi Bahasa Indonesia, Alih Bahasa:
    Alexander Sindoro, Jakarta: PT Buana Ilmu Populer
    Karim Suhartini. Jurnal : “analisis pengaruh kewirausahaan korporasi terhadap kinerja perusahaan pada pabrik pengolahan crumb rubber di palembang”. Diakses dari digilib.unsri.ac.id/download/03-Suhartini%20Karim%20(Rev04).pdf

  4. 4
    Chairina Rosyidah 070810660 Chairina Rosyidah 070810660 Said: @1:55 pm 

    Sebenarnya, doktrin tersebut ialah doktrin yang disampaikan oleh media massa. Tak semata-mata omong kosong, penyampaian doktrin-doktrin tersebut lantaran adanya beberapa fenomena mengenai kegagalan para generasi penerus perusahaan untuk mengelola bisnisnya di pasar. Selain itu, ada pula perusahaan keluarga dari generasi ke generasi yang mampu besar dan terus berkembang.
    a. Inovasi terbukti sangat handal untuk mempertahankan posisi perusahaan di satu tangga kesusksesan. Seperti contoh yang Putra Sampoerna yang mampu mempertahankan bisnis generasi keluarganya dengan melahirkan produk baru, A-Mild. Inovasi menurut Theodore Levvit hampir 50 tahun lalu menyatakan bahwa agar perusahaan bisa bertahan, perusahaan secara konstan harus mencari cara baru untuk memuaskan kebutuhan konsumennya. Oleh karena itu, dengan menciptakan inovasi dalam perusahaan maka akan menciptakan kehidupan baru bagi perusahaan. Seperti apa yang disampaikan dari survey Boston Consulting Group (The BCG) pada tahun 207 bahwa inovasi menjadi fokus startegi utama bagi banyak perusahaan hingga pentingnya inovasi ini dilihat dari banyak perusahaan yang meningkatkan budget untuk inovasi.
    Inovasi itu sendiri diperlukan bukan hanya karena adanya dorongan yang bersifat idealistik, melainkan juga untuk meraih pangsa pasar. Soalnya dalam persaingan yang ketat dibutuhkan terobosan-terobosan yang menyebabkan sebuah produk atau jasa berbeda dan lebih baik dari lainnya. Begitu pula dengan apa yang dilakukan Putera Sampoerna, dengan produk A Mildnya, Sampoerna mampu mempertahankan posisinya dengan melakukan inovasi. Dengan selalu berpikir baru dan belum pernah ada (out of the box). Di tengah banyaknya produk sejenis, A Mild tetap mampu menjadi yang terdepan dengan menghadirkan iklan yang menarik, lucu dan penuh makna, sarat dengan kehidupan sehari-hari. Itulah yang membuat konsumen selalu mengingat dan mengkonsumsi A Mild. Definisi menurut Geroski dan Markides adalah proses merealisasikan sebuah temuan baru menjadi produk komersial yang dapat diterima pasar. Jika jenis inovasi pertama sering kali dicirikan oleh kehadiran temuan itu sebagai menciptakan sesuatu dari yang sebelumnya tidak ada, inovasi jenis kedua lebih karena terdepan dalam mencapai pasar (komersialisasi).
    b. Seseorang menetapkan pilihan menjadi entrepreneur dapat disebabkan adanya dorongan ingin men-iptakan sesuatu yang baru, yang sebelumnya tidak pernah ada; atau ingin melakukan sesuatu secara berbeda dari apa yang dilakukan kebanyakan orang. Inilah yang dimaksudkan orang dengan peran entrepreneur sebagai pelaku inovasi atau inovator. Inovasi itu sendiri diperlukan bukan hanya karena adanya dorongan yang bersifat idealistik, melainkan juga untuk meraih pangsa pasar. Dalam proses inovasinya, ciputra bukan dalam kontes meniru, namun cenderung menggali kebaikan yang ada pada yang ditiru untuk ditingkatkan lagi, hal tersebut menyebabkan terciptanya inovasi produk maupun proses.Dengan pemikirannya semacam ini, Ciputra telah melakukan 7 inovasi di bidang property, slaah satunya Taman Impian Jaya Ancol. Proses meniru praktik-praktik terbaik, lalu mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi sesuatu yang lebih baik, dapat digolongkan sebagai sebuah inovasi. Inovasi di sini berarti sesuatu yang baru, berbeda, bernilai lebih, dan lain daripada pendahulunya meskipun mungkin hasil-hasil yang dicapai itu berbasiskan pendahulu yang ditiru dan diramu itu.
    c. Terkait dengan inovasi yang dilakukan oleh Jawa Pos, yang didirikan oleh Dahlan Iskan, sudah sama-sama diketahui bahwa Jawa Pos saat ini telah berhasil menjadi media cetak yang paling laris di Jawa Timur. Ini tak terlepas dari apa yang telah dilakukan oleh Azrul Ananda anaknya, yang menjabat sebagai Direktur Jawa Pos. Azrul terbukti mampu menaikdaunkan olah raga basket anak muda tanah air dengan vent DBI (deteksi basketball league). Event ini sekarang mampu menarik anusiasme anak muda seluruh Indonesia. Dengan inovasi semacam itu, tak ayal JP mampu mempertahankan bahkan meningkatkan penjualan produknya. Inovasi bukanlah hasil kerja semalam, melainkan hasil interaksi dari proses interaktif dan non linear antara perusahaan dan lingkungannya (Silva). Bahkan Dave Pollard berani menyatakan bahwa inovasi merupakan detrminan paling penting bagi eberhasilan bisnis.
    d. Menurut Geroski dan Markides, Inovasi adalah proses merealisasikan sebuah temuan baru menjadi produk komersial yang dapat diterima pasar. Peran entrepreneur sebagai inovator tampaknya lebih dominan pada jenis inovasi ini. Sedangkan pada inovasi jenis pertama para ilmuwanlah yang jadi penentunya. Menurut Geroski dan Markides, dalam inovasi ini yang terjadi sesungguhnya adalah proses belajar, baik oleh para entrepreneur sebagai produsen maupun para konsumen sebagai sumber ide bisnis. Jika seseorang tak mempunyai jiwa kewirausahaan, maka ia pun tak dapat menilik peluang lain (inovasi) untuk bisnisnya agar lebiih maju. Jiwa entepreneur ini sejatinya tidak didapatkan dari meja kuliah, melainkan semacam give dari Tuhan, mungkin bisa dipoles dengan pengalaman yang ada. Denan jiwa ini, penyandang bisnis dapat berpikir kreatif dan mengasilkan inovasi yang spektakuler.

    Pada hakikatnya, pencapaian sebuah korporat yang suskses, mampu menyelaraskan antara keadaan internal perusahaan (budaya korporat) dengan kemampuan memahami keadaan lingkungan korporat (identifikasi isu) sehingga melahirkan sebuah inovasi bagi perushaan.

    REFERENSI:
    -Pradip, Sinha. Survival Strategies: Innovate or Diw, Economics Web Institute. 2004
    -Maria Jose Silva, Barrier to Innovation faced by manufacturing Firm in Portugal : How to overcome it?. University of Beira Interiror. October, 2007
    -Dave Pollard, A Prescription for Bussiness Innovation: Creating Technologies that solve basic Human Need, 2004.
    -Jurnal Administrasi Bisnis (2008) Vol.4 Fisip Unpar

  5. 5
    Clara Inestya P. (070810471) Clara Inestya P. (070810471) Said: @6:09 pm 

    Banyak para pakar atau ahli manajemen yang menyatakan bahwa inovasi merupakan salah satu jaminan untuk perusahaan atau organisasi dalam meningkatkan daya saingnya. Salah satu kunci meningkatkan daya saing tersebut adalah mendorong laju inovasi sebuah perusahaan agar bisa bersaing, baik di tingkat lokal, nasional, dan lingkungan global (Jenny, 2005 ). Karenanya, inovasi menjadi sangat penting bagi suatu perusahaan. Inovasi sendiri didefinisikan sebagai proses merubah pengetahuan dan ide menjadi cara yang lebih baik dalam menjalankan usaha atau menjadi barang dan jasa yang baru atau lebih baik, yang dinilai oleh masyarakat. Proses inovasi berkaitan dengan riset dan pengembangan, komersialisasi, dan difusi teknologi.

    3. a. Peranan Inovasi pada Generasi Ketiga PT Sampoerna: Putera Sampoerna
    Doktrin bisnis keluarga yang mengatakan bahwa generasi ketiga bersifat menghancurkan tidak terjadi dalam diri pak Putera Sampoerna, yang merupakan generasi ketiga PT. Sampoerna. Bahkan Hermawan Kertajaya dalam tulisannya menyatakan bahwa Putera Sampoerna pernah mengatakan pada dirinya bahwa “I don’t want to make it happen”, ia tidak menginginkan dirinya sebagai generasi ketiga yang menghancurkan. Karenanya, Putera Sampoerna selalu inovatif untuk mengalahkan perubahan dari luar.
    Salah satu inovasinya adalah meluncurkan A Mild, yang merupakan terobosan pertama dari ”kebuntuan” inovasi keretek waktu itu. Tulisan Hermawan Kertajaya lain yang ia tulis saat mengalami masa kerja dan berhadapan langsung dengan Putera Sampoerna menyatakan bahwa Putera Sampoerna memilih untuk berbeda dengan market leader. Ia melakukan Kampanye “Kami Memang Beda” dan akhirnya terkenal ke mana-mana, sehingga orang menjadi “mengakui” bahwa Sampoerna memang bukan terbesar, tapi “beda”.
    Putera Sampoerna menggandeng Warsianto sebagai Head of New Product Development Secara simultan, bersama Warsianto, Putera Sampoerna melaksanakan pengembangan produk baru. Di sinilah sejarah A Mild yang merupakan pelopor rokok Mild dimulai. Putera Sampoerna dan timnya berhasil mengembangkan rokok Mild di Indonesia yang pada umumnya belum terkenal. Dan A Mild lah pioner-nya. Disini cukup membuktikan bahwa sebuah inovasi dan pengembangan suatu produk dapat menempatkan perusahaan mempunyai daya saing yang signifikan dengan pesaingnya. Itulah yang terjadi di Sampoerna, dan Putera Sampoerna mampu menepis doktrin generasi ketiga menghancurkan. Justru, inovasi nya membuat Sampoerna menjadi pioner rokok Mild di Indonesia. Generasi Ketiga yang Gemilang!

    b. Peranan Inovasi dalam Perusahaan: Studi Kasus Ciputra.
    Kasus berbeda terdapat pada Ir Ciputra. Ir. Ciputra disebutkan oleh Hermawan Kertajaya dalam tulisannya adalah Sang Pelopor bidang properti. Meski begitu, rupanya Pak Chi (panggilan Ir. Ciputra) tidak begitu suka disebut pelopor, ia lebih suka disebut sebagai si Pengembang karena nama Sang Pelopor terkesan arogan dan berorientasi kepada kepentingan sendiri.
    Pak Chi memang seorang entrepreneur handal dan ternama di Indonesia, bahkan ia memakai namanya sebagai Brand dari korporatnya sendiri. Menilik kesuksessannya sekarang tak lain tak bukan karena usaha dan kerja kerasnya dulu. Sebagai pelopor/pengembang, Pak Chi mengalami berbagai tantangan dan untuk menghadapinya, ia selalu melakukan inovasi.
    Inovasi menurut Martjin Radenakers (2005) terbagi beberapa tipe yang mempunyai karakteristik masing-masing yaitu inovasi produk, proses, organisasional dan inovasi bisnis. Berdasarkan pengamatan, maka Pak Chi bisa dikatakan melakukan inovasi bidang proses dan organisasional, dimana ia menerapkan suatu Teori Z pada dasarnya pas de¬ngan situasi Indonesia yang “kekeluar¬gaan” dimana teori ini belum begitu berkembang saat itu di Indonesia.
    Selain itu, inovasinya lagi terlihat ketika dulu ia sesudah lulus dari ITB lantas “menantang” Pemda DKI untuk “menyulap” Ancol. Rawa-rawa yang dulu disebut tempat membuang jin diimpikan untuk menjadi tempat hiburan terbesar di Asia Tenggara seperti yang sekarang ada. Rawa-rawa yang dulu boleh dikatakan no price diimpikan jadi high price seperti sekarang. Karena tantangan Pak Ci dianggap menarik, didirikanlah sebuah BUMD khusus untuk melakukan itu. Akhirnya, proyek Ancol sukses dan berlanjut dengan berbagai proyek properti lain. Karena itu, Pak Ciputra bukan eksekutif biasa, tapi seorang eksekutif yang entrepreneurial. Sekarang saja Pak Chi mengendalikan 5 kelompok usaha yaitu Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti di sektor properti. Sungguh sebuah kesuksesan inovasi pada bidang entrepreneurship bukan?
    Menilik pernyataan Josef Schumpeter (1949) bahwa kecocokan inovasi dalam suatu organisasi merupakan kunci keberhasilan inovasi itu sendiri. Artinya, inovasi bersifat melekat dalam kegiatan organisasi tersebut dan Ir. Ciputra pun memanfaatkan kecocokan inovasi ini dengan usaha maksimal tentunya, melekatkan pada organisasinya untuk meraih keberhasilan. Sukses!

    c. Peranan Inovasi dalam Perusahaan: Studi Kasus Dahlan Iskan
    Kedua entrepreneur sebelumnya telah membuktikan kesuksessan masing-masing melalui usaha inovasinya. Satu lagi kenamaan dalam media massa yang merambah ke industri listik negara, Dahlan Iskan, yang juga merupakan ispirator bisnis bagi wirausahawan lain.
    Disebutkan bahwa Dahlan Iskan terbukti bisa membesarkan Jawa Pos seperti sekarang dan bahkan diangkat pemerintah untuk memimpin PLN. Semua itu tak lain dan tak bukan karena kestrugglean beliau memperjuangkan kembali Jawa Pos yang saat itu oplahnya hanya 6000 eksemplar.
    Satu hal fenomenal yang dilakukan Pak Dahlan, yang bisa dibalng juga suatu langkah inovasinya yaitu sambil membuat koran Jawa Pos menjadi different ia juga membuat semua karyawan jadi agen koran. Dapat dikatakan bahwa Pak Dahlan menata distribusi kembali. Dari sistem distributorship menjadi branch management.
    Selain itu, inovasi lainnya yang hadir dari seorang Dahlan Iskan dan membuat Jawa Pos berbeda kala itu adalah dengan tidak meniru koran lain yang memasang foto Pak Harto tiap hari di halaman pertamanya. Di antaranya mendatangkan orang gede dari Kalimantan dan membuat berita tentang orang gede ini menjadi “eksklusif” karena Jawa Pos yang “punya” orang itu. Pikiran dan perilaku Pak Dahlan yang dianggap aneh itulah justru yang akhirnya “membesarkan” Jawa Pos. Ia bahkan mampu keluar dari mainstream koran nasional saat itu.
    Dan dari yang hanya beromzet 6000 eksemplar dulunya (tahun 2000), Jawa Pos melalui tangan handal Dahlan Iskan mampu bangkit dan bahkan oplahnya naik menjadi 300.000 eksemplar dalam waktu lima tahun. Disinilah letak kekuatan perusahaan melalui chief nya Dahlan Iskan yang mempu berinovasi dan membuat Jawa Pos memiliki daya saing dan unggul diantara kompetitor-kompetitor lain. Inovasi yang nyentrik, aneh, dan berani dari seorang Dahlan sanggup mengalahkan perubahan dari luar korporatnya. Great!

    *Dari ketiga tokoh tadi, maka disini dapat ditekankan lagi pentinganya inovasi dalam suatu perusahaan/korporat. Inovasi berperan dalam hal mendorong bahkan ekstrimnya lagi yaitu mendobrak perusahaan untuk bangkit dan memiliki daya saing, unggul di hadapan kompetitor, bahkan menjadi pioner/pelopor suatu temuan yang membawa perusahaan menjadi lebih maju di segala bidang, serta beradaptasi dengan perubahan di luar korporatnya.

    d. Fungsi Entrepreneurship dalam Pengembangan Budaya Korporat
    Entrepreneurship adalah jiwa kewirausahaan yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas kewirausahaan juga kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur. Beberapa contoh entrepreneur telah disebutkan diatas yaitu Putera Sampoerna, Ir. Ciputra, dan Dahlan Iskan.
    Kewirausahaan meliputi proses yang dinamis sehingga dengan demikian timbul pengertian baru dalam kewirausahaan yakni sebuah proses mengkreasikan dengan menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, dan resiko social, dan akan menerima reward yang berupa keuangan dan kepuasan serta kemandirian personal. Karenanya, peran pemilik/entrepreneur sangat diperlukan.
    Mengingat bahwa perusahaan yang memiliki kultur yang kuat mengetahui dengan jelas apa keyakinan dan nilai yang harus ada dan menjalankan proses dimana nilai-nilai tersebut melandasi strategi yang diterapkan (Pearce&Robinson,1996:452). Maka, penting bahwa entrepreneur harus mampu mengembangkan budaya korporat di perusahaannya tersebut.
    Salah satu alat dasar dan jangka panjang penginstitusionalkan strategi perusahaan adalah kultur/budaya korporat. Budaya korporat bisa membantu organisasi mengantisipasi dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan yang akan menghasilkan kinerja superior dalam jangka panjang . Terlebih Moeljono (2003:27) menyatakan bahwa elemen utama faktor pendukung tumbuhnya budaya korporat adalah leadership. Dalam artian bahwa kesungguhan tekad dari pemimipin terutama pimpinan puncak organisasi, merupakan suatu pendukung utama terlaksananya suatu budaya di perusahaan. Hal inilah yang penting dalam fungsi entrepreneurship, dimana sebagai pimpinan tertinggi suatu perusahaan bahkan owner dari perusahaan tersbeut maka entrepreneur harus mampu mengembangkan budaya korporatnya. Dan tiga tokoh entrepreneur tadi, dengan gaya kepemimpinannya masing-masing, serta budaya perusahaan nya masing-masing mampu membawa perusahaannya maju dan berkembang, menghadapi perubahan dari luar korporatnya melalui peran inovasi.

    Referensi:
    Buku dan Jurnal:
    Hisrich, R.D. dkk. 2005. Entrepreneurship. sixth edition. New York: McGraw-Hill.

    Pearce, John. A&Robinson, Richard B. 1996. Manajemen Strategik. Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian. Jilid Satu. Binarupa Aksara: Jakarta.

    Mireille Merx, C. and W.J. Nijhof (2005), “Factors influencing knowledge creation and innovation in an organization, Journal of European Industrial Training; 2005; 29, 2/3; ABI/INFORM Global, pg. 135

    Rademakers, Martijn (2005), “Corporate universities: driving force of knowledge innovation”, Journal of Workplace Learning; 2005; 17, 1/2; ABI/INFORM Global, pg. 130.

    Darroch, Jenny (2005), “Knowledge management, innovation and firm performance, Journal of Knowledge Management; 2005; 9, 3; ABI/INFORM Global, pg. 101.

    Moeljono, Djokosantoso. 2003. Budaya Korporat dan Keunggulan Korporasi. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. P.27

    Internet:
    http://www.keluargaplus.com/pengembangan-diri-umum/316-grow-with-character-by-hermawan-kartajaya1-10?start=1

    http://www.keluargaplus.com/pengembangan-diri-umum/45-grow-with-character-by-hermawan-kartajaya-11-20?start=2

    http://sukses-biz.blogspot.com/2009/04/ciputra-maestro-real-estate-indonesia.html

    http://www.smartstate.qld.gov.au/strategy/strategy05_15/glossary.shtm

    http://sigitsasongko.com/?p=806

  6. 6
    dinda sita anggraini dinda sita anggraini Said: @9:08 pm 

    Dinda Sita Anggraini (070915060)

    Jawaban uas budaya korporat nomer 3.

    A) PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (“Sampoerna”) merupakan salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia. PT HM Sampoerna Tbk. memproduksi sejumlah merek rokok kretek yang dikenal luas, seperti Sampoerna Kretek (sebelumnya disebut Sampoerna A Hijau), A Mild, serta “Raja Kretek” yang legendaris Dji Sam Soe.
    Pada tahun 2009, berdasarkan hasil AC Nielsen Retail Audit-Indonesia Expanded, Sampoerna memiliki pangsa pasar sebesar 29,1% di pasar rokok Indonesia. Pada akhir 2009, jumlah karyawan Sampoerna dan anak perusahaan mencapai sekitar 28.300 orang. Sampoerna mengoperasikan enam pabrik rokok di Indonesia dan Sampoerna menjual dan mendistribusikan rokok melalui 59 kantor penjualan di seluruh Indonesia (Jati 2011)
    Keberhasilan Sampoerna tidak terlepas dari inovasi generasi ketiga Sampoerna yaitu Putera Sampoerna peluncuran produk rokok dengan kadar nikotin rendah, dapat mendongkrak penjualan Sampoerna. Produk rokok tersebut dikenal dengan A Mild. Inovasi yang dilakukan oleh Putera Sampoerna tidak hanya itu, melainkan Putera Sampoerna berani untuk membuka bisnis baru dalam bidang supermarket dan perbankan.
    Hal ini tentu saja dapat membawa Putera Sampoerna keluar dari doktrin bisnis keluarga, yaitu “generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan ketiga menghancurkan.” Putera Sampoerna berhasil menunjukkan bahwa sebuah inovasi sangat diperlukan agar sebuah korporat dapat berkembang dan tetap mempunyai eksistensi di dunia bisnis.
    Menurut Theodore Levvit, agar perusahaan dapat bertahan, perusahaan secara konstan harus mencari cara baru untuk memuaskan kebutuhan konsumennya (Mulyono 2008). Pendapat lain dikemukakan oleh Dave Pollard menyatakan bahwa Inovasi adalah determinan paling penting bagi keberhasilan bisnis (Mulyono 2008).

    Inovasi menjadi fokus utama bagi perusahaan. Hal ini tercermin dari hasil survei yang dilakukan The Boston Consulting Group pada tahun 2007, yang dilakukan kepada 2468 perusahaan dari 58 negara. Hasil survei menyatakan bahwa inovasi merupakan fokus salah satu dari tiga strategi utama mereka.Melihat betapa penting peranan sebuah inovasi dalam suatu perusahaan maka sebaiknya perlu diketahui pengertian dari inovasi.
    Menurut etimologi, inovasi berasal dari kata innovation yang bermakna ‘pembaharuan; perubahan (secara) baru’. Inovasi adakalanya diartikan sebagai penemuan, tetapi berbeda maknanya dengan penemuan dalam arti diskoveri atau invensi. Diskoveri mempunyai makna penemuan sesuatu yang sesuatu itu telah ada sebelumnya, tetapi belum diketahui orang (Sanusi 2009).
    Jadi inovasi merupakan segala sesuatu yang bersifat baru baik berupa suatu perubahan , temuan, strategi, maupun teknologi. Selama hal baru tersebut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

    B) “Salah satu impian saya yang ingin saya wujudkan adalah membantu agar negara Indonesia menjadi negara entrepreneur. Untuk bisa mencapainya saya memutuskan untuk menuangkan visi dan misi saya tersebut dalam buku “Ciputra Quantum Leap” Entrepreneurship Mengubah Bangsa dan Anda.” Kata-kata diatas merupakan pendapat salah satu tokoh entrepreneur sejati,yaitu Ir. Ciputra (Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa 2010)
    Seperti yang telah diketahui bahwa Ir. Ciputra tidak mudah untuk mewujudkan impiannya. Banyak proses yang dilalui untuk mewujudkan hal tersebut. Impian tersebut muncul karena Ir. Ciputra melihat bahwa kekayaan alam Indonesia sangat banyak tetapi mengapa Indonesia belum bisa mengatasi masalah kemiskinan. Ir. Ciputra percaya bahwa hal yang membuat Indonesia belum bisa mengatasi masalah kemiskinan karena sudah mulai hilangnya semangat entrepreneur.
    Proses entrepreneurship inilah yang telah saya lakukan selama mendirikan dan mengembangkan tiga grup pengembang: Jaya Group, Metropolitan Group dan Ciputra Group. Dari sekian banyak ciri yang mungkin dimiliki seorang entrepreneur, saya melihat ada tiga ciri yang harus dimiliki seorang entrepreneur. Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur (Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa 2010).
    Salah satu ciri yang dimiliki seorang entrepreneur yaitu dapat menciptakan peluang. Seorang pencipta peluang adalah orang yang sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan melalui imajinasi kreatifnya. Ini adalah kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari.

    C) “CEO bertangan dingin”, begitulah julukan yang ditujukan kepada Dahlan Iskan. Dahlan Iskan mengawali karir sebagai reporter di salah satu harian kecil di Samarinda, kemudian ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan yang menjabat Kepala Biro Tempo di Surabaya dipercaya untuk memimpin surat kabar Jawa Pos.
    Lima tahun kemudian ia membentuk Group Jawa Pos News Network, sekaligus menempatkan perusahaan itu menjadi salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia (CEO Bertangan Dingin 2011). Pada tahun 1997, Dahlan Iskan mendirikan Graha Pena salah satu gedung pencakar langit di Surabaya.
    Dahlan Iskan juga dikenal sebagai sosok yang prihatin terhadap kondisi listrik Indonesia. Banyak persoalan pemadaman bergilir akibat dari kesenjangan pasokan dan permintaan yang tidak dapat terselesaikan. Atas dasar itulah, ia sering mengkritk Perusahaan Listrik Negara melalui tulisannya di koran serta memberikan alternatif solusinya.
    Pada akhir tahun 2009, PLN menetapkan Dahlan Iskan sebagai Direktur Utama yang baru. Saat kepemimpinannya baru berjalan satu tahun, Dahlan Iskan mulai mematahkan cibiran berbagai pihak terkait kemampuannya dalam memimpin perusahaan listrik negara. Berbekal pengalaman sebagai pemilik pembangkit listrik di kalimantan, ia kelihatan percaya diri dan bertekad meningkatkan dunia kelistrikan negara ini.
    Berbagai program inovasi terus dilakukan oleh PLN dalam mengupayakan peningkatan tenaga listrik negara. Hal tersebut sebagai upaya medukung pertumbuhan ekonomi. Inovasi yang terbaru, PLN sedang merencanakan “pembunuhan berencana secara besar-besaran” di berbagai daerah. Hal ini bertujuan sebagai efisiensi penggunaan sumber bahan bakar pembangkit listrik (Dendy 2011).

    D) Fungsi entrepreneurship dalam mengembangkan budaya korporat adalah entrepreneurship dapat diartikan sebagai sebuah inovasi baru dalam strategi bisnis suatu perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan tersebut berani untuk melakukan hal-hal yang baru meskipun harus menanggung resiko. Selama hal baru tersebut dapat membuka peluang usaha baru maka hal tersebut harus dilakukan.
    Dengan terbukanya peluang usaha baru maka akan memberikan manfaat kepada masyarakat, salah satunya adalah membuka lapangan pekerjaan baru sehingga mengurangi angka pengangguran. Dengan adanya fungsi entrepreneurship di dalam budaya korporat maka akan muncul sebuah ide kreatif dalam menunjukkan eksistensi suatu perusahaan dengan memunculkan produk yang inovatif.

    Sumber referensi
    CEO Bertangan Dingin. 31 01 2011. http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/2674-ceo-bertangan-dingin (diakses 06 29, 2011).
    Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa. 06 09 2010. http://www.ciputraentrepreneurship.com/profil/entrepreneur.html?start=9 (diakses 06 29, 2011).
    Dendy. Menilik Prestasi PLN. 26 01 2011. http://pedemunegeri.com/tulisan/detail/781/menilik-prestasi-pln (diakses 06 29, 2011).
    Jati, Fajar Tunggul. Manajemen Strategik PT. HM SAMPOERNA. 06 01 2011. http://blog.beswandjarum.com/fajartungguljati/2011/01/06/manajemen-strategik-pthm-sampoerna/ (diakses 06 29, 2011).
    Mulyono, Fransiska. Inovasi: Sebuah Pengantar. Vol. 04. Bandung, Jawa Barat: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Parahyangan, 2008.
    Sanusi, A. Effendi. “Dunia Pengetahuan.” Inovasi : Pengertian dan Karakteristik. 05 08 2009. http://blog.unila.ac.id/effendisanusi/?p=42 (diakses 06 29, 2011).

  7. 7
    Ditty Heppyanti Lulu (070915088) Ditty Heppyanti Lulu (070915088) Said: @9:43 pm 

    Inovasi didefinisikan oleh Meix-Chermin dan Nijhof (2005) sebagai suatu proses dimada ide-ide yang bernilai ditransformasikan ke dalam bentuk nilai-nilai tambah baru bagi organisasi, pelanggan, karyawan dan stake holders.
    Cobbenhagen (dalam Merx-Chermin dan Nijhof, 2005), menekankan perlu adanya keselarasan antara aktivitas penelitian dan pengembangan, produksi, dan pemasaran sebagai persyaratan utama dalam keberlangsungan inovasi.

    Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi:
    1. keunggulan relatif (relative advantage), di mana suatu inovasi dianggap lebih baik atau unggul daripada yang pernah ada dan diukur dari beberapa segi, seperti segi ekonomi, prestise sosial, kenyamanan, dan kepuasan.
    2. kompatibilitas (compatibility) adalah pengukuran di mana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku, pengalaman masa lalu, dan kebutuhan pengadopsi.
    3. kerumitan (complexity) adalah derajat di mana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan.
    4. kemampuan diujicobakan (trialability) adalah pengukuran di mana suatu inovasi dapat diuji coba batas tertentu.
    5. kemampuan untuk diamati (observability) di mana hasil suatu inovasi dapat dilihat orang lain.

    Berdarkan karakteristik inovasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam inovasi semakin besar keunggulan relatif, kesesuaian, kemampuan untuk diujicobakan, dan kemampuan untuk diamati serta semakin kecil kerumitannya, semakin cepat inovasi dapat diadopsi.

    a) Peranan “Inovasi” sesuai dengan yang telah dilakukan Putra Sampoerna mencoba memaksimalkan fungsi dari inovasi itu sendiri kepada perusahaannya. Inovasi dalam bentuk produk ‘A-mild’ digunakan sebagai bentuk keterbukaan dan penggunaan pengetahuan baru, teknologi dalam pengembangan jenis rokok, serta pengembangan kreatifitas model bisnis sesuai dengan keinginan konsumen. Putera Sampoerna yang merupakan generasi ketiga dari keluarga Sampoerna telah berhasil mengaplikasikan fungsi inovasi untuk memecahkan doktrin “Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan” dengan produk inovasi “A-Mild”, yang merupakan rokok rendah tar dan nikotin serta emnjadi pelopor produk mild di Indonesia. Data Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) menyebutkan, dalam sepuluh tahun market share rokok mild melejit sampai tiga kali lipat menjadi di kisaran 20 persen. selain itu, ekspansi pasar rokok “A-mild” justru tidak mematikan pasar rokok kretek yang merupakan rokok tradisional. “A-mild” justru merebut pasar rokok putih impor, seperti Marlboro, Lucky Strike, 555, dan Ardath. Inovasi yang telah dibuat oleh Putera Sampoerna ini menjadi peluang bisnis yang besar karena berhasil membuat segmen pasar yang baru dengan produk “A-Mild”. Selain itu, dengan inovasi produk rokok rendah tar dan nikotin ini mampu membuktikan bahwa Samporna dapat mempertahankan kesuksesan dalam dunia bisnis tembakau hingga generasi keiga.

    b) Inovasi dari Ciputra muncul ketika bekerja di Jaya Group sebagai penasihat setelah melalui perjalanan sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol.Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group. Perjalanan panjang yang dilalui Ciputra berhasil menggabungkan fungsi dari inovasi yang dapat digunakan sebagai peluang bisnis dalam perusahaan. Melalui perjalanan Ciputra dapat dilihat bahwa dalam korporat perlu adanya penerapan budaya yang pantang menyerah untuk berusaha serta terus berinovasi walaupun hingga usia lanjut hingga akhirnya kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.

    c) Dahlan Iskan dapat dilihat sebagai sosok inovator dalam berbagai bidang. berawal dari calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda, kini Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang awalnya hanya berhasil menjual koran sebanyak 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi 300.000 eksemplar. Selain itu, dia juga membentuk Jawa Pos News Network dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia; gedung Graha Pena; stasiun televisi JTV, Batam TV, dan Riau TV. Tidak hanya berinovasi dibidang media massa serta percetakan, Dahlan Iskan menjadi direktur utama PLN sejak akhir 2009 dan presdir dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya. Pada saat terjadinya kasus PLN yang berhasil membuatnya naik menjadi direktur PLN, Dahlan Iskan membuat sebuah inovasi besar yang berhasil membuat PLN meningkat drastis, yakni mengatasi krisis listrik dan pemadaman listrik dalam waktu enam bulan. Penerapan inovasi inilah yang kemudian membuat semua orang PLN percaya kepada kemampuan dirinya hingga berhasil menetapkan target berikutnya dengan melayani penyambungan satu juta dalam sehari. Keberhasilan dalam berinovasi nampak dari hasil pemikiran Dahlan Iskan untuk memberi perubahan besar terhadap korporatnya.

    d) Entrepreneur menurut Sutrisno Iwantoro (2001) adalah seseorang yang mengorganisasikan, mengelola, melakukan inovasi, dan memiliki keberaniasn untuk menanggung resiko. Entrepreneurship memiliki dedikasi untuk menjalankan suatu bisnis secara berhasil, selain itu entrepreneur memiliki kemauan dan keberanian untuk mengambil resiko baik dalam finansial, karier, ataupun reputasi dengn tujuan agar ide-ide maupun inovasi bisnisnya dapat dijalankan. Disamping itu, entrepreneur juga mempunyai kesediaan untuk bekerja keras dengan seluruh kemampuan serta bakatnya untuk menjalankan suatu usaha. beberapa sifat-sifat yang telah menjadi dasar bagi seorang entrepreneur, dapat menjadi dasar pula bagi budaya korporat dalam perusahaannya. entrepreneurship dengan sifat pekerja keras serta penuh dengan inovasinya dapat mengantarkan perusahaan pada tingkat kesuksesan apabila budaya tersebut dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dengan menerapkan budaya korporat seperti yang dimiliki entrepreneurship akan membuat perusahaan yang lebih tertata serta memilik landasan dalam menjalankan bisnisnya. Singkatnya, dengan menerapkan budaya entrepreneurship, akan menjadi pengembangan budaya korporat tersebut dan menjadikan korporat maupun perusahaan tersebut pada jalan kesuksesan yang mempunyai landasan berpijak.

    Referensi:
    Christensen, Clayton M., Raynor, Michael E. 2003. The Inovators Solution, Creating and Sustaining Succesful Growth. Boston: Harvard Business School Press.

    Iwantoro, Sutrisno. 2001. Kiat Sukses Berwirausaha. Jakarta: Grasindo

    Manurung, Laurensius. 2010. Strategi dan Inovasi Model Bisnis: Meningkatkan Kinerja Usaha. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

    Rogers, Everett M. 1983. Diffussion of Innovation. Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co.

    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/

    http://leadershipqb.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1822:dialog-kepemimpinan-bersama-dahlan-iskan-dirut-pln&catid=34:inspiring-leader&Itemid=30

    http://www.mail-archive.com/media-dakwah@yahoogroups.com/msg00174.html

    http://www.indonesiaindonesia.com/f/85410-profil-ir-ciputra/

  8. 8
    Paulina Djayanti Sutjipto (070915041) Paulina Djayanti Sutjipto (070915041) Said: @12:26 am 

    Inovasi merupakan ide-ide baru, praktik-praktik baru, atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran (Rogers. 1983). Menurut Josef Schumpeter (1949), inovasi memiliki lima unsur yaitu: (1) memperkenalkan produk baru atau perubahan kualitatif pada produk yang sudah ada, (2) memperkenalkan proses baru ke industri, (3) membuka pasar baru, (4) Mengembangkan sumber pasokan baru pada bahan baku atau masukan lainnya, dan (5) perubahan pada organisasi industri. Rogers (1983) mengemukakan ada lima karakteristik inovasi yaitu:
    1. keunggulan relatif (relative advantage)
    2. kompatibilitas (compatibility)
    3. kerumitan (complexity)
    4. kemampuan diujicobakan (trialability)
    5. kemampuan untuk diamati (observability)

    Ukuran inovasi dibagi dalam dua kelompok yaitu ukuran yang berhubungan dengan output dan input. Ukuran output seperti:
    (a) produk atau proses baru atau yang dikembangkan
    (b) persentase penjualan dari produk atau proses baru tersebut
    (c) kekayaan intelektual yang dihasilkan (paten, merek, atau disain)
    (d) kinerja perusahaan.

    Sedangkan yang berkaitan dengan input adalah
    (a) investasi di bidang penelitian dan pengembangan
    (b) kekayaan intelektual
    (c) biaya akuisisi teknologi baru
    (d) biaya produksi pertama produk baru
    (e) asset tak berwujud misalnya goodwill
    (f) biaya pemasaran dan pelatihan untuk produk baru
    (g) perubahan organisasi dan metode manajerial.

    Tony Davilla (2005) dalam bukunya Making Innovation Work, agar inovasi perusahaan berhasil, sangatlah penting untuk mengerti elemen kunci inovasi perusahaan. Elemen tersebut adalah Masukan : berupa dukungan strategi, struktur, proses, komitmen karyawan dalam inovasi, akses kepada karyawan berbakat; Proses : Portfolio inovasi berimbang, eksekusi efektif proyek, nilai tambah kemitraan, jalur kualitas inovasi; Keluaran : kinerja produk, kepemimpinan teknologi, perbaikan proses, pelanggan baru, pertumbuhan penjualan pelanggan tetap. Ketiga elemen tersebut akan memberikan hasil yaitu pertumbuhan penjualan, pertumbuhan keuntungan dan nilai pasar perusahaan. Hal tersebut ada pendukungnya yakni Sistem (struktur, teknologi, proses ) serta Budaya (komitmen karyawan, akses karyawan berbakat).

    a) Inovasi yang dilakukan Putera Sampoerna dengan produksi “A Mild” yang mampu mengalahkan doktrin yang muncul dan mengalahkan perubahan dari luar korporatnya karena Ia menggunakan inovasi yang unik dan berani dengan konsekuensi yang akan ditanggung. Inovasi tersebut adalah peluncuran produk rokok yang berbeda dengan rokok di pasaran. Rokok A-Mild merupakan produk yang unik karena bukan tergolong 3 kategori rokok yang ada di pasaran yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Putera Sampoerna menciptakan kategori sendiri yaitu SKM Mild (sigaret keretek mild). A-Mild merupakan rokok mild pertama di Indonesia dengan kandungan tar dan nikotin yang rendah. Selain itu juga merubah kemasan yang umum yaitu isi 20 batang, A-Mild hanya 16 batang. Inovasi yang lain terdapat juga pada segi pemasaran. Putera telah mengeluarkan US$ 25 juta untuk meluncurkan A-Mild ini. Hal ini bukanlah hal sepele dimana ia harus memantapkan manajerialnya terhadap proses, struktur, karyawan, dll. Namun usahanya tidak sia-sia begitu saja, penjualan rokoknya melonjak tiga kali lipat dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Promosi yang dilakukan lewat iklan juga unik yang menarik perhatian masyarakat akan cita rasa A-Mild ini, yaitu iklan ”bukan basa basi” dan slogan ”others can only follow”.

    b) Ciputra merupakan salah seorang entrepreneur sukses saat ini. Hal ini dikarenakan inovasi-inovasi yang dimilikinya mengandung nilai-nilai lebih dari yang lain. Inovasinya mulai ketika ia masih di Jaya Group, dimana ia mendapat kebebasan untuk berinovasi. Hal ini merujuk sampai sekarang hingga Ciputra memiliki perusahaan sendiri. Ciputra Group sekarang merupakan perusahaan terbesar di Indonesia dengan banyak aset yang dibangun seperti, properti, universitas, sekolah, tempat hiburan yang telah merambah hampir di seluruh penjuru kota.

    C) Dahlan Iskan yang merupakan inovator sukses terlihat pada perjalanan karirnya yang bermula sebagai reporter kantor surat kabar kecil di Samarinda tahun 1975. Lambat laun Dahlan Iskan telah menjadi CEO di Jawa Pos dan Jawa Pos News Network, dengan penjualan dari 6.000 eksemplar menjadi 300.000 eksemplar. Kini ia menjadi direktur utama PLN yang membuat suatu inovasi besar yaitu mampu mengatasi masalah pemadaman listrik yang hampir terjadi di seluruh Indonesia. Inovasinya inilah yang memunculkan semangat kerja keras dan pada akhirnya membawa kesuksesan bagi dirinya.

    d) Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. Menurut Edvardson, ciri-ciri seorang entrepeneur adalah
    1. Internal locus of control (memiliki sikap/ketetapan hati)
    2. High energy level (bersemangat tinggi)
    3. High need for achievemant (motivasi berprestasi tinggi)
    4. Tolerance for ambiguity (dapat memahami perbedaan pendapat)
    5. Self confidence (percaya diri)
    6. Action oriented (berorientasi tindakan)
    Kesuksesan sebuah perusahaan adalah budaya korporat yang diterapkan, sedangkan keberhasilan budaya korporat yang diterapkan adalah pemimpin yang cakap. Disinilah peran penting dari entrepreneurship, dimana pemimpin harus memiliki jiwa entrepreneurship. Dengan bersatunya jiwa entrepreneurship dan inovasi yang dimiliki seorang pemimpin maka kesuksesan perusahaan dijamin sudah berada dalam genggaman.

  9. 9
    Mizela Trimursri Ayu Lourensi (070915099) Mizela Trimursri Ayu Lourensi (070915099) Said: @12:35 am 

    A. Pentingnya Inovasi dalam suatu korporat hakikatnya adalah suatu hal yang mutlak dan harus dilakukan dalam sebuah dunia bisnis yang tentunya sebuah perusahaan besar. Inovasi sendiri merupakan sebuah jalan perubahaan untukmenuju arah perubahan yang lebih baik lagi. Sebuah perubahan dalam perusahaan harusnya menyelaraskan seiring dengan perkembangan jaman. PT HM Sampoerna berhasil melakukan inovasi-inovasi yang sangat luar biasa, Kemampuan Sampoerna beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnisnya sudah dibuktikan perusahaan ini dari generasi ke generasi. Selama empat era kepemimpinan – Liem Seeng Tee ( sang pendiri ), Liem Swie Ling ( atau lebih dikenal dengan nama Aga Sampoerna ), Putra Sampurna dan sekarang Michael Joseph Sampoerna, perusahaan ini menghadapi beraneka-ragam gelombang perubahan lingkungan bisnis, namun secara cakap ia mampu mengatasinya dengan baik. Begitu juga ketika kendali perusahaan dipegang oleh Putera Sampoerna di era tahun 1980-an dan 1900-an. Perubahan lanskap bisnis yang berjalan sangat cepat pada kurun waktu ini diantisipasi dengan baik oleh Putera Sampoerna melalui upaya-upaya transformasi yang tak mengenal lelah. Inovasi yang dilakukan oleh Putera Sampoerna telah memecahkan doktrin dalam dunia bisnis, dimana selama ini beranggapan bahwa generasi ke tiga adalah generasi pengahancur. Putera Sampoerna berhasil membuktikan bahwa doktrin tersebut tidaklah benar.
    Putera Sampoerna mengambil ahli kemudi PT HM Sampoerna pada tahun 1978. Di bawah kendalinya, PT HM Sampoerna berkembang menjadi perseroan publik dengan struktur perseroan moderen dan memulai masa investasi dan ekspansi. Dalam proses, PT HM Sampoerna memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen rokok kretek yang terkemuka di Indonesia. Putera Sampoerna melakukan inovasi-inovasi untuk mencapai sebuah perusahaan produsen rokok yang terkemuka, Inovasi yang dilakukan Sampoerna bisa bermacam-macam, bisa dari produknya, juga bisa dari aktivitas pemasarannya sampai pada akhirnya Sampoerna mengatakan The Others can only follow. Inovasi yang dilakukan di antaranya dengan menciptakan Inovatif dalam pengembangan produk, contoh yang paling mudah adalah Sampoerna A Mild. Saat A Mild keluar, konsumen rokok bertanya-tanya produk apa ini gerangan karena mereka sudah terbiasa dengan SKT (Sigaret Kretek Tangan). Setelah beberapa waktu lanjutnya, akhirnya A Mild berhasil menjadi trend setter baru yaitu, SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor. Oleh karena itu sekarang Sampoerna kembali mengeluarkan Sampoerna Exclusive.
    Putera Sampoerna mengatakan mengenai bagaimana seharusnya perusahaan merespon perubahan lingkungan bisnis, “Understand the environment, what you can do with it and if you can’t do something with it , change it”.
    Menelusuri langkah-langkah strategis yang dijalankan Putera selama mentransformasi Sampoerna, dibagi menjadi tiga milestone penting. Milestone pertama adalah upayanya membangun Sampoerna menjadi world-class cigarette manufacturer.
    Milestone kedua adalah upayanya memetamorfosa Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company. Milestone ketiga adalah upaya Putera untuk mewujudkan visinya menjadikan Sampoerna sebagai perusahaan multinasional melalui ekspansi bisnis ke pasar luar negeri yang prospektif. Langkah yang dirintis sejak awal dan pertengahan tahun 1990-an kini telah menampakan hasil dengan mulai hadirnya merek-merek Sampoerna di berbagai negara seperti malaysia, Myanmar, Vietnam, Brasil, Taiwan dll.
    Nilai-nilai dasar “Menuju Kesempurnaan” dan falsafah “Kami Memang Beda” merupakan satu nilai yang secara sadar ataupun tidak sadar, tertulis maupun tidak tertulis, merupakan “basic philosophy” yang dijalankan dalam setiap kebijakan dan langkah perusahaan. “Di Sampoerna, upaya mencarai KESEMPURNAAN sudah menjadi gaya hidup kami; suatu usaha keras, yang secara integral terjalin di dalam semua aspek Kelompok Perusahaan Sampoerna,” demikian bunyi salah satu kutipan yang ada dalam Kredo Sampoerna. Nilai-nilai dasar yang dipegang teguh dan diyakini oleh semua orang di dalam organsisasi Sampoerna itu terbukti menjadi tulang punggung keunggulan bersaing perusahaan, dan ini merupakan nilai dasar yang menjadi penentu utama mengapa Sampoerna mampu secara konsisten mencapai kesuksesan selama berpuluh tahun.

    B. Ciputra adalah mahaguru dalam dunia properti. Ia memulai usaha properti sejak tahun 1961 atau setengah abad yang lalu. Ciputra memulai dari Grup Jaya, tempat ia bermitra dengan Pemda DKI Jakarta. Tahun 1971, Ciputra mendirikan Metropolitan Kencana, bermitra dengan kawan-kawan sekolahnya. Pada tahun 1981, Ciputra membangun Grup Ciputra, perusahaan keluarga, yang dikendalikan anak, menantu, cucu, dan para profesional. Untuk bisa berhasil, ciputra mengatakan bahwa dibutuhkan tiga hal, yaitu wisdom, integrity, innovation.
    Dalam bukunya innovate or Die pada Edisi Ciputra News Juni 2005, ciputra mengatakan bahwa Inovasi harus terus dilakukan dalam berbagai aspek baik produk, sistem pengelolaan usaha, pemasaran dan lain-lain. Tujuannya adalah agar Ciputra Group sendiri dapat selalu memiliki produk baru yang diterima oleh pasar. Karena hanya dengan inovasilah Ciputra Group akan menjadi kelompok yang terdepan dalam pengembangan dunia properti.
    Itulah sebabnya sangat penting bagi setiap pegawai Ciputra Group untuk terus melakukan inovasi di wilayah kerja masing-masing. Selama ini, semangat inovasi inilah yang sebenarnya mendorong terciptanya bisnis-bisnis baru setiap tahunnya. Namun demikian inovasi tersebut bukan semata hasil pemikiran satu orang saja dalam sebuah perusahaan. Inovasi malah akan terwujud dengan mengaturnya dalam proses management of innovation and entrepreneurship.
    Ciputra memang tak pernah kehabisan ide. Ia bahkan kerap menjadi provokator bagi jajaran manajemen di Grup Ciputra maupun di kelompok bisnis lain yang lebih dulu ia dirikan untuk memunculkan gagasan anyar. Itulah yang membuat ciputra tangguh dan teruji. Inovasi- inovasi yang dilakukan ciputra pun selalu tidak tanggung-tanggung, begitu pula ketika Ciputra menciptakan wahana permainan nuansa pantai seperti Ancol. Semula idenya itu diragukan. Kini, Ancol justru menjadi ikon utama wisata rekreasi di Indonesia bahkan dunia. Taman Impian Ancol, misalnya, dikunjungi lebih dari 500.000 pengunjung pada malam pergantian tahun. Sekarang pengelola akan memfokuskan pembangunan 35 hektare bekas lahan golf menjadi kawasan Ecopark. Pengalihan lahan golf ini merupakan hal yang paling menonjol pada 2010 setelah Ancol memiliki wahana Hysteria di Dufan dan Green Mission Paintbal Ecopark “Kini, Ancol menempati posisi lima besar di dunia.
    Ciputra pun selalu memulai semua ide-ide inovasinya melalui sesuatu yang tidak pernah ada sebelumnya, ciputra juga membangung bisnis propertinya di setiap kota di Indonesia.
    C. Dahlan Iskan awalnya adalah Kepala Biro Tempo di Surabaya sebelum menjadi direktur utama jawa pos. sebelumny pada tahun 1982, Eric FH Samola, yang waktu itu adalah Direktur Utama PT Grafiti Pers (penerbit majalah Tempo) mengambil alih Jawa Pos dari kepemilikan The Chung Shen. Dengan manajemen baru, Eric mengangkat Dahlan Iskan untuk memimpin Jawa Pos. Eric Samola kemudian meninggal dunia pada tahun2000. Dan kepemimpinan Jawa Pos pun di pegang oleh Dahlan Iskan.
    Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan plah 6.000 eksemplar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. lima tahun kemudian terbentuklah Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997, Jawa Pos pindah ke gedung yang baru berlantai 21, Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya. Tahun 2002 dibangun Graha Pena di Jakarta. Dan, saati ini bermunculan gedung-gedung Graha Pena di hampir semua wilayah di Indonesia.
    Setelah sukses mengembangkan media cetak di seluruh Indonesia, pada tahun 2002 Jawa Pos Grup mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya yang kemudian diikuti Batam TV di Batam, RiauTV di Pekanbaru, Fajar TV di Makasar, PTV di Palembang serta Padjajaran TV di Bandung.
    Pada tahun 2008, Jawa Pos Group menambah stasiun televisi baru: Mahkamah Konstitusi Televisi (MKtv) yang berkantor di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta.
    Pada tahun 2009, Jawa Pos Group menambah data center baru: Fangbian Iskan Corporindo (FIC) yang berkantor di Gedung Graha Pena Surabaya.

    D. Entrepreneurship adalah jiwa entrepreneur yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas serta kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur.
    entrepreneur adalah seorang yang dapat mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Dia adalah seorang yang mampu menciptakan perubahan kreatif yang berarti dari sesuatu yang tidak bernilai menjadi bernilai, menghasilkan sebuah produk akhir yang memiliki nilai pasar, dan mampu memulai perubahan tersebut dari “nol” atau dari “kotoran” dan “rongsokan” yang dianggap tidak berharga.
    Seorang entrepreneurship adalah seseorang yang mempunyai tiga criteria, Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur.
    Seorang pencipta peluang berarti melalui imaginasi kreatifnya, ia sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan. Ini adalah kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari.
    Ciri kedua dari seorang entrepreneur adalah dia seorang innovator. Banyak orang kurang komplit mengerti kata ini. Inovator adalah seorang yang sanggup memperkenalkan hal baru kepada masyarakat dan masyarakat menerimanya. Sebuah hal yang baru namun belum diterima oleh masyarakat luas baru bisa disebut sebagai temuan atau invention. Seorang entrepreneur sanggup membuat produk yang tidak bisa ditolak oleh pasar.
    Ciri ketiga dari seorang entrepreneur adalah dia seorang pengambil resiko yang terukur tidak berdasarkan emosi. Seorang entrepreneur sanggup menghitung resiko yang dihadapinya. Bukan itu saja, ia sanggup meminimalkan resiko tersebut. Sehingga sebelum pengambilan keputusan dilakukan ia telah membuat resiko sekecil mungkin dan peluang untuk berhasil sebesar mungkin. Fungsi entrepreneurship bagi perusahaan sangat bermacam-macam, entrepreneurship dapat membaca dan mengidentifikasi peluang-peluang yang dapat memajukan perusahaan yang sesuai dengan budaya korporat dalam perusahaan. Entrepreneurship dapat melalukan ebuah inovasi-inovasi tanpa harus menghilangkan budaya korporat perusahaan bahkan hal itu dapat semakin memperkukuh budaya korporat. Entrepreneurship dapat mengumpulkan sumber daya baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Entrepreneurship pintar memanfaatkan sumber daya-sumber daya yang terdapat di perusahaan dan dapat berguna bagi perusahaan. Entrepreneurship dapat menanggung resiko untuk semua keputusan yang telah di ambil.

    Referesi:
    1. Ciputra Quantum Leap
    2. Innovate or Die pada Edisi Ciputra News Juni 2005.
    3. http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Pos
    4. http://innozard.blogspot.com/2008/09/stories-strategi-pt-hm-sampoerna.html

  10. 10
    Rachma Yunita 070915021 Rachma Yunita 070915021 Said: @9:08 am 

    3. A)Sampoerna berhasil melakukan inovasi-inovasi yang sangat luar biasa, Kemampuan Sampoerna beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnisnya sudah dibuktikan perusahaan ini dari generasi ke generasi. Selama empat era kepemimpinan – Liem Seeng Tee ( sang pendiri ), Liem Swie Ling ( atau lebih dikenal dengan nama Aga Sampoerna ), Putra Sampurna dan sekarang Michael Joseph Sampoerna, perusahaan ini menghadapi beraneka-ragam gelombang perubahan lingkungan bisnis, namun secara cakap ia mampu mengatasinya dengan baik. Begitu juga ketika kendali perusahaan dipegang oleh Putera Sampoerna di era tahun 1980-an dan 1900-an. Perubahan lanskap bisnis yang berjalan sangat cepat pada kurun waktu ini diantisipasi dengan baik oleh Putera Sampoerna melalui upaya-upaya transformasi yang tak mengenal lelah. Inovasi yang dilakukan oleh Putera Sampoerna telah memecahkan doktrin dalam dunia bisnis, dimana selama ini beranggapan bahwa generasi ke tiga adalah generasi pengahancur. Putera Sampoerna berhasil membuktikan bahwa doktrin tersebut tidaklah benar.
    Putera Sampoerna mengambil ahli kemudi PT HM Sampoerna pada tahun 1978. Di bawah kendalinya, perusahaan itu menciptakan Inovatif dalam pengembangan produk, contoh yang paling mudah adalah Sampoerna A Mild. Saat A Mild keluar, konsumen rokok bertanya-tanya produk apa ini gerangan karena mereka sudah terbiasa dengan SKT (Sigaret Kretek Tangan). Setelah beberapa waktu lanjutnya, akhirnya A Mild berhasil menjadi trend setter baru yaitu, SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor. Oleh karena itu sekarang Sampoerna kembali mengeluarkan Sampoerna Exclusive.
    Putera Sampoerna mengatakan “Understand the environment, what you can do with it and if you can’t do something with it , change it”.
    Menelusuri langkah-langkah strategis yang dijalankan Putera selama mentransformasi Sampoerna, dibagi menjadi tiga milestone penting. Milestone pertama adalah upayanya membangun Sampoerna menjadi world-class cigarette manufacturer.
    Milestone kedua adalah upayanya memetamorfosa Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company. Milestone ketiga adalah upaya Putera untuk mewujudkan visinya menjadikan Sampoerna sebagai perusahaan multinasional melalui ekspansi bisnis ke pasar luar negeri yang prospektif. Dan jadilah kesuksesan yang stabil bahkan meningkat.

    B) Ir.Ciputra memulai usahanya dari tahun 1961 dengan Grup Jaya. Tahun 1971, Ciputra mendirikan Metropolitan Kencana. Pada tahun 1981, Ciputra membangun Grup Ciputra, perusahaan keluarga, yang dikendalikan anak, menantu, cucu, dan para profesional. Untuk bisa berhasil, ciputra mengatakan bahwa dibutuhkan tiga hal, yaitu wisdom, integrity, innovation.
    Awalnya, Ciputra memiliki ide pembangunan tempat wisata yang bernuansa pantai. Banyak yang menolak inovasi hebatnya itu, dengan kegigihannya dan dukungan keluarga, Ia berhasil memenuhi ide hebatnya itu. Ancol. Ya, kini Ancol justru menjadi ikon utama wisata rekreasi di Indonesia bahkan dunia.
    Dari sinilah, Grup Ciputra maju dan terus berkembang. Mulai dari pendirian perumahan kalangan menengah keatas, tempat wisata, hingga tempat untuk mendapat pendidikan. Dan Ciputra tidak akan berhentio sampai sini, ia tak akan kehabisan ide untuk membuat inovasi-inovasi baru.

    C. Tahun 2009, diangkatnya Dahlan Iskan sebagai Direktur Utama PLN serasa menjadi cambuk bagi dirinya. Karenanya, masyarakat yang selama ini mengenal Dahlan Iskan dalam Jawa Pos group, tiba-tiba menjadi Direktur PLN. Banyak yang meragukan, karenanya Dahlan Iskan bersemangat untuk membangun citra PLN yang selama ini menjadi cibiran masyarakat luas. Dibangunnya Inovasi-inovasi yang mengemukakan pedulinya PLN terhadap listrik di tanah air. Mulai dari di minim-kan pemadaman listrik, mennambahkan titik-titik listrik di Indonesia, hingga pensosialisasian masyarakat tentang listrik mati dan lain sebagainya.
    Dengan inovasinya itu, setahun kemudian Dahlan Iskan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, sehingga anggota dari PLN sendiri merasa percaya diri. Hingga kini inovasi dari Dahlan Iskan tetap berkembang.

    D. Entrepreneurship memiliki dedikasi untuk menjalankan suatu bisnis secara berhasil, selain itu entrepreneur memiliki kemauan dan keberanian untuk mengambil resiko baik dalam finansial, karier, ataupun reputasi dengn tujuan agar ide-ide maupun inovasi bisnisnya dapat dijalankan. Disamping itu, entrepreneur juga mempunyai kesediaan untuk bekerja keras dengan seluruh kemampuan serta bakatnya untuk menjalankan suatu usaha. beberapa sifat-sifat yang telah menjadi dasar bagi seorang entrepreneur, dapat menjadi dasar pula bagi budaya korporat dalam perusahaannya. entrepreneurship dengan sifat pekerja keras serta penuh dengan inovasinya dapat mengantarkan perusahaan pada tingkat kesuksesan apabila budaya tersebut dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dengan menerapkan budaya korporat seperti yang dimiliki entrepreneurship akan membuat perusahaan yang lebih tertata serta memilik landasan dalam menjalankan bisnisnya.

    Referensi :
    http://innozard.blogspot.com/2008/09/stories-strategi-pt-hm-sampoerna.html
    dahlaniskan.wordpress.com/
    Ciputra Quantum Leap

  11. 11
    dinda sita anggraini 070915060 dinda sita anggraini 070915060 Said: @9:49 am 

    Dinda Sita Anggraini (070915060)

    Jawaban uas budaya korporat nomer 3.
    a) PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (“Sampoerna”) merupakan salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia. PT HM Sampoerna Tbk. memproduksi sejumlah merek rokok kretek yang dikenal luas, seperti Sampoerna Kretek (sebelumnya disebut Sampoerna A Hijau), A Mild, serta “Raja Kretek” yang legendaris Dji Sam Soe.
    Pada tahun 2009, berdasarkan hasil AC Nielsen Retail Audit-Indonesia Expanded, Sampoerna memiliki pangsa pasar sebesar 29,1% di pasar rokok Indonesia. Pada akhir 2009, jumlah karyawan Sampoerna dan anak perusahaan mencapai sekitar 28.300 orang. Sampoerna mengoperasikan enam pabrik rokok di Indonesia dan Sampoerna menjual dan mendistribusikan rokok melalui 59 kantor penjualan di seluruh Indonesia (Jati 2011)
    Keberhasilan Sampoerna tidak terlepas dari inovasi generasi ketiga Sampoerna yaitu Putera Sampoerna peluncuran produk rokok dengan kadar nikotin rendah, dapat mendongkrak penjualan Sampoerna. Produk rokok tersebut dikenal dengan A Mild. Inovasi yang dilakukan oleh Putera Sampoerna tidak hanya itu, melainkan Putera Sampoerna berani untuk membuka bisnis baru dalam bidang supermarket dan perbankan.
    Hal ini tentu saja dapat membawa Putera Sampoerna keluar dari doktrin bisnis keluarga, yaitu “generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan ketiga menghancurkan.” Putera Sampoerna berhasil menunjukkan bahwa sebuah inovasi sangat diperlukan agar sebuah korporat dapat berkembang dan tetap mempunyai eksistensi di dunia bisnis.
    Menurut Theodore Levvit, agar perusahaan dapat bertahan, perusahaan secara konstan harus mencari cara baru untuk memuaskan kebutuhan konsumennya (Mulyono 2008). Pendapat lain dikemukakan oleh Dave Pollard menyatakan bahwa Inovasi adalah determinan paling penting bagi keberhasilan bisnis (Mulyono 2008).

    Inovasi menjadi fokus utama bagi perusahaan. Hal ini tercermin dari hasil survei yang dilakukan The Boston Consulting Group pada tahun 2007, yang dilakukan kepada 2468 perusahaan dari 58 negara. Hasil survei menyatakan bahwa inovasi merupakan fokus salah satu dari tiga strategi utama mereka.Melihat betapa penting peranan sebuah inovasi dalam suatu perusahaan maka sebaiknya perlu diketahui pengertian dari inovasi.
    Menurut etimologi, inovasi berasal dari kata innovation yang bermakna ‘pembaharuan; perubahan (secara) baru’. Inovasi adakalanya diartikan sebagai penemuan, tetapi berbeda maknanya dengan penemuan dalam arti diskoveri atau invensi. Diskoveri mempunyai makna penemuan sesuatu yang sesuatu itu telah ada sebelumnya, tetapi belum diketahui orang (Sanusi 2009).
    Jadi inovasi merupakan segala sesuatu yang bersifat baru baik berupa suatu perubahan , temuan, strategi, maupun teknologi. Selama hal baru tersebut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

    b) “Salah satu impian saya yang ingin saya wujudkan adalah membantu agar negara Indonesia menjadi negara entrepreneur. Untuk bisa mencapainya saya memutuskan untuk menuangkan visi dan misi saya tersebut dalam buku “Ciputra Quantum Leap” Entrepreneurship Mengubah Bangsa dan Anda.” Kata-kata diatas merupakan pendapat salah satu tokoh entrepreneur sejati,yaitu Ir. Ciputra (Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa 2010)
    Seperti yang telah diketahui bahwa Ir. Ciputra tidak mudah untuk mewujudkan impiannya. Banyak proses yang dilalui untuk mewujudkan hal tersebut. Impian tersebut muncul karena Ir. Ciputra melihat bahwa kekayaan alam Indonesia sangat banyak tetapi mengapa Indonesia belum bisa mengatasi masalah kemiskinan. Ir. Ciputra percaya bahwa hal yang membuat Indonesia belum bisa mengatasi masalah kemiskinan karena sudah mulai hilangnya semangat entrepreneur.
    Proses entrepreneurship inilah yang telah saya lakukan selama mendirikan dan mengembangkan tiga grup pengembang: Jaya Group, Metropolitan Group dan Ciputra Group. Dari sekian banyak ciri yang mungkin dimiliki seorang entrepreneur, saya melihat ada tiga ciri yang harus dimiliki seorang entrepreneur. Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur (Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa 2010).
    Salah satu ciri yang dimiliki seorang entrepreneur yaitu dapat menciptakan peluang. Seorang pencipta peluang adalah orang yang sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan melalui imajinasi kreatifnya. Ini adalah kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari.
    c) “CEO bertangan dingin”, begitulah julukan yang ditujukan kepada Dahlan Iskan. Dahlan Iskan mengawali karir sebagai reporter di salah satu harian kecil di Samarinda, kemudian ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan yang menjabat Kepala Biro Tempo di Surabaya dipercaya untuk memimpin surat kabar Jawa Pos.
    Lima tahun kemudian ia membentuk Group Jawa Pos News Network, sekaligus menempatkan perusahaan itu menjadi salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia (CEO Bertangan Dingin 2011). Pada tahun 1997, Dahlan Iskan mendirikan Graha Pena salah satu gedung pencakar langit di Surabaya.
    Dahlan Iskan juga dikenal sebagai sosok yang prihatin terhadap kondisi listrik Indonesia. Banyak persoalan pemadaman bergilir akibat dari kesenjangan pasokan dan permintaan yang tidak dapat terselesaikan. Atas dasar itulah, ia sering mengkritk Perusahaan Listrik Negara melalui tulisannya di koran serta memberikan alternatif solusinya.
    Pada akhir tahun 2009, PLN menetapkan Dahlan Iskan sebagai Direktur Utama yang baru. Saat kepemimpinannya baru berjalan satu tahun, Dahlan Iskan mulai mematahkan cibiran berbagai pihak terkait kemampuannya dalam memimpin perusahaan listrik negara. Berbekal pengalaman sebagai pemilik pembangkit listrik di kalimantan, ia kelihatan percaya diri dan bertekad meningkatkan dunia kelistrikan negara ini.
    Berbagai program inovasi terus dilakukan oleh PLN dalam mengupayakan peningkatan tenaga listrik negara. Hal tersebut sebagai upaya medukung pertumbuhan ekonomi. Inovasi yang terbaru, PLN sedang merencanakan “pembunuhan berencana secara besar-besaran” di berbagai daerah. Hal ini bertujuan sebagai efisiensi penggunaan sumber bahan bakar pembangkit listrik (Dendy 2011).
    d) Fungsi entrepreneurship dalam mengembangkan budaya korporat adalah entrepreneurship dapat diartikan sebagai sebuah inovasi baru dalam strategi bisnis suatu perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan tersebut berani untuk melakukan hal-hal yang baru meskipun harus menanggung resiko. Selama hal baru tersebut dapat membuka peluang usaha baru maka hal tersebut harus dilakukan.
    Dengan terbukanya peluang usaha baru maka akan memberikan manfaat kepada masyarakat, salah satunya adalah membuka lapangan pekerjaan baru sehingga mengurangi angka pengangguran. Dengan adanya fungsi entrepreneurship di dalam budaya korporat maka akan muncul sebuah ide kreatif dalam menunjukkan eksistensi suatu perusahaan dengan memunculkan produk yang inovatif.

    Sumber referensi
    CEO Bertangan Dingin. 31 01 2011. http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/2674-ceo-bertangan-dingin (diakses 06 29, 2011).
    Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa. 06 09 2010. http://www.ciputraentrepreneurship.com/profil/entrepreneur.html?start=9 (diakses 06 29, 2011).
    Dendy. Menilik Prestasi PLN. 26 01 2011. http://pedemunegeri.com/tulisan/detail/781/menilik-prestasi-pln (diakses 06 29, 2011).
    Jati, Fajar Tunggul. Manajemen Strategik PT. HM SAMPOERNA. 06 01 2011. http://blog.beswandjarum.com/fajartungguljati/2011/01/06/manajemen-strategik-pthm-sampoerna/ (diakses 06 29, 2011).
    Mulyono, Fransiska. Inovasi: Sebuah Pengantar. Vol. 04. Bandung, Jawa Barat: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Parahyangan, 2008.
    Sanusi, A. Effendi. “Dunia Pengetahuan.” Inovasi : Pengertian dan Karakteristik. 05 08 2009. http://blog.unila.ac.id/effendisanusi/?p=42 (diakses 06 29, 2011).

  12. 12
    ghea primadani ghea primadani Said: @10:43 am 

    Ghea Primadani
    070810431

    a.inovasi bukanlah upaya yang bisa dilakukan dalam waktu yang singkat, walaupun akar dari inovasi adalah individu,inovasi secara umum terjadi dalam perusahaan. Menurut Silva.et.al, inovasi dilihat dari hasil interaksi dari proses interaktif dan non linear antara perusahaan dan lingkungannya. Artinya inovasi tidak bisa dilepaskan dari hasil interaksi individu sebagai akar inovasi perusahaan dengan dunia didalam maupun diluar perusahaan. Dimana interaksi non linear dengan lingkungannya tidak mungkin hanya terjadi dengan satu stakeholder saja, karena ide untuk memperoleh inovasi bisa didasarkan juga kepada kejadian-kejadian yang terjadi diluar perusahaan, ketidak kongruenan persepsi dan realita yang bisa juga dikaitkan dengan konsumen. Perubahan dalam pasar dan industry, perubahan dalam demografis, perubahan dalam sikap dan prioritas pembeli. Hasil interaksi ini adalah kemampuan inovasi entrepreneur perusahaan yang mengintegrasikan hasil-hasil dari proses inovasi dalam perusahaan yaitu: inovasi produk,inovasi proses, inovasi organisasi dan inovasi pemasaran. Inovasi adalah konsep lama yang sampai saat ini masih terus menarik perhatian banyak eksekutif dunia dikarenakan kemampuan dan kehebatan inovasi dalam membuat mereka menjadi pemenang di pasar dengan diperolehnya competitive advantage. Theodore Levvit sekitar 50 tahun yang lalu menyatakan bahwa agar perusahaan bisa bertahan, perusahaan secara konstan harus mencari cara baru untuk memuaskan kebutuhan konsumennya. Bahkan Dave Pollard berani menyatakan bahwa inovasi adalah determinan paling penting bagi keberhasilan bisnis. Inovasi menjadi focus strategi utama bagi banyak perusahaan. Dengan inovasi putera Sampoerna “A Mild” dapat menghapus doktrin bahwa generasi ketiga bukanlah generasi yang menghancurkan namun justru sebaliknya, membawa perkembangan bagi perusahaan. Inovasi yang dibuat oleh putra Sampoerna sangat mendukung bagi kemajuan perusahaan, jadi memang inovasi adalah determinan paling penting bagi keberhasilan bisnis.
    b. Ir. Ciputra adalah adalah seorang yang sangat inovatif dalam menciptakan peluang bisnis. Beliau mengawali karirnya di Jaya Group, perusahaan daerah milik pemda DKI. Ciputra menjadi direksi di perusahaan tersebut sampai usia 65 tahun,dan setelah itu sebagai penasehat. Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk didalamnya dalam pembangunan proyek ancol. Kemudian bersama beberapa temannya Ciputra mendirikan Metropolitan Group yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group. Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu, Bank Ciputra yang didirikannya ditutup oleh Pemerintah karena dianggap tidak layak,dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintis menjelang krisis pun ikut ditutup.Dengan adanya kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank, ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri. Pada usianya yang ke-75, ia memilih untuk mengembangkan bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan Universitas Ciputra. Sekolah ini menitikberatkan pada kewirausahaan. Dengan sekolah ini, Ciputra bertujuan untuk menyiapkan para lulusannya menjadi pengusaha.Ciputra saat ini dikenal sebagai sosok penyebar entrepreneurship / kewirausahaan di Indonesia. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menanamkan pentingnya kewirausahaan untuk membuat bangsa Indonesia maju.Kiprah Ciputra diapresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memberikan dua rekor kepada Ciputra, yakni sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan kepada dosen terbanyak. Ciputra melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) telah memberikan pelatihan entrepreneurship kepada setidaknya 1.600 dosen. Ciputra juga dinobatkan sebagai Entrepreneur of The Year 2007 versi Ernst & Young. Melalui inovasi-inovasinya, Ciputra dapat berkembang dan maju hingga saat ini,kiprahnya tidak hanya di dalam negeri namun juga hingga ke luar negeri. Hal ini dapat dilihat bahwa betapa pentingnya inovasi dalam sebuah bisnis.
    c. Dahlan Iskan adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang. Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru. Inovasi yang dilakukan oleh Dahlan Iskan membuat ia sukses di dunia media yang membesarkan namanya.
    d. fungsi entrepreneur untuk mengkombinasikan berbagai faktor input dengan cara inovatif untuk menghasilkan nilai bagi konsumen dengan harapan nilai tersebut melebihi biaya dari faktor-faktor input, sehingga menghasilkan pemasukan lebih tinggi dan berakibat terciptanya kemakmuran/kekayaan. Jadi fungsi entrepreneurship dalam pengembangan budaya korporat sangatlah kompleks.

  13. 13
    ghea primadani ghea primadani Said: @10:43 am 

    ghea primadani (070810431)

    Daftar pustaka
    http://www.google.co.id/#hl=id&q=fungsi+enterpreneurship&oq=fungsi+enterpreneurship&aq=f&aqi=&aql=undefined&gs_sm=s&gs_upl=8461910l8471648l0l34l23l0l8l0l0l678l1143l4-1.1l2&fp=505c63b85f4e4e43&biw=1024&bih=428
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Ciputra
    http://www.djajendra.com/2011/04/budaya-perusahaan-dan-pengembangan.html

  14. 14
    Yenny Agustine H (070810470) Yenny Agustine H (070810470) Said: @11:10 am 

    a) PT HM Sampoerna Tbk. didirikan oleh Liem Seeng Tee pada 1913. Dialah sang generasi pertama yang melahirkan “Sampoerna”. Ia mulai membuat dan menjual rokok kretek linting tangan di rumahnya di Surabaya, Indonesia. Perusahaan kecilnya tersebut merupakan salah satu perusahaan pertama yang memproduksi dan memasarkan rokok kretek maupun rokok putih. Popularitas rokok kretek tumbuh dengan pesat. Pada awal 1930-an, Liem Seeng Tee mengganti nama keluarga sekaligus nama perusahaannya menjadi Sampoerna, yang berarti ”kesempurnaan”.
    Saat HM Sampoerna ditinggal oleh sang Founding Father dalam keadaan nyaris bangkrut, Aga Sampoerna (generasi kedua), dengan berbekal merek ‘Dji Sam Soe’, melakukan turnaround fantastis dengan mengadaptasikan perusahaannya ke pasar rokok kretek yang saat itu tampak kurang menjanjikan tapi berpeluang besar untuk dikembangkan (http://www.sampoerna.com/id_id/about_us/pages/the_history_of_sampoerna.aspx).
    Generasi ketiga keluarga Sampoerna, Putera Sampoerna, memprediksi dengan tepat pesatnya perkembangan bisnis rokok di masa depan dan mempersiapkan 3 milestone penting yang menjadi dasar lepas landas Sampoerna di era 80 dan 90 - an. Di bawah kendalinya, Sampoerna berkembang pesat dan menjadi perseroan publik pada tahun 1990 dengan struktur usaha modern, dan memulai masa investasi dan ekspansi. Selanjutnya Sampoerna berhasil memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Putera Sampoerna membawa HM Sampoerna melangkah lebih jauh dengan terobosan-terobosan yang dilakukannya, seperti perkenalan rokok bernikotin rendah, yaitu A Mild.
    Inovasi yang dilakukan bukan lagi sekedar ke arah ‘luar’ dengan menginovasi produk - produk yang dipasarkan, tapi juga ditanamkan dari ‘dalam’ perusahaan. Inovasi ke ‘dalam’ dimulai dari pembentukan prinsip dasar yang dipegang oleh perusahaan dan menjadi jiwa dalam kesehariannya. Inovasi dari dalam ini akan terus berjalan membentuk inovasi ke ‘luar’ untuk mempertahankan market yang telah dikuasai dengan meluncurkan produk - produk yang mencerminkan prinsip perusahaan tersebut dan mampu merebut hati para konsumen. Prinsip ‘Kami Memang Beda’ dinyatakan sebagai jiwa persahaan yang dibangun atas kreativitas dan inovasi. Prinsip inilah yang membidani kelahiran merek ‘A Mild’ yang menjadi pertaruhan Sampoerna saat itu untuk merebut pasar masa depan. Inovasi ada dalam urat nadi dan nafas HM Sampoerna yang berperan dalam kesuksesan dan kemampuan HM Sampoerna bertahan hingga saat ini.
    Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan? Itulah “doktrin” bisnis keluarga yang tidak boleh terjadi Sampoerna. Karena landscape berbeda, seseorang selalu “inovatif” untuk mengalahkan perubahan di luar.

    b) Ciputra mendirikan PT Pembangunan Jaya yang pada mulanya hanya dikelola oleh lima orang. Tahun 1997 krisis ekonomi menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Namun dengan prinsip hidup yang kuat Ciputra mampu melewati masa itu dengan baik. Ciputra selalu berprinsip bahwa jika kita bekerja keras dan berbuat dengan benar, Tuhan pasti buka jalan. Ciputra mengusulkan pembangunan Ancol kepada Gubernur DKI Jakarta, ia juga mengembangkan usaha-usaha properti yang berkembang dengan pesat. Setelah sukses dengan berbagai mega proyek properti yang ditanganinya, Ciputra juga terpanggil untuk membantu dunia pendidikan di Indonesia. Sekolah hingga perguruan tinggi berkualitas didirikan. Ciputra tak pernah berhenti melakukan inovasi-inovasi dalam setiap program yang dirancangnya (http://www.ciputraentrepreneurship.com/on-press/4612.html) Dr. Ir. Ciputra saat ini dikenal sebagai sosok penyebar entrepreneurship di Indonesia. Dalam setiap kesempatan, beliau selalu menanamkan pentingnya entrepreneurship untuk membuat bangsa Indonesia maju. Saat ini Budiarsa Sastrawinata, yang merupakan menantu Ciputra, memegang proyek Ciputra yang di luar negeri: Vietnam, India, Polandia, dan sebagian di Indonesia. Sementara Harun Hajadi, yang juga menantu Ciputra memegang Ciputra Surya (CWS). Anak kandung Ciputra, yakni sementara Candra Ciputra diberi kepercayaan untuk memegang Ciputra Property Tbk (Ciputra World Jakarta). Candra sebagai generasi kedua memang belum populer, mengingat dominasi popularitas ayahnya yang sampai saat ini belum bisa digeser. Bagaimanapun, inovasi yang dilakukan oleh Ciputra membuatnya mampu menjadi “begawan properti” di Indonesia dan membuat bisnis yang dijalankannya mampu tetap bertahan hingga saat ini.

    c) Jawa Pos didirikan oleh The Chung Shen pada 1 Juli 1949 dengan nama Djawa Post. Setelah sukses dengan Jawa Pos-nya, The Chung Shen mendirikan pula koran berbahasa Mandarin dan Belanda. Bisnis The Chung Shen di bidang surat kabar tidak selamanya mulus. Pada akhir tahun 1970-an, omzet Jawa Pos mengalami kemerosotan yang tajam. Tahun 1982, oplahnya hanya tinggal 6.800 eksemplar saja. Koran-korannya yang lain sudah lebih dulu pensiun. Ketika usianya menginjak 80 tahun, The Chung Shen akhirnya memutuskan untuk menjual Jawa Pos. Eric FH Samola, Direktur Utama PT Grafiti Pers (penerbit majalah Tempo) mengambil alih Jawa Pos pada 1982. Dengan manajemen baru, Eric mengangkat Dahlan Iskan, yang sebelumnya adalah Kepala Biro Tempo di Surabaya untuk memimpin Jawa Pos. Eric Samola mampu mempertahankan Jawa Pos yang nyaris bangkrut. Eric Samola kemudian meninggal dunia pada tahun 2000. Dari sini kemudian dimulai era kepemimpinan Dahlan Iskan yang berhasil membentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, yang memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997, Jawa Pos pindah ke Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya. Tahun 2002 dibangun Graha Pena di Jakarta. Dan, saati ini bermunculan gedung-gedung Graha Pena di hampir semua wilayah di Indonesia. Tahun 2002, Jawa Pos Group di bawah kepemimpinan Dahlan Iskan kembali melakukan inovasi dengan membangun pabrik kertas koran yang kedua dengan kapasitas dua kali lebih besar dari pabrik yang pertama. Kini pabrik itu, PT Adiprima Sura Perinta, mampu memproduksi kertas koran 450 ton/hari. Lokasi pabrik ini di Kabupaten Gresik, hanya 45 menit bermobil dari Surabaya. Setelah sukses mengembangkan media cetak di seluruh Indonesia, pada tahun 2002 Jawa Pos Grup mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam, Riau TV di Pekanbaru, Fajar TV di Makassar, PTV di Palembang, Padjadjaran TV di Bandung. Memasuki tahun 2003, Jawa Pos Group merambah bisnis baru : Independent Power Plant. Proyek pertama adalah 1 x 25 MW di Kab. Gresik, yakni dekat pabrik kertas. Proyek yang kedua 2 x 25 MW, didirikan di Kaltim, bekerjasama dengan perusahaan daerah setempat. Pada tahun 2008, Jawa Pos Group menambah stasiun televisi baru: Mahkamah Konstitusi Televisi (MKtv) yang berkantor di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta. Pada tahun 2009, Jawa Pos Group menambah data center baru: Fangbian Iskan Corporindo (FIC) yang berkantor di Gedung Graha Pena Surabaya (http://berita.witanto.com/search/sejarah-harian-jawa-pos). Demikian Dahlan Iskan senantiasa memunculkan inocasi-inovasi yang semakin memajukan dan membesarkan nama Jawa Pos.

    d) Ketiga tokoh di atas: Sampoerna, Ciputra, dan Dahlan Iskan memang tampak sangat berbeda. Tapi, ada satu hal yang membuat ketiganya sama, yaitu entrepreneurship. Entrepreneurship merupakan pengambilan keputusan yang beresiko serta menuntut tanggung jawa dalam merancang dan menerapkan strategi bisnis atau dalam memulai suatu bisnis (http://www.investorwords.com/5548/entrepreneurship.html). Kata entrepreneur berasal dari bahasa Prancis: entreprendre, yang berarti mengusahakan. Dalam konteks bisnis berarti memulai suatu usaha bisnis. Seorang ekonom Austria, Joseph Schumpeter mendefinisikan entrepreneurship yang menitikberatkan pada inovasi, seperti: produk baru, metode produksi baru, pasar baru, dan bentuk organisasi yang baru. Entrepreneur berfungsi untuk mengkombinasikan beragam faktor masukan yang penuh inovasi untuk meningkatkan nilai perusahaan di mata konsumen dengan harapan nilai tersebut mampu meningkatkan keuntungan bagi perusahaan (Schumpeter, 2000, p.19).
    Dalam budaya perusahaan diperlukan adanya unsur entrepreneurship sebab dengan adanya entrepreneurship, budaya perusahaan dapat semakin berkembang untuk memampukan perusahaan tetap bertahan dalam segala iklim bisnis yang dinamis. Keberadaan entrepreneurship dalam perusahaan menekankan pada pentingnya inovasi. Hal ini membuat perusahaan dapat beradaptasi dan terus berkembang dalam bisnis yang kompetitif.

    Referensi:
    Sumber buku
    Schumpeter, Joseph. A 2000, Entrepreneurship as Innovation, University of Illnois, Illinois.

    Sumber non-buku
    http://berita.witanto.com/search/sejarah-harian-jawa-pos
    (http://www.sampoerna.com/id_id/about_us/pages/the_history_of_sampoerna.aspx).
    (http://www.ciputraentrepreneurship.com/on-press/4612.html)
    (http://www.investorwords.com/5548/entrepreneurship.html)

  15. 15
    Dewi Prawitasari 070915059 Dewi Prawitasari 070915059 Said: @11:33 am 

    A. Inovasi Dan Putra Sampoerna

    Survei Development Dimension Internasional menyebutkan bahwa perusahaan di Indonesiaharus mulai melakukan kegiatan yang inovatif dalam perusahaannya. Supaya mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat pada era perdagangan bebas ke depannya. Laporan Global Development Horizon 2011 yang dirilis Bank Dunia menggambarkan tantangan bagi negara berkembang dengan adanya banyak sentra pertumbuhan ekonomi global selama periode 2011-2025. Laporan ini mengidentifikasi negara-negara dengan tingkat pertumbuhan tinggi yang akan mengubah tatanan global dan menciptakan berbagai peluang. Tidak hanya itu, Laporan Global development Horizon 2011 ini juga membuat proyeksi bahwa antara tahun 2011-2025 ekonomi negara berkembang akan tumbuh dua kali lebih cepat dari pada ekonomi negara maju. Diperkirakan China akan tumbuh paling cepat, disusul Indonesia dan India.
    Konsep inovasi mempunyai sejarah yang panjang dan pengertian yang berbeda-beda, terutama didasarkan pada persaingan antara perusahaan-perusahaan dan strategi yang berbeda yang bisa dimanfaatkan untuk bersaing. Pada tahun 1949 Schumpeter menyebutkan bahwa inovasi terdiri dari lima unsur yaitu: (1) memperkenalkan produk baru atau perubahan kualitatif pada produk yang sudah ada, (2) memperkenalkan proses baru ke industri, (3) membuka pasar baru, (4) Mengembangkan sumber pasokan baru pada bahan baku atau masukan lainnya, dan (5) perubahan pada organisasi industry.
    Dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun, konsep inovasi tersebut terus dikembangkan oleh sejumlah pakar dan institusi. Ada beberapa kemiripan mendasar dari konsep inovasi, yaitu sesuatu yang baru, baik berupa ide, barang, proses, atau jasa. Tetapi yang masih menunjukkan berbagai perbedaan adalah bagaimana cakupan dan cara pengukuran inovasi tersebut. Berdasarkan berbagai pengertian dari inovasi, ukuran inovasi dibagi dalam dua kelompok yaitu ukuran yang berhubungan dengan output dan input.
    Ukuran output misalnya (a) produk atau proses baru atau yang dikembangkan, (b) proses dari produk atau proses baru tersebut, (c) kekayaan intelektual yang dihasilkan (paten, merek, atau disain), dan (d) kinerja perusahaan. Sedangkan ukuran inovasi yang berkaitan dengan input adalah (a) investasi di bidang penelitian dan pengembangan, (b) kekayaan intelektual, (c) biaya akuisisi teknologi baru, (d) biaya produksi pertama produk baru, (e) asset tak berwujud misalnya goodwill, (f) biaya pemasaran dan pelatihan untuk produk baru, dan (g) perubahan organisasi dan metode manajerial.
    Sedangkan Martin Radenakers (2005) membagi inovasi ke dalam beberapa tipe yang mempunyai karakteristik masing-masing. Dengan begitu, pentingnya inovasi untuk kehidupan perusahaan sangat menjadi perhatian pengusaha global. Inovasi sebagai satu kunci yang mengarah pada keunggulan kompetitif (Barney, 1991; Autio et al., 1998; dalam Hadjimanolis, 2000; Thong, 1999; Daellenchbach et al, 1999; Hadjimonalis & Dickson, 2000).
    Pada pembahasan pertama inovasi pada generasi ketiga, Putera Sampoerna merupakan salah satu tokohnya. Ia adalah seorang pengusaha Indonesia yang dikenal sebagai presiden ketiga perusahaan rokok PT. HM Sampoerna. Beliau lahir di Schidam, Belanda pada 13 Oktober 1947. Putera adalah generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Dia adalah putra dari Aga Sampoerna dan cucu dari Liem Seeng Tee, pendiri perusahaan Sampoerna.
    Putera memperoleh pendidikan internasional pertama di Diocesan Boys School, Hong Kong, dan kemudian di Carey Grammar High School, Melbourne. Dia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di University of Houston, Texas, AS.
    Lulus dari perguruan tinggi, Putera tidak langsung melibatkan diri dalam bisnis keluarga. Bersama istrinya, Katie, warga Amerika Serikat keturunan Tionghoa, Putera tinggal di Singapura dan menjalankan perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit milik pengusaha Malaysia. Baru pada 1980, Putera kembali ke Surabaya untuk bergabung dalam operasional PT. Sampoerna.
    Pria yang menggemari angka sembilan itu mulai menjadi figur penting dalam perusahaan setelah menerima tampuk pimpinan tertinggi sebagai chief executive officer dari ayahnya, Aga Sampoerna, pada 1986. Setelah Aga meninggal pada 1994, Putera semakin aktif menggenjot kinerja perusahaan dengan merekrut profesional mancanegara untuk turut mengembangkan kerajaan bisnisnya.
    Putera dikenal luas sebagai nakhoda perusahaan yang tidak hanya lihai dalam melakukan inovasi produk inti perusahaannya, yakni rokok, namun juga jeli melihat peluang bisnis di segmen usaha lain. Di bisnis sigaret, nama Putera tidak bisa dihapus berkembangnya segmen pasar baru, yakni rokok rendah tar dan nikotin. HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air dengan produknya, A Mild.
    Sebagai pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan, berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain. Sebelumnya, ia menjual seluruh saham keluarganya di PT HM Sampoerna senilai Rp18,5 triliun, pada saat kinerjanya baik. Dia mampu membuat sensasi (tapi terukur)dalam dunia bisnis. Hingga namanya dinobatkan oleh Warta Ekonomi sebagai salah seorang Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005. Sebelumnya, majalah Forbes menempatkannya dalam peringkat ke-13 Southeast Asia’s 40 Richest 2004.
    Pada masa kepemimpinananya, PT. Sampoerna juga memperluas bisnisnya ke dalam bidang supermarket dengan mengakuisi Alfa dan mendirikan Bank Sampoerna pada akhir 1980-an, meski bisnis perbankan ini akhirnya gagal.
    Pada tahun 2000, Putera akhirnya mengalihkan kepemimpinan perusahaan kepada anaknya, Michael. Pada awal 2006, dikabarkan bahwa Putera, yang dikenal menggemari judi, telah menjadi pemilik perusahaan judi raksasa yang bermarkas di Gibraltar, Mansion. Pada saat yang sama, Mansion dilaporkan akan menggantikan Vodafone sebagai sponsor klub sepak bola Manchester United selama empat tahun dalam kontrak senilai 60 juta poundsterling, namun kontrak tersebut kemudian dibatalkan. Kemudian beralih menjadi sponsor klub sepakbola Liga Inggris lainnya Totenham Hotspur sejak musim 2006-2007. Selain itu, Putera Sampoerna juga membeli kasino Les Ambassadeurs di London dengan harga 120 juta poundsterling.

    B. Ciputra

    Pak Ci memang dikenal sebagai orang yang tidak pernah kehabisan ide bisnis. Inovasi adalah trade mark Ciputra selama menjalankan roda bisnis. Ia adalah pebisnis yang tidak pernah lelah menciptakan sesuatu dan berinovasi. Dua hal itu terus dilakukan sampai sekarang. Tidak jarang ia justru punya ide-ide baru yang unik bahkan provokatif. Tidak banyak orang yang tekun di sebuah bisnis yang sama selama empat dekade dan tak pernah bosan menggulirkan ide-ide baru.
    Ia tidak pernah kehabisan ide. Ia bahkan kerap menjadi provokator bagi jajaran manajemen di Grup Ciputra maupun di kelompok bisnis lain yang lebih dulu ia dirikan untuk memunculkan gagasan anyar. Itulah yang membuat Pak Ci tangguh dan teruji. Dalam berbabagai kesempatan ia dengan santun menolak disebut jenius.
    Menurut Pak Ci, modal paling mendasar ketika memulai bisnis adalah semangat dan kepercayaan diri. Lalu keyakinan bahwa bekerja keras dan upaya yang sungguh-sungguh akan membuahkan hasil. Salah satu unsur yang kadang hilang dalam kehidupan modern adalah gairah hidup. Banyak orang hanya menghabiskan waktu kehidupan tanpa tekad dan gairah di benak. Padahal, itulah waktunya yang tepat bagi seseorang untuk bangkit dan menunjukkan keunikan pribadi. Berhenti berkata tidak atau menolak tantangan yang diberikan. Menurut Ciputra, Indonesia membutuhkan Inovatif entrepreneur, artinya entrepreneur yang mampu menciptakan nilai tambah (value added), bukan sekedar entrepreneur yang bertipe “broker” atau “berdagang”. Bukan berarti berdagang atau menjadi broker/perantara bisnis tidak termasuk kategori wirausaha. Akan tetapi, dengan menjadi inovatif entrepreneur inilah nilai value added yang terengkuh lebih maksimal, baik dari sisi daya tahan menghadapi persaingan karena barang dan jasa yang diciptakan nilai tambahnya tinggi sehingga susah ditiru pesaing, maupun dalam hal penyerapan tenaga kerja, biasanya tenaga kerja yang diserap lebih banyak ketimbang menjadi entrepreneur pedagang (trading).
    Idealnya untuk dapat “melahirkan” entrepreneur yang inovatif setidaknya melekat 3 L (Lahir, Lingkungan, dan Latihan). Artinya kalo seseorang dilahirkan dari keluarga yang berprofesi entrepreneur akan lebih mudah diarahkan menjadi entrepreneur. Kalau lingkungannya mendukung pengkondisian menjadi entrepreneur yang handal akan lebih baik. Apalagi kalau disamping 2L di atas, ditambah L yang ketiga atau latihan (proses dan latihan), hal ini akan semakin mempercepat lahirnya entrepreneur.
    Di Indonesia, dua L pertama (Lahir dan Lingkungan) kurang kondusif, mengingat tidak banyak anak yang “dilahirkan” dari keluarga yang entrepreneur, dan dari sisi lingkungan pun yang masih “mendewa-dewakan” bekerja kantoran dengan mengunakan kemeja “berdasi” dan bekerja di kantor orang lain juga masih menjadi pola pikir (mind-set) yang mendominasi. Agaknya L ketiga atau latihan (process) menjadi pintu masuk “mencipta” entrepreneur. Ini yang disadari betul oleh Ciputra, oleh karenanya gagasan mendirikan Ciputra Entrepreneur University digulirkan untuk melahirkan entrepreneur dari sisi latihan (proses pendidikan). Tak heran kurikulum yang disusun di universitas yang beliau dirikan mengedepankan hal itu. Seperti membuat business plan yang solid bahkan ada tugas membangun mini company mulai diintrodusir, bukan pelatihan membuat CV solid yang atraktif atau pelatihan tips melewati tes wawancara kerja. Pendeknya, “pengkondisian” membuka bisnis sendiri nan inovatif adalah mantra utama.
    Pebisnis pemula kerap terbentur alasan karena tak punya ide atau konsep bisnis. Lebih celaka lagi banyak yang beranggapan bahwa dunia bisnis penuh sesak dan tak ada kesempatan lagi.
    Ia lantas menunjuk Walt Disney. Pada 1930, ia hanya mendapat izin gambar kartun berkarakter. Begitu pula ketika Ciputra menciptakan wahana permainan nuansa pantai seperti Ancol. Semula idenya itu diragukan. Kini, Ancol justru menjadi ikon utama wisata rekreasi di Indonesia bahkan dunia. Taman Impian Ancol, misalnya, dikunjungi lebih dari 500.000 pengunjung pada malam pergantian tahun. Sekarang pengelola akan memfokuskan pembangunan 35 hektare bekas lahan golf menjadi kawasan Ecopark. Pengalihan lahan golf ini merupakan hal yang paling menonjol pada 2010 setelah Ancol memiliki wahana Hysteria di Dufan dan Green Mission Paintbal Ecopark “Kini, Ancol menempati posisi lima besar di dunia.
    Ancol menjadi theme park di jajaran dunia yang memiliki keistimewaan tersendiri dengan khas Indonesia. Nuansa Indonesia itu yang membedakan dengan empat theme park lain yang berada di posisi teratas dunia yang berciri Disney,”katanya. Pelajaran berharga dari pengalaman mencerminkan jiwa seorang entrepreneur. Ia Harus secara cerdas mengelola apa yang menjadi asetnya yaitu ide dan kreativitas lalu memublikasikan gagasan tanpa harus kehilangan kendali atas gagasan. Ciputra juga harus melewati beragam rintangan di masyarakat dan membutuhkan bantuan orang lain agar gagasan itu bisa diterima sepenuhnya. Bagaimana memasarkan ide? Menurut Pak Ci, untuk menempuh itu seseorang bisa melakukan perjanjian penyerahan ide (assignment agreement). Intinya, secara resmi menurut aturan yang berlaku telah memindahkan hak-hak sebagai pemilik ide ke pihak lain.

  16. 16
    Renita Yulia K. (070810446) Renita Yulia K. (070810446) Said: @12:19 pm 

    1. Inovasi berguna untuk menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat sebab hanya perusahaan-perusahaan yang inovatif yang akan dapat bertahan, dan tumbuh berkembang dalam lingkungan bisnis. Kemudian dengan inovasi dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan mendorong arah pasar serta hubungannya dengan budaya korporat itu berguna untuk membangun budaya inovatif dalam perusahaan. Sehingga kreatifitas para karyawan semakin hidup dan dapat lebih diasah lagi dalam melakukan inovasi pada perusahaan. Inovasi juga bisa mendorong kemajuan dan kesejahteraan karyawan serta kemajuan perusahaan.

    Maka dalam perusahaan rokok Sampoerna, produk A Mild merupakan suatu inovasi produk yang dapat merebut segmentasi pasar baru yaitu di kalangan anak muda. Sehingga dalam hal ini generasi ketiga yang menghancurkan dapat terbantahkan karena larisnya produk A Mild ini. Selain itu dengan adanya produk A Mild ini dapat mengatasi persaingan bisnis rokok yang semakin ketat. Semua produk rokok berlomba-lomba berinovasi dalam mengembangkan produknya. Maka rokok A Mild ini merupakan salah satu inovasi dari perusahaan Sampoerna yang dapat menarik konsumen serta meningkatkan penjualan. Di samping itu, perusahaan Sampoerna dapat lebih beradaptasi dengan lingkungan di luar korporat.
    2. Perusahaan Ciputra merupakan perusahaan yang dikenal suka berinovasi. Ciputra telah melakukan tujuh inovasi di bidang property/arsitektur. Salah satu inovasinya yang dianggap fenomenal adalah Taman Impian Jaya Ancol yang merupakan taman rekreasi pertama yang menggunakan berbagai tema. Ternyata belakangan ini Taman Impian Jaya Ancol beserta Dunia Fantasi-nya ditiru oleh pengembang lain. Itu ditiru bukan untuk membuat taman rekreasi, melainkan untuk membuat perumahan dengan berbagai tema rekreatif, seperti yang dapat dilihat di kota-kota lain di Indonesia.

    Sehingga dari situ, perusahaan Ciputra memiliki pangsa pasar yang luas karena sanggup meraup banyak segmentasi. Ciputra berhasil menembak target-target pasar yang selama ini mungkin luput dari pesaing bisnis lainnya. sehingga dari inovasi yang dilakukan oleh Ciputra tersebut dapat semakin memperkuat budaya korporat di dalam perusahaan. Karyawan Ciputra yang sangat mematuhi aturan perusahaan juga telah menanamkan nilai-nilai yang terkandung pada perusahaan Ciputra. Dan menjadikannya suatu budaya keseharian karyawan dalam bekerja. Maka dari situlah perusahaan Ciputra bisa besar karena adanya budaya saling percaya antra seluruh karyawan dan perusahaan.
    3. begitu pula inovasi yang dilakukan oleh Dahlan Iskan dalam menciptakan suatu media cetak yang berbeda dengan media cetak lain yang sudah ada di Indonesia. Di mana Jawa Pos dengan isi yang lebih ringan namun mencakup nasional dan mensegmentasikan korannya bagi semua kalangan, dapat menjadikan koran Jawa Pos sebagai salah satu koran terbesar di Indonesia. Dari situlah perusahaan Jawa Pos Grup menjadi besar dan seluruh karyawan atau pekerja yang ada di dalamnya sangat menaati aturan perusahaan dan sudah mendarah daging di seluruh karyawan Jawa Pos. Oleh karena, budaya korporat yang baik tersebut dapat memberikan citra yang baik bagi perusahaaan di mata khalayak dan media.
    4. peran enterpreneur dalam pengembangan budaya korporat ialah dapat mengembangkan budaya inovatif bagi seluruh karyawan atau sumber daya manusia dalam perusahan tersebut. Sehingga dengan terciptanya budaya korporat yang inovatif akan mendorong kemajuan perusahaan dan menciptakan kesejahteraan bagi para karyawannya.

    referensi:
    http://pengamen04.blog.perbanas.ac.id/2011/05/20/mengelola-perubahan-dan-inovasi/
    http://www.ciputraentrepreneurship.com/ciputra-way/6892-bab-ii–inovasi-dengan-meniru-secara-kreatif.html

  17. 17
    kinara ayu 070915107 kinara ayu 070915107 Said: @12:33 pm 

    a. Inovasi Generasi Ketiga Sampoerna
    Doktrin yang menyatakan bahwa “Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, ketiga mengahncurkan” tidak terbukti pada bisnis keluarga Sampoerna. Bisnis keluarga yang didirikan pada tahun 1913 ini justru tetap berjaya pada generasi ketiga yang dipimpin oleh Putra Sampoerna.
    Sampoerna yang berdiri hampir satu abad meruapakn perusahaan rokok dengan jumlah konsumen tertinggi di Indonesia dengan pansa pasar sebesar 24, 2%. Selama itu pula Sampoerna memiliki karakteristik dalam menjalankan perusahaannya antara lain yang pertama adalah adaptbility, yang kedua adalah Corporat Culture yang ke tiga adalah inovasi. Adaptability adalah kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Lingkungan dan dunia nisnis yang selalu berubah-ubah mengaharuskan sebuah perusahaan memiliki kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan pasar. Hal ini sangat penting, karen apabila tidak memiliki kemampuan adabtasi akan tergeser dengan produk dan perusahaan yang lebih adaptif. kemampuan mengenali pasar, memprediksi apa yang akan terjadi dan mencoba mencari solusi untuk mencegah persoalan yang mungkin muncul merupakan hal yang perlu dimiiki untuk beratahan dalam dunia bisnis. Corporat culture erupakan seperangkat nilai yang dianut oleh sebuah perusahaan yang dijadikasn sebagai pedoman dalam melakukan berbagai kegiatan dalam perusahaan. Corporat Culture tidak hanya dijadikan sebagai dasar operasional atau sistemayika kerja, namun juga sebagai jiwa perusahaan. Sampoerna sangat menjunjung corporat culture yang dimiliki, dalam mengahdapi berbagai permasalahan yang membelitnya, Sampoerna selalu berpegang pada corporat culture sehingga permasalah yang ia hadapi tidak mengurangi performa kinerja karyawan. Inovasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh perusahaan. Inovasi akan memberikan nuansa yang berbeda pada konsumen yang akan memberikan dampak positif bagi perusahaan yang berhasil melakukan inovasi.
    Menurut Rogers dan Shoemaker (1983) inovasi adalah ide-ide baru, praktik-praktik baru, atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru diperoleh oleh individu atau masyarakat sasaran. Rogers (1983) juga menambahkan ada lima karakteristik dalam sebua inovasi. Karakteristik yang pertama adalah keunggulan relatif, kompabilitas, kerumitan, kemampuan diujicobakan, kemampuan untuk diamati.
    Sampoerna dalam pimpinan Putra Sampoerna melakukan inovasi dengan memproduksi dan memasarkan produk dengam merk Sampoerna A Mild. Produk ini merupakan produk yang berbeda dari produk-produk Sampoerna sebelumnya. Jika sebelumnya rokok di Indonesia memiliki bau yang menyengat dengam aroma cengkeh yang kuat serta kadar nikotin yang tinggi, A Mild memiliki karakteristik yang berbeda. A Mild di di produksi dengan kadar nikotin dan tar yang rendah.
    Sampoerna A Mild awalnya memiliki tag line “Taste of the future” memiliki kesulitan dalam memasarkan produk barunya. Namun dengan produk naru ini, Putra Sampoerna ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih memikirkan ulang kadar nikotin dalam rokok yang selama ini mereka konsumsi. Alasan kesehatan menjadi pokok utama dalam pengurangan kadar nikotin dan tar dalam rokok. Produk ini awalnya berhasil laris di pasaran anak muda dan tag line line nya berubah menjadi “How low can you go”. Melalui managemen pemasaran yang baik, akhirnya A Mild dapat merebut pangsa pasar dengan menguasai pangsa pasar sebesar 24,2% dan menjadi pelopor dalam produksi roko dengan kadar nikotin rendah baik bagi produk Sampoerna sendiri atau perusahaan lain. Sampoerna sendiri memiliki pansa pasar sebesar 90% pada tahun 2001.
    Inovasi yang dibuat oleh Putra Sampoerna membuat perusahaan ini menjadi perusahaan besar yang menguasai pangsa pasar di Indonesia. Doktrin yang menyebutkan bahwa generasi ketiga menghancrkan benar-benar tidak belaku bagi Putra Sampoerna. Kertajaya (2005) menyatakan bahwa Solusi Tiga Tangan yang menjadi logo Sampoerna memiliki makna melambangkan perusahaan yang mementingkan hubungan dengan pedagang, strategi pemasaran kepada konsumen dan management internal perusahaan. Inovasi yang dilakukan dengan keluar dari produk yang biasa di pasarkan membuat Sampoerna hancur malah menjadi semakin besar.

    b. Inovasi Ciputra
    Ciputra adalah orang yang mendirikan bisnis pengembangan properti Nasional. Ciputra yang biasa di panggil Pak Ci merupakan maskot bisnis di grup Ciputra seperti PT. Ciputra Development Tbk, PT. Ciputra Surya Tbk dan PT Ciputra Properti Tbk. Ciputra lahir di Parigi Sulawesi Tengah pada tanggal 24 Agustus 1931. Ciputra mengambil pendidikan Sarjananya di Institut Teknologi Bandung (ITB).
    Grup Ciputra melakukan pengembangan kota Surabaya dengan nama CitraRAya Surabaya. Proyek ini mengembangkan kota dengan konsep kota bersih, hijau dan modern. Proyek ini juga di kenal dengan Singapore Surabaya karena di dalamnya terdapat patung singa seperti yang ada di Singapore.
    Grup Ciputra memberikan inovasi yang berbeda pada kota Surabaya. Surabaya yang awalnya merupakan kota yang panas diubah image nya menjadi kota yang sejuk karena kehijauannya. Serta memberikan image mewah dan modern melalui proyek-proyek yang ia suguhkan. Dalam setiap membangun rumah yang ingi Ciputra serang adalah top of mid dari masyarakat. Sehingga, setiap orang mendatangi sebuah kota yang diingat adalah parumahan Ciputra.
    Ciputra juga merupakan orang yang menbangun Taman Impian Jaya Ancol. Dengan pemikiran yang cerdas dan inovatif, lahan yang awalnya tidak berguna karena berbentuk rawa-rawa menjadi taman bermain yang bertaraf internasional. Ancol sangat pesat perkembangannya, segala macam bentuk permainan ada disana. Ancol menjadi tujuan masyarakat yang membutuhkan hiburan di dalam kota, saat pembangunannya Ancol menjadi tempat wisata terbear se-Asia Tenggara.
    Inovasi yang telah dilakukan oleh Ciputra menghasilkan memberikan keuntungan dalam pengembangan bisnis properti yang Ciputra lakukan. Banyaknya perusahaan yang ia kelola serta keberhasilan dalam proyek-proyeknya menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan memperkuat corporat yang ia bangun.
    c. Inovasi Dahlan Iskan
    Dahlan Iskan adalah Direktur Utama PT PLN yang melakukan banyak inovasi bagi perusahaan BUMN ini. Dahlan Iskan adalah orang yang menjadikan Jawa Pos bangkit dengan oplah 6.000 eksemplar dalam waktu lima tahun menjadi 300.000 eksemplar.
    Selama lima tahun pula Dahlan Iskan membentuk Jawa Pos News Network (JPNN) salah satu jaringan surat kabar yang paling besar di seluruh Nusantara yang memiliki 80 surat kabar, tabloid, dan majalah serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Dahlan iklan mengubah koran lokal menjadi koran nasional yang memiliki banyak pelanggan.
    Berkat kepemimpinan Dahlan Iskan, kini Jawa Pos terus berkembang. Dapat dilihat dari kinerja para karyawan yang terus melakukan inovasi. Koran yang dulunya menjadi bacaaan orang tua saja kini menjadi bacaan generasi muda pula. Jawa Pos menghadirkan kolom deteksi yang memuat berita dan artikel yang membahas remaja dan anak-anak muda di Surabaya. Hal ini tentu berdampak positif bagi pengembangan Jawa Pos yaitu jumlah pembacanya yang semakin bertambah dan berpotensi sebagai pelanggan tetap Jawa Pos.
    Selama menjabat menjadi direktur utama PT PLN, Dahlan Iskan membuktikan kemampuannya dalam berinovasi. Jakarta yang dulunya sering mengalami mati lampu kini mulai membenahi diri. Hal ini tentu disambut baik oleh masyarakat. Melalui inovasi yang ia buat, Dahlan Iskan mengubah pandangan masyarakat terhadap PLN dan menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap PLN.
    Dahlan Iskan mencanangkan program-program inovasi bagi PLN yang memprioritaskan pada tiga hal. Pertama adalah bagaimana mendapat pasokan gas untuk pembangkit listrik, kedua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan pengadaan trafo cadangan di gardu induk.

    d. Fungsi entrepreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Entrepreneurship menurut Hisrich,dkk (2005) adalah jiwa enterpreneur yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas serta kemampuan managerial yang di butuhkan seorang entrepreneur. Entrepreneur sendiri adalah pengusaha. Bagi Ekonom Austria Joseph Schumpeter entrepreneurship ditekankan pada inovasi yang meliputi produk baru, metode produksi baru, pasar baru, bentuk baru dari organisasi.
    Dengan adanya entrepreneurship dalam jiwa pemimpin atau pengusaha akan memberikan dampak yang sangat baik bagi perkembangan korporat itu sendiri. Jiwa entrepreneurship membuat pemimpin melakukan inovasi yang dapat mempengaruhi budaya korporat yang di bangunnya. Seperti inovasi yang dilakukan Putra Sampoerna. Ciputra dan Dahlan Iskan menunjukkan bahwa dengan adanya inovasi yang baik terbentuklah perusahaan yang besar. Jiwa entrepeneurship yang mereka bangun melahirkan budaya korporat yang diikuti dan dijiwai oleh para karyawan, sehingga kinerja karyawan semakin baik seiring sejalan dengan budaya korporat.
    Pemimpin yang memiliki jiwa entrepeneurship memiliki peran dalam mempengaruhi orang-orang yang berada di sekelilingnya untuk tetap menjalankan budaya yang telah dianut dan diajalankan oleh perusahaan. Inovasi yang dihasilkan dari jiwa entrepeneurship membuat perusahaan akan tetap stabil dan tidak tergeser oleh pesaing bisnis atau kompetitor-kompetitor lain.
    Referensi
    Hisrich, R.D. dkk., 2005. Entrepreneurship. sixth edition. New York: McGraw-Hill
    Kertajaya, Hermawan.2005.4g Marketing: A90-Year Journey in Creating Everlasting Brands.Jakarta: MarkPlus&Co.
    Roger, Everett M. 1983. Diffusion of Innovation.Canada: Thee Free Press of Macmillan Publishing Co.
    http://blog.beswandjarum.com/fajartungguljati/2011/01/06/manajemen-strategik-pthm-sampoerna/
    http://www.tanadisantoso.com/v50/BookReview/index.php?act=detail&rid=41
    http://tempointeraktif.com/khusus/selusur/merk.tua/page02.php
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    http://www.kabarbisnis.com/read/288308

  18. 18
    Ayu Septi Ayu Septi Said: @12:36 pm 

    Ayu Septi Wulandari
    070710008

    A. Produk “A mild” yang berasal dari PT Sampoerna tbk ini adalah salah satu produk yang mendunia. Produk ini juga telah semakin berkembang dengan pesat. Walaupun banyak slogan yang menyatakan bahwa merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung dan sebagainya. Namun, PT ini dari generasi ke generasinya pun berkembang dengan baik. Seperti halnya pada generasi ketiga sampoerna ini. Dimana doktrin yang menyatakan bahwa generasi pertama melahirkan, generasi kedua membesarkan dan generasi ketiga menghancurkan. Namun, doktrin itu dapat dibantahkan oleh putra sampoerna. Dengan membenahi proses bisnis menjadi lebih rapi, menggunakan pendekatan marketing dan branding, serta membangun sistem manajemen informasi, Putera Sampoerna berhasil meningkatkan penghasilan Sampoerna menjadi 38 kali lipat hanya dalam waktu 10 tahun.
    Innovation. Innovation bukan lagi sekedar ke arah ‘luar’ dengan menginovasi produk – produk yang dipasarkan, tapi juga ditanamkan dari ‘dalam’ perusahaan. Inovasi ke ‘dalam’ dimulai dari pembentukan prinsip dasar yang dipegang oleh perusahaan dan menjadi jiwa dalam kesehariannya. Inovasi dari dalam ini akan terus berjalan membentuk inovasi ke ‘luar’ untuk mempertahankan market yang telah dikuasai dengan meluncurkan produk – produk yang mencerminkan prinsip perusahaan tersebut dan mampu merebut hati para konsumen. Satu contoh kasus inovasi Sampoerna yang kini telah menjadi cerita legenda dalam industri pemasaran di tanah air adalah peluncuran A Mild produ rokok low tar low nicotine (LTLN) pertama di Indonesia. Adanya persaingan yang kian ketat di pasar kretek bernikotin tinggi dan adanya tren global ke arah konsumsi rokok rendah tar dan nikotin, mendorong Sampoerna untuk menciptakan kategori baru rokok LTLN pada tahun 1989. Sebuah langkah terobosan yang pada masa itu sama sekali tak terpikirkan oleh pesaing.
    Tidak cukup sampai di situ langkah invoasi Sampoerna juga terbaca dari evolusi kampanya branding A Mild dari “How Low Can You Go?” menjadi “Bukan Basa Basi”. Pada saat kampanye “How Low Can You Go?”, A Mild lebih menonjolkan functional attribute dengan menawarkan rokok dengan kadar tar dan nikotin yang paling rendah waktu itu. Seperti kita tahu kampanye ini menuai sukses luar biasa ketika diluncurkan pada awal tahun 1990-an. Namun, begitu kampanye “Bukan Basa Basi” meluncur, orientasinya kemudian berubah 180 derajat, A Mild kemudian tak lagi menonjolkan functional attribute tapi menonjolkan emotional attribute berupa brand imagery, gaya hidup, dan ekspresi diri. Dengan langkah inovatif ini, sekali lagi Sampoerna menentukan peta permainan (industry rule of the game) dan arah industri rokok di tanah air.
    Inovasi dibidang pemasaran, Sampoerna selalu membuat terobosan yang tidak terpikirkan oleh perusahaan lain, misalnya membuat even musik internasional seperti konser Al Jerrau dan George Benson. Perusahaan lain terheran-heran dan akhirnya mereka mencontoh apa yang Sampoerna lakukan. Pengaruh even-even yang digelar terhadap penjualan produk tentunya tidak langsung terlihat karena terdapat marketing mix yakni promotion, place, product dan prize Itu masalah awareness yang tidak bisa ditentukan kapan bisa muncul.
    Invoasi yang dilakukan Sampoerna tentu saja tak hanya terbatas inovasi dalam produk. Yang penting dan dampaknya justru sangat luas adalah inovasi dalam teknologi, proses, sistem, strategi, dan bahkan model bisnis. Deretan inovasi ini panjang sekali, mulai dari inovasi Liem seeng Tee dalam membangun keagenan dalam pendistribusian Dji Sam Soe ditahun 1920-an; inovasi Aga Sampoerna membangun manajemen yang mendorong pendelegasian karyawan di tahun 1960-an; inovasi Putera Sampoerna mengembangkan sistem distribusi langsung, membangun corporate brand “HM Sampoerna,” dan pembenahan proses di fasilitas produksi Sukorejo. Dan yang tak boleh dilupakan tentu saja adalah inovasi “raksasa” berupa perubahan model bisnis Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company,” pada awal tahun 1990-an yang pengaruhnya sangat luas ke seluruh aspek operasional perusahaan. Dalam setiap inovasi yang dilakukan, sampoerna selalu saja mampu menbaca pergeseran industri dan pasar, kemudian mengambil manfaat dari pergeseran itu. Karenanya tak heran kalau Putera sampoerna mengatakan “Innovation means recognizing the environment and opportunity, and make changes necessary to grab the opportunity”.
    B. Ciputra: Menurut Ciputra, Indonesia membutuhkan Inovatif entrepreneur, artinya entrepreneur yang mampu menciptakan nilai tambah (value added), bukan sekedar entrepreneur yang bertipe “broker” atau “berdagang”. Bukan berarti berdagang atau menjadi broker/perantara bisnis tidak termasuk kategori wirausaha. Akan tetapi, dengan menjadi inovatif entrepreneur inilah nilai value added yang terengkuh lebih maksimal, baik dari sisi daya tahan menghadapi persaingan karena barang dan jasa yang diciptakan nilai tambahnya tinggi sehingga susah ditiru pesaing, maupun dalam hal penyerapan tenaga kerja, biasanya tenaga kerja yang diserap lebih banyak ketimbang menjadi entrepreneur pedagang (trading). Idealnya untuk dapat “melahirkan” entrepreneur yang inovatif setidaknya melekat 3 L (Lahir, Lingkungan, dan Latihan). Artinya kalo seseorang dilahirkan dari keluarga yang berprofesi entrepreneur akan lebih mudah diarahkan menjadi entrepreneur. Kalau lingkungannya mendukung pengkondisian menjadi entrepreneur yang handal akan lebih baik. Apalagi kalau disamping 2L di atas, ditambah L yang ketiga atau latihan (proses dan latihan), hal ini akan semakin mempercepat lahirnya entrepreneur.
    C. Dahlan Iskan: Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki 134 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.

  19. 19
    Ayu Septi Ayu Septi Said: @12:37 pm 

    http://ririlasmeng.blogspot.com/ diakses pada tanggal 29-06-2011 pukul 21.00
    http://titimatra.blogspot.com/2009/06/sampoerna-perjalanan-menuju-perusahaan.html. Diakses pada tanggal 29-06-2011 pukul 21.00
    http://id.wikipedia.org/wiki/Dahlan_Iskan diakses. pada tanggal 29-06-2011 pukul 21.15

  20. 20
    NOVI SELIYANA   070915066 NOVI SELIYANA 070915066 Said: @12:39 pm 

    JAWABAN UAS BUDAYA KORPORAT NOMOR 3

    “Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan”.
    Itulah pepatah yang sering menjadi mitos menakutkan dalam ranah bisnis keluarga. Banyak pelaku korporat beranggapan demikian karena memang banyak ditemukan di lapangan bahwa bisnis keluarga yang dikembangkan secara turun menurun akan mengalami penurunan skala kesuksesan korporat pada setiap generasinya. Generasi pertama dianggap sebagai tombak utama lahirnya sebuah korporasi. Generasi kedua berperan sebagai “turbin” penggerak dan pengembang. Kemudian generasi ketiga seringkali menjadi tombak “penusuk” yang menghancurkan korporasi tersebut.
    Namun, mitos dunia korporasi tersebut bukanlah mitos yang terjadi secara general dan mutlak. Menurut beberapa pakar dan ahli, inovasi merupakan salah satu kunci mencapai kesuksesan dalam dunia korporasi. Inovasi menjadi sangat penting untuk diterapkan dalam sebuah korporasi karena konsumen selalu mempunyai kecenderungan untuk “meminta” hal-hal yang baru. Hal serupa juga disebutkan oleh Theodore Levvit dalam buku Sinha yang diluncurkan pada tahun 2004. Dia menyebutkan bahwa sebuah korporasi harus senantiasa memperbaharui produk-produknya, memperbaharui ide-idenya, demi memenuhi kebutuhan konsumen. Selain Theodore Levvit, peranan penting inovasi juga dikemukakan oleh salah satu ahli bisnis, Dave Pollard. Dia berani menyebutkan bahwa inovasi merupakan unsur paling krusial untuk mencapai sebuah kesuksesan bisnis (Pollard, 2004).
    Mungkin banyak ahli yang dengan mudahnya mengatakan bahwa berinovasi merupakan kunci untuk mencapai kesuksesan bisnis. Namun, pada prakteknya, menjadi “beda” itu tidaklah mudah. Inovasi membutuhkan banyak “bumbu” untuk meraciknya. Pengelolaan sumber daya (resources), kemampuan membaca peluang pasar, kemampuan membaca apa yang sedang menjadi kebutuhan konsumen, serta pemanfaatan sumber daya yang optimal dan cermat, dapat menjadikan inovasi menjadi kenyataan (Gupta, 2007). Selain hal-hal tersebut, untuk menciptakan inovasi, seseorang perlu memiliki modal utama yakni keberanian. Seperti yang disebutkan Hermawan Kartajaya dalam blog resmi milik Mohammad Adib, inovasi hanya bisa terjadi bila dibarengi dengan keberanian pelakunya untuk mengambil resiko dalam menjalankan ide bisnis dari nol. Modal keberanian inilah yang seringkali menjadi momok bagi para pembisnis. Mereka seringkali hanya senang berada di level aman dan tidak berani menjalankan hal-hal baru. Fenomena inilah yang menjadikan sebuah korporasi tidak berkembang.
    Sebuah inovasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Menurut White dan Bruton (2007), inovasi dalam sebuah korporasi dapat dilakukan melalui dua jalur, yakni inovasi internal dan inovasi eksternal. Berikut adalah penjelasannya :
    1.Inovasi internal
    Inovasi internal melibatkan seluruh aspek dan anggota dalam korporasi (segi internal perusahaan). Setiap aspek dalam perusahaan harus saling mendukung satu sama lain agar inovasi dapat tercipta dengan baik (Stamm, 2008). Bisa dibayangkan jika ada salah satu aspek dalam perusahaan (misalnya, Sumber Daya Manusia) tidak mendukung berjalannya sebuah penciptaan inovasi. Maka dapat dipastikan bahwa inovasi tidak akan tercipta dengan matang dan lancar. Maka dari itulah, peranan kerjasama internal perusahaan sangatlah penting dalam mendukung terciptanya sebuah inovasi. Berikut adalah aspek-aspek yang dibutuhkan dalam segi internal perusahaan guna mencapai inovasi :
    a.Kepemimpinan : kepemimpinan dalam perusahaan harus prima karena merupakan penggerak utama munculnya sebuah inovasi.
    b.Keterlibatan : dibutuhkan keterlibatan dari seluruh aspek dalam sebuah perusahaan untuk menciptakan inovasi.
    c.Pengetahuan : bukan hanya bermodal keberanian belaka. Inovasi juga dapat tercipta dengan pengetahuan yang baik mengenai bagaimana peluang pasar, apa yang sedang dibutuhkan konsumen, dan sebagainya.
    d.Keterpaduan : tidak hanya keterlibatan. Keterpaduan juga dibutuhkan bila menginginkan inovasi tercipta. Keterpaduan berbeda dengan keterlibatan. Keterpaduan lebih berorientasi pada keselarasan dan keseimbangan pada setiap aspek di dalam perusahaan.

    2.Inovasi eksternal
    Inovasi juga dapat dilakukan perusahaan dengan cara melakukan kerjasama dengan pihak luar (eksternal) dari perusahaan. Pihak eksternal ini bisa berupa perusahaan lain, investor, penanam saham, dan sebagainya. Inovasi eksternal dapat dilakukan dengan beberapa cara yakni yang pertama adalah aliansi. Aliansi adalah kerjasama yang terjalin antar perusahaan yang berkaitan dengan aspek strategik maupun non-strategik. Strategi kedua adalah merger, yakni menggabungkan dua perusahaan menjadi satu agar kekuatan perusahaan semakin meningkat. Strategi terakhir adalah akuisisi. Akuisisi merupakan konsep pengambil-alihan sebuah perusahaan dengan cara memebeli saham atau aset dari perusahaan tersebut, dengan tidak menghilangkan atau melenyapkan perusahaan tadi (White and Bruton, 2007).

    3 a.Peranan inovasi A Mild yang dilakukan oleh Putera Sampoerna
    Dari deskripsi di atas, dapat diketahui bersama bahwa peranan inovasi sangat penting bagi keberlangsungan sebuah perusahaan. Dengan adanya inovasi, generasi ketiga tidak lagi bersifat menghancurkan. Hal inilah yang terjadi pada Putera Sampoerna, yang notabene merupakan generasi ketiga dari keluarga Sampoerna. Dalam mengelola perusahaan warisan keluarganya, Putera berhasil melakukan inovasi-inovasi sehingga mampu mempertahankan perusahaan keluarganya dan mengalahkan ancaman dari luar perusahaan. Dalam tulisan Hermawan Kartajaya, Pak Putera menyebutkan “I don’t want to make it happen”. Pak Putera, yang terkenal pekerja keras ini, tidak menginginkan doktrin “Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan” terjadi di dalam perusahaan keluarganya. Dia selalu membuat inovasi-inovasi guna mempertahankan dan terus mengembangkan kesuksesan yang telah dirintis dengan susah payah oleh kedua generasi sebelumnya yakni, Lim Seng Tee (kakeknya) dan Lim Swie Ling (ayahnya).
    Inovasi yang dilakukan Putera Sampoerna adalah dengan meluncurkan produk baru “A Mild”. Inovasi ini dilakukan dengan penuh resiko. Putera Sampoerna, dalam artikel milik Hermawan Kartajaya, mengubah seluruh kebiasaan yang ada di Sampoerna sebelumnya. Dia juga pernah “utang bank”, yang notabene belum pernah dilakukan oleh kedua generasi sebelumnya. Pak Putera juga menjalankan inovasi dalam bentuk iklan produk dan promosi A Mild. Pak Putera juga mengganti model distribusi perusahaan dari model distributor menjadi brand management (madib.blog.unair.ac.id). Selain itu, Pak Putera juga menerapkan go public, yakni menyerahkan seluruh kedaulatan kepada pihak di luar perusahaan dan juga yang paling kontroversial adalah Pak Putera menjual seluruh perusahaan ketika harga saham sedang bagus-bagusnya. Resiko-resiko yang diambil oleh Pak Putera ini terbukti menghasilkan inovasi-inovasi yang menjadikan perusahaannya sukses hingga saat ini.
    Inovasi-inovasi yang dilakukan Putera Sampoerna sangat banyak. PT. HM Sampoerna menggunakan blue ocean strategy. Prof. W. Chan Kim dan Renee Mauborgne dalam buku terbarunya, Blue Ocean Strategy (2005), menyebutkan bahwa blue ocean startegy merupakan kawasan damai tanpa pesaing. PT. HM Sampoerna mampu melakukan strategi ini dengan menciptakan inovasi yang unggul, A Mild, sehingga mampu keluar dari persaingan. Inovasi ini bukan hanya melahirkan temuan-temuan baru, namun juga melahirkan lompatan milai tambah bagi pembeli maupun perusahaan, sehingga inovasi baru tersebut tidak memiliki pesaing dan menjadi pioner di dunia korporasi. A Mild merupakan inovasi terbaru dan satu-satunya di dunia bisnis rokok. Tidak seperti kategori-kategori rokok yang telah ada sebelumnya (sigaret keretek tangan, sigaret keretek mesin reguler, dan sigaret putih mesin), Sampoerna menciptakan inovasi baru di dunia perkeretekan, yakni sigaret keretek mesin mild. Produk ini dikatakan inovasi karena merupakan produk satu-satunya yang berkonsep sigaret keretek mesin mild. A Mild yang notabene merupakan rokok rendah nikotin (low tar nicotine) pertama di Indonesia, berhasil menggebrak dunia korporasi. Dengan komposisi produk tar/nikotin 14 mg/1.0 mg, kemasan isi yang berkurang menjadi 16 batang, pergantian motto kampanye dari Taste of the future menjadi How low can you go, yang berarti Sampoerna lebih mengutamakan kesehatan konsumennya dengan menciptakan rokok rendah nikotin, pembuatan produksi iklan yang unik lain daripada yang lain dan menggelitik, menjadikan Sampoerna dengan A Mild-nya laris di pasaran. Selain inovasi-inovasi tadi, Sampoerna juga menjadi unik dengan memberikan kemasan berbeda pada bungkus rokoknya. Sampoerna membubuhkan joke-joke yang semakin menarik konsumen untuk membeli produknya. Kepedulian Sampoerna terhadap kesehatan juga menjadi bentuk inovasi karena perusahaan-perusahaan rokok lain terbukti lebih mengutamakan profit dengan menciptakan rokok yang sarat nikotin. Tidak seperti mereka, Sampoerna memperkecil isi kemasan A Mild dari 16 batang menjadi 12 batang guna menjadikan konsumen lebih peduli terhadap kesehatannya. Bentuk customer value ini terbukti meningkatkan penjualan A Mild menjadi tiga kali lipat, dari 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dari sini sudah dapat dilihat bahwa inovasi mengambil peran penting bagi kesuksesan perusahaan Sampoerna. Pada tahun 1996, A Mild mampu menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, setara dengan 4,59% total penjualan rokok nasional. Pada tahun 2005, rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional. Hingga kini A-Mild telah menjadi salah satu produk unggulan dari Sampoerna dengan penguasaan pasar sekitar 50%.
    Berkat usaha menciptakan inovasi selama 2 tahun serta pengeluaran modal yang tidak kecil, Sampoerna mampu menguasai korporasi keretek di Indonesia dengan A Mild nya. Sampoerna dapat mengatasi perubahan di luar korporatnya karena dia merupakan pioner atau inovator yang pasti menang. Pioner menjadi pemegang pertama suatu produk sehingga dapat secara langsung terbebas dari persaingan. Dengan inovasi-inovasinya, Putera Sampoerna mampu menghapus doktrin “Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan” di dalam bisnis keluarganya. Dia bukan generasi ketiga yang menghancurkan. Dia generasi ketiga yang menjanjikan!

    3 b.Peranan inovasi yang dilakukan Ciputra
    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa inovasi memegang andil besar terhadap keberhasilan sebuah perusahaan. Tanpa adanya inovasi, suatu perusahaan hanya menjadi “pupuk bawang” dalam dunia perbisnisan. Selain Putera Sampoerna, terdapat satu lagi tokoh bangsa yang berhasil membentuk inovasi yang menyukseskan usahanya. Dia adalah Ir. Ciputra.
    Sang Pelopor bidang properti ini berhasil menerapkan inovasi bidang proses dan organisasional, yang notabene belum banyak berkembang di Indonesia pada saat itu. Martjin Radenakers (2005) menyebutkan bahwa inovasi mempunyai beberapa tipe yang memiliki keunikan masing-masing. Tipe-tipe tersebut di antaranya inovasi produk, proses, organisasional, dan inovasi bisnis. Pak Chi, begitu beliau biasa disapa, berhasil menerapkan inovasi bidang proses dan organisasional yang sangat cocok diterapkan di negara Indonesia yang berkultur kekeluargaan.
    Kesuksesan yang diraihnya saat ini bukan tanpa usaha dan kerja keras. Pak Chi yang kini telah populer dan sukses dengan brand Ciputra, yakni namanya sendiri ini, mulai memasuki dunia korporat ketika lulus dari ITB. Disebutkan pada artikel tulisan Hermawan Kartajaya, yang dimuat di Jawa Pos periode April-Juni 2010, Pak Chi dengan beraninya “menantang” Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk menyulap Ancol. Ancol yang dulunya hanya sebuah rawa-rawa tempat pembuangan jin, kini menjadi tempat hiburan terbesar di Asia Tenggara. Kisah kesuksesan Ancol ini tak lepas dari jiwa inovator (pemberani dan cerdas) yang dimiliki Pak Chi. Seperti yang disebutkan Gupta (2007), modal utama untuk melakukan inovasi adalah keberanian yang cerdas. Inilah yang dimiliki Pak Chi. Selain itu, Pak Chi memiliki ide-ide yang cemerlang, yakni bermimpi mengubah rawa-rawa yang tidak berharga menjadi Ancol yang kini merupakan taman hiburan yang menghasilkan pundi-pundi rupiah. Inovasi tidak selalu berawal dari mimpi yang besar. Inovasi juga bisa berawal dari hal-hal kecil seperti yang dilakukan oleh Pak Chi.
    Bisnis properti Pak Chi dimulai dari sana. Idenya mengenai Ancol, menggerakkan pemerintah DKI Jakarta untuk mendirikan sebuah BUMD yang khusus menangani proyek pembangunan Ancol. Proyek Ancol yang sukses, menjadi titik awal kesuksesannya di bidang properti.
    Bukan hanya bermodal inovasi-inovasi yang prima. Pak Chi juga merupakan seorang entrepreneurship yang senantiasa mengembangkan potensi dirinya di ranah bisnis. Jiwa entrepreneur-nya ini terlihat dari kesuksesannya mengendalikan 5 usaha bisnis properti yang elit seperti, Jaya, Metropolitan, Pondok indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra sendiri. Kesuksesannya ini merupakan hasil kolaborasi antara inovasi dan jiwa entrepreneur yang dimiliki Pak Chi. Inovasi yang dilakukan Pak Chi juga cocok dengan bidang yang ditekuninya. Seperti pendapat Josef Schumpeter (1949) bahwa kecocokan inovasi dalam suatu perusahaan merupakan kunci keberhasilan inovasi itu sendiri. Pak Chi terbukti mampu mengembangkan inovasi-inovasinya sehingga usaha propertinya kini telah melanglang buana.
    Usaha yang telah dirintis selama 30 tahun ini, dulunya dimulai Pak Chi dengan menjadi eksekutif di Jaya Group sambil menanam saham. Sepuluh tahun berikutnya, beliau berbisnis dengan teman-temannya untuk membuat “Sang Pelopor” group. Sepuluh tahun terakhir and beyond berbisnis bersama keluarga sendiri. Kini kesuksesan Ciputra tidak dinikmatinya sendiri. Pak Chi kini sering terlibat untuk membantu orang-orang Indonesia yang mempunyai lahan bisnis namun tidak mengerti bagaimana cara mengolahnya. Berkat inovasi dan jiwa entrepreneurnya, kini Ciputra bukan lagi sebuah nama anak manusia. Namun telah menjadi premiere brand yang dikenal banyak orang.
    (hmadib@unair.ac.id)

    3 c.Peranan inovasi yang dilakukan Dahlan Iskan
    Dahlan Iskan diangkat menjadi direktur utama PLN pada 23 Desember 2009. Kehadirannya dalam keluarga besar PLN ini banyak menimbulkan pro kontra karena dia adalah orang luar yang sama sekali tidak tahu menahu tentang seluk beluk dunia PLN. Namun, keadaan itu tidak serta merta membuatnya tidak berinovasi di bisnisnya tersebut.
    Dahlan Iskan yang merupakan bekas wartawan ini sebelumnya telah sukses dengan bisnisnya di dunia media, yakni dengan Jawa Pos Group-nya. Dia selalu menerapkan inovasi-inovasi baru pada Jawa Pos. Inovasi ini misalnya adanya kolom khusus bernama Deteksi yang mempunyai segmentasi konsumen para remaja. Inovasinya ini dipandang sangat baik karena dapat meningkatkan penjualan sekaligus minat baca remaja yang cenderung rendah. Selain itu, lulusan Hukum IAIN ini juga menciptakan inovasi pertandingan basket SMA bertajub Development Basketball League. Pertandingan basket terbesar di Indonesia ini berhasil meningkatkan bisnis Jawa Pos Group hingga 50 %.
    Cara terbaik untuk mengembangkan perusahaan adalah dengan konstan dan stabil menciptakan inovasi-inovasi baru. Hal ini dikemukakan oleh Ries dan Willem. Mereka juga berpendapat bahwa adanya inovasi-inovasi ini dapat menutup jalan masuknya pesaing-pesaing dari luar perusahaan karena inovasi membuat perusahaan memiliki keunikan tersendiri.
    Dahlan Iskan yang meniti kariernya dengan bergabung pada kompas group, kini mampu berdiri sendiri membangun keraajaan bisnisnya yang tergabung dalam suatu organisasi bisnis besar yang bernama Jawa Pos Group. Inovasi Deteksinya ini sangat bagus karena baru pertama kali dilakukan oleh sebuah perusahaan media cetak.
    Tak hanya di dunia media, Dahlan Iskan meneruskan bisnisnya di PLN, dengan menjadi direktur utamanya. Dahlan Iskan terbukti berhasil menerapkan inovasi-inovasi baru dalam PLN seperti mengatasi krisis listrik dan pemadaman bergilir. Dia juga menciptakan inovasi yakni program 100% tenaga matahari untuk pulau Bunaken, Wakatobi, Banda, Derawan, dan Raja Ampat. Berbekal pengalaman sebagai pemilik pembangkit listrik di pulau Kalimantan, dia terus menerus melakukan inovasi pada perusahaan listrik negara agar kualitas listrik negara semakin membaik.
    Kisah Dahlan Iskan ini menjadi unik karena untuk menciptakan sebuah inovasi dan pengembangan bisnis, diperlukan usaha dan kemauan yang keras. Seringkali terdapat banyak cibiran, ejekan, dan kontra dari pihak lain. Namun, dengan bermodal inovasi dan keberanian, serta kerja keras, Dahlan Iskan mampu merajai dunia media dan listrik Indonesia.

    3 d.Fungsi entrepreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Entrepreneurship merupakan jiwa kewirausahaan yang mengedepankan inovasi dan kemandirian di dalam prakteknya (Schumpeter, Joseph. A 2000). Jiwa entrepreneurship ini perlu dimiliki oleh setiap wirausaha yang ingin menciptakan sebuah lapangan kerja secara mandiri. Seorang entrepreneur harus mampu menciptakan lapangan kerja atau bisnis baru dengan karakteristik yang berbeda dari yang lain (Sketh, 1997). Perbedaan inilah yang disebut dengan inovasi. Selain harus mempunyai ide-ide inovasi yang menarik, seorang entrepreneur harus menciptakan iklim budaya korporat (perusahaan) yang positif. Seorang entrepreneur harus bisa menjalankan budaya dalam perusahaannya sendiri (Pearce&Robinson,1996:452).
    Seperti yang telah disebutkan Hermawan Kartajaya, jiwa entrepreneurship meliputi jiwa kemandirian, jiwa keberanian, dan jiwa ketidakputusasaan. Ketiganya ini harus dimiliki oleh seorang entrepreneur bila menginginkan korporatnya mencapai kesuksesan.
    Pada akhirnya, inovasi dan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai perusahaan / korporasi yang sukses. Kedua hal ini harus saling mendukung dan melengkapi satu sama lain. Jiwa entrepreneurship tidak akan berarti bila tidak dibarengi dengan adanya inovasi. Begitu pula sebaliknya. Inovasi dapat dilakukan dengan terlebih dahulu membaca peluang pasar, membaca permintaan konsumen, serta memanfaatkan sumber daya dengan seoptimal mungkin (madib.blog.unair.ac.id). Sedangkan jiwa entrepreneurship membutuhkan keberanian untuk mengambil resiko dalam memulai bisnis / usaha baru dan tentu dengan melihat peluang-peluangnya pula (Jenny, 2005).
    Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa peranan inovasi dan jiwa entrepreneurship pada sebuah korporat sangatlah penting karena dapat meningkatkan kualitas perusahaan serta menghindarkan perusahaan dari persaingan di luar korporat karena adanya inovasi yang membedakan korporat dari perusahaan lain.

    Referensi :
    Gupta Praveen. (2007). Business innovation in the 21st century. North Charleston, South Carolina: Dipak Jain, Dean Kellogg School of Management.

    Sinha, Pradip. Survival Strategies: Innovate or Die, Economic Web Institute. 2004. p.4

    Dave Pollard, A Prescription for Bussiness Innovation: Creating Technologies that solve basic Human Need, 2004.
    Sketh, Inovation for Business, 1997. Polinc Inc : London.
    http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/12/biografi-ciputra.html
    http://www.deteksijawapos.com
    http://situsresmiDBL//developmentbasketballleague//
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    http://kesuksesanciputra//ahhfgsjhrwjihrwrwf//
    http://houseofsampoerna//
    http://menjadijiwaentrepreneur//tipsandtrick//
    http://perananinovasidalamperusahaan//ahgarufgwuwfh//
    madib.unair.ac.id
    Artikel Hermawan Kartajaya
    dahlaniskan.wordpress.com/

  21. 21
    ari novitasari (070810657) ari novitasari (070810657) Said: @12:44 pm 

    Nama :Ari Novitasari
    Nim : 070810657

    Ciri paling mengesankan dari penerimaan pasar global adalah Inovasi. Inovasi lebih dari kompetisi harga, yang menjadi ciri utama proses pasar. Kompetisi memaksa perusahaan berinvestasi dalam inovasi. Kalau tidak mereka akan terancam tertinggal dan dengan demikian terlempar dari pasar.(Wolf, 2004:59). Inovasilah yang menjadi kunci penentu terciptanya keunggulan kompetitif perusahaan. Inovasi bukanlah sekedar ide brilian , inovasi bukanlah hanya bertumpu pada kampanye iklan kreatif untuk menutupi produk inferior. Inovasi haruslah dipandang sebagai suatu sweeting process mulai dari pengidentifikasian problem, pengembangan ide dan konsep produk, pemilihan konsep terbaik dan pendetailan desain produk yang merupakan solusi atau problem, sampai peluncuran produk kepasar.(Febransyah, 2009:2)

    a). Putera Sampoerna “A Mild”
    Inovasi yang dilakukan oleh Putera Sampoerna yang merupakan generasi ketiga keluarga Sampoerna mampu meruntuhkan doktrin bahwa generasi ketiga adalah generasi yang menghancurkan. Tidak ada generasi yang menghancurkan selama mereka mau dan mampu melakukan inovasi agar tidak tersingkir dari persaingan pasar. PT HM Sampoerna melakukan inovasi pada tahuin 1990-an dengan meluncurka produk kretek ringan merek Sampoerna A Mild, dimana situasi pasar rokok di Indonesia pada saat itu masih di dominasi oleh rokok kretek biasa. Sebagai pelopor produk mild di tanah air, yakni rokok rendah tar dan nikotin. Putera Sampoerna dengan kreatif mengenalkan produk rokok terbaru: A Mild. Kala itu, Putera meluncurkan A Mild sebagai rokok rendah nikotin dan “taste to the future”.
    Nilai tambah yang ditawarkan oleh produk rokok Sampoerna A mild dibandingkan dengan produk rokok yang dipasarkan pada saat itu adalah memiliki kadar nikotin yang rendah.Tar dan Nikotin merupakan senyawa kimia yang terkandung dalam tembakau yang masing-masing bersifat karsinogenik dan adiktif yang dapat menyebabkan penyakit kanker, serangan jantung, gangguan kehamilan dan lain-lain serta menimbulkan rasa ketergantungan. Sampoerna mampu membaca situasi dengan mengidentifikasi problem seiring dengan kesadaran perokok akan pentingnya mengurangi resiko penyakit dan ketergantungan akibat rokok. Maka Sampoerna dengan meluncurkan Sampoerna A Mild memposisikan diri sebagai rokok yang diharapkan mampu memeberikan pilhan pada perokok untuk mengurangi resiko penyakit dan ketergantungan akibat rokok. Selain itu kampanye iklan produk A Mild yang dikemas sedemikian kreatif dan unik mampu menarik minat calon konsumen yang meilhatnya.

    b). Ciputra Group
    Ciputra adalah mahaguru dalam dunia properti. Ia memulai usaha properti sejak tahun 1961 atau setengah abad yang lalu. Ciputra memulai dari Grup Jaya, tempat ia bermitra dengan Pemda DKI Jakarta. Tahun 1971, Ciputra mendirikan Metropolitan Kencana, bermitra dengan kawan-kawan sekolahnya. Pada tahun 1981, Ciputra membangun Grup Ciputra, perusahaan keluarga, yang dikendalikan anak, menantu, cucu, dan para profesional. Bagi Ciputra Group, untuk bisa berhasil, dibutuhkan tiga hal, yaitu wisdom, integrity, innovation.
    Inovasi harus terus dilakukan dalam berbagai aspek baik produk, sistem pengelolaan usaha, pemasaran dan lain-lain. Tujuannya adalah agar Ciputra Group selalu memiliki produk baru yang diterima oleh pasar. Karena hanya dengan inovasilah Ciputra Group akan menjadi kelompok yang terdepan dalam pengembangan dunia properti. Selain itu, bagi Ciputra inovasi begitu penting dan relevan untuk diketahui oleh setiap pegawai agar terus melakukan inovasi di wilayah kerja masing-masing. Selama ini, semangat inovasi inilah yang sebenarnya mendorong terciptanya bisnis-bisnis baru Ciputra setiap tahunnya. Namun demikian inovasi tersebut bukan semata hasil pemikiran satu orang saja dalam sebuah perusahaan. Inovasi malah akan terwujud dengan mengaturnya dalam proses management of innovation and entrepreneurship.

    c).Dahlan Iskan
    Pebisnis lain yang mampu membuktikan kesuksesannya dalam Inovasi adalah Dahlan Iskan. Dahlan Iskan adalah pebisnis yang sudah terbukti bisa membesarkan Jawa Pos seperti sekarang dan bahkan diangkat pemerintah untuk memimpin PLN seperti sekarang. Satu hal fenomenal yang dilakukan Pak Dahlan, sambil membuat koran Jawa Pos menjadi different, tapi juga membuat semua karyawan jadi agen koran. Dahlan Iskan mampu mebuat Jawa pos jadi Unik, ketika waktu Indonesia masih “sangat vertikal”, justru Jawa Pos sudah “horizontal.
    Ketika Dahlan Iskan memimpin PLN, langkah pertama yang dia lakukan ketika memasuki ruang Dirut PLN adalah memberi kepercayaan penuh kepada seluruh jajaran internal PLN tanpa melibatkan satu orang pun di luar korporat PLN. Hal tersebut dibuktikan ketika dirinya melakukan restrukturisasi dan menempatkan orang-orang PLN sendiri di semua posisi. Selain itu, berbagai inovasi berhasil dilakukan seperti pemasangan satu juta sambungan dalam sehari, manajemen keuangan yang seluruhnya melewati bank dan transparan, sampai yang terbaru adalah puasa SPPJ ( surat perintah perjalanan dinas) selama bulan Mei.

    d). Fungsi Entrepreneurship
    Richard Cantillon, seorang ekonom Irlandia yang berdiam di Perancis pada abad ke-18 mendefinisikan entrepreneurship sebagai, “The agent who buys means of production at cerium prices in order to combine them into a new product”. Dia menyatakan bahwa entrepreneur adalah seorang pengambil resiko. Tidak lama kemudian J.B Say dan Perancis menyempurnakan definisi Cantillon menjadi, “One who brings other people together in order to build a single productive organism”. Artinya entrepreneur menempati fungsi yang lebih luas. yaitu seorang yang mengorganisasikan orang lain untuk kegiatan produktif. Entrepreneurship adalah jiwa entrepreneur yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas serta kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur.
    Definisi entrepreneurship dari Ekonom Austria Joseph Schumpeter menekankan pada inovasi, seperti: produk baru, metode produksi baru, pasar baru, bentuk baru dari organisasi Kemakmuran korporat tercipta ketika inovasi-inovasi tersebut menghasilkan permintaan baru. Dari sudut pandang ini, dapat didefinisikan fungsi entrepeneur sebagai mengkombinasikan berbagai faktor input dengan cara inovatif untuk menghasilkan nilai bagi konsumen dengan harapan nilai tersebut melebihi biaya dari faktor-faktor input, sehingga menghasilkan pemasukan lebih tinggi dan berakibat terciptanya kemakmuran/kekayaan dalam pengembangan budaya korporat.

    REFERENSI:
    Wolf, Martin. 2004. Globalisasi Jalan Menuju Kesejahteraan. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia
    Febransyah, Ade. 2009. Menikmati Ketidakpastian Tahapan Kritis dalam Mendesain Kesuksesan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
    http://www.keluargaplus.com/pengembangan-diri-umum/316-grow-with-character-by-hermawan-kartajaya1-10?start=1
    http://cahyodarujati.wordpress.com/2011/04/01/rahasia-sukses-ciputra-wisdom-integrity-innovation/
    http://majulancargemilang.com/2011/05/17/definisi-entrepreneurship-intrapreneurship-entrepreneurial-entrepreneur/

  22. 22
    Daniel Susilo Daniel Susilo Said: @12:55 pm 

    Daniel Susilo - 070810442
    Kata inovasi dapat diartikan sebagai “proses” dan/atau “hasil” pengembangan dan/atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).

    Disini Putera Sampoerna melakukan inovasi dengan produk A Mildnya, dengan proses berpikir secara menyeluruh, dan didorong rasa ketakutan doktrin generasi ketiga menghancurkan, Putera Sampoerna mengambil langkah berani dalam berinovasi, dengan sesuatu branding yang memang baru lepas dari baying – baying Sampoerna atau pun Dji Sam Soe, dengan brand baru A Mild. Langkah frontal ini tak lepas dari inovasi dari proses berpikir yang menyeluruh dari Putera Sampoerna. Seperti yang kita tahu, inovasi dari Putera Sampoerna tak hanya pada A Mild saja, ada Sampoerna Telecom, Sampoerna Paper dll, yang memang “Keluar” dari mindset Sampoerna sebagai Pabrik rokok.

    Dalam Ciputra, ia melakukan sesuatu inovasi yakni branding, American Marketing Association (AMA) mendefiniskan branding : a brand as a “name, term, sign, symbol or design, or a combination of them intended to identify the goods and services of one seller or group of sellers and to differentiate them from those of other sellers. Atau yang secara sederhana diterjemahkan merek sebagai “nama, istilah, simbol tanda, atau desain, atau kombinasi dari mereka dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang dan jasa dari satu penjual atau kelompok penjual dan untuk membedakan mereka dari orang-orang dari penjual lain. Langkah pembedaan inilah yang membuat Ciputra sukses menggapai karir di dunia developer dan menjadi salah satu yang terkemuka. Memang pada awalnya orang bingung dengan brand Ciputra, namun dengan keuletannya, brand Ciputra menjadi salah satu brang pengembang terpercaya.

     

    Dalam Dahlan Iskan adalah sosok yang gigih dan berani mencoba serta berani untuk menerima kegagalan. Menggeluti bisnis media bukanlah sesuatu yang mudah namun dengan kerja keras ia mampu membuktikan itu semua.

     

    Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.

    Dalam melaksanakan tugasnya, mereka memiliki keberanian dalam mengambil resiko dengan perhitungan yang masuk akal serta terkendali, sehingga tidak terpaku pada rutinitas. Mereka selalu berinovasi menemukan cara terbaik untuk menyelesaikan pegawaiannya, meningkatkan kemampuan dirinya, serta meningkatkan kinerja perusahaan.  Inilah kunci dari entrepreneurship dalam pengembangan budaya korporat.

     

     

      Clark, John dan Ken Guy (1997). Innovation and Competitiveness. Technopolis. July 1997.
      DISR. (1999). Shaping Australia’s Future: Innovation - Framework Paper. Department of Industry, Science and Resources. Australia. October 1, 1999.
      Edquist, Charles. (2001). The Systems of Innovation Approach and Innovation Policy: An Account of the State of the Art. Lead paper presented at the DRUID Conference, Aalborg, June 12-15, 2001, under theme F: ‘National Systems of Innovation, Institutions and Public Policies’.

  23. 23
    Serly Novirma Sandy (070915036) Serly Novirma Sandy (070915036) Said: @12:59 pm 

    a. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, persaingan menjadi sangat meningkat. Bagaimana sebuah perusahaan dapat bertahan dan melawan saingannya. Dalam hal ini, inovasi sangat diperlukan dalam mempertahankan jalannya perusahaan. “Untuk menyelaraskan dengan ritme perubahan adalah dengan melakukan inovasi bisnis”, (Galeriukm, 2009). Inovasi merupakan hal mutlak bagi sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Seperti yang diungkapkan Schumpeter dalam Mulyono, 2008, “innovation as a process that takes an invention and develops it all the way to a marketable product and service that changes the economy”. Pernyataan “Innovate or Die” dikutip oleh banyak perusahaan untuk mengembangkan perusahaannya. “Inovasi menjadi fokus strategi utama bagi banyak perusahaan”, (Mulyono, 2008).
    “Peranan inovasi ada di dalam urat nadi dan nafas HM Sampoerna”, (Lasmeng, 2009). Inovasi selalu diterapkan Putera Sampoerna akibat budaya korporat yang sudah kuat yang dimiliki sejak generasi pertama. Doktrin generasi ketiga menghancurkan berhasil diatasi oleh Putera Sampoerna melalui inovasi yang ia lakukan. Inovasinya ditanamkan bukan hanya di luar perusahaan, tetapi juga di dalam perusahaan. Inovasi dari dalam ini akan terus berjalan membentuk inovasi keluar untuk mempertahankan market yang telah dikuasai dengan meluncurkan produk – produk yang mencerminkan prinsip perusahaan tersebut dan mampu merebut hati para konsumen, dan melalui latar belakang ini melahirkan produk A Mild. “If we can not compete with someone who already established, we have to be unique and different” kata Putera Sampoerna dalam Lasmeng, 2009.
    b. Ir. Ciputra telah mengembangkan banyak inovasi dalam perkembangan perusahaannya. Ciputra disebut-sebut telah melahirkan tujuh inovasi di bidang property dan arsitektur. Salah satu inovasinya adalah Taman Impian Jaya Ancol. Taman Impian Jaya Ancol menjadi taman rekreasi pertama dan terbesar di Indonesia. Ancol menjadi trendsetter yang banyak ditiru oleh taman rekreasi lainnya di Indonesia. “Meniru adalah proses inovatif jika yang kita lakukan adalah meniru praktik-praktik terbaik, mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi sesuatu yang lebih baik dan lebih bernilai sesuai dengan konteks usaha kita sendiri”, (Ciputra, 2011). Menurut Ciputra (2011), “inovasi di sini berarti sesuatu yang baru, berbeda, bernilai lebih, dan lain daripada pendahulunya meskipun mungkin hasil-hasil yang dicapai itu berbasiskan pendahulu yang ditiru dan diramu itu”. Inovasi menjadi hal yang penting dalam perkembangan perusahaan, dan itu sangat berlaku dalam perusahaan Ciputra.
    c. Dahlan Iskan sebagai dirut perusahaan plat merah atau PLN, telah melakukan banyak inovasi baru dalam perkembangan PLN. Dahlan Iskan yang bukan merupakan seseorang berlatarbelakang teknik atau sarjana teknik, dapat membuktikan bahwa ia mampu mengembangkan perusahaan tersebut. “Beliau mempelajari seluk beluk operasi dan cara kerja PT PLN, sehingga inovasi dan gagasan baru yang muncul tidak ngaco dan selanjutnya realistis, tentu”, (Alfiyan, 2010). Dahlan Iskan mampu membawa PLN keluar dari krisis dengan caranya sendiri. Ketika PLN tidak atau kekurangan pasokan gas (yang justru gas banyak diekspor) beliau tak kurang akal. Beliau akan mengimpor gas dari luar negeri. Nah, baru pihak yang berkaitan mau memasok gas dari dalam negeri. Salah satu inovasinya adalah ketika membuat pembangkit listrik dari aliran sungai di luar pulau Jawa dan menghentikan pembangkit diesel. Inovasi ini berhasil menghemat trilyunan rupiah. Dahlan Iskan juga melakukan sebuah inovasi besar ketika pembangkit di semarang yang sangat besar memerlukan gas yang bisa dibeli agak murah dari Petronas yang beroperasi di lautan utara Semarang dan terjadi masalah di luar kendali PLN. “Beliau tidak berteriak-terak, beliau ambil jalan keluar dengan cara menghentikan mesin tersebut dan memasok listrik di semarang dari jalur lain yang lebih murah”, (Tasmaun, 2011).
    d. Entrepreneurship, menurut Raymond W.Y. Kao dalam Ciputra (2011), “…adalah proses melakukan sesuatu yang baru [kreatif] dan sesuatu yang berbeda [inovatif] dengan tujuan menciptakan kesejahteraan untuk individu dan memberi nilai tambah bagi masyarakat. Dengan demikian, seorang entrepreneur dipahami sebagai “ a person who undertakes a wealth-creating and value-adding process, through incubating ideas, assembling resources and making things happen”. Kewirausahaan atau entrepreneurship menjadi faktor penting dalam sebuah perusahaan. Perkembangan suatu perusahaan merupakan hal penting yang harus dicapai perusahaan melalui inovasi. Sebuah inovasi hanya dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki jiwa kewirausahaan, antara lain mereka harus berani mengambil resiko, percaya diri dan berani bertanggung jawab dengan apa yang mereka putuskan. Namun perkembangan tersebut tidak akan berjalan lancar, jika tidak disertai dengan peran serta dan kerja sama seluruh karyawan perusahaan tersebut. Oleh karena hal itulah, budaya korporat menjadi sangat penting dalam sebuah perusahaan, bagaimana budaya tersebut mengatur kinerja masing-masing anggotanya dan membangkitkan rasa saling memiliki dalam perusahaan, untuk mencapai tujuan bersama.
    Referensi
    Sinha, P 2004, Survival Strategies: Innovate or Die, Economic Web Institute
    Mulyono, F 2008, “Inovasi: Sebuah Pengantar”, Jurnal Administrasi Bisnis; 2008; Vol.4, No.2; Center for Business Studies; FISIP-Unpar
    Lasmeng, R 2009, Stories: Strategies PT HM Sampoerna, diakses 30 Juni 2011 pk. 09.00, dari http://ririlasmeng.blogspot.com/
    Ciputra, 2011, Bab II : Inovasi dengan Meniru Secara Kreatif, diakses 30 Juni 2011 pk.10.00, dari http://www.ciputraentrepreneurship.com/ciputra-way/6892-bab-ii–inovasi-dengan-meniru-secara-kreatif.html
    Alfiyan, 2010, Pemimpin dan Inovasi, diakses 30 Juni 2011 pk.09.00, dari http://alfalive.wordpress.com/2010/06/14/pemimpin-dan-inovasi/
    Tasmaun, T 2011, Para Pemimpin, Belajarlah kepada Dahlan Iskan!, diakses 30 Juni 2011 pk. 10.00, dari http://birokrasi.kompasiana.com/2011/02/13/para-pemimpin-belajarlah-kepada-dahlan-iskan/
    Ciputra, 2011, Bab III : Memulai Bisnis Baru: Sepuluh Prinsip Bisnis Ciputra, diakses 30 Juni 2011 pk.10.00, dari http://www.ciputraentrepreneurship.com/ciputra-way/6892-bab-ii–inovasi-dengan-meniru-secara-kreatif.html

  24. 24
    henrida nur fajar (070710531) henrida nur fajar (070710531) Said: @1:15 pm 

    Inovasi sebagai suatu “obyek” juga memiliki arti sebagai suatu produk atau praktik baru yang tersedia bagi aplikasi, umumnya dalam suatu konteks komersial. Biasanya, beragam tingkat kebaruannya dapat dibedakan, bergantung pada konteksnya: suatu inovasi dapat bersifat baru bagi suatu perusahaan (atau “agen/aktor”), baru bagi pasar, atau negara atau daerah, atau baru secara global. Sementara itu, inovasi sebagai suatu “aktivitas” merupakan proses penciptaan inovasi, seringkali diidentifkasi dengan komersialisasi suatu invensi.
    a.Salah satu inovasi yang dilakukan oleh PT HM SAMPOERNA Tbk yang sedang dalam kepresidenan generasi Putra Sampoerna adalah Blue Ocean Strategy. BOS pada dasarnya merupakan sebuah siasat untuk menaklukan pesaing melalui tawaran fitur produk yang inovatif, dan selama ini diabaikan oleh para pesaing. Fitur produk ini biasanya juga berbeda secara radikal dengan yang selama ini sudah ada di pasar. Dengan cara seperti diatas, BOS mendorong pelakunya untuk memasuki sebuah arena pasar baru yang potensial, dan yang selama ini “dilupakan” oleh para pesaing. Penerapan BOS tersebut oleh Putra Sampoerna adalah dengan salah satunya dengan menciptakan dan memperkenalkan produk A-Mild ke pasaran.
    Peluncuran ini mengagetkan banyak pihak, terutama industri rokok saat itu. Pasalnya produk A-Mild merupakan produk yang unik, yang tidak tergolong dalam kategori manapun, dari tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Melalui A-Mild PT HM Sampoerna Tbk mengambil langkah berani untuk membuat sebuah kategori baru, yakni SKM mild. Muhammad Warsianto, salah satu tokoh di balik lahirnya A-Mild, mengatakan bahwa sejak awal A-Mild memang sudah dirancang untuk menjadi produk yang tidak ada duanya di pasar domestik saat itu.
    Namun demikian kehadiran A-Mild sebagai pelopor rokok rendah nikotin ternyata tidak langsung diikuti oleh para kompetitornya. Mereka bahkan seolah-olah mencibir pada rokok yang pertama kali mengusung motto Taste of the future itu. Tidak hanya kompetitor, konsumen pun kurang memberikan sambutan yang baik. Tidak heran, karena saat itu konsumen sudah terbiasa dengan jenis rokok yang sudah ada (SKT, SKM dan SPM), sehingga A-Mild dianggap sebagai rokok yang tidak mempunyai rasa. Padahal, tidak sedikit sumber daya dan dana yang telah dibuang untuk menciptakan jenis rokok yang memang benar-benar baru bagi industri rokok ini, bahkan termasuk di industri rokok dunia. Meskipun demikian, Putera Sampoerna yang kala itu menjabat Presiden Direktur HM Sampoerna tetap yakin dan percaya bahwa A-Mild akan berjaya. Untuk itu berbagai strategi baru pun mulai diluncurkan untuk mendukung pemasaran A-Mild. Salah satu yang dibidik adalah pada motto A-Mild.
    Tahun 1994 merupakan tahun yang menjadi cikal bakal kesuksesan A-Mild. Pasalnya di tahun tersebut, A-Mild meninggalkan motto kampanye lamanya Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go. Jika dipandang dari sisi bahasa, motto How low can you go memang lebih interakif dan provokatif. Dengan motto ini HM Sampoerna seolah-olah menantang konsumen untuk berpikir ulang mengenai jenis rokok yang mereka konsumsi. Cara ini terbukti efektif. Masih dari sumber yang sama dinyatakan bahwa tahun 1994, penjualan A-Mild melonjak tiga kali lipat, dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring dengan berjalannya waktu, penjualan A-Mild pun terus beranjak naik. Tahun 1996, A-Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Tahun-tahun berikutnya, sepertinya menjadi masa keemasan A-Mild atau rokok mild secara keseluruhan. Di tahun 2005, rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional. Hingga kini A-Mild telah menjadi salah satu produk unggulan dari HM Sampoerna dan masih duduk di singgasananya dengan penguasaan pasar sekitar 50%.
    Tidak hanya melalui motto dan iklan, HM Sampoerna juga menggunakan jalur musik dan event sebagai komponen-komponen pelengkap dalam strategi pemasarannya. Melalui project yang bertajuk A-Mild Live Soundrenaline, HM Sampoerna berusaha mendekatkan diri dengan komunitas A-Mild melalui sajian konser musik yang berkualitas.
    Dengan ini, secara tidak langsung Putra Sampoerna mematahkan kalimat “Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan.” Kalimat tersebut hendaknya tidak dijadikan sugesti bagi perusahaan lain sebagai doktrin, namun untuk upaya peningkatan kualitas produk dalam mengatasi persaingan bisnis yang semakin ketat. Salah satunya, mengaca dari apa yang telah di terapkan oleh PT HM SAMPOERNA.
    b.Untuk Dr. Ir. Ciputra, lebih disimpulkan kepada apa yang menjadi strateginya dalam memperjuangkan tujuan yang ingin dicapai. Berikut terdapat 3 strategi praktis yang ia lakukan. Pertama menghadapi masa krisis ekonomi dengan berani bersikap dan bertanggung jawab, tidak lari dari masalah dan juga tidak melarikan diri ke luar Indonesia. Memang terdapat rekan-rekan Dr. Ir. Ciputra yang merasa tidak tahan menghadapi badai krisis ekonomi lalu meninggalkan Indonesia dan melarikan diri dari permasalahan. Ada suara-suara dalam dirinya yang menganjurkan Dr. Ir. Ciputra untuk meninggalkan Indonesia namun hati nurani Dr. Ir. Ciputra mendorong untuk tetap tinggal di Indonesia dan itulah yang akhirnya ia putuskan. Strategi kedua yang ia lakukan adalah bertindak pro-aktif menghubungi para kreditor dan terus berunding mencari jalan keluar inovatif. Dr. Ir. Ciputra bersama tim menemui para kreditor dan membuka diri untuk dikritik dan juga dimarahi. Strategi ketiga adalah menjual aset-aset untuk menutup hutang. Ternyata dengan strategi-strategi ini seiring dengan berbagai kebijakan Pemerintah untuk menyelamatkan dunia bisnis Indonesia maka sedikit demi sedikit permasalahan hutang perusahaan dapat terselesaikan bahkan perusahaan bisa bangkit kembali mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Hari ini Grup Ciputra, Grup Metropolitan dan Grup Jaya adalah perusahaan-perusahaan nasional yang telah berhasil melalui keterpurukan masa krisis dan sedang bertumbuh kembali membangun diri menjadi perusahaan-perusahaan unggul.
    c.Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang. Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.
    Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.
    Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.
    d. Entrepreneurship adalah jiwa entrepreneur yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas serta kemampuan managerial yang dibutuhkan oleh seseorang yang ingin membangun sebuah usaha yang sesuai dengan apa yang ditujunya.
    Ciri-ciri seorang entrepreneur, Menurut Edvardson:
    1. Internal locus of control (memiliki sikap/ketetapan hati)
    2. High energy level (bersemangat tinggi)
    3. High need for achievemant (motivasi berprestasi tinggi)
    4. Tolerance for ambiguity (dapat memahami perbedaan pendapat)
    5. Self confidence (percaya diri)
    6. Action oriented (berorientasi tindakan)
    Seorang entrepreneur bersama jiwa entrepreneurship-nya, dengan kelima faktor tersebut, seorang entrepreneur berpotensi besar menciptakan sebuah peluang keberhasilan terhadap usaha yang ditanganinya. Jadi dengan modal baik intelektual maupun finansial, sebuah korporasi dan budayanya dapat dkembangkan sedemikian hingga sampai melampaui garis finish, dalam arti tidak hanya dalam mencapai tujuan perusahaan itu sendiri, tetapi juga terus meng-inovasi apa yang telah dicapai.
    Referensi :
    Kim, W. Chan, & Renee, Mauborgne. 2006. “Blue Ocean Strategy (Strategi Samudera Biru)”. Jakarta : Serambi Ilmu Semesta
    Wikipedia.org
    Wordpress.com
    Wordpress.com/2009/12/10/strategi-a-mild-pt-hm-sampoerna-tbk-wujud-nyata-keberhasilan-blue-ocean-strategy-di-indonesia/
    Lambing, Peggy (2000). Entrepreneurship. Upper Sadle River: Prentice Hall

  25. 25
    M. Febryansyah Yugo Saputra M. Febryansyah Yugo Saputra Said: @1:22 pm 

    M. Febryansyah Yugo Saputra
    070917037

    Kata inovasi dapat diartikan sebagai “proses” dan atau “hasil” pengembangan dan/atau pemanfaatan / mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial)

    Inovasi sebagai suatu “obyek” juga memiliki arti sebagai suatu produk atau praktik baru yang tersedia bagi aplikasi, umumnya dalam suatu konteks komersial. Biasanya, beragam tingkat kebaruannya dapat dibedakan, bergantung pada konteksnya: suatu inovasi dapat bersifat baru bagi suatu perusahaan (atau “agen/aktor”), baru bagi pasar, atau negara atau daerah, atau baru secara global. Sementara itu, inovasi sebagai suatu “aktivitas” merupakan proses penciptaan inovasi, seringkali diidentifkasi dengan komersialisasi suatu invensi

    Inovasi adalah tentang menempatkan ide-ide untuk bekerja. Ini adalah proses di mana perusahaan, industri dan pemerintah menambah nilai melalui eksploitasi sukses dari sebuah ide baru untuk kepentingan sebagian atau seluruh bisnis, industri atau bangsa. Ini mencakup berbagai ide-ide berbasis proses perbaikan, termasuk perubahan teknologi, dan perbaikan dalam organisasi, kegiatan keuangan dan komersial.”
    (DISR, 1999: Shaping Australia’s Future: Innovation – Framework Paper);

    Dari sisi profesionalisme, generasi ketiga memang tidak bisa diragukan, Tapi, manakala memutuskan suatu perkara yang menyangkut keluarga di dalam perusahaan itu, mereka tidak akan independen lagi. Good governance akan menemukan kesulitan pada perusahaan keluarga.

    a.) Inovasi putera sampurna dalam produk A’ Mild

    kisah pendiri dan penerus pelbagai perusahaan berusia tua sungguh berwarna. Ada Liem Seeng Tee yang jatuh-bangun mempertahankan rokok kretek Dji Sam Soe melewati masa penjajahan Jepang dan kemerdekaan. Putranya, Aga Sampoerna, berhasil membangun kembali Sampoerna dengan tetap mengandalkan Dji Sam Soe.

    Perusahaan ini makin berkibar pada generasi ketiga di tangan Putera Sampoerna. Tapi kunci keberhasilan Sampoerna sesungguhnya adalah inovasi. Ketika aturan rokok makin ketat, Sampoerna merilis Sampoerna A Mild pada 1989. Pada mulanya, Sampoerna memakai tagline ”Taste of the future” untuk menunjukkan tren baru rokok.

    Tapi tak serta-merta A Mild sukses. Produk ini baru berhasil merasuk ke pelanggan, terutama kalangan muda, setelah tagline-nya diubah menjadi ”How low can you go”. Pilihan itu bukan hal yang mudah. Rokok kretek sudah identik dengan Indonesia. Bau yang menyengat, campuran cengkeh, dan kandungan nikotin yang tinggi menjadi ciri khas rokok Indonesia.

    Tapi Putera melihat ada tantangan di depan: faktor kesehatan akan menjadi momok serius. Inovasi A Mild pada mulanya terasa aneh, tapi belakangan para pesaingnya terpaksa mengikutinya, justru ketika Sampoerna sudah melangkah jauh. Djarum dan Bentoel baru ”ikut” delapan tahun setelah Sampoerna. Gudang Garam bahkan baru masuk pada 2002.

    Putera agaknya juga melihat rokok merupakan sunset industry: baik karena alasan kesehatan maupun karena alasan ekonomi (pajak). Maka, pada 2005, Putera melego Sampoerna ke Philip Morris US$ 2 miliar.

    B.) Inovasi ciputra

    Di Indonesia Ciputra sering dikatakan telah melakukan tujuh inovasi di bidang property/arsitektur. Salah satu inovasinya yang dianggap fenomenal adalah Taman Impian Jaya Ancol yang merupakan taman rekreasi pertama yang menggunakan berbagai tema. Ternyata belakangan ini Taman Impian Jaya Ancol beserta Dunia Fantasi-nya ditiru oleh pengembang lain. Itu ditiru bukan untuk membuat taman rekreasi, melainkan untuk membuat perumahan dengan berbagai tema rekreatif, seperti yang dapat dilihat di kota-kota lain di Indonesia. “Itu bagus. Kita ditiru berarti bagus. Dan kita kejar lagi. Kita harus berpikir lagi untuk bikin perubahan, bekerja keras lagi. Sekarang saya sedang membangun cita-cita untuk membuat taman rekreasi dengan tema flora dan fauna yang lima kali lebih besar dari Taman Impian jaya Ancol,” kata Ciputra.

    Proses meniru praktik-praktik terbaik, lalu mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi sesuatu yang lebih baik, bagi Pak Ci dapat digolongkan sebagai sebuah inovasi. Inovasi di sini erarti sesuatu yang baru, berbeda, bernilai lebih, dan lain daripada pendahulunya meskipun mungkin hasil-hasil yang dicapai itu berbasiskan pendahulu yang ditiru dan diramu itu.

    Salah satu yang kini sedang ia gagas dan menjadi bagian dari mimpi dan ide bisnis Pak Ci adalah sebuah Taman Wisata Terpadu berskala raksasa, di atas lahan lebih dari 3000 hektar. Taman Wisata itu akan terletak di pegunungan yang modal utamanya adalah adalah gunung, udara yang sejuk, dan pemandangan alam yang asli, flora dan fauna. Semangat Pak Ci untuk mencipta sesuatu yang baru yang lebih bernilai dari yang sudah ada, tampak pada obsesinya untuk mewujudkan taman ini.

    Proses inovasi Ciputra mungkin lebih jelas dipahami dengan meminjam gagasan Paul Geroski dan Costas Markides. Beberapa waktu yang lalu, dua orang ilmuwan dari London Business School ini meluncurkan sebuah studi di jurnal Strategy Business dengan judul Colonist and Consolidator. Di sini mereka menyitir ada dua pengertian inovasi.

    Yang pertama adalah inovasi dalam bentuk invensi atau temuan baru. Ini dapat berarti sebuah penemuan yang menciptakan produk dan jasa yang sebelumnya tidak pernah ada atau dapat juga temuan terhadap suatu teknologi untuk menciptakan atau memproses sesuatu.

    Inovasi kedua, menurut Geroski dan Markides adalah proses merealisasikan sebuah temuan baru menjadi produk komersial yang dapat diterima pasar. Jika jenis inovasi pertama sering kali dicirikan oleh kehadiran temuan itu sebagai menciptakan sesuatu dari yang sebelumnya tidak ada, inovasi jenis kedua lebih karena terdepan dalam mencapai pasar (komersialisasi).

    Selanjutnya, perkembangan pasar sebagai pendorong inovasi jenis kedua, menurut Geroski dan Markides, berlangsung dalam dua tahap.Tahap pertama adalah fase eksplorasi yang dipenuhi ketidakpastian di mana muncul perusahaan-perusahaan pionir yang dalam istilah Geroski dan Markieds disebut perusahaan kolonis, perusahaan penjelajah ide-ide dan temuan. Sedangkan fase kedua adalah ketika perusahaan-perusahaan pionir saling bersaing dengan model bisnis masing-masing sambil belajar dari bertemunya permintaan dan penawaran di pasar yang sedang bertumbuh. Pada tahap ini, perusahaan yang menjadi pemenang adalah perusahaan yang bertipe konsolidator, perusahaan yang mampu mengkonsolidasikan praktik-praktik terbaik untuk menghasilkan produk yang secara komersial terdepan memasuki pasar. Menurut Geroski dan Markides, apa yang dilakukan perusahaan konsolidator ini dapat juga disebut sebagai inovasi.

    Studi Geroski dan Markides ini dengan sendirinya membenarkan pendapat Ciputra bahwa inovasi juga adalah proses meniru dan meramu berbagai praktik-praktik terbaik untuk menghasilkan produk atau jasa yang baru yang lebih baik dan bernilai dari yang ditirunya. Studi Geroski dan Markides memang lebih menggambarkan proses inovasi di kalangan korporasi. Namun, para entrepreneur pun dapat belajar darinya dalam skala dan bisnis yang diminatinya.

    C.) Inovasi dahlan iskan

    Jika dalam tulisan saya sebelumnya mendeskripsikan inovasi – inovasi penerus perusahaan dalam generasi ketiga menggunakan refrensi dari berbagai sumber, saat ini saya akan menjelaskan inovasi seorang dahlan iskan sesuai dengan apa yang saya tahu, mengingat 2 tahun ini saya pernah bekerja sebagai video journalist di stasiun televisi yang bergabung dalam Jawa Pos Group naungan dari Dahlan Iskan juga.
    Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki 134 surat kabar, tabloid, dan majalah[2], serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti beberapa stasiun televisi lokal di berbagai penjuru Indonesia.

    Motivasi yang keras membuat semua yang diharapkan oleh Dahlan Iskan seakan menjadi kenyataan, membaca peluang begitu juga dengan strategi market yang jitu membuat jawa pos seakan melesat tanpa beban.

    Nampaknya basic sebagai seorang jurnalis handal yang membuat semua berjalan lancar, ditambah lagi minat penerus generasi Jawa Pos Asrul Ananda juga melanjutkan nya secara gemilang.

    Inovasi selalu ada dalam harian jawa pos yang menyebar di berbagai penjuru kota, jika kita lihat, secara umum strategi dengan pola yang dimainkan dari Jawa Pos adalah membuat event dari Jawa Pos yang bsa diterima masyarakat sekitar, jika dulu kita tahu adanya event safety riding berhadiah, kemudian Surabaya Shopping Festival, dan yang baru – baru ini Jawa Pos For Her dan juga event Festival Pasar Surabaya (FPS) , hal ini dibuat mungkin dengan landasan menggugah masyarakat umum agar bisa menikmati event tersebut dan juga secara tidak langsung berimbas pada penjualan Koran yang dibuat.

    Dan tidak berhenti pada generasi dahlan iskan, namun generasi selanjutnya yaitu putra dari Dahlan Iskan, Asrul Ananda juga meneruskan dengan membuat event DBL hingga saat ini NBL dengan sangat matang sehingga berthan dan juga berkembang sampai saat ini.

    D.) Fungsi entrepreneur dalam pengembangan Budaya Korporat

    Peran entrepreneur sebagai inovator tampaknya lebih dominan pada jenis inovasi yang kedua. Sedangkan pada inovasi jenis pertama para ilmuwanlah yang jadi penentunya. Menurut Geroski dan Markides, dalam inovasi jenis kedua yang terjadi sesungguhnya adalah proses belajar, baik oleh para entrepreneur sebagai produsen maupun para konsumen sebagai sumber ide bisnis.

    Pembangunan karakter kerja yang efektif adalah melalui penanaman nilai-nilai budaya yang dikehendaki ke dalam mindset dan kepribadian karyawan dan pimpinan. Jelas, persoalan penanaman nilai-nilai budaya perusahaan ke dalam karakter kerja memerlukan tekad dan upaya tanpa henti dan bersifat terus-menerus seumur hidup perusahaan.

    Secara formal sangatlah mudah untuk perusahaan membuat budaya perusahaan, kode etik, sistem manajemen, good corporate governance, standar mutu kerja, standar mutu pelayanan, dan lain sebagainya. Dan tantangan akan muncul saat semua yang formal tersebut harus dikarakterkan ke dalam kepribadian setiap orang di tempat kerja. Proses pengkarakteran nilai-nilai budaya perusahaan ke dalam kepribadian individu adalah proses tersulit yang memerlukan kerja keras dalam disiplin yang tinggi.
    Pada umumnya, perusahaan akan selalu sangat cerdas dalam membangun budaya perusahaan yang formal, dan akan sangat kesulitan dalam pengembangan karakter kerja karyawan dan pimpinan berdasarkan nilai-nilai budaya perusahaan. Hal ini disebabkan oleh sikap yang meremehkan tentang peran karakter kerja individu dalam mengaktifkan nilai-nilai budaya perusahaan. Budaya perusahaan tidak ditentukan oleh bunyi dari rangkaian kata-kata yang tertulis di dalam budaya perusahaan, tapi sangat ditentukan oleh karakter individu yang bisa memainkan peran dan fungsi pekerjaannya di tempat kerja sesuai dengan kata-kata yang ada di dalam budaya perusahaan.

    refrensi :

    http://tempointeraktif.com/khusus/selusur/merk.tua/page02.php

    http://www.sampoerna.com

    http://id.wikipedia.org/wiki/Dahlan_Iskan

  26. 26
    Ayu Agustina Lestari Ayu Agustina Lestari Said: @1:52 pm 

    pak ini saya perbaruhi boleh yaa pak..///
    Please…!!!!

    UAS
    BUDAYA KORPORAT
    Nama : Ayu Agustina Lestari
    NIM : 070810444

    mitos bisnis tak bisa berlaku untuk entrepreneur sejati
    (Generasi ketiga ternyata tak menghancurkan, dan generasi pertama tak hanya membangun)

    Inovasi, merupakan suatu pembaharuan yang, dan merupakan suatu pememuan yang baru. Inovasi sering dihubungkan dengan suatu hal-hal baru yang dimana yang kreatif . Inovasi dapat diartikan sebagai “proses” dan/atau “hasil” pengembangan dan/atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).
    Adanya suatu pernyataan atau suatu mitos yang sering terjadi di dunia pebisnis bahwasannya “generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan ketiga menghancurkan” hal tersebut tidak sepenuhnya dapat di terima secara mentah mentah. Sebagai buktinya putra dari Sampoerna yang merupakan generasi ketiga dari keluarga besar Sampoerna. Dapat menepis mitos yang terjadi tersebut. Dengan inovasinya untuk membuat produk baru A Mild yang banyak laku dipasaran terhitung sukses. Selain itu
    Putera Sampoerna, yang merupakan generasi ketiga keluarga sampoerna tersebut mampu mengguncang dunia bisnis Indonesia dengan menjual seluruh saham keluarganya di PT HM Sampoerna senilai Rp18,5 triliun, pada saat kinerjanya baik. Selain itu Putera Sampoerna terkenal sebagai seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan.
    Putera Sampoerna juga mampu membuat sensasi (tapi terukur)dalam dunia bisnis. Sehingga pantas saja Warta Ekonomi menobatkan putra Liem Swie Ling (Aga Sampoerna) ini sebagai salah seorang Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005. Majalah Forbes menempatkannya dalam peringkat ke-13 Southeast Asia’s 40 Richest 2004.
    Dahlan Ciputra merupakan generasi pertama yang berhasil dalam menjalankan dunia bisnisnya. Begitu pula Ciputra. Tokoh tokoh pebisnis tersebut bukan hanya merupakan pendiri dari perusahaan tersebut, melaikan juga berperan dalam membesarkan dan mengembangkan sayap perusahaan.
    a) Peran inovasi dalam oleh generasi ke tiga Sampoerna dengan produksi A Mild. Dengan inovasi yang dibuat mematahkan mitos yang sering berkembang di dunia bisnis bahwa generasi ke tiga adalah generasi yang berhasil memajukan industrinya dengan inovasi yang dibuatnya. Bahkan kehadiran Putera sampoerna sanagat di perhitungkan di dunia bisnis.
    b) Ciputra merupakan bisnisman yang berhasil dalam menjalankan kehidupan bisnisnya dengan yangb pertamanya adalah ancol, yang berhasil dan kemudian berhasil mengembangkan sayap bisnis nya dibidang yang lain, seperti di bidang pendidikan, (universitas), mall ciputra serta apartemen atau tempat hunian yang cukup diperhitungkan.
    c) Dahlan Iskan, merupakan pebisnis awal pula yang telah berhasil dengan bisnisnya. Pertama, Dahlan Iskan memulai bisnis besarnya yang berhasil di lingkungan bisnis adalah JP group kemudian D.Iskan mendapat kepercayaan untuk memegang kendali PLN.
    d) Wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007 : 18).
    Seorang entrepreneorship, sudah seharusny ditutut untyk bisa cakap dan cekatan untuk menjalankan perusahaannya. Dan seorang entrepreneur seharusnya dapat mengembangkan strategi menajemen bisnisnya dan membangun budaya perusahaan yang kondusif dan mampu membesarkan perusahaan.

    ++++++++++++++++++++
    REFERENSI
    * Clark, John dan Ken Guy (1997). Innovation and Competitiveness. Technopolis. July 1997.
    * Kumpulan Biografi dan Profil Para Tokoh Terkenal Dunia- http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/12/biografi-putera-sampoerna-pemilik-pt.html
    * Kasmir, 2007, Kewirausahaan, PT RajaGrafindo Perkasa, Jakarta.

  27. 27
    Wisyesa Syasyikirana Wisyesa Syasyikirana Said: @2:26 pm 

    Wisyesa Syasyikirana
    070915005
    Ilmu Komunikasi

    Menurut etimologi, inovasi berasal dari kata innovation yang bermakna ‘pembaharuan; perubahan (secara) baru’. Inovasi adakalanya diartikan sebagai penemuan, tetapi berbeda maknanya dengan penemuan dalam arti diskoveri atau invensi. Inovasi adalah suatu ide, produk, metode, dan seterusnya yang dirasakan sebagai sesuatu yang baru, baik berupa hasil diskoveri atau invensi yang digunakan untuk tujuan tertentu.
    Rogers dan Shoemaker mengartikan inovasi sebagai ide-ide baru, praktik-praktik baru, atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran. Pengertian baru di sini, mengandung makna bukan sekadar baru diketahui oleh pikiran (cognitive), melainkan juga baru karena belum dapat diterima secara luas oleh seluruh warga masyarakat dalam arti sikap (attitude) dan juga baru dalam pengertian belum diterima dan diterapkan oleh seluruh warga masyarakat setempat.
    Pengertian inovasi tidak hanya terbatas pada benda atau barang hasil produksi, tetapi juga mencakup sikap hidup, perilaku, atau gerakan-gerakan menuju proses perubahan di dalam segala bentuk tata kehidupan masyarakat. Jadi, secara umum, inovasi berarti suatu ide, produk, informasi teknologi, kelembagaan, perilaku, nilai-nilai, dan praktik-praktik baru yang belum banyak diketahui, diterima, dan digunakan/diterapkan oleh sebagian besar warga masyarakat dalam suatu lokalitas tertentu, yang dapat digunakan atau mendorong terjadinya perubahan-perubahan di segala aspek kehidupan masyarakat demi terwujudnya perbaikan mutu setiap individu dan seluruh warga masyarakat yang bersangkutan.
    Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi:
    1. keunggulan relatif (relative advantage)
    2. kompatibilitas (compatibility)
    3. kerumitan (complexity)
    4. kemampuan diujicobakan (trialability)
    5. kemampuan untuk diamati (observability)
    Semakin besar keunggulan relatif, kesesuaian, kemampuan untuk diujicobakan, dan kemampuan untuk diamati serta semakin kecil kerumitannya, semakin cepat inovasi dapat diadopsi.
    Rogers (1983) mengemukakan ada empat faktor yang mempengaruhi proses keputusan inovasi:
    1. struktur sosial (social structure)
    2. norma sistem (system norms)
    3. pemimpin opini (opinion leaders)
    4. agen peubah (change agent)
    Pemahaman kreatif dan inovatif sering kali dipertukarkan satu sama lain. Menurut Zimmerer dkk (2009) kreatifitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang. Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperkaya kehidupan orang-orang. Selanjutnya Ted Levitt (dalam Zimmerer, 2009) menyatakan bahwa kreatifitas memikirkan hal-hal baru dan inovasi mengerjakan hal-hal baru. Jadi kreatif adalah sifat yang selalu mencari cara-cara baru dan inovatif adalah sifat yang menerapkan solusi kreatif. Kreatif tapi tidak inovatif adalah mubazir karena ide hanya sebatas pemikiran tanpa ada realisasi.
    Studi kasus Putera Sampoerna
    Seperti yang dilansir pada Trijayanews.com Putera Sampoerna, pengusaha Indonesia kelahiran Schidam, Belanda, 13 Oktober 1947. Dia generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Adalah kakeknya Liem Seeng Tee yang mendirikan perusahaan rokok Sampoerna. Putera merupakan presiden direktur ketiga perusahaan rokok PT. HM Sampoerna itu. Dia menggantikan ayahnya Aga Sampoerna.
    Sampai dengan tahun 1989, industri rokok telah diramaikan oleh banyak produsen ternama, sebut saja Djarum, Gudang Garam, Bentoel, dan Sampoerna. Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, di akhir tahun 1989, tepatnya pada tanggal 18 Desember 1989, PT HM Sampoerna, Tbk membuat gebrakan dengan meluncurkan A-Mild ke pasaran. Peluncuran ini mengagetkan banyak pihak, terutama industri rokok saat itu. Pasalnya produk A-Mild merupakan produk yang unik, yang tidak tergolong dalam kategori manapun, dari tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Melalui A-Mild PT HM Sampoerna Tbk mengambil langkah berani untuk membuat sebuah kategori baru, yakni SKM mild. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg. Tidak hanya pada komposisi, HM Sampoerna juga melakukan perubahan pada kemasan A-Mild dengan mengurangi isi 20 batang menjadi 16 batang. Untuk inovasi produknya yang satu ini, jelas HM Sampoerna tidak main-main. Dibutuhkan waktu hingga lebih dari dua tahun untuk proses persiapannya. Maklum, saat itu tidak ada benchmark produk yang dapat dijadikan acuan, termasuk di pasar internasional. Yang ada hanya berbagai survey dan riset yang melibatkan konsumen, termasuk di antaranya uji buta yang tidak hanya dilakukan sekali, tapi beberapa kali di beberapa kota.
    Namun demikian kehadiran A-Mild sebagai pelopor rokok rendah nikotin ternyata tidak langsung diikuti oleh para kompetitornya. Mereka bahkan seolah-olah mencibir pada rokok yang pertama kali mengusung motto Taste of the future itu. Tidak hanya kompetitor, konsumen pun kurang memberikan sambutan yang baik. Tidak heran, karena saat itu konsumen sudah terbiasa dengan jenis rokok yang sudah ada (SKT, SKM dan SPM), sehingga A-Mild dianggap sebagai rokok yang tidak mempunyai rasa.
    Permintaan pasar terhadap kategori SKM mild yang semakin meningkat setiap tahunnya mulai menarik perhatian para pesaing HM Sampoerna. Mereka mulai menyadari adanya potensi market yang besar dari kategori ini. Setelah lebih dari lima tahun A-Mild menjadi penguasa tunggal di kategori SKM mild, akhirnya di tahun 1997, secara hampir bersamaan, dua musuh bebuyutan HM Sampoerna, PT Djarum dan PT Bentoel Prima, ikut mencari peruntungan di kategori ini. Djarum mengusung merek LA Lights, sedangkan Bentoel Prima mengibarkan Star Mild.
    Pada kemunculannya, Star Mild mencoba membuat diferensiasi dengan kembali menciptakan produk dengan kandungan tar dan nikotin yang lebih rendah lagi, yakni 12 mg dan 0,9 mg. Diferensiasi ini yang kemudian dijadikan senjata untuk menantang A-Mild lewat mottonya yang bertema: Lower than low. Dikarenakan pasar sudah relatif terbentuk, Star Mild dapat lebih cepat diterima pasar. Diferensiasi lainnya dilakukan pada harga, di mana harga Star Mild berada di bawah harga A-Mild sehingga memungkinkan jangkauan pasar yang lebih luas.
    Menghadapi tantangan ini, HM Sampoerna tidak kehabisan ide dan strategi. Menyadari bahwa motto merupakan salah satu faktor yang dapat menjadi daya tarik kuat terhadap pasar, HM Sampoerna mulai meluncurkan tema kampanye baru yang secara terbuka menyerang para pengekornya, lewat motto: Others can only follow. “Slogan ini bertujuan untuk semakin mengokohkan leadership A-Mild di pasar rokok mild Indonesia, karena semakin banyaknya merek rokok mild baru yang bermunculan,
    Seperti yang telah dibahas sebelumnya, pemberian motto yang tepat telah terbukti menjadi salah satu kunci sukses dari pemasaran dan penjualan A-Mild. Bagaimana tidak, lewat mottonya HM Sampoerna berhasil mempertahankan diferensiasi, menyampaikan pesan sekaligus menarik perhatian khalayak ramai di Indonesia. Berdasarkan hasil survey pustaka sejak kemunculannya di tahun 1989 sampai dengan saat ini, strategi A-Mild telah mengalami pergantian motto sebanyak lima kali, seperti yang dijabarkan di bawah ini:
    Taste of The Future (awal peluncuran, akhir 1989)
    How Low Can You Go (awal 1990-an)
    Bukan Basa Basi (sekitar 1996-2000)
    Others Can Only Follow (sekitar 2000-2005)
    Tanya Kenapa (2005-saat ini).
    Dari sini dapat terlihat bahwa motto bagi HM Sampoerna termasuk salah satu aspek yang sangat diperhatikan dan telah melekat menjadi salah satu ciri strategi bisnis A-Mild. Melalui motto-mottonya tersebut, A-Mild ingin mencetuskan bahwa brand A-Mild adalah brand yang selalu berusaha tampil beda, sesuai yang pernah dikatakan oleh Putera Sampoerna, “It is more important to be different rather than to be better”. Dan terhadap usahanya itu, HM Sampoerna berhasil. Kini A-Mild tidak hanya terkenal di kalangan konsumen sebagai rokok mild yang enak, tetapi juga terkenal di kalangan orang awam sebagai merek yang berani mengangkat hal-hal kontroversial melalui iklan-iklannya. Salah satu pelajaran penting yang dapat diambil dari evolusi motto A-Mild adalah bahwa sebuah brand juga hidup dalam persaingan di mana untuk membedakan diri dengan pesaing memerlukan kreativitas tinggi, sehingga brand performance yang diukur dari pertumbuhan penjualan dapat terus terjaga (Aidi, 2009).\
    Tidak hanya melalui motto dan iklan, HM Sampoerna juga menggunakan jalur musik dan event sebagai komponen-komponen pelengkap dalam strategi pemasarannya. Melalui project yang bertajuk A-Mild Live Soundrenaline, HM Sampoerna berusaha mendekatkan diri dengan komunitas A-Mild melalui sajian konser musik yang berkualitas.
    Putera Sampoerna, mengguncang dunia bisnis Indonesia dengan menjual seluruh saham keluarganya di PT HM Sampoerna senilai Rp18,5 triliun, pada saat kinerjanya baik. Generasi ketiga keluarga Sampoerna yang belakangan bertindak sebagai CEO Sampoerna Strategic, ini memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan.
    Belakangan publik memahami visi Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005 versi Majalah Warta Ekonomi ini ((Warta Ekonomi 28 Desember 2005). Dia melihat masa depan industri rokok di Indonesia akan makin sulit berkembang. Dia pun ingin menjemput pasar masa depan yang hanya dapat diraihnya dengan langkah kriatif dan revolusioner dalam bisnisnya. Secara revolusioner dia mengubah bisnis intinya dari bisnis rokok ke agroindustri dan infrastruktur.
    Tidak hanya gemilang dalam melakukan inovasi produk inti bisnisnya, yakni rokok, namun juga berhasil mengespansi peluang bisnis di segmen usaha lain, di antaranya dalam bidang supermarket dengan mengakuisi Alfa dan sempat mendirikan Bank Sampoerna akhir 1980-an.

    B. Studi Kasus Ciputra

    Seperti yang dilansir dalam halaman Creative Junkies Intisari edisi Mei 2011. Ciputra sudah merintis saat masih kuliah. Yakni dengan mendirikan biro konsultan Daja Ciptabersama dua teman kuliahnya yaitu Budi Brasali dan Ismail sofyan. Mitra usaha pertamanya tidak tanggung-tanggung yakni Pemda DKI dan Hasyim Ning, pada 1961 mendirikan PT. Pembangunan Jaya, cikal Bakal Jaya Group.bisnis Ciputra semakin kokoh lewat dua kelompok bisnis lainnya yaitu roup metropolitan dan group Ciputra yang didirikan bersama istri dan empat orang anaknya. Pembagian wilayah untuk kedu grup itu pun dilaksanakan. Jaya Group untuk proyek di DKI, Grup metropolitan untuk Jakarta dan sekitarnya, serta grup Ciputra untuk kota-kota besar di Indonesia dan mancanegara.
    Ciputra tidak mau dipanggil sebagai pelopor tapi dia justru lebih suka dibilang sebagai pengembang. Ciputra merupakan pengembang dengan visi yang besar. selain itu di balik sosok suksesnya, sisi sosial Ciputra juga menonjol. Salah satunya yaitu ia menyediakan lahan 30 hektar di Citra Rayauntuk digunakan berbagai kegiatan sosial. Namun sesungguhnya proyekl terbesarnya adalah menyiapakan sumber daya manusia Indonesia menjadi entrepreneur yang mampu memajukan negaranya.
    Perjalanan bisnis Ciputra dirintis sejak masih menjadi mahasiswa arsitektur Institut Teknologi Bandung. Bersama Ismail Sofyan dan Budi Brasali, teman kuliahnya, sekitar tahun 1957 Ciputra mendirikan PT Daya Cipta. Biro arsitek milik ketiga mahasiswa tersebut, sudah memperoleh kontrak pekerjaan lumayan untuk masa itu, dibandingkan perusahaan sejenis lainnya. Proyek yang mereka tangani antara lain gedung bertingkat sebuah bank di Banda Aceh. Tahun 1960 Ciputra lulus dari ITB. Ke Jakarta…Kita harus ke Jakarta, sebab di sana banyak pekerjaan, ujarnya kepada Islamil Sofyan dan Budi Brasali. Keputusan ini menjadi tonggak sejarah yang menentukan jalan hidup Ciputra dan kedua rekannya itu. Dengan bendera PT Perentjaja Djaja IPD, proyek bergengsi yang ditembak Ciputra adalah pembangunan pusat berbelanjaan di kawasan senen. Dengan berbagai cara, Ciputra adalah berusaha menemui Gubernur Jakarta ketika itu, Dr. R. Soemarno, untuk menawarkan proposalnya. Gayung bersambut. Pertemuan dengan Soemarno kemudian ditindak lanjuti dengan mendirikan PT Pembangunan Jaya, setelah terlebih dahulu dirapatkan dengan Presiden Soekarno.
    Setelah pusat perbelanjaan Senen, proyek monumental Ciputra di Jaya selanjutnya adalah Taman Impian Jaya Ancol dan Bintaro Jay. Melalui perusahaan yang 40% sahamnya dimiliki Pemda DKI inilah Ciputra menunjukkan kelasnya sebagai entrepreuneur sekaligus profesional yang handal dalam menghimpun sumber daya yang ada menjadi kekuatan bisnis raksasa. Grup Jaya yang didirikan tahun 1961 dengan modal Rp. 10 juta, kini memiliki total aset sekitar Rp. 5 trilyun. Dengan didukung kemampuan lobinya, Ciputra secara bertahap juga mengembangkan jaringan perusahaannya di luar Jaya, yakni Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan yang terakhir adalah Grup Ciputra. Jumlah seluruh anak usaha dari Kelima grup itu tentu di atas seratus, karena anak usaha Grup Jaya saja 47 dan anak usaha Grup Metropolitan mencapai 54. Mengenai hal ini, secara berkelakar Ciputra mengatakan: Kalau anak kita sepuluh, kita masih bisa mengingat namanya masing-masing. Tapi kalau lebih dari itu, bahkan jumlahnya pun susah diingat lagi.
    Fasilitas merupakan unsur ketiga dari 10 faktor yang menentukan kepuasan pelanggan. Konsumen harus dipuaskan dengan pengadaan fasilitas umum dan fasilitas sosial selengkapnya. Tapi fasilitas itu tidak harus dibangun sekaligus pada tahap awal pengembangan. Jika fasilitas selengkapnya langsung dibangun, harga jual akan langsung tinggi. Ini tidak akan memberikan keuntungan kepada para pembeli pertama, selain juga merupakan resiko besar bagi pengembang. Ciputra memiliki saham di lima kelompok usaha (Grup Jaya, Grup Metropolitan, Grup Pondoh Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan Grup Ciputra). Dari Kelima kelompok usaha itu, Ciputra tidak menutupi bahwa sebenarnya ia meletakkan loyalitasnya yang pertama kepada Jaya. Pertama, karena ia hampir identik dengan Jaya. Dari sinilah jaringan bisnis propertinya dimulai. Sejak perusahaan itu dibentuk tahun 1961, Ciputra duduk dalam jajaran direksinya selama 35 tahun: 3 tahun pertama sebagai direktur dan 32 tahun sebagai direktur utama, hingga ia mengundurkan diri pada tahun 1996 lalu dan menjadi komisaris aktif. Kedua, adalah kenyataan bahwa setelah Pemda DKI, Ciputra adalah pemegang saham terbesar di Jaya.
    PT Metropolitan Development adalah perusahaannya yang ia bentuk tahun 1970 bersama Ismail Sofyan, Budi Brasali, dan beberapa mitra lainnya. Kelompok usaha Ciputra ketiga adalah Grup Pondok Indah (PT Metropolitan Kencana) yang merupakan usaha patungan antara PT Metropolitan Development dan PT Waringin Kencana milik Sudwikatmono dan Sudono Salim. Grup ini antara lain mengembangkan Perumahan Pondok Indah dan Pantai Indah Kapuk. Kelompok usaha yang keempat adalah PT Bumi Serpong Damai, yang didirikan awal tahun 1980-an. Perusahaan ini merupakan konsorsium 10 pengusaha terkemuka – antara lain Sudono Salim, Eka Tjipta Widjaya, Sudwikatmono, Ciputra dan Grup Jaya – yang mengembangkan proyek Kota Mandiri Bumi Serpong Damai seluas 6.000 hektar, proyek jalan tol BSD – Bintaro Pondok Indah, dan lapangan golf Damai Indah Golf.
    Grup Ciputra adalah kelompok usahanya yang Kelima. Grup usaha ini berawal dari PT Citra Habitat Indonesia, yang pada awal tahun 1990 diakui sisi seluruh sahamnya dan namanya diubah menjadi Ciputra Development (CD). Ciputra menjadi dirutnya dan keenam jajaran direksinya diisi oleh anak dan menantu Ciputra. Pertumbuhan Ciputra Development belakangan terasa menonjol dibandingkan keempat kelompok usaha Ciputra lainnya. Dengan usia paling muda, CD justru yang pertama go public di pasar modal pada Maret 1994. Baru beberapa bulan kemudian Jaya Real properti menyusul. Total aktiva CD pada Desember 1996 lalu berkisar Rp. 2,85 triliun, dengan laba pada tahun yang sama mencapai Rp. 131,44 miliar. CD kini memiliki 4 proyek skala luas: Perumahan Citra 455 Ha, Citraraya Kota Nuansa Seni di Tangerang seluas 1.000 Ha, Citraraya Surabaya 1.000 Ha, dan Citra Indah Jonggol. 1.000 Ha. Belum lagi proyek-proyek hotel dan mal yang dikembangkannya, seperti Hotel dan Mal Ciputra, serta super blok seluas 14,5 hektar di Kuningan Jakarta. Grup Ciputra juga mengembangkan Citra Westlake City seluas 400 hektar di Ho Chi Minh City, Vietnam. Pembangunannya diproyeksikan selama 30 tahun dengan total investasi US$2,5 miliar.
    Selain itu, CD juga menerjuni bisnis keuangan melalui Bank Ciputra, dan bisnis broker melalui waralaba Century 21.

    C. Studi kasus Dahlan Iskan

    Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang. Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.

    Jejak keberhasilan Dahlan bukan saja terukir dari pencapaian Jawa Pos yang menjelma menjadi konglomerasi bisnis media dengan sekitar 120 media cetak dan 20-an stasiun televisi lokal yang terserak di berbagai wilayah Nusantara, 40 jaringan percetakan, pabrik kertas, power plant, perminyakan, agrisbisnis, dan properti. Dahlan juga mewariskan sebuah keteladanan. Teladan tentang kesederhanaan, kerja keras, dan logika akal sehat sehingga melahirkan budaya bersikap, budaya berpikir, budaya bekerja pada segenap awak Grup Jawa Pos (GJP) sehingga grup usaha ini terbang sangat tinggi. Keberhasilan Dahlan dinilai banyak kalangan karena memiliki keberanian mengambil risiko yang terukur dan kerja keras, serta kepiawaian membaca peluang. Dan, Dahlan konsisten dengan sikapnya.
    Hal ini sepertinya diwarisi oleh sang anak, Azrul Ananda. Tahun 2000 ia membuat suatu gebrakan baru di bidang media. Kala itu ia berpendapat semestinya Jawa Pos memberi tempat untuk berita-beriota ringan, khususnya bagi anak muda seperti dirinya. Ia melahirkan konsep Koran anak muda dimana halamannya khusus untuk anak muda. Rubric ini bernama DetEksi. Awal mula ia mencetuskan hal tersebut, ciobiran dari berbagai kalangan pun terlontar.
    Namun ia tidak patah semangat begitu saja. dia tetap gigih mempertahankan idenya itu. Seiring dengan waktu akhirnya konmsep halaman anak muda pun diterima. Sebagai halaman anak muda, isi deteksi juga harus dikerjakan oleh anak muda. Halaman itu berbasis polling dan mencoba mengungkap pemikiran anak muda. Melalui halaman khusus ini pula ia mengembangkan kegiatan-kegiatanbagi para Deteksiholic seperti kompetisi majalah dinding dan basket. Bahkan ia mengkalaim liga basket tersebut adalah liga basket pelajar terbesar di Indonesia.

    D. Fungsi Entrepreneurship pada Budaya Korporat
    Kewirausahaan dan inovasi perusahaan berkaitan sebagai pembangkit atau energi pelaksanaan strategi. Keberhasilan pelaksanaan strategi terutama bergantung pada kepemimpinan perusahaan. Kewirausahaan dan inovasi perusahaan memerikan tentang makna kewirausahaan, invensi, dan inovasi. Hal ini meliputi keberhasilan kewirausahaan, hubungan inovasi dan keunggulan bersaing, tiga pendekatan inovasi, mencocokan nilai dari inovasi, dan pengalaman lebih berhasilnya perusahaan-perusahaan kecil di Amerika Serikat dalam inovasi dan kewirausahaan perusahaan dibandingperusahaan-perusahaan besar dalam mendapatkan paten-paten mereka.
    Defining Entrepreneurship
    Mendefinisikan kewirausahaan (entrepreneurship) sudah pasti berkaitan dengan mendefinisikan invensi (invention), inovasi (innovation), dan imitasi/peniruan (imitation). Kewirausahaan perusahaan merupakan kemampuan (capability) perusahaan untuk mengembangkan barang-barang dan jasa-jasa baru dan mengelola proses inovasi. Inovasi dimulai dari suatu kegiatan temuan atau invensi (invention). Invensi adalah penciptaan / pengembangangan suatu ide proses atau produk baru melalui penelitian dan pengembangan (R & D). Inovasi adalah penciptaan suatu produk yang dapat dikomersialkan dari suatu invensi. Keberhasilan komersialisasi atas inovasi perusahaan-perusahaan mendorong imitasi / peniruan. Imitasi adalah adopsi inovasi oleh suatu penduduk atas perusahaan-perusahaan yang serupa.
    Successful Entrepreneurship
    Keberhasilan kewirausahaan berkaitan dengan keberhasilan inovasi. Kunci untuk keberhasilan dengan kewirausahaan dan inovasi adalah bergerak dari ide-ide inovasi ke komersialisasi efektif dan penerimaan di pasar sasaran. Setelah berhasil berinovasi merupakan awal dari keberhasilan kewirausahaan, yaitu dengan kemampuan mengkomersialisasikan ide-ide inovasi maka perusahaan akan memperoleh laba berlebih (excess profit). Karena perusahaan yang sukses melakukan inovasi dapat menikmati harga premium.
    Kewirausahaan korporasi yang dipergunakan oleh sebuah organisasi untuk memperluas usaha dengan menjajaki peluang baru melalui kombinasi baru dari sumber daya yang sudah ada, Kewirausahaan korporasi tersebut merupakan cara untuk memimpin persaingan bisnis yang digeluti. Intrapreneurship, jelas berkaitan dengan kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kebiasaan memulai dan mengembangkan bisnis baru di dalam struktur organisasi yang sudah ada (Stoner, 2000:170).
    Peran wirausaha adalah melahirkan suatu organisasi baru, baik sendiri maupun bersama suatu kelompok. Setelah lahir maka wirausaha melakukan upaya pengembangan organisasi hingga sampai organisasi tidak lagi tergantung pada pendiri. Pelaksanaan organisasi memerlukan manajemen yang menguatkan organisasi dengan sistem manajemen dan mengurangi ketidak-pastian dan ketergantungan pada faktor subjektivitas pendiri. Fungsi entrepreneurship dalam pengembangan budaya perusahaan antara lain adalah menciptakan kedinamisan, serta hal-hal baru yang unik dan khusus. Pengembangan sistem dan budaya organisasi harus dapat menampung manajemen yang baik dan juga adanya kewirausahaan. Salah satu pola yang ada untuk menampung kewirausahaan di dalam organisasi mapan adalah wirausaha-intra (intrapreneurs). Pengembangan kewirausahaan di dalam perusahaan dapat terjadi pada tiga tingkatan, yaitu: Individual (intrapreneurs / product champions), Kelompok kerja (entrepreneurial team / skunworks), dan Oganisasi / Perusahaan (entrepreneurial organization).

    Referensi Buku
    Rogers, Everett M. 1983. Diffussion of Innovation. Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co
    Clark, John dan Ken Guy (1997). Innovation and Competitiveness. Technopolis. July 1997
    Intisari Mei 2011 halaman 30-34.
    Warta Ekonomi 28 Desember 2005

    Referensi Bukan Buku
    http://trijayanews.com/2011/01/kisah-sukses-putera-sampoerna/
    http://blog.unila.ac.id/effendisanusi/?p=42
    http://yapono.wordpress.com/2008/06/07/ciputra-maestro-real-estate-indonesia/#comment-833

  28. 28
    YOHANA AMELIA LUMOINDONG - 070915008 YOHANA AMELIA LUMOINDONG - 070915008 Said: @2:32 pm 

    UAS BUDAYA KORPORAT
    YOHANA AMELIA LUMOINDONG
    070915008

    Jawaban UAS Nomor 3 :
    Sebelum melihat bagaimana peranan inovasi Putra Sampoerna yakni produk A Mild dalam menagatasi doktrin yang ada mengenai generasi ketiga, maka sebelumnya perlu diketahui definisi inovasi terlebih dahulu. Rogers (1995) menegaskan bahwa inovasi merupakan sebuah ide, praktek, atau obyek yang dipahami sebagai sesuatu yang baru oleh masing-masing individu atau unit pengguna lainnya. Dengan kata lain, inovasi merupakan suatu penemuan baru yang ditemukan dengan suatu karakteristik tertentu yang membuat penemuan ini menjadi berbeda dari penemuan – penemuan sebelumnya. Inovasi dapat berupa material ataupun non-material, seperti ide, gagasan ataupun pandangan baru.
    A. Dalam suatu penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, tercatat dalam buku What Innovation Is oleh CSC (Computer Science Corporation) bahwa 75 % CEO dari perusahaan – perusahaan besar di seluruh dunia mengaku bahwa kelebihan terkuat yang dimiliki untuk dapat berkompetisi dalam dunia usaha adalah dapat memproduksi produk yang unik dan memberikan pelayanan yang terbaik, sehingga mereka memiliki kekuatan yang lebih di dalam pasar. Gary Hamel dalam buku Harvard Business Review juga menambahkan bahwa perusahaan tidak akan bias tumbuh melebihi kompetitornya apabila tidak mampu memberikan inovasi lebih. Inovasi adalah bahan bakar bagi pertumubuhan suatu perusahaan. Saat perusahaan berhasil mengeluarkan inovasi, maka saat itu pula perusahaan akan tumbuh besar. Hal inilah yang kemudian disadari oleh Putra Sampoerna. Sebagai CEO dari PT HM Sampoerna, Tbk, maka Putra Sampoerna membuat inovasi dengan mengeluarkan produk rokok A Mild, yaitu rokok dengan kadar nikotin rendah. Inovasi ini dia keluarkan di saat pasar rokok di Indonesia tengah semarak dengan rokok kretek. Akibatnya justru sangat kontradiktif, tidak hanya produk A Mild menjadi produk yang langsung banyak diminati kaum perokok, namun seluruh perusahaan rokok di Indonesia turut mengikuti jejak Sampoerna untuk memproduksi rokok dengan kandungan nikotin rendah.
    Inovasi ini pula yang secara langsung mematahkan doktrin bahwa generasi ketiga menghancurkan perusahaan. Saat generasi pertama CEO PT HM Sampoerna, Liem Seeng Tee melahirkan perusahaan, sedangkan Aga Sampoerna sebagai generasi kedua mengeluarkan produk Sampoerna Hijau yang membuat perusahaan semakin besar, maka Putra Sampoerna sebagai generasi ketiga justru mampu mngeluarkan inovasi A Mild yang menjadi produk trend setter di Indonesia. Inovasi telah menjadi senjata utama bagi Putra Sampoerna dalam mengembangakan perusahaan miliknya. Dengan inovasi produk itu pula, Putera Sampoerna mampu membuat perusahaan tetap bertahan hingga saat ini. Dia tidak memedulikan kondisi pasar di luar korporat yang saat itu tengah antusias dengan rokok kretek, tapi justru dengan berani mengeluarkan produk baru yang notabene belum memiliki high brand loyalty di Indonesia. Namun dengan inovasi yang begitu brilian inilh, Putera Sampoerna mampu mematahkan doktrin tersebut.
    B. Ciputra merupakan orang yang mampu merealisasikan keinginan masyarakat Indonesia untuk memiliki taman rekreasi seperti di luar negeri. Ciputra berhasil melobby pemerintah kota Jakarta untuk membuat kawasan bermain di daerah Ancol. Ide Ciputra memang bukanlah suatu inovasi baru bila dibandingkan dengan ide – ide pengusaha di seluruh dunia, karena selain Indonesia, banyak Negara lain yang telah memiliki taman rekreasi seperti Taman Wisata Ancol. Akan tetapi ide Ciputra tetap dikatakan inovasi, karena baru pertama kali dicetuskan dan direalisasikan di Indonesia saat itu. Di Saat taman rekreasi belum booming di Indonesia, Pak Ciputra sudah mampu memperkirakan bahwa ide ini memiliki nilai inovatif yang tinggi. Seperti yang ia katakan dalam website resmi Ciputra.com, “Bukan meniru yang ikut-ikutan..” demikian yang dikatakannya. Meniru yang dimaksudkannya adalah meniru dengan menggali kebaikan-kebaikan yang ada pada yang ditiru untuk kemudian ditingkatkan lagi. Peniruan semacam itu dapat membuka kemungkinan terciptanya sebuah inovasi baik dalam bentuk inovasi produk maupun inovasi proses. Meskipun ide itu tercetus saat ia berada di luar negeri, namun dia mampu membawa ide itu untuk dijadikan kenyataan di Indonesia, merupakan inovasi yang begitu hebat.
    C. Dahlan Iskan merupakan salah satu orang inovatif di Indonesia. Mengapa saya sebut demikian? Karena Dahlan Iskan adalah orang yang mampu membesarkan nama Jawa Pos hingga sekarang. Jawa Pos sebagai Koran nasional, kini terkenal dengan rubric – rubric yang inspiratif dan informatif. Kemajuan Jawa Pos tak dapat dipungkiri merupakan campur tangan dari Pak Dahlan Iskan. Beliau dengan inovasinya mampu membuat Jawa Pos sebagai koran yang berebad dari koran nasional yang ada. Hermawan Kertajaya dalam blog resminya, mengatakan bahwa pada awalnya Jawa Pos hanyalah perusahaan koran kecil yang dapat dikatakan tidak mampu bersaing dengan koran – koran lain yang saat itu telah memperoleh nama di Indonesia. Namun, dengan inovasi Dahlan Iskan untuk membuat berita yang lebih “horizontal” atau berorinetasi pada human interest, maka Jawa Pos seolah – olah hadir sebagai koran yang mampu memberikan cita rasa baru bagi masyarakat yang saat itu tengah dibombardir dengan berita – berita turunnya rezim Soeharto. Hal inilah merupakan salah satu contoh bagaimana inovasi yang hanya berupa gagasan mampu membuat perusahaan menjadi besar hingga sekarang. Dengan berani melihat kemungkinan kecil untuk bias “berbeda”, maka akan menjadi kemungkinan besar untuk mengembangkan perusahaan menjadi lebih maju.
    D. Fungsi Entrepreneurship dalam pengembangan budaya korporat.
    Sebuah artikel dalam Kompasiana mengambil definisi Peter Drucker yang menyatakan bahwa yang dimaksud entrepreneurship adalah “aktivitas yang secara konsisten dilakukan guna mengkonversi ide-ide yang bagus menjadi kegiatan usaha yang menguntungkan. Artinya kewirausahaan adalah kemampuan individu dalam menciptakan sebuah ide yang inovatif, namun tidak cukup sampai disitu, tapi bagaimana akhirnya ide tersebut dapat direliasasikan. Lalu apa fungsi kewirausahaan dalam pengembangan budaya korporat. ? Seperti yang telah dibahas dalam tiga poin sebelumnya bahwa ketiga tokoh baik Putera Sampoerna, Dahlan Iskan dan Ciputra merupakan orang – orang yang memiliki kewirausahaan dalam budaya korporatnya. Dengan adanya kewirausahaan, maka korporat dapat terus bertahan dalam dunia bisnis yang memang sangat kompetitif. Tanpa adanya kewirausahaan maka perusahaan tidak dapat bertahan karena tidak dapat memiliki “sesuatu” yang berbeda dari kompetitor.

    Referensi
    Buku :
    CSC (Computer Sciences Corporation). 2005. What Innovation Is ?. UK: UK Marketing & Communications department.
    Rogers, Everett M. 1983. Diffussion of Innovation. Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co.
    Internet :
    http://www.keluargaplus.com/pengembangan-diri-umum/316-grow-with-character-by-hermawan-kartajaya1-10?start=1
    http://www.ciputraentrepreneurship.com/ciputra-way/6892-bab-ii–inovasi-dengan-meniru-secara-kreatif.html

  29. 29
    YOHANA AMELIA LUMOINDONG - 070915008 YOHANA AMELIA LUMOINDONG - 070915008 Said: @2:34 pm 

    Referensinya kurang satu pak

    Internet :
    http://edukasi.kompasiana.com/2010/02/24/entrepreneurship-sebagai-sebuah-nilai/

  30. 30
    Raiandry Dwi P 070710125 Raiandry Dwi P 070710125 Said: @3:00 pm 

    A) inovasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan sangat berperan penting bagi meningkatkan perfomance dari perusahaan tersebut, inovasi memeberikan sebuah pembaharuan bagi sutu produk agar menarik di mata konsumen, karena inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas untuk Mempertahankan eksistensi usaha. Dari kreativitas -kreativitas tersebut akan timbul sebuah ide – ide baru yang belum prnh terpikirka oleh pesaing - pesaing produk tersebut dan menjadikan produk tersebut beda dimata konsumen ditengah pesaing dengan produk yang sama. Dan putera sampoerna membaca persaingan ini, sehingga mengeluarkan produk A mild sebagai jawaban atas inovasi yang dilakukan. Dan inovasi ini berhasil.produk A mild memiliki keunikan tersendiri dengan kandungan nikotin dan tar yang rendah. Produk A mild memilki keunikan tersendiri
    yang ingin mencirikan produk A mild memiliki perbedaan yang bukan rasa tetapi juga sebuah gaya hidup masa depan. A mild menawarkan rasa berbeda ditengah pasar yang seragam menawarkan produk rokok yang sedang di gemari pada saat itu SKM (Sigarete Kretek Mesin), meskipun pasar sedang menggemari produk tersebut, namun putera sampoerna trs menwarkan produk amild dengan mengemasnya menjadi sesuatu yang berbeda yaitu dari kemasan produk yg di dsai unik, membuat produk A mild menjadi limited edition. Hal ini membuat para konsumen menjadi tertarik dan menjadikan produk A mild menjadi laku keras di pasaran. Ini menghacurkan doktrin bahwa generasi ketiga adalah mengahacurkan, justru generasi ketiga adalah memperbarui cara - cara lama mengikuti pekembnagn yang ada, karena cara – cara kerja lama dalam suatu perusahaan harus di perbarui, agar tetep berhasil dalam jangka waktu yang lam juga.

    B) Ciputra sebagai sebuah perusahaan yang sukses juga menggunakan inovasi sebagai peningkat perfomance perusahaannya, ditengah pesaing – pesaingnya yg hanya membangun perumahan – perumahan yang sedang laku di pasaran, ciputra justru mengambil celah dengan membangun Taman Impian Jaya Ancol yang merupakan taman rekreasi pertama yang menggunakan berbagai tema. Ini sebuah inovasi yang di lakukan Ciputra ditengah bisinis property yang seragam, dan inovasi in berhasil menarik minat para investor – investor besar, sehingga mejadikan ciputra besar seperti sekarang. Bahkan pesaing -pesaing nya pun mengikuti jejak Ciputra membangun taman -taman bermain yang sebelumnya pernah terpikirkan.

    C) Dahlan Iskan sebagai dirktur PLN menggunakan inovasi sebagai cara utuk merubah kinerja dari PLN yang sudah menurun. Dahlan iskan menguunakan inovasinya yaitu dengan cara seluruh anak buahnya di daerah diberi kebebasan menerapkan ide terobosan kelistrikan tanpa harus meminta persetujuan darinya. Ini sebuah terobosan yang sangat berani dan mengundang resiko yang cukup besar bagi dirinya, tapi beliau mempercayakan ini semua pada setiap anak buahnya, karena beliau percaya dengan membebaskan seseorang untuk berfikir kreatif tanpa ada tekanan akan memghasilkan sebuah kreativitas yang sangat hebat. Dan ini terbukti dengan inovasi- inovasi yang dikeluarkan oleh PLN dapat memudahkan konsumennya, seperti voucher listrik, pembayaran via online, dll. Ini menaikkan performance PLN kembali, sebagai perusahaan listrik negara.

    D) Entrepreneurship sebagai mengkombinasikan berbagai faktor input dengan cara inovatif untuk menghasilkan nilai bagi konsumen dengan harapan nilai tersebut melebihi biaya dari faktor-faktor input, sehingga menghasilkan pemasukan lebih tinggi dan berakibat terciptanya kesuksesan, hal ini sangat penting bagi pengembangan budaya korporat, karena tanpa Entrepreneurship perusahaan tidak akan berkembang, Entrepreneurship memberikan sebuah inovasi – inovasi bagi budaya korporat suatu perusahaan, untuk memberikan sebuah nilai baru bagi konsumennya.

    http://www.ciputraentrepreneurship.com

    Djokosantoso Moeljono “Budaya korporat dan keunggulan”
    http://www.indonesiamedia.com/2011/04/04/rahasia-sukses-ciputra-wisdom-integrity-innovation/ korporasi

  31. 31
    Fadhilla 070915105 Fadhilla 070915105 Said: @3:41 pm 

    Jawaban UAS Budaya Korporat no.3
    FADHILLA (070915105)
    ILMU KOMUNIKASI

    Sekitar 50 yahun yang lalu Theodore Levvit menyatakan bahwa agar perusahaan bisa bertahan, perusahaan secara konstan harus mencari cara baru untuk memuaskan kebutuhan konsumennya (Sinha, 2004). Hal inilah yang mendorong suatu perusahaan untuk melakukan sebuah pembaharuan atau inovasi. Inovasi dalam suatu korporat sendiri ada 2, yaitu internal dan external.
    1. Inovasi Internal
    Inovasi internal merupakan inovasi yang melibatkan seluruh aspek yang ada di perusahaan. Setiap aspek organisasi yang sejalan dengan budaya perusahaan dapat mendukung tujuan perusahaan. Sistem yang ada di perusahaan, proses, gaya kepemimpinan dan budaya semua menegakkan satu sama lain (Stamm, 2008). Menurut White and Bruton (2007) ada empat elemen yang perlu diperhatikan dalam penerapan strategi inovasi internal, yaitu:
    a. Kepemimpinan
    b. Keterlibatan
    c. Pengetahuan
    d. Keterpaduan

    2. Inovasi External
    Inovasi eksternal merupakan inovasi yang dilakukan perusahaan dengan menjalin kerjasama dengan pihak lain atau perusahaan lain. Dalam inovasi eksternal perusahaan menjajaki ide-ide inovatif perusahaan-perusahaan lain dan menciptakan produk baru dan inovasi proses sejalan dengan mitra korporatnya (White and Bruton 2007).
    Strategi inovasi eksternal yang dapat dilakukan perusahaan dengan cara memperoleh teknologi, baik melalui aliansi atau melalui merger dan akuisisi.
    1. Aliansi
    Aliansi merupakan kerja sama antar perusahaan yang menyangkut aspek strategik maupun non strategik.
    2. Merger
    Merger merupakan strategi penggabungan perusahaan menjadi satu.
    3. Akuisisi
    Akuisisi adalah pengambil-alihan (takeover) sebuah perusahaan dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli tetap ada.

    Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi:
    1. keunggulan relatif (relative advantage), di mana suatu inovasi dianggap lebih baik atau unggul daripada yang pernah ada dan diukur dari beberapa segi, seperti segi ekonomi, prestise sosial, kenyamanan, dan kepuasan.
    2. kompatibilitas (compatibility) adalah pengukuran di mana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku, pengalaman masa lalu, dan kebutuhan pengadopsi.
    3. kerumitan (complexity) adalah derajat di mana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan.
    4. kemampuan diujicobakan (trialability) adalah pengukuran di mana suatu inovasi dapat diuji coba batas tertentu.
    5. kemampuan untuk diamati (observability) di mana hasil suatu inovasi dapat dilihat orang lain.

    a) Inovasi terbukti sangat handal untuk mempertahankan posisi perusahaan di satu tangga kesusksesan. Seperti pada contoh Putra Sampoerna yang mampu mempertahankan bisnis generasi ketiga keluarganya dengan melahirkan produk baru, A-Mild. Iklan-iklan “A Mild” yang menarik, lucu dan simple membuat orang tertarik untuk sejenak menghentikan kegiatannya hanya untuk menonton iklan tersebut. Iklan itu mampu menarik perhatian audience dan target marketnya sekaligus. Iklan A Mild selalu mengikuti perkembangan issue yang dikemas secara simple dan menggelitik.
    Tidak hanya itu saja, Sampoerna juga memberi “Customer Value” pada produknya. Customer value diadakan dengan cara limited edition pada beberapa produk sampoerna, yaitu A-mild. Sampoerna memproduksi limited edition pada produk A-mild kemasan 12 batang, Dengan adanya A mild limited edition, Sampoerna memberikan nilai tambah dengan memberikan tampilan yang berbeda dari bungkus rokok biasa dan tercantum joke atau kata-kata yang berunsur humor pada bungkus rokok limited edition tersebut.

    b) Dalam proses inovasinya, Pak Chi (panggilan dari Ir. Ciputra) telah melakukan 7 inovasi di bidang property, salah satunya Taman Impian Jaya Ancol. Proses meniru praktik-praktik terbaik, lalu mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi sesuatu yang lebih baik, dapat digolongkan sebagai sebuah inovasi. Inovasi di sini berarti sesuatu yang baru, berbeda, bernilai lebih, dan lain daripada pendahulunya meskipun mungkin hasil-hasil yang dicapai itu berbasiskan pada pendahulu yang ditiru. Sekarang Pak Chi mengendalikan 5 kelompok usaha yaitu Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti di sektor properti.

    c) Dahlan Iskan dapat dilihat sebagai sosok inovator dalam berbagai bidang. berawal dari calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda, kini Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang awalnya hanya berhasil menjual koran sebanyak 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi 300.000 eksemplar. Selain itu, dia juga membentuk Jawa Pos News Network dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia; gedung Graha Pena; stasiun televisi JTV, Batam TV, dan Riau TV. Tidak hanya berinovasi dibidang media massa serta percetakan, Dahlan Iskan menjadi direktur utama PLN sejak akhir 2009 dan presdir dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya. Pada saat terjadinya kasus PLN yang berhasil membuatnya naik menjadi direktur PLN, Dahlan Iskan membuat sebuah inovasi besar yang berhasil membuat PLN meningkat drastis, yakni mengatasi krisis listrik dan pemadaman listrik dalam waktu enam bulan. Penerapan inovasi inilah yang kemudian membuat semua orang PLN percaya kepada kemampuan dirinya hingga berhasil menetapkan target berikutnya dengan melayani penyambungan satu juta dalam sehari. Keberhasilan dalam berinovasi nampak dari hasil pemikiran Dahlan Iskan untuk memberi perubahan besar terhadap korporatnya.
    Tidak hanya itu Azrul Ananda anaknya, yang menjabat sebagai Direktur Jawa Pos. Azrul terbukti mampu mempopulerkan olah raga basket anak muda tanah air dengan vent DBL (deteksi basketball league). Event ini sekarang mampu menarik antusiasme anak muda seluruh Indonesia. Dengan inovasi semacam itu, Jawa Pos mampu mempertahankan bahkan meningkatkan penjualan produknya. Inovasi bukanlah hasil kerja semalam, melainkan hasil interaksi dari proses interaktif dan non linear antara perusahaan dan lingkungannya (Silva). Bahkan Dave Pollard berani menyatakan bahwa inovasi merupakan detrminan paling penting bagi eberhasilan bisnis.

    d) Untuk mencapai tujuan perusahaan, perusahaan harus mampu mengelola sumber daya yang dimilikinya seoptimal mungkin, disamping sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya buatan/teknologi, dan sumber daya modal. Sumber daya lain yang harus dimiliki dan dikembangkan adalah kewirausahaan korporasi (Corporate Enterpreneurship atau Intrapreneurship). Kewirausahaan korporasi yang dipergunakan oleh sebuah organisasi untuk memperluas usaha dengan menjajaki peluang baru melalui kombinasi baru dari sumber daya yang sudah ada. Kewirausahaan korporasi tersebut merupakan cara untuk memimpin persaingan bisnis yang digeluti. Intrapreneurship, jelas berkaitan dengan kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kebiasaan memulai dan mengembangkan bisnis baru di dalam struktur organisasi yang sudah ada (Stoner, 2000:170).
    Mengingat bahwa perusahaan yang memiliki kultur yang kuat mengetahui dengan jelas apa keyakinan dan nilai yang harus ada dan menjalankan proses dimana nilai-nilai tersebut melandasi strategi yang diterapkan (Pearce&Robinson,1996:452). Maka, penting bahwa entrepreneur harus mampu mengembangkan budaya korporat di perusahaannya tersebut.
    Salah satu alat dasar dan jangka panjang penginstitusionalkan strategi perusahaan adalah kultur/budaya korporat. Budaya korporat bisa membantu organisasi mengantisipasi dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan yang akan menghasilkan kinerja superior dalam jangka panjang . Terlebih Moeljono (2003:27) menyatakan bahwa elemen utama faktor pendukung tumbuhnya budaya korporat adalah leadership. Dalam artian bahwa kesungguhan tekad dari pemimipin terutama pimpinan puncak organisasi, merupakan suatu pendukung utama terlaksananya suatu budaya di perusahaan. Hal inilah yang penting dalam fungsi entrepreneurship, dimana sebagai pimpinan tertinggi suatu perusahaan bahkan owner dari perusahaan tersbeut maka entrepreneur harus mampu mengembangkan budaya korporatnya. Dan tiga tokoh entrepreneur tadi, dengan gaya kepemimpinannya masing-masing, serta budaya perusahaan nya masing-masing mampu membawa perusahaannya maju dan berkembang, menghadapi perubahan dari luar korporatnya melalui peran inovasi.

    Referensi :
    http://sukses-biz.blogspot.com/2009/04/ciputra-maestro-real-estate-indonesia.html
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    Moeljono, Djokosantoso. 2003. Budaya Korporat dan Keunggulan Korporasi. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. P.27
    Pearce, John. A&Robinson, Richard B. 1996. Manajemen Strategik. Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian. Jilid Satu. Binarupa Aksara: Jakarta.
    Rogers, Everett M. 1983. Diffussion of Innovation. Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co.
    Sinha, Pradip. Survival Strategies: Innovate or Die, Economic Web Institute. 2004. p.4
    Stoner, A.F, James, et. Al, 2004, Manajemen, Edisi Bahasa Indonesia, Alih Bahasa: Alexander Sindoro, Jakarta: PT Buana Ilmu Populer.
    White, Margaret A. & Bruton, Garry D. (2007). The management of technology and innovation: A strategic approach. Oklahoma & Texas: Thomson South Western.

  32. 32
    Andi Surya Nusa Andi Surya Nusa Said: @4:17 pm 

    Nama : Andi Surya Nusa
    NIM : 070810424
    Budaya Korporat
    a) Inovasi tidak selalu berkaitan dengan hal yang besar. Inovasi diakui menjadi bagian perusahaan dalam menentukan daya saingnya, sehingga dikenal ungkapan “melakukan inovasi atau mati”. Inovasi bagaimanapun sudah dikenal perannya, akan tetapi tidak selalu dapat digunakan dengan baik. Adapun manfaat budaya inovasi yang sudah dapat tumbuh dan berkembang secara baik dalam internal perusahaan akan membuat bisnis semakin kokoh karena perusahaan memiliki produk-produk inovatif yang dibutuhkan pelanggan sehingga terjadi kenaikan penjualan dan keuntungan serta bisnis dapat berkembang dengan lebih pesat.
    b) Ciputra sendiri lebih menekankan pada perlunya Inovatif entrepreneur, artinya entrepreneur yang mampu menciptakan nilai tambah (value added), bukan sekedar entrepreneur yang bertipe “broker” atau “berdagang”. Ini yang disadari betul oleh Ciputra, oleh karenanya gagasan mendirikan Ciputra Entrepreneur University digulirkan untuk melahirkan entrepreneur dari sisi latihan (proses pendidikan). Tak heran kurikulum yang disusun di universitas yang beliau dirikan mengedepankan hal itu. Seperti membuat business plan yang solid bahkan ada tugas membangun mini company mulai diintrodusir, bukan pelatihan membuat CV solid yang atraktif atau pelatihan tips melewati tes wawancara kerja. Pendeknya, “pengkondisian” membuka bisnis sendiri nan inovatif adalah fokus utama. Inilah salah satu inovasi berbasis pendidikan enterpreunership yang diprakarsai oleh Ciputra untuk menciptakan generasi-generasi yang berjiwa inovatif entrepreneur.
    c) Di tangan Dahlan Iskan, Jawa Pos yang dahulunya ‘hidup segan mati tak mau’ akhirnya menjadi raksasa surat kabar setanding bahkan melebihi para pesaing-pesaingnya yang lebih dahulu eksis. Dahlan Iskan adalah pengusaha sukses yang bersedia mengorbankan usahanya untuk mengurusi BUMN. Jarang pengusaha yang mau melakukan ini. Kini beliau dipercaya memimpin perusahaan plat merah, PLN. Banyak gebrakan yang sudah dilakukannya. Terutama demi penghematan luar biasa ( lebih tepat sebenarnya menghentikan pemborosan) dalam kinerja PLN beliau mempunyai banyak terobosan. Salah satunya adalah Untuk di luar Jawa yang banyak sungainya digebrak penghemnatan dengan pembuatan pembangkit listrik dari aliran sungai. Pembangkit diesel diberhentikan. Dari hal ini kabarnya sudah trilyunan rupiah bisa dihemat. Itulah Dahlan Iskan, Banyak inovasi yang dia lakukan. Banyak ide tanpa gembar-gembor. Seluruh anak buahnya di daerah diberi kebebasan menerapkan ide terobosan kelistrikan tanpa harus meminta persetujuan darinya.
    d) fungsi kewirausahaan (enterpreunership) korporasi adalah melakukan proses penciptaan kekayaan (kemakmuran) dan peningkatan nilai tambah, melalui gagasan-gagasan, meramu sumber-sumber dan membuat segala sesuatunya menjadi kenyataan. Menurut Vesper (1983:14) Birch, et.Al, 1990:19; Stewart (1992: 52); Fenn (1994:66); Acs (1992:39), dalam Stoner, et.Al, (2004:162), kewirausahaan (enterpreunership) mempunyai paling sedikit empat manfaat sosial, yaitu: (1) Memperkuat pertumbuhan ekonomi; (2) Meningkatkan produktifitas; (3) Menciptakan teknologi, produk, dan jasa baru; (4) Perubahan pasar atau meremajakan persaingan pasar.

  33. 33
    Andi Surya Nusa Andi Surya Nusa Said: @4:21 pm 

    Andi Surya Nusa (070810424)
    Daftar Pustaka:
    Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 5, No 9 Juni 2007
    bataviase.co.id/node/497515
    http://www.ciputraentrepreneurship.com/ciputra-way/6892-bab-ii–inovasi-dengan-meniru-secara-kreatif.html

  34. 34
    yudha pratama putra yudha pratama putra Said: @4:22 pm 

    Nama : Yudha Pratama P
    NIM : 070810185
    Budaya Korporat
    a) Dalam hal penerapan Inovasi Manajemen harus mampu mengembangkan kultur yang dapat mendorong terciptanya inovasi dalam perusahaan. Roger mengungkapkan ciri-ciri organisasi yang mempunyai kultur inovatif yaitu :
    a. Sikap positif terhadap perubahan
    b. Pengambilan keputusan yang terdesentralisasi
    c. Kompleksitas
    d. Stuktur informal
    e. Keterhubungan
    f. Organizational slack (sumberdaya yang tidak digunakan)
    g. Ukuran yang besar
    h. Sistem yang terbuka.
    Dengan begitu inovasi dalam suatu korporat dapat diciptakan, sehingga peremajaan produk dapat terus terjadi dan customer diberikan beragam variant produk yang baru dan inovatif baik dari segi promosi, produksi, ataupun kualitas barang.
    b) Inovasi yang dilakukan Ciputra adalah dengan mendirikan Ciputra Entrepreneur University, sebuah jenjang pendidikan yang mengedepankan pendidikan enterpreunership. Karena menurut Ciputra, Indonesia membutuhkan Inovatif entrepreneur, karena dengan menjadi inovatif entrepreneur inilah nilai value added yang terengkuh lebih maksimal, baik dari sisi daya tahan menghadapi persaingan karena barang dan jasa yang diciptakan nilai tambahnya tinggi sehingga susah ditiru pesaing, maupun dalam hal penyerapan tenaga kerja, biasanya tenaga kerja yang diserap lebih banyak ketimbang menjadi entrepreneur pedagang (trading).
    c) Sedangkan Dahlan Iskan yang kini memimpin PLN telah banyak melakukan inovasi dan gebrakan. Namun bukan dengan ‘ngeyel’ ataupun ‘ngotot’ dalam mendapatkan sesuatu yang semestinya menjadi hak PLN. Beliau mampu membawa PLN keluar dari krisis dengan caranya sendiri. Ketika PLN tidak atau kekurangan pasokan gas (yang justru gas banyak diekspor) beliau tak kuarang akal. Beliau akan mengimpor gas dari luar negeri. Nah, baru pihak yang berkaitan mau memasok gas dari dalam negeri. Begitu juga Ketika pembangkit di semarang yang sangat besar mmerlukan gas yang bisa dibeli agak murah dari Petronas yang beroperasi di lautan utara Semarang, ada problem yang diluar kuasa PLN. Beliau tidak berteriak-terak. beliau ambil jalan keluar dengan cara menghentikan mesin tersebut dan memasok listrik di semarang dari jalur lain yang lebih murah. Itulah beberapa inovasi yang telah dilakukan Dahlan Iskan, yang tanpa disadari publik telah mengurangi penggunaan listrik secara berlebihan.
    d) Menurut Thomas & Norman, (1996), kewirausahaan perusahaan (corporate enterpreunership) merupakan alat yang sangat potensial untuk menjadikan perusahaan yang kompetitif, meningkatkan posisi daya saing, dan dapat menciptakan dan mengembangkan inovasi. Sedangkan menurut Covin & Slevin, (1999), kewirausahaan perusahaan (corporate enterpreunership) adalah bentuk dari inovasi dengan tujuan memberikan nafas/nuansa baru kepada organisasi, pemasaran atau industri untuk menciptakan keunggulan bersaing, memperluas kemampuan perusahaan dengan memanfaatkan peluang internal yang ada melalui sumber-sumber yang baru yang secara langsung mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan.

  35. 35
    yudha pratama putra yudha pratama putra Said: @4:26 pm 

    Yudha Pratama Putra (070810185)
    Daftar Pustaka
    http://manuverbisnis.wordpress.com/2010/04/08/ciputra-dan-inovatif-entrepreneur/
    Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 5, No 9 Juni 2007
    http://alfalive.wordpress.com/2010/06/14/pemimpin-dan-inovasi/

  36. 36
    Anonymous Said: @4:27 pm 

    Haifa chairunnisa
    070810228

    a) Pada kenyataannya inovasi berkaitan dengan pertimbangan produk dan proses. Dalam kaitan ini product innovation mengacu pada penciptaan desain produk dan aplikasi teknologi yang dimaksudkan untuk mengembangkan produk baru. Inovasi produk berkaitan dengan strategi diferensiasi yang dilakukan oleh perusahaan baik melalui fitur produk ataupun perluasan produk. Sedangkan inovasi proses berkaitan dengan perbaikan proses produksi yang efisien. Dengan adanya teknologi maka perusahaan selalu dapat melakukan perbaikan proses melalui pemanfaatan material, siklus yang lebih pendek, dan strategi untuk menghadapi permintaan.

    Inovasi tidak selalu berkaitan dengan hal yang besar. Inovasi diakui menjadi bagian perusahaan dalam menentukan daya saingnya, sehingga dikenal ungkapan “melakukan inovasi atau mati”. Inovasi bagaimanapun sudah dikenal perannya, akan tetapi tidak selalu dapat digunakan dengan baik.

    Putera Sampoerna mampu mengaplikasikan inovasi pada produk A Mild karena mampu memetakan peta persaingan dan menganalisis peluang kemudian menjadi cikal bakal munculnya inovasi produk A mild dengan segmentasi konsumen yang lebih luas dan teknologi pada produk yang mampu diimplikasikan dengan menarik dan disukai. disini Putera Sampoerna mampu memanfaatkan inovasi dengan baik dan memusnahkan anggapan generasi ketiga.

    referensi : http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI._MANAJEMEN_FPEB/196006021986011-SURYANA/FILE_13.pdf

    b) Inovasi diperlukan bukan hanya karena adanya dorongan yang bersifat idealistik, melainkan juga untuk meraih pangsa pasar. Soalnya dalam persaingan yang ketat dibutuhkan terobosan-terobosan yang menyebabkan sebuah produk atau jasa berbeda dan lebih baik dari lainnya.

    Tentu saja meniru yang dimaksudkan Ciputra bukan dalam konteks mencontek atau seperti memfotokopi. “Bukan meniru yang ikut-ikutan. Meniru yang dimaksudkannya adalah meniru dengan menggali kebaikan-kebaikan yang ada pada yang ditiru untuk kemudian ditingkatkan lagi. Peniruan semacam itu dapat membuka kemungkinan terciptanya sebuah inovasi baik dalam bentuk inovasi produk maupun inovasi proses.

    Dalam hal ini, Pak Ci selalu teringat pada cerita tentang gereja di Rusia. Gereja itu merupakan salah satu yang terbesar di sana. Namanya Gereja Juru Selamat. Di zaman Komunis, Pemerintah Rusia (waktu itu Uni Soviet) meruntuhkannya untuk membangun sebuah gedung konferensi. Fondasi gereja itu mereka gali dan diganti sama sekali dengan yang baru. Anehnya, mereka tak pernah berhasil membangun gedung konferensi yang mereka inginkan itu karena fondasi yang mereka bangun selalu runtuh. Mereka gagal bahkan sampai ketika rezim Komunis jatuh dan Rusia terpecah belah menjadi beberapa negara yang lebih kecil.

    Lalu ketika Rusia menjadi negara demokrasi, pembangunan gedung konferensi itu dihentikan. Pihak swasta kemudian berinisiatif mengumpulkan dana untuk membangun kembali gereja itu. Mereka membangunnya benar-benar meniru yang asli. Mereka menelusuri struktur bangunan, merekareka ulang gambar-gambarnya dengan maksud sepenuhnya ingin mendirikan lagi sebuah gedung gereja yang sama persis dengan yang asli. Ternyata mereka berhasil. Dan, kalau gereja yang lama dulunya dibangun dalam 40 tahun, gereja baru yang meniru gereja lama itu hanya membutuhkan waktu 5 tahun Karena pembangunan yang terkemudian ini meniru, tetapi meniru untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dengan menggunakan teknologi mutakhir.

    Di Indonesia Ciputra sering dikatakan telah melakukan tujuh inovasi di bidang property/arsitektur. Salah satu inovasinya yang dianggap fenomenal adalah Taman Impian Jaya Ancol yang merupakan taman rekreasi pertama yang menggunakan berbagai tema. Ternyata belakangan ini Taman Impian Jaya Ancol beserta Dunia Fantasi-nya ditiru oleh pengembang lain. Itu ditiru bukan untuk membuat taman rekreasi, melainkan untuk membuat perumahan dengan berbagai tema rekreatif, seperti yang dapat dilihat di kota-kota lain di Indonesia.

    Proses meniru praktik-praktik terbaik, lalu mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi sesuatu yang lebih baik, bagi Pak Ci dapat digolongkan sebagai sebuah inovasi. Inovasi di sini erarti sesuatu yang baru, berbeda, bernilai lebih, dan lain daripada pendahulunya meskipun mungkin hasil-hasil yang dicapai itu berbasiskan pendahulu yang ditiru dan diramu itu.

    referensi : http://www.ciputraentrepreneurship.com/ciputra-way/6892-bab-ii–inovasi-dengan-meniru-secara-kreatif.html

    c) pemimpin dan inovasi adalah dua hal yang harus selalu beriringan. Artinya, di mana ada pemimpin maka di sana ada inovasi dan gagasan baru. Harus ada rencana perbaikan. Untuk melakukan hal itu sang pemimpin harus tahu konteks dan situasi dari institusi yang dia pimpin. Hal ini pula yang dilakukan oleh Dahlan iskan pertama kali ketika baru masuk ke PLN yang notabene bukan orang Teknik. Dia mempelajari seluk beluk operasi dan cara kerja PT PLN. Sehingga inovasi dan gagasan baru yang muncul tidak ngawur dan selanjutnya realistis.
    Konon “tak ada hal yang pasti di dunia ini selain perubahan”. Dan inovasi adalah sarana untuk menjawab tantangan perubahan. Perkembangan baru terjadi setiap saat, bahkan detik. Tugas seorang pemimpin adalah mengamati perubahan itu dan menyiapkan diri dan institusinya untuk menghadapi perubahan yang akan terjadi. Di sini, kecerdasan melihat masa depan atau VISI adalah kunci utama keberhasilan seorang pemimpin.
    Demikianlah langkah yang diambil Dahlan iskan sebagai inovator yang mempercepat proses transformasi PLN.

    referensi : http://bataviase.co.id/node/497515

    d) Davidsson (2003) dan Kirzner (1973) berpendapat bahwa wirausaha merupakan perilaku kompetitif yang mendorong pasar, bukan hanya menciptakan pasar baru, tetapi menciptakan inovasi baru ke dalam pasar, sekaligus sebagai kontribusi nyata dari wirausaha sebagai penentu pertumbuhan ekonomi. Lebih tegas Wennekers dan Thurik (1999) dan Carree dan Thurik (2003) menyatakan bahwa pada dasarnya, wirausaha memberikan kontribusi pada kinerja ekonomi dengan memperkenalkan inovasi, menciptakan perubahan, menciptakan persaingan dan meningkatkan persaingan. Dengan demikian, dalam jangka panjang eksistensi wirausaha sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi (Cipolla, 1981; Lazonick, 1991) dan produktivitas tinggi akan meningkatkan efisiensi (Weiss, 1976). Bahkan, pemikiran yang menghubungkan wirausaha dengan pertumbuhan ekonomi membuat evolusi industri atau evolusi ekonomi (Jovanovic, 1994 dan Audretsch, 1995). Dari sudut pandang ini, wirausaha bertindak sebagai agen perubahan, membawa ide-ide baru untuk pasar dan merangsang pertumbuhan melalui proses persaingan perusahaan.

    referensij :

    Audretsch, D. B. 1995. Innovation and Industry Evolution. Cambridge, MA: MIT Press

    Carree, M. A. and R. Thurik. 2003. The Impact of Entrepreneurship on Economic Growth. in David B. Audretsch and Zoltan J. Acs (eds.), Handbook of Entrepreneurship Research, Boston/Dordrecht:Kluwer-Academic Publishers, pp. 437–471.

    Cipolla, C. M. 1981. Before the Industrial Revolution: European Society and Economy, 1000–1700, 2nd Edition, Cambridge, UK: Cambridge University Press.

    Davidsson, P. 2003, The Domain of Entrepreneurship Research: Some Suggestions. in Jerome A. Katz and Dean Shepherd (eds.), Cognitive Approaches to Entrepreneurship Research, Advances in Entrepreneurship, Firm Emergence and Growth 6, pp. 315–372.

    Kirzner, I. M. 1973. Competition and Entrepreneurship. Chicago: University of Chicago Press.

    Weiss, L. W. 1976. Optimal Plant Scale and the Extent of Suboptimal Capacity. in R. T. Masson and P. David Qualls (eds.), Essays on Industrial Organization in Honor of Joe S. Bain, Cambridge, Mass.: Ballinger

    mohon maaf pak,telat habis ujian.

  37. 37
    n n Said: @11:32 pm 

    Febriana 070915108
    Inovasi sebagai suatu obyek yang memiliki arti sebagai suatu produk atau praktik baru yang tersedia bagi aplikasi dan memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial). Umumnya inovasi yang cemerlang dalam dunia bisnis berada dalam suatu konteks komersial. Menurut Geroski dan
    Markides, Inovasi adalah proses merealisasikan sebuah temuan baru menjadi produk komersial yang dapat diterima pasar. Jika jenis inovasi pertama sering kali dicirikan oleh kehadiran temuan itu sebagai menciptakan sesuatu dari yang sebelumnya tidak ada, inovasi jenis kedua lebih karena terdepan dalam mencapai pasar (komersialisasi).
    Rogers mengartikan inovasi sebagai ide-ide baru, praktik-praktik baru, atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran. Pengertian baru di sini, mengandung makna bukan sekadar baru diketahui oleh pikiran (cognitive), melainkan juga baru karena belum dapat diterima secara luas oleh seluruh warga masyarakat dalam arti sikap (attitude) dan juga baru dalam pengertian belum diterima dan diterapkan oleh seluruh warga masyarakat setempat.

    Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi:
    1.  keunggulan relatif (relative advantage)
    2.  kompatibilitas (compatibility)
    3.  kerumitan (complexity)
    4.  kemampuan diujicobakan (trialability)
    5.  kemampuan untuk diamati (observability)

    PUTERA SAMPOERNA
    Doktrin yang mengatakan bahwa generasi ketiga dalam bisnis keluarga adalah generasi menghancurkan tidak berlaku bagi generasi ketiga keluarga Sampoerna, yaitu Putera Sampoerna. Putera dapat menepis doktrin tersebut karena inovasi-inovasinya dan kemampuannya mengalahkan perubahan dari luar korporatnya.
    Ibarat sebuah kapal yang berlayar di samudera luas berombak besar, PT HM Sampoerna berhasil mengarunginya dengan berbagai kiat dan inovasi kreatif melalui kepemimpinan Putera. Ia benar-benar mengaktualisasikan kapasitas kepemimpinan dan naluri bisnisnya secara penuh. Dia pun merekrut profesional dalam negeri dan mancanegara untuk mendampinginya mengembangkan dan menggenjot kinerja perusahaan.
    Putera dikenal sebagai nakhoda perusahaan yang sangat lihai dalam melakukan inovasi produk inti perusahaannya, yakni rokok. Di bisnis sigaret, nama Putera tidak bisa dihapus dalam perkembangan segmen pasar baru. Inovasi terbesarnya di dunia rokok yakni rokok rendah tar dan nikotin. Hal ini yang menjadikan HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air dengan produknya, “A Mild” dan “taste to the future”, di tengah ramainya pasar rokok kretek. Disini cukup membuktikan bahwa sebuah inovasi dan pengembangan suatu produk dapat menempatkan perusahaan mempunyai daya saing yang signifikan dengan pesaingnya.
    Putera Sampoerna, generasi ketiga keluarga Sampoerna ini memang seorang pebisnis yang sangat visioner. Dengan kelihaian melihat pangsa pasar membuat Sampoerna bertengger menjadi perusahaan rokok yang sangat besar di Indonesia. Keputusan sensasionalnya membuat dirinya justru semakin berkibar di jajaran pengusaha besar Indonesia. Langkah mengubah haluan dari zona nyaman untuk mencari terobosan ke depan patut dijadikan contoh, bahwa keputusan berani kadang perlu diambil untuk mencapai tingkat sukses berikutnya. Putera mampu menepis doktrin generasi ketiga yang menghancurkan melalui inovasi-inovasi cemerlangnya. Bagi putera generasi ketiga tidak menghancurka, melainkan generasi ketiga yang cemerlang.

    Ir. CIPUTRA
    Selain Sampoerna, Ciputra juga terkenal akan inovasi-inovasi kreatifnya. Ciputra adalah sebuah nama besar dan perintis pengembang properti nasional, pengalaman hidup susah sejak kecil adalah pemicu kesuksesannya Sosok yang satu ini bisa dikatakan sebagai seorang pengusaha ulung, tahan guncangan dan alur bisnisnya sepeti air mengalir yang terus menemukan alirannya. Ciputra, yang biasa dipanggil akrab Pak Ci, hingga kini masih menjadi maskot bisnis di grup Ciputra seperti PT Ciputra Development Tbk, PT Ciputra Surya Tbk dan PT Ciputra Properti Tbk.
    Ciputra, seorang pengusaha industri yang kreatif dengan dorong kemampuan inovasi yang tinggi. Pemikirannya adalah inovasi merupakan bagian instrumen dari entrepreneurship, inovasi akan membuat pengusaha lebih cepat berkembang. Menurut Pak Ci, Brand yang begitu kuat bisa mem-buat pembeli antre. Itu menandakan suatu inovasi sukses dan hams terus digenjot. Cepat dan cermat menangkap peluang. Tidak hanya terus bekerja keras semata. Justru bila tanpa konsep akan berdarah-darah atau usaha terus merugi yang berujung dengan kebangkrutan.
    Salah satu inovasi Ciputra yang terkenal yaitu dia menciptakan wahana permainan nuansa pantai seperti Ancol. Semula idenya yang diragukan itu telah membuat orang tercengang. Kini, Ancol justru menjadi ikon utama wisata rekreasi di Indonesia bahkan dunia. Taman Impian Ancol, misalnya, dikunjungi lebih dari 500.000 pengunjung pada malam pergantian tahun. Kini, Ancol menempati posisi lima besar di dunia. Inovasi adalah trade mark Ciputra selama menjalankan roda bisnis. Ia adalah pebisnis yang tidak pernah lelah menciptakan sesuatu dan berinovasi. Pelajaran yang dapat diambil dari perjalan Pak Ci adalah “ Bangunlah keyakinan yang diperoleh melalui kerja keras. Gunakan Inovasi dan kreativitas sebagai senjata berbisnis, kemudian bertindak untuk segera memulainya sekarang juga”.

  38. 38
    n n Said: @12:59 am 

    Lanjutan: febriana 070915108
    DAHLAN ISKAN
    Sosok yang ketiga adalah Dahlan Iskan. Berawal dari seorang wartawan kemudian sukses menjadi seorang pemimpin surat kabar ‘Jawa Pos”. Dahlan menjadi sosok seperti saat ini bukan tanpa alasan, ia sesorang yang banyak inovasi, santun, ide tanpa gembar-gembor, ulet dan beretos kerja tinggi. Hal ini dibuktikan dari sumber yang diperoleh dari wordpress bahwa Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia.
    Kemudian pada tahun 2009, Dahlan dipercaya memimpin perusahaan besar Negara, yaitu PLN. Banyak gebrakan dan inovasi yang sudah dilakukannya untuk merubah image PLN yang sebelumnya buruk dimata masyarakat menjadi lebih terangakat. Salah satunya yaitu seluruh anak buahnya di daerah diberi kebebasan menerapkan ide terobosan kelistrikan tanpa meminta harus meminta persetujuan darinya. Di tangannya lima tahun lagi mungkin PLN akan berwajah baru, menjadi perusahaan yang beretos kerja tinggi PLN akan memberikan keleluasaan kepada anak perusahaan untuk mengembangkan  berbagai inovasi yang secara administratif. Dahlan berinovasi agar anak perusahaan menyelaraskan strateginya dengan kebijakan korporat serta tak lupa mengingatkan agar Good Corporate Governance (GCG) senantiasa ditegakkan. Menurutnya, GCG akan menjadi pangkal dari kinerja, efisiensi, kekompakan, dan keharmonisan

    FUNGSI ENTREPRENEURSHIP DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA KORPORAT
    Perusahaan yang besar dan sukses tidak terlepas dari potensi sumber daya manusis (SDM) yang dimiliki. Faktor SDM menjadi penting karena bersinggungan langsung dengan bagaimana pengembangan budaya korporat perusahaan tersebut. Untuk meningkatkan sumber daya manusia perusahaan tersebut dapat dilakukan melaui pembinaan Corporate entrepreneurship. Entrepreneurship adalah kebiasaan memulai dan mengembangkan bisnis baru di dalam struktur organisasi yang sudah ada (Stoner, 2000:170). Seseorang menetapkan pilihan menjadi entrepreneur dapat disebabkan adanya dorongan ingin menciptakan sesuatu yang baru, yang sebelumnya tidak pernah ada; atau ingin melakukan sesuatu secara berbeda dari apa yang dilakukan kebanyakan orang. Inilah yang dimaksudkan orang dengan peran entrepreneur sebagai pelaku inovasi atau inovator. Wujudkan ide baru dan mengejar gairah itu syarat wajib seorang entrepreneurship agar berhasil. Fungsi Entrepreneurship sangatlah penting dalam pengembangan budaya korporat sebab pengembangan karakter kerja individu menjadi sangat menentukan sukses tidaknya sebuah budaya organisasi. Bila semua orang di dalam perusahaan patuh pada budaya perusahaan untuk melayani organisasi dan stakeholder, maka akan ada nilai-nilai positif yang menjadi dasar perilaku kerja perusahaan. Menurut Djajendra, Budaya Perusahaan Tidak Ditentukan Oleh Bunyi Dari Rangkaian Kata-Kata Yang Tertulis Di Dalam Budaya Perusahaan, Tapi Sangat Ditentukan Oleh Karakter Individu Yang Bisa Memainkan Peran Dan Fungsi Pekerjaannya Di Tempat Kerja Sesuai Dengan Kata-Kata Yang Ada Di Dalam Budaya Perusahaan.

    Referensi :
    Clark, John dan Ken Guy (1997). Innovation and Competitiveness. Technopolis. July 1997.
    Taufik, Tatang A. 2007. Kebijakan Inovasi di Indonesia: Bagaimana Sebaiknya? Jurnal Dinamika Masyarakat.
    Stoner, A.F, James, et. Al, 2004, Manajemen, Edisi Bahasa Indonesia, Alih Bahasa
    Paul, Geroski dan Costas, Markides. Jurnal Strategy Business: Colonist and Consolidator. London Business School.
    Rogers, Everett M. 1983. Diffussion of Innovation. Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co.
    http://www.djajendra.com/2011/04/budaya-perusahaan-dan-pengembangan.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Putera_Sampoerna
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/

  39. 39
    pheby pheby Said: @1:03 am 

    Lanjutan: febriana 070915108
    DAHLAN ISKAN
    Sosok yang ketiga adalah Dahlan Iskan. Berawal dari seorang wartawan kemudian sukses menjadi seorang pemimpin surat kabar ‘Jawa Pos”. Dahlan menjadi sosok seperti saat ini bukan tanpa alasan, ia sesorang yang banyak inovasi, santun, ide tanpa gembar-gembor, ulet dan beretos kerja tinggi. Hal ini dibuktikan dari sumber yang diperoleh dari wordpress bahwa Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia.
    Kemudian pada tahun 2009, Dahlan dipercaya memimpin perusahaan besar Negara, yaitu PLN. Banyak gebrakan dan inovasi yang sudah dilakukannya untuk merubah image PLN yang sebelumnya buruk dimata masyarakat menjadi lebih terangakat. Salah satunya yaitu seluruh anak buahnya di daerah diberi kebebasan menerapkan ide terobosan kelistrikan tanpa meminta harus meminta persetujuan darinya. Di tangannya lima tahun lagi mungkin PLN akan berwajah baru, menjadi perusahaan yang beretos kerja tinggi PLN akan memberikan keleluasaan kepada anak perusahaan untuk mengembangkan  berbagai inovasi yang secara administratif. Dahlan berinovasi agar anak perusahaan menyelaraskan strateginya dengan kebijakan korporat serta tak lupa mengingatkan agar Good Corporate Governance (GCG) senantiasa ditegakkan. Menurutnya, GCG akan menjadi pangkal dari kinerja, efisiensi, kekompakan, dan keharmonisan

    FUNGSI ENTREPRENEURSHIP DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA KORPORAT
    Perusahaan yang besar dan sukses tidak terlepas dari potensi sumber daya manusis (SDM) yang dimiliki. Faktor SDM menjadi penting karena bersinggungan langsung dengan bagaimana pengembangan budaya korporat perusahaan tersebut. Untuk meningkatkan sumber daya manusia perusahaan tersebut dapat dilakukan melaui pembinaan Corporate entrepreneurship. Entrepreneurship adalah kebiasaan memulai dan mengembangkan bisnis baru di dalam struktur organisasi yang sudah ada (Stoner, 2000:170). Seseorang menetapkan pilihan menjadi entrepreneur dapat disebabkan adanya dorongan ingin menciptakan sesuatu yang baru, yang sebelumnya tidak pernah ada; atau ingin melakukan sesuatu secara berbeda dari apa yang dilakukan kebanyakan orang. Inilah yang dimaksudkan orang dengan peran entrepreneur sebagai pelaku inovasi atau inovator. Wujudkan ide baru dan mengejar gairah itu syarat wajib seorang entrepreneurship agar berhasil. Fungsi Entrepreneurship sangatlah penting dalam pengembangan budaya korporat sebab pengembangan karakter kerja individu menjadi sangat menentukan sukses tidaknya sebuah budaya organisasi. Bila semua orang di dalam perusahaan patuh pada budaya perusahaan untuk melayani organisasi dan stakeholder, maka akan ada nilai-nilai positif yang menjadi dasar perilaku kerja perusahaan. Menurut Djajendra, Budaya Perusahaan Tidak Ditentukan Oleh Bunyi Dari Rangkaian Kata-Kata Yang Tertulis Di Dalam Budaya Perusahaan, Tapi Sangat Ditentukan Oleh Karakter Individu Yang Bisa Memainkan Peran Dan Fungsi Pekerjaannya Di Tempat Kerja Sesuai Dengan Kata-Kata Yang Ada Di Dalam Budaya Perusahaan.

    Referensi :
    Clark, John dan Ken Guy (1997). Innovation and Competitiveness. Technopolis. July 1997.
    Taufik, Tatang A. 2007. Kebijakan Inovasi di Indonesia: Bagaimana Sebaiknya? Jurnal Dinamika Masyarakat.
    Stoner, A.F, James, et. Al, 2004, Manajemen, Edisi Bahasa Indonesia, Alih Bahasa
    Paul, Geroski dan Costas, Markides. Jurnal Strategy Business: Colonist and Consolidator. London Business School.
    Rogers, Everett M. 1983. Diffussion of Innovation. Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co.
    http://www.djajendra.com/2011/04/budaya-perusahaan-dan-pengembangan.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Putera_Sampoerna
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/

  40. 40
    n n Said: @1:05 am 

    Lanjut: febriana 070915108
    DAHLAN ISKAN
    Sosok yang ketiga adalah Dahlan Iskan. Berawal dari seorang wartawan kemudian sukses menjadi seorang pemimpin surat kabar ‘Jawa Pos”. Dahlan menjadi sosok seperti saat ini bukan tanpa alasan, ia sesorang yang banyak inovasi, santun, ide tanpa gembar-gembor, ulet dan beretos kerja tinggi. Hal ini dibuktikan dari sumber yang diperoleh dari wordpress bahwa Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia.
    Kemudian pada tahun 2009, Dahlan dipercaya memimpin perusahaan besar Negara, yaitu PLN. Banyak gebrakan dan inovasi yang sudah dilakukannya untuk merubah image PLN yang sebelumnya buruk dimata masyarakat menjadi lebih terangakat. Salah satunya yaitu seluruh anak buahnya di daerah diberi kebebasan menerapkan ide terobosan kelistrikan tanpa meminta harus meminta persetujuan darinya. Di tangannya lima tahun lagi mungkin PLN akan berwajah baru, menjadi perusahaan yang beretos kerja tinggi PLN akan memberikan keleluasaan kepada anak perusahaan untuk mengembangkan  berbagai inovasi yang secara administratif. Dahlan berinovasi agar anak perusahaan menyelaraskan strateginya dengan kebijakan korporat serta tak lupa mengingatkan agar Good Corporate Governance (GCG) senantiasa ditegakkan. Menurutnya, GCG akan menjadi pangkal dari kinerja, efisiensi, kekompakan, dan keharmonisan

    FUNGSI ENTREPRENEURSHIP DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA KORPORAT
    Perusahaan yang besar dan sukses tidak terlepas dari potensi sumber daya manusis (SDM) yang dimiliki. Faktor SDM menjadi penting karena bersinggungan langsung dengan bagaimana pengembangan budaya korporat perusahaan tersebut. Untuk meningkatkan sumber daya manusia perusahaan tersebut dapat dilakukan melaui pembinaan Corporate entrepreneurship. Entrepreneurship adalah kebiasaan memulai dan mengembangkan bisnis baru di dalam struktur organisasi yang sudah ada (Stoner, 2000:170). Seseorang menetapkan pilihan menjadi entrepreneur dapat disebabkan adanya dorongan ingin menciptakan sesuatu yang baru, yang sebelumnya tidak pernah ada; atau ingin melakukan sesuatu secara berbeda dari apa yang dilakukan kebanyakan orang. Inilah yang dimaksudkan orang dengan peran entrepreneur sebagai pelaku inovasi atau inovator. Wujudkan ide baru dan mengejar gairah itu syarat wajib seorang entrepreneurship agar berhasil. Fungsi Entrepreneurship sangatlah penting dalam pengembangan budaya korporat sebab pengembangan karakter kerja individu menjadi sangat menentukan sukses tidaknya sebuah budaya organisasi. Bila semua orang di dalam perusahaan patuh pada budaya perusahaan untuk melayani organisasi dan stakeholder, maka akan ada nilai-nilai positif yang menjadi dasar perilaku kerja perusahaan. Menurut Djajendra, Budaya Perusahaan Tidak Ditentukan Oleh Bunyi Dari Rangkaian Kata-Kata Yang Tertulis Di Dalam Budaya Perusahaan, Tapi Sangat Ditentukan Oleh Karakter Individu Yang Bisa Memainkan Peran Dan Fungsi Pekerjaannya Di Tempat Kerja Sesuai Dengan Kata-Kata Yang Ada Di Dalam Budaya Perusahaan.

    Referensi :
    Clark, John dan Ken Guy (1997). Innovation and Competitiveness. Technopolis. July 1997.
    Taufik, Tatang A. 2007. Kebijakan Inovasi di Indonesia: Bagaimana Sebaiknya? Jurnal Dinamika Masyarakat.
    Stoner, A.F, James, et. Al, 2004, Manajemen, Edisi Bahasa Indonesia, Alih Bahasa
    Paul, Geroski dan Costas, Markides. Jurnal Strategy Business: Colonist and Consolidator. London Business School.
    Rogers, Everett M. 1983. Diffussion of Innovation. Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co.
    http://www.djajendra.com/2011/04/budaya-perusahaan-dan-pengembangan.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Putera_Sampoerna
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/

  41. 41
    Hilda Mufida 070915049 Hilda Mufida 070915049 Said: @10:07 am 

    Konsep yang digunakan oleh ketiga tokoh ini adalah konsep “DIFERENSIASI”.
    a)Putera Sampoerna membuat berbagai perubahan yang sudah mengakar selama tiga generasi. Distribusi diganti, dari model distributor menjadi branch management. Apalagi go public yang berarti menyerahkan sebagian kedaulatan perusahaan ke pihak luar! Bahkan, yang paling kontroversial, menjual seluruh perusahaan selagi harga saham bagus! (Grow with Character 16).
    Saat itu produk unggulan Sampoerna hanya produk Dji Sam Soe, sebagai rokok kretek padat tembakau. Berbeda dengan rokok kretek lainnya yang hanya mengandalkan sausnya, Dji Sam Soe merupakan rokok tembakau yang sedikit sausnya. Sehingga Sampoerna harus punya suplai tembakau kualitas yang stabil (Grow with Character 5).
    Pak Putera sangat percaya, walaupun Sampoerna punya produk bagus, kalau distribusinya ”macet”, tidak akan ada gunanya. Padahal, waktu itu produk ”kuat” Sampoerna hanya satu, yaitu Dji Sam Soe. Produk lain ketika itu hanya bersifat ”regional”, tidak bisa nasional. Kemudian Pak Putera berencana me-launch produk baru yang inovatif. Produk itu adalah A Mild yang merupakan terobosan pertama dari ”kebuntuan” inovasi keretek waktu itu. Pak Putera mengungkapkan bahwa kalau kita tidak pernah mengembangkan produk baru, produk sekuat Dji Sam Soe pun akan ”mati” pada suatu ketika! Selain berinovasi melalui produk A Mild, Pak Putera juga membenahi sistem pemasaran yang waktu menggunakan model keagenan menjadi model branch management. Mengubah sistem pemasaran yang sudah dijalankan selama tiga generasi bukanlah hal yang mudah, semua harus dilakukan dengan cara negosiasi perlahan-lahan. Dan hasilnya, sampai sekarang pun Sampoerna kayaknya paling solid dalam distribusi dan penguasaan pasar (Grow with Character 3).
    Satu hal yang menjadi pembeda lainnya adalah marketing mix yang digunakan oleh Pak Putera. Pak Putera tidak hanya menggunakan 4 P (Product, Place, Price, Promotion), ditambah dengan PEDDLING. Peddling adalah menjajakan kemana-mana. tanpa ada yang menjajakan sebuah produk yang empat P-nya sudah benar, akan sia-sia. Dan itu memang sejalan dengan perubahan sistem distribusi ke agenan jadi branch management (Grow with Character 4). Dan inilah yang digunakan sebagai taktik bisnis pada perusahaan Sampoerna.
    Di saat para kompetitornya berpikir tentang bagaimana caranya membuat periklanan, Pak Putera malah mengeluarkan Satu Juta Dolar Amerika untuk membentuk Marching Band pelinting rokok! Kemudian, masih diperlukan satu juta USD lagi untuk “memberangkatkan” rombongan tersebut ke Amerika. Lalu mengapa hal ini dilakukan? Pemberitaan di media luar biasa! Rakyat Indonesia pun ikut bangga dan merasa bersyukur pada Sampoerna. Sebuah Corporate Brand yang tadinya jauh kalah populer dari Product Brand Dji Sam Soe menjadi langsung mencuat awareness-nya. Corporate Brand “association” pun langsung terbentuk secara positif sebagai sebuah perusahaan yang nasionalis. Apalagi, kebetulan kretek kan memang “lambang” Indonesia. Ternyata inilah cara efektif untuk membentuk Corporate Brand (Grow with Character 7).
    b) Teknik yang digunakan Pak Ciputra adalah selling different ideas with “his” customer satisfaction. Pak Ci selalu mengajak karyawan Jaya Group punya culture yang tinggi sense of ownership-nya. Pak Ci menggunakan teori Z dalam pemasarannya. Kalau Teori X, dasarnya manusia itu harus diawasi dengan ketat supaya kinerjanya bagus. Kalau tidak diawasi seperti itu, ada anggapan manusia cenderung akan “menyeleweng” dari kewajiban. Sedangkan Teori Y punya asumsi bahwa manusia itu dasarnya baik adanya. Harus dipercaya, supaya performance-nya bagus. Tidak perlu diawasi terlalu ketat dan harus diberi kebebasan supaya bisa berkembang. Oleh William Ouchi disebut begitu, karena berdasarkan risetnya, perusahaan Jepang bisa berhasil karena tidak menganut keduanya. Manusia tidak perlu dikontrol habis-habisan seperti pada Teori X, tapi juga jangan dibiarkan habis-habisan seperti pada Teori Y. Waktu itu, perusahaan Jepang menerapkan life time employment, di mana karyawan tidak pernah berpikir “keluar” dari perusahaan. Mereka akan bekerja sampai pensiun. Bahkan, beberapa perusahaan menyediakan kuburan bagi karyawannya. Waktu itu, perusahaan Jepang menerapkan life time employment, di mana karyawan tidak pernah berpikir “keluar” dari perusahaan. Mereka akan bekerja sampai pensiun. Bahkan, beberapa perusahaan menyediakan kuburan bagi karyawannya. Karyawan dirotasikan terus fungsinya supaya mengenal semua aspek perusahaan, jadi tidak fanatik pada satu fungsi. Seorang karyawan bagian penjualan sering harus masuk di bagian pembelian dulu (Grow with Character 10).

    c) Pak Dahlan tidak mau ikut “aturan main” koran, yang di Surabaya “diset” oleh Surabaya Post yang koran sore. Pak Dahlan mencoba membuat koran yang diterbitkan di pagi hari. Tapi, masalahnya, para agen koran di Surabaya sudah tidak ada yang mau bangun subuh karena Jawa Pos tidak laku. Satu hal fenomenal yang dilakukan Pak Dahlan, sambil membuat koran Jawa Pos menjadi different, tapi juga membuat semua karyawan jadi agen koran. Distribusi! Dari sistem distributorship menjadi branch management. Ddiferensiasi yang dibuat oleh Pak Dahlan adalah dari segi content news, “Kita jangan niru koran-koran lain yang halaman pertamanya cuma masang gambar Pak Harto tiap hari…”, ungkap Pak Dahlan. Jadi, waktu Indonesia masih “sangat vertikal”, justru Jawa Pos sudah “horizontal”. Pikiran dan perilaku Pak Dahlan yang dianggap aneh itulah justru yang akhirnya “membesarkan” Jawa Pos. Di saat semua media cetak mengangkat masalah negara, Jawa Pos justru memberitakan menganai Piala Dunia, konser Pepsi Cola, dan bahasan-bahasan yang berbeda dengan koran lainnya (Grow with Character 2).

    d) Prinsip entrepreneurship menciptakan individu yang kreatif dalam pekerjaan atau tugas fungsional pada setiap unit kerja perusahaan. Rahasia sukses dalam suatu usaha adalah dengan menggunakan IDEAS. IDEAS” merupakan salah satu kunci kesuksesan perusahaan- perusahaan yang langgeng. IDEAS merupakan singkatan dari: I = Improvement & Integrity D = Dynamic Development E = Enthusiasm & Evaluation A = Achievement S = Spirit & Solving Problem. http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur-mind.html
    Daftar Pustaka:
    Grow with Character 2- Belajar dari Dahlan Iskan
    Grow with Character 3- Magang di Universitas Sampoerna
    Grow with Character 4- Marketing Mix is Nothing without Peddling
    Grow with Character 5- Kami Memang Beda!
    Grow with Character 7- Masih Ingat Marching Band Sampoerna
    Grow with Character 10- Kenalan dengan Ciputra Lewat Teori Z
    Grow with Character 16- Dahlan Iskan, Putera Sampoerna, dan Ciputra: Beda tapi Sama
    http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur-mind.html

  42. 42
    Suci Ramadhania (070915078) Suci Ramadhania (070915078) Said: @4:24 pm 

    pak, saya sudah berkali-kali ngirim. kenapa nggak masuk-masuk ya pak??? T_T

    YANG INI BISA MASUK BEGITU LOHH

  43. 43
    Cindhy Psiche Larashati (070915073) Bagian 1 Cindhy Psiche Larashati (070915073) Bagian 1 Said: @4:55 pm 

    NAMA : CINDHY PSICHE LARASHATI
    NIM : 070915073
    PRODI : ILMU KOMUNIKASI 2009

    3.
    A. Rogers dan Shoemaker (1983, p.98) mengartikan inovasi sebagai ide-ide baru, praktik-praktik baru, atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran. Pengertian baru di sini, mengandung makna bukan sekadar baru diketahui oleh pikiran (cognitive), melainkan juga baru karena belum dapat diterima secara luas oleh seluruh warga masyarakat dalam arti sikap (attitude) dan juga baru dalam pengertian belum diterima dan diterapkan oleh seluruh warga masyarakat setempat. Inovasi tersebut digunakan untuk mendorong terjadinya perubahan – perubahan di segala aspek perusahaan.
    Putera Sampoerna membuat inovasi dengan menciptakan produk rokok A – Mild, rokok dengan kadar tar rendah, pada tahun 1989. Produk ini sangat sukses di pasaran karena bisa memenuhi keinginan kadar tar yang rendah. Sukses lain adalah dengan terdaftarnya PT H.M. Sampoerna sebagai perusahaan publik pada 27 Agustus 1990. Perusahaan ini ketika itu berhasil menjual sahamnya sebanyak 27 juta dengan harga Rp.12.600/lembar saham.
    Inovasi juga terjadi pada tahun 1994, A Mild meninggalkan tema kampanye lamanya Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go? Dengan bahasa yang lebih membumi dan agak provokatif, HMS seolah-olah ingin membuat konsumen berpikir ulang tentang produk yang selama ini mereka kenal dan gunakan. Cara ini terbukti efektif. Tahun 1994, penjualan A Mild melonjak tiga kali lipat — dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring bergulirnya waktu, penjualan A Mild pun terus beranjak naik. Tahun 1996, A Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Tahun-tahun berikutnya, sepertinya menjadi masa keemasan A Mild atau rokok mild secara keseluruhan. Terakhir (2005), rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional.

    Keberanian Putera Sampoerna untuk berinovasi menciptakan rokok A – Mild, justru membuat PT. HM Sampoerna berkembang dengan pesat. Putera Sampoerna dengan kreatif mengenalkan produk rokok terbaru yaitu A Mild, ditengah ramainya pasar rokok kretek. Selain berhasil melakukan inovasi pada produk rokok namun ia juga berhasil dalam bidang usaha yang lain, diantaranya dalam bidang supermarket Alfa dan Putera juga sempat mendirikan bank Sampoerna akhir 1980-an. Putera adalah seorang pebisnis yang mampu menjangkau pasar masa depan. Langkah-langkahnya dalam berbisnis seringkali tidak terjangkau oleh pebisnis lain, serta ia mampu membuat suatu sensasi dalam berbisnis.
    Peranan inovasi yang dilakukan oleh Putera Sampoerna membuat berkembangnya budaya perusahaan HM Sampoerna menjadi lebih baik. Inovasi tersebut mampu membuat PT. HM Sampoerna bersaing dengan perusahaan rokok lainnya. Justru dengan inovasinya tersebut, kebutuhan pasar akan rokok dengan kadar tar rendah menjadi terpenuhi.
    Inovasi sangat berpengaruh dalam perkembangan budaya perusahaan. Inovasi tersebut akan membuat suatu perusahaan berbeda dengan perusahaan lain. Seperti halnya inovasi prom uk A – Mild yang membedakan perusahaan HM. Sampoerna dengan perusahaan rokok lainnya. Sehingga hal tersebut membentuk identitas bagi PT. HM Sampoerna. Itulah yang membuat PT. HM. Sampoerna menjadi sukses sampai sekarang. Doktrin bahwa “Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan” terbantahkan dengan sendirinya.

    B. Sedangkan pada Ir. Ciputra, beliau pergi ke Jakarta dan “menantang” gubernur DKI Jakarta untuk, antara lain, membangun Ancol. Inovasi yang dilakukan oleh Ir. Ciputra melakukan inovasi setiap tahunnya. Tiap sepuluh tahun, ada perubahan model bisnis. Sepuluh tahun pertama, jadi eksekutif Jaya Group sambil punya saham. Sepuluh tahun kedua berbisnis dengan teman-temannya untuk bikin “Sang Pelopor” group. Sepuluh tahun terakhir and beyond berbisnis bersama keluarga sendiri.
    Inovasi tersebut membuat Ir. Ciputra menjadi seorang wirausahawan yang sukses. Inovasi yang dilakukan oleh Ir. Ciputra dalam bisnisnya membuat Ir. Ciputra menjadi salah seorang yang ahli dalam dunia bisnis. Sehingga sampai saat ini Ir. Ciputra terkenal sebagai perusahaan yang memiliki yang memiliki banyak perusahaan di Indonesia.

  44. 44
    Naomi Damara (070915007) Naomi Damara (070915007) Said: @5:40 pm 

    Naomi Damara (NIM: 070915007)
    Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Airlangga.
    Jawaban no.3
    (bagian I)
    Berasal dari bahasa latin ‘innovate’ bermakna memperbaharui, kata inovasi mejadi salah satu kunci keberhasilan dalam suatu perusahaan. Ben dan Hawkins (1999) mengatakan inovasi adalah suatu gagasan, metode, atau objek yang dianggap sebagai sesuatu yang baru. Inovasi tidak sekedar inisiatif, inovasi adalah sebuah trobosan (Sobari, Wibawa, & Yunus 2004, p.4). Menurut Rasli dan Nain (2005) inovasi bermula karena adanya proses penemuan (discovery). Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik dari individu maupun kelompok. Penemuan-penemuan baru hasil kreatifitas tersebut merupakan proses inovasi, yaitu suatu proses yang berterusan untuk memastikan perusahaan dapat meneruskan persaingan dalam pasaran. Proses inovasi, menurut koenjaraningrat, berkaitan erat dengan proses penemuan baru dalam bidang teknologi yang biasanya merupakan tahap dari discovery dan invention. Jika discovery ini sudah dikenal masyarakat maka disebut dengan istilah invention ( Sudarma 2008, p.16). Langkah inilah yang telah diambil oleh ketiga “guru”, seperti yang dikatakan oleh Hermawan Kartajaya, saya kutip dari blog Mohammad Adib, yaitu bertuliskan “Dahlan Iskan, Putera Sampoerna, dan Ciputra: Beda tapi Sama”.

    a. Inovasi Putera Samperna sebagai generasi ketiga dari bisnis keluarga Sampoerna dalam industri rokok kretek.
    Saya mengambil penggalan cerita dari buku The Sampoerna Legacy karangan Michelle Sampoerna (anak pertama Putera Sampoerna, kakak dari pemegang generasi keempat, Michael Sampoerna, generasi terakhir dari keluarga Sampoerna).

    SAMPOERNA CREDO – page 138
    Distribution and marketing offices were now sited throughout the archipelago and production facilities spread across East Java. Professional staff were increasing rapidly. To provide his widespread employees with a “moral compass” to help them find their way, Pak Putera wrote a compendium of the Sampoerna philosopny and culutre.
    9 STEPS TOWARD EXCELLENCE
    1. Professional leadership & management
    2. Objective & fair
    3. Teamwork & accountability
    4. Achieve full potential
    5. The thee hands
    6. Fiduciary responsibility to our shareholders
    7. A good neighbor & corporate citizen
    8. Connitted to nation building
    9. Forward looking; “A Company for Tomorrow”

    “At Sampoerna, the quest for excellence (Anggarda Paramita) is a way of life, a laborious search for perfection that is integrally tied to ll aspects of the group.” – Pak Putera Samperna.
    —o0o—

    Dari penggalan cerita itu menunjukan Putera Sampoerna melakukan inovasi tanpa menghilangkan filosofi dan budaya yang diterapkan oleh perusahaan. Sembilan adalah angka yang selalu dipegang oleh Sampoerna, semua yang ada dalam perusahaan Sampoerna pasti berhubungan dengan angka sembilan. Contoh produk Dji Sam Soe (234), jika dijumlahkan 2+3+4=9. Kemudian pada langkah kelima disebutkan ‘the three hands’ itu juga merupakan filosofi bisnis keluarga sampoerna bahwa suatu bisnis yang baik melalui tiga tangan yaitu tangan produsen, tangan distributor, dan tangan konsumen. Sedangkan Anggarda paramita adalah bahasa sangsekerta yang artinya menuju kesempurnaan. Dari dasar yang kuat kemudian Putera Sampoerna berinovasi untuk membuat A Mild. Mempertahankan filosofi huruf ‘A’ dari A Mild yang diambil dari nama ayahnya Aga, yang merupakan generasi kedua dari perusahaan Sampoerna (sampoerna hijau juga dikenal sebagai rokok Aga). Seperti yang di tuliskan oleh Hermayan Kertajayam dengan doktin bisnis keluarga yang mengatakan bahwa generasi ketiga bersifat menghancurkan dan doktrin tersebut terpatahkan sehingga tidak terjadi dalam diri Putera Sampoerna. Justru Putera Sampoerna berhasil menjadi pioner dengan inovasi rokok kretek Mildnya. Bertuliskan dibelakang bungkus rokok A Mild bertuliskan ‘kretek cigarette – Putera Sampoerna’ sebagai bukti produk unggulan inovasi Putera Sampoerna.
    (bersambung)

  45. 45
    Naomi Damara (070915007) Naomi Damara (070915007) Said: @5:41 pm 

    Naomi Damara (NIM: 070915007)
    Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Airlangga.
    Bagian II
    (lanjutan)
    b. Inovasi Ir. Ciputra dalam menjalankan bisnis perusahaan dalam dunia properti.
    Mengambil kutipan dari KOMPAS.com tanggal 1 April 2011.

    “Untuk bisa berhasil, dibutuhkan tiga hal, yaitu wisdom, integrity, innovation. Integritas hal yang sangat penting karena itu mata uang yang berlaku di mana pun.” – Ciputra.

    —o0o—

    Ir. Ciputra adalah sosok mahaguru dalam dunia bisnis properti dan entrepreneurship. Dengan mengutamakan partnership, leadership, dan integritas serta didukung dengan wisdom, integrity, innovation agar perusahaan menjadi sustainable forever. Sperti yang dikatakan Hendrawan Kertajaya, Pak Ci (panggilan akrab Ir. Ciputra) kelahiran Menado, lulus dari ITB kemudian pergi ke Jakarta dan “menantang” gubernur DKI Jakarta untuk, membangun Ancol. Merupakan inovasi yang sangat briliant, mengawali kesuksesan Ir. Ciputra. Kemudian juga Pak Ci juga mempopulerkan konsep bisnis entrepreneurship. Pak Ci (Kompas.com 1 April 2011) mengatakan, “Jadi masyarakat Indonesia harus diubah mindset-nya. Mental rakyat Indonesia harus diubah. Jangan hanya jadi pegawai, tapi bagaimana bisa menjadi wirausaha dan menciptakan lapangan kerja. Dari 250 juta jiwa, setidaknya dibutuhkan 5 juta warga Indonesia menjadi wirausahawan agar ekonomi Indonesia makin kuat. Kita harus mengejar Singapura dan Malaysia”. Anton susanto menuliskan dalam blognya, kepiawaian pak Ciputra sebagai entrepreneur terkemuka tidak disangsikan lagi. Naluri bisnisnya begitu tajam dan kuat. Sebagai entrepreneur, pak Ciputra mengembangkan filosofi hidup “merubah kotoran dan rongsokan menjadi emas”. Dengan mengajarkan pendidikan entrepreneurship berarti mempersiapkan generasi yang mampu menciptakan lapangan kerja serta berwirausaha. Agar terlahir manusia-manusia kreatif dan inovatif, dengan mencetak lapangan kerja sendiri secara mandiri (Susanto 2009). Enterpreneur sukses Ir. Ciputra bahkan pernah mengatakan bahwa sukses sebuah perusahaan 50% ditentukan oleh faktor kepemimpinannya dan 50% lagi bergantung pada kualitas pelatihan dan moral karyawan (Wiranto 2001,p.81). Pak Ci berinovasi dengan ide-ide kretatif yang membanggakan (Kasumaputra 2011), dan menerapkan tidak berhutang tetapi melakukan ekspansi dengan equity sehingga prudent. Maka tidak salah jika Ir. Ciputra dianggap sebagai mahaguru, karena beliau memang telah sukses mewujudkan inovasinya dan telah berhasil menjadi pelopor serta pioner untuk para pembisnis muda.

    c. Inovasi Dahlan Iskan dari seorang wartawan menjadi direktur utama PLN.
    Mengutip dari Kaltimpost.co.id tanggal 25 Juli 2010.

    “Selalu Ada yang Baru.” – Dahlan Iskan.

    Dahlan Iskan (CEO Jawa Pos Group) menulis buku berjudul “Tidak Ada yang Tidak Bisa”, nampak melekat dengan keberhasilan hidupnya. Lahir pada tanggal 17 Agustus 1851 dari sebuah keluarga miskin, tak menjadikan Dahlan Iskan lantas patah harapan untuk meraih kesuksesan. Syahminur (2010) menuliskan bahwa menulis buat Dahlan Iskan mungkin kegiatan seperti orang bernapas, beliau punya pengalaman jurnalistik yang panjang. Tetapi banyak orang menilai bahwa para penulis dan pengamat itu hanya bisa menulis dan mengamati kejadian yang ada di sekitarnya kemudian memberikan sedikit komentar. Tak lantas menurun dengan komentar miring, Dahlan Iskan selalu membuat robosan baru sepeti perkataanya “selalu ada yang baru”, membuat beliau bertahan dan sampai keposisi puncak. Banyak halangan dan rintangan yang dialami oleh Dahlan Iskan, berawal dari masalah financial karena terlahir dari keluarga miskin, Dahlan selalu berjuang hingga saat suksespun beliau sempat mengalami sakit liver yang mengharuskannya transplasi (ulasan talk show KICKANDY episode ”Bertarung Dengan Maut”). Tiknan Tasmaun (2011) menuliskan bahwa Dahlan Iskan adalah seorang wartawan yang jujur. Di tangan Dahlan Iskan, Jawa Pos yang dahulunya ‘hidup segan mati tak mau’ akhirnya menjadi “raksasa surat” kabar bahkan melebihi para pesaing-pesaingnya yang lebih dahulu eksis. Banyak gebrakkan yang sudah dilakukannya. Sekarang Dahlan dipercaya untuk memimpin perusahaan PLN, beliau mampu membawa PLN keluar dari krisis dengan inovasinya sendiri. Bahkan eluruh anak buahnya di daerah diberi kebebasan menerapkan ide terobosan kelistrikan tanpa meminta harus meminta persetujuan darinya. Dahlan Iskan memamg sosok pemimpin yang inovatif dan demokratis. Berawal dari seorang wartawan kemudian menjadi CEO Jawa post Group, dan sekarang menjadi Direktur Utama PLN merupakan prestasi yang sangat baik, hingga membawa Dahlan Iskan berada diposisi pimpinan puncak, bahkan teratas. Menurut Steve Chang, pimpinan puncak seperti orang yang berjalan di atas air, dan para anggota timnya berada di dalam air, menyangganya dan mengikuti arah perjalanannya. Pimpinan puncak harus dijaga agar selalu berada di atas air, supaya dia bisa mendapatkan keluasan pandangan dan keleluasaan menentukan arah perjalanan organisasi. Perjuangan Dahlan Iskan adalah sosok yang patut untuk ditauladani.
    (bersambung)

  46. 46
    THEODORA EUGINIA DAVITA - 070915084 THEODORA EUGINIA DAVITA - 070915084 Said: @12:45 am 

    3. Artikel berseri yang ditulis oleh Hermawan Kertajaya di Jawa Pos pada bulan April-Juni 2010 menyebutkan tiga tokoh entrepreneur yang sama-sama sukses tetapi memiliki cara yang berbeda dalam mencapai kesuksesan tersebut. Mereka adalah Putera Sampoerna, Dahlan Iskan, dan Ir. Ciputra. Ketiga tokoh tersebut menjadi topik bahasan yang menarik dikarenakan kesuksesan mereka. Sukses tersebut didasari oleh inovasi dan semangat entrepreneurship.
    Pengertian Inovasi
    Inovasi berawal dari adanya suatu kreatifitas, sehingga kreatifitas juga ikut serta dalam mentransformasi perusahaan. Kreatifitas menciptakan solusi untuk masalah dan inovasi melibatkan pelaksanaan. Sehingga inovasi maupun kreativitas saling terkait (Gupta 2007). Inovasi atau innovation berasal dari kata to innovate, yang berarti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. Hal ini serupa pula dengan definisi inovasi yang dikemukakan oleh Amabile et al. (1996), yaitu memperkenalkan ide baru, barang baru, pelayanan baru, dan cara-cara baru yang lebih bermanfaat.
    Silva et al. (2007) menyatakan bahwa inovasi dilihat sebagai hasil interaksi dari proses interaktif dan non linear antara perusahaan dengan lingkungannya. Sehingga, inovasi tidak dapat dilepaskan dari hasil interaksi antar individu (internal dan eksternal perusahaan). Hasil dari interaksi tersebut menurut Pollar (2004), dapat berupa kemampuan inovasi entrepreneur perusahaan yang mengintegrasikan hasil-hasil dari proses inovasi dalam perusahaan, yaitu inovasi produk, inovasi proses, inovasi organisasi, dan inovasi pemasaran. Kemampuan inovasi entrepreneur diartikan sebagai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan sebuah inovasi. Hal ini akan berbeda pada satu perusahaan dibandingkan dengan yang lainnya karena beberapa determinan yang bisa mendorong atau bahkan menghambat inovasi.
    Pollar (2003) mendefinisikan inovasi sebagai sebuah proses kreatif yang jelas dan mengubah output yang berbeda dengan akibat yang signifikan pada pasar. Definisi ini merunut pada definisi yang dikemukakan oleh Schumpeter (dikutip dalam Tan 2004) yang menyatakan “innovation as a process that takes an invention and develops it all the way to a marketable product and service that changes the economy”. Inovasi yang muncul lantas berupa :
    1. Pengenalan produk atau kualitas baru
    2. Pengenalan metode baru bagi produksi
    3. Pembukaan pasar baru
    4. Kemampuan menemukan sumber baru untuk pasokan materi baru
    5. Melakukan organisasi baru dari identitas apapun
    Peranan Inovasi
    Nooteboom and Stam (2008) menyatakan bahwa inovasi berperan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, selain itu dapat memecahkan masalah kemasyarakatan dan mengembangkan organisasi dikarenakan inovasi memiliki nilai budaya dalam menciptakan kreasi dan self-realization. Inovasi dinilai dapat menentukan keberhasilan suatu perusahaan.
    Peran inovasi dalam mendongkrak kinerja usaha meliputi seluruh aspek penting yang bisa memberikan nilai tambah pada daya saing perusahaan: proses, produk, pasar, manajemen, dan sebagainya. Salah satu ketakutan pengusaha dalam menerapkan inovasi adalah besarnya biaya yang harus diinvestasikan. Ketakutan ini sebenarnya tak beralasan. Pasalnya, inovasi tak harus dimulai dari yang canggih dan berbiaya besar. Yang lebih penting dilakukan secara terlembaga, konsisten dan berkelanjutan, sehingga hasilnya bisa terus disempurnakan.
    a. Inovasi Putra Sampoerna
    Putera Sampoerna merupakan generasi ketiga dari keluarga Sampoerna. Generasi pertama adalah Lim Seng Tee yang merupakan perintis perusahaan rokok PT. HM Sampoerna, dan generasi kedua adalah ayah dari Putera Sampoerna, Lim Swie Ling. Tiap generasi menghasilkan produk unggulan yang berbeda. Generasi pertama terkenal dengan produk Dji Sam Soe, generasi kedua meluncurkan Sampoerna Hijau, sedangkan generasi ketiga saat ini populer dengan produk A-Mild. Secara otomatis, Putera Sampoerna terlibat dalam bisnis keluarga. Terdapat doktrin tentang bisnis keluarga yang mengatakan bahwa “Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan”. Namun dalam hal ini, Putera Sampoerna bersikeras supaya doktrin tersebut tidak terjadi. Ahmadi berpendapat bahwa setiap bisnis keluarga mengembangkan cara tertentu dalam mengerjakan segala sesuatu dan prioritas tertentu sehingga memberikan keunikan pada tiap perusahaan. Pola perilaku dan kepercayaan ini dapat membentuk budaya korporat. Sehingga, Putera Sampoerna menciptakan inovasi berupa produk A-Mild yang dianggap dapat semakin meningkatkan kemajuan perusahaannya. Produk A-Mild yang diciptakan memiliki suatu keunggulan kompetitif yang sukar ditiru oleh perusahaan lainnya. Produk ini merupakan rokok kretek yang diproduksi dengan kadar rendah tar dan nikotin, yang merupakan suatu inovasi pertama di Indonesia. Iklan yang disampaikan produk ini pun memiliki ciri khas tersendiri dan berbeda dengan iklan rokok lainnya. Produk ini pun memunculkan inovasi lainnya, yaitu inovasi pemasaran yang berupa ide-ide kreatif yang baru dan fresh seperti permainan kata yang funky, musikalitas dalam iklan, animasi yang lucu dan menarik, dan juga simbol khas yaitu huruf A yang merupakan icon produk ini. Tidak ketinggalan pula jargon andalan rokok A-Mild ‘bukan basa basi’yang melekat pada benak konsumen terutama anak muda. Selain inovasi produk dan pemasaran, Putera Sampoerna juga melakukan inovasi terhadap organisasi metode serta cara baru dalam proses produksinya. Sebagai seorang entrepreneur sejati, Putera Sampoerna berani mengambil keputusan yang penuh resiko seperti berani berhutang pada bank (yang tidak pernah dilakukan dua generasi sebelumnya), penggantian distribusi (dari model distributor menjadi branch management). Tidak hanya itu, Putera Sampoerna juga berani dalam menyerahkan sebagian kedaulatan perusahaan dan menjual seluruh saham ke pihak asing yaitu Philip Morris International.

    b. Inovasi Ciputra
    Ir. Ciputra, seorang wirausahawan lulusan ITB yang kemudian merantau ke Jakarta dan ‘menantang’ gubernur DKI Jakarta untuk membangun Ancol. Inovasi yang dilakukan oleh Ciputra adalah adanya perubahan model bisnis yang dilakukan tiap sepuluh tahun. Dalam sepuluh tahun pertama, Ciputra menjadi eksekutif Jaya Group yang memiliki saham di perusahan. Sepuluh tahun berikutnya, Ciputra berbisnis dengan teman-temannya untuk menciptakan ‘Sang Pelopor’ Group. Sepuluh tahun terakhir, Ciputra membangun bisnis keluarga. Sekali lagi bisnis keluarga menjadi suatu cara dalam mengembangkan perusahaan Ciputra. Dalam kurun waktu terakhir, Ciputra telah melakukan tujuh inovasi di bidang properti / arsitektur. Salah satu inovasi yang dianggap fenomenal adalah Taman Impian Jaya Ancol yang merupakan taman rekreasi pertama yang menggunakan berbagai tema. Belakangan ini, konsep taman rekreasi ditiru oleh pengembang lain. Dari situ, Ciputra dengan semangat entrepreneurnya dalam membuat perubahan dan berinovasi kembali memiliki sebuah ide untuk membuat taman rekreasi yang lima kali lebih besar dari Taman Impian Jaya Ancol. Inovasi merupakan trade mark Ciputra selama menjalankan roda bisnis. Selalu ada saja ide bisnis dalam menciptakan sesuatu. Ide-ide barunya pun dikenal unik dan bahkan provokatif. Kreatifitas dalam memikirkan inovasi yang dimiliki oleh Ciputra melekat dan tetap ada sampai sekarang.

    c. Inovasi Dahlan Iskan
    Dahlan Iskan adalah salah satu entrepreneur yang sukses melalui inovasi-inovasi yang dibuatnya. Karir Dahlan Iskan berawal sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Setahun berikutnya, beliau menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang. Beliau adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu “hidup susah, mati segan” dengan oplah 6000 eksemplar, dalam waktu lima tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuklah Jawa Pos News Network (JPNN) yang merupakan salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Di tahun 1997, beliau berhasil mendirikan Graha Pena. Tahun 2009, Dahlan Iskan mendirikan stasiun TV lokal JTV di Surabaya, yang kemudian berdiri lagi stasiun TV di Batam, yaitu Batam TV dan Riau TV di Pekanbaru. Sejak akhir 2009, Dahlan Iskan dipercaya untuk menjabat sebagai direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar. Banyak gebrakan yang telah dilakukannya untuk memulihkan kondisi PLN yang sempat mengalami krisis. Beliau membawa PLN keluar dari krisis dengan caranya sendiri. Masalah pasokan gas hingga penghematan terhadap kinerja PLN ditanganinya dengan melakukan inovasi yang luar biasa. Ada saja ide yang dilakukan oleh Dahlan Iskan untuk meminimalisir permasalahan yang terjadi. Salah satu inovasi yang sempat menjadi perbincangan adalah pemberian listrik gratis untuk pelanggan listrik 450v yang dimana termasuk kategori rakyat miskin. Inovasi tersebut terdengar cukup berisiko, namun beliau tetap optimis akan idenya. Sebagai seorang pemimpin, Dahlan Iskan termasuk inovatif dalam memperbaiki krisis PLN. Pemimpin dan inovasi menjadi dua hal yang selalu beriringan. Dimana ada pemimpin, maka disana terdapat inovasi dan gagasan baru. Inovasi ini menuntut yang namanya rencana perbaikan. Untuk melakukan hal itu, seorang pemimpin harus mengetahui konteks beserta situasi yang dia pimpin. Hal tersebut dilakukan Dahlan Iskan pertama kali ketika menjadi Dirut PLN. Beliau mempelajari seluk beluk operasi dan cara kerja PT. PLN, sehingga inovasi yang muncul bersifat realistis. Inovasi yang dilakukan menjadi sarana untuk menjawab tantangan perubahan bagi PT. PLN. Dalam perjalanannya sebagai seorang entrepreneurship, Dahlan Iskan telah menciptakan inovasi cemerlang yang membawa perubahan dan perbaikan. Beliau tidak takut menghadapi resiko yang ada dan berani untuk mencoba berbagai hal yang memberikannya pengalaman dan pembelajaran. Dahlan Iskan turut melakukan inovasi bagi dirinya sendiri, yang dibuktikan ketika beliau yang sebelumnya kerap berkecimpung di bidang media tiba-tiba beralih ke perusahaan BUMN yang jauh sekali dari bidangnya.

    d. Fungsi Entrepreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    1. Pemahaman Entrepreneurship
    Entrepreneurship atau yang disebut pula dengan kewirausahawan merupakan suatu kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya dalam mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui berfikir kreatif dan inovatif (Suryana 2003). Oleh karena itu, kreatifitas maupun inovasi menjadi hal yang mendasar atas konsep entrepreneurship. Meredith et al (2002) mengemukakan karakteristik dari entrepreneur, sebagai berikut:
    1. Percaya diri (self confidence)
    Merupakan paduan sikap dan keyakinan seseorang dalam menghadapi tugas atau pekerjaan yang bersifat internal, relatif, dinamis dan banyak ditentukan oleh kemampuannya untuk memulai, melaksanakan dan menyelesaikan suatu pekerjaan. Kepercayaan diri akan mempengaruhi gagasan, karsa, inisiatif, kreativitas, keberanian, ketekunan, semangat kerja, dan kegairahan berkarya.
    2. Berorientasi tugas dan hasil
    Seseorang yang selalu mengutamakan tugas dan hasil adalah orang yang selalu mengutamakan nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada laba, ketekunan dan kerja keras. Dalam kewirausahaan peluang hanya diperoleh apabila ada inisiatif. Perilaku inisiatif diperoleh melalui pelatihan dan pengalaman bertahun-tahun, dan pengembangannya diperoleh dengan cara disiplin diri, berpikir kritis, tanggap, bergairah dan semangat berprestasi.
    3. Keberanian mengambil risiko
    Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang menantang, menghindari situasi risiko yang rendah karena tidak ada tantangan dan menjauhi situasi risiko yang tinggi karena ingin berhasil.
    4. Kempemimpinan
    Seorang wirausaha harus memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan, keteladanan. Wirausaha selalu menampilkan produk dan jasa-jasa baru dan berbeda sehingga menjadi pelopor baik dalam proses produksi maupun pemasaran. Dan selalu memanfaatkan perbedaan sebagai suatu yang menambah nilai.
    5. Berorientasi ke masa depan
    Wirausaha harus memiliki perspektif dan pandangan ke masa depan, kuncinya adalah dengan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang ada sekarang.
    6. Keorisinilan : Kreativitas dan Inovasi
    2. Fungsi Entrepreneur
    Seorang entrepreneur memiliki dua fungsi, yaitu fungsi makro dan mikro. Fungsi mikro terdiri dari pencipta gagasan dan kreasi baru, perubahan, nilai tambah, daya saing, peluang, sumber-sumber baru, teknik-teknik baru, organisasi perusahaan baru, dan pangsa pasar baru. Sedangkan dalam fungsi makro, wirausaha menjadi agent of development dalam pencipta kesempatan kerja, pemerataan pendapatan, produk barang dan jasa baru, kekayaan dan kesejahteraan, pertumbuhan dan kemajuan bangsa.
    3. Fungsi Entrepreneurship dalam Pengembangan Budaya Korporat
    Berdasarkan teori-teori yang telah tersebut diatas, prinsip entrepreneurship mengutamakan yang namanya inovasi dan kreasi. Dalam suatu korporat, kewirausahaan dinilai sebagai suatu kemampuan untuk mengembangkan barang atau jasa baru dan mengelola proses inovasi. Budaya korporat dalam perusahaan dapat berkembang dengan adanya semangat entrepreneurship. Seorang pemimpin yang berjiwa entrepreneur dapat menjadi pedoman bagi anak buahnya dalam berperilaku dan menularkan semangat-semangat entrepreneur. Suatu inovasi yang dilakukan oleh seorang entrepreneur dapat memberikan suatu perubahan dan meningkatkan keunggulan perusahaan. Entrepreneurship ini juga dapat membentuk karakter dan menguatkan identitas budaya dalam perusahaan. Selain itu, entrepreneurship juga dapat memaksimalkan sumber daya manusia di suatu korporat.

    Referensi :
    Gupta, P 2007, Business innovation in the 21st century, Booksurge, Llc., South Carolina.
    Amabile, et al 1996, “Assessing the work environment for creatifity”, Academy of Management Journal, 39 (5): 1154-1184.
    Silva, et al 2007, Barriers to innovation faced by manufacturing firms in portugal: How to overcome it?, University of Beira Interior.
    Pollar, D 2003, Gap gemini on measuring innovation
    Pollar, D 2004, Drucker on innovation
    Tan, BS 2004, “The consequences of innovation”, The Innovation Journal : The Public Sector Innovation Journal, Vol.9 (3).
    Nooteboom, B and Stam, E 2008, Micro foundations for innovation policy, chapter 1 : Innovation, the economy, and policy, Amsterdam University Press, Amsterdam.
    Suryana 2003, Kewirausahaan: Pedoman praktis, kiat dan proses menuju sukses, Salemba Empat, Jakarta.
    Meredith, et al 2002, Kewirausahaan: Teori dan Praktek, PPM, Jakarta.
    http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI._MANAJEMEN_FPEB/196006021986011-SURYANA/FILE_5.pdf
    http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/16/74ec4f4952dcb5061b4c7ebb639d01954f538b84.pdf

  47. 47
    Cindhy Psiche Larashati (070915073) Cindhy Psiche Larashati (070915073) Said: @12:56 am 

    NAMA : CINDHY PSICHE LARASHATI
    NIM : 070915073
    PRODI : ILMU KOMUNIKASI 2009

    3.
    A. Rogers dan Shoemaker (1983, p.98) mengartikan inovasi sebagai ide-ide baru, praktik-praktik baru, atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran. Pengertian baru di sini, mengandung makna bukan sekadar baru diketahui oleh pikiran (cognitive), melainkan juga baru karena belum dapat diterima secara luas oleh seluruh warga masyarakat dalam arti sikap (attitude) dan juga baru dalam pengertian belum diterima dan diterapkan oleh seluruh warga masyarakat setempat. Inovasi tersebut digunakan untuk mendorong terjadinya perubahan – perubahan di segala aspek perusahaan.
    Putera Sampoerna membuat inovasi dengan menciptakan produk rokok A – Mild, rokok dengan kadar tar rendah, pada tahun 1989. Produk ini sangat sukses di pasaran karena bisa memenuhi keinginan kadar tar yang rendah. Sukses lain adalah dengan terdaftarnya PT H.M. Sampoerna sebagai perusahaan publik pada 27 Agustus 1990. Perusahaan ini ketika itu berhasil menjual sahamnya sebanyak 27 juta dengan harga Rp.12.600/lembar saham.
    Inovasi juga terjadi pada tahun 1994, A Mild meninggalkan tema kampanye lamanya Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go? Dengan bahasa yang lebih membumi dan agak provokatif, HMS seolah-olah ingin membuat konsumen berpikir ulang tentang produk yang selama ini mereka kenal dan gunakan. Cara ini terbukti efektif. Tahun 1994, penjualan A Mild melonjak tiga kali lipat — dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring bergulirnya waktu, penjualan A Mild pun terus beranjak naik. Tahun 1996, A Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Tahun-tahun berikutnya, sepertinya menjadi masa keemasan A Mild atau rokok mild secara keseluruhan. Terakhir (2005), rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional.

    Keberanian Putera Sampoerna untuk berinovasi menciptakan rokok A – Mild, justru membuat PT. HM Sampoerna berkembang dengan pesat. Putera Sampoerna dengan kreatif mengenalkan produk rokok terbaru yaitu A Mild, ditengah ramainya pasar rokok kretek. Selain berhasil melakukan inovasi pada produk rokok namun ia juga berhasil dalam bidang usaha yang lain, diantaranya dalam bidang supermarket Alfa dan Putera juga sempat mendirikan bank Sampoerna akhir 1980-an. Putera adalah seorang pebisnis yang mampu menjangkau pasar masa depan. Langkah-langkahnya dalam berbisnis seringkali tidak terjangkau oleh pebisnis lain, serta ia mampu membuat suatu sensasi dalam berbisnis.
    Peranan inovasi yang dilakukan oleh Putera Sampoerna membuat berkembangnya budaya perusahaan HM Sampoerna menjadi lebih baik. Inovasi tersebut mampu membuat PT. HM Sampoerna bersaing dengan perusahaan rokok lainnya. Justru dengan inovasinya tersebut, kebutuhan pasar akan rokok dengan kadar tar rendah menjadi terpenuhi.
    Inovasi sangat berpengaruh dalam perkembangan budaya perusahaan. Inovasi tersebut akan membuat suatu perusahaan berbeda dengan perusahaan lain. Seperti halnya inovasi prom uk A – Mild yang membedakan perusahaan HM. Sampoerna dengan perusahaan rokok lainnya. Sehingga hal tersebut membentuk identitas bagi PT. HM Sampoerna. Itulah yang membuat PT. HM. Sampoerna menjadi sukses sampai sekarang. Doktrin bahwa “Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan” terbantahkan dengan sendirinya.

    B. Sedangkan pada Ir. Ciputra, beliau pergi ke Jakarta dan “menantang” gubernur DKI Jakarta untuk, antara lain, membangun Ancol. Inovasi yang dilakukan oleh Ir. Ciputra melakukan inovasi setiap tahunnya. Tiap sepuluh tahun, ada perubahan model bisnis. Sepuluh tahun pertama, jadi eksekutif Jaya Group sambil punya saham. Sepuluh tahun kedua berbisnis dengan teman-temannya untuk bikin “Sang Pelopor” group. Sepuluh tahun terakhir and beyond berbisnis bersama keluarga sendiri.
    Inovasi tersebut membuat Ir. Ciputra menjadi seorang wirausahawan yang sukses. Inovasi yang dilakukan oleh Ir. Ciputra dalam bisnisnya membuat Ir. Ciputra menjadi salah seorang yang ahli dalam dunia bisnis. Sehingga sampai saat ini Ir. Ciputra terkenal sebagai perusahaan yang memiliki yang memiliki banyak perusahaan di Indonesia.

    C. Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Kemampuan mengembangkan Jawa Pos tentunya dipengaruhi oleh faktor inovasi yang dilakukan oleh Dahlan Iskan.
    Setelah sukses mengembangkan Jawa Pos, Dahlan Iskan mengembangkan kemampuan kepemimpinannya dengan menjadi Direktur Utama PLN. Pada saat di PLN, Dahlan Iskan juga membuat inovasi di PLN, salah satunya adalah dengan menggunakan air sebagai sumber tenaga. Inovasi tersebut akan membuat budaya korporat di PLN berkembang, sehingga PLN semakin maju dan berkembang ke arah lebih baik.

    D. Fungsi Entrepreneurship dalam pengembangan budaya korporat adalah seorang entrepreneur mampu menciptakan suatu inovasi. Ciri – ciri seorang entrepreneur adalah:
    - Mampu menantang resiko: dengan kemampuan untuk menantang resiko, membuat suatu perusahaan mampu berkembang. Perkembangan suatu perusahaan tentunya diikuti dengan pengembangan budaya kororat di dalamnya. Kemampuan mengambil resiko akan membuat perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya.
    - Mampu memberikan inovasi – inovasi bagi perusahaannya: Inovasi tersebut akan memberikan nilai – nilai maupun ide – ide baru bagi perusahaan. Tentu saja seorang Entrepreneur akan membuat suatu inovasi yang tetap sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Nilai – nilai maupun ide – ide yang baru tersebut akan memberikan kontribusi pada perusahaan agar tetap mampu bersaing dengan kompetitor lainnya.
    Dengan kata lain, fungsi Entrepreneurship sangat berperan dalam pengembangan budaya korporat suatu perusahaan melalui inovasi – inovasi yang diciptakan oleh entrepreneurnya.

  48. 48
    Muhammad Sofyan/070915097 Muhammad Sofyan/070915097 Said: @9:14 am 

    Pak kpan bisa ngepost tugas ini,,,,?udah coba berapa kali..tetap aja gak bsa….!!

  49. 49
    Muhammad Sofyan/070915097 Muhammad Sofyan/070915097 Said: @9:15 am 

    Part 1
    Muhammad Sofyan/070915097
    a) Argumen
    Putera Sampoerna, generasi ketiga keluarga Sampoerna ini memang seorang pebisnis yang sangat visioner. Dengan kelihaian melihat pangsa pasar membuat Sampoerna bertengger menjadi perusahaan rokok yang sangat besar di Indonesia. Keputusan sensasionalnya membuat dirinya justru semakin berkibar di jajaran pengusaha besar Indonesia. Langkah mengubah haluan dari ‘zona nyaman’ untuk mencari terobosan ke depan patut dijadikan contoh, bahwa keputusan berani kadang perlu diambil untuk mencapai tingkat sukses berikutnya. (andriewongso.com)
    Pelaku Korporat pada generasi ketiga Putera Sampoerna melakukan sebuah inovasi. Doktrin pada generasi ketiga itu salah besar pada keluarga sampoerna. Nama Putera Sampoerna tak terpisahkan dari kelompok usaha PT HM Sampoerna. Dia memiliki pengalaman langsung dari perjalanannya mengembangkan sejumlah divisi dan industri di bawah payung perusahaan Sampoerna.Setelah menjadi Direktur Pengelola Agaliem Trading Sdn Bhd di Singapura tahun 1970, Putera kembali ke Indonesia tahun 1975 untuk memperluas jaringan bisnis keluarganya.
    Setelah ayahnya meninggal pada tahun 1994, Putera semakin aktif menggenjot perusahaan. Putera mengelola perusahaan keluarga ini secara profesional dengan dukungan manajer profesional. Putera dikenal luwes dalam menjalankan roda perusahaannya. Ia tidak hanya lihai dalam melakukan inovasi produk inti perusahaan yakni rokok, namun juga jeli melihat peluang bisnis di segmen usaha lain.
    Putera di antaranya berhasil mengekspansi bisnis seperti supermarket dengan mengakuisi Alfa dan mendirikan Bank Sampoerna pada tahun 1980-an. Namun, bisnis perbankannya ini tidak berjalan. Satu inovasi yang paling diingat orang sampai saat ini adalah gebrakan Putera meluncurkan A Mild, rokok rendah nikotin pertama di Indonesia. Inilah yang menunjukkan Putera sebagai seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Sensasinya membuat rokok rendah nikotin akhirnya diikuti oleh banyak perusahaan rokok lain..
    Inovasi dalam sebuah perusahaan itu sangatlah penting, dan mempengaruhi sebuah korporasi. Putera ketiga dari PT HM Sampoerna ini melakukan perubahan melalui dari luar korporatnya. Yakni dengan diketahui bahwa salah satu produk PT HM Sampoerna, A Mild diluncurkan oleh Sampoerna pada tahun 1989. A Mild merupakan pionir produk rokok kategori LTLN (rendah tar rendah nikotin) di Indonesia. Saat ini, A Mild diproduksi di pabrik Karawang dan Sukorejo. Pada tahun 2009, A Mild menjadi produk rokok terdepan di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 10,7%. Produk ini menunjukkan bahwa nilai sebuah inovasi dalam sebuah perusahaan sangatlah dibutuhkan, dan hasilnya produk A Mild adalah produk rokok terdepan di Indonesia. Doktrin generasi ketiga adalah Penghancur, tidak untuk keluarga PT HM Sampoerna.
    http://joglohandycraft.wordpress.com
    b) Bagaimana dengan Ciputra?
    Ciputra adalah mahaguru dalam dunia properti. Ia memulai usaha properti sejak tahun 1961 atau setengah abad yang lalu. Ciputra memulai dari Grup Jaya, tempat ia bermitra dengan Pemda DKI Jakarta. Tahun 1971, Ciputra mendirikan Metropolitan Kencana, bermitra dengan kawan-kawan sekolahnya. Pada tahun 1981, Ciputra membangun Grup Ciputra, perusahaan keluarga, yang dikendalikan anak, menantu, cucu, dan para profesional.
    Grup Ciputra juga kuat dalam inovasi, dan kekuatan inovasi pada konsep. Grup Ciputra adalah Perusahaan property terbesar di Indonesia mempunyai keyakinan untuk terus berkembang. Perusahaan ini ingin menancapkan sesuatu di benak konsumen, jika seorang berpergian ke suatu kota maka yang diingatnya adalah Ciputra. Salah satu contoh produk inovativ dari grup ciputra adalah Membangun kota Internasional, yang bisa di ingat oleh para konsumen jika mengunjungi kota tersebut. Inovasi ini membangun ketertarikan Grup Ciputra terus berkembang sebagai perusahaan property terbesar di Indonesia.

  50. 50
    Muhammad Sofyan/070915097 Muhammad Sofyan/070915097 Said: @9:17 am 

    c) Dahlan Iskan?
    Dahlan Iskan (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951; umur 59 tahun), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Karier Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.
    Dahlan Iskan CEO Jawa Pos Group, Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki 134 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.
    Karier Dahlan Iskan tdk berhenti, Beliau juga adalah direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya
    . Jawapos harus menjadi bagian dari seluruh kegiatan yang terjadi di masyarakat terutama di Surabaya. Green and Clean, Safety Riding, adalah gerakan-gerakan di mana Jawapos menjadi bagian dari masyarakat Surabaya. Oleh sebab itu, di tahun 2006 kuartal ke-3 (Juli-September), Jawapos menjadi koran terbesar di Indonesia mengalahkan Kompas. Inilah letak tonjol yang diberikan oleh Dahlan Iskan, beliau menampilkan Young Talent yang dimiliki oleh Jawapos sedangkan Kompas tidak. Visi yang ditancapkan oleh Dahlan Iskan kepda Azrul yakni beliau young talent DBL. Buat Dahlan Iskan dan Azrul sendiri, anak muda dan fresh graduate pikirannya masih kosong, jadi masih mudah untuk memasukkan nilai-nilai Jawapos ke anak muda. Dan anak-anak muda yang ada di Deteksi diberikan kesempatan yang luar biasa untuk mengeksplorasi dirinya dan mengaktualisasi dirinya. Entrepreneur adalah insting untuk melihat peluang yang ada di sekitar dan hal tersebut tidak akan didapatkan dengan bersekolah.
    http://dwdove.com/2011/04/13/dbl/-azrul-ananda-creative-young-talent
    http://id.wikipedia.org/wiki/Dahlan_Iskan#Awal_karier

    d) Jelaskan fungsi Entrepreneurship dalam pengembangan budaya korporat!
    Hal terpenting dalam sebuah budaya korporat yang berkualitas tinggi bukan rentetan kata sifat yang positif tetapi bagaimana membuat budaya tersebut terealisasi secara nyata dalam perusahaan. Karyawan ialah aset terbesar dan saat bisnis melesat dengan pesat, Anda membutuhkan sebuah budaya korporat yang kokoh. lstilah entrepreneurship diperkenalkan kali pertama oleh Richard Cantillon, seorang ekonom Irlandia yang berdiam di Perancis pada abad ke-18. Dia mendefinisikan entrepreneurship sebagai, “The agent who buys means of production at cerium prices in order to combine them into a new product.” Dia menyatakan bahwa entrepreneur adalah seorang pengambil resiko.
    Argumen
    Tidak lama kemudian J.B Say dan Perancis menyempurnakan definisi Cantillon menjadi, “One who brings other people together in order to build a single productive organism.” Artinya entrepreneur menempati fungsi yang lebih luas.
    “Budaya Perusahaan Tidak Ditentukan Oleh Bunyi Dari Rangkaian Kata-Kata Yang Tertulis Di Dalam Budaya Perusahaan, Tapi Sangat Ditentukan Oleh Karakter Individu Yang Bisa Memainkan Peran Dan Fungsi Pekerjaannya Di Tempat Kerja Sesuai Dengan Kata-Kata Yang Ada Di Dalam Budaya Perusahaan.” - Djajendra

    Entrepreneurship adalah jiwa entrepreneur yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas serta kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur. Sedang, entrepreneur didefinisikan sebagai seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, dan aset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar daripada sebelumnya, dan juga dilekatkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru. Dalam pengembangan budaya korporat entrepreneurship sangatlah penting karena untuk perkembangan suatu perusahaan itu butuh bibit baru, baik dalam berbagai produk.

    http://www.ciputraentrepreneurship.com

  51. 51
    elisa widyakusuma (070810675) elisa widyakusuma (070810675) Said: @9:17 pm 

    Terdapat berbagai macam definisi perusahaan, akan tetapi secara umum perusahaan adalah suatu organisasi yang memiliki sumber daya (input) seperti bahan baku dan tenaga kerja diproses untuk menghasilkan barang atau jasa (output) yang akan dijual kepada pelanggan. (Afandi, 2011). Perusahaan dijalankan oleh pihak-pihak tertentu, salah satunya perusahaan keluarga. Perusahaan keluarga terbagi menjadi dua macam. Pertama adalah family owned enterprise (FOE), yaitu perusahaan yang dimiliki oleh keluarga tetapi dikelola oleh profesional yang berasal dari luar lingkaran keluarga. Keluarga hanya berperan sebagai pemilik dan tidak melibatkan diri dalam operasi di lapangan. Perusahaan seperti ini merupakan bentuk lanjutan dari usaha yang semula dikelola oleh keluarga yang mendirikannya.
    Jenis perusahaan keluarga yang kedua adalah family business enterprise (FBE), yaitu perusahaan yang dimiliki dan dikelola oleh keluarga pendirinya. Perusahaan tipe ini memiliki ciri-cirit tertentu, yaitu dipegangnya posisi-posisi kunci dalam perusahaan oleh anggota keluarga. Jenis perusahan keluarga yang kedua inilah, yang banyak terdapat di Indonesia.
    Kemudian, batasan lain tentang perusahaan diberikan oleh John L. Ward dan Craig E. Arnoff. Menurutnya, suatu perusahaan dinamakan perusahaan keluarga apabila terdiri dari dua atau lebih anggota keluarga yang mengawasi keuangan perusahaan. Sedangkan menurut Robert G. Donnelley dalam bukunya “The Family Business” bahwa suatu organisasi dinamakan perusahaan keluarga apabila paling sedikit ada keterlibatan dua generasi dalam keluarga itu dan mereka mempengaruhi kebijakan perusahaan.
    Suatu bisnis dan keluarga bukanlah hal yang tidak bisa disatukan. Banyak usaha yang dimulai dari hobi dalam keluarga kemudian berkembang menjadi perusahaan keluarga. Bahkan tidak sedikit perusahaan keluarga yang tumbuh berkembang dan menjadi perusahaan besar di Indonesia. Di dunia persaingan bisnis yang semakin hari semakin “kejam”, dibutuhkan pemipin yang memiliki kompetensi dan karakter yang tidak kalah dengan sosok pemimpin yang terdahulu. Ada doktrin yang menyatakan bahwa generasi ketiga dari perusahaan keluarga merupakan generasi penghancur perusahaan. Inilah gambaran miris tentang bisnis yang dijalankan perusahaan keluarga (Family Bisnis) di Indonesia. Doktrin ini mempengaruhi penilaian masyarakat Indonesia mengenai generasi ketiga perusahaan keluarga yang akhirnya membentuk stereotype negatif. Namun, pada kenyataannya, doktrin tersebut kontradiktif dengan realita yang ada. Beberapa perusahaan keluarga di Indonesia berhasil terus tumbuh berkembang dari generasi ke generasi.
    a. Perusahaan Sampoerna
    Perusahaan rokok PT H.M. Sampoerna salah satu produsen rokok ternama di Indonesia. Sebagai salah satu dari perusahaan keluarga terbesar di dunia, sejarahnya tak bisa dipisahkan dari sejarah keluarga Sampoerna. Kesuksesan perusahaan tersebut dimulai dari Liem Seeng Tee, Liem Swie Ling dan kemudian diteruskan hingga kini oleh Putera Sampoerna.Sejarah mencatat bahwa putra ke dua Liem Swie Ling yakni Putra Sampoerna di awal tahun 1970-an mulai aktif dalam perusahaan. Prestasi pertamanya yang gemilang adalah dalam pengembangan merek rokok ”A.” Tapi usaha kerasnya untuk mengembangkan perusahaan terhadang oleh kebakaran pada pabrik Taman Sampoerna pada 1979.
    Namun dengan kerja kerasnya, dia tetap bisa mempertahankan produksinya dari Malang dan hanya dalam waktu 24 jam setelah kejadian tersebut, rokok Dji Sam Soe akhirnya dapat hadir kembali meskipun hanya dalam jumlah yang terbatas.
    Perkembangan perusahaan rokok ini berkembang pesat sehingga tempat produksi di Taman Sampoerna dan di Malang menjadi semakin terbatas sebagai pusat usaha. Akhirnya pabrik ini dipindahkan ke daerah industri Rungkut pada 1982. Sejak itulah tercatat banyak prestasi yang dilakukan oleh perusahaan ini. Di antaranya, yaitu pendirian laboraturium kontrol untuk memenuhi standi internasional.
    Tahun 1989 A-Mild, rokok dengan kadar terendah, diluncurkan. Produk ini sangat sukses di pasaran karena bisa memenuhi keinginan kadar tar yang rendah. Sukses lain adalah dengan terdaftarnya PT H.M. Sampoerna sebagai perusahaan publik pada 27 Agustus 1990. Perusahaan ini ketika itu berhasil menjual sahamnya sebanyak 27 juta dengan harga Rp.12.600/lembar saham. Hal ini adalah pencapaian yang menakjubkan sebagai generasi ketiga dari perusahaan keluarga yang notabene dianggap “sebelah mata” oleh masyarakat, khususnya di Indonesia.

    b. Perusahaan Ciputra
    Tak bisa dipungkiri banyak sentuhan khas Ciputra dalam pembangunan negeri ini. Ciputra telah sukses melampaui semua orde, yaitu orde lama, orde baru, maupun orde reformasi. Dia sukses membawa perusahaan daerah maju, membawa perusahaan sesama koleganya maju, dan akhirnya juga membawa perusahaan keluarganya sendiri maju. Dia sukses menjadi contoh kehidupan sebagai seorang manusia. Memang, dia tidak menjadi konglomerat nomor satu atau nomor dua di Indonesia, tapi dia adalah yang terbaik di bidangnya yaitu real estate. Dialah pelopor bisnis properti modern di Indonesia dan pendiri sekaligus ketua umum pertama REI (perhimpunan perusahaan real estate Indonsia), sehingga dijuluki Bapak Real estate Indonesia. Ciputra juga orang Indonesia pertama yang dipercaya menjadi World President FIaBCI, organisasi pengusaha realestast internasional. Bagi para konsumen properti, nama Ciputra telah menjadi brand yang menjanjikan kualitas produk sekaligus prospek investasi yang menguntungkan.
    Di kalangan pelaku bisnis properti, Ciputra identik dengan raksasa bisnis yang sering menjadi rujukan sekaligus pesaing Karya-karya besar Ciputra begitu beragam, karena hampir semua subsektor properti dijamahnya. Ciputra kini mengendalikan 5 kelompok usaha Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti di sektor properti. Proyek kota barunya kini berjumlah 11 buah tersebar di Jabotabek, Surabaya, dan di Vietnam dengan luas lahan mencakup 20.000 hektar lebih. Ke-11 kota baru itu adalah Bumi Serpong Damai, Pantai Indah Kapuk, Puri Jaya, Citraraya Kota Nuansa Seni, Kota Taman Bintaro Jaya, Pondok Indah, Citra Indah, Kota Taman Metropolitan, CitraRaya Surabaya, Kota Baru Sidoarjo, dan Citra Westlake City di Hanoi, Vietnam.
    Proyek-proyek properti komersialnya, juga sangat berkelas dan menjadi trend setter di bidangnya. Lebih dari itu, proyek-proyeknya juga menjadi magnet bagi pertumbuhan Setelah pusat perbelanjaan Senen, proyek monumental Ciputra di Jaya selanjutnya adalah Taman Impian Jaya Ancol dan Bintaro Jay.
    Melalui perusahaan yang 40% sahamnya dimiliki Pemda DKI inilah Ciputra menunjukkan kelasnya sebagai entrepreuneur sekaligus profesional yang handal dalam menghimpun sumber daya yang ada menjadi kekuatan bisnis raksasa. Grup Jaya yang didirikan tahun 1961 dengan modal Rp. 10 juta, kini memiliki total aset sekitar Rp. 5 trilyun. Dengan didukung kemampuan lobinya, Ciputra secara bertahap juga mengembangkan jaringan perusahaannya di luar Jaya, yakni Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan yang terakhir adalah Grup Ciputra.

    c. Dahlan Iskan
    Dahlan Iskan membangun kerajaan bisnis Jawa Pos dengan kerja keras luar biasa. Bahkan, beberapa kalangan menilai Grup Jawa Pos menggurita karena sikap one man show Dahlan. Kalangan dekatnya justru mengaku banyak melihat keteladanan yang begitu nyata diperlihatkan Dahlan dalam keseharian. Meskipun Dahlan Iskan sudah lama tak berkantor di Graha Pena, Surabaya. Namun, semangat, disiplin, kerja keras, kesederhanaan yang dimiliki Dahlan tertancap kuat di seantero kantor Jawa Pos yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Jejak keberhasilan Dahlan bukan saja terukir dari pencapaian Jawa Pos yang menjelma menjadi konglomerasi bisnis media dengan sekitar 120 media cetak dan 20-an stasiun televisi lokal yang terserak di berbagai wilayah Nusantara, 40 jaringan percetakan, pabrik kertas, power plant, perminyakan, agrisbisnis, dan properti. Dahlan juga mewariskan sebuah keteladanan. Teladan tentang kesederhanaan, kerja keras, dan logika akal sehat sehingga melahirkan budaya bersikap, budaya berpikir, budaya bekerja pada segenap awak Grup Jawa Pos (GJP) sehingga grup usaha ini terbang sangat tinggi.

    Ketiga perusahaan keluarga ini berbeda-beda dalam menerapkan strateginya, namun ada hal yang sama dari ketiganya. Ada benang merah di antara narasi ketiga perusahaan keluarga di atas, yaitu enterpreneurship. Kata “entrepreneurship” dalam arti bahasa Indonesia yaitu kewirausahaan berasal dari kata Perancis entreprende yang berarti berusaha. Menurut Peter Drucker, entrepreneurship adalah aktivitas yang secara konsisten dilakukan guna mengkonversi ide-ide yang bagus menjadi kegiatan usaha yang menguntungkan. Seorang entrepreneur mampu menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Peter F Drucker), menerapkan kreativitas dan melakukan inovasi untuk memecahkan permasalahan serta berupaya memanfaatkan peluang – peluang yang biasa diharapi orang di kesehariannya (Thomas W Zimmerer). Ia mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Andrew J Dubrin). Seorang entrepreneur tidak penah puas dengan usahanya yang tetap kecil dan selalu menginginkan bisnisnya tumbuh sehingga ia akan bekerja keras untuk meraih pertumbuhan dan sejalan dengan itu terus melakukan berbagai inovasi produk serta pendekatan – pendekatan baru. Hal itu terimplementasi dalam usaha yang dilakukan oleh Putera Sampoerna, Ciputra, dan Dahlan Iskan yaitu mereka berani mengambil risiko untuk membuat atau menjalankan bisnis secara lahir, mereka membaca peluang sebelum mengambil keputusan. Selain itu, tentu saja cara mereka “meyakinkan” orang lain untuk mendukung ide cemerlang tersebut.
    Inovatif merupakan kata yang tepat untuk menggambarkan ide cemerlang, terobosan baru dan kreasi brilian yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan sehingga selain mampu bersaing dengan perusahaan lain narajuga bisa menambah keuntungan perusahaan . Salah satu yang disoroti dalam penilaian tentang inovasi perusahaan ini adalah bagaimana sebuah perusahaan mampu menciptakan suasana yang nyaman dan mendukung karyawannya untuk selalu bisa mengembangkan inovasinya.
    Dengan enterpreneurship yang baik, maka perusahaan maupun perusahaan keluarga yang notabene dianggap “sebelah mata”, akan sangat dapat mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan budaya korporat sebagai landasan dalam kinerja sehingga ke depannya mampu mewujudkan kreativitas dan inovasi sebagai suatu strategi dalam mengadaptasi setiap perubahan yang bakal terjadi. Hingga saat ini, ketiga pengusaha tersebut tidak pernah berhenti berinovasi dan selalu mengajak generasi muda untuk mewujudkan jiwa enterpreneurship mereka, karena secara tidak langsung akan membantu perekonomian negara.

  52. 52
    Wisyesa Syasyikirana (070915005) Wisyesa Syasyikirana (070915005) Said: @10:38 pm 

    BAGIAN I
    Wisyesa Syasyikirana
    070915005
    Ilmu Komunikasi

    Menurut etimologi, inovasi berasal dari kata innovation yang bermakna ‘pembaharuan; perubahan (secara) baru’. Inovasi adakalanya diartikan sebagai penemuan, tetapi berbeda maknanya dengan penemuan dalam arti diskoveri atau invensi. Inovasi adalah suatu ide, produk, metode, dan seterusnya yang dirasakan sebagai sesuatu yang baru, baik berupa hasil diskoveri atau invensi yang digunakan untuk tujuan tertentu.
    Rogers dan Shoemaker mengartikan inovasi sebagai ide-ide baru, praktik-praktik baru, atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran. Pengertian baru di sini, mengandung makna bukan sekadar baru diketahui oleh pikiran (cognitive), melainkan juga baru karena belum dapat diterima secara luas oleh seluruh warga masyarakat dalam arti sikap (attitude) dan juga baru dalam pengertian belum diterima dan diterapkan oleh seluruh warga masyarakat setempat.
    Pengertian inovasi tidak hanya terbatas pada benda atau barang hasil produksi, tetapi juga mencakup sikap hidup, perilaku, atau gerakan-gerakan menuju proses perubahan di dalam segala bentuk tata kehidupan masyarakat. Jadi, secara umum, inovasi berarti suatu ide, produk, informasi teknologi, kelembagaan, perilaku, nilai-nilai, dan praktik-praktik baru yang belum banyak diketahui, diterima, dan digunakan/diterapkan oleh sebagian besar warga masyarakat dalam suatu lokalitas tertentu, yang dapat digunakan atau mendorong terjadinya perubahan-perubahan di segala aspek kehidupan masyarakat demi terwujudnya perbaikan mutu setiap individu dan seluruh warga masyarakat yang bersangkutan.
    Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi:
    1. keunggulan relatif (relative advantage)
    2. kompatibilitas (compatibility)
    3. kerumitan (complexity)
    4. kemampuan diujicobakan (trialability)
    5. kemampuan untuk diamati (observability)
    Semakin besar keunggulan relatif, kesesuaian, kemampuan untuk diujicobakan, dan kemampuan untuk diamati serta semakin kecil kerumitannya, semakin cepat inovasi dapat diadopsi.
    Rogers (1983) mengemukakan ada empat faktor yang mempengaruhi proses keputusan inovasi:
    1. struktur sosial (social structure)
    2. norma sistem (system norms)
    3. pemimpin opini (opinion leaders)
    4. agen peubah (change agent)
    Pemahaman kreatif dan inovatif sering kali dipertukarkan satu sama lain. Menurut Zimmerer dkk (2009) kreatifitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang. Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperkaya kehidupan orang-orang. Selanjutnya Ted Levitt (dalam Zimmerer, 2009) menyatakan bahwa kreatifitas memikirkan hal-hal baru dan inovasi mengerjakan hal-hal baru. Jadi kreatif adalah sifat yang selalu mencari cara-cara baru dan inovatif adalah sifat yang menerapkan solusi kreatif. Kreatif tapi tidak inovatif adalah mubazir karena ide hanya sebatas pemikiran tanpa ada realisasi.
    Studi kasus Putera Sampoerna
    Seperti yang dilansir pada Trijayanews.com Putera Sampoerna, pengusaha Indonesia kelahiran Schidam, Belanda, 13 Oktober 1947. Dia generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Adalah kakeknya Liem Seeng Tee yang mendirikan perusahaan rokok Sampoerna. Putera merupakan presiden direktur ketiga perusahaan rokok PT. HM Sampoerna itu. Dia menggantikan ayahnya Aga Sampoerna.
    Sampai dengan tahun 1989, industri rokok telah diramaikan oleh banyak produsen ternama, sebut saja Djarum, Gudang Garam, Bentoel, dan Sampoerna. Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, di akhir tahun 1989, tepatnya pada tanggal 18 Desember 1989, PT HM Sampoerna, Tbk membuat gebrakan dengan meluncurkan A-Mild ke pasaran. Peluncuran ini mengagetkan banyak pihak, terutama industri rokok saat itu. Pasalnya produk A-Mild merupakan produk yang unik, yang tidak tergolong dalam kategori manapun, dari tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Melalui A-Mild PT HM Sampoerna Tbk mengambil langkah berani untuk membuat sebuah kategori baru, yakni SKM mild. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg. Tidak hanya pada komposisi, HM Sampoerna juga melakukan perubahan pada kemasan A-Mild dengan mengurangi isi 20 batang menjadi 16 batang. Untuk inovasi produknya yang satu ini, jelas HM Sampoerna tidak main-main. Dibutuhkan waktu hingga lebih dari dua tahun untuk proses persiapannya. Maklum, saat itu tidak ada benchmark produk yang dapat dijadikan acuan, termasuk di pasar internasional. Yang ada hanya berbagai survey dan riset yang melibatkan konsumen, termasuk di antaranya uji buta yang tidak hanya dilakukan sekali, tapi beberapa kali di beberapa kota.
    Namun demikian kehadiran A-Mild sebagai pelopor rokok rendah nikotin ternyata tidak langsung diikuti oleh para kompetitornya. Mereka bahkan seolah-olah mencibir pada rokok yang pertama kali mengusung motto Taste of the future itu. Tidak hanya kompetitor, konsumen pun kurang memberikan sambutan yang baik. Tidak heran, karena saat itu konsumen sudah terbiasa dengan jenis rokok yang sudah ada (SKT, SKM dan SPM), sehingga A-Mild dianggap sebagai rokok yang tidak mempunyai rasa.
    Permintaan pasar terhadap kategori SKM mild yang semakin meningkat setiap tahunnya mulai menarik perhatian para pesaing HM Sampoerna. Mereka mulai menyadari adanya potensi market yang besar dari kategori ini. Setelah lebih dari lima tahun A-Mild menjadi penguasa tunggal di kategori SKM mild, akhirnya di tahun 1997, secara hampir bersamaan, dua musuh bebuyutan HM Sampoerna, PT Djarum dan PT Bentoel Prima, ikut mencari peruntungan di kategori ini. Djarum mengusung merek LA Lights, sedangkan Bentoel Prima mengibarkan Star Mild.
    Pada kemunculannya, Star Mild mencoba membuat diferensiasi dengan kembali menciptakan produk dengan kandungan tar dan nikotin yang lebih rendah lagi, yakni 12 mg dan 0,9 mg. Diferensiasi ini yang kemudian dijadikan senjata untuk menantang A-Mild lewat mottonya yang bertema: Lower than low. Dikarenakan pasar sudah relatif terbentuk, Star Mild dapat lebih cepat diterima pasar. Diferensiasi lainnya dilakukan pada harga, di mana harga Star Mild berada di bawah harga A-Mild sehingga memungkinkan jangkauan pasar yang lebih luas.
    Menghadapi tantangan ini, HM Sampoerna tidak kehabisan ide dan strategi. Menyadari bahwa motto merupakan salah satu faktor yang dapat menjadi daya tarik kuat terhadap pasar, HM Sampoerna mulai meluncurkan tema kampanye baru yang secara terbuka menyerang para pengekornya, lewat motto: Others can only follow. “Slogan ini bertujuan untuk semakin mengokohkan leadership A-Mild di pasar rokok mild Indonesia, karena semakin banyaknya merek rokok mild baru yang bermunculan,
    Seperti yang telah dibahas sebelumnya, pemberian motto yang tepat telah terbukti menjadi salah satu kunci sukses dari pemasaran dan penjualan A-Mild. Bagaimana tidak, lewat mottonya HM Sampoerna berhasil mempertahankan diferensiasi, menyampaikan pesan sekaligus menarik perhatian khalayak ramai di Indonesia. Berdasarkan hasil survey pustaka sejak kemunculannya di tahun 1989 sampai dengan saat ini, strategi A-Mild telah mengalami pergantian motto sebanyak lima kali, seperti yang dijabarkan di bawah ini:
    Taste of The Future (awal peluncuran, akhir 1989)
    How Low Can You Go (awal 1990-an)
    Bukan Basa Basi (sekitar 1996-2000)
    Others Can Only Follow (sekitar 2000-2005)
    Tanya Kenapa (2005-saat ini).
    Dari sini dapat terlihat bahwa motto bagi HM Sampoerna termasuk salah satu aspek yang sangat diperhatikan dan telah melekat menjadi salah satu ciri strategi bisnis A-Mild. Melalui motto-mottonya tersebut, A-Mild ingin mencetuskan bahwa brand A-Mild adalah brand yang selalu berusaha tampil beda, sesuai yang pernah dikatakan oleh Putera Sampoerna, “It is more important to be different rather than to be better”. Dan terhadap usahanya itu, HM Sampoerna berhasil. Kini A-Mild tidak hanya terkenal di kalangan konsumen sebagai rokok mild yang enak, tetapi juga terkenal di kalangan orang awam sebagai merek yang berani mengangkat hal-hal kontroversial melalui iklan-iklannya. Salah satu pelajaran penting yang dapat diambil dari evolusi motto A-Mild adalah bahwa sebuah brand juga hidup dalam persaingan di mana untuk membedakan diri dengan pesaing memerlukan kreativitas tinggi, sehingga brand performance yang diukur dari pertumbuhan penjualan dapat terus terjaga (Aidi, 2009).\
    Tidak hanya melalui motto dan iklan, HM Sampoerna juga menggunakan jalur musik dan event sebagai komponen-komponen pelengkap dalam strategi pemasarannya. Melalui project yang bertajuk A-Mild Live Soundrenaline, HM Sampoerna berusaha mendekatkan diri dengan komunitas A-Mild melalui sajian konser musik yang berkualitas.
    Putera Sampoerna, mengguncang dunia bisnis Indonesia dengan menjual seluruh saham keluarganya di PT HM Sampoerna senilai Rp18,5 triliun, pada saat kinerjanya baik. Generasi ketiga keluarga Sampoerna yang belakangan bertindak sebagai CEO Sampoerna Strategic, ini memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan.
    Belakangan publik memahami visi Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005 versi Majalah Warta Ekonomi ini ((Warta Ekonomi 28 Desember 2005). Dia melihat masa depan industri rokok di Indonesia akan makin sulit berkembang. Dia pun ingin menjemput pasar masa depan yang hanya dapat diraihnya dengan langkah kriatif dan revolusioner dalam bisnisnya. Secara revolusioner dia mengubah bisnis intinya dari bisnis rokok ke agroindustri dan infrastruktur.
    Tidak hanya gemilang dalam melakukan inovasi produk inti bisnisnya, yakni rokok, namun juga berhasil mengespansi peluang bisnis di segmen usaha lain, di antaranya dalam bidang supermarket dengan mengakuisi Alfa dan sempat mendirikan Bank Sampoerna akhir 1980-an.

    B. Studi Kasus Ciputra

    Seperti yang dilansir dalam halaman Creative Junkies Intisari edisi Mei 2011. Ciputra sudah merintis saat masih kuliah. Yakni dengan mendirikan biro konsultan Daja Ciptabersama dua teman kuliahnya yaitu Budi Brasali dan Ismail sofyan. Mitra usaha pertamanya tidak tanggung-tanggung yakni Pemda DKI dan Hasyim Ning, pada 1961 mendirikan PT. Pembangunan Jaya, cikal Bakal Jaya Group.bisnis Ciputra semakin kokoh lewat dua kelompok bisnis lainnya yaitu roup metropolitan dan group Ciputra yang didirikan bersama istri dan empat orang anaknya. Pembagian wilayah untuk kedu grup itu pun dilaksanakan. Jaya Group untuk proyek di DKI, Grup metropolitan untuk Jakarta dan sekitarnya, serta grup Ciputra untuk kota-kota besar di Indonesia dan mancanegara.
    Ciputra tidak mau dipanggil sebagai pelopor tapi dia justru lebih suka dibilang sebagai pengembang. Ciputra merupakan pengembang dengan visi yang besar. selain itu di balik

  53. 53
    Wisyesa Syasyikirana (070915005) Wisyesa Syasyikirana (070915005) Said: @10:51 pm 

    BAGIAN II

    sosok suksesnya, sisi sosial Ciputra juga menonjol. Salah satunya yaitu ia menyediakan lahan 30 hektar di Citra Rayauntuk digunakan berbagai kegiatan sosial. Namun sesungguhnya proyekl terbesarnya adalah menyiapakan sumber daya manusia Indonesia menjadi entrepreneur yang mampu memajukan negaranya.
    Perjalanan bisnis Ciputra dirintis sejak masih menjadi mahasiswa arsitektur Institut Teknologi Bandung. Bersama Ismail Sofyan dan Budi Brasali, teman kuliahnya, sekitar tahun 1957 Ciputra mendirikan PT Daya Cipta. Biro arsitek milik ketiga mahasiswa tersebut, sudah memperoleh kontrak pekerjaan lumayan untuk masa itu, dibandingkan perusahaan sejenis lainnya. Proyek yang mereka tangani antara lain gedung bertingkat sebuah bank di Banda Aceh. Tahun 1960 Ciputra lulus dari ITB. Ke Jakarta…Kita harus ke Jakarta, sebab di sana banyak pekerjaan, ujarnya kepada Islamil Sofyan dan Budi Brasali. Keputusan ini menjadi tonggak sejarah yang menentukan jalan hidup Ciputra dan kedua rekannya itu. Dengan bendera PT Perentjaja Djaja IPD, proyek bergengsi yang ditembak Ciputra adalah pembangunan pusat berbelanjaan di kawasan senen. Dengan berbagai cara, Ciputra adalah berusaha menemui Gubernur Jakarta ketika itu, Dr. R. Soemarno, untuk menawarkan proposalnya. Gayung bersambut. Pertemuan dengan Soemarno kemudian ditindak lanjuti dengan mendirikan PT Pembangunan Jaya, setelah terlebih dahulu dirapatkan dengan Presiden Soekarno.
    Setelah pusat perbelanjaan Senen, proyek monumental Ciputra di Jaya selanjutnya adalah Taman Impian Jaya Ancol dan Bintaro Jay. Melalui perusahaan yang 40% sahamnya dimiliki Pemda DKI inilah Ciputra menunjukkan kelasnya sebagai entrepreuneur sekaligus profesional yang handal dalam menghimpun sumber daya yang ada menjadi kekuatan bisnis raksasa. Grup Jaya yang didirikan tahun 1961 dengan modal Rp. 10 juta, kini memiliki total aset sekitar Rp. 5 trilyun. Dengan didukung kemampuan lobinya, Ciputra secara bertahap juga mengembangkan jaringan perusahaannya di luar Jaya, yakni Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan yang terakhir adalah Grup Ciputra. Jumlah seluruh anak usaha dari Kelima grup itu tentu di atas seratus, karena anak usaha Grup Jaya saja 47 dan anak usaha Grup Metropolitan mencapai 54. Mengenai hal ini, secara berkelakar Ciputra mengatakan: Kalau anak kita sepuluh, kita masih bisa mengingat namanya masing-masing. Tapi kalau lebih dari itu, bahkan jumlahnya pun susah diingat lagi.
    Fasilitas merupakan unsur ketiga dari 10 faktor yang menentukan kepuasan pelanggan. Konsumen harus dipuaskan dengan pengadaan fasilitas umum dan fasilitas sosial selengkapnya. Tapi fasilitas itu tidak harus dibangun sekaligus pada tahap awal pengembangan. Jika fasilitas selengkapnya langsung dibangun, harga jual akan langsung tinggi. Ini tidak akan memberikan keuntungan kepada para pembeli pertama, selain juga merupakan resiko besar bagi pengembang. Ciputra memiliki saham di lima kelompok usaha (Grup Jaya, Grup Metropolitan, Grup Pondoh Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan Grup Ciputra). Dari Kelima kelompok usaha itu, Ciputra tidak menutupi bahwa sebenarnya ia meletakkan loyalitasnya yang pertama kepada Jaya. Pertama, karena ia hampir identik dengan Jaya. Dari sinilah jaringan bisnis propertinya dimulai. Sejak perusahaan itu dibentuk tahun 1961, Ciputra duduk dalam jajaran direksinya selama 35 tahun: 3 tahun pertama sebagai direktur dan 32 tahun sebagai direktur utama, hingga ia mengundurkan diri pada tahun 1996 lalu dan menjadi komisaris aktif. Kedua, adalah kenyataan bahwa setelah Pemda DKI, Ciputra adalah pemegang saham terbesar di Jaya.
    PT Metropolitan Development adalah perusahaannya yang ia bentuk tahun 1970 bersama Ismail Sofyan, Budi Brasali, dan beberapa mitra lainnya. Kelompok usaha Ciputra ketiga adalah Grup Pondok Indah (PT Metropolitan Kencana) yang merupakan usaha patungan antara PT Metropolitan Development dan PT Waringin Kencana milik Sudwikatmono dan Sudono Salim. Grup ini antara lain mengembangkan Perumahan Pondok Indah dan Pantai Indah Kapuk. Kelompok usaha yang keempat adalah PT Bumi Serpong Damai, yang didirikan awal tahun 1980-an. Perusahaan ini merupakan konsorsium 10 pengusaha terkemuka – antara lain Sudono Salim, Eka Tjipta Widjaya, Sudwikatmono, Ciputra dan Grup Jaya – yang mengembangkan proyek Kota Mandiri Bumi Serpong Damai seluas 6.000 hektar, proyek jalan tol BSD – Bintaro Pondok Indah, dan lapangan golf Damai Indah Golf.
    Grup Ciputra adalah kelompok usahanya yang Kelima. Grup usaha ini berawal dari PT Citra Habitat Indonesia, yang pada awal tahun 1990 diakui sisi seluruh sahamnya dan namanya diubah menjadi Ciputra Development (CD). Ciputra menjadi dirutnya dan keenam jajaran direksinya diisi oleh anak dan menantu Ciputra. Pertumbuhan Ciputra Development belakangan terasa menonjol dibandingkan keempat kelompok usaha Ciputra lainnya. Dengan usia paling muda, CD justru yang pertama go public di pasar modal pada Maret 1994. Baru beberapa bulan kemudian Jaya Real properti menyusul. Total aktiva CD pada Desember 1996 lalu berkisar Rp. 2,85 triliun, dengan laba pada tahun yang sama mencapai Rp. 131,44 miliar. CD kini memiliki 4 proyek skala luas: Perumahan Citra 455 Ha, Citraraya Kota Nuansa Seni di Tangerang seluas 1.000 Ha, Citraraya Surabaya 1.000 Ha, dan Citra Indah Jonggol. 1.000 Ha. Belum lagi proyek-proyek hotel dan mal yang dikembangkannya, seperti Hotel dan Mal Ciputra, serta super blok seluas 14,5 hektar di Kuningan Jakarta. Grup Ciputra juga mengembangkan Citra Westlake City seluas 400 hektar di Ho Chi Minh City, Vietnam. Pembangunannya diproyeksikan selama 30 tahun dengan total investasi US$2,5 miliar.
    Selain itu, CD juga menerjuni bisnis keuangan melalui Bank Ciputra, dan bisnis broker melalui waralaba Century 21.

  54. 54
    Aisyah Nawangsari Putri (070915006) Aisyah Nawangsari Putri (070915006) Said: @11:58 pm 

    PART.1
    1.
    Karier Putera Sampoerna: Pria yang menggemari angka sembilan itu mulai menjadi figur penting dalam perusahaan setelah menerima tampuk pimpinan tertinggi sebagai chief executive officer dari ayahnya, Aga Sampoerna, pada 1986. Setelah Aga meninggal pada 1994, Putera semakin aktif menggenjot kinerja perusahaan dengan merekrut profesional mancanegara untuk turut mengembangkan kerajaan bisnisnya.
    Putera dikenal luas sebagai nakhoda perusahaan yang tidak hanya lihai dalam melakukan inovasi produk inti perusahaannya, yakni rokok, namun juga jeli melihat peluang bisnis di segmen usaha lain. Di bisnis sigaret, nama Putera tidak bisa dihapus berkembangnya segmen pasar baru, yakni rokok rendah tar dan nikotin. HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air dengan produknya, A Mild.
    Pada masa kepemimpinananya, PT. Sampoerna juga memperluas bisnisnya ke dalam bidang supermarket dengan mengakuisi Alfa dan mendirikan Bank Sampoerna pada akhir 1980-an, meski bisnis perbankan ini akhirnya gagal.
    Pada tahun 2000, Putera mengalihkan kepemimpinan perusahaan kepada anaknya, Michael.
    Maret 2005 merupakan masa penting dalam perjalanan bisnis Putera Sampoerna dan keluarganya, dimana Putera memutuskan untuk menjual kepemilikan saham atas PT HM Sampoerna kepada PT Philips Morris Indonesia. Pengumuman akuisisi itu mengejutkan pihak-pihak internal (Karyawan HM Sampoerna) dan eksternal Perusahaan (investor, pengamat ekonomi, dll); dimana keputusan untuk menjual bisnis keluarga yang telah dirintis sejak 1913 dinilai berbagai kalangan merupakan langkah bisnis Putera Sampoerna yang sangat beresiko tinggi, mengingat selama ini HM Sampoerna merupakan sumber utama pendapatan dari keluarga Sampoerna bahkan pada saat dijual kinerja perusahaan sangatlah baik. Hingga saat ini alasan Putera Sampoerna untuk melakukan penjualan tersebut tidak diketahui dengan jelas. (Wikipedia 2011).
    Doktrin ‘generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan’ tentu saja tidak sepenuhnya benar karena Putera Sampeorna yang merupakan generasi ketiga dari perusahaan Sampoerna berhasil mematahkannya dengan inovasi A Mild. itu berarti dia ikut membesarkan perusahaan. Hal itu juga terjadi dengan perusahaan milik keluarga Bakrie. Walaupun sempat tersandung kasus Lumpur Lapindo, namun Bakrie tetap mampu bertahan dan berjuang untuk mempertahankan perusahaan milik keluarganya.
    2.
    Awal karier Ciputra menurut Wikipedia (2011): Setelah menyelesaikan kuliahnya di ITB, Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah itusebagai penasihat. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol.
    Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.
    Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu, Bank Ciputra yang didirikannya ditutup oleh Pemerintah karena dianggap tidak layak, dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintis menjelang krisis pun ikut ditutup. Dengan adanya kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank, ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.
    Ciputra sudah menunjukkan kegigihannya dengan melewati masa-masa crisis dengan baik dan bisa bangkit hingga menjadi perusahaan yang besar seperti sekarang ini.

  55. 55
    ziadatur rohmah, 070915106 ziadatur rohmah, 070915106 Said: @12:40 am 

    a. Peranan inovasi pada sampoerna
    Dalam laporan tahunan PT. HM Samporna Tbk. dijelaskan bahwa Sampoerna merupakan perusahaan rokok terbesar dan ternama di indonesia. Perusahaan ini telah berdiri sejak tahun 1919. Usaha rokok ini dirintis oleh Liem Seeng Tee dengan susah payah. Setelah meninggal dunia, usaha tersebut diteruskan oleh putranya. Doktrin bahwa “orang ketiga mengahancurkan” itu akan salah besar jika kita menilik pada perusahaan Sampoerna. Karena pada era kepemimpinan generasi ketiga-lah sampoerna tumbuh kembang sacara pesat. Dibalik kesuksesan sampoerna saat ini tidak luput dari kreativitas dan inovasi pemiliknya.
    Inovasi sangat penting bagi suatu perusahaan. Inovasi adalah proses menemukan atau mengimplementasikan sesuatu yang baru ke dalam situasi yang baru. Kebaruan yang dimaksud disini adalah gagasan, ide, metode, alat yang berbeda dengan yang lainya. Sedangkan pengertian inovasi menurut kamus besar bahasa indonesia(1995) adalah penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenalkan sebelumnya. Maju tidaknya sutu perusahaan tergantung dari manajemen dan kreativitas SDM perusahaan tersebut. Begitu juga yang dialami perusahaan Sampoerna. Perusahaan ini mempunyai slogan yang tetap kuat dipertahankan yakni “Inovasi adalah budaya kami; kebiasaan yang kami jalani setiap hari, Inovasi bukanlah tujuan kami, melainkan cara kami meraih prestasi”(website sampoerna, 2011). Berdasakan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa ciri khas dari Sampoerna adalah selalu kreative dan selalu membuat inovasi inovasi terbaru.
    Inovasi yang selalu dialakukan sampoerna adalah inovasi produk. Inovasi produk menurut Crowford dan De Benedetto yang dikutip dalam digilib petra(2010) adalah inovasi yang digunakan palam keseluruhan operasi perusahaan dimana sebuah produk baru diciptakan dan dipasarkan, termasuk inovasi di segala proses fungsional atau kegunaan. Inovasi dalam pengembangan produk yang dilakukan Sampoerna adalah Sampoerna A Mild. Keluar tahun 1989, riset yang dilakukan jelas beberapa tahun sebelum produk tersebut keluar. Begitu A Mild keluar, konsumen rokok bertanya-tanya produk apa ini gerangan karena mereka sudah terbiasa dengan SKT (Sigaret Kretek Tangan). Setelah beberapa waktu lanjutnya, akhirnya A Mild berhasil menjadi trend setter baru yaitu, SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor. Oleh karena itu sekarang Sampoerna kembali mengeluarkan Sampoerna Exclusive. Masih banyak lagi inovasi inovasi yang dilakukan oleh pemimpin Sampoerna. Tak heran jika sampai saat ini Sampoerna tetap menguasai pasar, dan jaya dibidangnya.
    b. Inovasi Ciputra
    Ir. Ciptra merupakan pengusaha property yang sangat sukses. Usaha property yang sukses tersebut diantaranya Jaya Group, Metropolitan Group dan Ciputra Group.
    Karier yang dijalankan oleh Ciputra ini tidaklah selalu mulus awalanya. Banyak sekali tantangan dan rintangan yang menghadang. Meskipun demikian, Pak cik tidaklah putus asa. Beliau terus berkarya demi menggapai kesuksesan.
    Menurut Ciputra, ide kreative dan inovasi itu sangat diperlukan dalam menggapai kesuksesan. Salah satu inovasinya yang dianggap fenomenal adalah Taman Impian Jaya Ancol yang merupakan taman rekreasi pertama yang menggunakan berbagai tema.
    Proses meniru praktik-praktik terbaik, lalu mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi sesuatu yang lebih baik, bagi seorang Ir. Ciputra dapat digolongkan sebagai sebuah inovasi. Inovasi di sini berarti sesuatu yang baru, berbeda, bernilai lebih, dan lain daripada pendahulunya meskipun mungkin hasil-hasil yang dicapai itu berbasiskan pendahulu yang ditiru dan diramu itu.
    Menurut Pak cik dalam kutipan Syah(2010) mengatakan bahwa menjadi inovatif entrepreneur merupakan value added yang terengkuh lebih maksimal, baik dari sisi daya tahan menghadapi persaingan karena barang dan jasa yang diciptakan nilai tambahnya tinggi sehingga susah ditiru pesaing, maupun dalam hal penyerapan tenaga kerja, biasanya tenaga kerja yang diserap lebih banyak ketimbang menjadi entrepreneur pedagang (trading). Presiden Amerika Barack Obama mengatakan, inovasi bisnis merupakan kunci dalam memulihkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru(VOA, 2010).
    “MENIRU ADALAH PROSES INOVATIF JIKA YANG KITA LAKUKAN ADALAH MENIRU PRAKTIK-PRAKTIK TERBAIK, MENGAMBIL PUNCAK-PUNCAK PENCAPAIAN ITU DAN MERAMUNYA MENJADI SESUATU YANG LEBIH BAIK DAN LEBIH BERNILAI SESUAI DENGAN KONTEKS USAHA KITA SENDIRI.” Ini merupakan semboyan Ciputra yang diambil dari website Ciputra(2010).

    c. Inovasi Dahlan Iskan
    Dikalangan remaja mahasiswa komunikasi, Dahlan Iskan bukanlah sosok yang asing didengar. Beliau merupakan CEO surat kabar Jawa Pos. Seperti yang kita tahu bahwa Jawa Pos merupakan surat kabar harian terbesar di Jawa Timur. Perintis Jawa Pos bukanlah Dahlan Iskan melainkan The Chung Shen. Setelah usaha ini mengalami kemunduran, akhirnya Eric FH Samola membeli sahamnya yang kemudian Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pemimpinnya.
    Selama kepemimpinan Dahlan Iskan, surat kabar ini mengalami kemajuan. Meskipun pada awalnya sedikit tersendat-sendat karena Jawa Pos pernah mengalami oplah 6.000 ekslempar yang waktu itu hampir mati, akan tetapi karena usaha dan inovasi yang dilakukan oleh Dahlan Iskan, dia berhasil menjadikan surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar dalam waktu 5 tahun. Dia menggunakan manajemen dan strategi baru untuk menjalankan perusahaan tersebut. Dengan manajemen dan strategi baru tersebut, Jawa Pos bisa sukses seperti saat ini. Ketika surat kabar lain banyak yang gulung tikar, Jawa Pos masih tetap kokoh sebagai Koran terbesar nasional.
    Ketika surat kabar cetak mulai meredup, Jawa Pos memberikan alternative lain dengan menyuguhkan surat kabar(koran) versi digital. Inovasi lain yang dihadirkan pada surat kabar jawa pos adalah dengan menambahkan Deteksi untuk wilayah Surabaya. Sasaran Deteksi ini adalah para remaja. Secara tidak langsung Dahlan mengajak para remaja untuk gemar membaca surat kabar. Berdasarkan pemaparan sebelumnya bisa dikatakan bahwa Dahlan membawa Jawa Pos from Zero to Hero. Jadi sekali lagi salah besar jika dikatakan generasi ketiga adalah menghancurkan. Sebagai hasil inovasi inovasinya tersebut, Jawa Pos khususnya Dahlan Iskan mendapatkan banyak penghargaan. Misalnya dalam website Jawa Pos(2010) menyebutkan bahwa Jawa Pos meraih Superbrands Award sebagai Koran yang popular dan terpercaya 2010-2011, dan Dahlan Iskan meraih marketer of the year 2010 pada saat menjabat Direktur Utama PLN.

    ** berdasarkan ketiga tipe pengusaha yang berbeda, bisa ditarik benang merahnya bahwa kesuksesan suatu perusahaan bukan dilihat dari segi keberapa generasi pemimpinya, melainkan siapa orangnya?apa usahanya?dan yang terpenting orang yang mampu membuat inovasi-inovasi baru dialah yang menguasai pasar. Sampoerna dengan rokoknya, Ciputra dengan bisnis propertinya dan Dahlan Iskan dengan surat kabarnya. Kreativitas, inovasi, dan kerja keras adalah fondasi kemajuan suatu perusahaan atau korporat. Inovasi inovasi yang dimiliki ketiga tokoh diatas mampu mendobrak doktrin yang selama ini menghantui, mampu menjadi pelopor dan unggul dalam bidangnya serta membawa perubahan besar, kemajuan pesat bagi perusahaan.
    d. Fungsi Enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Pada website CECDC (Career, Enterpreneurship and Corporate Development Center) Politama(2011) disebutkan bahwa entrepreneurship atau kewirausahaan adalah jiwa dinamis dalam menangkap tantangan dan merubahnya menjadi peluang. Kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang- peluang yang muncul di pasar. Kewirausahaan, dalam konteks apapun, selalu berdampingan erat dengan karakter entrepreneurship. Pengembangan usaha yang mandiri membutuhkan jiwa dan semangat entrepreneurship yang juga mumpuni. Karakter ini bersatu dan menjadi kebutuhan langsung dalam proses wirausaha.
    Menjadi kreatif dan inovatif adalah hal yang sangat dibutuhkan karena sangat berpengaruh terhadap perkembangan usaha maupun suatu perusahaan. Tanpa kreativitas dan inovasi, perusahaan seperti diam di tempat dan tidak melangkah ke depan(Tandisalla,2011). Pengembangan budaya korporat sangatlah perlu adanya. Hal ini akan menyelaraskan antara seluruh karyawan dan SDM pada perusahaan tersebut. Tujuan dari budaya korporat adalah untuk mencapai visi misi perusahaan, begitu juga dengan kewirausahaan. Dengan tercapainya tujuan perusahaan maka kita(suatu korporat)bisa bersaing dengan competitor, unggul dalam segala bidang dengan inovasi-inovasi yang sudah dijalankan. Bibit unggul akan membawa perusahaan jauh lebih maju dan handal. Disamping itu untuk mengembangkan perusahaan perlu adanya entrepreneurship.**to be continou…..

  56. 56
    Ainukalfithria K. (070810441) Ainukalfithria K. (070810441) Said: @1:22 pm 

    Ainukalfithria K.
    070810441

    3. Inovasi memiliki peranan yang penting dalam keberlangsungan suatu perusahaan. Menurut Everett M. Rogers, inovasi merupakan gagasan, tindakan, atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Dalam hal ini, kebaruan inovasi diukur secara subjektif menurut pandangan individu yang menerimanya. Jika suatu ide dianggap baru oleh seseorang maka ide itu adalah inovasi bagi orang tersebut. Namun demikian, konsep ’baru’ dalam ide yang inovatif tidak harus baru sama sekali. Bisa saja ide tersebut merupakan ide terdahulu yang telah ada namun diperbarui sehingga menjadi ide yang lebih segar. Dalam suatu perusahaan, inovasi dapat menjadi hal yang menguntungkan dalam hal penjualan produk ketika inovasi tersebut dapat diterima oleh masyarakat.
    a) Peranan inovasi pada perusahaan (Putera Sampoerna)
    Putera Sampoerna merupakan generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Kakeknya, Liem Seeng Tee adalah pendiri perusahaan rokok Sampoerna. Putera merupakan presiden direktur ketiga perusahaan rokok PT. HM Sampoerna itu, menggantikan ayahnya Aga Sampoerna.
    Dalam menjalankan bisnis keluarga tersebut, Putera Sampoerna dikenal cukup pandai dalam melakukan inovasi-inovasi dan dikenal dapat melihat peluang-peluang bisnis yang ada. Seperti yang dikatakan oleh Putera Sampoerna, yaitu “Understand the environment, what you can do with it and if you can’t do something with the environment, change it!” dan “If we can not compete with someone who already establish, we have to be unique and different.”. Salah satu inovasi yang diciptakan adalah rokok A-mild.
    Sampoerna adalah pelopor produk rokok mild di Indonesia. Rokok mild merupakan rokok dengan kadar tar dan nikotin yang rendah. Pada 1990-an, Putera Sampoerna menciptakan inovasi rokok terbaru yaitu A Mild. Pada saat itu, Putera meluncurkan A Mild sebagai rokok rendah nikotin, di tengah ramainya pasar rokok kretek. Inovasi tersebut lalu diikuti oleh perusahaan rokok lainnya.
    Selain berinovasi dengan produk rokok A-Mild nya, Putera Sampoerna juga merintis dan menjadikan HM Sampoerna sebagai perusahaan multinasional dengan melakukan ekspansi bisnis ke pasar luar negeri yang prospektif.
    b) Peranan inovasi pada perusahaan (Ciputra)
    Bapak Dr. Ir. Ciputra merupakan founder dari sebuah perusahaan ternama di Indonesia, yaitu Ciputra Group. Ciputra Group didirikan pada tahun 1981. Dalam menjalankan bisnis Ciputra Group, bapak Ciputra memang sangat mengedepankan inovasi dalam pengembangan perusahaannya. Sebagai wujud komitmennya terhadap penciptaan inovasi, Ciputra menyelenggarakan Founders Day dan Innovation day yang rutin diadakan tiap tahunnya, bertepatan dengan hari ulang tahun bapak Dr. Ir. Ciputra. Innovation day diadakan sebagai upaya menumbuh kembangkan Inovasi sebagai salah satu ciri member Ciputra Group yang bervisi “Creating World Entrepreneurs”.
    Dr. Ir. Ciputra berhasil berinovasi dengan mendirikan 10 perusahaan. Tujuh di antaranya merupakan perusahaan property yang go public, yaitu Jaya Property, Jaya Ancol, Jaya Konstruksi, Metropolitan Kencana, Ciputra Development, Ciputra Property, dan Ciputra Surya. Tiga perusahaan lainnya merupakan perusahaan non-properti, yaitu Metrodata, Grafiti Press, dan Branta Mulia. Bahkan pada tahun 2011, akan menambah dua perusahaan lagi.
    Keberhasilan dan komitmennya dalam menciptakan suatu inovasi telah berhasil mengantarkan perusahaan Ciputra Group menjadi suatu perusahaan besar yang terpandang di Indonesia.

  57. 57
    Retno Dewi Yulianti 070915096 Retno Dewi Yulianti 070915096 Said: @3:12 pm 

    3a) inovasi merupakan bagian terpenting dari enterprenurship, dengan cara mengeksploitasiperubahan sebagai suatu kesempatan untuk menjalankan bisnis atau layanan yang berbeda.
    peranan inovasi dalam korporat :
    1. penciptaan elemen baru yang menggantikan eleman lama, sehingga membuat kreatifitas tak henti-hentinya mengalir.
    2. memperoleh keuntungan produktivitas dengan penyerapan dan adaptasi pengetahuan eksternal yang dikembangkan. (Goedhuys, 2007)
    3. kecenderungan untuk mengambil resiko.(Castro-Lucas dan Souza, 2007)
    4. menumbuhkan budaya kesadaran tentang pentingnya investasi.

    b)ciputra mengambil sudut pandang yang berbeda mengenai inovasi. Proses inovasi Ciputra dipahami dengan meminjam gagasan Paul Geroski dan Costas Markides. menurut gagasan tersebut inovasi dibagi menjadi 2 yaitu pertama inovasi dalam bentuk invensi atau temuan baru. kedua proses merealisasikan sebuah temuan baru menjadi produk komersial yang dapat diterima pasar.
    namun ciputra lebih mengembangkan inovasi yang pertama karena dihubungkan dengan enterpreneur yang saat ini dilakukan ciputra. ciputra mengembangkan apa yang telah ada sebelumnya dengan melihat konsumen yang berbeda.

    c)dahlan iskan memawa perubahan besar terhadap perusahaan yang ia kendalikan, adanya inovasi yang ia munculkan membawa kesuksesan pada perusahaannya. dari kesuksesan tersebut dahlan iskan mampu meningkatkan produktifitas prdk, ekonomi dsb.
    d)1. mendorong penciptaan inovasiagar dapat meningkatkan idealistik dan meraih pangsa pasar.
    2. restrukturisasi perusahaan dan pengembangan usaha untuk menjawab kebutuhan pelanggan serta menangkap peluang pasar.
    3. memiliki fleksibilitas tinggi dalam memanfaatkan peluang untuk memenangkan kompetisi.

  58. 58
    Retno Dewi Yulianti 070915096 Retno Dewi Yulianti 070915096 Said: @3:14 pm 

    REFERENSI :
    Antônio, PZ. Borges, M. Wegner, D. Santos, A. & Castro, CL 2008, ‘Towards the Innovation Function’, Technology Management & Innovation, Vol 3, Issue 4, pp. 18-19, viewed 29 june 2011, http://www.scielo.cl/pdf/jotmi/v3n4/art02.pdf
    Drucker, PF 2007, Innovation and Enterpreneurship, rev. edn, viewed 29 june 2011, http://books.google.co.id/books?id=VkUj7LHMEcsC&printsec=frontcover&dq=innovation&hl=id&ei=vE4KTryCJcKxrAeytIGtDw&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=4&ved=0CDcQ6AEwAw#v=onepage&q&f=false
    Dutton Je. & Rose BR 2007, Exploring Relationship at Work Building Theoritical and Research Foundation, 1st edn, viewed 29 june 2011, http://www.google.com/books?hl=id&lr=&id=K4UWEPOagtUC&oi=fnd&pg=PR11&dq=innovation+function+e-book&ots=b_7-BcuyaF&sig=cgp_UAvqOMWEREE0LXKZSIxGlSE#v=onepage&q&f=false
    Enterpreneurship, Inovasi dengan Meniru Secara Kreatif, viewed 29 june 2011 http://www.ciputraentrepreneurship.com/ciputra-way/6892-bab-ii–inovasi-dengan-meniru-secara-kreatif.html
    Hapsari, Ari, 2007, ‘Analisis Budaya Perusahaan Berbasis Kewirausahaan Studi Kasus : Kantor Pusat PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Bandung’, Master thesis

  59. 59
    dinda sita anggraini 070915060 dinda sita anggraini 070915060 Said: @4:07 pm 

    nama :Dinda Sita Anggraini
    nim :070915060

    Jawaban uas budaya korporat nomer 3.
    a) PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (“Sampoerna”) merupakan salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia. PT HM Sampoerna Tbk. memproduksi sejumlah merek rokok kretek yang dikenal luas, seperti Sampoerna Kretek (sebelumnya disebut Sampoerna A Hijau), A Mild, serta “Raja Kretek” yang legendaris Dji Sam Soe.
    Pada tahun 2009, berdasarkan hasil AC Nielsen Retail Audit-Indonesia Expanded, Sampoerna memiliki pangsa pasar sebesar 29,1% di pasar rokok Indonesia. Pada akhir 2009, jumlah karyawan Sampoerna dan anak perusahaan mencapai sekitar 28.300 orang. Sampoerna mengoperasikan enam pabrik rokok di Indonesia dan Sampoerna menjual dan mendistribusikan rokok melalui 59 kantor penjualan di seluruh Indonesia (Jati 2011)
    Keberhasilan Sampoerna tidak terlepas dari inovasi generasi ketiga Sampoerna yaitu Putera Sampoerna peluncuran produk rokok dengan kadar nikotin rendah, dapat mendongkrak penjualan Sampoerna. Produk rokok tersebut dikenal dengan A Mild. Inovasi yang dilakukan oleh Putera Sampoerna tidak hanya itu, melainkan Putera Sampoerna berani untuk membuka bisnis baru dalam bidang supermarket dan perbankan.
    Hal ini tentu saja dapat membawa Putera Sampoerna keluar dari doktrin bisnis keluarga, yaitu “generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan ketiga menghancurkan.” Putera Sampoerna berhasil menunjukkan bahwa sebuah inovasi sangat diperlukan agar sebuah korporat dapat berkembang dan tetap mempunyai eksistensi di dunia bisnis.
    Menurut Theodore Levvit, agar perusahaan dapat bertahan, perusahaan secara konstan harus mencari cara baru untuk memuaskan kebutuhan konsumennya (Mulyono 2008). Pendapat lain dikemukakan oleh Dave Pollard menyatakan bahwa Inovasi adalah determinan paling penting bagi keberhasilan bisnis (Mulyono 2008).

    Inovasi menjadi fokus utama bagi perusahaan. Hal ini tercermin dari hasil survei yang dilakukan The Boston Consulting Group pada tahun 2007, yang dilakukan kepada 2468 perusahaan dari 58 negara. Hasil survei menyatakan bahwa inovasi merupakan fokus salah satu dari tiga strategi utama mereka.Melihat betapa penting peranan sebuah inovasi dalam suatu perusahaan maka sebaiknya perlu diketahui pengertian dari inovasi.
    Menurut etimologi, inovasi berasal dari kata innovation yang bermakna ‘pembaharuan; perubahan (secara) baru’. Inovasi adakalanya diartikan sebagai penemuan, tetapi berbeda maknanya dengan penemuan dalam arti diskoveri atau invensi. Diskoveri mempunyai makna penemuan sesuatu yang sesuatu itu telah ada sebelumnya, tetapi belum diketahui orang (Sanusi 2009).
    Jadi inovasi merupakan segala sesuatu yang bersifat baru baik berupa suatu perubahan , temuan, strategi, maupun teknologi. Selama hal baru tersebut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

    b) “Salah satu impian saya yang ingin saya wujudkan adalah membantu agar negara Indonesia menjadi negara entrepreneur. Untuk bisa mencapainya saya memutuskan untuk menuangkan visi dan misi saya tersebut dalam buku “Ciputra Quantum Leap” Entrepreneurship Mengubah Bangsa dan Anda.” Kata-kata diatas merupakan pendapat salah satu tokoh entrepreneur sejati,yaitu Ir. Ciputra (Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa 2010)
    Seperti yang telah diketahui bahwa Ir. Ciputra tidak mudah untuk mewujudkan impiannya. Banyak proses yang dilalui untuk mewujudkan hal tersebut. Impian tersebut muncul karena Ir. Ciputra melihat bahwa kekayaan alam Indonesia sangat banyak tetapi mengapa Indonesia belum bisa mengatasi masalah kemiskinan. Ir. Ciputra percaya bahwa hal yang membuat Indonesia belum bisa mengatasi masalah kemiskinan karena sudah mulai hilangnya semangat entrepreneur.
    Proses entrepreneurship inilah yang telah saya lakukan selama mendirikan dan mengembangkan tiga grup pengembang: Jaya Group, Metropolitan Group dan Ciputra Group. Dari sekian banyak ciri yang mungkin dimiliki seorang entrepreneur, saya melihat ada tiga ciri yang harus dimiliki seorang entrepreneur. Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur (Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa 2010).
    Salah satu ciri yang dimiliki seorang entrepreneur yaitu dapat menciptakan peluang. Seorang pencipta peluang adalah orang yang sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan melalui imajinasi kreatifnya. Ini adalah kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari.
    c) “CEO bertangan dingin”, begitulah julukan yang ditujukan kepada Dahlan Iskan. Dahlan Iskan mengawali karir sebagai reporter di salah satu harian kecil di Samarinda, kemudian ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan yang menjabat Kepala Biro Tempo di Surabaya dipercaya untuk memimpin surat kabar Jawa Pos.
    Lima tahun kemudian ia membentuk Group Jawa Pos News Network, sekaligus menempatkan perusahaan itu menjadi salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia (CEO Bertangan Dingin 2011). Pada tahun 1997, Dahlan Iskan mendirikan Graha Pena salah satu gedung pencakar langit di Surabaya.
    Dahlan Iskan juga dikenal sebagai sosok yang prihatin terhadap kondisi listrik Indonesia. Banyak persoalan pemadaman bergilir akibat dari kesenjangan pasokan dan permintaan yang tidak dapat terselesaikan. Atas dasar itulah, ia sering mengkritk Perusahaan Listrik Negara melalui tulisannya di koran serta memberikan alternatif solusinya.
    Pada akhir tahun 2009, PLN menetapkan Dahlan Iskan sebagai Direktur Utama yang baru. Saat kepemimpinannya baru berjalan satu tahun, Dahlan Iskan mulai mematahkan cibiran berbagai pihak terkait kemampuannya dalam memimpin perusahaan listrik negara. Berbekal pengalaman sebagai pemilik pembangkit listrik di kalimantan, ia kelihatan percaya diri dan bertekad meningkatkan dunia kelistrikan negara ini.
    Berbagai program inovasi terus dilakukan oleh PLN dalam mengupayakan peningkatan tenaga listrik negara. Hal tersebut sebagai upaya medukung pertumbuhan ekonomi. Inovasi yang terbaru, PLN sedang merencanakan “pembunuhan berencana secara besar-besaran” di berbagai daerah. Hal ini bertujuan sebagai efisiensi penggunaan sumber bahan bakar pembangkit listrik (Dendy 2011).
    d) Fungsi entrepreneurship dalam mengembangkan budaya korporat adalah entrepreneurship dapat diartikan sebagai sebuah inovasi baru dalam strategi bisnis suatu perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan tersebut berani untuk melakukan hal-hal yang baru meskipun harus menanggung resiko. Selama hal baru tersebut dapat membuka peluang usaha baru maka hal tersebut harus dilakukan.
    Dengan terbukanya peluang usaha baru maka akan memberikan manfaat kepada masyarakat, salah satunya adalah membuka lapangan pekerjaan baru sehingga mengurangi angka pengangguran. Dengan adanya fungsi entrepreneurship di dalam budaya korporat maka akan muncul sebuah ide kreatif dalam menunjukkan eksistensi suatu perusahaan dengan memunculkan produk yang inovatif.

    Sumber referensi
    CEO Bertangan Dingin. 31 01 2011. http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/2674-ceo-bertangan-dingin (diakses 06 29, 2011).
    Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa. 06 09 2010. http://www.ciputraentrepreneurship.com/profil/entrepreneur.html?start=9 (diakses 06 29, 2011).
    Dendy. Menilik Prestasi PLN. 26 01 2011. http://pedemunegeri.com/tulisan/detail/781/menilik-prestasi-pln (diakses 06 29, 2011).
    Jati, Fajar Tunggul. Manajemen Strategik PT. HM SAMPOERNA. 06 01 2011. http://blog.beswandjarum.com/fajartungguljati/2011/01/06/manajemen-strategik-pthm-sampoerna/ (diakses 06 29, 2011).
    Mulyono, Fransiska. Inovasi: Sebuah Pengantar. Vol. 04. Bandung, Jawa Barat: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Parahyangan, 2008.
    Sanusi, A. Effendi. “Dunia Pengetahuan.” Inovasi : Pengertian dan Karakteristik. 05 08 2009. http://blog.unila.ac.id/effendisanusi/?p=42 (diakses 06 29, 2011).

  60. 60
    Rani Sukma A (070915019) Rani Sukma A (070915019) Said: @4:56 pm 

    RANI SUKMA AYU SUTEJA 070915019

    Doktrin bisnis yang sering terdengar yaitu generasi ketiga menghancurkan, dapat dipatahkan dengan sebuah inovasi. Inovasi merupakan kunci dari perkembangan ekonomi perusahaan mana pun (Hisrich et al 2008, p.193). Inovasi merupakan awal dari perubahan dan jalan kesuksesan suatu perusahaan.

    A. Inovasi Poetra Sampoerna

    Inovasi adalah hasil akhir dari suatu ide kreatif. Ide kreatif merupakan ramuan mentah yang sangat penting untuk inovasi. (Hamid et al 2006, p.301). Poetra Sampoerna dengan kreativitas inovasinya mampu membawa perusahaan rokok Sampoerna menjadi perusahaan rokok terbesar, dan mematahkan doktrin generasi ketiga menghancurkan. Poetra Sampoerna membuktikan bahwa dengan suatu inovasi dan kreativitas, perusahaan bisa menjadi lebih besar dan sukses. Langkahnya mengubah haluan dari ‘zona nyaman’ untuk mencari terobosan ke depan patut dijadikan contoh, bahwa keputusan berani kadang perlu diambil untuk mencapai tingkat sukses berikutnya (Trijayanews 2011).
    Inovasi yang dilakukan oleh Poetra Sampoerna adalah peluncuran rokok A Mild sebagai rokok rendah nikotin pertama di Indonesia, yang kemudian inovasi ini banyak diikuti oleh perusahaan rokok lainnya. Melalui inovasi ini, Poetra Sampoerna berhasil membawa PT. HM Sampoerna Tbk bertengger menjadi perusahaan terbesar di Indonesia (Trijayanews 2011). Bahkan dengan inovasi tersebut, Poetra Sampoerna berhasil menduduki peringkat sembilan orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes (Vivaforum 2010).

    B. Inovasi Ciputra

    Ir. Ciputra juga seseorang yang meraih kesuksesan melalui inovasi-inovasinya. Ir. Ciputra mendirikan Ciputra Group yang saat ini menjadi perusahaan properti terbesar di Indonesia. Dia mendirikan Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Inovasi-inovasinya dimulai saat dia berada di Jaya Group, salah satunya adalah taman impian jaya Ancol yang merupakan taman hiburan terbesar di Indonesia. Kemudian setelah itu, dia mendirikan Metropolitan Group dan Ciputra Group. Kemudian dia mewujudkan idenya untuk membuat kompleks perumahan menjadi sebuah kota mandiri dengan fasilitas lengkap: rumah, sekolah, rumah sakit, mal, antara lain Bumi Serpong Damai dan Bintaro Jaya di Tangerang, Pondok Indah, serta Citra Raya di Surabaya (Tempo Online 2008).
    Ciputra dikenal sebagai bapak entrepreneurship Indonesia. Kiprah Ciputra diapresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memberikan dua rekor kepada Ciputra, yakni sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan (Wikipedia 2011)

  61. 61
    Rani Sukma A (070915019) Rani Sukma A (070915019) Said: @4:58 pm 

    LANJUTAN
    RANI SUKMA AYU SUTEJA 070915019

    C. Dahlan Iskan

    Dahlan Iskan adalah sosok pengusaha yang sangat menyukai tantangan. Melalui keberaniannya mengambil resiko, dia berhasil menjadikan Jawa Pos sebagai jaringan surat kabar terbesar di Indonesia dan berinovasi untuk mendirikan stastiun televisi lokal JTV, kemudian diikuti Batam TV dan Riau TV (Iskan 2010). Inovasi ini semakin memperbesar Jawa Pos Group.
    Sebagai orang yang tidak memiliki pengalaman dalam bidang teknik, Dahlan Iskan berani mengambil tantangan dengan menjadi direktur utama PLN meski banyak kontroversi. Dahlan Iskan ingin membuktikan bahwa dia tidak hanya bisa menjalankan bisnis dalam bidang media.
    Bakat Dahlan Iskan ini rupanya diturunkan pada anaknya yang bernama Azrul Ananda. Azrul Ananda saat ini memegang rubrik Deteksi Jawa Pos dan kemudian berinovasi dengan mendirikan PT. DBL Indonesia yang menyelenggarakan kompetisi basket pelajar pertama dan terbesar di Indonesia.

    D. Fungsi Entrepreneurship dalam Pengembangan Budaya Korporat

    Entrepreneurship adalah suatu proses inovatif untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk melihat dan mengevaluasi peluang bisnis, memperoleh sumber daya yang diperlukan untuk mengambil keunggulan darinya dan berinisiatif mengambil tindakan yang tepat untuk menjamin sukses (Wijatno 2009, p. 02).
    Entrepreneurship dalam perusahaan sangat penting karena dengan entrepreneurship, perusahaan dapat membuat gebrakan perubahan dan melahirkan inovasi. Entrepreneurship dalam perusahaan menciptakan suasana yang mendukung pengembangan kreativitas karyawan (Wijatno 2009, p.51). Sehingga entrepreneurship dalam korporat melahirkan budaya kreativitas, kebebasan berpikir, dan bekerjasama untuk melahirkan sesuatu yang baru.

  62. 62
    kinara ayu, 070915107,ilmu komunkasi kinara ayu, 070915107,ilmu komunkasi Said: @10:33 pm 

    a. Inovasi Generasi Ketiga Sampoerna
    Doktrin yang menyatakan bahwa “Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, ketiga mengahncurkan” tidak terbukti pada bisnis keluarga Sampoerna. Bisnis keluarga yang didirikan pada tahun 1913 ini justru tetap berjaya pada generasi ketiga yang dipimpin oleh Putra Sampoerna.
    Sampoerna yang berdiri hampir satu abad meruapakn perusahaan rokok dengan jumlah konsumen tertinggi di Indonesia dengan pansa pasar sebesar 24, 2%. Selama itu pula Sampoerna memiliki karakteristik dalam menjalankan perusahaannya antara lain yang pertama adalah adaptbility, yang kedua adalah Corporat Culture yang ke tiga adalah inovasi. Adaptability adalah kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Lingkungan dan dunia nisnis yang selalu berubah-ubah mengaharuskan sebuah perusahaan memiliki kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan pasar. Hal ini sangat penting, karen apabila tidak memiliki kemampuan adabtasi akan tergeser dengan produk dan perusahaan yang lebih adaptif. kemampuan mengenali pasar, memprediksi apa yang akan terjadi dan mencoba mencari solusi untuk mencegah persoalan yang mungkin muncul merupakan hal yang perlu dimiiki untuk beratahan dalam dunia bisnis. Corporat culture erupakan seperangkat nilai yang dianut oleh sebuah perusahaan yang dijadikasn sebagai pedoman dalam melakukan berbagai kegiatan dalam perusahaan. Corporat Culture tidak hanya dijadikan sebagai dasar operasional atau sistemayika kerja, namun juga sebagai jiwa perusahaan. Sampoerna sangat menjunjung corporat culture yang dimiliki, dalam mengahdapi berbagai permasalahan yang membelitnya, Sampoerna selalu berpegang pada corporat culture sehingga permasalah yang ia hadapi tidak mengurangi performa kinerja karyawan. Inovasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh perusahaan. Inovasi akan memberikan nuansa yang berbeda pada konsumen yang akan memberikan dampak positif bagi perusahaan yang berhasil melakukan inovasi.
    Menurut Rogers dan Shoemaker (1983) inovasi adalah ide-ide baru, praktik-praktik baru, atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru diperoleh oleh individu atau masyarakat sasaran. Rogers (1983) juga menambahkan ada lima karakteristik dalam sebua inovasi. Karakteristik yang pertama adalah keunggulan relatif, kompabilitas, kerumitan, kemampuan diujicobakan, kemampuan untuk diamati.
    Sampoerna dalam pimpinan Putra Sampoerna melakukan inovasi dengan memproduksi dan memasarkan produk dengam merk Sampoerna A Mild. Produk ini merupakan produk yang berbeda dari produk-produk Sampoerna sebelumnya. Jika sebelumnya rokok di Indonesia memiliki bau yang menyengat dengam aroma cengkeh yang kuat serta kadar nikotin yang tinggi, A Mild memiliki karakteristik yang berbeda. A Mild di di produksi dengan kadar nikotin dan tar yang rendah.
    Sampoerna A Mild awalnya memiliki tag line “Taste of the future” memiliki kesulitan dalam memasarkan produk barunya. Namun dengan produk naru ini, Putra Sampoerna ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih memikirkan ulang kadar nikotin dalam rokok yang selama ini mereka konsumsi. Alasan kesehatan menjadi pokok utama dalam pengurangan kadar nikotin dan tar dalam rokok. Produk ini awalnya berhasil laris di pasaran anak muda dan tag line line nya berubah menjadi “How low can you go”. Melalui managemen pemasaran yang baik, akhirnya A Mild dapat merebut pangsa pasar dengan menguasai pangsa pasar sebesar 24,2% dan menjadi pelopor dalam produksi roko dengan kadar nikotin rendah baik bagi produk Sampoerna sendiri atau perusahaan lain. Sampoerna sendiri memiliki pansa pasar sebesar 90% pada tahun 2001.
    Inovasi yang dibuat oleh Putra Sampoerna membuat perusahaan ini menjadi perusahaan besar yang menguasai pangsa pasar di Indonesia. Doktrin yang menyebutkan bahwa generasi ketiga menghancrkan benar-benar tidak belaku bagi Putra Sampoerna. Kertajaya (2005) menyatakan bahwa Solusi Tiga Tangan yang menjadi logo Sampoerna memiliki makna melambangkan perusahaan yang mementingkan hubungan dengan pedagang, strategi pemasaran kepada konsumen dan management internal perusahaan. Inovasi yang dilakukan dengan keluar dari produk yang biasa di pasarkan membuat Sampoerna hancur malah menjadi semakin besar.

    b. Inovasi Ciputra
    Ciputra adalah orang yang mendirikan bisnis pengembangan properti Nasional. Ciputra yang biasa di panggil Pak Ci merupakan maskot bisnis di grup Ciputra seperti PT. Ciputra Development Tbk, PT. Ciputra Surya Tbk dan PT Ciputra Properti Tbk. Ciputra lahir di Parigi Sulawesi Tengah pada tanggal 24 Agustus 1931. Ciputra mengambil pendidikan Sarjananya di Institut Teknologi Bandung (ITB).
    Grup Ciputra melakukan pengembangan kota Surabaya dengan nama CitraRAya Surabaya. Proyek ini mengembangkan kota dengan konsep kota bersih, hijau dan modern. Proyek ini juga di kenal dengan Singapore Surabaya karena di dalamnya terdapat patung singa seperti yang ada di Singapore.
    Grup Ciputra memberikan inovasi yang berbeda pada kota Surabaya. Surabaya yang awalnya merupakan kota yang panas diubah image nya menjadi kota yang sejuk karena kehijauannya. Serta memberikan image mewah dan modern melalui proyek-proyek yang ia suguhkan. Dalam setiap membangun rumah yang ingi Ciputra serang adalah top of mid dari masyarakat. Sehingga, setiap orang mendatangi sebuah kota yang diingat adalah parumahan Ciputra.
    Ciputra juga merupakan orang yang menbangun Taman Impian Jaya Ancol. Dengan pemikiran yang cerdas dan inovatif, lahan yang awalnya tidak berguna karena berbentuk rawa-rawa menjadi taman bermain yang bertaraf internasional. Ancol sangat pesat perkembangannya, segala macam bentuk permainan ada disana. Ancol menjadi tujuan masyarakat yang membutuhkan hiburan di dalam kota, saat pembangunannya Ancol menjadi tempat wisata terbear se-Asia Tenggara.
    Inovasi yang telah dilakukan oleh Ciputra menghasilkan memberikan keuntungan dalam pengembangan bisnis properti yang Ciputra lakukan. Banyaknya perusahaan yang ia kelola serta keberhasilan dalam proyek-proyeknya menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan memperkuat corporat yang ia bangun.
    c. Inovasi Dahlan Iskan
    Dahlan Iskan adalah Direktur Utama PT PLN yang melakukan banyak inovasi bagi perusahaan BUMN ini. Dahlan Iskan adalah orang yang menjadikan Jawa Pos bangkit dengan oplah 6.000 eksemplar dalam waktu lima tahun menjadi 300.000 eksemplar.
    Selama lima tahun pula Dahlan Iskan membentuk Jawa Pos News Network (JPNN) salah satu jaringan surat kabar yang paling besar di seluruh Nusantara yang memiliki 80 surat kabar, tabloid, dan majalah serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Dahlan iklan mengubah koran lokal menjadi koran nasional yang memiliki banyak pelanggan.
    Berkat kepemimpinan Dahlan Iskan, kini Jawa Pos terus berkembang. Dapat dilihat dari kinerja para karyawan yang terus melakukan inovasi. Koran yang dulunya menjadi bacaaan orang tua saja kini menjadi bacaan generasi muda pula. Jawa Pos menghadirkan kolom deteksi yang memuat berita dan artikel yang membahas remaja dan anak-anak muda di Surabaya. Hal ini tentu berdampak positif bagi pengembangan Jawa Pos yaitu jumlah pembacanya yang semakin bertambah dan berpotensi sebagai pelanggan tetap Jawa Pos.
    Selama menjabat menjadi direktur utama PT PLN, Dahlan Iskan membuktikan kemampuannya dalam berinovasi. Jakarta yang dulunya sering mengalami mati lampu kini mulai membenahi diri. Hal ini tentu disambut baik oleh masyarakat. Melalui inovasi yang ia buat, Dahlan Iskan mengubah pandangan masyarakat terhadap PLN dan menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap PLN.
    Dahlan Iskan mencanangkan program-program inovasi bagi PLN yang memprioritaskan pada tiga hal. Pertama adalah bagaimana mendapat pasokan gas untuk pembangkit listrik, kedua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan pengadaan trafo cadangan di gardu induk.

    d. Fungsi entrepreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Entrepreneurship menurut Hisrich,dkk (2005) adalah jiwa enterpreneur yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas serta kemampuan managerial yang di butuhkan seorang entrepreneur. Entrepreneur sendiri adalah pengusaha. Bagi Ekonom Austria Joseph Schumpeter entrepreneurship ditekankan pada inovasi yang meliputi produk baru, metode produksi baru, pasar baru, bentuk baru dari organisasi.
    Dengan adanya entrepreneurship dalam jiwa pemimpin atau pengusaha akan memberikan dampak yang sangat baik bagi perkembangan korporat itu sendiri. Jiwa entrepreneurship membuat pemimpin melakukan inovasi yang dapat mempengaruhi budaya korporat yang di bangunnya. Seperti inovasi yang dilakukan Putra Sampoerna. Ciputra dan Dahlan Iskan menunjukkan bahwa dengan adanya inovasi yang baik terbentuklah perusahaan yang besar. Jiwa entrepeneurship yang mereka bangun melahirkan budaya korporat yang diikuti dan dijiwai oleh para karyawan, sehingga kinerja karyawan semakin baik seiring sejalan dengan budaya korporat.
    Pemimpin yang memiliki jiwa entrepeneurship memiliki peran dalam mempengaruhi orang-orang yang berada di sekelilingnya untuk tetap menjalankan budaya yang telah dianut dan diajalankan oleh perusahaan. Inovasi yang dihasilkan dari jiwa entrepeneurship membuat perusahaan akan tetap stabil dan tidak tergeser oleh pesaing bisnis atau kompetitor-kompetitor lain.
    Referensi
    Hisrich, R.D. dkk., 2005. Entrepreneurship. sixth edition. New York: McGraw-Hill
    Kertajaya, Hermawan.2005.4g Marketing: A90-Year Journey in Creating Everlasting Brands.Jakarta: MarkPlus&Co.
    Roger, Everett M. 1983. Diffusion of Innovation.Canada: Thee Free Press of Macmillan Publishing Co.
    http://blog.beswandjarum.com/fajartungguljati/2011/01/06/manajemen-strategik-pthm-sampoerna/
    http://www.tanadisantoso.com/v50/BookReview/index.php?act=detail&rid=41
    http://tempointeraktif.com/khusus/selusur/merk.tua/page02.php
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    http://www.kabarbisnis.com/read/288308

  63. 63
    Kinara Ayu (070915107) Kinara Ayu (070915107) Said: @10:37 pm 

    BAGIAN 1

    a. Inovasi Generasi Ketiga Sampoerna
    Doktrin yang menyatakan bahwa “Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, ketiga mengahncurkan” tidak terbukti pada bisnis keluarga Sampoerna. Bisnis keluarga yang didirikan pada tahun 1913 ini justru tetap berjaya pada generasi ketiga yang dipimpin oleh Putra Sampoerna.
    Sampoerna yang berdiri hampir satu abad meruapakn perusahaan rokok dengan jumlah konsumen tertinggi di Indonesia dengan pansa pasar sebesar 24, 2%. Selama itu pula Sampoerna memiliki karakteristik dalam menjalankan perusahaannya antara lain yang pertama adalah adaptbility, yang kedua adalah Corporat Culture yang ke tiga adalah inovasi. Adaptability adalah kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Lingkungan dan dunia nisnis yang selalu berubah-ubah mengaharuskan sebuah perusahaan memiliki kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan pasar. Hal ini sangat penting, karen apabila tidak memiliki kemampuan adabtasi akan tergeser dengan produk dan perusahaan yang lebih adaptif. kemampuan mengenali pasar, memprediksi apa yang akan terjadi dan mencoba mencari solusi untuk mencegah persoalan yang mungkin muncul merupakan hal yang perlu dimiiki untuk beratahan dalam dunia bisnis. Corporat culture erupakan seperangkat nilai yang dianut oleh sebuah perusahaan yang dijadikasn sebagai pedoman dalam melakukan berbagai kegiatan dalam perusahaan. Corporat Culture tidak hanya dijadikan sebagai dasar operasional atau sistemayika kerja, namun juga sebagai jiwa perusahaan. Sampoerna sangat menjunjung corporat culture yang dimiliki, dalam mengahdapi berbagai permasalahan yang membelitnya, Sampoerna selalu berpegang pada corporat culture sehingga permasalah yang ia hadapi tidak mengurangi performa kinerja karyawan. Inovasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh perusahaan. Inovasi akan memberikan nuansa yang berbeda pada konsumen yang akan memberikan dampak positif bagi perusahaan yang berhasil melakukan inovasi.
    Menurut Rogers dan Shoemaker (1983) inovasi adalah ide-ide baru, praktik-praktik baru, atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru diperoleh oleh individu atau masyarakat sasaran. Rogers (1983) juga menambahkan ada lima karakteristik dalam sebua inovasi. Karakteristik yang pertama adalah keunggulan relatif, kompabilitas, kerumitan, kemampuan diujicobakan, kemampuan untuk diamati.
    Sampoerna dalam pimpinan Putra Sampoerna melakukan inovasi dengan memproduksi dan memasarkan produk dengam merk Sampoerna A Mild. Produk ini merupakan produk yang berbeda dari produk-produk Sampoerna sebelumnya. Jika sebelumnya rokok di Indonesia memiliki bau yang menyengat dengam aroma cengkeh yang kuat serta kadar nikotin yang tinggi, A Mild memiliki karakteristik yang berbeda. A Mild di di produksi dengan kadar nikotin dan tar yang rendah.
    Sampoerna A Mild awalnya memiliki tag line “Taste of the future” memiliki kesulitan dalam memasarkan produk barunya. Namun dengan produk naru ini, Putra Sampoerna ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih memikirkan ulang kadar nikotin dalam rokok yang selama ini mereka konsumsi. Alasan kesehatan menjadi pokok utama dalam pengurangan kadar nikotin dan tar dalam rokok. Produk ini awalnya berhasil laris di pasaran anak muda dan tag line line nya berubah menjadi “How low can you go”. Melalui managemen pemasaran yang baik, akhirnya A Mild dapat merebut pangsa pasar dengan menguasai pangsa pasar sebesar 24,2% dan menjadi pelopor dalam produksi roko dengan kadar nikotin rendah baik bagi produk Sampoerna sendiri atau perusahaan lain. Sampoerna sendiri memiliki pansa pasar sebesar 90% pada tahun 2001.
    Inovasi yang dibuat oleh Putra Sampoerna membuat perusahaan ini menjadi perusahaan besar yang menguasai pangsa pasar di Indonesia. Doktrin yang menyebutkan bahwa generasi ketiga menghancrkan benar-benar tidak belaku bagi Putra Sampoerna. Kertajaya (2005) menyatakan bahwa Solusi Tiga Tangan yang menjadi logo Sampoerna memiliki makna melambangkan perusahaan yang mementingkan hubungan dengan pedagang, strategi pemasaran kepada konsumen dan management internal perusahaan. Inovasi yang dilakukan dengan keluar dari produk yang biasa di pasarkan membuat Sampoerna hancur malah menjadi semakin besar.

    b. Inovasi Ciputra
    Ciputra adalah orang yang mendirikan bisnis pengembangan properti Nasional. Ciputra yang biasa di panggil Pak Ci merupakan maskot bisnis di grup Ciputra seperti PT. Ciputra Development Tbk, PT. Ciputra Surya Tbk dan PT Ciputra Properti Tbk. Ciputra lahir di Parigi Sulawesi Tengah pada tanggal 24 Agustus 1931. Ciputra mengambil pendidikan Sarjananya di Institut Teknologi Bandung (ITB).
    Grup Ciputra melakukan pengembangan kota Surabaya dengan nama CitraRAya Surabaya. Proyek ini mengembangkan kota dengan konsep kota bersih, hijau dan modern. Proyek ini juga di kenal dengan Singapore Surabaya karena di dalamnya terdapat patung singa seperti yang ada di Singapore.
    Grup Ciputra memberikan inovasi yang berbeda pada kota Surabaya. Surabaya yang awalnya merupakan kota yang panas diubah image nya menjadi kota yang sejuk karena kehijauannya. Serta memberikan image mewah dan modern melalui proyek-proyek yang ia suguhkan. Dalam setiap membangun rumah yang ingi Ciputra serang adalah top of mid dari masyarakat. Sehingga, setiap orang mendatangi sebuah kota yang diingat adalah parumahan Ciputra.
    Ciputra juga merupakan orang yang menbangun Taman Impian Jaya Ancol. Dengan pemikiran yang cerdas dan inovatif, lahan yang awalnya tidak berguna karena berbentuk rawa-rawa menjadi taman bermain yang bertaraf internasional. Ancol sangat pesat perkembangannya, segala macam bentuk permainan ada disana. Ancol menjadi tujuan masyarakat yang membutuhkan hiburan di dalam kota, saat pembangunannya Ancol menjadi tempat wisata terbear se-Asia Tenggara.
    Inovasi yang telah dilakukan oleh Ciputra menghasilkan memberikan keuntungan dalam pengembangan bisnis properti yang Ciputra lakukan. Banyaknya perusahaan yang ia kelola serta keberhasilan dalam proyek-proyeknya menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan memperkuat corporat yang ia bangun.

  64. 64
    Kinara Ayu (070915107) Kinara Ayu (070915107) Said: @10:40 pm 

    BAGIAN 2

    c. Inovasi Dahlan Iskan
    Dahlan Iskan adalah Direktur Utama PT PLN yang melakukan banyak inovasi bagi perusahaan BUMN ini. Dahlan Iskan adalah orang yang menjadikan Jawa Pos bangkit dengan oplah 6.000 eksemplar dalam waktu lima tahun menjadi 300.000 eksemplar.
    Selama lima tahun pula Dahlan Iskan membentuk Jawa Pos News Network (JPNN) salah satu jaringan surat kabar yang paling besar di seluruh Nusantara yang memiliki 80 surat kabar, tabloid, dan majalah serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Dahlan iklan mengubah koran lokal menjadi koran nasional yang memiliki banyak pelanggan.
    Berkat kepemimpinan Dahlan Iskan, kini Jawa Pos terus berkembang. Dapat dilihat dari kinerja para karyawan yang terus melakukan inovasi. Koran yang dulunya menjadi bacaaan orang tua saja kini menjadi bacaan generasi muda pula. Jawa Pos menghadirkan kolom deteksi yang memuat berita dan artikel yang membahas remaja dan anak-anak muda di Surabaya. Hal ini tentu berdampak positif bagi pengembangan Jawa Pos yaitu jumlah pembacanya yang semakin bertambah dan berpotensi sebagai pelanggan tetap Jawa Pos.
    Selama menjabat menjadi direktur utama PT PLN, Dahlan Iskan membuktikan kemampuannya dalam berinovasi. Jakarta yang dulunya sering mengalami mati lampu kini mulai membenahi diri. Hal ini tentu disambut baik oleh masyarakat. Melalui inovasi yang ia buat, Dahlan Iskan mengubah pandangan masyarakat terhadap PLN dan menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap PLN.
    Dahlan Iskan mencanangkan program-program inovasi bagi PLN yang memprioritaskan pada tiga hal. Pertama adalah bagaimana mendapat pasokan gas untuk pembangkit listrik, kedua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan pengadaan trafo cadangan di gardu induk.

    d. Fungsi entrepreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Entrepreneurship menurut Hisrich,dkk (2005) adalah jiwa enterpreneur yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas serta kemampuan managerial yang di butuhkan seorang entrepreneur. Entrepreneur sendiri adalah pengusaha. Bagi Ekonom Austria Joseph Schumpeter entrepreneurship ditekankan pada inovasi yang meliputi produk baru, metode produksi baru, pasar baru, bentuk baru dari organisasi.
    Dengan adanya entrepreneurship dalam jiwa pemimpin atau pengusaha akan memberikan dampak yang sangat baik bagi perkembangan korporat itu sendiri. Jiwa entrepreneurship membuat pemimpin melakukan inovasi yang dapat mempengaruhi budaya korporat yang di bangunnya. Seperti inovasi yang dilakukan Putra Sampoerna. Ciputra dan Dahlan Iskan menunjukkan bahwa dengan adanya inovasi yang baik terbentuklah perusahaan yang besar. Jiwa entrepeneurship yang mereka bangun melahirkan budaya korporat yang diikuti dan dijiwai oleh para karyawan, sehingga kinerja karyawan semakin baik seiring sejalan dengan budaya korporat.
    Pemimpin yang memiliki jiwa entrepeneurship memiliki peran dalam mempengaruhi orang-orang yang berada di sekelilingnya untuk tetap menjalankan budaya yang telah dianut dan diajalankan oleh perusahaan. Inovasi yang dihasilkan dari jiwa entrepeneurship membuat perusahaan akan tetap stabil dan tidak tergeser oleh pesaing bisnis atau kompetitor-kompetitor lain.
    Referensi
    Hisrich, R.D. dkk., 2005. Entrepreneurship. sixth edition. New York: McGraw-Hill
    Kertajaya, Hermawan.2005.4g Marketing: A90-Year Journey in Creating Everlasting Brands.Jakarta: MarkPlus&Co.
    Roger, Everett M. 1983. Diffusion of Innovation.Canada: Thee Free Press of Macmillan Publishing Co.
    http://blog.beswandjarum.com/fajartungguljati/2011/01/06/manajemen-strategik-pthm-sampoerna/
    http://www.tanadisantoso.com/v50/BookReview/index.php?act=detail&rid=41
    http://tempointeraktif.com/khusus/selusur/merk.tua/page02.php
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    http://www.kabarbisnis.com/read/288308

  65. 65
    ORRINDA IKE (070915051) ORRINDA IKE (070915051) Said: @11:43 am 

    bismillahirrohmanirrohim…

    Inovasi dipandang sebagai salah satu bagian yang memiliki peranan penting dalam menunjang keberhasilan perusahaan. Terdapat beberapa bentuk atau tipe dalam menjalankan inovasi dalam suatu perusahaan. Inovasi Yang pertama adalah inovasi Evolusi, yang mana menggunakan proses adaptasi, perbaikan dan penambahan produk .Inovasi ini biasanya berlaku secara perlahan-lahan dan kebanyakan hanya melibatkan inovasi proses output, pembungkusan dan pemasaran. Inovasi yang kedua adalah bersifat revolusi, dimana ia berfokus dalam menghasilkan sesuatu yang serba baru baik produk maupun pasaran. Kemudian inovasi yang ketiga adalah inovasi arkitektural. Menurut Henderson dan Clark(1990) inovasi arkitektural ialah perubahan terhadap komponen suatu produk dihubungkan dan disusun tanpa melibatkan perubahan konsep asa reka bentuk suatu produk. Sebuah organiasasi/perusahaan dapat memilih dan menggunakan sesuai dengan kondisi dan situasi perusahaan.
    (Naim dan Rasli.2005) Proses inovasi adalah suatu proses yang berterusan bagi perusahaan untuk dapat meneruskan persaingan dalam pasaran. Mengembangkan produk baru dan mengelolah produk yang ada sekarang guna mengimbangi perubahan perubahan kondisi merupakan hal yang penting dalam mencapai kesuksesan perusahaan (Cannon, P. Josseph .dkk.2008)
    Inovasi sendiri memiliki keterkaitan yang erat dengan perusahaan. Mengenai peran inovasi dalam suatu korporat dapat kita lihat dalam beberapa contoh perusahaan , yakni:
    a) PT. HM Sampoerna yang meluncurkan produk “A Mild” sebagai inovasi barunya.
    Bagaimana Sampoerna selama 92 tahun dalam menciptakan ‘an everlasting brand’ ternyata oleh para pakar bisnis dan ekonomi ditemukan 3 winning characteristik yang menjadi alasan sustainablenya yaitu: Adaptability, Culture, dan Innovation. Karakter yang pertama adalah kemampuan beradaptasi, seperti dalam teori Darwin, ‘siapa yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya maka ialah yang akan bertahan’ .Suatu perusahaan sebisa mungkin harus memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi dengan kondisi yang ada guna mempertahankan kelangsungan perusahaan itu sendiri. Karakter yang kedua yang dimiliki oleh Sampoerna adalah kultur atau Budaya Perusahaan yang menjadi dasar penting dari kinerja perusahaan agar mampu berkembang dan bersaing dalam jangka panjang. Sampoerna sangat memgang teguh budaya korporat yang diciptakan oleh pendiri pertamanya yakni Liem Seeng Tee, meski sudah berganti-ganti pemimpin namun budayanya masih tetap dijaga dengan baik. Sedangkan yang ketiga, adalah Innovation. kunci keberhasilan Sampoerna sesungguhnya adalah inovasi. Dalam masa kepemimpinan Putera Sampoerna, anak dari Aga Sampoerna, ketika aturan rokok makin ketat, Sampoerna merilis Sampoerna A Mild pada 1989. Melalui inovasi inilah Putera Sampoerna sebagai generasi ketiga Sampoerna membuktikan kesuksesannya dan mematakan doktrin” Generasi Ketiga menghancurkan”. Ia berhasil menciptakan rokok Low Tar Low Nicotine (LTLN) sebagai tren baru dalam merokok. Ia mampu melihat tantangan ke depan tentang faktor kesehatan yang akan menjadi momok serius dalam perkembangan sejarah merokok.
    Inovasi dalam Perusahaan Sampoerna bukan lagi sekedar ke arah ‘luar’ dengan menginovasi produk - produk yang dipasarkan, tapi juga ditanamkan dari ‘dalam’ perusahaan. Inovasi ke ‘dalam’ dimulai dari pembentukan prinsip dasar yang dipegang oleh perusahaan dan menjadi jiwa dalam kesehariannya. Inovasi dari dalam ini akan terus berjalan membentuk inovasi ke ‘luar’ untuk mempertahankan market yang telah dikuasai dengan meluncurkan produk - produk yang mencerminkan prinsip perusahaan tersebut dan mampu merebut hati para konsumen. Inovasi telah mengantarkan perusahaan Sampoerna menjadi pemenang dalam persaingan. Inilah yang menjadi rahasia bagaimana Putera Sampoerna mampu mematahkan doktrin tersebut.

    b) Ciputra
    Inovasi adalah trade mark Ciputra selama menjalankan roda bisnis. Pemimpinnya, yaitu Ir. Ciputra berusaha membangun bisnisnya yaitu dengan menciptakan inovasi dan perbedaan yang telak atau ekstrim sedemikain rupa sehingga persaingan menjadi tidak relevan lagi. Dalam jurnal Strategy Business dengan judul Colonist and Consolidator, Geroski dan Markides, menyitir dua pengertian inovasi yang sering kali diterapkan oleh Ciputra. Yang pertama adalah inovasi dalam bentuk invensi atau temuan baru. Ini dapat berarti sebuah penemuan yang menciptakan produk dan jasa yang sebelumnya tidak pernah ada atau dapat juga temuan terhadap suatu teknologi untuk menciptakan atau memproses sesuatu. Inovasi kedua adalah proses merealisasikan sebuah temuan baru menjadi produk komersial yang dapat diterima pasar. Jika jenis inovasi pertama sering kali dicirikan oleh kehadiran temuan itu sebagai menciptakan sesuatu dari yang sebelumnya tidak ada, inovasi jenis kedua lebih karena terdepan dalam mencapai pasar (komersialisasi). Menurut Geroski dan Markides juga bahwa ‘perusahaan yang menjadi pemenang adalah perusahaan yang mampu mengkonsolidasikan praktik-praktik terbaik untuk menghasilkan produk yang secara komersial terdepan memasuki pasar.’ Ciputra percaya bahwa inovasi adalah alternatif mengatasi kebangkrutan. Dengan adanya inovasi akan membuat pengusaha menjadi lebih cepat berkembang.

    c) Dahlan Iskan
    Sebagai seorang pemimpin perusahaan-perusahaan besar, Dahlan Iskan telah berhasil membawa Perusahaan Jawa Pos dan perusahaan lain miliknya seperti PT.PLN dan perusahaan media menuju kesuksesan yang luar biasa dengan inovasi yang ia ciptakan. Ia melakukan tugas menjadi seorang pemimpin yang bijaksana dengan memberikan keleluasaan dan kebebasan kepada para anakbuahnya yang ingin melakukan inovasi-inovasi serta memberikan ide terobosan yang dapat menyelamatkan dan memajukan perusahaannya. Di setiap kepemimpinannya ia selalu mengatakan bahwa hendaknya setiap tantangan-tantangan yang ada harus dijadikan untuk mengembangkan gagasan baru. Banyak Ide-ide segar yang telah ia ciptakan dengan mengembangkan teknolgi yang ada, cocok seperti yang diungkapkan Hamid (2006) bahwa tujuan inovasi adalah untuk menghasilkan produk dan perkhidmatan baru bagi para pengguna dengan teknologi sebagai terasnya, contohnya saja inovasi “Alis Rindu” (Alat Investigasi Jaringan dan Gardu), di PLN Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Bekasi, Jawa Barat. Dimana alat ini menggunakan kemampuan kamera yang dipasang di gardu-gardu travo, kamera sengaja dipasang untuk merekam kerusakan yang terjadi dalam travo kemudian pantauan dikirimkan melalui komputer sehingga pendeteksian kerusakan menjadi lebih mudah dan aman, ini juga mengurangi resiko bahaya petugas yang memperbaiki listri di atas ketinggian.
    (Manurung,2010)Inovasi produk dan layanan mengukur perilaku perusahaan dalam menciptakan dan mengembangkan produk dan layanan. Inovasi-inovasi seperti dia atas Dahlan ciptakan guna memudahkan pelayanan PLN kepada masyarakat dan dalam rangka memenuhi target pelayanan standar internasional.
    Christensen(2003) ,suatu perusahaan akan terus berusaha berusaha keras menghasilkan produk-produk dengan kualitas yang lebih baik dengan inovasi-inovasi yang dia hadirkan, supaya mereka bisa menjual kepada pelanggan-pelanggan yang belum terpuaskan di tingkatan pasar yang lebih besar permintaannya guna mendapatkan margin keuntungan yang lebih tingi. Melalui itu Dahlan secara tidak langsung juga membawa kesuksesan dalam mengembalikan image PLN yang baik terhadap masyarakat yang sempat kecewa karena pelayanan yang kurang memadai seperti seringnya kerusakan peralatan listrik sehingga merugikan mereka.
    d)fungsi entrepreneurship dalam pengembangan budaya korporat.
    Pengembangan korporat tentunya tak lepas dari enterpreneur. Entrepreneuship adalah bagian dari konsep korporat sebagai pemimpin perusahaan , sebagai pengembangan inovasi dan kebaruan dalam korporat. Sebuah perusahaan yang memiliki jiwa entrepreneurship akan mempunyai kemampuan untuk bertahan dalam pasar yang kompetitif dan dinamis .Perusahaan yang enterpreneur akan cenderung secara berkelanjutan menciptakan produk dan layanan yang baru. sebaliknya, perusahaan yang konservatif cenderung tidak banyak melakukan penciptaan produk dan layanan baru atau konsentrasi pada produk yang ada(manurung,2010) peran entrepreneur sangat berpengaruh dalam mengembangkan dan mempertahankan budaya korporat, salah satu elemen yang membentuk budaya korporat adalah kepemimpinan. Dimana seorang pemimpin harus punya jiwa entrepreneur yang memiliki kesungguhan tekat, inovatif, dinamis dan berani mengambil resiko sehingga akan membuat perusahaan menjadi kuat, lebih kondusif terhadap perubahan-perubahan yang menerpa dan lebih kreatif.

  66. 66
    SUCI R. (070915078) SUCI R. (070915078) Said: @10:24 pm 

    BAGIAN 1, Bismillahhirohmanirrohinm..
    SUCI RAMADHANIA (070915078)

    Inovasi didefinisikan sebagai adopsi dan difusi terhadap ide atau gagasan baru dalam perusahaan, Thomke et al (dalam Manurung, 2010). Sedangkan Zhuang, Nohria dan Gulati (dalam Savitri, 2006) mendefinisikan inovasi dalam organisasi sebagai suatu ide dan mengembangkannya untuk menghasilkan produk, jasa, proses, struktur atau kebijakan yang baru bagi organisasi. Selanjutnya Blumenritt dan Danis (Manurung, 2010) melihat bahwa perilaku inovasi perusahaan di tentukan oleh kemampuan perusahanaan dalam menghilangkan hambatan, dan tingkat inovasi ditentukan oleh sumber gagasan dalam inovasi, yaitu keinginan konsumen, pesaing, persaingan, serta visi dan misi baru dalam perusahaan.
    Sehingga dapat disimpulkan bahwa, inovasi merupakan suatu ide atau gagasan baru dalam perusahaan, berupa visi dan misi baru yang digunakan untuk mengembangkan perusahaan serta menghadapi persaingan bisnis.
    a) Peranan inovasi dalam suatu korporat
    Inovasi bagi sebuah perusahaan merupakan suatu hal yang sangat menentukan perkembangan dari perusahaan tersebut. Seperti yang telah diketahui, inovasi merupakan gagasan, visi, misi baru dari sebuah perusahaan, dimana gagasan itu sendiri merupakan bagian dari budaya korporat.
    Inovasi dari Putra Sampoerna, dengan menbalikkan budaya yang selama ini dimiliki oleh 2 generasi sebelumnya merupakan bentuk inovasi yang ia lakukan untuk menghadapi dunia persaingan saat ini, dengan tidak lagi menganut budaya lama yang tidak sesuai dengan lingkungan saat ini. Seperti yang diungkapkan oleh Manurung, 2010 bahwa inovasi juga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan external perusahaan, dalam hal ini para pesaing.
    Inovasi yang dibuat oleh Putra Sampoerna tidak lagi sekedar inovasi ke arah luar perusahaan, dengan mengahsilkan produk baru (A-Mild) yang di pasarkan, tetapi juga ditanamkan dari dalam perusahaan itu sendiri, yaitu membentuk prinsip baru budaya korporat PT. Sampoerna. Putra Sampoerna merupakan bentuk individu yang memiliki kreativitas, dan salah satu bentuk inovasi yang penting adalah adanya kreativitas, seperti yang diungkapkan oleh Bryd dan Bryman (dalam Avin, 2006). Kemampuan Putra Sampoerna dalam menganalisis pasar, dan mencari tahu apa yang tengah menarik serta menjadi keinginan pasar, menjadi suatu tolak ukur dari kesuksesan PT. Sampoerna.
    Salah satu contoh bentuk kreativitas dari produk A-Mild dapat dilihat dari iklan A-Mild yang cukup simple, unik, namun mempunyai pesan yang sangat menarik serta mampu tampil beda, dibanding dengan pesaingnya.
    Selain itu Putra Sampoerna berani mengambil resiko dalam melaksanakan inovasinya tersebut dengan meminjam uang di bank, yang sebelumnya belum pernah dilakukan oleh generasi sebelumnya. Menurut Amabile dan Scheinder, berani mengambil resiko merupakan bentuk Inovasi yang digunakan jika ingin mampu menghadapi persaingan Miron et al (dalam Savitri, 2006).

  67. 67
    SUCI R. (070915078) SUCI R. (070915078) Said: @10:26 pm 

    SUCI RAMADHANIA (070915078)
    BAGIAN 2, Bismillahirrohmanirrohim..

    b) Nama Ciputra Group sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, terutama dalam dunia bisnis. Ciputra Group telah memiliki berbagai bidang bisnis yang telah berkembang hampir di seluruh wilayah di Indonesia, bahkan Internasional. Hal ini dikarenakan Inovasi-Inovasi yang dijalankan oleh Pak Ciputra selaku pemilik Ciputra Group. Bentuk inovasi yang dimiliki oleh Ciputra adalah dimana ia selalu mampu menemukan ide-ide baru serta pandai mencari peluang baru yang belum pernah terfikirkan atau di jalankan oleh perusahaan lain.
    Pandai mencari peluang baru merupakan sifat yang dimiliki oleh Pak Ci, sehingga ia selalu mampu memperoleh keberhasilan dalam inovasi-inovasinya. “ Inovasi adalah trade mark Ciputra selama menjalankan roda bisnis. Ia adalah pebisnis yang tidak pernah lelah menciptakan sesuatu dan berinovasi. Dua hal itu terus dilakukan sampai sekarang” dikutip melalui situs Indopos.co.id (http://www.indopos.co.id/index.php/component/content/article/61-business-news/3572-bisnis-itu-ide-inovasi-semangat-dan-percaya-diri.html).
    Ciputra selalu menciptakan produk-produk baru, yang sebelumnya mungkin belum diciptakan oleh perusahaan lain. Selain itu kepandaian Ciputra dalam membaca peluang serta mencari tahu apa yang diinginkan masyrakat telah membawa Ciputra menjadi perusahaan besar seperti saat ini. Salah satunya adalah pembangunan Taman Impian Jaya Ancol, seperti namanya, taman ini benar-benar sebuah wujud impian bagi warga Indonesia, dan Jakarta khusunya ditengtah kesibukan mereka dan butuh adanya hiburan, tanpa harus jauh-jauh perrgi keluar kota maupun luar negeri.
    Kegagalan untuk mengenali kesempatan atau peuang dapat dikatakan sebagai kegagalan dalam berinovasi. “Jika organisasi tidak terampil dalam mengenali dan mengevaluasi kesempatan, mereka mugtkin menjadi terlalu berhati-hati dan gagal berinvestasipada inovasi yang nantinya akan menjadi suatu keberhasilan bagi perusahaan lain” (Griffin, 2004). Untuk itu Ciputra selalu berusaha untuk menjadi pelopor dunia bisnis, dengan selalu melahirkan inovasi-inovasi baru.

    c) Dahlan Iskan merupakan bekas wartawan yang dulunya hanya berjalan aki untuki mencari berita, hingga akhirnya dengan integritas yang ia miliki, ia mampu bergerak maju menjadi kepala biro Tempo Surabaya, selanjutnya memimpin Jawa Pos hingga berkembang besar seperti saat ini, dan sekarang menjabat sebagai Direktur PT.PLN (Persero).
    Inovasi serta gaya kepemimpinan, sebagai wujud budaya korporat yang ia miliki telah memiliki peranan yang sangat penting bagi kesusksesannya. Keliahaian Dahlan pada kepemimpinannya membuat organisasi yang ia bawahi mengalali perkembangan. Peran kepemimpinan sebagai Inovasi internal sangatlah berpengaruh bagi perkembangan sebuah organisasi.
    Dibawah kepemimpinannya, PLN kini mampu berkembang. Ia memberi kebebasan kepada seluruh anak buahnya untuk menerapkan ide terobosan kelistrikan tanpa harus meminta persetujuan darinya, dan memberi reward kepada mereka yang berhasil menemukan inovasi baru. Hal ini ia lakukan untuk menunjukkan peranan penting karyawan bagi suatu perusahaan. Selain itu hal ini juga dapat menjadi ajang bagi karyawan untuk menunjukkan kualitas sumber daya yang mereka miliki kepada masyarakat.
    Perkembangan baru terjadi setiap saat, bahkan detik. Tugas seorang pemimpin adalah mengamati perubahan itu dan menyiapkan diri dan institusinya untuk menghadapi perubahan yang akan terjadi.Di sini, kecerdasan melihat masa depan atau VISI adalah kunci utama keberhasilan seorang pemimpin. Seperti apa yang dilakukan oleh Dahlan Iskan.

  68. 68
    SUCI R. (070915078) SUCI R. (070915078) Said: @10:28 pm 

    SUCI RAMADHANIA (070915078)
    BAGIAN 3, Bismillahirrohmanirrohim…
    d) Enterpreneurship atau kewirausahaan merupakan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda, Peter Drucker (dalam Mustofa, 2011). Sedangkan Hisrich et al (dalam Wijatno, 2009) mendefinisikan Enterpreneurship sebagai “Proses menciptakan sesuatu yang baru, yang bernilai, dengan memanfaatkan usaha dan waktu yang diperlukan, dengan memperhatikan resiko sosial, fisik, dan keuangan, dan menerima imbalan berupa uang dan kepuasan personal serta independensi”. Dan mereka yang memiliki jiwa wirausaha disebut sebagai Enterpreneur, yaitu “orang yang melakukan tindakan tersebut dengan menciptakan suatu gagasan menjadi kenyataan” (Zaharudin, 2006). Hal ini berarti disaat seorang ingin mempunyai jiwa enterpreneur, maka dibutuhkan pula inovasi didalamnya, yang terlihat pada kesamaan diantaranya, yaitu menciptakan hal baru yang berbeda.
    Seseorang menetapkan pilihan menjadi entrepreneur dapat disebabkan adanya dorongan ingin menciptakan sesuatu yang baru, yang sebelumnya tidak pernah ada, atau ingin melakukan sesuatu secara berbeda dari apa yang dilakukan kebanyakan orang. Inilah yang dimaksudkan orang dengan peran entrepreneur sebagai pelaku inovasi atau inovator. Inovasi itu sendiri diperlukan bukan hanya karena adanya dorongan yang bersifat idealistik, melainkan juga untuk turut mengembangkan Budaya Korporat dari sebuah perusahaan.
    Untuk mengembangkan budaya korporat, maka diperlukan adanya kemampuan dari perusahaan untuk menciptakan sesuatu yang berbeda serta nantinya akan bernilai bagi perusahaan tersebut.
    Persaingan bisnis pada era global ini menuntut perusahaan untuk terus mengembangkan budaya korporatnya, dan fungsi dari Enterpreneurship adalah untuk membangun serta menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) atau karyawan serta seluruh anggota perusahaan, yang mempunyai jiwa enterpreuner demi kesuksesan perusahaan dalam persaingan.
    REFERENSI

    Griffin Ricky, 2004, ‘Manajemen’, edisi 7, jilid 1, Jakarta : Erlangga.
    Manurung, L 2010, ‘Strategi dan inovasi bisnis meningkatkan kinerja usaha, Studi empiris industri penerbangan Indonesia’, Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.
    Mustofa Rizki Imam, 2011, ‘Peluang Bisnis’, karya ilmiah, Sitim Informasi, STMIK Amikom Yogyakarta.
    Savitri, Vivid 2006, ‘Meningkatkan inovasi pada perusahaan konsultasi melalui pembenahan organisasi’, Thesis, Magister Psikologi Terapan dan Psikologi SDM, Universitas Indonesia.
    Situs Indopos, 2010, ‘Bisnis itu ide, inovasi, semangat, dan percaya diri’, (diakses melalui http://www.indopos.co.id/index.php/component/content/article/61-business-news/3572-bisnis-itu-ide-inovasi-semangat-dan-percaya-diri.html, pada 29 Juni 2011).
    Wijatno Serian, 2009, ‘Pengantar Entrepreunership’, Jakarta : Grasindo.
    Zaharuddin, 2006, ‘Menggali potensi usaha’, Bekasi : CV. Dian Anugrah Perkasa.

    ALHAMDULILLAH …

  69. 69
    aisyah juwita (070915043) aisyah juwita (070915043) Said: @6:59 pm 

    Bagian 2

    Ciputra adalah seorang inovator dalam bidang bisnis. Saat ini bisnis yang dilakukan oleh Ciputra tidak hanya di Indonesia saja, tetapi sudah merambah ke dunia Internasional. Pada awalnya Ir. Ciputra dianggap gila dengan rencananya yang ingin merubah “ tempat pembuangan jin “ menjadi Ancol. Ir. Ciputra lahir pada tanggal 24 Agustus 1931 di Parigi, Sulawesi Tengah. Sejak masa mudanya ia telah memiliki jiwa enterpreunership.
    Hal tersebut dibuktikan dengan selalu ada perubahan bisnis tiap sepuluh tahun. Puluh tahun pertama ia menjadi seorang eksekutif pada Jaya Group, sepuluh tahun kedua beliau berbisnis bersama dengan teman-temannya dengan mendirikan Metropolitan Group yang telah membangun beberapa perumahan mewah seperti Pondok Indah dan Kota Mandiri bumi Serpong Damai. Sepuluh tahun berikutnya ia mendirikan perusahaan keluarga Ciputra Group. Karir Ciputra dalam dunia property telah merambah dunia Iternasional. Salah satunya adalah Ciputra Hanoi International City. Proyek dengan luas 368 hektar dijadwalkan rampung pada tahun 2013 merupakan sebuah kawasan yang terdiri dari sekolah internasional, pusat perbelanjaan, perkantoran rumah sakit serta fasilitas lainnya layaknya sebuah kota kecil. Selain itu Ciputra juga menangani berbagai proyek besar di India, Singapura, Hawai, Vietnam serta Timur tengah.
    Saat ini Ciputra memilih dunia pendidikan sebagai bentuk pengabdiannya terhadap masyarakat, ia telah memiliki beberapa sekolah yang dikhususkan untuk menciptakan entrepreneurship, untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa pengusaha. Ir Ciputa merupakan seorang innovator yang tidak pernah takut untuk mengambil sebuah resiko dalam mengembangkan bisnis-bisnisnya. Sebagai seorang inovator dalam bidang bisnis, ia selalu tau apa yang diinginkan pasar.
    Dahlan Iskan adalah seorang innovator dalam segala bidang. Dia adalah seorang sosok yang memulai karirnya sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Pada tahun berikutnya yaitu tahun 1976 dia beralih menjadi wartawan majalah Tempo. Dan pada tahun 1982 sampai sekarang Dahlan Iskan akhirnya menjadi pemimpin dari Jawa Pos.
    Ketika Dahlan Iskan masuk kedalam Jawa Pos, dia membuat inovasi dengan menjadikan Jawa Pos yang awalnya mau mati karena hanya menghasilnya oplah 6.000 eksemplar, dan dalam waktu 5 tahun akhirnya Jawa pos menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.
    Pada tahun 2002, Dahlan Iskan mendirikan sebuah stasiun lokal yang bernama JTV dan terletak di Surabaya. Kemudian diikuti oleh Batam TV yang terletak di Batam dan Riau TV yang terletak di Pekanbaru. Dengan berdasarkan kemampuannya dalam berinovasi, pada akhir tahun 2009 Dahlan Iskan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar. Selain sebagai pemimpin Jawa Pos Group, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaab pembangkit listrik swasta yaitu PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power yang terletak di Surabaya.

  70. 70
    Aisyah. J (070915043) Aisyah. J (070915043) Said: @12:00 am 

    BAGIAN 1

    Istilah Inovasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah penemuan sesuatu yang baru ( dan berbeda dari penemuan yang sudah ada sebelumnya). Sedangkan menurut Kotler ( 2009, p.406 ) inovasi adalah semua barang, jasa, atau ide yang dianggap baru oleh seseorang. Menurut Shimp ( 2000, p.281 ) inovator adalah orang-orang yang sangat berani mengambil sebuah resiko dalam mengadopsi sebuah produk baru. Mereka mau mengambil resiko atas kerugian materi serta moril untuk menciptakan sebuah produk baru. Inovator biasanya adalah orang-orang muda yang memiliki status sosial yang tinggi serta memiliki pendidikan lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok pengadopsi lainnya. Dalam mencari sebuah informasi, seorang inovator akan cenderung bergaul dengan para inovator lainnya serta sumber-sumber informasi impersonal ( seperti laporan media, penelusuran informasi online serta para penjual ). Seorang inovator memiliki lingkup gambaran minat yang lebih luas jika dibandingkan dengan para noninovator.
    (a) Putera Sampoerna yang merupakan generasi ketiga dari pendiri perusahaan sampoerna, Lim Seng Tee. Ia adalah seorang pengusaha yang selalu mencanangkan ide-ide inovasi kreatif yang dapat mengembangkan perusahaan yang dikelola oleh keluarganya tersebut. Ada sebuah doktrin yang mengatakan bahwa generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan dan ketiga menghancurkan. Seharusnya jika doktrin tersebut benar, maka perusahaan rokok yang telah berdiri sejak tahun 1913 akan hancur di tangan Putera Sampoerna. Namun yang terjadi adalah perusahaan ini semakin berkembang dengan pendapatan Rp. 22,006.97 Milyar dan laba bersih Rp. 3,002.5 Milyar.
    Pada saat Sampoerna dipegang oleh Putera ketiga, maka Putera Sampoerna menjungkirbalikkan semua yang sebelumnya ada di perusahaan ini untuk menjadi lebih baik. Ia mau mengambil resiko dengan meminjam uang ke bank untuk lebih mempromosikan produk-produknya. Dengan dipegangnya Sampoerna oleh Putra Ketiganya tersebut, akhirnya HM Sampoerna dapat melangkah lebih jauh dengan terobosan-terobosan yang baru pula. Seperti mengadakan promosi besar-besaran terhadap produk terbaru Sampoerna. Dimana awalnya dalam mempromosikan produknya Sampoerna hanya mengandalkan distributor saja, namun ketika Sampoerna dipegang oleh putera ketiga semuanya beralih kepada brand management.
    Dengan beralihnya promosi yang dilakukan Sampoerna ke brand management maka dapat dilihat bahwa sebenarnya Sampoerna ingin untuk go public yang berarti bahwa pihak Sampoerna menyerahkan sebagian kedaulatan perusahaan ke pihak luar. Sampoerna dengan inovasinya yang go public menginginkan agar tidak hanya pengguna rokok saja yang mengetahui keberadaan Sampoerna, tetapi juga pihak yang tidak merokok pun akhirnya mengetahui tentang keberadaan Sampoerna. Uraian semacam ini, berhubungan dengan target yang dibidik oleh Sampoerna. Dimana target dibedakan kedalam dua bagian yaitu target market dimana target ini dimaksudkan kepada seseorang yang dapat membeli dan memakai produk yang dalam hal ini pengguna dan pembeli rokok. Sedangkan yang kedua adalah target audience dimana pihak Sampoerna ingin menawarkan produknya tidak hanya kepada pengguna dan pemakai saja, tetapi juga kepada pihak yang dapat menginformasikan produk Sampoerna kepada pihak lain. Hal lain yang paling kontroversial menyangkut inovasi yang dilakukan oleh putera ketiga Sampoerna adalah menjual seluruh perusahaan selagi harga saham bagus.

  71. 71
    Aisyah. J (070915043) Aisyah. J (070915043) Said: @12:01 am 

    BAGIAN 2

    (b) Ciputra adalah seorang inovator dalam bidang bisnis. Saat ini bisnis yang dilakukan oleh Ciputra tidak hanya di Indonesia saja, tetapi sudah merambah ke dunia Internasional. Pada awalnya Ir. Ciputra dianggap gila dengan rencananya yang ingin merubah “ tempat pembuangan jin “ menjadi Ancol. Ir. Ciputra lahir pada tanggal 24 Agustus 1931 di Parigi, Sulawesi Tengah. Sejak masa mudanya ia telah memiliki jiwa enterpreunership.
    Hal tersebut dibuktikan dengan selalu ada perubahan bisnis tiap sepuluh tahun. Puluh tahun pertama ia menjadi seorang eksekutif pada Jaya Group, sepuluh tahun kedua beliau berbisnis bersama dengan teman-temannya dengan mendirikan Metropolitan Group yang telah membangun beberapa perumahan mewah seperti Pondok Indah dan Kota Mandiri bumi Serpong Damai. Sepuluh tahun berikutnya ia mendirikan perusahaan keluarga Ciputra Group. Karir Ciputra dalam dunia property telah merambah dunia Iternasional. Salah satunya adalah Ciputra Hanoi International City. Proyek dengan luas 368 hektar dijadwalkan rampung pada tahun 2013 merupakan sebuah kawasan yang terdiri dari sekolah internasional, pusat perbelanjaan, perkantoran rumah sakit serta fasilitas lainnya layaknya sebuah kota kecil. Selain itu Ciputra juga menangani berbagai proyek besar di India, Singapura, Hawai, Vietnam serta Timur tengah.
    Saat ini Ciputra memilih dunia pendidikan sebagai bentuk pengabdiannya terhadap masyarakat, ia telah memiliki beberapa sekolah yang dikhususkan untuk menciptakan entrepreneurship, untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa pengusaha. Ir Ciputa merupakan seorang innovator yang tidak pernah takut untuk mengambil sebuah resiko dalam mengembangkan bisnis-bisnisnya. Sebagai seorang inovator dalam bidang bisnis, ia selalu tau apa yang diinginkan pasar.
    (c) Dahlan Iskan adalah seorang innovator dalam segala bidang. Dia adalah seorang sosok yang memulai karirnya sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Pada tahun berikutnya yaitu tahun 1976 dia beralih menjadi wartawan majalah Tempo. Dan pada tahun 1982 sampai sekarang Dahlan Iskan akhirnya menjadi pemimpin dari Jawa Pos.
    Ketika Dahlan Iskan masuk kedalam Jawa Pos, dia membuat inovasi dengan menjadikan Jawa Pos yang awalnya mau mati karena hanya menghasilnya oplah 6.000 eksemplar, dan dalam waktu 5 tahun akhirnya Jawa pos menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.
    Pada tahun 2002, Dahlan Iskan mendirikan sebuah stasiun lokal yang bernama JTV dan terletak di Surabaya. Kemudian diikuti oleh Batam TV yang terletak di Batam dan Riau TV yang terletak di Pekanbaru. Dengan berdasarkan kemampuannya dalam berinovasi, pada akhir tahun 2009 Dahlan Iskan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar. Selain sebagai pemimpin Jawa Pos Group, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaab pembangkit listrik swasta yaitu PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power yang terletak di Surabaya.

  72. 72
    Aisyah. J (070915043) Aisyah. J (070915043) Said: @12:02 am 

    BAGIAN 3

    (d) Pengertian entrepreneurship relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803).
    Berikut adalah definisi dari entrepreneurship dari beberapa ahli :
    - Jean Baptista Say (1816): Seorang entrepreneur, adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.
    - Frank Knight (1921): Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.
    - Joseph Schumpeter (1934): Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk (1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, (2) memperkenalkan metoda produksi baru, (3) membuka pasar yang baru (new market), (4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya.
    - Penrose (1963): Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
    - Harvey Leibenstein (1968, 1979): Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
    - Israel Kirzner (1979): Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio: Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian. Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. Selain itu, seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional.

  73. 73
    Paulina Djayanti S. - 070915041 Paulina Djayanti S. - 070915041 Said: @7:00 pm 

    Referensi
    maaf terputus karna eror trus pak.

    Rademakers, Martijn (2005), “Corporate universities: driving force of knowledge innovation”, Journal of Workplace Learning; 2005; 17, 1/2; ABI/INFORM Global, pg. 130.

    http://www.ciputraentrepreneurship.com

    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/

    Rogers, Everett M. 1983. Diffussion of Innovation. Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co.

  74. 74
    Kim Kim Said: @1:51 am 

    This is a comment to the admin. I discovered your “ADIB’s Jatidiri BLOG » Blog Archive » Generasi Ketiga Tidak Menghancurkan” page via Google but it was hard to find as you were not on the front page of search results. I see you could have more traffic because there are not many comments on your site yet. I have found a website which offers to dramatically increase your rankings and traffic to your website: http://www.linklegends.com/7-day-free-trial I managed to get close to 1000 visitors/day using their services, you could also get lot more targeted visitors from search engines than you have now. Their free trial and brought significantly more traffic to my site. Hope this helps :) Take care.

  75. 75
    andiny andiny Said: @11:38 am 

    isi artikel ini menarik dan cukup bermanfaat bagi saya, disini saya juga ingin memberikan informasi bahwa Sehubungan dengan akan diselenggarakan kegiatan Seminar Ilmiah Nasional KOMMIT 2012 dengan tema Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Ketahanan Nasional pada tanggal 18-19 September 2012 maka kami mengundang bpk/ibu/sdr/sdri turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada alamat URL http://penelitian.gunadarma.ac.id/kommit/
    batas akhir pengumpulan artikel 31 mei 2012

  76. 76
    nbejc nbejc Said: @5:36 pm 

    nbejc, $RandomStr, [url=http://sexforthewlfo.com/]nbejc[/url], $RandomStr, http://sexforthewlfo.com/ nbejc, $RandomStr.

  77. 77
    ymixpocaaq ymixpocaaq Said: @1:12 am 

    pnjgvnbejc, rrgrqfcibc , [url=http://www.vaaehqzqno.com]trgflvzazn[/url], http://www.eqqswetfhr.com rrgrqfcibc

  78. 78
    psgqyoylwd psgqyoylwd Said: @8:30 pm 

    bhidsnbejc, qijzyhwmnf

  79. 79
    Andina Setyaning Rahayu Andina Setyaning Rahayu Said: @4:57 pm 

    Andina Setyaning Rahayu (071015049)
    Ilmu Komunikasi

    Jawaban UAS Budaya Korporat nomor 3:

    Pada kenyataannya inovasi berkaitan dengan pertimbangan produk dan proses. Dalam kaitan ini product innovation mengacu pada penciptaan desain produk dan aplikasi teknologi yang dimaksudkan untuk mengembangkan produk baru. Inovasi produk berkaitan dengan strategi diferensiasi yang dilakukan oleh perusahaan baik melalui fitur produk ataupun perluasan produk. Sedangkan inovasi proses berkaitan dengan perbaikan proses produksi yang efisien. Dengan adanya teknologi maka perusahaan selalu dapat melakukan perbaikan proses melalui pemanfaatan material, siklus yang lebih pendek, dan strategi untuk menghadapi permintaan.

    Inovasi tidak selalu berkaitan dengan hal yang besar. Inovasi diakui menjadi bagian perusahaan dalam menentukan daya saingnya, sehingga dikenal ungkapan “melakukan inovasi atau mati”. ungkapan ini erat kaitannya dengan bahasan doktrin di soal nomor 3 ini. dalam doktrin dinyatakan jika “generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan.” hancur sama halnya dengan mati, kenapa mati? karena pada generasi ini mereka tidak melakukan adanya inovasi ataupun pembaharuan, baik itu pada produk ataupun proses produksi dalam perusahaan. jadi, doktrin itu memang sering terbukti, namun tidak SELALU terbukti, dan bisa saja suatu saat nanti banyak atau bahkan semua perusahaan dapat mematahkan kebenaran doktrin itu. Inovasi bagaimanapun sudah dikenal perannya, akan tetapi tidak selalu dapat digunakan dengan baik. Ditemui adanya penolakan resistensi dalam perusahaan.

    Resistensi yang muncul utamanya berkaitan dengan dampak yang diterima perusahaan. Manakala perusahaan akan menerapkan inovasi, maka resistensi pertama adalah kekuatiran terhadap dampak yang akan diterima, apakah dampaknya nyata atau tidak.

    A) kaitan inovasi dengan PUTERA SAMPOERNA dan “A Mild”
    Putera Sampoerna adalah generasi yang membawa PT. Sampoerna melangkah lebih jauh dengan terobosan-terobosan yang dilakukannya, seperti perkenalan rokok bernikotin rendah, A Mild dan perluasan bisnis melalui kepemilikan di perusahaan supermarket Alfa, dan untuk suatu saat, dalam bidang perbankan. putera Sampoerna juga pencetus strategi baru dalam perusahaan Sampoerna, sebut saja Blue Ocean Strategy. Blue Ocean Strategy yang digunakan PT. HM Sampoerna dalam bisnisnya dapat dilihat dengan diluncurkannya produk A Mild. Peluncuran ini cukup mengagetkan banyak pihak, terutama industri rokok saat itu. Hal ini disebabkan karena produk A-Mild merupakan produk yang unik, yang tidak tergolong dalam kategori manapun, dari tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Melalui A-Mild PT Sampoerna Tbk mengambil langkah berani untuk membuat sebuah kategori baru, yakni SKM mild. Sejak awal A-Mild memang sudah dirancang untuk menjadi produk yang tidak ada duanya di pasar domestik saat itu. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg. Tidak hanya pada komposisi, Sampoerna juga melakukan perubahan pada kemasan A-Mild dengan mengurangi isi 20 batang menjadi 16 batang. Untuk inovasi produk A Mild dibutuhkan waktu 2 tahun untuk mempersiapkannya. Hal ini dikarenakan pada saat itu tidak ada benchmark produk yang dapat dijadikan acuan, termasuk di pasar internasional. Yang ada hanya berbagai survey dan riset yang melibatkan konsumen, termasuk di antaranya uji buta yang tidak hanya dilakukan sekali, tapi beberapa kali di beberapa kota. Tahun 1994 A-Mild mengganti motto kampanye Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go. Dengan motto ini Sampoerna seolah-olah menantang konsumen untuk berpikir ulang mengenai jenis rokok yang mereka konsumsi. Cara ini terbukti efektif karena penjualan A-Mild naik tiga kali lipat, dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring dengan berjalannya waktu, penjualan A-Mild pun terus naik. Tahun 1996, A-Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Di tahun 2005, rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional. Hingga kini A-Mild telah menjadi salah satu produk unggulan dari Sampoerna dengan penguasaan pasar sekitar 50%.Sampoerna juga memproduksi limited edition pada produk A-mild kemasan 12 batang, Dengan adanya A mild limited edition, Sampoerna memberikan nilai tambah dengan memberikan tampilan yang berbeda dari bungkus rokok biasa dan tercantum joke pada bungkus rokok limited edition tersebut seperti ‘Kalo cinta itu buta, buat apa ada bikini’, joke tersebut sangat memberikan nilai tambah kepada para customer muda. Edisi terbatas (limited edition) dimaksudkan untuk menarik konsumen muda dan juga limit edition A-mild diperuntukkan untuk meningkatkan penjualan A-mild kemasan 12 batang yang cukup rendah dibandingkan A mild kemasan 16 batang.

    B) Kaitan inovasi dengan CIPUTRA
    Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah itu sebagai penasihat. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol.
    Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono,Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra, melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) telah memberikan pelatihan entrepreneurship kepada setidaknya 1.600 dosen.
    Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu, Bank Ciputra yang didirikannya ditutup oleh Pemerintah. Dengan adanya kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank, ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.
    dalam konsepsi seorang entrepreneur bukan hanya mampu menciptakan kerja bagi diri sendiri saja, namun ia juga mampu melakukan perubahan yang dramatis dan kreatif, menghasilkan produk akhir yang disambut pasar dan mampu melipatgandakan sumber-sumber daya yang ia miliki. Itulah yang sesungguhnya terjadi dalam diri Ciputra.

    C) peranan Dahlan Iskan
    DAHLAN ISKAN lebih akrab disapa Pak Bos. Pria kelahiran Magetan 17 Agustus 1951 ini memang bos Grup JAWA POS. Di masthead koran-koran di lingkungan Grup JAWA POS, jabatan resmi Dahlan Iskan adalah chairman. Memang, selain membesarkan JAWA POS (dan grupnya) dialah ‘roh’ Grup JAWA POS.
    Yang menarik, berbeda dengan bos-bos media lainnya, Dahlan Iskan ini tetap menulis. Bikin reportase, kolom, analisis berita… pokoknya menulis. Menulis kapan saja dia suka. Menulis dan membaca sudah menjadi darah daging tokoh pers nasional itu. Kalau sudah ada ide, di mana pun, kapan pun… Dahlan Iskan menulis.
    Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.
    Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.
    Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.
    Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC)yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer
    Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.
    Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit.

    D) Peranan Enterpreneurship dalam budaya korporat
    Untuk memenangi persaingan dan meraih kesuksesan, banyak jalan yang bisa ditempuh seorang entrepreneur. Salah satunya tentu dengan melakukan inovasi.
    Ekonom terkemuka, Peter F. Drucker dalam bukunya yang berjudul Innovation and Entrepreneurship telah membahas hubungan antara inovasi dan entrepreneurship. Inovasi adalah sebuah cara spesifik bagi seorang entrepreneur untuk memanfaatkan perubahan dalam menciptakan peluang hadirnya bisnis baru. Entrepreneur harus secara aktif berinovasi dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, dengan menciptakan barang atau jasa baru yang bisa menciptakan kepuasan baru bagi konsumen, untuk mendapatkan keuntungan.
    Ekonom terkemuka lainnya, Joseph Schumpeter, dalam buku The Theory of Economic Development bahkan menyebutkan betapa pentingnya peran seorang inovator terhadap kemajuan ekonomi, terutama saat timbulnya perubahan teknologi.
    melalui inovasi seorang entrepreneur bisa menghasilkan bisnis baru yang menghasilkan laba.
    untuk menjadi enterpreneur kita harus melewati tiga front. Front pertama dari taman kanak-kanak sampai sekolah menengah, kemudian front kedua universitas, ketiga publik. Walikota Palembang, misalnya, akan mulai dari taman kanak-kanak sampai SMA, kemudian kami sudah mulai dengan Ditjen Dikti untuk perguruan tinggi. Sekarang [pelatihan bagi] umum juga sudah mulai dengan lembaga-lembaga yang ada.

    DAFTAR PUSTAKA :
    http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&ved=0CEwQFjAB&url=http%3A%2F%2Fjohannessimatupang.files.wordpress.com%2F2010%2F10%2Fmakalah-teknologi-dan-inovasi-dalam-korporasi-januaary-2011.doc&ei=QNTqT63pM8TsrAfCxJ3YBQ&usg=AFQjCNGXQjaV19zH9CToeMOa5Eu61KyciQ
    http://www.sampoerna.com
    http://www.liputan6.com
    http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&ved=0CFAQFjAB&url=http%3A%2F%2Fmfile.narotama.ac.id%2Ffiles%2FArasy%2520Alimudin%2FBSC%2Ckasus%2520strategi%2520dan%2520CAuse%2520Root%2FKasus%2520Manajemen%2520Strategi%2520HM.sampoerna.docx&ei=KdfqT8LHLILMrQfIsczBBQ&usg=AFQjCNEj_Fm0Csi8qnO46kHKTmGp-5hM7A
    http://ciputraentrepreneurship.com
    http://asrulhoesein.blogspot.com
    http://www.indonesiamedia.com
    http://dahlaniskan.wordpress.com

  80. 80
    Andina Setyaning Rahayu Andina Setyaning Rahayu Said: @4:58 pm 

    Andina Setyaning Rahayu (071015049)
    Ilmu Komunikasi

    Jawaban UAS Budaya Korporat nomor 3:

    Pada kenyataannya inovasi berkaitan dengan pertimbangan produk dan proses. Dalam kaitan ini product innovation mengacu pada penciptaan desain produk dan aplikasi teknologi yang dimaksudkan untuk mengembangkan produk baru. Inovasi produk berkaitan dengan strategi diferensiasi yang dilakukan oleh perusahaan baik melalui fitur produk ataupun perluasan produk. Sedangkan inovasi proses berkaitan dengan perbaikan proses produksi yang efisien. Dengan adanya teknologi maka perusahaan selalu dapat melakukan perbaikan proses melalui pemanfaatan material, siklus yang lebih pendek, dan strategi untuk menghadapi permintaan.

    Inovasi tidak selalu berkaitan dengan hal yang besar. Inovasi diakui menjadi bagian perusahaan dalam menentukan daya saingnya, sehingga dikenal ungkapan “melakukan inovasi atau mati”. ungkapan ini erat kaitannya dengan bahasan doktrin di soal nomor 3 ini. dalam doktrin dinyatakan jika “generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan.” hancur sama halnya dengan mati, kenapa mati? karena pada generasi ini mereka tidak melakukan adanya inovasi ataupun pembaharuan, baik itu pada produk ataupun proses produksi dalam perusahaan. jadi, doktrin itu memang sering terbukti, namun tidak SELALU terbukti, dan bisa saja suatu saat nanti banyak atau bahkan semua perusahaan dapat mematahkan kebenaran doktrin itu. Inovasi bagaimanapun sudah dikenal perannya, akan tetapi tidak selalu dapat digunakan dengan baik. Ditemui adanya penolakan resistensi dalam perusahaan.

    Resistensi yang muncul utamanya berkaitan dengan dampak yang diterima perusahaan. Manakala perusahaan akan menerapkan inovasi, maka resistensi pertama adalah kekuatiran terhadap dampak yang akan diterima, apakah dampaknya nyata atau tidak.

    A) kaitan inovasi dengan PUTERA SAMPOERNA dan “A Mild”
    Putera Sampoerna adalah generasi yang membawa PT. Sampoerna melangkah lebih jauh dengan terobosan-terobosan yang dilakukannya, seperti perkenalan rokok bernikotin rendah, A Mild dan perluasan bisnis melalui kepemilikan di perusahaan supermarket Alfa, dan untuk suatu saat, dalam bidang perbankan. putera Sampoerna juga pencetus strategi baru dalam perusahaan Sampoerna, sebut saja Blue Ocean Strategy. Blue Ocean Strategy yang digunakan PT. HM Sampoerna dalam bisnisnya dapat dilihat dengan diluncurkannya produk A Mild. Peluncuran ini cukup mengagetkan banyak pihak, terutama industri rokok saat itu. Hal ini disebabkan karena produk A-Mild merupakan produk yang unik, yang tidak tergolong dalam kategori manapun, dari tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Melalui A-Mild PT Sampoerna Tbk mengambil langkah berani untuk membuat sebuah kategori baru, yakni SKM mild. Sejak awal A-Mild memang sudah dirancang untuk menjadi produk yang tidak ada duanya di pasar domestik saat itu. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg. Tidak hanya pada komposisi, Sampoerna juga melakukan perubahan pada kemasan A-Mild dengan mengurangi isi 20 batang menjadi 16 batang. Untuk inovasi produk A Mild dibutuhkan waktu 2 tahun untuk mempersiapkannya. Hal ini dikarenakan pada saat itu tidak ada benchmark produk yang dapat dijadikan acuan, termasuk di pasar internasional. Yang ada hanya berbagai survey dan riset yang melibatkan konsumen, termasuk di antaranya uji buta yang tidak hanya dilakukan sekali, tapi beberapa kali di beberapa kota. Tahun 1994 A-Mild mengganti motto kampanye Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go. Dengan motto ini Sampoerna seolah-olah menantang konsumen untuk berpikir ulang mengenai jenis rokok yang mereka konsumsi. Cara ini terbukti efektif karena penjualan A-Mild naik tiga kali lipat, dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring dengan berjalannya waktu, penjualan A-Mild pun terus naik. Tahun 1996, A-Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Di tahun 2005, rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional. Hingga kini A-Mild telah menjadi salah satu produk unggulan dari Sampoerna dengan penguasaan pasar sekitar 50%.Sampoerna juga memproduksi limited edition pada produk A-mild kemasan 12 batang, Dengan adanya A mild limited edition, Sampoerna memberikan nilai tambah dengan memberikan tampilan yang berbeda dari bungkus rokok biasa dan tercantum joke pada bungkus rokok limited edition tersebut seperti ‘Kalo cinta itu buta, buat apa ada bikini’, joke tersebut sangat memberikan nilai tambah kepada para customer muda. Edisi terbatas (limited edition) dimaksudkan untuk menarik konsumen muda dan juga limit edition A-mild diperuntukkan untuk meningkatkan penjualan A-mild kemasan 12 batang yang cukup rendah dibandingkan A mild kemasan 16 batang.

  81. 81
    siska pratiwi siska pratiwi Said: @5:14 pm 

    Nama: Siska Pratiwi
    NIM: 071017056
    Prodi: Antropologi

    1. Peran inovai dalam suatu korporat meliputi lebih dari sekedar peningkatan ouput. Didalamnya terdapat penetapan perubahan dalam struktur bisnis. Seperti yang terjadi di PT HM SAMPOERNA. Putra sampoerna yang merupakan penerus ketiga berhasil menaklukkan doktrin tersebut karena prinsip awal dari PT HM SAMPOERNA adalah Inovasi. Ketika tahun 2007, PT HM SAMPOERNA merasa seakan dalam tubuhnya tidak terjadi perubahan setelah diluncurkannya produk “Marlboro Mix 9”. Ketika itu juga pura sampoerna berani untuk memberikan perubahan atau inovasi yang bisa dikatakan sebagai perubahan besar yaitu diluncurkannya “A Mild”. Produk ini mampu membawa PT HM SAMPOERNA mengalami kenaikan penjualan sebesar 0,3%. Setelah itu dikeluarkan terobosan baru yang berawal dari “A Mild” yaitu “U Mild”. Dalam produk yang baru inilah mereka berhasil menguasai pasaran rokok. Dari semua hal inilah yang membuat putra sampoerna berhasil mempertahankan kualitas dan kuantitas serta nama baik dari PT HM SAMPOERNA. Beliau mampu membuktikan bahwa doktrin yang mengatakan bahwa pewaris ketiga dari suatu perusahaan adalah menghancurkan perusahaan tersebut. Seperti motivasi yang dikatakn oleh PT HM SAMPOERNA yaitu “Inovasi adalah budaya kami; kebiasaan yang kami jalani setiap hari” dan “Inovasi bukanlah tujuan kami, melainkan cara kami meraih prestasi”.

    2. Ciputra??? Siapa sih yang tidak tahu Ciputra? Hampir semua orang tahu akan namanya. Walaupun banyak orang yang hanya mengatakan bahwa ciputra adalah suatu nama suatu tempat tanpa tahu siapa itu Ciputra. Ciputra adalah sosok yang sering dibicarakan ketika kita berada dalam suatu acara yang membicarakan motivator. Beliau sering dikatakan sebagai orang dari desa yang biasa-biasa aja tapi mampu menaklukkan perekonomian indonesia dengan pembangunan dan inovasi-inovasi yang dilakukannya. Ciputra bukanlah sosok yang dapat diremehkan di Indonesia ini karena kekayaannya yang menyebar diberbagai tempat di Indonesia ini. Ciputra selalu melakukan pembangunan di daerah-daerah yang berpotensi. Pembangunan tersebut dilakukan bersamaan dengan inovasi. Sehingga makin lama makin banyak hotel atau tempat rekreasi yang dimilikinya yang didalamnya terdapat inovasi dari pembangunan sebelumnya.

    3. Dahlan Iskan memiliki latar belakang yang tidak jauh beda dari Ciputra. Yaitu berasal dari keluarga kecil di desa. bukan karena beliau dibesarkan di desa berarti beliau tidak memiliki hak untuk menjadi orang sukses. Beliau mampu membuktikan bahwa orang desa juga mampu memimpin. Hal ini dibuktikan dengan hasil kerjanya sebagai Direktur Jawa pos, direktur utama PLN, Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC), dan menjadi menteri BUMN. Inovasi yang dilakukan beliau dalam melaksanakan pemerintahannya adalah hal yang penting. Beliau mampu membuat Jawa Pos yang hampir mati dan kembali tumbuh serta menjadi salah satu surat kabar terbesar di Indonesia dengan hanya waktu kurang dari lima tahun.

    4. Peranan Enterpreneurship dalam budaya korporat adalah sebagai suatu pengambilan resiko untuk melakukan hal baru seperti Inovasi atau revolusi kecil yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Apapun yang terjadi dalam pelaksanaannya pasti akan mempengaruhi budaya korporat perusahaan tersebut. Hal yang mempengaruhi dilakukannya Enterpreneurship adalah kreativitas dan inovasi yang berfungsi sebagai alat untuk memcahkan suatu masalah.

    Referensi:
    http://www.sampoerna.com/id_id/about_us/investor_information/disclosures_and_reports/documents/laporan%20tahunan%202007.pdf (diakses pada tanggal 27 Juni 2012. Jam 07.02)
    http://wennylubis.blogspot.com/2011/03/pengertian-sejarah-dan-peran.html. (diakses pada tanggal 27 Juni 2012. Jam 07.05)
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/. (diakses pada tanggal 27 Juni 2012. Jam 07.11)

  82. 82
    siska pratiwi siska pratiwi Said: @5:14 pm 

    Nama: Siska Pratiwi
    NIM: 071017056
    Prodi: Antropologi
    1. Peran inovai dalam suatu korporat meliputi lebih dari sekedar peningkatan ouput. Didalamnya terdapat penetapan perubahan dalam struktur bisnis. Seperti yang terjadi di PT HM SAMPOERNA. Putra sampoerna yang merupakan penerus ketiga berhasil menaklukkan doktrin tersebut karena prinsip awal dari PT HM SAMPOERNA adalah Inovasi. Ketika tahun 2007, PT HM SAMPOERNA merasa seakan dalam tubuhnya tidak terjadi perubahan setelah diluncurkannya produk “Marlboro Mix 9”. Ketika itu juga pura sampoerna berani untuk memberikan perubahan atau inovasi yang bisa dikatakan sebagai perubahan besar yaitu diluncurkannya “A Mild”. Produk ini mampu membawa PT HM SAMPOERNA mengalami kenaikan penjualan sebesar 0,3%. Setelah itu dikeluarkan terobosan baru yang berawal dari “A Mild” yaitu “U Mild”. Dalam produk yang baru inilah mereka berhasil menguasai pasaran rokok. Dari semua hal inilah yang membuat putra sampoerna berhasil mempertahankan kualitas dan kuantitas serta nama baik dari PT HM SAMPOERNA. Beliau mampu membuktikan bahwa doktrin yang mengatakan bahwa pewaris ketiga dari suatu perusahaan adalah menghancurkan perusahaan tersebut. Seperti motivasi yang dikatakn oleh PT HM SAMPOERNA yaitu “Inovasi adalah budaya kami; kebiasaan yang kami jalani setiap hari” dan “Inovasi bukanlah tujuan kami, melainkan cara kami meraih prestasi”.
    2. Ciputra??? Siapa sih yang tidak tahu Ciputra? Hampir semua orang tahu akan namanya. Walaupun banyak orang yang hanya mengatakan bahwa ciputra adalah suatu nama suatu tempat tanpa tahu siapa itu Ciputra. Ciputra adalah sosok yang sering dibicarakan ketika kita berada dalam suatu acara yang membicarakan motivator. Beliau sering dikatakan sebagai orang dari desa yang biasa-biasa aja tapi mampu menaklukkan perekonomian indonesia dengan pembangunan dan inovasi-inovasi yang dilakukannya. Ciputra bukanlah sosok yang dapat diremehkan di Indonesia ini karena kekayaannya yang menyebar diberbagai tempat di Indonesia ini. Ciputra selalu melakukan pembangunan di daerah-daerah yang berpotensi. Pembangunan tersebut dilakukan bersamaan dengan inovasi. Sehingga makin lama makin banyak hotel atau tempat rekreasi yang dimilikinya yang didalamnya terdapat inovasi dari pembangunan sebelumnya.
    3. Dahlan Iskan memiliki latar belakang yang tidak jauh beda dari Ciputra. Yaitu berasal dari keluarga kecil di desa. bukan karena beliau dibesarkan di desa berarti beliau tidak memiliki hak untuk menjadi orang sukses. Beliau mampu membuktikan bahwa orang desa juga mampu memimpin. Hal ini dibuktikan dengan hasil kerjanya sebagai Direktur Jawa pos, direktur utama PLN, Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC), dan menjadi menteri BUMN. Inovasi yang dilakukan beliau dalam melaksanakan pemerintahannya adalah hal yang penting. Beliau mampu membuat Jawa Pos yang hampir mati dan kembali tumbuh serta menjadi salah satu surat kabar terbesar di Indonesia dengan hanya waktu kurang dari lima tahun.
    4. Peranan Enterpreneurship dalam budaya korporat adalah sebagai suatu pengambilan resiko untuk melakukan hal baru seperti Inovasi atau revolusi kecil yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Apapun yang terjadi dalam pelaksanaannya pasti akan mempengaruhi budaya korporat perusahaan tersebut. Hal yang mempengaruhi dilakukannya Enterpreneurship adalah kreativitas dan inovasi yang berfungsi sebagai alat untuk memcahkan suatu masalah.

    Referensi:
    http://www.sampoerna.com/id_id/about_us/investor_information/disclosures_and_reports/documents/laporan%20tahunan%202007.pdf (diakses pada tanggal 27 Juni 2012. Jam 07.02)
    http://wennylubis.blogspot.com/2011/03/pengertian-sejarah-dan-peran.html. (diakses pada tanggal 27 Juni 2012. Jam 07.05)
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/. (diakses pada tanggal 27 Juni 2012. Jam 07.11)

  83. 83
    Fitra Hasri Rosandi Fitra Hasri Rosandi Said: @5:40 pm 

    Fitra Hasri Rosandi (070917074/Antropologi)

    A.Putera Sampoerna merupakan generasi berikutnya, adalah generasi yang membawa PT. Sampoerna melangkah lebih jauh dengan terobosan-terobosan yang dilakukannya, seperti perkenalan rokok bernikotin rendah, A Mild dan perluasan bisnis melalui kepemilikan di perusahaan supermarket Alfa, dan untuk suatu saat, dalam bidang perbankan. Faktor terbaik dalam kemajuan bisnis adalah inovasi. Inovasi memberikan hasil dan sangat berperan terhadap keberlangsungan suatu perusahaan dalam masa depan, selebihnya merupakan biaya-biaya. Inovasi bukan sekedar berkutat dengan penciptaan produk yang baru dan lebih baik, tetapi juga pengembangan sistem yang lebih baik dan konsep bisnis yang baru.
    Strategi serta inovasi yang di lakukan PT. Sampoerna
    Strategi Yang digunakan Oleh PT. Sampoerna sehingga mampu menjadi sebuah perusahaan yang semakin maju.
    1. Market Driven Strategy
    PT Sampoerna untuk mengawali menjadikan Market Sebagai Orientasi Untuk Membuat Strategy harus diyakini bahwa customer merupakan raja sudah sepatutnya raja harus dipenuhi kebutuhannya dan keinginannya. Perlu adanya upaya yang menjaga hubungan dengan para customer untuk mempertahankan loyalitasnya, untuk dapat mempertahankan loyalitas customer harus ada observasi pada pasar, mengetahui apa yang diinginkan pasar, membuat sebuah inovasi produk baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar.
    2. Blue Ocean Strategy.
    Blue Ocean Strategy yang digunakan PT. HM Sampoerna dalam bisnisnya dapat dilihat dengan diluncurkannya produk A Mild. Peluncuran ini cukup mengagetkan banyak pihak, terutama industri rokok saat itu. Hal ini disebabkan karena produk A-Mild merupakan produk yang unik, yang tidak tergolong dalam kategori manapun, dari tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Melalui A-Mild PT Sampoerna Tbk mengambil langkah berani untuk membuat sebuah kategori baru, yakni SKM mild. Sejak awal A-Mild memang sudah dirancang untuk menjadi produk yang tidak ada duanya di pasar domestik saat itu. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg. Tidak hanya pada komposisi, Sampoerna juga melakukan perubahan pada kemasan A-Mild dengan mengurangi isi 20 batang menjadi 16 batang. Untuk inovasi produk A Mild dibutuhkan waktu 2 tahun untuk mempersiapkannya. Hal ini dikarenakan pada saat itu tidak ada benchmark produk yang dapat dijadikan acuan, termasuk di pasar internasional. Yang ada hanya berbagai survey dan riset yang melibatkan konsumen, termasuk di antaranya uji buta yang tidak hanya dilakukan sekali, tapi beberapa kali di beberapa kota.
    3. Memberi “Customer Value” Pada Produknya
    Pada perusahaan sampoerna, Customer value diimplementasikan dengan cara limited edition pada beberapa produk sampoerna, yaitu A-mild. Sampoerna memproduksi limited edition pada produk A-mild kemasan 12 batang, Dengan adanya A mild limited edition, limit ededition A-mild diperuntukkan untuk meningkatkan penjualan A-mild kemasan 12 batang yang cukup rendah dibandingkan A mild kemasan 16 batang.
    4. Diversifikasi Produk
    • untuk membuat produk tahan lebih lama,
    • mengarah kepada produk siap konsumsi / digunakan,
    • memenuhi selera, kebutuhan dan harapan konsumen,
    • memperluas pasar, mempermudah transportasi, menyerap tenaga kerja, member nilai tambah, pendapatan dan lain sebagainya.

    B.Bagaimana pula dengan Ciputra?
    Bagi seorang entrepreneur sejati, bekerja dan belajar merupakan dua aktivitas yang harus seiring sejalan. Tidak ada alasan untuk berhenti belajar atau bekerja meski usia terus menanjak atau sudah merasa dalam tahap mapan. Dunia bisnis terus mengalami perkembangan dan perubahan sehingga untuk terus dapat bertahan dan berkarya, seorang entrepreneur harus terus belajar dan bekerja mengenai apa saja.
    Satu teladan lain yang dicontohkan Pak Ciputra ialah saat bekerja kita harus seolah menjadi seorang pelajar yang selalu ingin tahu. Dan saat bekerja kita harus menjadi seorang pekerja yang penuh tanggung jawab. Melalaikan tanggung jawab merupakan sebuah petaka bagi seorang entrepreneur karena hal itu akan mencederai reputasinya dalam berbisnis. Selain itu, pengalaman bekerja yang kita lakukan saat belajar dapat menjadi sarana pembelajaran yang sangat bermanfaat dan tak ternilai harganya saat kita terjun dalam dunia bisnis yang sebenarnya. kunci sukses dari beliau yang patut diketahui oleh para entrepreneur muda Indonesia. Semua kunci sukses ini menjadi tolok budaya perusahaan (corporate culture) yang dipegang teguh oleh semua jajaran profesional dan pegawai Pembangunan Jaya, yakni :
    1. Layani masyarakat
    2. Kembangkan SDM
    3. Kokohkan organisasi
    4. Kendalikan mutu
    5. Jaga produktivitas dan efisiensi
    6. Berinovasi dan berkreasi

    C.Peranan Dahlan Iskan?
    Amazing, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan seorang Dahlan Iskan, mantan dirut PLN yang sekarang menjadi menteri BUMN. Sosok Pak Dais (sapaan akrab Dahlan Iskan) memang luar biasa, mulai dari keberhasilannya ketika memajukan Jawa Pos yang kala itu hampir bangkrut, ikut andil dalam menyelamatkan saham garuda yang kala itu sempat krisi, keberhasilannya dalam transplantasi hati, hingga yang kini akan dibahas adalah keberhasilannya menjadi dirut PLN.
    Strategi yang dilakukan Dahlan Iskan jika kita tilik dengan menggunakan teori knowledge management adalah penggabungan antara strategi personalisasi dan codification dimana dalan strategi personalisasi Dahlan Iskan menyukai adanya diskusi yang mampu meletupkan kebebasan berfikir dan kemerdekaan berpendapat, bahkan dia sering melakukan live chat dengan pegawai PLN demi mempermudah pemantauan ataupun suatu pertemuan face to face, hal ini yang menyebabkan dia tak tanggung-tanggung langsung memantau ke lokasi yang menjadi titik permasalahan.

    D.Peranan Enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Thomas W Zimmerer : Enterpreneurship adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari. Enterpreneurship dalam perkembangan budaya korporat meliputi lebih dari sekedar peningkatan ouput dan pendapatan per kapita; di dalamnya mencakup prakarsa dan penetapan perubahan dalam structur bisnis dan masyarakat. Perubahan ini selaras dengan pertumbuhan dan peningkatan output, yang memungkinkan kekayaan dibagikan pada sejumlah partisipan. Satu teori pertumbuhan budaya korporat memperlihatkan inovasi sebagai kunci, bukan hanya dalam pengembangan produk (jasa) baru untuk pasar, tetapi juga dalam menstimulasi ketertarikan investasi dalam bisnis baru yang dibentuk.

    Sumber refrensi
    -CEO Bertangan Dingin. 31 01 2011. http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/2674-ceo-bertangan-dingin (diakses 06 29, 2011).
    -Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa. 06 09 2010. http://www.ciputraentrepreneurship.com/profil/entrepreneur.html?start=9 (diakses 06 29, 2011).
    -Hisrich, R.D. dkk., 2005. Entrepreneurship. sixth edition. New York: McGraw-Hill
    Kertajaya, Hermawan.2005.4g Marketing: A90-Year Journey in Creating Everlasting Brands.Jakarta:
    -MarkPlus&Co. Roger, Everett M. 1983. Diffusion of Innovation.Canada: Thee Free Press of Macmillan Publishing Co.

  84. 84
    ady mat soleh ady mat soleh Said: @5:40 pm 

    nama : ady mat soleh
    NIM : 070917046

    Doktrin yang menyatakan bahwa “Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, ketiga mengahncurkan” tidak terbukti pada bisnis keluarga Sampoerna. Bisnis keluarga yang didirikan pada tahun 1913 ini justru tetap berjaya pada generasi ketiga yang dipimpin oleh Putra Sampoerna.
    Sampoerna yang berdiri hampir satu abad meruapakn perusahaan rokok dengan jumlah konsumen tertinggi di Indonesia dengan pansa pasar sebesar 24, 2%. Selama itu pula Sampoerna memiliki karakteristik dalam menjalankan perusahaannya antara lain yang pertama adalah adaptbility, yang kedua adalah Corporat Culture yang ke tiga adalah inovasi. Adaptability adalah kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Lingkungan dan dunia nisnis yang selalu berubah-ubah mengaharuskan sebuah perusahaan memiliki kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan pasar. Hal ini sangat penting, karen apabila tidak memiliki kemampuan adabtasi akan tergeser dengan produk dan perusahaan yang lebih adaptif. kemampuan mengenali pasar, memprediksi apa yang akan terjadi dan mencoba mencari solusi untuk mencegah persoalan yang mungkin muncul merupakan hal yang perlu dimiiki untuk beratahan dalam dunia bisnis. Corporat culture erupakan seperangkat nilai yang dianut oleh sebuah perusahaan yang dijadikasn sebagai pedoman dalam melakukan berbagai kegiatan dalam perusahaan. Corporat Culture tidak hanya dijadikan sebagai dasar operasional atau sistemayika kerja, namun juga sebagai jiwa perusahaan. Sampoerna sangat menjunjung corporat culture yang dimiliki, dalam mengahdapi berbagai permasalahan yang membelitnya, Sampoerna selalu berpegang pada corporat culture sehingga permasalah yang ia hadapi tidak mengurangi performa kinerja karyawan. Inovasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh perusahaan. Inovasi akan memberikan nuansa yang berbeda pada konsumen yang akan memberikan dampak positif bagi perusahaan yang berhasil melakukan inovasi.
    Menurut Rogers dan Shoemaker (1983) inovasi adalah ide-ide baru, praktik-praktik baru, atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru diperoleh oleh individu atau masyarakat sasaran. Rogers (1983) juga menambahkan ada lima karakteristik dalam sebua inovasi. Karakteristik yang pertama adalah keunggulan relatif, kompabilitas, kerumitan, kemampuan diujicobakan, kemampuan untuk diamati.
    Sampoerna dalam pimpinan Putra Sampoerna melakukan inovasi dengan memproduksi dan memasarkan produk dengam merk Sampoerna A Mild. Produk ini merupakan produk yang berbeda dari produk-produk Sampoerna sebelumnya. Jika sebelumnya rokok di Indonesia memiliki bau yang menyengat dengam aroma cengkeh yang kuat serta kadar nikotin yang tinggi, A Mild memiliki karakteristik yang berbeda. A Mild di di produksi dengan kadar nikotin dan tar yang rendah.
    Sampoerna A Mild awalnya memiliki tag line “Taste of the future” memiliki kesulitan dalam memasarkan produk barunya. Namun dengan produk naru ini, Putra Sampoerna ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih memikirkan ulang kadar nikotin dalam rokok yang selama ini mereka konsumsi. Alasan kesehatan menjadi pokok utama dalam pengurangan kadar nikotin dan tar dalam rokok. Produk ini awalnya berhasil laris di pasaran anak muda dan tag line line nya berubah menjadi “How low can you go”. Melalui managemen pemasaran yang baik, akhirnya A Mild dapat merebut pangsa pasar dengan menguasai pangsa pasar sebesar 24,2% dan menjadi pelopor dalam produksi roko dengan kadar nikotin rendah baik bagi produk Sampoerna sendiri atau perusahaan lain. Sampoerna sendiri memiliki pansa pasar sebesar 90% pada tahun 2001.
    Inovasi yang dibuat oleh Putra Sampoerna membuat perusahaan ini menjadi perusahaan besar yang menguasai pangsa pasar di Indonesia. Doktrin yang menyebutkan bahwa generasi ketiga menghancrkan benar-benar tidak belaku bagi Putra Sampoerna. Kertajaya (2005) menyatakan bahwa Solusi Tiga Tangan yang menjadi logo Sampoerna memiliki makna melambangkan perusahaan yang mementingkan hubungan dengan pedagang, strategi pemasaran kepada konsumen dan management internal perusahaan. Inovasi yang dilakukan dengan keluar dari produk yang biasa di pasarkan membuat Sampoerna hancur malah menjadi semakin besar.

    b. Inovasi Ciputra
    Grup Ciputra juga kuat dalam inovasi, dan kekuatan inovasi pada konsep. Salah satu contohnya adalah mereka datang ke Hanoi yang belum berkembang. Mereka bertanya apa yang belum ada di kota tersebut dan ternyata belum ada kota internasional. Lalu mereka meminta semua lahan itu dengan langsung main tunjuk. Pihak Hanoi menganggap Ciputra gila. Namun Ciputra menerangkan bahwa lahan seluas 4 hektar berbeda dengan lahan 400 hektar. Sehingga apabila dia ditanya maka dia akan selalu menjawab minta tanah sebanyak mungkin agar dapat mewujudkan konsep yang inovatif, seperti dirinya membangun Ancol. Grup Ciputra datang ke Hanoi di Vietnam, Phnom Penh di Kamboja, ke Shenyang dan Jiashing di China membawa inovasi. Mereka bermitra dengan pengusaha setempat. Properti di India mereka jual ke pengusaha lokal dengan harga bagus, lalu mereka masuk ke China.
    Selain itu menurut Ciputra, perkembangan properti saat ini seperti deret ukur, melesat cepat sedangkan dahulu lebih slow. Hal ini merupakan tantangan dan perubahan di luar korporat itu sendiri. Sehingga mereka mulai mengembangkan bisnis ke daerah-daerah mulai 10 tahun terakhir ini. Mereka sudah membangun di kota-kota lapisan ketiga, seperti Tegal. Sekarang mereka mencoba mencari lahan di Papua karena di Timika lebih prospektif. Meskipun menurut Ciputra membangun di daerah memiliki kesulitan lebih tinggi, tetapi mereka mempunyai modal dan sumber daya manusia yang berkualitas. Mereka mengirim orang-orang lama yang sudah berpengalaman untuk memimpin proyek di daerah agar kualitas perumahan Ciputra di mana pun tetap sama.
    Hasil dari inovasi tersebut adalah Grup Ciputra tidak memiliki hutang. Mereka melakukan ekspansi dengan equity sehingga mereka tidak mempunyai hutang. Kalaupun ada, itu masih lima persen dari equity. Mengapa bisa? karena modal mereka adalah integritas. Brand Ciputra dibangun sejak tahun 1961, dan itu tidak mudah. Jadi wajar jika rumah belum dibangun, konsumen sudah membayar. Sehingga Ciputra harus menjaga integritas ini agar perusahaan ini sustainable forever. Selain itu untuk mempersiapkan generasinya, Ciputra membuat family chapter. Pada saatnya, keturunan mereka akan mengambil (tongkat) estafet. Intinya, generasi ketiga keluarga Ciputra pada awalnya harus bekerja di proyek, tidak di kantor pusat. Harun, menantu Ciputra, awalnya bekerja di CitraLand Surabaya dan tinggal di ruko yang juga kantor proyek. Dia mengetahui dari A sampai Z urusan proyek. Sekarang, ada satu cucu Ciputra, anak Budiarsa, yang bekerja di Shenyang, China.

  85. 85
    Mohammad Adib Mohammad Adib Said: @5:41 pm 

    coba

  86. 86
    ady mat soleh ady mat soleh Said: @5:43 pm 

    (c) Dahlan Iskan adalah seorang innovator dalam segala bidang. Dia adalah seorang sosok yang memulai karirnya sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Pada tahun berikutnya yaitu tahun 1976 dia beralih menjadi wartawan majalah Tempo. Dan pada tahun 1982 sampai sekarang Dahlan Iskan akhirnya menjadi pemimpin dari Jawa Pos.
    Ketika Dahlan Iskan masuk kedalam Jawa Pos, dia membuat inovasi dengan menjadikan Jawa Pos yang awalnya mau mati karena hanya menghasilnya oplah 6.000 eksemplar, dan dalam
    waktu 5 tahun akhirnya Jawa pos menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabarterbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.
    Pada tahun 2002, Dahlan Iskan mendirikan sebuah stasiun lokal yang bernama JTV dan terletak di Surabaya. Kemudian diikuti oleh Batam TV yang terletak di Batam dan Riau TV yang terletak di Pekanbaru. Dengan berdasarkan kemampuannya dalam berinovasi, pada akhir tahun 2009 Dahlan Iskan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar. Selain sebagai pemimpin Jawa Pos Group, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaab pembangkit listrik swasta yaitu PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power yang terletak di Surabaya.

    d Enterpreneurship atau kewirausahaan merupakan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda, Peter Drucker (dalam Mustofa, 2011). Sedangkan Hisrich et al (dalam Wijatno, 2009) mendefinisikan Enterpreneurship sebagai “Proses menciptakan sesuatu yang baru, yang bernilai, dengan memanfaatkan usaha dan waktu yang diperlukan, dengan memperhatikan resiko sosial, fisik, dan keuangan, dan menerima imbalan berupa uang dan kepuasan personal serta independensi”. Dan mereka yang memiliki jiwa wirausaha disebut sebagai Enterpreneur, yaitu “orang yang melakukan tindakan tersebut dengan menciptakan suatu gagasan menjadi kenyataan” (Zaharudin, 2006). Hal ini berarti disaat seorang ingin mempunyai jiwa enterpreneur, maka dibutuhkan pula inovasi didalamnya, yang terlihat pada kesamaan diantaranya, yaitu menciptakan hal baru yang berbeda.
    Seseorang menetapkan pilihan menjadi entrepreneur dapat disebabkan adanya dorongan ingin menciptakan sesuatu yang baru, yang sebelumnya tidak pernah ada, atau ingin melakukan sesuatu secara berbeda dari apa yang dilakukan kebanyakan orang. Inilah yang dimaksudkan orang dengan peran entrepreneur sebagai pelaku inovasi atau inovator. Inovasi itu sendiri diperlukan bukan hanya karena adanya dorongan yang bersifat idealistik, melainkan juga untuk turut mengembangkan Budaya Korporat dari sebuah perusahaan.
    Untuk mengembangkan budaya korporat, maka diperlukan adanya kemampuan dari perusahaan untuk menciptakan sesuatu yang berbeda serta nantinya akan bernilai bagi perusahaan tersebut.
    Persaingan bisnis pada era global ini menuntut perusahaan untuk terus mengembangkan budaya korporatnya, dan fungsi dari Enterpreneurship adalah untuk membangun serta menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) atau karyawan serta seluruh anggota perusahaan, yang mempunyai jiwa enterpreuner demi kesuksesan perusahaan dalam persaingan.
    REFERENSI

  87. 87
    Putri Tunjung Sari / 070915087 / Ilmu Komunikasi Putri Tunjung Sari / 070915087 / Ilmu Komunikasi Said: @5:47 pm 

    Jawaban uas budaya korporat nomer 3.
    a) Inovasi Putera Sampoerna
    Sampoerna telah memproduksi beberapa merek rokok sebelum mengeluarkan inovasi A Mild, yaitu Sampoerna Kretek atau dahulu disebut Sampoerna Hijau, serta “Raja Kretek” yang legendaris Dji Sam Soe. Sampoerna merupakan perusahaan rokok terkemuka yang produknya terkenal luas.
    Berdasarkan hasil AC Nielsen Audit-Indonesia Expanded pada tahun 2009 menyatakan bahwa Sampoerna memiliki pangsa pasar yang besar, yakni 29,1% di pasar rokok Indonesia. Menurut Jati (2011), jumlah karyawan Sampoerna pada tahun 2009 mencapai 28.300 orang. Sampoerna mengoperasikan enam pabrik rokok di Indonesia, serta menjual dan mendistribusikan rokok melalui 59 kantor penjualan di seluruh Indonesia.
    Keberhasilan Sampoerna tersebut tak lepas dari inovasi yang dilakukan generasi ketiga Sampoerna, yaitu Putera Sampoerna yang meluncurkan produk rokok dengan kadar nikotin rendah dengan nama dagang A Mild dan dapat mendongkrak penjualan Sampoerna. Inovasi yang dilakukan oleh pihak ketiga Sampoerna tidak berhenti sampai disitu, karena Putera Sampoerna juga memperluas jangkauan usahanya ke bisnis baru yaitu supermarket dan perbankan.
    Keberhasilan Sampoerna ini juga sebagai pembukti bahwa doktrin bisnis keluarga yang berbunyi “generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan ketiga menghancurkan.” Itu terpatahkan. Putera Samporna telah berhasil menunjukkan bahwa sebuah inovasi sangat diperlukan agar sebuah korporat dapat berkembang dan tetap eksis di dunia bisnis. Hal ini sesuai dengan pernyataan Theodore Levvit, yaitu agar perusahaan dapat bertahan secara konstan harus mencari cara baru untuk memutuskan kebutuhan konsumennya (Mulyono 2008). Dave Pollard juga menyatakan hal yang senada, bahwa inovasi adalah determinan paling penting bagi keberhasilan bisnis (Mulyono 2008).
    Berdasarkan dari hasil survei yang dilakukan The Boston Consulting Group pada tahun 2007, yang dilakukan kepada 2468 perusahaan dari 58 negara. Hasil survei menyatakan bahwa inovasi merupakan fokus salah satu dari tiga strategi utama mereka.Melihat betapa penting peranan sebuah inovasi dalam suatu perusahaan maka sebaiknya perlu diketahui pengertian dari inovasi.
    Inovasi merupakan segala sesuatu yang bersifat baru baik berupa suatu perubahan, temuan, strategi, maupun teknologi yang mampu memberi manfaat pada masyarakat. Pengertian ini dapat diperoleh dari makna inovasi secara estimologi yang juga memiliki kata asal innovation bermakna pembaharuan atau perubahan secara baru.

    b) Ciputra
    Ir. Ciputra merupakan entrepreneur sejati yang mengarang buku “Ciputra Quantum Leap : Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa. Dalam buku tersebut berisi visi dan misi beliau,“Salah satu impian saya yang ingin saya wujudkan adalah membantu agar negara Indonesia menjadi negara entrepreneur. Untuk bisa mencapainya saya memutuskan untuk menuangkan visi dan misi saya tersebut dalam buku “Ciputra Quantum Leap” Entrepreneurship Mengubah Bangsa dan Anda.”
    Ir. Ciputra tidak mudah untuk mewujudkan impiannya, banyak proses yang dilalui untuk mewujudkan hal tersebut. Impian tersebut muncul karena Ir. Ciputra melihat bahwa kekayaan alam Indonesia sangat banyak tetapi mengapa Indonesia belum bisa mengatasi masalah kemiskinan. Ir. Ciputra percaya bahwa hal yang membuat Indonesia belum bisa mengatasi masalah kemiskinan karena sudah mulai hilangnya semangat entrepreneur. Ir. Ciputra melakukan proses entrepreneur selama mendirikan dan mengembangkan tiga grup pengembang : Jaya Group, Metropolitan Group dan Ciputra Group. Menurut Ciputra, terdapat tiga ciri entrepreneur yang harus dimiliki dari banyak ciri yang dimiliki entrepreneur. Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur (Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa 2010). Kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari adalag menciptakan peluang. Seorang pencipta peluang adalah orang yang sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan melalui imajinasi kreatifnya.
    c) Peranan Dahlan Iskan
    Dahlan Iskan mendapat julukan “CEO bertangan dingin”. Iskan mengawali karir sebagai reporter di salah satu harian kecil di Samarinda, kemudian ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan yang menjabat Kepala Biro Tempo di Surabaya dipercaya untuk memimpin surat kabar Jawa Pos. Lima tahun kemudian ia membentuk Group Jawa Pos News Network, sekaligus menempatkan perusahaan itu menjadi salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia (CEO Bertangan Dingin 2011). Pada tahun 1997, Dahlan Iskan mendirikan Graha Pena salah satu gedung pencakar langit di Surabaya.
    Selain mendapat julukan “CEO bertangan dingin”, dahlan dikenal sebagai sosok yang prihatin terhadap kondisi listrik Indonesia. Terdapat persoalan yang belum menemukan penyelesaian, yaitu pemadaman bergilir akibat kesenjangan antara pasokan dan permintaan yang tidak terselesaikan. Oleh karena itu ia sering mengkritk Perusahaan Listrik Negara melalui tulisannya di koran serta memberikan alternatif solusinya.
    Dahlan Iskan ditetapkan menjadi Direktur Utama yang baru pada tahun 2009. kepemimpinannya baru berjalan satu tahun, Dahlan Iskan mulai mematahkan cibiran berbagai pihak terkait kemampuannya dalam memimpin perusahaan listrik negara. Berbekal pengalaman sebagai pemilik pembangkit listrik di kalimantan, ia kelihatan percaya diri dan bertekad meningkatkan dunia kelistrikan negara ini. Dahlan juga membuat inovasi untuk dilakukan PLN dalam mengupayakan peningkatan tenaga listrik sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi. Inovasi yang terbaru, PLN sedang merencanakan “pembunuhan berencana secara besar-besaran” di berbagai daerah. Hal ini bertujuan sebagai efisiensi penggunaan sumber bahan bakar pembangkit listrik (Dendy 2011).
    d) Enterpreneureship dalam budaya korporat
    Enterpreneurship dalam budaya korporat memiliki fungsi sebagai inovasi baru dalam strategi bisnis suatu perusahaan. Dengan adanya inovasi, perusahaan berani melakukan hal – hal yang baru meskipun menanggung resiko dan dapat membuka peluang usaha baru. Dengan terbukanya peluang usaha baru maka akan memberikan manfaat kepada masyarakat, salah satunya adalah membuka lapangan pekerjaan baru sehingga mengurangi angka pengangguran. Dengan adanya fungsi enterpreneurship di dalam budaya korporat maka akan muncul sebuah ide kreatif dalam menunjukkan eksistensi suatu perusahaan dengan memunculkan produk yang inovatif.

    Sumber referensi :
    CEO Bertangan Dingin. 31 01 2011. http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/2674-ceo-bertangan-dingin (diakses 06 26, 2012).

    Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa. 06 09 2010. http://www.ciputraentrepreneurship.com/profil/entrepreneur.html?start=9 (diakses 06 26, 2012).

    Dendy. Menilik Prestasi PLN. 26 01 2011. http://pedemunegeri.com/tulisan/detail/781/menilik-prestasi-pln (diakses 06 26, 2012).

    Jati, Fajar Tunggul. Manajemen Strategik PT. HM SAMPOERNA. 06 01 2011. http://blog.beswandjarum.com/fajartungguljati/2011/01/06/manajemen-strategik-pthm-sampoerna/ (diakses 06 26, 2012).

    Mulyono, Fransiska. Inovasi: Sebuah Pengantar. Vol. 04. Bandung, Jawa Barat: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Parahyangan, 2008.

    Sanusi, A. Effendi. “Dunia Pengetahuan.” Inovasi : Pengertian dan Karakteristik. 05 08 2009. http://blog.unila.ac.id/effendisanusi/?p=42 (diakses 06 26, 2011).

  88. 88
    Arsyie Akbar Arsyie Akbar Said: @6:41 pm 

    Nama : Arsyie Akbar
    NIM : 070810415
    Prodi: Antropologi

    A.inovasi Sampoerna
    Perusahaan ini telah berdiri sejak tahun 1919 dan usaha rokok ini dirintis oleh Liem Seeng Tee mulai dari awal. Setelah meninggal dunia, usaha tersebut diteruskan oleh putranya. Doktrin bahwa “orang ketiga mengahancurkan” itu akan salah besar jika kita melihat pada perusahaan Sampoerna, karena pada era kepemimpinan generasi ketiga-lah sampoerna tumbuh kembang sacara pesat. Dibalik kesuksesan sampoerna saat ini tidak luput dari kreativitas dan inovasi pemiliknya yang sampai sekarang selalu menghasilkan suatu inovasi yang baru. Inovasi sangat penting bagi suatu perusahaan, karena inovasi adalah proses menemukan atau mengimplementasikan sesuatu yang baru ke dalam situasi yang baru. Kebaruan yang dimaksud disini adalah gagasan, ide, metode, alat yang berbeda dengan yang lainya. Sedangkan pengertian inovasi menurut kamus besar bahasa indonesia(1995) adalah penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenalkan sebelumnya. Maju tidaknya sutu perusahaan tergantung dari manajemen dan kreativitas SDM perusahaan tersebut. Begitu juga yang dialami perusahaan Sampoerna. Perusahaan ini mempunyai slogan yang tetap kuat dipertahankan yakni “Inovasi adalah budaya kami; kebiasaan yang kami jalani setiap hari, Inovasi bukanlah tujuan kami, melainkan cara kami meraih prestasi”(website sampoerna, 2011). Berdasakan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa ciri khas dari Sampoerna adalah selalu kreative dan selalu membuat inovasi inovasi terbaru. Inovasi yang digunakan dalam keseluruhan operasi perusahaan dimana sebuah produk baru diciptakan dan dipasarkan, termasuk inovasi di segala proses fungsional atau kegunaan. Inovasi dalam pengembangan produk yang dilakukan Sampoerna adalah Sampoerna A Mild. Keluar tahun 1989, riset yang dilakukan jelas beberapa tahun sebelum produk tersebut keluar. Begitu A Mild keluar, konsumen rokok bertanya-tanya produk apa ini gerangan karena mereka sudah terbiasa dengan SKT (Sigaret Kretek Tangan). Setelah beberapa waktu lanjutnya, akhirnya A Mild berhasil menjadi trend setter baru yaitu, SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor. Oleh karena itu sekarang Sampoerna kembali mengeluarkan Sampoerna Exclusive. Masih banyak lagi inovasi inovasi yang dilakukan oleh pemimpin Sampoerna. Tak heran jika sampai saat ini Sampoerna tetap menguasai pasar, dan jaya dibidangnya.

    B.inovasi Ciputra
    Menurut Ciputra, ide kreative dan inovasi itu sangat diperlukan dalam menggapai kesuksesan. Salah satu inovasinya yang dianggap fenomenal adalah Taman Impian Jaya Ancol yang merupakan taman rekreasi pertama yang menggunakan berbagai tema.
    Proses meniru praktik-praktik terbaik, lalu mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi sesuatu yang lebih baik, bagi seorang Ir. Ciputra dapat digolongkan sebagai sebuah inovasi. Inovasi di sini berarti sesuatu yang baru, berbeda, bernilai lebih, dan lain daripada pendahulunya meskipun mungkin hasil-hasil yang dicapai itu berbasiskan pendahulu yang ditiru dan diramu itu. MENIRU ADALAH PROSES INOVATIF JIKA YANG KITA LAKUKAN ADALAH MENIRU PRAKTIK-PRAKTIK TERBAIK, MENGAMBIL PUNCAK-PUNCAK PENCAPAIAN ITU DAN MERAMUNYA MENJADI SESUATU YANG LEBIH BAIK DAN LEBIH BERNILAI SESUAI DENGAN KONTEKS USAHA KITA SENDIRI.” Ini merupakan semboyan Ciputra yang diambil dari website Ciputra. Menurut Pak cik dalam kutipan Syah (2010), mengatakan bahwa menjadi inovatif entrepreneur merupakan value added yang terengkuh lebih maksimal, baik dari sisi daya tahan menghadapi persaingan karena barang dan jasa yang diciptakan nilai tambahnya tinggi sehingga susah ditiru pesaing, maupun dalam hal penyerapan tenaga kerja, biasanya tenaga kerja yang diserap lebih banyak ketimbang menjadi entrepreneur pedagang (trading). Presiden Amerika Barack Obama mengatakan, inovasi bisnis merupakan kunci dalam memulihkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.

    C.inovasi Dahlan Iskan
    Selama kepemimpinan Dahlan Iskan, surat kabar ini mengalami kemajuan. Meskipun pada awalnya sedikit tersendat-sendat karena Jawa Pos pernah mengalami oplah 6.000 ekslempar yang waktu itu hampir mati, akan tetapi karena usaha dan inovasi yang dilakukan oleh Dahlan Iskan, dia berhasil menjadikan surat kabar dengan jumlah 300.000 eksemplar dalam waktu 5 tahun. Dia menggunakan manajemen dan strategi baru untuk menjalankan perusahaan tersebut. Dengan manajemen dan strategi baru tersebut, Jawa Pos bisa sukses seperti saat ini. Ketika surat kabar lain banyak yang gulung tikar, Jawa Pos masih tetap kokoh sebagai Koran terbesar nasional. Ketika surat kabar cetak mulai meredup, Jawa Pos memberikan alternative lain dengan menyuguhkan surat kabar(koran) versi digital. Inovasi lain yang dihadirkan pada surat kabar jawa pos adalah dengan menambahkan Deteksi untuk wilayah Surabaya. Sasaran Deteksi ini adalah para remaja. Secara tidak langsung Dahlan mengajak para remaja untuk gemar membaca surat kabar. Berdasarkan pemaparan sebelumnya bisa dikatakan bahwa Dahlan membawa Jawa Pos from Zero to Hero. Jadi sekali lagi salah besar jika dikatakan generasi ketiga adalah menghancurkan. Sebagai hasil inovasi inovasinya tersebut, Jawa Pos khususnya Dahlan Iskan mendapatkan banyak penghargaan. Misalnya dalam website Jawa Pos(2010) menyebutkan bahwa Jawa Pos meraih Superbrands Award sebagai Koran yang popular dan terpercaya 2010-2011, dan Dahlan Iskan mendapatkan banyak sekali penghargaan yang kemudian diangkat menjadi DIRUT PLN yang akhirnya sekarang menjadi menteri BUMN.

    D. Makna Entrepreneurship
    Entrepreneurship adalah jiwa entrepreneur yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas serta kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur. Sedang, entrepreneur didefinisikan sebagai seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, dan aset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar daripada sebelumnya, dan juga dilekatkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru. Dalam pengembangan budaya korporat entrepreneurship sangatlah penting karena untuk perkembangan suatu perusahaan itu butuh bibit baru, baik dalam berbagai produk.

    Sumber :
    http://www.ciputraentrepreneurship.com
    http://blog.beswandjarum.com/fajartungguljati/2011/01/06/manajemen-strategik-pthm-sampoerna/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sampoerna

  89. 89
    MAHANTI SARI NASTITI MAHANTI SARI NASTITI Said: @7:28 pm 

    Mahanti Sari Nastiti / Ilmu Komunikasi / 071015061
    a.Peranan Inovasi dalam mengatasi doktrin di badan perusahaan Putera Sampoerna
    Menurut definisinya Inovasi merupakan Suatu kreasi, pengembangan dan implementasi suatu produk, proses ataupun layanan baru dengan tujuan meningkatkan efisiensi, efektifitas ataupun keunggulan bersaing. Inovasi seringkali dalam bentuk proses apabila hasil inovasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
    Dalam kasus ini, Putra Aga Sampoerna, yaitu Putera Sampoerna, mengambil alih kemudi Sampoerna pada tahun 1978. Di bawah kendalinya, HM Sampoerna berkembang pesat dan menjadi perseroan publik pada tahun 1990 dengan struktur usaha modern, dan memulai masa investasi dan ekspansi. Selanjutnya PT HM Sampoerna Tbk. berhasil memperkuat posisinya sebagai salah satu perseroan terkemuka di Indonesia Putera Sampoerna yang menjadi generasi ketiga tidak hanya diam dalam melaksanakan usahanya. Namun dia terus melakukan inovasi-inovasi pada produknya sehingga munculah produk A Mild yang menggebrak. Dulu produk Sampoerna disegmentasikan bagi para orang tua, namun dengan inovasi, ide-ide segar muncul A Mild yang berorientasi anak muda jaman sekarang. Tidak hanya berinovasi pada produk, namun generasi ketiga Sampoerna ini juga melakukan inovasi dengan berbagai program acara yang ditujukan pada customer dan masyarakat luas. Selain inovasi, manajemen inovasi juga diperlukan karena ide-ide segar akan terus lahir di sebuah perusahaan dan menjadi sangat banyak. Keberadaan ide-ide tersebut harus diatur dan disusun secara sistematis agar tidak terjadi kesemrawutan. Inovasi yang harus dijalankan secara sistematis, efisien, dan berkelanjutan ini memerlukan suatu sistem untuk mengatur ide-ide ini agar lebih terstruktur.
    Dalam visi ke depan pun, PT Sampoerna juga memasukkan nilai bahwa “Inovasi adalaha budaya kami “kebiasaan yang kami jalani sehari-hari. Inovasi bukanlah tujuan kami, melainkan cara kami meraih prestasi”. Dari sini sudah terlihat jelas bahwa generasi ketiga, Putra Aga Sampoerna iningin terus melakukan inovasi untuk tetap mengembangkan Sampoerna tidak sampai di sini.

    b. Peranan inovasi dalam perusahaan Ciputra Group
    Inovasi memiliki peran yang sangat penting di berbagai korporasi tak terkecuali perusahaan Ciputra yang bergerak dalam bidang pengembangan properti. Bisnis Ciputra tidak berhenti pada perumahan. Ciputra terus melakukan diversifikasi produk. Hasilnya adalah proyek pembangunan rumah sakit, gedung perkantoran, universitas, dan mal. Inovasi Ciputra Group juga telah menggiring kelompok bisnis tersebut untuk berkiprah di pasar uang. Ciputra memiliki tiga perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Ketiganya adalah PT Ciputra Development Tbk dengan kode CTRA, PT Ciputra property Tbk (CTRP), dan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS).
    Dalam membangun properti, Ciputra tidak asal-asalan. Pengembang ini selalu menerapkan prinsip bangunan hijau (green property) di setiap proyeknya. Konsep green property diarahkan pada upaya penghematan energi, sehingga biaya perawatan bangunan serta emisi buang karbon berkurang. Dari inovasi-inovasi ini lah, Ciputra tidak dapat tetap berjalan sampai sekarang. Inovasi berupa ide-ide segar ini juga yang membuat Ciputra mampu berkembang, tidak hanay Rumah, tapi juga mampu membangun Universitas Ciputra dengan basic enterpreneurship.

    c. Peranan Dahlan Iskan
    Dahlan iskan merupakn seorang pemimpin yang santa Inspirator. Berawal dari pemiliki Jawa Pos Grup, lalu menjadi Direktur PLN dan sekarang menjadi seorang yang dipercaya memegang jabatan sebagai Menteri BUMN. Dahlan Iskan memiliki gaya kepemimpina yang sangat inspiratoris dan inovativ. Dengan ide-ide segarnya beliau berusaha keras untuk selalu memajukan korporasi yang dinaunginya saat itu.
    Di tangan Dahlan Iskan, Jawa Pos yang dahulunya ‘hidup segan mati tak mau’ akhirnya menjadi raksasa surat kabar setanding bahkan melebihi para pesaing-pesaingnya yang lebih dahulu eksis.
    Kemudian saat dipercaya memimpin perusahaan plat merah, PLN. Banyak gebrakan yang sudah dilakukannya. Namun bukan dengan ‘ngeyel’ atawa ‘ngotot’ dalam mendapatkan sesuatu yang semestinya menjadi hak PLN. Beliau mampu membawa PLN keluar dari krisis dengan caranya sendiri. Ketika PLN tidak atau kekurangan pasokan gas (yang justru gas banyak diekspor) beliau tak kuarang akal. Beliau akan mengimpor gas dari luar negeri. Baru pihak yang berkaitan mau memasok gas dari dalam negeri.
    Dalam kinerja PLN beliau mempunyai banyak terobosan. Ketika pembangkit di semarang yang sangat besar mmerlukan gas yang bisa dibeli agak murah dari Petronas yang beroperasi di lautan utara Semarang, ada problem yang diluar kuasa PLN. Beliau tidak berteriak-terak. beliau ambil jalan keluar dengan cara menghentikan mesin tersebut dan memasok listrik di semarang dari jalur lain yang lebih murah. Untuk di luar Jawa yang banyak sungainya digebrak penghemnatan dengan pembuatan pembangkit listrik dari aliran sungai. Pembangkit diesel diberhentikan. Dari hal ini kabarnya sudah trilyunan rupiah bisa dihemat.
    Banyak inovasi yang beliau lakukan. Banyak ide tanpa gembar-gembor. Seluruh anak buahnya di daerah diberi kebebasan menerapkan ide terobosan kelistrikan tanpa meminta harus meminta persetujuan darinya. Di tangannya lima tahun lagi mungkin PLN akan berwajah baru, menjadi perusahaan yang beretos kerja tinggi namun berorientasi pelayanan publik. Kemudian saat menjadi Menteri BUMN pun, Dahlan Iskan juga menjadi sorotan. Saat diadakan pelantikan Menteri di Isntana Negara, beliau memakai sepatu cats, yang tidak sesuai dengan protokol Istana. Inovasi beliau adalah dengan mempromosikan produk dalam negeri dan menjalanakan programnya yaitu “ 1000 Sepatu untuk anak kurang mampu”.
    Dari banyaknya inovasi yang beliau lakukan, para wartawan sering mmebuat tuliasan mengenai beliau. Ini menunjukkan bahwa Dahlan Iskan merupakan seorang tokoh yang Inpiratoris dan inovatif.
    d. Peranan Enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat??
    Enterpreneurship berperan dalam pertumbuhan industri pasar modal yang semakin dinamis. sebagai akibat dari pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi informasi, dan tren pasar modal secara global, menuntut setiap pelaku pasar termasuk lembaga penunjang pasar modal untuk selalu siap beradaptasi menghadapi perkembangan tersebut.
    Salah satu langkah strategis yang dapat diterapkan untuk menghadapi pertumbuhan tersebut adalah dengan melaksanakan praktek corporate entrepreneurship dalam perusahaan. Praktek corporate entrepreneurship dilakukan untuk mendorong perilaku karyawan agar lebih inovatif, proaktif dan risk taking. Disamping itu praktek corporate entrepreneurship akan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan dalam perusahaan baik intrinsik maupun ekstrinsik. Bila suatu korporasi mempertimbangkan membuka perusahaan (venture) atau entrepreneurship yang baru, terdapat berbagai pilihan dengan mempertimbangkan keterkaitan operasional dan pentingnya strategi.

    Referensi :
    Jurnal Management & Bisnisn Sriwijaya Vol 5 No 9 Juni 2007 http://digilib.unsri.ac.id/download/03-Suhartini%20Karim%20%28Rev04%29.pdf
    Agus Wibisono 2011 Manajemen Inovasi diakses pada 27 Juni 2012 http://aguswibisono.com/2011/manajemen-inovasi/
    http://www.sampoerna.com/id_id/about_us/investor_information/disclosures_and_reports/documents/laporan%20tahunan%202007.pdf diakses pada 27 Juni 2012
    Tiknan Tasmaun 2011 Para Pemimpin, Belajarlah kepada Dahlan Iskan ! diakses pada 27 Juni 2012 http://birokrasi.kompasiana.com/2011/02/13/para-pemimpin-belajarlah-kepada-dahlan-iskan/
    Studi Tentang Praktek corporate enterpreneurship dan Pengaruhnya terhadap Kepuasan Kerja Studi kasusa : Lembaga Pasar Modal PT ABC http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-dickyhenri-31497
    http://www.citralandngkjambi.com/news/58-sumberkompascom.html diakses pada 28 Juni 2012

  90. 90
    anonymous anonymous Said: @7:42 pm 

    Mahanti Sari Nastiti (071015061)
    Ilmu Komunikasi

    jawaban UAS Budaya Korporat nomor 3:

    a.Peranan Inovasi dalam mengatasi doktrin di badan perusahaan Putera Sampoerna
    Menurut definisinya Inovasi merupakan Suatu kreasi, pengembangan dan implementasi suatu produk, proses ataupun layanan baru dengan tujuan meningkatkan efisiensi, efektifitas ataupun keunggulan bersaing. Inovasi seringkali dalam bentuk proses apabila hasil inovasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
    Dalam kasus ini, Putra Aga Sampoerna, yaitu Putera Sampoerna, mengambil alih kemudi Sampoerna pada tahun 1978. Di bawah kendalinya, HM Sampoerna berkembang pesat dan menjadi perseroan publik pada tahun 1990 dengan struktur usaha modern, dan memulai masa investasi dan ekspansi. Selanjutnya PT HM Sampoerna Tbk. berhasil memperkuat posisinya sebagai salah satu perseroan terkemuka di Indonesia Putera Sampoerna yang menjadi generasi ketiga tidak hanya diam dalam melaksanakan usahanya. Namun dia terus melakukan inovasi-inovasi pada produknya sehingga munculah produk A Mild yang menggebrak. Dulu produk Sampoerna disegmentasikan bagi para orang tua, namun dengan inovasi, ide-ide segar muncul A Mild yang berorientasi anak muda jaman sekarang. Tidak hanya berinovasi pada produk, namun generasi ketiga Sampoerna ini juga melakukan inovasi dengan berbagai program acara yang ditujukan pada customer dan masyarakat luas. Selain inovasi, manajemen inovasi juga diperlukan karena ide-ide segar akan terus lahir di sebuah perusahaan dan menjadi sangat banyak. Keberadaan ide-ide tersebut harus diatur dan disusun secara sistematis agar tidak terjadi kesemrawutan. Inovasi yang harus dijalankan secara sistematis, efisien, dan berkelanjutan ini memerlukan suatu sistem untuk mengatur ide-ide ini agar lebih terstruktur.
    Dalam visi ke depan pun, PT Sampoerna juga memasukkan nilai bahwa “Inovasi adalaha budaya kami “kebiasaan yang kami jalani sehari-hari. Inovasi bukanlah tujuan kami, melainkan cara kami meraih prestasi”. Dari sini sudah terlihat jelas bahwa generasi ketiga, Putra Aga Sampoerna iningin terus melakukan inovasi untuk tetap mengembangkan Sampoerna tidak sampai di sini.

    b. Peranan inovasi dalam perusahaan Ciputra Group
    Inovasi memiliki peran yang sangat penting di berbagai korporasi tak terkecuali perusahaan Ciputra yang bergerak dalam bidang pengembangan properti. Bisnis Ciputra tidak berhenti pada perumahan. Ciputra terus melakukan diversifikasi produk. Hasilnya adalah proyek pembangunan rumah sakit, gedung perkantoran, universitas, dan mal. Inovasi Ciputra Group juga telah menggiring kelompok bisnis tersebut untuk berkiprah di pasar uang. Ciputra memiliki tiga perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Ketiganya adalah PT Ciputra Development Tbk dengan kode CTRA, PT Ciputra property Tbk (CTRP), dan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS).
    Dalam membangun properti, Ciputra tidak asal-asalan. Pengembang ini selalu menerapkan prinsip bangunan hijau (green property) di setiap proyeknya. Konsep green property diarahkan pada upaya penghematan energi, sehingga biaya perawatan bangunan serta emisi buang karbon berkurang. Dari inovasi-inovasi ini lah, Ciputra tidak dapat tetap berjalan sampai sekarang. Inovasi berupa ide-ide segar ini juga yang membuat Ciputra mampu berkembang, tidak hanay Rumah, tapi juga mampu membangun Universitas Ciputra dengan basic enterpreneurship.

    c. Peranan Dahlan Iskan
    Dahlan iskan merupakn seorang pemimpin yang santa Inspirator. Berawal dari pemiliki Jawa Pos Grup, lalu menjadi Direktur PLN dan sekarang menjadi seorang yang dipercaya memegang jabatan sebagai Menteri BUMN. Dahlan Iskan memiliki gaya kepemimpina yang sangat inspiratoris dan inovativ. Dengan ide-ide segarnya beliau berusaha keras untuk selalu memajukan korporasi yang dinaunginya saat itu.
    Di tangan Dahlan Iskan, Jawa Pos yang dahulunya ‘hidup segan mati tak mau’ akhirnya menjadi raksasa surat kabar setanding bahkan melebihi para pesaing-pesaingnya yang lebih dahulu eksis.
    Kemudian saat dipercaya memimpin perusahaan plat merah, PLN. Banyak gebrakan yang sudah dilakukannya. Namun bukan dengan ‘ngeyel’ atawa ‘ngotot’ dalam mendapatkan sesuatu yang semestinya menjadi hak PLN. Beliau mampu membawa PLN keluar dari krisis dengan caranya sendiri. Ketika PLN tidak atau kekurangan pasokan gas (yang justru gas banyak diekspor) beliau tak kuarang akal. Beliau akan mengimpor gas dari luar negeri. Baru pihak yang berkaitan mau memasok gas dari dalam negeri.
    Dalam kinerja PLN beliau mempunyai banyak terobosan. Ketika pembangkit di semarang yang sangat besar mmerlukan gas yang bisa dibeli agak murah dari Petronas yang beroperasi di lautan utara Semarang, ada problem yang diluar kuasa PLN. Beliau tidak berteriak-terak. beliau ambil jalan keluar dengan cara menghentikan mesin tersebut dan memasok listrik di semarang dari jalur lain yang lebih murah. Untuk di luar Jawa yang banyak sungainya digebrak penghemnatan dengan pembuatan pembangkit listrik dari aliran sungai. Pembangkit diesel diberhentikan. Dari hal ini kabarnya sudah trilyunan rupiah bisa dihemat.
    Banyak inovasi yang beliau lakukan. Banyak ide tanpa gembar-gembor. Seluruh anak buahnya di daerah diberi kebebasan menerapkan ide terobosan kelistrikan tanpa meminta harus meminta persetujuan darinya. Di tangannya lima tahun lagi mungkin PLN akan berwajah baru, menjadi perusahaan yang beretos kerja tinggi namun berorientasi pelayanan publik. Kemudian saat menjadi Menteri BUMN pun, Dahlan Iskan juga menjadi sorotan. Saat diadakan pelantikan Menteri di Isntana Negara, beliau memakai sepatu cats, yang tidak sesuai dengan protokol Istana. Inovasi beliau adalah dengan mempromosikan produk dalam negeri dan menjalanakan programnya yaitu “ 1000 Sepatu untuk anak kurang mampu”.
    Dari banyaknya inovasi yang beliau lakukan, para wartawan sering mmebuat tuliasan mengenai beliau. Ini menunjukkan bahwa Dahlan Iskan merupakan seorang tokoh yang Inpiratoris dan inovatif.
    d. Peranan Enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat??
    Enterpreneurship berperan dalam pertumbuhan industri pasar modal yang semakin dinamis. sebagai akibat dari pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi informasi, dan tren pasar modal secara global, menuntut setiap pelaku pasar termasuk lembaga penunjang pasar modal untuk selalu siap beradaptasi menghadapi perkembangan tersebut.
    Salah satu langkah strategis yang dapat diterapkan untuk menghadapi pertumbuhan tersebut adalah dengan melaksanakan praktek corporate entrepreneurship dalam perusahaan. Praktek corporate entrepreneurship dilakukan untuk mendorong perilaku karyawan agar lebih inovatif, proaktif dan risk taking. Disamping itu praktek corporate entrepreneurship akan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan dalam perusahaan baik intrinsik maupun ekstrinsik. Bila suatu korporasi mempertimbangkan membuka perusahaan (venture) atau entrepreneurship yang baru, terdapat berbagai pilihan dengan mempertimbangkan keterkaitan operasional dan pentingnya strategi.

    Referensi :
    Jurnal Management & Bisnisn Sriwijaya Vol 5 No 9 Juni 2007 http://digilib.unsri.ac.id/download/03-Suhartini%20Karim%20%28Rev04%29.pdf
    Agus Wibisono 2011 Manajemen Inovasi diakses pada 27 Juni 2012 http://aguswibisono.com/2011/manajemen-inovasi/
    http://www.sampoerna.com/id_id/about_us/investor_information/disclosures_and_reports/documents/laporan%20tahunan%202007.pdf diakses pada 27 Juni 2012
    Tiknan Tasmaun 2011 Para Pemimpin, Belajarlah kepada Dahlan Iskan ! diakses pada 27 Juni 2012 http://birokrasi.kompasiana.com/2011/02/13/para-pemimpin-belajarlah-kepada-dahlan-iskan/
    Studi Tentang Praktek corporate enterpreneurship dan Pengaruhnya terhadap Kepuasan Kerja Studi kasusa : Lembaga Pasar Modal PT ABC http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-dickyhenri-31497
    http://www.citralandngkjambi.com/news/58-sumberkompascom.html diakses pada 28 Juni 2012

  91. 91
    Kartika Chandra Hapsari ( 070915080 ) Kartika Chandra Hapsari ( 070915080 ) Said: @8:52 pm 

    KARTIKA CHANDRA HAPSARI
    070915080
    SOAL NO 1
    1. Jelaskan peranan inovasi dalam suatu korporat yang karenanya Putera Sampoerna dengan produksi A Mild nya dapat berhasil mengatasi doktrin tersebut, dan mampu mengalahkan perubahandari luar korporatnya?
    Sebelum menjawab pertanyaan tersebut,terlebih dahulu saya akan membahas mengenai Putera Sampoerna
    Sifat-sifat wirausaha yang dimiliki oleh Putera Sampoerna
    1. Harus selalu bekerja secara PROFESIONAL
    2. Selalu melakukan INOVASI Produk
    3. Melakukakan EKSPANSI usaha pada bidangnya maupun tidak
    4. Menjadi seorang VISIONER dengan selalu melihat ke depan
    5. RISK TAKER berani mengambil resiko dengan komitmen sampai ke titik sukses
    6. POLA PIKIR yang SISTEMATIS dengan melihat peluang bisnis beberapa tahun kedepan
    7. PASSION melakukan pengorbanan dalam suatu hal demi mengubah keadaan
    HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air, yakni rokok rendah tar dan nikotin. Pada 1990-an, itu Putera Sampoerna dengan kreatif mengenalkan produk rokok terbaru: AMild. Kala itu, Putera meluncurkan A Mild sebagai rokok rendah nikotin dan taste to the future, ditengah ramainya pasar rokok kretek. Kemudian perusahaan rokok lain mengikutinya. Tidak hanya gemilang dalam melakukan inovasi produk inti bisnisnya, yakni rokok, namun juga berhasil mengespansi peluang bisnis di segmen usaha lain, di antaranya dalam bidang supermarket dengan mengakuisi Alfa dan sempat mendirikan Bank Sampoerna akhir 1980-an. Di bisnis rokok, HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air, yakni rokok rendah tar dan nikotin. Pada 1990-an, itu Putera Sampoerna dengan kreatif mengenalkan produk rokok terbaru: A Mild. Kala itu, Putera meluncurkan A Mild sebagai rokok rendah nikotin dan taste to the future, ditengah ramainya pasar rokok kretek. Kemudian perusahaan rokok lain mengikutinya.
    Dia memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain sebelumnya. Dia mampu membuat sensasi ( tapi terukur ) dalam dunia bisnis. Langkahnya yang paling sensasional sepanjang sejarah sejak HMSampoerna berdiri 1913 adalah keputusannya menjual seluruh saham keluarga Sampoerna di PTHM Sampoerna Tbk (40%) ke Philip Morris International, Maret 2005. Keputusan itu sangat mengejutkan pelaku bisnis lainya. Sebab, kinerja HM Sampoerna kala itu (2004) dalam posisi sangat baik dengan berhasil memperoleh pendapatan bersih Rp 15 triliun dengan nilai produksi 41,2 miliar batang. Dalam posisi ketiga perusahaan rokok yang menguasai pasar, yakni menguasai 19,4% pangsa pasar rokok di Indonesia, setelah Gudang Garam dan Djarum.
    Putera Sampoerna, mengguncang dunia bisnis Indonesia dengan menjual seluruh saham keluarganya di PT HM Sampoerna senilai Rp18,5 triliun, pada saat kinerjanya baik. Mengapa Putera melepas perusahaan keluarga yang sudah berumur lebih dari 90 tahun ini Itu pertanyaan yang muncul di tengah pelaku bisnis dan publik kala itu. Belakangan publik memahami visi Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005 versi Majalah WartaEkonomi ini (Warta Ekonomi 28 Desember 2005).
    Dia melihat masa depan industri rokok di Indonesia akan makin sulit berkembang. Dia pun ingin menjemput pasar masa depan yang hanya dapat diraihnya dengan langkah kreatif dan revolusioner dalam bisnisnya. Secara revolusioner dia mengubah bisnis intinya dari bisnis rokok ke agroindustri dan infrastruktur. Pada awal 2006, dikabarkan bahwa Putera, yang dikenal menggemari judi, telah menjadi pemilik perusahaan judi raksasa yang bermarkas di Gibraltar, Mansion. Pada saat yang sama, Mansion dilaporkan akan menggantikan Vodafone sebagai sponsor klub sepak bola Manchester United selama empat tahun dalam kontrak senilai 60 juta poundsterling, namun kontrak tersebut kemudian dibatalkan. Kemudian beralih menjadi sponsor klub sepak bola Liga Inggris lainnya Totenham Hotspur sejak musim 2006-2007. Selain itu, Putera Sampoerna juga membeli kasino Les Ambassadeurs di London dengan harga 120 juta poundsterling.
    Sampoerna telah membuktikan menjadi salah satu dari sedikit perusahaan yang mampu bertahan dalam kurun waktu yang cukup lama. Kesuksesan perusahaan untuk sustainable selama 90 tahun adalah sesuatu yang sangat fenomenal. Kesuksesan selama 90 tahun telah menjadikan HM Sampoerna sebagai “The Living Company” sejajar dengan Coca Cola (118 tahun) atau GE (127 tahun).
    Faktor penentu kesuksesan Sampoerna ditentukan ole tiga core winning characteristic.

    Faktor pertama Adaptability - adalah kemampuan organisasi dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
    Kemampuan Sampoerna beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnisnya sudah dibuktikan perusahaan ini dari generasi ke generasi. Selama empat era kepemimpinan – Liem Seeng Tee ( sang pendiri ), Liem Swie Ling ( atau lebih dikenal dengan nama Aga Sampoerna ), Putra Sampurna dan sekarang Michael Joseph Sampoerna, perusahaan ini menghadapi beraneka-ragam gelombang perubahan lingkungan bisnis, namun secara cakap ia mampu mengatasinya dengan baik. Menarik sekali komentar Putera Sampoerna mengenai bagaimana seharusnya perusahaan merespon perubahan lingkungan bisnis, “Understand the environment, what you can do with it and if you can’t do something with it , change it” ujarnya.
    Di era kepemimpinan Liem Seeng Tee, Sampoerna pernah mencapai titik kinerja terendah saat tentara Jepang menduduki negeri ini pada awal tahun 1940-an. Semasa perang, pabrik Sampoerna di Surabaya diduduki oleh tentara Jepang dan digunakan untuk memproduksi rokok bagi tentara Jepang di Jawa dan Indonesia Timur, seusai perang, pabrik Sampoerna ditinggalkan dalam keadaan porak-poranda.
    Akibat perang praktis habislah kekayaan keluarga Sampoerna kecuali sang legenda yaitu Dji Sam Soe. Pabrik boleh hancur porak-poranda, kekayaan keluarga habis dirampas tentara Jepang, namun Dji Sam Soe tetap merupakan asset keluarga yang tak ternilai harganya. Dji Sam Soe yang sangat populer baik dikalangan konsumen maupun pedagang rokok, merupakan faktor utama yang memungkinkan Aga Sampoerna melakukan perubahan haluan dan membangun kembali Sampoerna dari puing-puing keruntuhan.
    Begitu juga ketika kendali perusahaan dipegang oleh Putera Sampoerna di era tahun 1980-an dan 1900-an. Perubahan lanskap bisnis yang berjalan sangat cepat pada kurun waktu ini diantisipasi dengan baik oleh Putera Sampoerna melalui upaya-upaya transformasi yang tak mengenal lelah.
    Transformasi termassif dan tercepat dalam sejarah perusahaan, Langkah transformasi inilah yang memungkinkan Sampoerna memasuki “Hypergrowth era” selama kurun waktu 1990-2000 , dimana size perusahaan naik hampir 38 kali lipat hanya dalam waktu 10 tahun. Pada tahun 1990 angka penjualan (net sales) Sampoerna mencapai Rp. 265,8 miliar dan sepuluh tahun kemudian angka melonjak tajam menjadi Rp. 10.029 miliar. Sebuah pencapaian yang sangat fenomenal untuk sebuah perusahaan yang sudah berusia lebih dari 80 tahun pada waktu itu dan menariknya kinerja fantastis ini adalah “organic growth”, yaitu hasil aktifitas operasi bukan dari merger atau akuisisi.
    Menelusuri langkah-langkah strategis yang dijalankan Putera selama mentransformasi Sampoerna, dibagi menjadi tiga milestone penting.
    Milestone pertama adalah upayanya membangun Sampoerna menjadi world-class cigarette manufacturer. Langkah-langkah strategis yang dilakukan antara lain membenahi sistem pembelian tembakau ke petani; membangun distribusi langsung; membangun kapabilitas dan kompetensi di bidang pembuatan rokok; membangun fasilitas manufaktur berkelas dunia di Rungkut dan Sukorejo.
    Milestone kedua adalah upayanya memetamorfosa Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company”. Secara umum “Market-driven company” adalah perusahaan yang fokus dan mendasarkan seluruh aktifitasnya pada upaya untuk memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Langkah ini menjadi penentu Putera Sampoerna mencapai kinerja spektakuler dengan merintis beberapa langkah terobosan : membangun ekuitas merek “Sampoerna” sebagai corporate brand; mengembangkan portofolio merek Sampoerna dengan branding strategy yang sistematis, mengkordinir dan mensinergikan fungsi riset dan pengembangan (R&D), operasi, marketing, dan distribusi dalam sebuah sistem yang solid. Dengan berbagai langkah ini, merek-merek seperti Dji Sam Soe, A Mild, Sampoerna Hijau memiliki emotional bonding dengan target konsumennya.
    Milestone ketiga adalah upaya Putera untuk mewujudkan visinya menjadikan Sampoerna sebagai perusahaan multinasional melalui ekspansi bisnis ke pasar luar negeri yang prospektif. Langkah yang dirintis sejak awal dan pertengahan tahun 1990-an kini telah menampakan hasil dengan mulai hadirnya merek-merek Sampoerna di berbagai negara seperti malaysia, Myanmar, Vietnam, Brasil, Taiwan dll.
    Langkah Sampoerna dalam melakukan perubahan dan transformasi yang dirintis Putera dalam tiga milestone diatas merupakan bukti kemampuan Sampoerna dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnisnya (perubahan teknologi, regulasi, ekonomi, persaingan dan konsumen).
    Faktor kedua Culture - ini merupakan hal yang terpenting yaitu adanya budaya perusahaan yang kokoh dalam bentuk nilai-nilai luhur dan perilaku yang dipercayai oleh semua orang di dalam organisasi. Berkaitan dengan budaya perusahaan sebagai sumber kesuksesan jangka panjang Sampoerna, ditemukan sebuah fenomena yang menarik. Walaupun secara formal penyusunan buku Kredo Sampoerna baru dirumuskan pada awal tahun 1992 dan perintisan The Sampoerna Way baru dilakukan pada tahun 2002, namun sesungguhnya budaya korporat Sampoerna telah diyakini dan dijalankan sejak lama, bahkan sejak dasar-dasar budaya tersebut diletakan dan dibangun Liem Seeng Tee, sang pendiri.
    Nilai-nilai dasar “Menuju Kesempurnaan” dan falsafah “Kami Memang Beda” merupakan satu nilai yang secara sadar ataupun tidak sadar, tertulis maupun tidak tertulis, merupakan “basic philosophy” yang dijalankan dalam setiap kebijakan dan langkah perusahaan. “Di Sampoerna, upaya mencarai KESEMPURNAAN sudah menjadi gaya hidup kami; suatu usaha keras, yang secara integral terjalin di dalam semua aspek Kelompok Perusahaan Sampoerna,” demikian bunyi salah satu kutipan yang ada dalam Kredo Sampoerna.
    Nilai-nilai dasar yang dipegang teguh dan diyakini oleh semua orang di dalam organsisasi Sampoerna itu terbukti menjadi tulang punggung keunggulan bersaing perusahaan, dan ini merupakan nilai dasar yang menjadi penentu utama mengapa Sampoerna mampu secara konsisten mencapai kesuksesan selama berpuluh tahun.
    Keseriusan Sampoerna membangun budaya perusahaan yang kokoh tercermin dalam beberapa butir falsafah bisnis yang tercantum di dalam Kredo Sampoerna. Didalam kredo tersebut misalnya dirumuskan sebuah falsafah dasar bisnis yang mengatakan bahwa “Tidak seperti kebanyakan kelompok Perusahaan lain, salah satu pendorong utama Kelompok Perusahaan Sampoerna adalah Falsafahnya, bukan Kebijakannya”. Dari sini jelas terlihat bahwa Sampoerna adalah value-driven organization yang menempatkan nilai-nilai luhur organisasi pada posisi yang sangat penting.
    Faktor ketiga Innovation. Innovation bukan lagi sekedar ke arah ‘luar’ dengan menginovasi produk – produk yang dipasarkan, tapi juga ditanamkan dari ‘dalam’ perusahaan. Inovasi ke ‘dalam’ dimulai dari pembentukan prinsip dasar yang dipegang oleh perusahaan dan menjadi jiwa dalam kesehariannya. Inovasi dari dalam ini akan terus berjalan membentuk inovasi ke ‘luar’ untuk mempertahankan market yang telah dikuasai dengan meluncurkan produk – produk yang mencerminkan prinsip perusahaan tersebut dan mampu merebut hati para konsumen.
    “Kalau Cinta Itu Buta, Buat Apa Ada Bikini”, “Setiap Gue Dapat Jawabannya, Ada Yang Ganti Pertanyaannya”, “Gue Berpikir, Karena Itu Gue Tambah Bingung”, adalah beberapa iklan A Mild yang berbeda dan renyah. Prinsip “Kami Memang Beda” ini diterapkan dengan menantang setiap karyawan untuk selalu berpikir “out of the box” selalu mempunyai pola pikir yang berbeda dengan didukung alasan yang kuat. Pola pikir yang beda dan mempunyai alasan yang kuat inilah yang membuat Sampoerna sepertinya tidak pernah kehabisan ide kreatif dan inovatif yang sukses dieksekusi dilapangan. Prinsip inilah yang membidani kelahiran merek ‘A Mild’ yang menjadi pertaruhan Sampoerna saat itu untuk merebut pasar masa depan. Inovasi ada dalam urat nadi dan nafas HM Sampoerna.
    Dari waktu ke waktu, inovasi sudah menjadi senjata Sampoerna dalam mengadapi persaingan industri rokok yang demikian ketat. “If we can not compete with someone who already established, we have to be unique and different” kata Putera Sampoerna. Dengan inovasi yang terus-menerus, Sampoerna berhasil menjadi “thought Leader” industri rokok.
    Satu contoh kasus inovasi Sampoerna yang kini telah menjadi cerita legenda dalam industri pemasaran di tanah air adalah peluncuran A Mild produ rokok low tar low nicotine (LTLN) pertama di Indonesia. Adanya persaingan yang kian ketat di pasar kretek bernikotin tinggi dan adanya tren global ke arah konsumsi rokok rendah tar dan nikotin, mendorong Sampoerna untuk menciptakan kategori baru rokok LTLN pada tahun 1989. Sebuah langkah terobosan yang pada masa itu sama sekali tak terpikirkan oleh pesaing.
    Tidak cukup sampai di situ langkah invoasi Sampoerna juga terbaca dari evolusi kampanya branding A Mild dari “How Low Can You Go?” menjadi “Bukan Basa Basi”. Pada saat kampanye “How Low Can You Go?”, A Mild lebih menonjolkan functional attribute dengan menawarkan rokok dengan kadar tar dan nikotin yang paling rendah waktu itu. Seperti kita tahu kampanye ini menuai sukses luar biasa ketika diluncurkan pada awal tahun 1990-an.
    Namun, begitu kampanye “Bukan Basa Basi” meluncur, orientasinya kemudian berubah 180 derajat, A Mild kemudian tak lagi menonjolkan functional attribute tapi menonjolkan emotional attribute berupa brand imagery, gaya hidup, dan ekspresi diri. Dengan langkah inovatif ini, sekali lagi Sampoerna menentukan peta permainan (industry rule of the game) dan arah industri rokok di tanah air.
    Inovasi dibidang pemasaran, Sampoerna selalu membuat terobosan yang tidak terpikirkan oleh perusahaan lain, misalnya membuat even musik internasional seperti konser Al Jerrau dan George Benson. Perusahaan lain terheran-heran dan akhirnya mereka mencontoh apa yang Sampoerna lakukan. Pengaruh even-even yang digelar terhadap penjualan produk tentunya tidak langsung terlihat karena terdapat marketing mix yakni promotion, place, product dan prize Itu masalah awareness yang tidak bisa ditentukan kapan bisa muncul.
    Invoasi yang dilakukan Sampoerna tentu saja tak hanya terbatas inovasi dalam produk. Yang penting dan dampaknya justru sangat luas adalah inovasi dalam teknologi, proses, sistem, strategi, dan bahkan model bisnis. Deretan inovasi ini panjang sekali, mulai dari inovasi Liem seeng Tee dalam membangun keagenan dalam pendistribusian Dji Sam Soe ditahun 1920-an; inovasi Aga Sampoerna membangun manajemen yang mendorong pendelegasian karyawan di tahun 1960-an; inovasi Putera Sampoerna mengembangkan sistem distribusi langsung, membangun corporate brand “HM Sampoerna,” dan pembenahan proses di fasilitas produksi Sukorejo. Dan yang tak boleh dilupakan tentu saja adalah inovasi “raksasa” berupa perubahan model bisnis Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company,” pada awal tahun 1990-an yang pengaruhnya sangat luas ke seluruh aspek operasional perusahaan.
    Dalam setiap inovasi yang dilakukan, sampoerna selalu saja mampu menbaca pergeseran industri dan pasar, kemudian mengambil manfaat dari pergeseran itu. Karenanya tak heran kalau Putera sampoerna mengatakan “Innovation means recognizing the environment and opportunity, and make changes necessary to grab the opportunity”. Demikian makna inovasi menurut pemimpin dari generasi ketiga keluarga Sampoerna.

  92. 92
    Kartika Chandra Hapsari ( 070915080 ) Kartika Chandra Hapsari ( 070915080 ) Said: @8:58 pm 

    KARTIKA CHANDRA HAPSARI
    070915080
    SOAL 2
    2. Bagaimana pula dengna Ciputra?
    Ciputra memang tak pernah kehabisan ide. Ia bahkan kerap menjadi provokator bagi jajaran manajemen di Grup Ciputra maupun di kelompok bisnis lain yang lebih dulu ia dirikan untuk memunculkan gagasan anyar. Menurut Ciputra, modal paling mendasar ketika memulai bisnis adalah semangat dan kepercayaan diri. Lalu keyakinan bahwa bekerja keras dan upaya yang sungguh-sungguh akan membuahkan hasil. Salah satu unsur yang kadang hilang dalam kehidupan modern adalah gairah hidup. Banyak orang hanya menghabiskan waktu kehidupan tanpa tekad dan gairah di benak. Padahal, itulah waktunya yang tepat bagi seseorang untuk bangkit dan menunjukkan keunikan pribadi. Berhenti berkata tidak atau menolak tantangan yang diberikan.
    ”Kejarlah gairah sejati itu. Hanya itu jalan menuju keberhasilan dan kepuasan hakiki,”tukasnya dengan nada penuh semangat. Pebisnis pemula kerap terbentur alasan karena tak punya ide atau konsep bisnis. Lebih celaka lagi banyak yang beranggapan bahwa dunia bisnis penuh sesak dan tak ada kesempatan lagi. Ia lantas menunjuk Walt Disney. Pada 1930, ia ia hanya mendapat izin gambar kartun berkarakter. Begitu pula ketika Ciputra menciptakan wahana permainan nuansa pantai seperti Ancol. Semula idenya itu diragukan. Kini, Ancol justru menjadi ikon utama wisata rekreasi di Indonesia bahkan dunia. Taman Impian Ancol, misalnya, dikunjungi lebih dari 500.000 pengunjung pada malam pergantian tahun. “Mimpikanlah apa yang dinginkan. Lalu inginkanlah apa yang dimpikan. Bangunlah keyakinan yang diperoleh melalui kerja keras. Bertindak untuk segera memulainya sekarang juga”.
    Mempertahankan bisnis hingga 30 tahun bukanlah perkara mudah. Apalagi jika bisnis tersebut terus menunjukkan kinerja yang gemilang. Itulah prestasi yang diraih Ciputra Group. Kesuksesan tersebut tidak hanya dirasakan internal perusahaan, tetapi juga dinikmati masyarakat, yang merasa terpenuhi kebutuhan papannya dengan nyaman dan aman.
    Ciputra Group yang dirintis tahun 1981 kini telah berkembang menjadi pengembang besar. Setidaknya kelompok bisnis ini telah membangun 30 kota di Indonesia dan luar negeri. Sampai dengan September 2011, Ciputra sudah mencatat penjualan hingga Rp 3,14 triliun. Tahun depan Ciputra mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 2 triliun. Kesuksesan itu tentunya tidak terlepas dari brand Ciputra, sang pendiri, yang begitu kuat. Ciputra selalu identik dengan perumahan hijau, bersih, dan berkualitas. Ciputra (80) adalah sosok pengusaha ulung, tangguh dan alur bisnisnya sepeti air mengalir. Ciputra, yang biasa dipanggil akrab Pak Ci memiliki pengalaman hidup pahit sejak kecil. Namun pengalaman itu justru menjadi cambuk dalam mengawal bisnisnya.
    Tak heran saat krisis menerjang tahun 1997-1998, Ciputra sanggup bertahan dan omsetnya terus melesat. Brand Ciputra dirintis sejak tahun 1961, ketika Pak Ci memulainya dengan Group Jaya bersama pemerintah daerah DKI Jakarta, dilanjutkan dengan Group Metropolitan di tahun 1971. Pak Ci memutuskan untuk menjadikan namanya sebagai brand pada tahun 1981 dengan proyek pertama CitraGarden City di Kalideres Jakarta Barat. Beberapa perumahan yang dibangun bahkan menjadi ikon kota bersangkutan karena saking kuatnya brand Ciputra. Misalnya saja Citra Indah yang menjadi ikon Kota Jonggol.
    Berkiprah selama 30 tahun di bidang properti, Ciputra Group sudah banyak mengambil peran. Tiap tahun ada ribuan rumah yang dibangun. Artinya Ciputra telah berdedikasi dalam penyediaan kebutuhan rumah bagi masyarakat. Rumah adalah kebutuhan dasar manusia, jadi semua keluarga pasti menginginkannya. Tiap tahun kebutuhan rumah terus naik seiring dengan pertumbuhan keluarga dan arus urbanisasi.
    Masalahnya pasokan rumah tak memadai. Hingga tahun 2010, kekurangan rumah sudah mencapai 8,2 juta unit atau naik 64 persen dibandingkan dengan tahun 2004. Kekurangan rumah terus bertambah karena setiap tahun terjadi penambahan kebutuhan yang tidak diimbangi oleh kecukupan pasokan. Jika dirata-rata, laju kekurangan rumah (backlog) di Indonesia mencapai 400.000 unit per tahun. Karenanya kontribusi Ciputra dalam penyediaan rumah patut mendapat apresiasi.
    Bisnis Ciputra tidak berhenti pada perumahan. Ciputra terus melakukan diversifikasi produk. Hasilnya adalah proyek pembangunan rumah sakit, gedung perkantoran, universitas, dan mal. Inovasi Ciputra Group juga telah menggiring kelompok bisnis tersebut untuk berkiprah di pasar uang. Ciputra memiliki tiga perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Ketiganya adalah PT Ciputra Development Tbk dengan kode CTRA, PT Ciputra property Tbk (CTRP), dan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS).
    Pembangunan properti Ciputra tak pernah stagnan, karena mereka tidak pernah berhenti untuk melakukan pengembangan, misalnya saja investasi keuntungan dalam bisnis 30 persen diambil sebagai deviden sedangkan 70 persen dipergunakan unuk reinvestasi kembali dalam membangun perumahan. Dengan demikian, bisnis properti selalu berkembang terus menerus.
    Dalam membangun properti, Ciputra tidak asal-asalan. Pengembang ini selalu menerapkan prinsip bangunan hijau (green property) di setiap proyeknya. Konsep green property diarahkan pada upaya penghematan energi, sehingga biaya perawatan bangunan serta emisi buang karbon berkurang.
    Konsep tersebut direalisasikan dengan penggunaan double glass pada gedung bertingkat untuk mengurangi efek negatif panas matahari. Penggunaan double glass diperkirakan bisa menekan energi hingga 35 persen. Tidak hanya itu, Ciputra Group juga menerapkan pengelolaan air buangan untuk dimanfaatkan kembali.
    Ciputra Group juga mengadopsi fitur bangunan hijau pada sejumlah rumah tapak dengan mendesain rumah banyak jendela. Realisasinya lainnya adalah pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi lampu jalan dan taman. Salah satu proyek Ciputra yang mendapatkan setifikasi bangunan hijau adalah Ciputra World Jakarta. Penerapan konsepgreen property sebenarnya menciptakan keunggulan baru atau diferensiasi bagi proyek-proyek Ciputra. Green propertymenjadi kekhasan produk Ciputra dalam menuai sukses.
    Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia, Setyo Maharso komitmen green property belum banyak diikuti para pengembang karena belum tersedianya insentif. Karenanya ia mengapresiasi Ciputra yang berkomitmen tinggi untuk menjalankan konsep green property.
    Apa sebenarnya rahasia kesuksesan bisnis Ciputra Group. Kepada Kompas, Pak Ci sempat menyebut tiga hal rahasia tersebut yakni wisdom, integrity, innovation. “Kalau mau jadi yang terdepan maka harus menjadi hamba yang mau melayani dan memberi. Jangan lupa juga dengan tanggung jawab sosial.”

  93. 93
    Kartika Chandra Hapsari ( 070915080 ) Kartika Chandra Hapsari ( 070915080 ) Said: @9:06 pm 

    KARTIKA CHANDRA HAPSARI
    070915080
    SOAL NO 3
    3. Peranan Dahlan Iskan?
    Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.
    Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.
    Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.
    Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC)yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer
    Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.
    Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.

  94. 94
    Randy Wicaksono Randy Wicaksono Said: @9:38 pm 

    Nama : Randy Wicaksono
    NIM : 070810134
    Jurusan : Antropologi

    UAS / Jawaban Soal no 3

    1. Peran inovai dalam suatu korporat meliputi lebih dari sekedar peningkatan ouput. Didalamnya terdapat penetapan perubahan dalam struktur bisnis. Seperti yang terjadi di PT HM SAMPOERNA. Putra sampoerna yang merupakan penerus ketiga berhasil menaklukkan doktrin tersebut karena prinsip awal dari PT HM SAMPOERNA adalah Inovasi. Ketika tahun 2007, PT HM SAMPOERNA merasa seakan dalam tubuhnya tidak terjadi perubahan setelah diluncurkannya produk “Marlboro Mix 9”. Ketika itu juga pura sampoerna berani untuk memberikan perubahan atau inovasi yang bisa dikatakan sebagai perubahan besar yaitu diluncurkannya “A Mild”. Produk ini mampu membawa PT HM SAMPOERNA mengalami kenaikan penjualan sebesar 0,3%. Setelah itu dikeluarkan terobosan baru yang berawal dari “A Mild” yaitu “U Mild”. Dalam produk yang baru inilah mereka berhasil menguasai pasaran rokok. Dari semua hal inilah yang membuat putra sampoerna berhasil mempertahankan kualitas dan kuantitas serta nama baik dari PT HM SAMPOERNA. Beliau mampu membuktikan bahwa doktrin yang mengatakan bahwa pewaris ketiga dari suatu perusahaan adalah menghancurkan perusahaan tersebut. Seperti motivasi yang dikatakn oleh PT HM SAMPOERNA yaitu “Inovasi adalah budaya kami; kebiasaan yang kami jalani setiap hari” dan “Inovasi bukanlah tujuan kami, melainkan cara kami meraih prestasi”.

    2.Ciputra
    Ir. Ciputra merupakan entrepreneur sejati yang mengarang buku “Ciputra Quantum Leap : Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa. Dalam buku tersebut berisi visi dan misi beliau,“Salah satu impian saya yang ingin saya wujudkan adalah membantu agar negara Indonesia menjadi negara entrepreneur. Untuk bisa mencapainya saya memutuskan untuk menuangkan visi dan misi saya tersebut dalam buku “Ciputra Quantum Leap” Entrepreneurship Mengubah Bangsa dan Anda.”
    Ir. Ciputra tidak mudah untuk mewujudkan impiannya, banyak proses yang dilalui untuk mewujudkan hal tersebut. Impian tersebut muncul karena Ir. Ciputra melihat bahwa kekayaan alam Indonesia sangat banyak tetapi mengapa Indonesia belum bisa mengatasi masalah kemiskinan. Ir. Ciputra percaya bahwa hal yang membuat Indonesia belum bisa mengatasi masalah kemiskinan karena sudah mulai hilangnya semangat entrepreneur. Ir. Ciputra melakukan proses entrepreneur selama mendirikan dan mengembangkan tiga grup pengembang : Jaya Group, Metropolitan Group dan Ciputra Group. Menurut Ciputra, terdapat tiga ciri entrepreneur yang harus dimiliki dari banyak ciri yang dimiliki entrepreneur. Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur (Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa 2010). Kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari adalag menciptakan peluang. Seorang pencipta peluang adalah orang yang sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan melalui imajinasi kreatifnya.

    3.peranan Dahlan Iskan
    DAHLAN ISKAN lebih akrab disapa Pak Bos. Pria kelahiran Magetan 17 Agustus 1951 ini memang bos Grup JAWA POS. Di masthead koran-koran di lingkungan Grup JAWA POS, jabatan resmi Dahlan Iskan adalah chairman. Memang, selain membesarkan JAWA POS (dan grupnya) dialah ‘roh’ Grup JAWA POS.
    Yang menarik, berbeda dengan bos-bos media lainnya, Dahlan Iskan ini tetap menulis. Bikin reportase, kolom, analisis berita… pokoknya menulis. Menulis kapan saja dia suka. Menulis dan membaca sudah menjadi darah daging tokoh pers nasional itu. Kalau sudah ada ide, di mana pun, kapan pun… Dahlan Iskan menulis.
    Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.
    Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.
    Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.
    Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC)yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer
    Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.
    Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit.

    4.fungsi entrepreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Kewirausahaan korporasi yang dipergunakan oleh sebuah organisasi untuk memperluas usaha dengan menjajaki peluang baru melalui kombinasi baru dari sumber daya yang sudah ada, Kewirausahaan korporasi tersebut merupakan cara untuk memimpin persaingan bisnis yang digeluti. Intrapreneurship, jelas berkaitan dengan kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kebiasaan memulai dan mengembangkan bisnis baru di dalam struktur organisasi yang sudah ada (Stoner, 2000:170). Sesuai dengan tujuan dan kemampuan bersaing, maka fungsi kewirausahaan korporasi adalah melakukan proses penciptaan kekayaan (kemakmuran) dan peningkatan nilai tambah, melalui gagasan-gagasan, meramu sumber-sumber dan membuat segala sesuatunya menjadi kenyataan. Berdasarkan penelitian – penelitian sebelumnya, kewirausahaan korporasi merupakan faktor yang penting dan mempengaruhi dalam pencapaian keberhasilan / kinerja perusahaan.
    Peran wirausaha adalah melahirkan suatu organisasi baru, baik sendiri maupun bersama suatu kelompok. Setelah lahir maka wirausaha melakukan upaya pengembangan organisasi hingga sampai organisasi tidak lagi tergantung pada pendiri. Pelaksanaan organisasi memerlukan manajemen yang menguatkan organisasi dengan sistem manajemen dan mengurangi ketidak-pastian dan ketergantungan pada faktor subjektivitas pendiri. Fungsi entrepreneurship dalam pengembangan budaya perusahaan antara lain adalah menciptakan kedinamisan, serta hal-hal baru yang unik dan khusus. Pengembangan sistem dan budaya organisasi harus dapat menampung manajemen yang baik dan juga adanya kewirausahaan. Salah satu pola yang ada untuk menampung kewirausahaan di dalam organisasi mapan adalah wirausaha-intra (intrapreneurs). Pengembangan kewirausahaan di dalam perusahaan dapat terjadi pada tiga tingkatan, yaitu: Individual (intrapreneurs / product champions), Kelompok kerja (entrepreneurial team / skunworks), dan Oganisasi / Perusahaan (entrepreneurial organization).

    Sumber :
    http://www.ciputraentrepreneurship.com
    http://blog.beswandjarum.com/fajartungguljati/2011/01/06/manajemen-strategik-pthm-sampoerna/
    Dendy. Menilik Prestasi PLN. 26 01 2011. http://pedemunegeri.com/tulisan/detail/781/menilik-prestasi-pln (diakses 06 26, 2012).
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    http://blog.beswandjarum.com/fajartungguljati/2011/01/06/manajemen-strategik-pthm-sampoerna/ (diakses 06 29, 2011).
    Mulyono, Fransiska. Inovasi: Sebuah Pengantar. Vol. 04. Bandung, Jawa Barat: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Parahyangan, 2008.

  95. 95
    Anonymous Said: @9:40 pm 

    NAMA : DINAR ANGRAINI
    NIM : 070917026
    ANTROPOLOGI SOSIAL
    jawaban soal nomer 3
    A. Inovasi Putera Sampoerna dalam produk A’ Mild
    Inovasi yang dilakukan oleh Putera Sampoerna yang merupakan generasi ketiga keluarga Sampoerna mampu meruntuhkan doktrin bahwa generasi ketiga adalah generasi yang menghancurkan. Corporat Culture tidak hanya dijadikan sebagai dasar operasional atau sistematika kerja, namun juga sebagai jiwa perusahaan. Sampoerna sangat menjunjung corporat culture yang dimiliki, dalam mengahdapi berbagai permasalahan yang membelitnya, Sampoerna selalu berpegang pada corporat culture sehingga permasalah yang ia hadapi tidak mengurangi performa kinerja karyawan. Inovasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh perusahaan. Inovasi akan memberikan nuansa yang berbeda pada konsumen yang akan memberikan dampak positif bagi perusahaan yang berhasil melakukan inovasi.
    Tidak ada generasi yang menghancurkan selama mereka mau dan mampu melakukan inovasi agar tidak tersingkir dari persaingan pasar. PT HM Sampoerna melakukan inovasi pada tahuin 1990-an dengan meluncurka produk kretek ringan merek Sampoerna A Mild, dimana situasi pasar rokok di Indonesia pada saat itu masih di dominasi oleh rokok kretek biasa. Sebagai pelopor produk mild di tanah air, yakni rokok rendah tar dan nikotin. Putera Sampoerna dengan kreatif mengenalkan produk rokok terbaru: A Mild. Kala itu, Putera meluncurkan A Mild sebagai rokok rendah nikotin dan “taste to the future”. Nilai tambah yang ditawarkan oleh produk rokok Sampoerna A mild dibandingkan dengan produk rokok yang dipasarkan pada saat itu adalah memiliki kadar nikotin yang rendah. Sampoerna mampu membaca situasi dengan mengidentifikasi problem seiring dengan kesadaran perokok akan pentingnya mengurangi resiko penyakit dan ketergantungan akibat rokok. Maka Sampoerna dengan meluncurkan Sampoerna A Mild memposisikan diri sebagai rokok yang diharapkan mampu memeberikan pilhan pada perokok untuk mengurangi resiko penyakit dan ketergantungan akibat rokok. Selain itu kampanye iklan produk A Mild yang dikemas sedemikian kreatif dan unik mampu menarik minat calon konsumen yang meilhatnya.

    A. Inovasi Ciputra
    Ciputra adalah orang yang mendirikan bisnis pengembangan properti Nasional. Ciputra yang biasa di panggil Pak Ci merupakan maskot bisnis di grup Ciputra seperti PT. Ciputra Development Tbk, PT. Ciputra Surya Tbk dan PT Ciputra Properti Tbk. Ciputra lahir di Parigi Sulawesi Tengah pada tanggal 24 Agustus 1931. Ciputra mengambil pendidikan Sarjananya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Grup Ciputra melakukan pengembangan kota Surabaya dengan nama CitraRAya Surabaya. Proyek ini mengembangkan kota dengan konsep kota bersih, hijau dan modern. Proyek ini juga di kenal dengan Singapore Surabaya karena di dalamnya terdapat patung singa seperti yang ada di Singapore. Grup Ciputra memberikan inovasi yang berbeda pada kota Surabaya. Surabaya yang awalnya merupakan kota yang panas diubah image nya menjadi kota yang sejuk karena kehijauannya. Serta memberikan image mewah dan modern melalui proyek-proyek yang ia suguhkan. Dalam setiap membangun rumah yang ingi Ciputra serang adalah top of mid dari masyarakat. Sehingga, setiap orang mendatangi sebuah kota yang diingat adalah parumahan Ciputra.
    Ciputra juga merupakan orang yang menbangun Taman Impian Jaya Ancol. Dengan pemikiran yang cerdas dan inovatif, lahan yang awalnya tidak berguna karena berbentuk rawa-rawa menjadi taman bermain yang bertaraf internasional. Ancol sangat pesat perkembangannya, segala macam bentuk permainan ada disana. Ancol menjadi tujuan masyarakat yang membutuhkan hiburan di dalam kota, saat pembangunannya Ancol menjadi tempat wisata terbear se-Asia Tenggara. Proses meniru praktik-praktik terbaik, lalu mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi sesuatu yang lebih baik, bagi Ciputra dapat digolongkan sebagai sebuah inovasi. Inovasi di sini erarti sesuatu yang baru, berbeda, bernilai lebih, dan lain daripada pendahulunya meskipun mungkin hasil-hasil yang dicapai itu berbasiskan pendahulu yang ditiru dan diramu itu. Inovasi yang telah dilakukan oleh Ciputra menghasilkan memberikan keuntungan dalam pengembangan bisnis properti yang Ciputra lakukan. Banyaknya perusahaan yang ia kelola serta keberhasilan dalam proyek-proyeknya menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan memperkuat corporat yang ia bangun.
    C. Peranan Dahlan Iskan
    Dalam tulisannya sebelumnya mendeskripsikan inovasi – inovasi penerus perusahaan dalam generasi ketiga menggunakan referensi dari berbagai sumber, saat ini saya akan menjelaskan inovasi seorang dahlan iskan sesuai dengan apa yang saya tahu, mengingat 2 tahun ini saya pernah bekerja sebagai video journalist di stasiun televisi yang bergabung dalam Jawa Pos Group naungan dari Dahlan Iskan juga. Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki 134 surat kabar, tabloid, dan majalah serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti beberapa stasiun televisi lokal di berbagai penjuru Indonesia.
    Motivasi yang keras membuat semua yang diharapkan oleh Dahlan Iskan seakan menjadi kenyataan, membaca peluang begitu juga dengan strategi market yang jitu membuat jawa pos seakan melesat tanpa beban. Inovasi selalu ada dalam harian jawa pos yang menyebar di berbagai penjuru kota, jika kita lihat, secara umum strategi dengan pola yang dimainkan dari Jawa Pos adalah membuat event dari Jawa Pos yang bsa diterima masyarakat sekitar, jika dulu kita tahu adanya event safety riding berhadiah, kemudian Surabaya Shopping Festival, dan yang baru – baru ini Jawa Pos For Her dan juga event Festival Pasar Surabaya (FPS) , hal ini dibuat mungkin dengan landasan menggugah masyarakat umum agar bisa menikmati event tersebut dan juga secara tidak langsung berimbas pada penjualan Koran yang dibuat.
    Dan tidak berhenti pada generasi dahlan iskan, namun generasi selanjutnya yaitu putra dari Dahlan Iskan, Asrul Ananda juga meneruskan dengan membuat event DBL hingga saat ini NBL dengan sangat matang sehingga berthan dan juga berkembang sampai saat ini

    D.) Fungsi entrepreneurship dalam pengembangan Budaya Korporat
    Peran entrepreneur sebagai inovator tampaknya lebih dominan pada jenis inovasi yang kedua. Menurut Geroski dan Markides, dalam inovasi jenis kedua yang terjadi sesungguhnya adalah proses belajar, baik oleh para entrepreneur sebagai produsen maupun para konsumen sebagai sumber ide bisnis. Pembangunan karakter kerja yang efektif adalah melalui penanaman nilai-nilai budaya yang dikehendaki ke dalam mindset dan kepribadian karyawan dan pimpinan. Jelas, persoalan penanaman nilai-nilai budaya perusahaan ke dalam karakter kerja memerlukan tekad dan upaya tanpa henti dan bersifat terus-menerus seumur hidup perusahaan.
    Dengan adanya entrepreneurship dalam jiwa pemimpin atau pengusaha akan memberikan dampak yang sangat baik bagi perkembangan korporat itu sendiri. Jiwa entrepreneurship membuat pemimpin melakukan inovasi yang dapat mempengaruhi budaya korporat yang di bangunnya. Seperti inovasi yang dilakukan Putra Sampoerna. Ciputra dan Dahlan Iskan menunjukkan bahwa dengan adanya inovasi yang baik terbentuklah perusahaan yang besar. Jiwa entrepeneurship yang mereka bangun melahirkan budaya korporat yang diikuti dan dijiwai oleh para karyawan, sehingga kinerja karyawan semakin baik seiring sejalan dengan budaya korporat.
    Pemimpin yang memiliki jiwa entrepeneurship memiliki peran dalam mempengaruhi orang-orang yang berada di sekelilingnya untuk tetap menjalankan budaya yang telah dianut dan diajalankan oleh perusahaan.
    Secara formal sangatlah mudah untuk perusahaan membuat budaya perusahaan, kode etik, sistem manajemen, good corporate governance, standar mutu kerja, standar mutu pelayanan, dan lain sebagainya. Dan tantangan akan muncul saat semua yang formal tersebut harus dikarakterkan ke dalam kepribadian setiap orang di tempat kerja. Proses pengkarakteran nilai-nilai budaya perusahaan ke dalam kepribadian individu adalah proses tersulit yang memerlukan kerja keras dalam disiplin yang tinggi. Perusahaan akan selalu sangat cerdas dalam membangun budaya perusahaan yang formal, dan akan sangat kesulitan dalam pengembangan karakter kerja karyawan dan pimpinan berdasarkan nilai-nilai budaya perusahaan. Hal ini disebabkan oleh sikap yang meremehkan tentang peran karakter kerja individu dalam mengaktifkan nilai-nilai budaya perusahaan.

  96. 96
    Anonymous Said: @9:40 pm 

    Nama : Randy Wicaksono
    NIM : 070810134
    Jurusan : Antropologi

    UAS / Jawaban Soal no 3

    1. Peran inovai dalam suatu korporat meliputi lebih dari sekedar peningkatan ouput. Didalamnya terdapat penetapan perubahan dalam struktur bisnis. Seperti yang terjadi di PT HM SAMPOERNA. Putra sampoerna yang merupakan penerus ketiga berhasil menaklukkan doktrin tersebut karena prinsip awal dari PT HM SAMPOERNA adalah Inovasi. Ketika tahun 2007, PT HM SAMPOERNA merasa seakan dalam tubuhnya tidak terjadi perubahan setelah diluncurkannya produk “Marlboro Mix 9”. Ketika itu juga pura sampoerna berani untuk memberikan perubahan atau inovasi yang bisa dikatakan sebagai perubahan besar yaitu diluncurkannya “A Mild”. Produk ini mampu membawa PT HM SAMPOERNA mengalami kenaikan penjualan sebesar 0,3%. Setelah itu dikeluarkan terobosan baru yang berawal dari “A Mild” yaitu “U Mild”. Dalam produk yang baru inilah mereka berhasil menguasai pasaran rokok. Dari semua hal inilah yang membuat putra sampoerna berhasil mempertahankan kualitas dan kuantitas serta nama baik dari PT HM SAMPOERNA. Beliau mampu membuktikan bahwa doktrin yang mengatakan bahwa pewaris ketiga dari suatu perusahaan adalah menghancurkan perusahaan tersebut. Seperti motivasi yang dikatakn oleh PT HM SAMPOERNA yaitu “Inovasi adalah budaya kami; kebiasaan yang kami jalani setiap hari” dan “Inovasi bukanlah tujuan kami, melainkan cara kami meraih prestasi”.

    2.Ciputra
    Ir. Ciputra merupakan entrepreneur sejati yang mengarang buku “Ciputra Quantum Leap : Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa. Dalam buku tersebut berisi visi dan misi beliau,“Salah satu impian saya yang ingin saya wujudkan adalah membantu agar negara Indonesia menjadi negara entrepreneur. Untuk bisa mencapainya saya memutuskan untuk menuangkan visi dan misi saya tersebut dalam buku “Ciputra Quantum Leap” Entrepreneurship Mengubah Bangsa dan Anda.”
    Ir. Ciputra tidak mudah untuk mewujudkan impiannya, banyak proses yang dilalui untuk mewujudkan hal tersebut. Impian tersebut muncul karena Ir. Ciputra melihat bahwa kekayaan alam Indonesia sangat banyak tetapi mengapa Indonesia belum bisa mengatasi masalah kemiskinan. Ir. Ciputra percaya bahwa hal yang membuat Indonesia belum bisa mengatasi masalah kemiskinan karena sudah mulai hilangnya semangat entrepreneur. Ir. Ciputra melakukan proses entrepreneur selama mendirikan dan mengembangkan tiga grup pengembang : Jaya Group, Metropolitan Group dan Ciputra Group. Menurut Ciputra, terdapat tiga ciri entrepreneur yang harus dimiliki dari banyak ciri yang dimiliki entrepreneur. Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur (Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa 2010). Kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari adalag menciptakan peluang. Seorang pencipta peluang adalah orang yang sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan melalui imajinasi kreatifnya.

    3.peranan Dahlan Iskan
    DAHLAN ISKAN lebih akrab disapa Pak Bos. Pria kelahiran Magetan 17 Agustus 1951 ini memang bos Grup JAWA POS. Di masthead koran-koran di lingkungan Grup JAWA POS, jabatan resmi Dahlan Iskan adalah chairman. Memang, selain membesarkan JAWA POS (dan grupnya) dialah ‘roh’ Grup JAWA POS.
    Yang menarik, berbeda dengan bos-bos media lainnya, Dahlan Iskan ini tetap menulis. Bikin reportase, kolom, analisis berita… pokoknya menulis. Menulis kapan saja dia suka. Menulis dan membaca sudah menjadi darah daging tokoh pers nasional itu. Kalau sudah ada ide, di mana pun, kapan pun… Dahlan Iskan menulis.
    Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.
    Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.
    Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.
    Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC)yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer
    Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.
    Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit.

    4.fungsi entrepreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Kewirausahaan korporasi yang dipergunakan oleh sebuah organisasi untuk memperluas usaha dengan menjajaki peluang baru melalui kombinasi baru dari sumber daya yang sudah ada, Kewirausahaan korporasi tersebut merupakan cara untuk memimpin persaingan bisnis yang digeluti. Intrapreneurship, jelas berkaitan dengan kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kebiasaan memulai dan mengembangkan bisnis baru di dalam struktur organisasi yang sudah ada (Stoner, 2000:170). Sesuai dengan tujuan dan kemampuan bersaing, maka fungsi kewirausahaan korporasi adalah melakukan proses penciptaan kekayaan (kemakmuran) dan peningkatan nilai tambah, melalui gagasan-gagasan, meramu sumber-sumber dan membuat segala sesuatunya menjadi kenyataan. Berdasarkan penelitian – penelitian sebelumnya, kewirausahaan korporasi merupakan faktor yang penting dan mempengaruhi dalam pencapaian keberhasilan / kinerja perusahaan.
    Peran wirausaha adalah melahirkan suatu organisasi baru, baik sendiri maupun bersama suatu kelompok. Setelah lahir maka wirausaha melakukan upaya pengembangan organisasi hingga sampai organisasi tidak lagi tergantung pada pendiri. Pelaksanaan organisasi memerlukan manajemen yang menguatkan organisasi dengan sistem manajemen dan mengurangi ketidak-pastian dan ketergantungan pada faktor subjektivitas pendiri. Fungsi entrepreneurship dalam pengembangan budaya perusahaan antara lain adalah menciptakan kedinamisan, serta hal-hal baru yang unik dan khusus. Pengembangan sistem dan budaya organisasi harus dapat menampung manajemen yang baik dan juga adanya kewirausahaan. Salah satu pola yang ada untuk menampung kewirausahaan di dalam organisasi mapan adalah wirausaha-intra (intrapreneurs). Pengembangan kewirausahaan di dalam perusahaan dapat terjadi pada tiga tingkatan, yaitu: Individual (intrapreneurs / product champions), Kelompok kerja (entrepreneurial team / skunworks), dan Oganisasi / Perusahaan (entrepreneurial organization).

    Sumber :
    http://www.ciputraentrepreneurship.com
    http://blog.beswandjarum.com/fajartungguljati/2011/01/06/manajemen-strategik-pthm-sampoerna/
    Dendy. Menilik Prestasi PLN. 26 01 2011. http://pedemunegeri.com/tulisan/detail/781/menilik-prestasi-pln (diakses 06 26, 2012).
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    http://blog.beswandjarum.com/fajartungguljati/2011/01/06/manajemen-strategik-pthm-sampoerna/ (diakses 06 29, 2011).
    Mulyono, Fransiska. Inovasi: Sebuah Pengantar. Vol. 04. Bandung, Jawa Barat: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Parahyangan, 2008.

  97. 97
    Tiandi Zana Hetsy Tiandi Zana Hetsy Said: @9:52 pm 

    Tiandi Zana Hetsy
    071017003
    Antropologi

    A) Inovasi sebagai suatu proses digambarkan sebagai proses yang siklus dan berlangsung terus menerus, meliputi fase kesadaran, penghargaan, adopsi, difusi dan implementasi (Damanpour dkk dalam Brazeal, D.V. dan Herbert, T.T. 1997). De Jong & Den Hartog (2003) merinci lebih mendalam proses inovasi dalam 4 tahap sebagai berikut:
    a. Melihat kesempatan bagi karyawan untuk mengidentifikasi kesempatan-kesempatan. Kesempatan dapat berawal dari ketidakkongruenan dan diskontinuitas yang terjadi karena adanya ketidaksesuaian dengan pola yang diharapkan misalnya timbulnya masalah pada pola kerja yang sudah berlangsung, adanya kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi, atau adanya indikasi trends yang sedang berubah.
    b. Mengeluarkan ide. Dalam fase ini, karyawan mengeluarkan konsep baru dengan tujuan menambah peningkatan. Hal ini meliputi mengeluarkan ide sesuatu yang baru atau memperbaharui pelayanan, pertemuan dengan klien dan teknologi pendukung. Kunci dalam mengeluarkan ide adalah mengombinasikan dan mereorganisasikan informasi dan konsep yang telah ada sebelumnya untuk memecahkan masalah dan atau meningkatkan kinerja. Proses inovasi biasanya diawali dengan adanya kesenjangan kinerja yaitu ketidaksesuaian antara kinerja aktual dengan kinerja potensial.
    c. Implementasi. Dalam fase ini, ide ditransformasi terhadap hasil yang konkret. Pada tahapan ini sering juga disebut tahapan konvergen. Untuk mengembangkan ide dan mengimplementasikan ide, karyawan harus memiliki perilaku yang mengacu pada hasil.
    d. Aplikasi. Dalam fase ini meliputi perilaku karyawan yang ditujukan untuk membangun, menguji, dan memasarkan pelayanan baru. Hal ini berkaitan dengan membuat inovasi dalam bentuk proses kerja yang baru ataupun dalam proses rutin yang biasa dilakukan.
    Putera Sampoerna berhasil mematahkan doktrin “generasi ketig adalah penghancur” dengan mengembangkan berbagai proses dalam inovasi itu sendiri.
    1. Envisioning yaitu proses ini meliputi penyamaan pandangan mengenai masa depan untuk membentuk tujuan berinovasi. Visi ini harus meliputi ukuran, inovasi apa yang dilakukan untuk organisasi, ruang lingkup inovasi, dan bagaimana visi tersebut sesuai dengan visi organisasi.
    2. Activating yaitu penyampaian visi ke publik agar tercapai sebuah komitmen terhadap visi sehingga strategi akan relevan dengan visi begitupula dengan implementasi visi.
    3. Supporting yaitu tahapan ini merupakan upaya seorang pemimpin tidak hanya di dalam memberikan perintah dan instruksi kepada bawahan, namun juga keterampilan di dalam menginspirasi bawahannya untuk bertindak inovatif. Dalam hal ini diperlukan kepekaan pemimpin dalam memahami bawahannya. Oleh karena itu, pemimpin hendaknya bersikap emphatik.
    4. Installing yaitu pada tahapan ini merupakan tahapan implementasi. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah kompleksitas strategi yang diperlukan dalam berinovasi dan konsekuensi yang diterima

    B) Ciputra mampu mempertahankan kejayaannya juga dengan menerapkan prinsip inovasi dalam berbisnis. 1. Melihat peluang. Peluang muncul ketika ada persoalan yang muncul atau dipersepsikan sebagai suatu kesenjangan antara yang seharusnya dan realitanya. Oleh karenanya, perilaku inovatif dimulai dari ketrampilan melihat peluang.
    2. Mengeluarkan ide. Ketika dihadapkan suatu masalah atau dipersepsikan sebagai masalah maka gaya berfikir konvergen yang digunakan yaitu mengeluarkan ide yang sebanyak-banyaknya terhadap masalah yang ada. Dalam tahap ini kreativitas sangat diperlukan.
    3. Mengkaji ide. Tidak Semua ide dapat dipakai, maka dilakukan kajian terhadap ide yang muncul. Gaya berfikir divergen atau mengerucut mulai diterapkan. Salah satu dasar pertimbangan adalah seberapa besar ide tersebut mendatangkan kerugian dan keuntungan. Ide yang realistic yang diterima, sementara ide yang kurang realistic dibuang. Kajian dilakukan terus menerus sampai ditemukan alternative yang paling mempunyai probabilitas sukses yang paling besar.
    4. Implementasi. Dalam tahap ini, keberanian mengambil resiko sangat diperlukan. Resiko berkaitan dengan probabilitas kesuksesan dan kegagalan, oleh karenanya David Mc Clelland menyarankan pengambilan resiko sebaiknya dalam taraf sedang. Hal ini berakaitan dengan probabilitas untuk sukses yang disebabkan oleh kemampuan pengontrolan perilaku untuk mencapai tujuan atau berinovasi.
    C) Peranan Dalan Iskhan adalah Jawa Pos didirikan oleh The Chung Shen pada 1 Juli 1949 dengan nama Djawa Post. Saat itu The Chung Shen hanyalah seorang pegawai bagian iklan sebuah bioskop di Surabaya. Karena setiap hari dia harus memasang iklan bioskop di surat kabar, lama-lama ia tertarik untuk membuat surat kabar sendiri. Setelah sukses dengan Jawa Pos-nya, The Chung Shen mendirikan pula koran berbahasa Mandarin dan Belanda. Bisnis The Chung Shen di bidang surat kabar tidak selamanya mulus. Pada akhir tahun 1970-an, omzet Jawa Pos mengalami kemerosotan yang tajam. Tahun 1982, oplahnya hanya tinggal 6.800 eksemplar saja. Koran-korannya yang lain sudah lebih dulu pensiun. Ketika usianya menginjak 80 tahun, The Chung Shen akhirnya memutuskan untuk menjual Jawa Pos. Dia merasa tidak mampu lagi mengurus perusahaannya, sementara tiga orang anaknya lebih memilih tinggal di London, Inggris.
    Pada tahun 1982, Eric FH Samola, waktu itu adalah Direktur Utama PT Grafiti Pers (penerbit majalah Tempo) mengambil alih Jawa Pos. Dengan manajemen baru, Eric mengangkat Dahlan Iskan, yang sebelumnya adalah Kepala Biro Tempo di Surabaya untuk memimpin Jawa Pos. Eric Samola kemudian meninggal dunia pada tahun 2000.

    Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang. Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.

    Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. [3][1] Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.
    D) Peranan Enterpreunership dalam mengembangkan budaya korporat adalah sebagai CEO. CEO sebagai entrepreneur yang berbeda dalam sikap dan prilaku, haruslah termotivasi untuk mampu menggerakkan kemampuan berpikir “Otak dan Hati”. Oleh karenaitu, akan lebih sulit lagi bila anda tidak belajar, sehingga kita harus menyambut kekuatan pikiran intuisi dalam mengejar hal-hal baru dan sejalan dengan itu anda harus siap meninggal gaya kepemimpinan lama.
    Kesiapan itu mendorong untuk melihat dari kebiasaan lama yang sudah tertanam kedalam sikap dan perilaku, dimana kita harap siap dalam kebiasaan baru, sehingga otak dan hati mendorong keberanian membangun perubahan untuk mengungkit kesenjangan dari gaya lama ke gaya baru seperti dari “Hierarkis ke Jaringan”. Artinya ada keinginan untu membangun organisasi yang terus belajar merupakan kunci untuk memikirkan kmbali perusahaan melalui mawas diri, umpan balik, dan berbagi pengalaman.

    REFERENSI :

    http://avin.filsafat.ugm.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=25&Itemid=34

    http://info-biografi.blogspot.com/2010/02/biografi-dahlan-iskan.html

    http://suaraatr2025.wordpress.com/2008/11/29/xv-memikirkan-kembali-perusahaan-oleh-entrepreneur-sebagai-peran-ceo/

  98. 98
    Nitta Saraswati Rahayu Nitta Saraswati Rahayu Said: @9:55 pm 

    Nama : Nitta Saraswati Rahayu
    Nim : 070917082
    Prodi : Antropologi sosial

    Generasi pertama melahirkan,kedua membesarkan,dan yang ketiga menghancurkan.”merupakan “doktrin”bisnis keluarga yang sering terngiang dalam telinga para pelaku korporat.Putera Samporna adalah generasi ketiga keluarga Samporna.
    a) Peranan “inovasi”dalam suatu korporat yang karenanya Putera Sampoerna dengan produksi”A mild”nya dapat berhasil mengatasi”doktrin”tersebut dan mampu mengalahkan perubahan dari korporat dikarenakan sebelumnya itu kita dapat melihat arti dari inovasi itu sendiri menurut definisinya inovasi merupakan suatu kreasi, pengembangan dan implementasi suatu produk, proses ataupun layanan baru dengan tujuan meningkatkan efisiensi, efektifitas ataupun keunggulan bersaing. Inovasi juga bisa berarti memunculkan gagasan baru dan dapat direalisasikan ke dalam penerapannya. Untuk mendapatkan inovasi kita harus memerlukan yang namanya kreativitas. Menurut Schemerhorn dalam buku Management (1999) menjelaskan bahwa kreativitas adalah kecerdikan dan imajinasi yang menghasilkan ide solusi bagi suatu masalah. Dari pengertian di atas dapat kita tarik kesimpulan bagaimana putra ketiga Sampoerna dapat bertahan dan mematahkan doktrin tersebut. Sebab ia mau membuka diri dan mengeksplore kemampuannya dalam berbisnis. Dia mampu membaca peluang yang sedang beredar di masyarakat. Hal ini terbukti dengan larisnya produk “A Mild” di pasaran. Terutama di kalangan anak muda. Artinya putra ketiga dapat membaca, rokok yang dapat menjadi favorite masyarakat. Selain itu, adanya pengembangan produk juga diperlukan untuk membangun minat masyarakat untuk tetap mengkomsumsi produk mereka. Disamping itu, peningkatan kualitas produk juga penting. Salah satu caranya menggunakan metode quality control untuk mengurangi kecacatan sehingga mengurangi efisiensi dan efektivitas dari produk yang diproduksi.
    b) Dan Inovasi menurut versi Ciputra yaitu inovasi yang beliau maksud adalah “Bukan meniru yang ikut-ikutan..” Meniru yang dimaksudkannya adalah meniru dengan menggali kebaikan-kebaikan yang ada pada yang ditiru untuk kemudian ditingkatkan lagi. Peniruan semacam itu dapat membuka kemungkinan terciptanya sebuah inovasi baik dalam bentuk inovasi produk maupun inovasi proses. Proses meniru praktik-praktik terbaik, lalu mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi sesuatu yang lebih baik, bagi Pak Ci dapat digolongkan sebagai sebuah inovasi. Inovasi di sini berarti sesuatu yang baru, berbeda, bernilai lebih, dan lain daripada pendahulunya meskipun mungkin hasil-hasil yang dicapai itu berbasiskan pendahulu yang ditiru dan diramu itu. Dimana ciputra selalu teringat akan cerita gereja tua di Rusia.
    c) Peranan dahlan Iskan Sederhana, akrab, komunikatif, cerdas, dan inovatif! Predikat itulah yang pantas disandang oleh Menteri Negara (Meneg) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Ia selalu saja punya kiat untuk mengatasi berbagai persoalan di BUMN. Di awal kariernya sebagai wartawan, sebelum bergabung dengan Majalah TEMPO, ia pernah pula hidup susah. Agar bisa beli beras, tak jarang ia harus menulis dulu di Harian Surabaya Post yang kala itu masih dipimpin Pak Azis. Pada 1976, ia menjadi wartawan TEMPO. Sejak 1982, Dahlan Iskan memimpin harian Jawa Pos hingga sekarang. Pada 1997, Dahlan Iskan mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya. Menyusul kemudian di Jakarta dan Semarang. Pada 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, lalu Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru. Sejak awal 2009, ia menjadi Komisaris PT Fangbian Iskan Corporindo (FIC) yang memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dari Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 km. Pada akhir 2009, Dahlan Iskan diangkat menjadi Dirut PLN. Dahlan Iskan juga membangun PLTS di 100 pulau pada 2011. Pada 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Mustafa Abubakar, Meneg BUMN. Kala dirinya mau ditunjuk menjadi Dirut PLN, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bilang, cocok dengan gaya manajemennya. Untuk Indonesia gaya menajemen itu awal-awalnya mengejutkan, tapi akhirnya lama-lama menyenangkan juga. Misalnya, di Jawa Pos terbukti. Waktu di PLN meskipun awal-awalnya didemo, tapi ujung-ujungnya mereka kangen juga dengan gaya CEO yang seperti itu. Dahlan Iskan terkenal dengan akrab dan mudah bergaul. Komunikatif dengan berbagai kalangan tanpa basa-basi. Cerdas dengan berbagai gagasan “gila” yang bisa menelurkan ide inovatif. Masih ada satu lagi: berani bertindak demi perubahan yang lebih baik! BUMN harus menjadi perusahaan bernuansa korporasi. BUMN harus memperhitungkan dengan apa yang disebut aspek kecepatan, speed. Speed itu mengandung unsur gairah, dll. Karena, menurut Dahlan Iskan, unsur speed dalam bisnis itu pegang role yang sangat penting. “Nah itu misi saya di mana BUMN-BUMN lebih berwajah korporasi daripada seperti yang ada selama ini kata Dahlan Iskan.
    d) Entrepreneur adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. menciptakan sebuah bisnis baru dalam menghadapi risiko dan ketidakpastian untuk tujuan mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan mengidentifikasi peluang signifikan dan sumber daya yang diperlukan. Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBBI) mendefinisikan wirausahawan sebagai “orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menyusun cara baru dalam berproduksi, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya. Sedangkan, Louis Jacques Filion menggambarkan wirausahawan sebagai orang yang imajinatif, yang ditandai dengan kemampuannya dalam menetapkan sasaran serta dapat mencapai sasaran-sasaran itu. Ia juga memiliki kesadaran tinggi untuk menemukan peluang-peluang dan membuat keputusan. Persamaannya dari pengertian - pengertian tersebut yaitu wirausahawan memiliki dan mampu berpikir kreatif-imajinatif, melihat peluang dan membuat bisnis baru. Seorang wirausahawan adalah seorang manajer, tetapi melakukan kegiatan tambahan yang tidak dilakukan semua manajer. Manajer bekerja dalam hierarki manajemen yang lebih formal, dengan kewenangan dan tanggung jawab yang didefinisikan secara jelas sedangkan pengusaha menggunakan jaringan daripada dari kewenangan formal. Ada 4 subkategori yang harus dimiliki oleh enterpreneur yaitu penemu,inovator,marketer,dan oportunis. Dan hal-hal inilah yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan demi tercapainya pengembangan kebudayaan korporat.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Enterpreneur
    http://aguswibisono.com/2011/manajemen-inovasi/
    http://www.ciputraentrepreneurship.com/ciputra-way/6892-bab-ii–inovasi-dengan-meniru-secara-kreatif.html
    http://sosok.kompasiana.com/2012/03/25/siapa-tak-kenal-dahlan-iskan/

  99. 99
    Wahyu Aji Cahya R Wahyu Aji Cahya R Said: @11:10 pm 

    UAS Budaya Korporat
    Wahyu aji cahya romadhon
    070917041
    3. A.
    Inovasi dalam hal ini mampu mengalahkan doktrin bahwa generasi ketiga sebagai penghancur usaha keluarga (Inovasi adalah budaya kami, kebiasaan yang kami jalani setiap hari. Inovasi bukanlah tujuan kami, melainkan cara kami meraih prestasi).
    Beradaptasi melalui inovasi HM Sampoerna dapat memperoleh prestasi yang menakjubkan melintasi berbagai massa kepemimpinan. Kemampuan Sampoerna beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnisnya sudah dibuktikan perusahaan ini dari generasi ke generasi. Selama empat era kepemimpinan – Liem Seeng Tee ( sang pendiri ), Liem Swie Ling ( atau lebih dikenal dengan nama Aga Sampoerna ), Putra Sampurna dan sekarang Michael Joseph Sampoerna, perusahaan ini menghadapi beraneka-ragam gelombang perubahan lingkungan bisnis, namun secara cakap ia mampu mengatasinya dengan baik. Menarik sekali komentar Putera Sampoerna mengenai bagaimana seharusnya perusahaan merespon perubahan lingkungan bisnis, “Understand the environment, what you can do with it and if you can’t do something with it , change it” ujarnya.
    Pola pikir yang beda dan mempunyai alasan yang kuat inilah yang membuat Sampoerna sepertinya tidak pernah kehabisan ide kreatif dan inovatif yang sukses dieksekusi dilapangan. Prinsip inilah yang membidani kelahiran merek ‘A Mild’ yang menjadi pertaruhan Sampoerna saat itu untuk merebut pasar masa depan. Inovasi ada dalam urat nadi dan nafas HM Sampoerna.
    Satu contoh kasus inovasi Sampoerna yang kini telah menjadi cerita legenda dalam industri pemasaran di tanah air adalah peluncuran A Mild produ rokok low tar low nicotine (LTLN) pertama di Indonesia. Adanya persaingan yang kian ketat di pasar kretek bernikotin tinggi dan adanya tren global ke arah konsumsi rokok rendah tar dan nikotin, mendorong Sampoerna untuk menciptakan kategori baru rokok LTLN pada tahun 1989. Sebuah langkah terobosan yang pada masa itu sama sekali tak terpikirkan oleh pesaing.Tidak cukup sampai di situ langkah invoasi Sampoerna juga terbaca dari evolusi kampanya branding A Mild dari “How Low Can You Go?” menjadi “Bukan Basa Basi”. Pada saat kampanye “How Low Can You Go?”, A Mild lebih menonjolkan functional attribute dengan menawarkan rokok dengan kadar tar dan nikotin yang paling rendah waktu itu. Seperti kita tahu kampanye ini menuai sukses luar biasa ketika diluncurkan pada awal tahun 1990-an.
    Inovasi dibidang pemasaran, Sampoerna selalu membuat terobosan yang tidak terpikirkan oleh perusahaan lain, Dan yang tak boleh dilupakan tentu saja adalah inovasi “raksasa” berupa perubahan model bisnis Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company,” pada awal tahun 1990-an yang pengaruhnya sangat luas ke seluruh aspek operasional perusahaan.
    Dalam setiap inovasi yang dilakukan, sampoerna selalu saja mampu menbaca pergeseran industri dan pasar, kemudian mengambil manfaat dari pergeseran itu. Karenanya tak heran kalau Putera sampoerna mengatakan “Innovation means recognizing the environment and opportunity, and make changes necessary to grab the opportunity”. Demikian makna inovasi menurut pemimpin dari generasi ketiga keluarga Sampoerna.
    Jika kita melihat rival dari HM Sampoerna, yaitu PT Gudang Garam di Kediri, akan nampak perbedaanya, bagaimana di saat kepemimpinan generasi ke tiga saat ini banyak mengalami kemerosotan.

    Aspek yang menjadi pendukung kemajuan HM Sampoerna ialah sinergisnya 4 hal berikut ini :
    1. Visi dan Misi Perseroan
    Visi PT HM Sampoerna Tbk. terkandung dalam falsafah Tiga Tangan. Falsafah tersebut mengambil gambaran mengenai lingkungan usaha Perseroan dalam perspektif yang benar. Masing-masing dari ketiga Tangan, yang mewakili perokok dewasa, karyawan dan mitra bisnis, dan masyarakat luas, merupakan pihak yang harus dirangkul oleh Perseroan untuk meraih visi menjadi perusahaan paling terkemuka di Indonesia, sehingga menghasilkan keuntungan jangka panjang bagi pemegang saham.
    2. Menghasilkan rokok berkualitas tinggi dengan harga yang baik kepada perokok dewasa
    Perseroan berkomitmen penuh untuk selalu memberikan produk berkualitas tinggi dengan harga
    yang baik kepada para perokok dewasa. Ini dilakukan dengan menciptakan inovasi yang relevan dan membangun citra positif bagi produk dan Perseroan.
    3. Memberikan kompensasi dan lingkungan kerja yang baik kepada karyawan dan membina hubungan baik dengan mitra usaha
    Karyawan adalah aset terpenting Perseroan, sehingga mereka pantas mendapatkan kompensasi dan lingkungan kerja yang baik. Selain itu, mitra usaha Perseroan juga berperan penting dalam menunjang keberhasilan Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan berharap agar dapat senantiasa bekerja sama dengan mitra usaha untuk menciptakan masa depan jangka panjang yang cerah bagi para mitra usaha dan karyawan.
    4. Memberikan manfaat sebesarnya bagi masyarakat luas
    Kesuksesan Perseroan tidak terlepas dari dukungan masyarakat di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, Perseroan senantiasa berkontribusi kepada masyarakat, dengan berfokus pada pemberdayaan dan bantuan bagi usaha kecil-menengah.

    Dari sinergisnya empat hal inilah HM Sampoerna mampu menjaga tradisi untuk tetap berinovasi menghadapi ketatnya persaingan perusahaan kretek di Indonesia maupun di Luar negeri.

    3. B.
    Inovasi adalah trade mark Ciputra selama menjalankan roda bisnis. Ia adalah pebisnis yang tidak pernah lelah menciptakan sesuatu dan berinovasi. Dua hal itu terus dilakukan sampai sekarang. Tidak jarang ia justru punya ide-ide baru yang unik bahkan provokatif. Tidak banyak orang yang tekun di sebuah bisnis yang sama selama empat dekade dan tak pernah bosan menggulirkan ide-ide baru.
    Ciputra tak pernah kehabisan ide. Ia bahkan kerap menjadi provokator bagi jajaran manajemen di Grup Ciputra maupun di kelompok bisnis lain yang lebih dulu ia dirikan untuk memunculkan gagasan anyar. Itulah yang membuat Pak Ci tangguh dan teruji. Dalam berbabagai kesempatan ia dengan santun menolak disebut jenius. Menurut Pak Ci, modal paling mendasar ketika memulai bisnis adalah semangat dan kepercayaan diri. Lalu keyakinan bahwa bekerja keras dan upaya yang sungguh-sungguh akan membuahkan hasil. Salah satu unsur yang kadang hilang dalam kehidupan modern adalah gairah hidup. Banyak orang hanya menghabiskan waktu kehidupan tanpa tekad dan gairah di benak. Padahal, itulah waktunya yang tepat bagi seseorang untuk bangkit dan menunjukkan keunikan pribadi. Berhenti berkata tidak atau menolak tantangan yang diberikan. Inilah bahan rahasia dari keberhasilan Ciputra menguasai market properti di Indonesia.

    3.C.
    Peranan Dahlan Iskan saat ini adalah dapat menstabilkan keadaan ekonomi dan iklim investasi di Indonesia dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkanya sebagai menteri BUMN. Dahlan merupakan sosok yang tegas dan penuh inovasi. Sikap dan konsistensi seperti yang beliau punya yang dibutuhkan oleh berbagai kepala bidang usaha di Indonesia saat ini. berbagai inovasi yang dicanangkan Dahlan Iskan juga terbukti telah memberikan kontribusi positif. Tentunya dengan `sejuta` inovasi baru yang lebih menguntungkan masyarakat. Untuk itu, diharapkan pemimpin2 baru merupakan bayangan, atau setidaknya mirip dengan Dahlan Iskan.
    3. D.
    Enterpreneurship memiliki banyak andil dalam pengembangan budaya korporat, disini inovasi ditempa dengan sedemikian rupa sehingga menghasilkan ide-ide kretatif yang memiliki guna positif untuk kesejahteraan umat manusia. Entrepreneurship dalam jiwa pemimpin atau pengusaha akan memberikan dampak yang sangat baik bagi perkembangan korporat itu sendiri. Jiwa entrepreneurship membuat pemimpin melakukan inovasi yang dapat mempengaruhi budaya korporat yang di bangunnya. Seperti inovasi yang dilakukan Putra Sampoerna. Ciputra dan Dahlan Iskan menunjukkan bahwa dengan adanya inovasi yang baik terbentuklah perusahaan yang besar. Jiwa entrepeneurship yang mereka bangun melahirkan budaya korporat yang diikuti dan dijiwai oleh para karyawan, sehingga kinerja karyawan semakin baik seiring sejalan dengan budaya korporat.
    Referensi :
    http://www.sampoerna.com/id_id/about_us/investor_information/disclosures_and_reports/documents/laporan%20tahunan%202007.pdf

    http://ririlasmeng.blogspot.com/2009/04/cara-pemasaran-rokok-sampoerna.html
    http://www.indopos.co.id/index.php/berita-indo-rewiew/3572-bisnis-itu-ide-inovasi-semangat-dan-percaya-diri.html
    http://indonesiadigest.com/?p=205
    Sanusi, A. Effendi. “Dunia Pengetahuan.” Inovasi : Pengertian dan Karakteristik. 05 08 2009.

  100. 100
    Didif Ikhsan Alfa S. (@diALFAs) Didif Ikhsan Alfa S. (@diALFAs) Said: @12:09 am 

    UAS Budaya Korporat Nomor 3 ( Selasa, 26 Juni 2012 ).
    Nama : Didif Ikhsan Al Fahmi S.
    NIM : 0710 17 040
    Prodi : Antropologi Sosial

    A. Jelaskan peranan “ inovasi “ dalam suatu korporat yang karenanya Putera Sampoerna dengan produksi “ A Mild “ nya dapat berhasil mengatasi “ doktrin “ tersebut, dan mampu mengalahkan perubahan dari luar korporatnya ?
    Bagi suatu perusahaan, investasi dalam inovasi menciptakan peluang untuk tumbuh dengan memberikan produk dan jasa yang lebih baik ke pasar. Dengan kata lain, perusahaan yang mampu berinovasi mampu mengubah peta pasar persaingan dan mampu untuk berkembang pesat. Ketika inovasi perusahaan berjalan selayaknya, maka inovasi menjadi sebuah sumber nilai bagi perusahaan, daripada suatu kegiatan yang terisolasi maupun aktifitas yang acak dalam sebuah perusahaan. Robert Shelton dan Tony Davilla (2005) dalam bukunya Making Innovation Work, agar inovasi perusahaan berhasil, sangatlah penting untuk mengerti elemen kunci inovasi perusahaan. Elemen tersebut adalah Masukan : berupa dukungan strategi,struktur, proses, komitmen karyawan dalam inovasi, akses kepada karyawan berbakat; Proses : Portfolio inovasi berimbang, eksekusi efektif proyek, nilai tambah kemitraan, jalur kualitas inovasi; Keluaran : kinerja produk, kepemimpinan teknologi, perbaikan proses, pelanggan baru, pertumbuhan penjualan pelanggan tetap. Ketiga elemen tersebut akan memberikan Hasil yakni : pertumbuhan penjualan, pertumbuhan keuntungan dan nilai pasar perusahaan. Jika dilihat lebih lanjut, terlihat adanya dua dimensi pendukung yang mesti dipenuhi yakni dari sisi Sistem (struktur, teknologi, proses ) serta Budaya (komitmen karyawan, akses karyawan berbakat). Kedua dimensi yang kuat ini akan memberi dukungan penuh lahirnya inovasi sebagai sumber nilai bagi perusahaan.
    Lebih lanjut, inovasi sangat memerlukan pemikiran strategis dan kepemimpinan yang kuat. Agar percikan kreatifitas dapat ditransformasikan ke dalam semua tingkat, ada aturan yang dibutuhkan agar proses inovasi dan sumberdaya tidak hanya tergantung kepada kepemimpinan dan strategi, namun juga terorganisasi secara luas dalam proses maupun sumberdaya di dalam perusahaan. Aturan tersebut adalah :
    - Mendesak kepemimpinan yang kuat dalam keputusan portfolio.
    - Integrasi inovasi dalam budaya dan mental perusahaan sebagai kompetensi inti
    - Penyelarasan jumlah dan tipe inovasi kedalam bisnis perusahaan
    - Mengelola tekanan alami antara kreativitas dan nilai tambah secara seimbang sehingga memberikan tingkat pengembalian investasi yang optimal
    - Menetralisir hambatan organisasi yang dapat membunuh ide-ide terbaik
    - Mengenal bangunan dasar inovasi yang berupa jaringan antara manusia dan pengetahuan-baik di luar maupun di dalam organisasi, dan terakhir
    - Menciptakan pengukuran metrik dan insentif yang tepat untuk memperkuat inovasi.
    - Nilai bagi organisasi
    Inovasi sebagai atribut aset tidak nyata merupakan hal penting bagi perusahaan agar memperoleh pertumbuhan berkelanjutan. Hanya perusahaan yang menekankan pada pengelolaan aset tidak nyata yang akan tetap bertahan dalam lingkungan bisnis, demikian dikatakan Tom Peters dalam Reinventing Work : The Professional Service Firm 50. Lebih lanjut, perusahaan dengan fokus adopsi pada aset tidak nyata, dapat saja merupakan perusahaan kecil atau besar. Dengan mengabaikan ukuran perusahaan, perusahaan jenis ini murni memiliki produk karya jasa intelektual, membuang jauh aset fisik perusahaan. Namun, sebaliknya menghasilkan deposit milyaran dollar dalam nilai pasar. Inilah yang disebut Tom sebagai perusahaan dengan karakteristik Professional Service Firm. Demikian pula dengan yang diterapkan oleh Putera Sampoerna dengan produknya “ A Mild “ dengan system dan gaya korporat yang berbeda dengan generasi sebelumnya dan perusahaan ini juga mampu mengatasi adanya “doktrin” diatas.
    lvin Toffler dalam bukunya menggambarkan kondisi sekarang itu terjadi :
    . Kesementaraan
    segala sesuatu menjadi semakin singkat dan cepat. Informasi begitu cepat menyebar dan mengglobal.
    semakin cepatnya usia suatu barang untuk laku di pasaran.
    . Keanekaragaman
    menjadi ajang yang sangat tepat untuk melakukan seleksi dalam banyak hal.
    ditemukan dalam berbagai jenis barang sehari-hari. Sebagai antisipasi terhadap banyaknya pilihan tersebut, seorang produsen barang atau jasa harus bisa menawarkannya keunikan.
    . Kebaruan
    Waktu efektif segala sesuatu menjadi semakin singkat.
    Jika ada suatu produk baru, maka produk lama mendapat saingan.
    Jika produk baru, dengan teknologi baru yang lebih efektif dan ekonomis itu sudah diterima pasar, maka produk lama tinggallah sebuah kenangan dan menjadi barang kuno.

    B. Bagaimana pula dengan ciputra ?
    Inovasi itu sendiri diperlukan bukan hanya karena adanya dorongan yang bersifat idealistik, melainkan juga untuk meraih pangsa pasar. Soalnya dalam persaingan yang ketat dibutuhkan terobosan-terobosan yang menyebabkan sebuah produk atau jasa berbeda dan lebih baik dari lainnya.
    Tentu saja meniru yang dimaksudkan Ciputra bukan dalam konteks mencontek atau seperti memfotokopi. “Bukan meniru yang ikut-ikutan..” demikian yang dikatakannya. Meniru yang dimaksudkannya adalah meniru dengan menggali kebaikan-kebaikan yang ada pada yang ditiru untuk kemudian ditingkatkan lagi. Peniruan semacam itu dapat membuka kemungkinan terciptanya sebuah inovasi baik dalam bentuk inovasi produk maupun inovasi proses.
    Dalam hal ini, Pak Ci selalu teringat pada cerita tentang gereja di Rusia. Gereja itu merupakan salah satu yang terbesar di sana. Namanya Gereja Juru Selamat. Di zaman Komunis, Pemerintah Rusia (waktu itu Uni Soviet) meruntuhkannya untuk membangun sebuah gedung konferensi. Fondasi gereja itu mereka gali dan diganti sama sekali dengan yang baru. Anehnya, mereka tak pernah berhasil membangun gedung konferensi yang mereka inginkan itu karena fondasi yang mereka bangun selalu runtuh. Mereka gagal bahkan sampai ketika rezim Komunis jatuh dan Rusia terpecah belah menjadi beberapa negara yang lebih kecil.
    Di Indonesia Ciputra sering dikatakan telah melakukan tujuh inovasi di bidang property/arsitektur. Salah satu inovasinya yang dianggap fenomenal adalah Taman Impian Jaya Ancol yang merupakan taman rekreasi pertama yang menggunakan berbagai tema. Ternyata belakangan ini Taman Impian Jaya Ancol beserta Dunia Fantasi-nya ditiru oleh pengembang lain. Itu ditiru bukan untuk membuat taman rekreasi, melainkan untuk membuat perumahan dengan berbagai tema rekreatif, seperti yang dapat dilihat di kota-kota lain di Indonesia. “Itu bagus. Kita ditiru berarti bagus. Dan kita kejar lagi. Kita harus berpikir lagi untuk bikin perubahan, bekerja keras lagi. Sekarang saya sedang membangun cita-cita untuk membuat taman rekreasi dengan tema flora dan fauna yang lima kali lebih besar dari Taman Impian jaya Ancol,” kata Ciputra.
    Proses meniru praktik-praktik terbaik, lalu mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi sesuatu yang lebih baik, bagi Pak Ci dapat digolongkan sebagai sebuah inovasi. Inovasi di sini erarti sesuatu yang baru, berbeda, bernilai lebih, dan lain daripada pendahulunya meskipun mungkin hasil-hasil yang dicapai itu berbasiskan pendahulu yang ditiru dan diramu itu.
    Salah satu yang kini sedang ia gagas dan menjadi bagian dari mimpi dan ide bisnis Pak Ci adalah sebuah Taman Wisata Terpadu berskala raksasa, di atas lahan lebih dari 3000 hektar. Taman Wisata itu akan terletak di pegunungan yang modal utamanya adalah adalah gunung, udara yang sejuk, dan pemandangan alam yang asli, flora dan fauna. Semangat Pak Ci untuk mencipta sesuatu yang baru yang lebih bernilai dari yang sudah ada, tampak pada obsesinya untuk mewujudkan taman ini.
    Proses inovasi Ciputra mungkin lebih jelas dipahami dengan meminjam gagasan Paul Geroski dan Costas Markides. Beberapa waktu yang lalu, dua orang ilmuwan dari London Business School ini meluncurkan sebuah studi di jurnal Strategy Business dengan judul Colonist and Consolidator. Di sini mereka menyitir ada dua pengertian inovasi.
    Yang pertama adalah inovasi dalam bentuk invensi atau temuan baru. Ini dapat berarti sebuah penemuan yang menciptakan produk dan jasa yang sebelumnya tidak pernah ada atau dapat juga temuan terhadap suatu teknologi untuk menciptakan atau memproses sesuatu.
    Inovasi kedua, menurut Geroski dan Markides adalah proses merealisasikan sebuah temuan baru menjadi produk komersial yang dapat diterima pasar. Jika jenis inovasi pertama sering kali dicirikan oleh kehadiran temuan itu sebagai menciptakan sesuatu dari yang sebelumnya tidak ada, inovasi jenis kedua lebih karena terdepan dalam mencapai pasar (komersialisasi).
    Peran entrepreneur sebagai inovator tampaknya lebih dominan pada jenis inovasi yang kedua. Sedangkan pada inovasi jenis pertama para ilmuwanlah yang jadi penentunya. Menurut Geroski dan Markides, dalam inovasi jenis kedua yang terjadi sesungguhnya adalah proses belajar, baik oleh para entrepreneur sebagai produsen maupun para konsumen sebagai sumber ide bisnis.
    Selanjutnya, perkembangan pasar sebagai pendorong inovasi jenis kedua, menurut Geroski dan Markides, berlangsung dalam dua tahap.Tahap pertama adalah fase eksplorasi yang dipenuhi ketidakpastian di mana muncul perusahaan-perusahaan pionir yang dalam istilah Geroski dan Markieds disebut perusahaan kolonis, perusahaan penjelajah ide-ide dan temuan. Sedangkan fase kedua adalah ketika perusahaan-perusahaan pionir saling bersaing dengan model bisnis masing-masing sambil belajar dari bertemunya permintaan dan penawaran di pasar yang sedang bertumbuh. Pada tahap ini, perusahaan yang menjadi pemenang adalah perusahaan yang bertipe konsolidator, perusahaan yang mampu mengkonsolidasikan praktik-praktik terbaik untuk menghasilkan produk yang secara komersial terdepan memasuki pasar. Menurut Geroski dan Markides, apa yang dilakukan perusahaan konsolidator ini dapat juga disebut sebagai inovasi.
    Studi Geroski dan Markides ini dengan sendirinya membenarkan pendapat Ciputra bahwa inovasi juga adalah proses meniru dan meramu berbagai praktik-praktik terbaik untuk menghasilkan produk atau jasa yang baru yang lebih baik dan bernilai dari yang ditirunya. Studi Geroski dan Markides memang lebih menggambarkan proses inovasi di kalangan korporasi. Namun, para entrepreneur pun dapat belajar darinya dalam skala dan bisnis yang diminatinya.

    C. Peranan Dahlan Iskan ?
    Dahlan Iskan yang saat ini menjabat sebagai Menteri BUMN di Indonesia adalah tokoh yang penuh dengan inovasi dan keberanian tinggi. Penampilannya yang sering sekali terlihat memakai sepatu sport namun beliau tetap berwibawa. Pada awalnya beliu adalah Kepala Biro Tempo di Surabaya sebelum menjadi direktur utama jawa pos. sebelumny pada tahun 1982, Eric FH Samola, yang waktu itu adalah Direktur Utama PT Grafiti Pers (penerbit majalah Tempo) mengambil alih Jawa Pos dari kepemilikan The Chung Shen. Dengan manajemen baru, Eric mengangkat Dahlan Iskan untuk memimpin Jawa Pos. Eric Samola kemudian meninggal dunia pada tahun2000. Dan kepemimpinan Jawa Pos pun di pegang oleh Dahlan Iskan.
    Setelah sukses mengembangkan media cetak di seluruh Indonesia, pada tahun 2002 Jawa Pos Grup mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya yang kemudian diikuti Batam TV di Batam, RiauTV di Pekanbaru, Fajar TV di Makasar, PTV di Palembang serta Padjajaran TV di Bandung.
    Pada tahun 2008, Jawa Pos Group menambah stasiun televisi baru: Mahkamah Konstitusi Televisi (MKtv) yang berkantor di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta.
    Pada tahun 2009, Jawa Pos Group menambah data center baru: Fangbian Iskan Corporindo (FIC) yang berkantor di Gedung Graha Pena Surabaya.

    D. Jelaskan peranan Enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat !
    Peran pemimpin dalam pengembangan dan kemajuan budaya korporat perusahaan sangatlah besar. Fungsi pemimpin ialah memilih arah yang tepat untuk perubahan. Lingkungan yang menjadi tempat beroperasinya sebuah perusahaan dapat berubah dengan tiba-tiba. Pemimpin perlu menciptakan sebuah sikap di dalam perusahaan yang mengharapkan perubahan dan bersedia untuk beradaptasi. Pemimpin harus mendorong lingkungan inovasi yang konstan. Perusahaan yang secara aktif mencari perubahan lebih memiliki peluang untuk memenangkan persaingan. Saat sebuah perubahan di dunia luar melingkupi perusahaan secara tiba-tiba, perubahan internal diperlukan sekali. Tetap melakukan hal yang serupa tidak akan membuahkan hasil.
    Sebuah kelompok yang dipimpin dengan baik dengan cara yang terkoordinasi dan mengikuti sebuah rencana yang jelas. Sebagaimana yang ditekankan oleh penulis Mike Southon dan Chris West : “Kejelasan merupakan sebuah kualitas manajemen yang sering diremehkan. Beritahukan orang mengenai apa yang harus mereka lakukan dan apa alasannya. Ini mungkin terdengar cukup jelas tetapi survei sering menunjukkan para manajer terperosok dalam ketidakjelasan mengenai apa pekerjaan mereka yang sebenarnya.”
    Semua rencana besar seorang pemimpin akan gagal jika tidak bisa dilaksanakan dengan baik. Pemimpin mewujudkannya.
    Michael Eisner, mantan CEO Walt Disney Company, kini menjalankan perusahaan investasi milik pribadi Tornante.
    Sebagaimana Eisner mengatakan mengenai pelaksanaan, “Masalahnya bukan pada gagasan, masalahnya ialah bagaimana membuatnya terlaksana. Dan saya tidak atau tidak bisa mengingat film atau pertunjukan TV yang sukses yang kami pernah buat yang membuat kami menerima banyak surat bernada, “Itu ide saya,” atau “Oh Anda membuat film. Itu seperti sesuatu yang akan saya lakukan.” Dan apa yang saya ingin katakan ialah, “Baiklah, kenapa Anda tidak melakukannya?” Dan masalahnya ialah bahwa untuk menuangkan gagasan yang ada di benak dalam bentuk tertulis, meminta pendapat orang lain dan membuat mereka setuju bahwa ide itu bagus, menemukan seorang penulis, mengolahnya menjadi sebuah pertunjukan merupakan langkah besar – lihatlah betapa beratnya untuk menampilkan sebuah pertunjukan di Sekolah Menengah!”

    Daftar referensi :
    Mulyono, Fransiska. Inovasi: Sebuah Pengantar. Vol. 04. Bandung, Jawa Barat: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Parahyangan, 2008.
    Schumpeter, Joseph. A 2000, Entrepreneurship as Innovation, University of Illnois, Illinois.
    http://www.ciputraentrepreneurship.com/ciputra-way/6892-bab-ii–inovasi-dengan-meniru-secara-kreatif.html Diakses tanggal 27 Juni 2012 Pukul 19.33
    http://aguswibisono.com/2011/manajemen-inovasi/ Diakses tanggal 27 Juni 2012 Pukul 19.13
    http://bisnis.vivanews.com/news/read/330634-alasan-dahlan-iskan-tunjuk-peter-gontha Diakses tanggal 27 Juni 2012 Pukul 19.57
    http://www.ciputraentrepreneurship.com/component/wpmu/akhlispurnomo/category/tips-kepemimpinan.html Diakses tanggal 27 Juni 2012 Pukul 20.55
    http://ilmusdm.wordpress.com/2007/12/06/inovasi-penggerak-kunci-kemajuan-organisasi/ Diakses tanggal 27 Juni 2012 Pukul 19.03

  101. 101
    making money from clickbank making money from clickbank Said: @4:11 am 

    Must. Not. Comment.

  102. 102
    anonymous anonymous Said: @7:35 am 

    Mahanti Sari Nastiti (071015061)
    Ilmu Komunikasi

    Jawaban UAS Budaya Korporat nomor 3:

    a. Peranan Inovasi dalam mengatasi doktrin di badan perusahaan Putera Sampoerna
    Menurut definisinya Inovasi merupakan Suatu kreasi, pengembangan dan implementasi suatu produk, proses ataupun layanan baru dengan tujuan meningkatkan efisiensi, efektifitas ataupun keunggulan bersaing. Inovasi seringkali dalam bentuk proses apabila hasil inovasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
    Dalam kasus ini, Putra Aga Sampoerna, yaitu Putera Sampoerna, mengambil alih kemudi Sampoerna pada tahun 1978. Di bawah kendalinya, HM Sampoerna berkembang pesat dan menjadi perseroan publik pada tahun 1990 dengan struktur usaha modern, dan memulai masa investasi dan ekspansi. Selanjutnya PT HM Sampoerna Tbk. berhasil memperkuat posisinya sebagai salah satu perseroan terkemuka di Indonesia Putera Sampoerna yang menjadi generasi ketiga tidak hanya diam dalam melaksanakan usahanya. Namun dia terus melakukan inovasi-inovasi pada produknya sehingga munculah produk A Mild yang menggebrak. Dulu produk Sampoerna disegmentasikan bagi para orang tua, namun dengan inovasi, ide-ide segar muncul A Mild yang berorientasi anak muda jaman sekarang. Tidak hanya berinovasi pada produk, namun generasi ketiga Sampoerna ini juga melakukan inovasi dengan berbagai program acara yang ditujukan pada customer dan masyarakat luas. Selain inovasi, manajemen inovasi juga diperlukan karena ide-ide segar akan terus lahir di sebuah perusahaan dan menjadi sangat banyak. Keberadaan ide-ide tersebut harus diatur dan disusun secara sistematis agar tidak terjadi kesemrawutan. Inovasi yang harus dijalankan secara sistematis, efisien, dan berkelanjutan ini memerlukan suatu sistem untuk mengatur ide-ide ini agar lebih terstruktur.
    Dalam visi ke depan pun, PT Sampoerna juga memasukkan nilai bahwa “Inovasi adalaha budaya kami “kebiasaan yang kami jalani sehari-hari. Inovasi bukanlah tujuan kami, melainkan cara kami meraih prestasi”. Dari sini sudah terlihat jelas bahwa generasi ketiga, Putra Aga Sampoerna iningin terus melakukan inovasi untuk tetap mengembangkan Sampoerna tidak sampai di sini.

    b. Peranan inovasi dalam perusahaan Ciputra Group
    Inovasi memiliki peran yang sangat penting di berbagai korporasi tak terkecuali perusahaan Ciputra yang bergerak dalam bidang pengembangan properti. Bisnis Ciputra tidak berhenti pada perumahan. Ciputra terus melakukan diversifikasi produk. Hasilnya adalah proyek pembangunan rumah sakit, gedung perkantoran, universitas, dan mal. Inovasi Ciputra Group juga telah menggiring kelompok bisnis tersebut untuk berkiprah di pasar uang. Ciputra memiliki tiga perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Ketiganya adalah PT Ciputra Development Tbk dengan kode CTRA, PT Ciputra property Tbk (CTRP), dan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS).
    Dalam membangun properti, Ciputra tidak asal-asalan. Pengembang ini selalu menerapkan prinsip bangunan hijau (green property) di setiap proyeknya. Konsep green property diarahkan pada upaya penghematan energi, sehingga biaya perawatan bangunan serta emisi buang karbon berkurang. Dari inovasi-inovasi ini lah, Ciputra tidak dapat tetap berjalan sampai sekarang. Inovasi berupa ide-ide segar ini juga yang membuat Ciputra mampu berkembang, tidak hanay Rumah, tapi juga mampu membangun Universitas Ciputra dengan basic enterpreneurship.

    c. Peranan Dahlan Iskan
    Dahlan iskan merupakn seorang pemimpin yang santa Inspirator. Berawal dari pemiliki Jawa Pos Grup, lalu menjadi Direktur PLN dan sekarang menjadi seorang yang dipercaya memegang jabatan sebagai Menteri BUMN. Dahlan Iskan memiliki gaya kepemimpina yang sangat inspiratoris dan inovativ. Dengan ide-ide segarnya beliau berusaha keras untuk selalu memajukan korporasi yang dinaunginya saat itu.
    Di tangan Dahlan Iskan, Jawa Pos yang dahulunya ‘hidup segan mati tak mau’ akhirnya menjadi raksasa surat kabar setanding bahkan melebihi para pesaing-pesaingnya yang lebih dahulu eksis.
    Kemudian saat dipercaya memimpin perusahaan plat merah, PLN. Banyak gebrakan yang sudah dilakukannya. Namun bukan dengan ‘ngeyel’ atawa ‘ngotot’ dalam mendapatkan sesuatu yang semestinya menjadi hak PLN. Beliau mampu membawa PLN keluar dari krisis dengan caranya sendiri. Ketika PLN tidak atau kekurangan pasokan gas (yang justru gas banyak diekspor) beliau tak kuarang akal. Beliau akan mengimpor gas dari luar negeri. Baru pihak yang berkaitan mau memasok gas dari dalam negeri.
    Dalam kinerja PLN beliau mempunyai banyak terobosan. Ketika pembangkit di semarang yang sangat besar mmerlukan gas yang bisa dibeli agak murah dari Petronas yang beroperasi di lautan utara Semarang, ada problem yang diluar kuasa PLN. Beliau tidak berteriak-terak. beliau ambil jalan keluar dengan cara menghentikan mesin tersebut dan memasok listrik di semarang dari jalur lain yang lebih murah. Untuk di luar Jawa yang banyak sungainya digebrak penghemnatan dengan pembuatan pembangkit listrik dari aliran sungai. Pembangkit diesel diberhentikan. Dari hal ini kabarnya sudah trilyunan rupiah bisa dihemat.
    Banyak inovasi yang beliau lakukan. Banyak ide tanpa gembar-gembor. Seluruh anak buahnya di daerah diberi kebebasan menerapkan ide terobosan kelistrikan tanpa meminta harus meminta persetujuan darinya. Di tangannya lima tahun lagi mungkin PLN akan berwajah baru, menjadi perusahaan yang beretos kerja tinggi namun berorientasi pelayanan publik. Kemudian saat menjadi Menteri BUMN pun, Dahlan Iskan juga menjadi sorotan. Saat diadakan pelantikan Menteri di Isntana Negara, beliau memakai sepatu cats, yang tidak sesuai dengan protokol Istana. Inovasi beliau adalah dengan mempromosikan produk dalam negeri dan menjalanakan programnya yaitu “ 1000 Sepatu untuk anak kurang mampu”.
    Dari banyaknya inovasi yang beliau lakukan, para wartawan sering mmebuat tuliasan mengenai beliau. Ini menunjukkan bahwa Dahlan Iskan merupakan seorang tokoh yang Inpiratoris dan inovatif.
    d. Peranan Enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat??
    Enterpreneurship berperan dalam pertumbuhan industri pasar modal yang semakin dinamis. sebagai akibat dari pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi informasi, dan tren pasar modal secara global, menuntut setiap pelaku pasar termasuk lembaga penunjang pasar modal untuk selalu siap beradaptasi menghadapi perkembangan tersebut.
    Salah satu langkah strategis yang dapat diterapkan untuk menghadapi pertumbuhan tersebut adalah dengan melaksanakan praktek corporate entrepreneurship dalam perusahaan. Praktek corporate entrepreneurship dilakukan untuk mendorong perilaku karyawan agar lebih inovatif, proaktif dan risk taking. Disamping itu praktek corporate entrepreneurship akan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan dalam perusahaan baik intrinsik maupun ekstrinsik. Bila suatu korporasi mempertimbangkan membuka perusahaan (venture) atau entrepreneurship yang baru, terdapat berbagai pilihan dengan mempertimbangkan keterkaitan operasional dan pentingnya strategi.

    Referensi :
    Jurnal Management & Bisnisn Sriwijaya Vol 5 No 9 Juni 2007 http://digilib.unsri.ac.id/download/03-Suhartini%20Karim%20%28Rev04%29.pdf
    Agus Wibisono 2011 Manajemen Inovasi diakses pada 27 Juni 2012 http://aguswibisono.com/2011/manajemen-inovasi/
    http://www.sampoerna.com/id_id/about_us/investor_information/disclosures_and_reports/documents/laporan%20tahunan%202007.pdf diakses pada 27 Juni 2012
    Tiknan Tasmaun 2011 Para Pemimpin, Belajarlah kepada Dahlan Iskan ! diakses pada 27 Juni 2012 http://birokrasi.kompasiana.com/2011/02/13/para-pemimpin-belajarlah-kepada-dahlan-iskan/
    Studi Tentang Praktek corporate enterpreneurship dan Pengaruhnya terhadap Kepuasan Kerja Studi kasusa : Lembaga Pasar Modal PT ABC http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-dickyhenri-31497
    http://www.citralandngkjambi.com/news/58-sumberkompascom.html diakses pada 28 Juni 2012

  103. 103
    Lailatun Niqmah_071015010 Lailatun Niqmah_071015010 Said: @8:31 am 

    Lailatun Niqmah
    071015010
    Jawaban no 3 UAS budaya korporat
    a. Peranan Putera Sampoerna
    Setelah ayahnya meninggal pada tahun 1994, Putera semakin aktif menggenjot perusahaan. Putera mengelola perusahaan keluarga ini secara profesional dengan dukungan manajer profesional. Putera dikenal luwes dalam menjalankan roda perusahaannya. Ia tidak hanya lihai dalam melakukan inovasi produk inti perusahaan yakni rokok, namun juga jeli melihat peluang bisnis di segmen usaha lain.
    Putera di antaranya berhasil mengekspansi bisnis seperti supermarket dengan mengakuisi Alfa dan mendirikan Bank Sampoerna pada tahun 1980-an. Sayang, bisnis perbankannya ini jeblok. Namun, satu inovasi yang paling diingat orang sampai saat ini adalah gebrakan Putera meluncurkan A Mild, rokok rendah nikotin pertama di Indonesia. Inilah yang menunjukkan Putera sebagai seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Sensasinya membuat rokok rendah nikotin akhirnya diikuti oleh banyak perusahaan rokok lain.
    Tetapi, sensasi paling mengagetkan dari kiprah Putera Sampoerna adalah adalah keputusan menjual seluruh saham keluarga Sampoerna di PT HM Sampoerna Tbk sebanyak 40 % ke Philip Morris Internasional pada bulan Maret 2005. Inilah keputusan yang dianggap merubah sejarah perusahaan keluarga yang dirintis kakeknya. Padahal saat itu, perusahaan rokok Sampoerna sedang dalam posisi yang sangat baik yaitu menguasai 19,4 % pasar rokok di Indonesia dengan laba bersih Rp15 triliun. Putera berani melepas zona nyamannya di bisnis rokok untuk menjemput pasar masa depan dengan mengubah langkah bisnisnya dari rokok ke argoindustri dan infrastruktur.
    Strategi Yang digunakan Oleh PT. Sampoerna
    1. Market Driven Strategy
    PT Sampoerna untuk mengawali menjadikan Market Sebagai Orientasi Untuk Membuat Strategy harus diyakini bahwa customer merupakan raja sudah sepatutnya raja harus dipenuhi kebutuhannya dan keinginannya. Perlu adanya upaya yang menjaga hubungan dengan para customer untuk mempertahankan loyalitasnya, untuk dapat mempertahankan loyalitas customer harus ada observasi pada pasar, mengetahui apa yang diinginkan pasar, membuat sebuah inovasi produk baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar.
    Market Driven Strategy secara garis besar adalah strategi yang diaplikasikan dengan cara memahami pasar, customers dan pesaing. Memahami pasar dapat diartikan bahwa produk yang kita berikan harus sesuai apa yang diinginkan pasar tersebut melalui. Memahami customer dapat diartikan selain membuat produk yang diinginkan pasar, sebagai businessman kita juga harus dapat memberikan nilai tambah (value) kepada customer,value yang diberikan harus lebih dari pengorbanan yang telah dilakukan. Setelah kita memahami pasar, memahami customer kita juga harus memahami pesaing, kita harus memahami kondisi pesaing, value apa yang diberikan pesaing kepada customer, teknologi apa yang pesaing pakai dll.
    PT Sampoerna sudah berbasis Berorientasikan Market Driven Strategy sejak kemunculan produk A mild. Produk A mild merupakan salah satu implementasi dari market driven strategy dikarenakan produk A mild memiliki keunikan tersendiri dengan kandungan nikotin dan tar yang rendah. Produk A mild memilki keunikan tersendiri dilihat dari tema komunikasi pertamanya ‘Taste of the Future’ yang ingin mencirikan produk A mild memiliki perbedaan yang bukan rasa tetapi juga sebuah gaya hidup masa depan.
    2. Blue Ocean Strategy.
    Blue Ocean Strategy yang digunakan PT. HM Sampoerna dalam bisnisnya dapat dilihat dengan diluncurkannya produk A Mild. Peluncuran ini cukup mengagetkan banyak pihak, terutama industri rokok saat itu. Hal ini disebabkan karena produk A-Mild merupakan produk yang unik, yang tidak tergolong dalam kategori manapun, dari tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Melalui A-Mild PT Sampoerna Tbk mengambil langkah berani untuk membuat sebuah kategori baru, yakni SKM mild. Sejak awal A-Mild memang sudah dirancang untuk menjadi produk yang tidak ada duanya di pasar domestik saat itu. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg. Tidak hanya pada komposisi, Sampoerna juga melakukan perubahan pada kemasan A-Mild dengan mengurangi isi 20 batang menjadi 16 batang. Untuk inovasi produk A Mild dibutuhkan waktu 2 tahun untuk mempersiapkannya. Hal ini dikarenakan pada saat itu tidak ada benchmark produk yang dapat dijadikan acuan, termasuk di pasar internasional. Yang ada hanya berbagai survey dan riset yang melibatkan konsumen, termasuk di antaranya uji buta yang tidak hanya dilakukan sekali, tapi beberapa kali di beberapa kota.
    Tahun 1994 A-Mild mengganti motto kampanye Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go. Dengan motto ini Sampoerna seolah-olah menantang konsumen untuk berpikir ulang mengenai jenis rokok yang mereka konsumsi. Cara ini terbukti efektif karena penjualan A-Mild naik tiga kali lipat, dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring dengan berjalannya waktu, penjualan A-Mild pun terus naik. Tahun 1996, A-Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Di tahun 2005, rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional. Hingga kini A-Mild telah menjadi salah satu produk unggulan dari Sampoerna dengan penguasaan pasar sekitar 50%.
    3. Memberi “Customer Value” Pada Produknya
    Pada perusahaan sampoerna, Customer value diimplementasikan dengan cara limited edition pada beberapa produk sampoerna, yaitu A-mild. Sampoerna memproduksi limited edition pada produk A-mild kemasan 12 batang, Dengan adanya A mild limited edition, Sampoerna memberikan nilai tambah dengan memberikan tampilan yang berbeda dari bungkus rokok biasa dan tercantum joke pada bungkus rokok limited edition tersebut seperti ‘Kalo cinta itu buta, buat apa ada bikini’, joke tersebut sangat memberikan nilai tambah kepada para customer muda. Edisi terbatas (limited edition) dimaksudkan untuk menarik konsumen muda dan juga limit ededition A-mild diperuntukkan untuk meningkatkan penjualan A-mild kemasan 12 batang yang cukup rendah dibandingkan A mild kemasan 16 batang.
    4. Diversifikasi Produk
    Diversifikasi adalah strategi penempatan dana investasi kita ke instrumen yang berbeda-beda.Alasan mengapa PT. HM SAMPOERNA Tbk. melakukan diversifikasi. Diversifikasi produk adalah upaya yang dilakukan perusahaan untuk memasarkan beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. Perusahaan melakukan diversifikasi produk ditujukan:
    • untuk membuat produk tahan lebih lama,
    • mengarah kepada produk siap konsumsi / digunakan,
    • memenuhi selera, kebutuhan dan harapan konsumen,
    • memperluas pasar, mempermudah transportasi, menyerap tenaga kerja, member nilai tambah, pendapatan dan lain sebagainya.
    Putera Sampoerna, generasi ketiga keluarga Sampoerna ini memang seorang pebisnis yang sangat visioner. Dengan kelihaian melihat pangsa pasar membuat Sampoerna bertengger menjadi perusahaan rokok yang sangat besar di Indonesia. Keputusan sensasionalnya membuat dirinya justru semakin berkibar di jajaran pengusaha besar Indonesia. Langkah mengubah haluan dari ‘zona nyaman’ untuk mencari terobosan ke depan patut dijadikan contoh, bahwa keputusan berani kadang perlu diambil untuk mencapai tingkat sukses berikutnya. (andriewongso.com)
    b. Inovasi ciputra
    Ir. Ciputra (lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931; umur 80 tahun) adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra.
    Setelah menyelesaikan kuliahnya di ITB, Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah itusebagai penasihat. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol.
    Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.
    Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu, Bank Ciputra yang didirikannya ditutup oleh Pemerintah karena dianggap tidak layak dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintis menjelang krisis pun ikut ditutup. Dengan adanya kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank, ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.
    Pada usianya yang ke-75, ia memilih untuk mengembangkan bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan Universitas Ciputra. Sekolah ini menitikberatkan pada kewirausahaan. Dengan sekolah ini, Ciputra bertujuan untuk menyiapkan para lulusannya menjadi pengusaha.
    Ciputra saat ini dikenal sebagai sosok penyebar entrepreneurship / kewirausahaan di Indonesia. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menanamkan pentingnya kewirausahaan untuk membuat bangsa Indonesia maju.
    Kiprah Ciputra diapresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memberikan dua rekor kepada Ciputra, yakni sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan kepada dosen terbanyak. Ciputra melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) telah memberikan pelatihan entrepreneurship kepada setidaknya 1.600 dosen. Ciputra juga dinobatkan sebagai Entrepreneur of The Year 2007 versi Ernst & Young.
    a. Inovasi dahlan iskan
    Dahlan Iskan adalah seorang CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Network, yang bermarkas di Surabaya. Saat ini ia menjabat sebagai Menteri BUMN dan sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PLN sejak tanggal 23 Desember 2009. Terkait dengan kiprahnya sebagai CEO PLN sebelum menjabat menjadi Menteri BUMN, Dahlan Iskan berandil dalam membangun dan memperbaiki pelayanan PLN dalam menyediakan pasokan listrik secara nasional. Semenjak beliau menjadi CEO PLN, beliau memberikan warna berbeda di tubuh PLN, mulai dari restrukuturasi organisasi di Internal PLN, perubahan teknis serta terobosan baru dalam menjembatani hubungan atasan dan bawahan.
    Dahlan Iskan melakukan terobosan baru dalam menjembatani hubungan antara atasan dan bawahan. Tidak semua seorang CEO suatu organisasi dapat berhasil menjembatani hubungan antara atasan dan bawahannya. Kebanyakan CEO terlalu kaku dalam menjalin hubungan dengan karyawan atau bawahannya. Misalnya adalah menjalin hubungan hanya saat rapat organisasi, hanya melalui sekertaris, dan lain sebagainya yang masih kurang luwes untuk membuat bawahannya lebih merasa nyaman dan merasa tidak ada “dinding besar” yang harus mereka lalui untuk berkomunikasi dengan atasan. Berbeda dengan Dahlan Iskan, terobosan barunya sangat inspiratif dan berhasil, sebelum ia menjabat sebagai CEO PLN, pada tanggal 17 di setiap bulannya diadakan ritual upacara di PLN, namun semenjak Dahlan Iskan menjabat sebagai CEO beliau menggantinya dengan sesi diskusi antara atasan dan bawahan. Selain itu yang menarik lagi adalah beliau membuat CEO note’s di blog miliknya yang isinya berupa pengalaman hidupnya, ilmu pengetahuan yang ia miliki, dan nasihat- nasihat yang teramat sangat bermanfaat untuk membangkitkan semangat para karyawan. CEO note’s ini adalah salah satu knowledge management yang dilakukan oleh seorang CEO hebat ini.
    Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.
    c. Peranan enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Perilaku entrepreneur
    1. Mencari dan menangkap peluang
    2. Mengambil inisiatif untuk membuat sesuatu terjadi
    3. Memecahkan masalah secara kreatif
    4. Mengelola secara mandiri
    5. Suka mengambil tanggung jawab
    6. Suka mencari sesuai melalui trobosan –trobosan
    7. Menjalin hubungan secara efektif untuk mengelola saling ketergantungan
    8. Menempatkan segala sesuatu bersama-sama secara kreatif
    9. Menggunakan pemikiran kritis untuk memperhitungkan dalam pengambilan risiko
    Atribut entrepreneur
    1. Memiliki orientasi dan ambisi untuk berhasil
    2. Percaya diri dan keyakinan diri tinggi
    3. Ketekunan tinggi
    4. Kontrol diri yang tinggi (otonomi)
    5. Orientasi pada tindakan
    6. Suka belajar dari pengamalam kerja (learning by doing)
    7. Pekerja keras
    8. Tekad yang tinggi
    9. Suka berkreativitas
    10. Berani mengambil resiko
    Dari perilaku dan atribut enterpreneur yang disebutkan diatas dapat dilihat bahwa jika enterpreneur diterapkan dalam sebuah korporasi maka korporasi tersebut akan meningkat. Budaya kerja dari karyawan juga semakin baik karna sifat-sifat perilaku yang dimiliki enterpreneur, sehingga seperti yang diketahui bahwa semakin baik dan kuat budaya korporat maka perusahaan tersebut juga semakin kuat dan baik. Jadi perilaku dan atribut enterpreneur , budaya korporat, perusahaan berbanding lurus.
    Referensi :
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/05/07/terobosan-baru-dahlan-iskan-di-pln-peran-knowledge-management-dalam-keberhasilan-dahlan-iskan-mengubah-organisasi-pln/
    http://joglohandycraft.wordpress.com/tag/putera-sampoerna/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Ciputra
    http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=peranan+enterpreneurship+dalam+pengembangan+budaya+korporat&source=web&cd=3&ved=0CFQQFjAC&url=http%3A%2F%2Fkemahasiswaan.um.ac.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2012%2F06%2Fentreprenuer%2Bdan%2Binbis-UM-nuhfil.pptx&ei=Dv_sT4qMO9GWiQfg99WZDQ&usg=AFQjCNHBcGZclcWLNHaJf9tCn_E6aAQPqg&cad=rja

  104. 104
    Anonymous Said: @8:36 am 

    Nama : Randy Wicaksono P
    NIM : 070810134
    Jurusan : Antropologi

    UAS / Jawaban Soal no 3

    1. Peran inovai dalam suatu korporat meliputi lebih dari sekedar peningkatan ouput. Didalamnya terdapat penetapan perubahan dalam struktur bisnis. Seperti yang terjadi di PT HM SAMPOERNA. Putra sampoerna yang merupakan penerus ketiga berhasil menaklukkan doktrin tersebut karena prinsip awal dari PT HM SAMPOERNA adalah Inovasi. Ketika tahun 2007, PT HM SAMPOERNA merasa seakan dalam tubuhnya tidak terjadi perubahan setelah diluncurkannya produk “Marlboro Mix 9”. Ketika itu juga pura sampoerna berani untuk memberikan perubahan atau inovasi yang bisa dikatakan sebagai perubahan besar yaitu diluncurkannya “A Mild”. Produk ini mampu membawa PT HM SAMPOERNA mengalami kenaikan penjualan sebesar 0,3%. Setelah itu dikeluarkan terobosan baru yang berawal dari “A Mild” yaitu “U Mild”. Dalam produk yang baru inilah mereka berhasil menguasai pasaran rokok. Dari semua hal inilah yang membuat putra sampoerna berhasil mempertahankan kualitas dan kuantitas serta nama baik dari PT HM SAMPOERNA. Beliau mampu membuktikan bahwa doktrin yang mengatakan bahwa pewaris ketiga dari suatu perusahaan adalah menghancurkan perusahaan tersebut. Seperti motivasi yang dikatakn oleh PT HM SAMPOERNA yaitu “Inovasi adalah budaya kami; kebiasaan yang kami jalani setiap hari” dan “Inovasi bukanlah tujuan kami, melainkan cara kami meraih prestasi”.

    2.Ciputra
    Ir. Ciputra merupakan entrepreneur sejati yang mengarang buku “Ciputra Quantum Leap : Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa. Dalam buku tersebut berisi visi dan misi beliau,“Salah satu impian saya yang ingin saya wujudkan adalah membantu agar negara Indonesia menjadi negara entrepreneur. Untuk bisa mencapainya saya memutuskan untuk menuangkan visi dan misi saya tersebut dalam buku “Ciputra Quantum Leap” Entrepreneurship Mengubah Bangsa dan Anda.”
    Ir. Ciputra tidak mudah untuk mewujudkan impiannya, banyak proses yang dilalui untuk mewujudkan hal tersebut. Impian tersebut muncul karena Ir. Ciputra melihat bahwa kekayaan alam Indonesia sangat banyak tetapi mengapa Indonesia belum bisa mengatasi masalah kemiskinan. Ir. Ciputra percaya bahwa hal yang membuat Indonesia belum bisa mengatasi masalah kemiskinan karena sudah mulai hilangnya semangat entrepreneur. Ir. Ciputra melakukan proses entrepreneur selama mendirikan dan mengembangkan tiga grup pengembang : Jaya Group, Metropolitan Group dan Ciputra Group. Menurut Ciputra, terdapat tiga ciri entrepreneur yang harus dimiliki dari banyak ciri yang dimiliki entrepreneur. Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur (Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Bangsa 2010). Kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari adalag menciptakan peluang. Seorang pencipta peluang adalah orang yang sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan melalui imajinasi kreatifnya.

    3.peranan Dahlan Iskan
    DAHLAN ISKAN lebih akrab disapa Pak Bos. Pria kelahiran Magetan 17 Agustus 1951 ini memang bos Grup JAWA POS. Di masthead koran-koran di lingkungan Grup JAWA POS, jabatan resmi Dahlan Iskan adalah chairman. Memang, selain membesarkan JAWA POS (dan grupnya) dialah ‘roh’ Grup JAWA POS.
    Yang menarik, berbeda dengan bos-bos media lainnya, Dahlan Iskan ini tetap menulis. Bikin reportase, kolom, analisis berita… pokoknya menulis. Menulis kapan saja dia suka. Menulis dan membaca sudah menjadi darah daging tokoh pers nasional itu. Kalau sudah ada ide, di mana pun, kapan pun… Dahlan Iskan menulis.
    Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.
    Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.
    Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.
    Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC)yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer
    Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.
    Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit.

    4.fungsi entrepreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Kewirausahaan korporasi yang dipergunakan oleh sebuah organisasi untuk memperluas usaha dengan menjajaki peluang baru melalui kombinasi baru dari sumber daya yang sudah ada, Kewirausahaan korporasi tersebut merupakan cara untuk memimpin persaingan bisnis yang digeluti. Intrapreneurship, jelas berkaitan dengan kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kebiasaan memulai dan mengembangkan bisnis baru di dalam struktur organisasi yang sudah ada (Stoner, 2000:170). Sesuai dengan tujuan dan kemampuan bersaing, maka fungsi kewirausahaan korporasi adalah melakukan proses penciptaan kekayaan (kemakmuran) dan peningkatan nilai tambah, melalui gagasan-gagasan, meramu sumber-sumber dan membuat segala sesuatunya menjadi kenyataan. Berdasarkan penelitian – penelitian sebelumnya, kewirausahaan korporasi merupakan faktor yang penting dan mempengaruhi dalam pencapaian keberhasilan / kinerja perusahaan.
    Peran wirausaha adalah melahirkan suatu organisasi baru, baik sendiri maupun bersama suatu kelompok. Setelah lahir maka wirausaha melakukan upaya pengembangan organisasi hingga sampai organisasi tidak lagi tergantung pada pendiri. Pelaksanaan organisasi memerlukan manajemen yang menguatkan organisasi dengan sistem manajemen dan mengurangi ketidak-pastian dan ketergantungan pada faktor subjektivitas pendiri. Fungsi entrepreneurship dalam pengembangan budaya perusahaan antara lain adalah menciptakan kedinamisan, serta hal-hal baru yang unik dan khusus. Pengembangan sistem dan budaya organisasi harus dapat menampung manajemen yang baik dan juga adanya kewirausahaan. Salah satu pola yang ada untuk menampung kewirausahaan di dalam organisasi mapan adalah wirausaha-intra (intrapreneurs). Pengembangan kewirausahaan di dalam perusahaan dapat terjadi pada tiga tingkatan, yaitu: Individual (intrapreneurs / product champions), Kelompok kerja (entrepreneurial team / skunworks), dan Oganisasi / Perusahaan (entrepreneurial organization).

    Sumber :
    http://www.ciputraentrepreneurship.com
    http://blog.beswandjarum.com/fajartungguljati/2011/01/06/manajemen-strategik-pthm-sampoerna/
    Dendy. Menilik Prestasi PLN. 26 01 2011. http://pedemunegeri.com/tulisan/detail/781/menilik-prestasi-pln (diakses 06 26, 2012).
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    http://blog.beswandjarum.com/fajartungguljati/2011/01/06/manajemen-strategik-pthm-sampoerna/ (diakses 06 29, 2011).
    Mulyono, Fransiska. Inovasi: Sebuah Pengantar. Vol. 04. Bandung, Jawa Barat: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Parahyangan, 2008.

  105. 105
    danang septiyanto danang septiyanto Said: @8:53 am 

    NAMA: Danang Septiyanto
    NIM: 071017048
    PRODI: Antropologi

    3. A) Putera Sampoerna adalah generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Dalam inovasinya di bisnis rokok, HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air, yakni rokok rendah tar dan nikotin. Pada 1990-an, itu Putera Sampoerna dengan kreatif mengenalkan produk rokok terbaru: A Mild. Kala itu, Putera meluncurkan A Mild sebagai rokok rendah nikotin dan “taste to the future”, di tengah ramainya pasar rokok kretek. Putera bermaksud agar konsumen rokok lebih memikirkan lagi bahaya nikotin yang berkadar tinggi dan membuat suatu inovasi dengan produk A Mildnya yang rendah tar dan nikotin. Putera Sampoerna memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain sebelumnya. Dia mampu membuat sensasi (tapi terukur)dalam dunia bisnis dan korporatnya. Inovasi dalam bisnis rokok mild yang berbeda dengan sebelumnya yang dilakukan oleh Putera Sampoerna telah memecahkan doktrin dalam dunia bisnis, dimana selama ini beranggapan bahwa generasi ke tiga adalah generasi pengahancur. Putera Sampoerna berhasil membuktikan bahwa doktrin tersebut tidaklah benar dan dengan inovasinya itu dia mampu melakukan perubahan dari luar korporatnya.

    B) Ciputra berprinsip “Meniru adalah proses inovatif jika yang kita lakukan adalah meniru praktik-praktik terbaik, mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi sesuatu yang lebih baik dan lebih bernilai sesuai dengan konteks usaha kita sendiri”. Tentu saja meniru yang dimaksudkan Ciputra bukan dalam konteks mencontek atau seperti memfotokopi, Meniru yang dimaksudkannya adalah meniru dengan menggali kebaikan-kebaikan yang ada pada yang ditiru untuk kemudian ditingkatkan lagi. Peniruan semacam itu dapat membuka kemungkinan terciptanya sebuah inovasi baik dalam bentuk inovasi produk maupun inovasi proses. Di Indonesia Ciputra sering dikatakan telah melakukan tujuh inovasi di bidang property/arsitektur. Salah satu inovasinya yang dianggap fenomenal adalah Taman Impian Jaya Ancol yang merupakan taman rekreasi pertama yang menggunakan berbagai tema. Ternyata belakangan ini Taman Impian Jaya Ancol beserta Dunia Fantasi-nya ditiru oleh pengembang lain.

    C) Dahlan Iskan merupakan direktur utama dari perusahaan BUMN PT PLN yang melakukan banyak inovasi baru dalam program-progran yang dicanangkannya selama memimpin. Dia memprioritaskan pada tiga hal, yaitu Pertama adalah bagaimana mendapat pasokan gas untuk pembangkit listrik, kedua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan pengadaan trafo cadangan di gardu induk. Jakarta yang dulunya sering mengalami mati listrik kini mulai membenahi diri, hal ini tentu disambut baik oleh masyarakat. Melalui inovasi yang ia buat, Dahlan Iskan mengubah pandangan masyarakat terhadap PLN dan menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap PLN. Dahlan Iskan juga merupakan orang dibalik berkembangnya Jawa Pos menjadi surat kabar berskala nasional. Selama lima tahun pula Dahlan Iskan membentuk Jawa Pos News Network (JPNN) salah satu jaringan surat kabar yang paling besar di seluruh Nusantara yang memiliki 80 surat kabar, tabloid, dan majalah serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Dahlan Iskan mengubah koran lokal menjadi koran nasional yang memiliki banyak pelanggan.

    D) Menurut definisi Peter F. Drucker entrepreneurship adalah suatu “aktivitas yang secara konsisten dilakukan guna mengkonversi ide-ide yang bagus menjadi kegiatan usaha yang menguntungkan”. Penting sekali bahwa manajemen membantu keberhasilan karyawan, sebab keberhasilan karyawan tentu saja mempengaruhi keberhasilan korporat dalam persaingan bisnis. enterpreneurship dapat menjadi jalan keluar kebutuhan korporasi untuk membesarkan bisnis, sekaligus menyalurkan kebutuhan karyawan untuk bertindak sebagai pengusaha.

    REFERENSI:
    http://biografi.rumus.web.id/2010/10/biografi-putera-sampoerna.html
    http://www.ciputraentrepreneurship.com/ciputra-way/6892-bab-ii–inovasi-dengan-meniru-secara-kreatif.html
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    http://betley.wordpress.com/2009/07/04/entrepreneurship/

  106. 106
    Lailatun Niqmah_071015010 Lailatun Niqmah_071015010 Said: @8:58 am 

    Lailatun Niqmah
    071015010
    Jawaban no 3 UAS budaya korporat
    a. Peranan Putera Sampoerna
    Setelah ayahnya meninggal pada tahun 1994, Putera semakin aktif menggenjot perusahaan. Putera mengelola perusahaan keluarga ini secara profesional dengan dukungan manajer profesional. Putera dikenal luwes dalam menjalankan roda perusahaannya. Ia tidak hanya lihai dalam melakukan inovasi produk inti perusahaan yakni rokok, namun juga jeli melihat peluang bisnis di segmen usaha lain.
    Putera di antaranya berhasil mengekspansi bisnis seperti supermarket dengan mengakuisi Alfa dan mendirikan Bank Sampoerna pada tahun 1980-an. Sayang, bisnis perbankannya ini jeblok. Namun, satu inovasi yang paling diingat orang sampai saat ini adalah gebrakan Putera meluncurkan A Mild, rokok rendah nikotin pertama di Indonesia. Inilah yang menunjukkan Putera sebagai seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Sensasinya membuat rokok rendah nikotin akhirnya diikuti oleh banyak perusahaan rokok lain.
    Tetapi, sensasi paling mengagetkan dari kiprah Putera Sampoerna adalah adalah keputusan menjual seluruh saham keluarga Sampoerna di PT HM Sampoerna Tbk sebanyak 40 % ke Philip Morris Internasional pada bulan Maret 2005. Inilah keputusan yang dianggap merubah sejarah perusahaan keluarga yang dirintis kakeknya. Padahal saat itu, perusahaan rokok Sampoerna sedang dalam posisi yang sangat baik yaitu menguasai 19,4 % pasar rokok di Indonesia dengan laba bersih Rp15 triliun. Putera berani melepas zona nyamannya di bisnis rokok untuk menjemput pasar masa depan dengan mengubah langkah bisnisnya dari rokok ke argoindustri dan infrastruktur.
    Strategi Yang digunakan Oleh PT. Sampoerna
    1. Market Driven Strategy
    PT Sampoerna untuk mengawali menjadikan Market Sebagai Orientasi Untuk Membuat Strategy harus diyakini bahwa customer merupakan raja sudah sepatutnya raja harus dipenuhi kebutuhannya dan keinginannya. Perlu adanya upaya yang menjaga hubungan dengan para customer untuk mempertahankan loyalitasnya, untuk dapat mempertahankan loyalitas customer harus ada observasi pada pasar, mengetahui apa yang diinginkan pasar, membuat sebuah inovasi produk baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar.
    Market Driven Strategy secara garis besar adalah strategi yang diaplikasikan dengan cara memahami pasar, customers dan pesaing. Memahami pasar dapat diartikan bahwa produk yang kita berikan harus sesuai apa yang diinginkan pasar tersebut melalui. Memahami customer dapat diartikan selain membuat produk yang diinginkan pasar, sebagai businessman kita juga harus dapat memberikan nilai tambah (value) kepada customer,value yang diberikan harus lebih dari pengorbanan yang telah dilakukan. Setelah kita memahami pasar, memahami customer kita juga harus memahami pesaing, kita harus memahami kondisi pesaing, value apa yang diberikan pesaing kepada customer, teknologi apa yang pesaing pakai dll.
    PT Sampoerna sudah berbasis Berorientasikan Market Driven Strategy sejak kemunculan produk A mild. Produk A mild merupakan salah satu implementasi dari market driven strategy dikarenakan produk A mild memiliki keunikan tersendiri dengan kandungan nikotin dan tar yang rendah. Produk A mild memilki keunikan tersendiri dilihat dari tema komunikasi pertamanya ‘Taste of the Future’ yang ingin mencirikan produk A mild memiliki perbedaan yang bukan rasa tetapi juga sebuah gaya hidup masa depan.
    2. Blue Ocean Strategy.
    Blue Ocean Strategy yang digunakan PT. HM Sampoerna dalam bisnisnya dapat dilihat dengan diluncurkannya produk A Mild. Peluncuran ini cukup mengagetkan banyak pihak, terutama industri rokok saat itu. Hal ini disebabkan karena produk A-Mild merupakan produk yang unik, yang tidak tergolong dalam kategori manapun, dari tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Melalui A-Mild PT Sampoerna Tbk mengambil langkah berani untuk membuat sebuah kategori baru, yakni SKM mild. Sejak awal A-Mild memang sudah dirancang untuk menjadi produk yang tidak ada duanya di pasar domestik saat itu. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg. Tidak hanya pada komposisi, Sampoerna juga melakukan perubahan pada kemasan A-Mild dengan mengurangi isi 20 batang menjadi 16 batang. Untuk inovasi produk A Mild dibutuhkan waktu 2 tahun untuk mempersiapkannya. Hal ini dikarenakan pada saat itu tidak ada benchmark produk yang dapat dijadikan acuan, termasuk di pasar internasional. Yang ada hanya berbagai survey dan riset yang melibatkan konsumen, termasuk di antaranya uji buta yang tidak hanya dilakukan sekali, tapi beberapa kali di beberapa kota.
    Tahun 1994 A-Mild mengganti motto kampanye Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go. Dengan motto ini Sampoerna seolah-olah menantang konsumen untuk berpikir ulang mengenai jenis rokok yang mereka konsumsi. Cara ini terbukti efektif karena penjualan A-Mild naik tiga kali lipat, dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring dengan berjalannya waktu, penjualan A-Mild pun terus naik. Tahun 1996, A-Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Di tahun 2005, rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional. Hingga kini A-Mild telah menjadi salah satu produk unggulan dari Sampoerna dengan penguasaan pasar sekitar 50%.
    3. Memberi “Customer Value” Pada Produknya
    Pada perusahaan sampoerna, Customer value diimplementasikan dengan cara limited edition pada beberapa produk sampoerna, yaitu A-mild. Sampoerna memproduksi limited edition pada produk A-mild kemasan 12 batang, Dengan adanya A mild limited edition, Sampoerna memberikan nilai tambah dengan memberikan tampilan yang berbeda dari bungkus rokok biasa dan tercantum joke pada bungkus rokok limited edition tersebut seperti ‘Kalo cinta itu buta, buat apa ada bikini’, joke tersebut sangat memberikan nilai tambah kepada para customer muda. Edisi terbatas (limited edition) dimaksudkan untuk menarik konsumen muda dan juga limit ededition A-mild diperuntukkan untuk meningkatkan penjualan A-mild kemasan 12 batang yang cukup rendah dibandingkan A mild kemasan 16 batang.
    4. Diversifikasi Produk
    Diversifikasi adalah strategi penempatan dana investasi kita ke instrumen yang berbeda-beda.Alasan mengapa PT. HM SAMPOERNA Tbk. melakukan diversifikasi. Diversifikasi produk adalah upaya yang dilakukan perusahaan untuk memasarkan beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. Perusahaan melakukan diversifikasi produk ditujukan:
    • untuk membuat produk tahan lebih lama,
    • mengarah kepada produk siap konsumsi / digunakan,
    • memenuhi selera, kebutuhan dan harapan konsumen,
    • memperluas pasar, mempermudah transportasi, menyerap tenaga kerja, member nilai tambah, pendapatan dan lain sebagainya.
    Putera Sampoerna, generasi ketiga keluarga Sampoerna ini memang seorang pebisnis yang sangat visioner. Dengan kelihaian melihat pangsa pasar membuat Sampoerna bertengger menjadi perusahaan rokok yang sangat besar di Indonesia. Keputusan sensasionalnya membuat dirinya justru semakin berkibar di jajaran pengusaha besar Indonesia. Langkah mengubah haluan dari ‘zona nyaman’ untuk mencari terobosan ke depan patut dijadikan contoh, bahwa keputusan berani kadang perlu diambil untuk mencapai tingkat sukses berikutnya. (andriewongso.com)
    b. Inovasi ciputra
    Ir. Ciputra (lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931; umur 80 tahun) adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra.
    Setelah menyelesaikan kuliahnya di ITB, Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah itusebagai penasihat. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol.
    Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.
    Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu, Bank Ciputra yang didirikannya ditutup oleh Pemerintah karena dianggap tidak layak dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintis menjelang krisis pun ikut ditutup. Dengan adanya kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank, ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.
    Pada usianya yang ke-75, ia memilih untuk mengembangkan bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan Universitas Ciputra. Sekolah ini menitikberatkan pada kewirausahaan. Dengan sekolah ini, Ciputra bertujuan untuk menyiapkan para lulusannya menjadi pengusaha.
    Ciputra saat ini dikenal sebagai sosok penyebar entrepreneurship / kewirausahaan di Indonesia. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menanamkan pentingnya kewirausahaan untuk membuat bangsa Indonesia maju.
    Kiprah Ciputra diapresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memberikan dua rekor kepada Ciputra, yakni sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan kepada dosen terbanyak. Ciputra melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) telah memberikan pelatihan entrepreneurship kepada setidaknya 1.600 dosen. Ciputra juga dinobatkan sebagai Entrepreneur of The Year 2007 versi Ernst & Young.
    a. Inovasi dahlan iskan
    Dahlan Iskan adalah seorang CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Network, yang bermarkas di Surabaya. Saat ini ia menjabat sebagai Menteri BUMN dan sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PLN sejak tanggal 23 Desember 2009. Terkait dengan kiprahnya sebagai CEO PLN sebelum menjabat menjadi Menteri BUMN, Dahlan Iskan berandil dalam membangun dan memperbaiki pelayanan PLN dalam menyediakan pasokan listrik secara nasional. Semenjak beliau menjadi CEO PLN, beliau memberikan warna berbeda di tubuh PLN, mulai dari restrukuturasi organisasi di Internal PLN, perubahan teknis serta terobosan baru dalam menjembatani hubungan atasan dan bawahan.
    Dahlan Iskan melakukan terobosan baru dalam menjembatani hubungan antara atasan dan bawahan. Tidak semua seorang CEO suatu organisasi dapat berhasil menjembatani hubungan antara atasan dan bawahannya. Kebanyakan CEO terlalu kaku dalam menjalin hubungan dengan karyawan atau bawahannya. Misalnya adalah menjalin hubungan hanya saat rapat organisasi, hanya melalui sekertaris, dan lain sebagainya yang masih kurang luwes untuk membuat bawahannya lebih merasa nyaman dan merasa tidak ada “dinding besar” yang harus mereka lalui untuk berkomunikasi dengan atasan. Berbeda dengan Dahlan Iskan, terobosan barunya sangat inspiratif dan berhasil, sebelum ia menjabat sebagai CEO PLN, pada tanggal 17 di setiap bulannya diadakan ritual upacara di PLN, namun semenjak Dahlan Iskan menjabat sebagai CEO beliau menggantinya dengan sesi diskusi antara atasan dan bawahan. Selain itu yang menarik lagi adalah beliau membuat CEO note’s di blog miliknya yang isinya berupa pengalaman hidupnya, ilmu pengetahuan yang ia miliki, dan nasihat- nasihat yang teramat sangat bermanfaat untuk membangkitkan semangat para karyawan. CEO note’s ini adalah salah satu knowledge management yang dilakukan oleh seorang CEO hebat ini.
    Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.
    c. Peranan enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Perilaku entrepreneur
    1. Mencari dan menangkap peluang
    2. Mengambil inisiatif untuk membuat sesuatu terjadi
    3. Memecahkan masalah secara kreatif
    4. Mengelola secara mandiri
    5. Suka mengambil tanggung jawab
    6. Suka mencari sesuai melalui trobosan –trobosan
    7. Menjalin hubungan secara efektif untuk mengelola saling ketergantungan
    8. Menempatkan segala sesuatu bersama-sama secara kreatif
    9. Menggunakan pemikiran kritis untuk memperhitungkan dalam pengambilan risiko
    Atribut entrepreneur
    1. Memiliki orientasi dan ambisi untuk berhasil
    2. Percaya diri dan keyakinan diri tinggi
    3. Ketekunan tinggi
    4. Kontrol diri yang tinggi (otonomi)
    5. Orientasi pada tindakan
    6. Suka belajar dari pengamalam kerja (learning by doing)
    7. Pekerja keras
    8. Tekad yang tinggi
    9. Suka berkreativitas
    10. Berani mengambil resiko
    Dari perilaku dan atribut enterpreneur yang disebutkan diatas dapat dilihat bahwa jika enterpreneur diterapkan dalam sebuah korporasi maka korporasi tersebut akan meningkat. Budaya kerja dari karyawan juga semakin baik karna sifat-sifat perilaku yang dimiliki enterpreneur, sehingga seperti yang diketahui bahwa semakin baik dan kuat budaya korporat maka perusahaan tersebut juga semakin kuat dan baik. Jadi perilaku dan atribut enterpreneur , budaya korporat, perusahaan berbanding lurus.

    Referensi :
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/05/07/terobosan-baru-dahlan-iskan-di-pln-peran-knowledge-management-dalam-keberhasilan-dahlan-iskan-mengubah-organisasi-pln/
    http://joglohandycraft.wordpress.com/tag/putera-sampoerna/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Ciputra
    http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=peranan+enterpreneurship+dalam+pengembangan+budaya+korporat&source=web&cd=3&ved=0CFQQFjAC&url=http%3A%2F%2Fkemahasiswaan.um.ac.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2012%2F06%2Fentreprenuer%2Bdan%2Binbis-UM-nuhfil.pptx&ei=Dv_sT4qMO9GWiQfg99WZDQ&usg=AFQjCNHBcGZclcWLNHaJf9tCn_E6aAQPqg&cad=rja

  107. 107
    Lailatun Niqmah_071015010 Lailatun Niqmah_071015010 Said: @9:01 am 

    Lailatun Niqmah
    071015010
    Jawaban no 3 UAS matakuliah budaya korporat
    a. Peranan Putera Sampoerna
    Setelah ayahnya meninggal pada tahun 1994, Putera semakin aktif menggenjot perusahaan. Putera mengelola perusahaan keluarga ini secara profesional dengan dukungan manajer profesional. Putera dikenal luwes dalam menjalankan roda perusahaannya. Ia tidak hanya lihai dalam melakukan inovasi produk inti perusahaan yakni rokok, namun juga jeli melihat peluang bisnis di segmen usaha lain.
    Putera di antaranya berhasil mengekspansi bisnis seperti supermarket dengan mengakuisi Alfa dan mendirikan Bank Sampoerna pada tahun 1980-an. Sayang, bisnis perbankannya ini jeblok. Namun, satu inovasi yang paling diingat orang sampai saat ini adalah gebrakan Putera meluncurkan A Mild, rokok rendah nikotin pertama di Indonesia. Inilah yang menunjukkan Putera sebagai seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Sensasinya membuat rokok rendah nikotin akhirnya diikuti oleh banyak perusahaan rokok lain.
    Tetapi, sensasi paling mengagetkan dari kiprah Putera Sampoerna adalah adalah keputusan menjual seluruh saham keluarga Sampoerna di PT HM Sampoerna Tbk sebanyak 40 % ke Philip Morris Internasional pada bulan Maret 2005. Inilah keputusan yang dianggap merubah sejarah perusahaan keluarga yang dirintis kakeknya. Padahal saat itu, perusahaan rokok Sampoerna sedang dalam posisi yang sangat baik yaitu menguasai 19,4 % pasar rokok di Indonesia dengan laba bersih Rp15 triliun. Putera berani melepas zona nyamannya di bisnis rokok untuk menjemput pasar masa depan dengan mengubah langkah bisnisnya dari rokok ke argoindustri dan infrastruktur.
    Strategi Yang digunakan Oleh PT. Sampoerna
    1. Market Driven Strategy
    PT Sampoerna untuk mengawali menjadikan Market Sebagai Orientasi Untuk Membuat Strategy harus diyakini bahwa customer merupakan raja sudah sepatutnya raja harus dipenuhi kebutuhannya dan keinginannya. Perlu adanya upaya yang menjaga hubungan dengan para customer untuk mempertahankan loyalitasnya, untuk dapat mempertahankan loyalitas customer harus ada observasi pada pasar, mengetahui apa yang diinginkan pasar, membuat sebuah inovasi produk baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar.
    Market Driven Strategy secara garis besar adalah strategi yang diaplikasikan dengan cara memahami pasar, customers dan pesaing. Memahami pasar dapat diartikan bahwa produk yang kita berikan harus sesuai apa yang diinginkan pasar tersebut melalui. Memahami customer dapat diartikan selain membuat produk yang diinginkan pasar, sebagai businessman kita juga harus dapat memberikan nilai tambah (value) kepada customer,value yang diberikan harus lebih dari pengorbanan yang telah dilakukan. Setelah kita memahami pasar, memahami customer kita juga harus memahami pesaing, kita harus memahami kondisi pesaing, value apa yang diberikan pesaing kepada customer, teknologi apa yang pesaing pakai dll.
    PT Sampoerna sudah berbasis Berorientasikan Market Driven Strategy sejak kemunculan produk A mild. Produk A mild merupakan salah satu implementasi dari market driven strategy dikarenakan produk A mild memiliki keunikan tersendiri dengan kandungan nikotin dan tar yang rendah. Produk A mild memilki keunikan tersendiri dilihat dari tema komunikasi pertamanya ‘Taste of the Future’ yang ingin mencirikan produk A mild memiliki perbedaan yang bukan rasa tetapi juga sebuah gaya hidup masa depan.
    2. Blue Ocean Strategy.
    Blue Ocean Strategy yang digunakan PT. HM Sampoerna dalam bisnisnya dapat dilihat dengan diluncurkannya produk A Mild. Peluncuran ini cukup mengagetkan banyak pihak, terutama industri rokok saat itu. Hal ini disebabkan karena produk A-Mild merupakan produk yang unik, yang tidak tergolong dalam kategori manapun, dari tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Melalui A-Mild PT Sampoerna Tbk mengambil langkah berani untuk membuat sebuah kategori baru, yakni SKM mild. Sejak awal A-Mild memang sudah dirancang untuk menjadi produk yang tidak ada duanya di pasar domestik saat itu. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg. Tidak hanya pada komposisi, Sampoerna juga melakukan perubahan pada kemasan A-Mild dengan mengurangi isi 20 batang menjadi 16 batang. Untuk inovasi produk A Mild dibutuhkan waktu 2 tahun untuk mempersiapkannya. Hal ini dikarenakan pada saat itu tidak ada benchmark produk yang dapat dijadikan acuan, termasuk di pasar internasional. Yang ada hanya berbagai survey dan riset yang melibatkan konsumen, termasuk di antaranya uji buta yang tidak hanya dilakukan sekali, tapi beberapa kali di beberapa kota.
    Tahun 1994 A-Mild mengganti motto kampanye Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go. Dengan motto ini Sampoerna seolah-olah menantang konsumen untuk berpikir ulang mengenai jenis rokok yang mereka konsumsi. Cara ini terbukti efektif karena penjualan A-Mild naik tiga kali lipat, dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring dengan berjalannya waktu, penjualan A-Mild pun terus naik. Tahun 1996, A-Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Di tahun 2005, rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional. Hingga kini A-Mild telah menjadi salah satu produk unggulan dari Sampoerna dengan penguasaan pasar sekitar 50%.
    3. Memberi “Customer Value” Pada Produknya
    Pada perusahaan sampoerna, Customer value diimplementasikan dengan cara limited edition pada beberapa produk sampoerna, yaitu A-mild. Sampoerna memproduksi limited edition pada produk A-mild kemasan 12 batang, Dengan adanya A mild limited edition, Sampoerna memberikan nilai tambah dengan memberikan tampilan yang berbeda dari bungkus rokok biasa dan tercantum joke pada bungkus rokok limited edition tersebut seperti ‘Kalo cinta itu buta, buat apa ada bikini’, joke tersebut sangat memberikan nilai tambah kepada para customer muda. Edisi terbatas (limited edition) dimaksudkan untuk menarik konsumen muda dan juga limit ededition A-mild diperuntukkan untuk meningkatkan penjualan A-mild kemasan 12 batang yang cukup rendah dibandingkan A mild kemasan 16 batang.
    4. Diversifikasi Produk
    Diversifikasi adalah strategi penempatan dana investasi kita ke instrumen yang berbeda-beda.Alasan mengapa PT. HM SAMPOERNA Tbk. melakukan diversifikasi. Diversifikasi produk adalah upaya yang dilakukan perusahaan untuk memasarkan beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. Perusahaan melakukan diversifikasi produk ditujukan:
    • untuk membuat produk tahan lebih lama,
    • mengarah kepada produk siap konsumsi / digunakan,
    • memenuhi selera, kebutuhan dan harapan konsumen,
    • memperluas pasar, mempermudah transportasi, menyerap tenaga kerja, member nilai tambah, pendapatan dan lain sebagainya.
    Putera Sampoerna, generasi ketiga keluarga Sampoerna ini memang seorang pebisnis yang sangat visioner. Dengan kelihaian melihat pangsa pasar membuat Sampoerna bertengger menjadi perusahaan rokok yang sangat besar di Indonesia. Keputusan sensasionalnya membuat dirinya justru semakin berkibar di jajaran pengusaha besar Indonesia. Langkah mengubah haluan dari ‘zona nyaman’ untuk mencari terobosan ke depan patut dijadikan contoh, bahwa keputusan berani kadang perlu diambil untuk mencapai tingkat sukses berikutnya. (andriewongso.com)
    b. Inovasi ciputra
    Ir. Ciputra (lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931; umur 80 tahun) adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra.
    Setelah menyelesaikan kuliahnya di ITB, Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah itusebagai penasihat. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol.
    Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.
    Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu, Bank Ciputra yang didirikannya ditutup oleh Pemerintah karena dianggap tidak layak dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintis menjelang krisis pun ikut ditutup. Dengan adanya kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank, ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.
    Pada usianya yang ke-75, ia memilih untuk mengembangkan bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan Universitas Ciputra. Sekolah ini menitikberatkan pada kewirausahaan. Dengan sekolah ini, Ciputra bertujuan untuk menyiapkan para lulusannya menjadi pengusaha.
    Ciputra saat ini dikenal sebagai sosok penyebar entrepreneurship / kewirausahaan di Indonesia. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menanamkan pentingnya kewirausahaan untuk membuat bangsa Indonesia maju.
    Kiprah Ciputra diapresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memberikan dua rekor kepada Ciputra, yakni sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan kepada dosen terbanyak. Ciputra melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) telah memberikan pelatihan entrepreneurship kepada setidaknya 1.600 dosen. Ciputra juga dinobatkan sebagai Entrepreneur of The Year 2007 versi Ernst & Young.
    a. Inovasi dahlan iskan
    Dahlan Iskan adalah seorang CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Network, yang bermarkas di Surabaya. Saat ini ia menjabat sebagai Menteri BUMN dan sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PLN sejak tanggal 23 Desember 2009. Terkait dengan kiprahnya sebagai CEO PLN sebelum menjabat menjadi Menteri BUMN, Dahlan Iskan berandil dalam membangun dan memperbaiki pelayanan PLN dalam menyediakan pasokan listrik secara nasional. Semenjak beliau menjadi CEO PLN, beliau memberikan warna berbeda di tubuh PLN, mulai dari restrukuturasi organisasi di Internal PLN, perubahan teknis serta terobosan baru dalam menjembatani hubungan atasan dan bawahan.
    Dahlan Iskan melakukan terobosan baru dalam menjembatani hubungan antara atasan dan bawahan. Tidak semua seorang CEO suatu organisasi dapat berhasil menjembatani hubungan antara atasan dan bawahannya. Kebanyakan CEO terlalu kaku dalam menjalin hubungan dengan karyawan atau bawahannya. Misalnya adalah menjalin hubungan hanya saat rapat organisasi, hanya melalui sekertaris, dan lain sebagainya yang masih kurang luwes untuk membuat bawahannya lebih merasa nyaman dan merasa tidak ada “dinding besar” yang harus mereka lalui untuk berkomunikasi dengan atasan. Berbeda dengan Dahlan Iskan, terobosan barunya sangat inspiratif dan berhasil, sebelum ia menjabat sebagai CEO PLN, pada tanggal 17 di setiap bulannya diadakan ritual upacara di PLN, namun semenjak Dahlan Iskan menjabat sebagai CEO beliau menggantinya dengan sesi diskusi antara atasan dan bawahan. Selain itu yang menarik lagi adalah beliau membuat CEO note’s di blog miliknya yang isinya berupa pengalaman hidupnya, ilmu pengetahuan yang ia miliki, dan nasihat- nasihat yang teramat sangat bermanfaat untuk membangkitkan semangat para karyawan. CEO note’s ini adalah salah satu knowledge management yang dilakukan oleh seorang CEO hebat ini.
    Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.
    c. Peranan enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Perilaku entrepreneur
    1. Mencari dan menangkap peluang
    2. Mengambil inisiatif untuk membuat sesuatu terjadi
    3. Memecahkan masalah secara kreatif
    4. Mengelola secara mandiri
    5. Suka mengambil tanggung jawab
    6. Suka mencari sesuai melalui trobosan –trobosan
    7. Menjalin hubungan secara efektif untuk mengelola saling ketergantungan
    8. Menempatkan segala sesuatu bersama-sama secara kreatif
    9. Menggunakan pemikiran kritis untuk memperhitungkan dalam pengambilan risiko
    Atribut entrepreneur
    1. Memiliki orientasi dan ambisi untuk berhasil
    2. Percaya diri dan keyakinan diri tinggi
    3. Ketekunan tinggi
    4. Kontrol diri yang tinggi (otonomi)
    5. Orientasi pada tindakan
    6. Suka belajar dari pengamalam kerja (learning by doing)
    7. Pekerja keras
    8. Tekad yang tinggi
    9. Suka berkreativitas
    10. Berani mengambil resiko
    Dari perilaku dan atribut enterpreneur yang disebutkan diatas dapat dilihat bahwa jika enterpreneur diterapkan dalam sebuah korporasi maka korporasi tersebut akan meningkat. Budaya kerja dari karyawan juga semakin baik karna sifat-sifat perilaku yang dimiliki enterpreneur, sehingga seperti yang diketahui bahwa semakin baik dan kuat budaya korporat maka perusahaan tersebut juga semakin kuat dan baik. Jadi perilaku dan atribut enterpreneur , budaya korporat, perusahaan berbanding lurus.

    Referensi :
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/05/07/terobosan-baru-dahlan-iskan-di-pln-peran-knowledge-management-dalam-keberhasilan-dahlan-iskan-mengubah-organisasi-pln/
    http://joglohandycraft.wordpress.com/tag/putera-sampoerna/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Ciputra
    http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=peranan+enterpreneurship+dalam+pengembangan+budaya+korporat&source=web&cd=3&ved=0CFQQFjAC&url=http%3A%2F%2Fkemahasiswaan.um.ac.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2012%2F06%2Fentreprenuer%2Bdan%2Binbis-UM-nuhfil.pptx&ei=Dv_sT4qMO9GWiQfg99WZDQ&usg=AFQjCNHBcGZclcWLNHaJf9tCn_E6aAQPqg&cad=rja

  108. 108
    danang septiyanto danang septiyanto Said: @9:03 am 

    NAMA: Danang Septiyanto
    NIM: 071017048
    PRODI: Antropologi

    3. A) Putera Sampoerna adalah generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Dalam inovasinya di bisnis rokok, HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air, yakni rokok rendah tar dan nikotin. Pada 1990-an, itu Putera Sampoerna dengan kreatif mengenalkan produk rokok terbaru: A Mild. Kala itu, Putera meluncurkan A Mild sebagai rokok rendah nikotin dan “taste to the future”, di tengah ramainya pasar rokok kretek. Putera bermaksud agar konsumen rokok lebih memikirkan lagi bahaya nikotin yang berkadar tinggi dan membuat suatu inovasi dengan produk A Mildnya yang rendah tar dan nikotin. Putera Sampoerna memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain sebelumnya. Dia mampu membuat sensasi (tapi terukur)dalam dunia bisnis dan korporatnya. Inovasi dalam bisnis rokok mild yang berbeda dengan sebelumnya yang dilakukan oleh Putera Sampoerna telah memecahkan doktrin dalam dunia bisnis, dimana selama ini beranggapan bahwa generasi ke tiga adalah generasi pengahancur. Putera Sampoerna berhasil membuktikan bahwa doktrin tersebut tidaklah benar dan dengan inovasinya itu dia mampu melakukan perubahan dari luar korporatnya.

    B) Ciputra berprinsip “Meniru adalah proses inovatif jika yang kita lakukan adalah meniru praktik-praktik terbaik, mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi sesuatu yang lebih baik dan lebih bernilai sesuai dengan konteks usaha kita sendiri”. Tentu saja meniru yang dimaksudkan Ciputra bukan dalam konteks mencontek atau seperti memfotokopi, Meniru yang dimaksudkannya adalah meniru dengan menggali kebaikan-kebaikan yang ada pada yang ditiru untuk kemudian ditingkatkan lagi. Peniruan semacam itu dapat membuka kemungkinan terciptanya sebuah inovasi baik dalam bentuk inovasi produk maupun inovasi proses. Di Indonesia Ciputra sering dikatakan telah melakukan tujuh inovasi di bidang property/arsitektur. Salah satu inovasinya yang dianggap fenomenal adalah Taman Impian Jaya Ancol yang merupakan taman rekreasi pertama yang menggunakan berbagai tema. Ternyata belakangan ini Taman Impian Jaya Ancol beserta Dunia Fantasi-nya ditiru oleh pengembang lain.
    C) Dahlan Iskan merupakan direktur utama dari perusahaan BUMN PT PLN yang melakukan banyak inovasi baru dalam program-progran yang dicanangkannya selama memimpin. Dia memprioritaskan pada tiga hal, yaitu Pertama adalah bagaimana mendapat pasokan gas untuk pembangkit listrik, kedua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan pengadaan trafo cadangan di gardu induk. Jakarta yang dulunya sering mengalami mati listrik kini mulai membenahi diri, hal ini tentu disambut baik oleh masyarakat. Melalui inovasi yang ia buat, Dahlan Iskan mengubah pandangan masyarakat terhadap PLN dan menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap PLN. Dahlan Iskan juga merupakan orang dibalik berkembangnya Jawa Pos menjadi surat kabar berskala nasional. Selama lima tahun pula Dahlan Iskan membentuk Jawa Pos News Network (JPNN) salah satu jaringan surat kabar yang paling besar di seluruh Nusantara yang memiliki 80 surat kabar, tabloid, dan majalah serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Dahlan Iskan mengubah koran lokal menjadi koran nasional yang memiliki banyak pelanggan.

    D) Menurut definisi Peter F. Drucker entrepreneurship adalah suatu “aktivitas yang secara konsisten dilakukan guna mengkonversi ide-ide yang bagus menjadi kegiatan usaha yang menguntungkan”. Penting sekali bahwa manajemen membantu keberhasilan karyawan, sebab keberhasilan karyawan tentu saja mempengaruhi keberhasilan korporat dalam persaingan bisnis. enterpreneurship dapat menjadi jalan keluar kebutuhan korporasi untuk membesarkan bisnis, sekaligus menyalurkan kebutuhan karyawan untuk bertindak sebagai pengusaha.

    REFERENSI:
    http://biografi.rumus.web.id/2010/10/biografi-putera-sampoerna.html
    http://www.ciputraentrepreneurship.com/ciputra-way/6892-bab-ii–inovasi-dengan-meniru-secara-kreatif.html
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    http://betley.wordpress.com/2009/07/04/entrepreneurship/

  109. 109
    Lailatun Niqmah_071015010 Lailatun Niqmah_071015010 Said: @9:32 am 

    Lailatun Niqmah
    071015010
    Jawaban no 3 UAS budaya korporat
    a.Peranan Putera Sampoerna
    Setelah ayahnya meninggal pada tahun 1994, Putera semakin aktif menggenjot perusahaan. Putera mengelola perusahaan keluarga ini secara profesional dengan dukungan manajer profesional. Putera dikenal luwes dalam menjalankan roda perusahaannya. Ia tidak hanya lihai dalam melakukan inovasi produk inti perusahaan yakni rokok, namun juga jeli melihat peluang bisnis di segmen usaha lain.
    Putera di antaranya berhasil mengekspansi bisnis seperti supermarket dengan mengakuisi Alfa dan mendirikan Bank Sampoerna pada tahun 1980-an. Sayang, bisnis perbankannya ini jeblok. Namun, satu inovasi yang paling diingat orang sampai saat ini adalah gebrakan Putera meluncurkan A Mild, rokok rendah nikotin pertama di Indonesia. Inilah yang menunjukkan Putera sebagai seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Sensasinya membuat rokok rendah nikotin akhirnya diikuti oleh banyak perusahaan rokok lain.
    Tetapi, sensasi paling mengagetkan dari kiprah Putera Sampoerna adalah adalah keputusan menjual seluruh saham keluarga Sampoerna di PT HM Sampoerna Tbk sebanyak 40 % ke Philip Morris Internasional pada bulan Maret 2005. Inilah keputusan yang dianggap merubah sejarah perusahaan keluarga yang dirintis kakeknya. Padahal saat itu, perusahaan rokok Sampoerna sedang dalam posisi yang sangat baik yaitu menguasai 19,4 % pasar rokok di Indonesia dengan laba bersih Rp15 triliun. Putera berani melepas zona nyamannya di bisnis rokok untuk menjemput pasar masa depan dengan mengubah langkah bisnisnya dari rokok ke argoindustri dan infrastruktur.
    Strategi Yang digunakan Oleh PT. Sampoerna
    1. Market Driven Strategy
    PT Sampoerna untuk mengawali menjadikan Market Sebagai Orientasi Untuk Membuat Strategy harus diyakini bahwa customer merupakan raja sudah sepatutnya raja harus dipenuhi kebutuhannya dan keinginannya. Perlu adanya upaya yang menjaga hubungan dengan para customer untuk mempertahankan loyalitasnya, untuk dapat mempertahankan loyalitas customer harus ada observasi pada pasar, mengetahui apa yang diinginkan pasar, membuat sebuah inovasi produk baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar.
    Market Driven Strategy secara garis besar adalah strategi yang diaplikasikan dengan cara memahami pasar, customers dan pesaing. Memahami pasar dapat diartikan bahwa produk yang kita berikan harus sesuai apa yang diinginkan pasar tersebut melalui. Memahami customer dapat diartikan selain membuat produk yang diinginkan pasar, sebagai businessman kita juga harus dapat memberikan nilai tambah (value) kepada customer,value yang diberikan harus lebih dari pengorbanan yang telah dilakukan. Setelah kita memahami pasar, memahami customer kita juga harus memahami pesaing, kita harus memahami kondisi pesaing, value apa yang diberikan pesaing kepada customer, teknologi apa yang pesaing pakai dll.
    PT Sampoerna sudah berbasis Berorientasikan Market Driven Strategy sejak kemunculan produk A mild. Produk A mild merupakan salah satu implementasi dari market driven strategy dikarenakan produk A mild memiliki keunikan tersendiri dengan kandungan nikotin dan tar yang rendah. Produk A mild memilki keunikan tersendiri dilihat dari tema komunikasi pertamanya ‘Taste of the Future’ yang ingin mencirikan produk A mild memiliki perbedaan yang bukan rasa tetapi juga sebuah gaya hidup masa depan.
    2. Blue Ocean Strategy.
    Blue Ocean Strategy yang digunakan PT. HM Sampoerna dalam bisnisnya dapat dilihat dengan diluncurkannya produk A Mild. Peluncuran ini cukup mengagetkan banyak pihak, terutama industri rokok saat itu. Hal ini disebabkan karena produk A-Mild merupakan produk yang unik, yang tidak tergolong dalam kategori manapun, dari tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Melalui A-Mild PT Sampoerna Tbk mengambil langkah berani untuk membuat sebuah kategori baru, yakni SKM mild. Sejak awal A-Mild memang sudah dirancang untuk menjadi produk yang tidak ada duanya di pasar domestik saat itu. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg. Tidak hanya pada komposisi, Sampoerna juga melakukan perubahan pada kemasan A-Mild dengan mengurangi isi 20 batang menjadi 16 batang. Untuk inovasi produk A Mild dibutuhkan waktu 2 tahun untuk mempersiapkannya. Hal ini dikarenakan pada saat itu tidak ada benchmark produk yang dapat dijadikan acuan, termasuk di pasar internasional. Yang ada hanya berbagai survey dan riset yang melibatkan konsumen, termasuk di antaranya uji buta yang tidak hanya dilakukan sekali, tapi beberapa kali di beberapa kota.
    Tahun 1994 A-Mild mengganti motto kampanye Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go. Dengan motto ini Sampoerna seolah-olah menantang konsumen untuk berpikir ulang mengenai jenis rokok yang mereka konsumsi. Cara ini terbukti efektif karena penjualan A-Mild naik tiga kali lipat, dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring dengan berjalannya waktu, penjualan A-Mild pun terus naik. Tahun 1996, A-Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Di tahun 2005, rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional. Hingga kini A-Mild telah menjadi salah satu produk unggulan dari Sampoerna dengan penguasaan pasar sekitar 50%.
    3. Memberi “Customer Value” Pada Produknya
    Pada perusahaan sampoerna, Customer value diimplementasikan dengan cara limited edition pada beberapa produk sampoerna, yaitu A-mild. Sampoerna memproduksi limited edition pada produk A-mild kemasan 12 batang, Dengan adanya A mild limited edition, Sampoerna memberikan nilai tambah dengan memberikan tampilan yang berbeda dari bungkus rokok biasa dan tercantum joke pada bungkus rokok limited edition tersebut seperti ‘Kalo cinta itu buta, buat apa ada bikini’, joke tersebut sangat memberikan nilai tambah kepada para customer muda. Edisi terbatas (limited edition) dimaksudkan untuk menarik konsumen muda dan juga limit ededition A-mild diperuntukkan untuk meningkatkan penjualan A-mild kemasan 12 batang yang cukup rendah dibandingkan A mild kemasan 16 batang.
    4. Diversifikasi Produk
    Diversifikasi adalah strategi penempatan dana investasi kita ke instrumen yang berbeda-beda.Alasan mengapa PT. HM SAMPOERNA Tbk. melakukan diversifikasi. Diversifikasi produk adalah upaya yang dilakukan perusahaan untuk memasarkan beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. Perusahaan melakukan diversifikasi produk ditujukan:
    • untuk membuat produk tahan lebih lama,
    • mengarah kepada produk siap konsumsi / digunakan,
    • memenuhi selera, kebutuhan dan harapan konsumen,
    • memperluas pasar, mempermudah transportasi, menyerap tenaga kerja, member nilai tambah, pendapatan dan lain sebagainya.
    Putera Sampoerna, generasi ketiga keluarga Sampoerna ini memang seorang pebisnis yang sangat visioner. Dengan kelihaian melihat pangsa pasar membuat Sampoerna bertengger menjadi perusahaan rokok yang sangat besar di Indonesia. Keputusan sensasionalnya membuat dirinya justru semakin berkibar di jajaran pengusaha besar Indonesia. Langkah mengubah haluan dari ‘zona nyaman’ untuk mencari terobosan ke depan patut dijadikan contoh, bahwa keputusan berani kadang perlu diambil untuk mencapai tingkat sukses berikutnya. (andriewongso.com)
    b. Inovasi ciputra
    Ir. Ciputra (lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931; umur 80 tahun) adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra.
    Setelah menyelesaikan kuliahnya di ITB, Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah itusebagai penasihat. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol.
    Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.
    Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu, Bank Ciputra yang didirikannya ditutup oleh Pemerintah karena dianggap tidak layak dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintis menjelang krisis pun ikut ditutup. Dengan adanya kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank, ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.
    Pada usianya yang ke-75, ia memilih untuk mengembangkan bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan Universitas Ciputra. Sekolah ini menitikberatkan pada kewirausahaan. Dengan sekolah ini, Ciputra bertujuan untuk menyiapkan para lulusannya menjadi pengusaha.
    Ciputra saat ini dikenal sebagai sosok penyebar entrepreneurship / kewirausahaan di Indonesia. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menanamkan pentingnya kewirausahaan untuk membuat bangsa Indonesia maju.
    Kiprah Ciputra diapresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memberikan dua rekor kepada Ciputra, yakni sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan kepada dosen terbanyak. Ciputra melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) telah memberikan pelatihan entrepreneurship kepada setidaknya 1.600 dosen. Ciputra juga dinobatkan sebagai Entrepreneur of The Year 2007 versi Ernst & Young.
    a. Inovasi dahlan iskan
    Dahlan Iskan adalah seorang CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Network, yang bermarkas di Surabaya. Saat ini ia menjabat sebagai Menteri BUMN dan sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PLN sejak tanggal 23 Desember 2009. Terkait dengan kiprahnya sebagai CEO PLN sebelum menjabat menjadi Menteri BUMN, Dahlan Iskan berandil dalam membangun dan memperbaiki pelayanan PLN dalam menyediakan pasokan listrik secara nasional. Semenjak beliau menjadi CEO PLN, beliau memberikan warna berbeda di tubuh PLN, mulai dari restrukuturasi organisasi di Internal PLN, perubahan teknis serta terobosan baru dalam menjembatani hubungan atasan dan bawahan.
    Dahlan Iskan melakukan terobosan baru dalam menjembatani hubungan antara atasan dan bawahan. Tidak semua seorang CEO suatu organisasi dapat berhasil menjembatani hubungan antara atasan dan bawahannya. Kebanyakan CEO terlalu kaku dalam menjalin hubungan dengan karyawan atau bawahannya. Misalnya adalah menjalin hubungan hanya saat rapat organisasi, hanya melalui sekertaris, dan lain sebagainya yang masih kurang luwes untuk membuat bawahannya lebih merasa nyaman dan merasa tidak ada “dinding besar” yang harus mereka lalui untuk berkomunikasi dengan atasan. Berbeda dengan Dahlan Iskan, terobosan barunya sangat inspiratif dan berhasil, sebelum ia menjabat sebagai CEO PLN, pada tanggal 17 di setiap bulannya diadakan ritual upacara di PLN, namun semenjak Dahlan Iskan menjabat sebagai CEO beliau menggantinya dengan sesi diskusi antara atasan dan bawahan. Selain itu yang menarik lagi adalah beliau membuat CEO note’s di blog miliknya yang isinya berupa pengalaman hidupnya, ilmu pengetahuan yang ia miliki, dan nasihat- nasihat yang teramat sangat bermanfaat untuk membangkitkan semangat para karyawan. CEO note’s ini adalah salah satu knowledge management yang dilakukan oleh seorang CEO hebat ini.
    Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.
    c. Peranan enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Perilaku entrepreneur
    1. Mencari dan menangkap peluang
    2. Mengambil inisiatif untuk membuat sesuatu terjadi
    3. Memecahkan masalah secara kreatif
    4. Mengelola secara mandiri
    5. Suka mengambil tanggung jawab
    6. Suka mencari sesuai melalui trobosan –trobosan
    7. Menjalin hubungan secara efektif untuk mengelola saling ketergantungan
    8. Menempatkan segala sesuatu bersama-sama secara kreatif
    9. Menggunakan pemikiran kritis untuk memperhitungkan dalam pengambilan risiko
    Atribut entrepreneur
    1. Memiliki orientasi dan ambisi untuk berhasil
    2. Percaya diri dan keyakinan diri tinggi
    3. Ketekunan tinggi
    4. Kontrol diri yang tinggi (otonomi)
    5. Orientasi pada tindakan
    6. Suka belajar dari pengamalam kerja (learning by doing)
    7. Pekerja keras
    8. Tekad yang tinggi
    9. Suka berkreativitas
    10. Berani mengambil resiko
    Dari perilaku dan atribut enterpreneur yang disebutkan diatas dapat dilihat bahwa jika enterpreneur diterapkan dalam sebuah korporasi maka korporasi tersebut akan meningkat. Budaya kerja dari karyawan juga semakin baik karna sifat-sifat perilaku yang dimiliki enterpreneur, sehingga seperti yang diketahui bahwa semakin baik dan kuat budaya korporat maka perusahaan tersebut juga semakin kuat dan baik. Jadi perilaku dan atribut enterpreneur , budaya korporat, perusahaan berbanding lurus.
    Referensi :
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/05/07/terobosan-baru-dahlan-iskan-di-pln-peran-knowledge-management-dalam-keberhasilan-dahlan-iskan-mengubah-organisasi-pln/
    http://joglohandycraft.wordpress.com/tag/putera-sampoerna/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Ciputra
    http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=peranan+enterpreneurship+dalam+pengembangan+budaya+korporat&source=web&cd=3&ved=0CFQQFjAC&url=http%3A%2F%2Fkemahasiswaan.um.ac.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2012%2F06%2Fentreprenuer%2Bdan%2Binbis-UM-nuhfil.pptx&ei=Dv_sT4qMO9GWiQfg99WZDQ&usg=AFQjCNHBcGZclcWLNHaJf9tCn_E6aAQPqg&cad=rja

  110. 110
    Anonymous Said: @11:39 am 

    http://www.sampoerna.com

  111. 111
    Lailatun Niqmah_071015010 Lailatun Niqmah_071015010 Said: @11:47 am 

    Lailatun Niqmah
    (071015010_komunikasi)

    a.inovasi Putera Sampoerna
    Setelah ayahnya meninggal pada tahun 1994, Putera semakin aktif menggenjot perusahaan. Putera mengelola perusahaan keluarga ini secara profesional dengan dukungan manajer profesional. Putera dikenal luwes dalam menjalankan roda perusahaannya. Ia tidak hanya lihai dalam melakukan inovasi produk inti perusahaan yakni rokok, namun juga jeli melihat peluang bisnis di segmen usaha lain.
    Putera di antaranya berhasil mengekspansi bisnis seperti supermarket dengan mengakuisi Alfa dan mendirikan Bank Sampoerna pada tahun 1980-an. Sayang, bisnis perbankannya ini jeblok. Namun, satu inovasi yang paling diingat orang sampai saat ini adalah gebrakan Putera meluncurkan A Mild, rokok rendah nikotin pertama di Indonesia. Inilah yang menunjukkan Putera sebagai seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Sensasinya membuat rokok rendah nikotin akhirnya diikuti oleh banyak perusahaan rokok lain.
    Tetapi, sensasi paling mengagetkan dari kiprah Putera Sampoerna adalah adalah keputusan menjual seluruh saham keluarga Sampoerna di PT HM Sampoerna Tbk sebanyak 40 % ke Philip Morris Internasional pada bulan Maret 2005. Inilah keputusan yang dianggap merubah sejarah perusahaan keluarga yang dirintis kakeknya. Padahal saat itu, perusahaan rokok Sampoerna sedang dalam posisi yang sangat baik yaitu menguasai 19,4 % pasar rokok di Indonesia dengan laba bersih Rp15 triliun. Putera berani melepas zona nyamannya di bisnis rokok untuk menjemput pasar masa depan dengan mengubah langkah bisnisnya dari rokok ke argoindustri dan infrastruktur.
    Strategi Yang digunakan Oleh PT. Sampoerna
    1. Market Driven Strategy
    PT Sampoerna untuk mengawali menjadikan Market Sebagai Orientasi Untuk Membuat Strategy harus diyakini bahwa customer merupakan raja sudah sepatutnya raja harus dipenuhi kebutuhannya dan keinginannya. Perlu adanya upaya yang menjaga hubungan dengan para customer untuk mempertahankan loyalitasnya, untuk dapat mempertahankan loyalitas customer harus ada observasi pada pasar, mengetahui apa yang diinginkan pasar, membuat sebuah inovasi produk baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar.
    Market Driven Strategy secara garis besar adalah strategi yang diaplikasikan dengan cara memahami pasar, customers dan pesaing. Memahami pasar dapat diartikan bahwa produk yang kita berikan harus sesuai apa yang diinginkan pasar tersebut melalui. Memahami customer dapat diartikan selain membuat produk yang diinginkan pasar, sebagai businessman kita juga harus dapat memberikan nilai tambah (value) kepada customer,value yang diberikan harus lebih dari pengorbanan yang telah dilakukan. Setelah kita memahami pasar, memahami customer kita juga harus memahami pesaing, kita harus memahami kondisi pesaing, value apa yang diberikan pesaing kepada customer, teknologi apa yang pesaing pakai dll.
    PT Sampoerna sudah berbasis Berorientasikan Market Driven Strategy sejak kemunculan produk A mild. Produk A mild merupakan salah satu implementasi dari market driven strategy dikarenakan produk A mild memiliki keunikan tersendiri dengan kandungan nikotin dan tar yang rendah. Produk A mild memilki keunikan tersendiri dilihat dari tema komunikasi pertamanya ‘Taste of the Future’ yang ingin mencirikan produk A mild memiliki perbedaan yang bukan rasa tetapi juga sebuah gaya hidup masa depan.
    2. Blue Ocean Strategy.
    Blue Ocean Strategy yang digunakan PT. HM Sampoerna dalam bisnisnya dapat dilihat dengan diluncurkannya produk A Mild. Peluncuran ini cukup mengagetkan banyak pihak, terutama industri rokok saat itu. Hal ini disebabkan karena produk A-Mild merupakan produk yang unik, yang tidak tergolong dalam kategori manapun, dari tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Melalui A-Mild PT Sampoerna Tbk mengambil langkah berani untuk membuat sebuah kategori baru, yakni SKM mild. Sejak awal A-Mild memang sudah dirancang untuk menjadi produk yang tidak ada duanya di pasar domestik saat itu. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg. Tidak hanya pada komposisi, Sampoerna juga melakukan perubahan pada kemasan A-Mild dengan mengurangi isi 20 batang menjadi 16 batang. Untuk inovasi produk A Mild dibutuhkan waktu 2 tahun untuk mempersiapkannya. Hal ini dikarenakan pada saat itu tidak ada benchmark produk yang dapat dijadikan acuan, termasuk di pasar internasional. Yang ada hanya berbagai survey dan riset yang melibatkan konsumen, termasuk di antaranya uji buta yang tidak hanya dilakukan sekali, tapi beberapa kali di beberapa kota.
    Tahun 1994 A-Mild mengganti motto kampanye Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go. Dengan motto ini Sampoerna seolah-olah menantang konsumen untuk berpikir ulang mengenai jenis rokok yang mereka konsumsi. Cara ini terbukti efektif karena penjualan A-Mild naik tiga kali lipat, dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring dengan berjalannya waktu, penjualan A-Mild pun terus naik. Tahun 1996, A-Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Di tahun 2005, rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional. Hingga kini A-Mild telah menjadi salah satu produk unggulan dari Sampoerna dengan penguasaan pasar sekitar 50%.
    3. Memberi “Customer Value” Pada Produknya
    Pada perusahaan sampoerna, Customer value diimplementasikan dengan cara limited edition pada beberapa produk sampoerna, yaitu A-mild. Sampoerna memproduksi limited edition pada produk A-mild kemasan 12 batang, Dengan adanya A mild limited edition, Sampoerna memberikan nilai tambah dengan memberikan tampilan yang berbeda dari bungkus rokok biasa dan tercantum joke pada bungkus rokok limited edition tersebut seperti ‘Kalo cinta itu buta, buat apa ada bikini’, joke tersebut sangat memberikan nilai tambah kepada para customer muda. Edisi terbatas (limited edition) dimaksudkan untuk menarik konsumen muda dan juga limit ededition A-mild diperuntukkan untuk meningkatkan penjualan A-mild kemasan 12 batang yang cukup rendah dibandingkan A mild kemasan 16 batang.
    4. Diversifikasi Produk
    Diversifikasi adalah strategi penempatan dana investasi kita ke instrumen yang berbeda-beda.Alasan mengapa PT. HM SAMPOERNA Tbk. melakukan diversifikasi. Diversifikasi produk adalah upaya yang dilakukan perusahaan untuk memasarkan beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. Perusahaan melakukan diversifikasi produk ditujukan:
    • untuk membuat produk tahan lebih lama,
    • mengarah kepada produk siap konsumsi / digunakan,
    • memenuhi selera, kebutuhan dan harapan konsumen,
    • memperluas pasar, mempermudah transportasi, menyerap tenaga kerja, member nilai tambah, pendapatan dan lain sebagainya.
    Putera Sampoerna, generasi ketiga keluarga Sampoerna ini memang seorang pebisnis yang sangat visioner. Dengan kelihaian melihat pangsa pasar membuat Sampoerna bertengger menjadi perusahaan rokok yang sangat besar di Indonesia. Keputusan sensasionalnya membuat dirinya justru semakin berkibar di jajaran pengusaha besar Indonesia. Langkah mengubah haluan dari ‘zona nyaman’ untuk mencari terobosan ke depan patut dijadikan contoh, bahwa keputusan berani kadang perlu diambil untuk mencapai tingkat sukses berikutnya. (andriewongso.com)
    b. Inovasi ciputra
    Ir. Ciputra (lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931; umur 80 tahun) adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra.
    Setelah menyelesaikan kuliahnya di ITB, Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah itusebagai penasihat. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol.
    Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.
    Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu, Bank Ciputra yang didirikannya ditutup oleh Pemerintah karena dianggap tidak layak dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintis menjelang krisis pun ikut ditutup. Dengan adanya kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank, ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.
    Pada usianya yang ke-75, ia memilih untuk mengembangkan bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan Universitas Ciputra. Sekolah ini menitikberatkan pada kewirausahaan. Dengan sekolah ini, Ciputra bertujuan untuk menyiapkan para lulusannya menjadi pengusaha.
    Ciputra saat ini dikenal sebagai sosok penyebar entrepreneurship / kewirausahaan di Indonesia. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menanamkan pentingnya kewirausahaan untuk membuat bangsa Indonesia maju.
    Kiprah Ciputra diapresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memberikan dua rekor kepada Ciputra, yakni sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan kepada dosen terbanyak. Ciputra melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) telah memberikan pelatihan entrepreneurship kepada setidaknya 1.600 dosen. Ciputra juga dinobatkan sebagai Entrepreneur of The Year 2007 versi Ernst & Young.
    a. Inovasi dahlan iskan
    Dahlan Iskan adalah seorang CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Network, yang bermarkas di Surabaya. Saat ini ia menjabat sebagai Menteri BUMN dan sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PLN sejak tanggal 23 Desember 2009. Terkait dengan kiprahnya sebagai CEO PLN sebelum menjabat menjadi Menteri BUMN, Dahlan Iskan berandil dalam membangun dan memperbaiki pelayanan PLN dalam menyediakan pasokan listrik secara nasional. Semenjak beliau menjadi CEO PLN, beliau memberikan warna berbeda di tubuh PLN, mulai dari restrukuturasi organisasi di Internal PLN, perubahan teknis serta terobosan baru dalam menjembatani hubungan atasan dan bawahan.
    Dahlan Iskan melakukan terobosan baru dalam menjembatani hubungan antara atasan dan bawahan. Tidak semua seorang CEO suatu organisasi dapat berhasil menjembatani hubungan antara atasan dan bawahannya. Kebanyakan CEO terlalu kaku dalam menjalin hubungan dengan karyawan atau bawahannya. Misalnya adalah menjalin hubungan hanya saat rapat organisasi, hanya melalui sekertaris, dan lain sebagainya yang masih kurang luwes untuk membuat bawahannya lebih merasa nyaman dan merasa tidak ada “dinding besar” yang harus mereka lalui untuk berkomunikasi dengan atasan. Berbeda dengan Dahlan Iskan, terobosan barunya sangat inspiratif dan berhasil, sebelum ia menjabat sebagai CEO PLN, pada tanggal 17 di setiap bulannya diadakan ritual upacara di PLN, namun semenjak Dahlan Iskan menjabat sebagai CEO beliau menggantinya dengan sesi diskusi antara atasan dan bawahan. Selain itu yang menarik lagi adalah beliau membuat CEO note’s di blog miliknya yang isinya berupa pengalaman hidupnya, ilmu pengetahuan yang ia miliki, dan nasihat- nasihat yang teramat sangat bermanfaat untuk membangkitkan semangat para karyawan. CEO note’s ini adalah salah satu knowledge management yang dilakukan oleh seorang CEO hebat ini.
    Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.
    c. Peranan enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Perilaku entrepreneur
    1. Mencari dan menangkap peluang
    2. Mengambil inisiatif untuk membuat sesuatu terjadi
    3. Memecahkan masalah secara kreatif
    4. Mengelola secara mandiri
    5. Suka mengambil tanggung jawab
    6. Suka mencari sesuai melalui trobosan –trobosan
    7. Menjalin hubungan secara efektif untuk mengelola saling ketergantungan
    8. Menempatkan segala sesuatu bersama-sama secara kreatif
    9. Menggunakan pemikiran kritis untuk memperhitungkan dalam pengambilan risiko
    Atribut entrepreneur
    1. Memiliki orientasi dan ambisi untuk berhasil
    2. Percaya diri dan keyakinan diri tinggi
    3. Ketekunan tinggi
    4. Kontrol diri yang tinggi (otonomi)
    5. Orientasi pada tindakan
    6. Suka belajar dari pengamalam kerja (learning by doing)
    7. Pekerja keras
    8. Tekad yang tinggi
    9. Suka berkreativitas
    10. Berani mengambil resiko
    Dari perilaku dan atribut enterpreneur yang disebutkan diatas dapat dilihat bahwa jika enterpreneur diterapkan dalam sebuah korporasi maka korporasi tersebut akan meningkat. Budaya kerja dari karyawan juga semakin baik karna sifat-sifat perilaku yang dimiliki enterpreneur, sehingga seperti yang diketahui bahwa semakin baik dan kuat budaya korporat maka perusahaan tersebut juga semakin kuat dan baik. Jadi perilaku dan atribut enterpreneur , budaya korporat, perusahaan berbanding lurus.
    Referensi :
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/05/07/terobosan-baru-dahlan-iskan-di-pln-peran-knowledge-management-dalam-keberhasilan-dahlan-iskan-mengubah-organisasi-pln/
    http://joglohandycraft.wordpress.com/tag/putera-sampoerna/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Ciputra

    http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=peranan+enterpreneurship+dalam+pengembangan+budaya+korporat&source=web&cd=3&ved=0CFQQFjAC&url=http%3A%2F%2Fkemahasiswaan.um.ac.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2012%2F06%2Fentreprenuer%2Bdan%2Binbis-UM-nuhfil.pptx&ei=Dv_sT4qMO9GWiQfg99WZDQ&usg=AFQjCNHBcGZclcWLNHaJf9tCn_E6aAQPqg&cad=rja

  112. 112
    sri Lestari sri Lestari Said: @11:49 am 

    Nama : Sri Lestari
    Nim : 070917071
    Prodi : antropologi sosial

    jawaban UAS Budaya Korporat no.3

    A. terlebih dahulu saya akan menjelaskan tentang pengertian dari inovasi itu sendiri. Definisi. Inovasi menurut Kinicki dan Williams (2003) : Inovasi adalah kaedah mencari jalan untuk menghasilkan produk baru yang lebih baik sehingga organisasi tidak akan membenarkan perusahaan mereka berpuas hati dengan apa yang ada (complacent) terutama sekali apabila pesaing akan menghasilkan ide yang kreatif
    Sedangkan definisi inovasi menurut Chell (2001) : Inovasi juga bermaksud berfikir (deemed) untuk menghasilkan sesuatu yang baru di pasaran yang akan merubah persamaan antara permintaan dan pengeluaran (supply-demand equation).
    Produk baru yang sukses dipasar akan meningkatkan keuntungan dan keunggulan competitive untuk suatu perusahaan. Meskipun hampir 50 persen produk baru yang diluncurkan di pasar tiap tahun mengalami kegagalan suatu perusahaan akan terus menggali inovasi-inovasi baru untuk menghasilkan produk yang sukses di pasar. Memang menjadi suatu dilema bagi perusahaan, di satu sisi inovasi produk baru akan meningkatkan daya saing perusahaan namun di sisi lain inovasi beresiko besar dan mahal. Di persaingan dewasa ini, inovasi merupakan harga mati untuk bisa survive.
    Inovasi yang dilakukan oleh Putera Sampoerna dengan memproduksi “A Mild” mampu merngalahkan perubahan dari luar korporatnya. Iklan-iklan “A Mild” yang unik,menarik, dan juga simple membuat banyak orang yang tertarik untuk menonton iklan tersebut. Iklan itu mampu menarik perhatian audience dan target marketnya sekaligus. Sampoerna tidak banyak berfikir untuk mengeluarkan dana besar demi popularitas lebih yang nantinya otomatis juga akan mempengaruhi profit perusahaan itu sendiri. Sejak awal A-Mild memang sudah dirancang untuk menjadi produk yang tidak ada duanya di pasar domestik saat itu. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg. Tidak hanya pada komposisi, Sampoerna juga melakukan perubahan pada kemasan A-Mild dengan mengurangi isi 20 batang menjadi 16 batang. Untuk inovasi produk A Mild dibutuhkan waktu 2 tahun untuk mempersiapkannya. Selain itu pada tahun 1994 A-Mild mengganti motto kampanye Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go. Dengan motto ini Sampoerna seolah-olah menantang konsumen untuk berpikir ulang mengenai jenis rokok yang mereka konsumsi. Cara ini terbukti efektif karena penjualan A-Mild naik tiga kali lipat, dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring dengan berjalannya waktu, penjualan A-Mild pun terus naik. Tahun 1996, A-Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional.

    B. Ciputra Group memiliki tiga perusahaan yang telah go public yakni PT. Ciputra Development Tbk, PT. Ciputra Surya Tbk, PT. Ciputra Property Tbk dan beberapa perusahaan lainnya.
    Ciputra Group kini menjadi salah satu raksasa pengembang yang terpandang baik dalam skala domestik maupun internasional. Selain itu, sebagai pengembang yang cukup lama berkecimpung dalam industri properti, Ciputra Group memiliki segudang pengalaman dan reputasi yang diakui di bidangnya. Hal ini terbukti dari sejumlah penghargaan dan proyek properti yang telah dihasilkan oleh salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia ini.
    Pak Chi (panggilan Ir.Ciputra) memang seorang entrepreneur handal dan ternama di Indonesia, bahkan ia memakai namanya sebagai Brand dari korporatnya sendiri. Menilik kesuksessannya sekarang tak lain tak bukan karena usaha dan kerja kerasnya dulu. Sebagai pelopor/pengembang, Pak Chi mengalami berbagai tantangan dan untuk menghadapinya, ia selalu melakukan inovasi.
    Chi bisa dikatakan melakukan inovasi bidang proses dan organisasional, dimana ia menerapkan suatu Teori Z pada dasarnya pas de¬ngan situasi Indonesia yang “kekeluar¬gaan” dimana teori ini belum begitu berkembang saat itu di Indonesia.
    Selain itu, inovasinya lagi terlihat ketika dulu ia sesudah lulus dari ITB lantas “menantang” Pemda DKI untuk “menyulap” Ancol. Rawa-rawa yang dulu disebut tempat membuang jin diimpikan untuk menjadi tempat hiburan terbesar di Asia Tenggara seperti yang sekarang ada. Rawa-rawa yang dulu boleh dikatakan no price diimpikan jadi high price seperti sekarang.
    Ciputra selalu berprinsip bahwa jika kita bekerja keras dan berbuat dengan benar, Tuhan pasti buka jalan. Dan banyak mukjizat terjadi, seperti adanya kebijakan moneter dari pemerintah, diskon bunga dari beberapa bank sehingga ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.
    Ciputra telah sukses melampaui semua orde; orde lama, orde baru, maupun orde reformasi. Dia sukses membawa perusahaan daerah maju, membawa perusahaan sesama koleganya maju, dan akhirnya juga membawa perusahaan keluarganya sendiri maju. Dia sukses menjadi contoh kehidupan sebagai seorang manusia. Memang, dia tidak menjadi konglomerat nomor satu atau nomor dua di Indonesia, tapi dia adalah yang TERBAIK di bidangnya: realestate.

    C. Dahlan Iskan (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951; umur 60 tahun), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubaka. Karier Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang. Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki 134 surat kabar, tabloid, dan majalah[3], serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru. Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT Fangbian Iskan Corporindo (FIC) yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer. Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN. Dahlan melaksanakan beberapa program yang akan dijalankan dalam pengelolaan BUMN. Program utama itu adalah restrukturisasi aset dan downsizing (penyusutan jumlah) sejumlah badan usaha. Ihwal restrukturisasi masih menunggu persetujuan Menteri Keuangan. Dahlan Iskan dibesarkan di lingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan. Orangtuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Dahlan akhirnya memilih tanggal 17 Agustus dengan alasan mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Dahlan Iskan pernah menulis buku berjudul Ganti Hati pada tahun 2008. Buku ini berisi tentang penglaman Dahlan Iskan dalam melakukan operasi cangkok hati di Cina.Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya. Satu hal fenomenal yang dilakukan Pak Dahlan, yang bisa dibalng juga suatu langkah inovasinya yaitu sambil membuat koran Jawa Pos menjadi different ia juga membuat semua karyawan jadi agen koran. Dapat dikatakan bahwa Pak Dahlan menata distribusi kembali. Dari sistem distributorship menjadi branch management.
    Selain itu, inovasi lainnya yang hadir dari seorang Dahlan Iskan dan membuat Jawa Pos berbeda kala itu adalah dengan tidak meniru koran lain yang memasang foto Pak Harto tiap hari di halaman pertamanya. Di antaranya mendatangkan orang gede dari Kalimantan dan membuat berita tentang orang gede ini menjadi “eksklusif” karena Jawa Pos yang “punya” orang itu. Pikiran dan perilaku Pak Dahlan yang dianggap aneh itulah justru yang akhirnya “membesarkan” Jawa Pos. Ia bahkan mampu keluar dari mainstream koran nasional saat itu.
    Dan dari yang hanya beromzet 6000 eksemplar dulunya (tahun 2000), Jawa Pos melalui tangan handal Dahlan Iskan mampu bangkit dan bahkan oplahnya naik menjadi 300.000 eksemplar dalam waktu lima tahun. Disinilah letak kekuatan perusahaan melalui chief nya Dahlan Iskan yang mempu berinovasi dan membuat Jawa Pos memiliki daya saing dan unggul diantara kompetitor-kompetitor lain.

    D. Ketika mendengar kata Entrepreneur, umumnya orang akan berpikir tentang pengusaha, bisnis, uang, dsb. Tapi apa sih arti Entrepreneur yang sesungguhnya? Kenapa sekarang kata-kata ini menjadi Booming di segala bidang, seperti Technopreneur, Blogspreneur, Creativepreneur, Moslem Preneur, dll. Pada dasarnya, Entrepreneurship tidak selalu berhubungan dengan uang. Entrepreneurship adalah sebuah mindset atau pola pikir yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang. Seseorang yang memiliki jiwa Entrepreneurship inilah yang disebut sebagai Entrepreneur. Seorang entrepreneur selalu dianjurkan untuk memiliki pola pikir yang diluar kebiasaan orang pada umumnya. Entrepreneur akan lebih sering menggunakan otak kanan untuk menghasilkan kreativitas-kreativitas baru. Seorang entrepreneur akan selalu memacu semangatnya setiap hari, selalu memotivasi diri, dan tersenyum dalam segala situasi. Entrepreneur akan melihat masalah sebagai suatu tantangan. Tidak ada kata gagal bagi entrepreneur, yang ada hanyalah Sukses atau Belajar. Seorang entrepreneur akan selalu berusaha untuk menjalin silaturahmi dengan semua orang, memperkaya ilmu dengan lebih banyak mengamati dan mendengarkan, serta peka terhadap peluang. Entrepreneur akan melihat segala sesuatu dari segi positif, mengubah kata tidak bisa menjadi bisa, sulit menjadi mudah, mustahil menjadi mungkin. Seorang entrepreneur berpikir tentang masa depan orang banyak, kehidupan orang banyak, kesejahteraan masyarakat, dan bagaimana cara membantu mereka yang membutuhkan. Sehingga, Entrepreneur tidak akan menyia-nyiakan waktunya untuk hal-hal yang tidak produktif. Itulah mindset atau pola pikir-pola pikir yang dimiliki oleh seorang Entrepreneur, atau yang lebih kita kenal sebagai Entrepreneurship. Fungsi entrepreneurship dalam mengembangkan budaya korporat adalah entrepreneurship dapat diartikan sebagai sebuah inovasi baru dalam strategi bisnis suatu perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan tersebut berani untuk melakukan hal-hal yang baru meskipun harus menanggung resiko. Selama hal baru tersebut dapat membuka peluang usaha baru maka hal tersebut harus dilakukan.

    SUMBER:

    http://www.google.co.id/#hl=id&gs_nf=1&cp=36&gs_id=5z&xhr=t&q=peranan+inovasi+dalam+suatu+korporat&pf=p&output=search&sclient=psy-ab&oq=peranan
    http://www.ciputraentrepreneurship.com/company-profile/3859-ciputra-group.html
    http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/strategi-bisnis/25705-ciputra-pengusaha-sukses-yang-tak-lelah-beramal-.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Dahlan_Iskan
    http://miftahur.com/entrepreneurship-adalah-sebuah-mindset#ixzz1z5vB6ImT

  113. 113
    Moch. Nofal Badri Moch. Nofal Badri Said: @11:53 am 

    a.)putera sampoerna adalah generasi ketiga keluarga Sampoerna. Kakeknya, Lim Seng Tee, yang pertama merintis perusahaan rokok yang sekarang sudah menjadi nomor satu di Indonesia itu. Generasi kedua adalah bapaknya, Lim Swie Ling. Banyak orang bilang bahwa tiap generasi di Sampoerna punya produk unggulan.
    Kalau generasi pertama bikin Dji Sam Soe dan generasi dua meluncurkan Sampoerna Hijau, Pak Putera bikin A Mild! Berbeda dengan anak orang kaya lain, Pak Putera adalah pekerja keras. Walaupun bahasa Indonesianya patah-patah, jiwanya sangat nasionalis! Dia menjungkir-balikkan semua kebiasaan yang ada di Sampoerna.
    Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan? Itulah “doktrin” bisnis keluarga yang tidak boleh terjadi Sampoerna. “I don’t want to make it happen,” katanya suatu hari. Karena landscape berbeda, dia selalu “inovatif” untuk mengalahkan perubahan di luar.
    Keputusan-keputusan yang penting harus diambil penuh risiko. Dan, itulah Pak Putera yang berani mempertaruhkan kebijakannya walaupun agak ber-resi-ko! Dia berani “utang bank” yang dulu tidak pernah dilakukan dua generasi sebelumnya. Begitu juga iklan dan promosi.
    Distribusi diganti, dari model distributor menjadi branch management. Apalagi go public yang berarti menyerahkan sebagian kedaulatan perusahaan ke pihak luar! Bahkan, yang paling kontroversial, menjual seluruh perusahaan selagi harga saham bagus. dengan inovasi -inovasinya beliau bisa menjawab tantangan yang mengatakan bahwa generasi ketiga hanya menghancurkan tapi tidak buat putera sampoerna.
    b.) Ir. Ciputra (lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931; umur 80 tahun) adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra.Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ir. Ciputra menduduki peringkat ke-27 dengan total kekayaan US$ 950 juta. inovasi yang paling dikenal dari pak ciputra adalah merubah ancol yang dianggap sebagai pembuangan jin menjadi tempat rekreasi.
    c.)Dahlan Iskan (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951; umur 60 tahun), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.di tangan beliau jawa pos saat ini menjadi perusahaan terbesar di bidangnya di Indonesia.
    d.) enterpreneurship sangat berpengaruh dalam perkembangan budaya korporat karena dengan enterpreneurship akan menimbulkan inovasi-inovasi terbaru dan mempunyai niliai tinggi dalam bisnis yang otomatis akan memajukan perusahaan-perusahaan.
    referensi
    - http://id.wikipedia.org/wiki/Dahlan_Iskan
    - http:// http://www.sampoerna.com
    - http://www.ciputraentrepreneurship.com/ciputra-way/6892-bab-ii–inovasi-dengan-meniru-secara-kreatif.html

  114. 114
    Muhibbatul Hasanah Muhibbatul Hasanah Said: @11:58 am 

    Nama : Muhibbatul Hasanah
    Nim : 070917067 ( Antropologi)

    a. Peranan “inovasi”
    Putera Sampoerna adalah generasi ketiga keluarga Sampoerna. Dalam melaksanakan korporat warisan keluarga ini, Putera membuktikan kemampuannya untuk mengatasi “doktrin” tersebut, dan bahkan mampu mengalahkan perubahan dari luar korporatnya, sehingga masih mempertahankan perusahaan ini menempati rangkin nomor satu di Indonesia. Pola pikir yang beda dan mempunyai alasan yang kuat inilah yang membuat Sampoerna sepertinya tidak pernah kehabisan ide kreatif dan inovatif yang sukses di eksekusi dilapangan. Prinsip inilah yang membidani kelahiran merek ‘A Mild’ yang di pertaruhan Sampoerna saat itu untuk merebut pasar masa depan. Inovasi ada dalam urat nadi dan nafas HM Sampoerna. Dari waktu ke waktu, inovasi sudah menjadi senjata Sampoerna dalam menghadapi persaingan industri rokok yang demikian ketat. “If we can not compete with someone who already established, we have to be unique and different” kata Putera Sampoerna.Dengan inovasi yang terus menerus, Sampoerna berhasil menjadi “thought Leader” industri rokok.
    Satu contoh kasus inovasi Sampoerna yang kini telah menjadi cerita legenda dalam industry pemasaran di tanah air adalah peluncuran A Mild produk rokok low tar low nicotine (LTLN) pertama di Indonesia. Adanya persaingan yang kian ketat di pasar kretek bernikotin tinggi dan adanya tren global ke arah konsumsi rokok rendah tar dan nikotin, mendorong Sampoerna untuk menciptakan kategori baru rokok LTLN pada tahun 1989. Sebuah langkah terobosan yang pada masa itu sama sekali tak terpikirkan oleh pesaing. Tidak cukup sampai di situ langkah invoasi Sampoerna juga terbaca dari evolusi kampanye branding A Mild dari “How Low Can You Go?” menjadi “Bukan Basa Basi”. Pada saat kampanye “how low can you go”, A mild lebih menonjolkan functional attribute dengan menawarkan rokok dengan kadar tar dan nikotin yang paling rendah waktu itu. Seperti kita tahu kampanye ini menuai sukses luar biasa ketika diluncurkan pada awal tahun 1990-an. Namun, begitu kampanye “Bukan Basa Basi” meluncur, orientasinya kemudian berubah 180 derajat, A Mild kemudian tak lagi menonjolkan functional attribute tapi menonjolkan emotional attribute berupa brand imagery, gaya hidup, dan ekspresi diri. Dengan langkah inovatif ini, sekali lagi Sampoerna menentukan peta permainan(industry rule of the game) dan arah industri rokok di tanah air. Inovasi dibidang pemasaran, Sampoerna selalu membuat terobosan tidak terpikirkan oleh perusahaan lain, misalnya membuat even musik internasional seperti konser Al Jerrau dan George Benson. Perusahaan lain terheran-heran dan akhirnya mereka mencontoh apa yang Sampoerna lakukan. Pengaruh even-even yang digelar terhadap penjualan produk tentunya tidak langsung terlihat karena terdapat marketing mix yakni promotion, place, product dan prize Itu masalah awareness yang tidak bisa ditentukan kapan bisa muncul. Inovasi yang dilakukan Sampoerna tentu saja tak hanya terbatas inovasi dalam produk. Yang penting dan dampaknya justru sangat luas adalah inovasi dalam teknologi, proses, sistem, strategi, dan bahkan model bisnis. Deretan inovasi ini panjang sekali, mulai dari inovasi Liem seeng Tee dalam membangun keagenan dalam pendistribusian Dji Sam Soe ditahun 1920 an; inovasi Aga Sampoerna membangun manajemen yang mendorong pendelegasian karyawan di tahun 1960-an; inovasi Putera Sampoerna mengembangkan system distribusi langsung, membangun corporate brand “HM Sampoerna,” dan pembenahan proses di fasilitas produksi Sukorejo. Dan yang tak boleh dilupakan tentu saja adalah inovasi “raksasa” berupa perubahan model bisnis Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company,” pada awal tahun 1990-an yang pengaruhnya sangat luas ke seluruh aspek operasional perusahaan.
    Dalam setiap inovasi yang dilakukan, sampoerna selalu saja mampu membaca pergeseran industri dan pasar, kemudian mengambil manfaat dari pergeseran itu. Karenanya tak heran kalau Putera sampoerna mengatakan “Innovation means recognizing the environment and
    opportunity,and make changes necessary to grab the opportunity”.
    Demikian makna inovasi menurut pemimpin dari generasi ketiga keluarga Sampoerna.
    b. Bagaimana pula dengan Ciputra.
    Ir.Ciputra, seorang pengusaha papan atas sekaligus pendiri Ciputra Entrepreneur University. Ciputra (80) adalah sosok pengusaha ulung, tangguh dan alur bisnisnya sepeti air mengalir. Ciputra, yang biasa dipanggil akrab Pak Ci memiliki pengalaman hidup pahit sejak kecil. Namun pengalaman itu justru menjadi cambuk dalam mengawal bisnisnya. Tak heran saat krisis menerjang tahun 1997-1998, Ciputra sanggup bertahan dan omsetnya terus melesat. Brand Ciputra dirintis sejak tahun 1961, ketika Pak Ci memulainya dengan Group Jaya bersama pemerintah daerah DKI Jakarta, dilanjutkan dengan Group Metropolitan di tahun 1971. Pak Ci memutuskan untuk menjadikan namanya sebagai brand pada tahun 1981 dengan proyek pertama CitraGarden City di Kalideres Jakarta Barat. Beberapa perumahan yang dibangun bahkan menjadi ikon kota bersangkutan karena saking kuatnya brand Ciputra. Misalnya saja Citra Indah yang menjadi ikon Kota Jonggol.
    Menurut pak Ci Indonesia membutuhkan Inovatif entrepreneur, artinya entrepreneur yang mampu menciptakan nilai tambah (value added), bukan sekedar entrepreneur yang bertipe “broker” atau “berdagang”. Bukan berarti berdagang atau menjadi broker/perantara bisnis tidak termasuk kategori wirausaha. Akan tetapi, dengan menjadi inovatif entrepreneur inilah nilai value added yang terengkuh lebih maksimal, baik dari sisi daya tahan menghadapi persaingan karena barang dan jasa yang diciptakan nilai tambahnya tinggi sehingga susah ditiru pesaing, maupun dalam hal penyerapan tenaga kerja, biasanya tenaga kerja yang diserap lebih banyak ketimbang menjadi entrepreneur pedagang (trading).
    Idealnya untuk dapat “melahirkan” entrepreneur yang inovatif setidaknya melekat 3 L (Lahir, Lingkungan, dan Latihan). Artinya kalo seseorang dilahirkan dari keluarga yang berprofesi entrepreneur akan lebih mudah diarahkan menjadi entrepreneur. Kalau lingkungannya mendukung pengkondisian menjadi entrepreneur yang handal akan lebih baik. Apalagi kalau disamping 2L di atas, ditambah L yang ketiga atau latihan (proses dan latihan), hal ini akan semakin mempercepat lahirnya entrepreneur.
    c. Peranan Dahlan Iskan
    Siapa yang tak tahu Dahlan Iskan? Sosok yang fenomenal di Indonesia ini telah banyak melakukan gebrakan- gebrakan baru. Dahlan Iskan lahir pada tanggal 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur. Beliau adalah seorang CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Network, yang bermarkas di Surabaya. Saat ini beliau adalah Menteri BUMN dan sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PLN sejak tanggal 23 Desember 2009. Terkait dengan kiprahnya sebagai CEO PLN sebelum menjabat menjadi Menteri BUMN, Dahlan Iskan berandil dalam membangun dan memperbaiki pelayanan PLN dalam menyediakan pasokan listrik secara nasional. Semenjak beliau menjadi CEO PLN, beliau memberikan warna berbeda di tubuh PLN, mulai dari restrukuturasi organisasi di Internal PLN, perubahan teknis serta terobosan baru dalam menjembatani hubungan atasan dan bawahan.
    Dahlan iskan juga mengunakan system Knowledge management adalah salah satu kunci dalam suatu organisasi untuk mencapai suatu keunggulan tersendiri dengan adanya sistem penyaluran pengetahuan yang baik dalam organisasi. Pengetahuan itu sendiri adalah apapun yang seseorang pahami mengenai suatu benda, konsep, ide, teori, prosedur
    d. Peranan Enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat!
    ‘’Intrepreneurship adalah karakteristik- karakteristik yang di gunakan untuk mendukung prinsip- prinsip entrepreneurship pada suatu perusahaan, dari perusahaan ukuran kecil hingga perusahaan dengan ukuran besar’’ (Thornberry,2006). Interpreneurship umumnya di mulai dari karyawan dalam sebuah organisasi yang mempunyai sebuah ide bisnis atau inovasi. Fungsi dalam pengembangan budaya korporat intrepeneurship ini juga merupakan entrepeneurship yang di praktekkan di dalam sebuah organisasi yang mapan. Entrepeneurship dapat di katakana sebagai suatu proses untuk menciptakan nilai melalui pemanfaatan sejumlah sumber daya untuk mengeksploitasi sebuah kesempatan. Dapat pula di katakana, entrepeneurship adalah bagaimana memanfaatkan kesempatan, tanpa terlalu hitung- hitung seberapa banyak sumber daya yang di miliki. Modal tekad dan semangat merupakan yang utama ketimbang modal lainnya.(susanto, susanto, wijanarko, dan mertosono,2007) Pengembangan budaya korporat bahwa intrepreneurship berarti orang yang mengambil tanggung jawab untuk menciptakan inovasi atau ide bisnis dalam organisasi. Perusahaan memberi bantuan serta mendorong para intrapreneur untuk mengembangkan dan mengimplementasikan ide- ide mereka.

    REFERENSI
    http://www.sampoerna.com/id_id/about_us/investor_information/disclosures_and_reports/documents/laporan%20tahunan%202007.pdf di akses pada kamis 28/06/2012 pukul 08. 20
    http://www.ciputraentrepreneurship.com/profil/entrepreneur.html?start di akses pada Kamis 28/06/2012 pukul 08.34
    http://dahlaniskan.wordpress.com/category/pln/ceo-notes/ di akses pada kamis 28/06/2012 pukul 09.11
    http://digilib.petra.ac.id/…/jiunkpe-ns-s1-2009-31405181-11763-orientatio.di akses pada kamis 28/06/2012 pukul 14.24

  115. 115
    Rizky Dwi Puspitasari (071015023) Rizky Dwi Puspitasari (071015023) Said: @12:01 pm 

    Nama : Rizky Dwi Puspitasari
    NIM : 071015023
    Prodi : Ilmu Komunikasi

    a. PT HM Sampoerna berhasil melakukan inovasi-inovasi yang sangat luar biasa, Kemampuan Sampoerna beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnisnya sudah dibuktikan perusahaan ini dari generasi ke generasi. Selama empat era kepemimpinan – Liem Seeng Tee ( sang pendiri ), Liem Swie Ling ( atau lebih dikenal dengan nama Aga Sampoerna ), Putra Sampurna dan sekarang Michael Joseph Sampoerna, perusahaan ini menghadapi beraneka-ragam gelombang perubahan lingkungan bisnis, namun secara cakap dirinya mampu mengatasinya dengan baik. Begitu juga ketika kendali perusahaan dipegang oleh Putera Sampoerna di era tahun 1980-an dan 1900-an. Perubahan lanskap bisnis yang berjalan sangat cepatpada kurun waktu ini diantisipasi dengan baik oleh Putera Sampoerna melalui upaya-upaya transformasi yang tak mengenal lelah. Inovasi yang dilakukan oleh Putera Sampoerna telah memecahkan doktrin dalam dunia bisnis, dimana selama ini beranggapan bahwa generasi ke tiga adalah generasi pengahancur. Putera Sampoerna berhasil membuktikan bahwa doktrin tersebut tidaklah benar.
    Putera Sampoerna mengambil ahli kemudi PT HM Sampoerna pada tahun 1978. Di bawah kendalinya, PT HM Sampoerna berkembang menjadi perseroan publik dengan struktur perseroan moderen dan memulai masa investasi dan ekspansi. Dalam proses, PT HM Sampoerna memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen rokok kretek yang terkemuka di Indonesia. Putera Sampoerna melakukan inovasi-inovasi untuk mencapai sebuah perusahaan produsen rokok yang terkemuka, Inovasi yang dilakukan Sampoerna bisa bermacam-macam, bisa dari produknya, juga bisa dari aktivitas pemasarannya sampai pada akhirnya Sampoerna mengatakan The Others can only follow. Inovasi yang dilakukan di antaranya dengan menciptakan Inovatif dalam pengembangan produk, contoh yang paling mudah adalah Sampoerna A Mild. Saat A Mild keluar, konsumen rokok bertanya-tanya produk apa ini gerangan karena mereka sudah terbiasa dengan SKT (Sigaret Kretek Tangan). Setelah beberapa waktu lanjutnya, akhirnya A Mild berhasil menjadi trend setter baru yaitu, SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor. Oleh karena itu sekarang Sampoerna kembali mengeluarkan Sampoerna Exclusive.
    Putera Sampoerna mengatakan mengenai bagaimana seharusnya perusahaan merespon perubahan lingkungan bisnis, “Understand the environment, what you can do with it and if you can’t do something with it , change it”.
    Menelusuri langkah-langkah strategis yang dijalankan Putera selama mentransformasi Sampoerna, dibagi menjadi tiga milestone penting. Milestone pertama adalah upayanya membangun Sampoerna menjadi world-class cigarette manufacturer.
    Milestone kedua adalah upayanya memetamorfosa Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company. Milestone ketiga adalah upaya Putera untuk mewujudkan visinya menjadikan Sampoerna sebagai perusahaan multinasional melalui ekspansi bisnis ke pasar luar negeri yang prospektif. Langkah yang dirintis sejak awal dan pertengahan tahun 1990-an kini telah menampakan hasil dengan mulai hadirnya merek-merek Sampoerna di berbagai negara seperti malaysia, Myanmar, Vietnam, Brasil, Taiwan dll.
    Nilai-nilai dasar “Menuju Kesempurnaan” dan falsafah “Kami Memang Beda” merupakan satu nilai yang secara sadar ataupun tidak sadar, tertulis maupun tidak tertulis, merupakan “basic philosophy” yang dijalankan dalam setiap kebijakan dan langkah perusahaan. “Di Sampoerna, upaya mencarai KESEMPURNAAN sudah menjadi gaya hidup kami; suatu usaha keras, yang secara integral terjalin di dalam semua aspek Kelompok Perusahaan Sampoerna,” demikian bunyi salah satu kutipan yang ada dalam Kredo Sampoerna. Nilai-nilai dasar yang dipegang teguh dan diyakini oleh semua orang di dalam organsisasi Sampoerna itu terbukti menjadi tulang punggung keunggulan bersaing perusahaan, dan ini merupakan nilai dasar yang menjadi penentu utama mengapa Sampoerna mampu secara konsisten mencapai kesuksesan selama berpuluh tahun.

    b. Inovasi itu sendiri diperlukan bukan hanya karena adanya dorongan yang bersifat idealistik, melainkan juga untuk meraih pangsa pasar. Soalnya dalam persaingan yang ketat dibutuhkan terobosan-terobosan yang menyebabkan sebuah produk atau jasa berbeda dan lebih baik dari lainnya.
    Tentu saja meniru yang dimaksudkan Ciputra bukan dalam konteks mencontek atau seperti memfotokopi. “Bukan meniru yang ikut-ikutan..” demikian yang dikatakannya. Meniru yang dimaksudkannya adalah meniru dengan menggali kebaikan-kebaikan yang ada pada yang ditiru untuk kemudian ditingkatkan lagi. Peniruan semacam itu dapat membuka kemungkinan terciptanya sebuah inovasi baik dalam bentuk inovasi produk maupun inovasi proses.
    Dalam hal ini, Pak Ci selalu teringat pada cerita tentang gereja di Rusia. Gereja itu merupakan salah satu yang terbesar di sana. Namanya Gereja Juru Selamat. Di zaman Komunis, Pemerintah Rusia (waktu itu Uni Soviet) meruntuhkannya untuk membangun sebuah gedung konferensi. Fondasi gereja itu mereka gali dan diganti sama sekali dengan yang baru. Anehnya, mereka tak pernah berhasil membangun gedung konferensi yang mereka inginkan itu karena fondasi yang mereka bangun selalu runtuh. Mereka gagal bahkan sampai ketika rezim Komunis jatuh dan Rusia terpecah belah menjadi beberapa negara yang lebih kecil.
    Lalu ketika Rusia menjadi negara demokrasi, pembangunan gedung konferensi itu dihentikan. Pihak swasta kemudian berinisiatif mengumpulkan dana untuk membangun kembali gereja itu. Mereka membangunnya benar-benar meniru yang asli. Mereka menelusuri struktur bangunan, merekareka ulang gambar-gambarnya dengan maksud sepenuhnya ingin mendirikan lagi sebuah gedung gereja yang sama persis dengan yang asli. Ternyata mereka berhasil. Dan, kalau gereja yang lama dulunya dibangun dalam 40 tahun, gereja baru yang meniru gereja lama itu hanya membutuhkan waktu 5 tahun. Mengapa? Karena pembangunan yang terkemudian ini meniru, tetapi meniru untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dengan menggunakan teknologi mutakhir.
    Di Indonesia Ciputra sering dikatakan telah melakukan tujuh inovasi di bidang property/arsitektur. Salah satu inovasinya yang dianggap fenomenal adalah Taman Impian Jaya Ancol yang merupakan taman rekreasi pertama yang menggunakan berbagai tema. Ternyata belakangan ini Taman Impian Jaya Ancol beserta Dunia Fantasi-nya ditiru oleh pengembang lain. Itu ditiru bukan untuk membuat taman rekreasi, melainkan untuk membuat perumahan dengan berbagai tema rekreatif, seperti yang dapat dilihat di kota-kota lain di Indonesia. “Itu bagus. Kita ditiru berarti bagus. Dan kita kejar lagi. Kita harus berpikir lagi untuk bikin perubahan, bekerja keras lagi. Sekarang saya sedang membangun cita-cita untuk membuat taman rekreasi dengan tema flora dan fauna yang lima kali lebih besar dari Taman Impian jaya Ancol,” kata Ciputra.
    Proses meniru praktik-praktik terbaik, lalu mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi sesuatu yang lebih baik, bagi Pak Ci dapat digolongkan sebagai sebuah inovasi. Inovasi di sini erarti sesuatu yang baru, berbeda, bernilai lebih, dan lain daripada pendahulunya meskipun mungkin hasil-hasil yang dicapai itu berbasiskan pendahulu yang ditiru dan diramu itu.
    Salah satu yang kini sedang ia gagas dan menjadi bagian dari mimpi dan ide bisnis Pak Ci adalah sebuah Taman Wisata Terpadu berskala raksasa, di atas lahan lebih dari 3000 hektar. Taman Wisata itu akan terletak di pegunungan yang modal utamanya adalah adalah gunung, udara yang sejuk, dan pemandangan alam yang asli, flora dan fauna. Semangat Pak Ci untuk mencipta sesuatu yang baru yang lebih bernilai dari yang sudah ada, tampak pada obsesinya untuk mewujudkan taman ini.
    Selanjutnya, perkembangan pasar sebagai pendorong inovasi jenis kedua, menurut Geroski dan Markides, berlangsung dalam dua tahap.Tahap pertama adalah fase eksplorasi yang dipenuhi ketidakpastian di mana muncul perusahaan-perusahaan pionir yang dalam istilah Geroski dan Markieds disebut perusahaan kolonis, perusahaan penjelajah ide-ide dan temuan. Sedangkan fase kedua adalah ketika perusahaan-perusahaan pionir saling bersaing dengan model bisnis masing-masing sambil belajar dari bertemunya permintaan dan penawaran di pasar yang sedang bertumbuh. Pada tahap ini, perusahaan yang menjadi pemenang adalah perusahaan yang bertipe konsolidator, perusahaan yang mampu mengkonsolidasikan praktik-praktik terbaik untuk menghasilkan produk yang secara komersial terdepan memasuki pasar. Menurut Geroski dan Markides, apa yang dilakukan perusahaan konsolidator ini dapat juga disebut sebagai inovasi.

    c. Sejak Dahlan Iskan ditunjuk menjadi Menteri BUMN oleh Presiden SBY pada tanggal 19 Oktober 2011 lalu beliau selalu menunjukan kinerja yang baik dan melakukan gebrakan yang selalu menabrak rambu-rambu birokrasi yang bertele - tele. Kemanapun berpergian sebagai pejabat negara tidak ingin dikawal.Tidak jarang kehadirannya secara tiba-tiba disuatu tempat tanpa pemberitahuan sebelumnya, membuat kaget dan rasa tak percaya si tuan rumah kalau yang ada dihadapan mereka adalah seorang Menteri yang sekaligus pejabat tinggi negara.Kebiasaan lain beliau adalah selalu memakai sepatu kets kemana pergi.
    Beberapa hari lalu Dahlan Iskan juga membuat gerah para anggota DPR yang dipelopori oleh 38 orang anggota Dewan untuk melakukan rencana Hak Interpelasinya terkait dengan keputusan Menteri BUMN No.Kep-236/MNU/2011 tentang pendelegasian sebagian wewenang Mentri BUMN untuk dilimpahkan kepada Direksi, Dewan Komisaris dan Pejabat Eselon1 dikementerian BUMN.Tindakannya dianggap melanggar undang-undang.
    Dahlan Iskan ingin menjalankan semua BUMN secara efisien berdaya guna.Selama ini BUMN disinyalir menjadi sapi perahan Partai Politik untuk mendanai kepentingan partainya.Sehingga dicari celah untuk menghambat rencana Dahlan.Menanggapi rencana DPR ini,Dahlan mengatakan itu hak DPR untuk menggunakannya.
    Sebelumnya lagi Pak Dahlan juga mengadakan gebrakan dengan membuka gerbang pintu toll Senayan secara gratis untuk menghindari kemacetan yang panjang didepan pintu toll.Aksinya juga berlanjut dengan membuka pintu toll Ancol yang ternyata milik PT.Citra Marga Nusaphala Persada.Beliau juga pernah menumpang kereta commuter line ketika menghadiri rapat kabinet di istana Bogor.
    Sewaktu mendapingi kunjugan Presiden ke Cina dan Hongkong bulan Maret lalu Pak Dahlan secara mengejutkan justru berkumpul dan bertatap muka langsung dengan para BMI.Padahal Presiden sendiri tidak berani menemui mereka yang melakukan demo.Kunjungan mengejutkan juga dilakukan beliau ke Pondok Pesantren Ngruki Solo yang didirikan oleh Ustad Abu Bakar Basyir itu pada pertengahan Maret 2012.Kehadirannya tanpa diundang itu dinilai sangat menarik dan berani.Kedatangannya yang mendadak itu jelas bikin kaget pengurus pondok pesantren.
    Dahlan Iskan terkenal gesit. Gaya kepemimpinanya nyentrik. Budayawan Sujiwo Tejo menilai jika Dahlan Iskan ‘ngawur’. Tetapi jurusnya sangat manjur. Rakyat negeri ini butuh pemimpin seperti Dahlan Iskan. Berani bertindak, berani menanggung resiko, dan sudi bergumul dengan rakyat kecil.
    Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tjahjo Kumolo mengapresiasi gebrakan dan gaya kepemimpinan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.
    Dalam mengurus rakyat yang memiliki berbagai macam tabiat dan ditambah lagi kehidupan ibukota Jakarta yang keras, kita memang memerlukan pemimpin bertangan besi, peduli dan berwibawa , bukan tindakan otoriter untuk mempertahankan kekuasan. Aksi ini adalah bentuk pembelajaran yang diberikan dari pemimpin untuk anak buah di jajarannya. Jadi secara etika politik tindakan Dahlan dapat dibenarkan dalam upaya menegakkan perilaku kerja yang profesional di wilayah tugasnya.

    d. Secara bahasa wirausaha atau wiraswasta adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. Entrepreneur menurut Sutrisno Iwantoro (2001) adalah seseorang yang mengorganisasikan, mengelola, melakukan inovasi, dan memiliki keberaniasn untuk menanggung resiko. Entrepreneurship memiliki dedikasi untuk menjalankan suatu bisnis secara berhasil, selain itu entrepreneur memiliki kemauan dan keberanian untuk mengambil resiko baik dalam finansial, karier, ataupun reputasi dengn tujuan agar ide-ide maupun inovasi bisnisnya dapat dijalankan. Disamping itu, entrepreneur juga mempunyai kesediaan untuk bekerja keras dengan seluruh kemampuan serta bakatnya untuk menjalankan suatu usaha. beberapa sifat-sifat yang telah menjadi dasar bagi seorang entrepreneur, dapat menjadi dasar pula bagi budaya korporat dalam perusahaannya.
    Fungsi entrepreneurship dalam mengembangkan budaya korporat adalah entrepreneurship dapat diartikan sebagai sebuah inovasi baru dalam strategi bisnis suatu perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan tersebut berani untuk melakukan hal-hal yang baru meskipun harus menanggung resiko. Selama hal baru tersebut dapat membuka peluang usaha baru maka hal tersebut harus dilakukan.
    Dengan terbukanya peluang usaha baru maka akan memberikan manfaat kepada masyarakat, salah satunya adalah membuka lapangan pekerjaan baru sehingga mengurangi angka pengangguran. Dengan adanya fungsi entrepreneurship di dalam budaya korporat maka akan muncul sebuah ide kreatif dalam menunjukkan eksistensi suatu perusahaan dengan memunculkan produk yang inovatif.
    Seorang entrepreneurship adalah seseorang yang mempunyai tiga criteria, Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur.
    Seorang pencipta peluang berarti melalui imaginasi kreatifnya, ia sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan. Ini adalah kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari.
    Ciri kedua dari seorang entrepreneur adalah dia seorang innovator. Banyak orang kurang komplit mengerti kata ini. Inovator adalah seorang yang sanggup memperkenalkan hal baru kepada masyarakat dan masyarakat menerimanya. Sebuah hal yang baru namun belum diterima oleh masyarakat luas baru bisa disebut sebagai temuan atau invention. Seorang entrepreneur sanggup membuat produk yang tidak bisa ditolak oleh pasar.
    Ciri ketiga dari seorang entrepreneur adalah dia seorang pengambil resiko yang terukur tidak berdasarkan emosi. Seorang entrepreneur sanggup menghitung resiko yang dihadapinya. Bukan itu saja, ia sanggup meminimalkan resiko tersebut. Sehingga sebelum pengambilan keputusan dilakukan ia telah membuat resiko sekecil mungkin dan peluang untuk berhasil sebesar mungkin.

    Referensi :
    http://innozard.blogspot.com/2008/09/stories-strategi-pt-hm-sampoerna.html
    http://www.ciputraentrepreneurship.com/ciputra-way/6892-bab-ii–inovasi-dengan-meniru-secara-kreatif.html
    http://www.uin-malang.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=3029:gebrakan-dahlan-iskan-dan-kualitas-kepemimpinan&catid=35:artikel-dosen&Itemid=210
    Kamus Besar Berbahasa Indonesia ; Wiraswasta
    http://sosok.kompasiana.com/2012/04/16/tiada-hari-tanpa-gebrakan-dahlan-iskan/
    http://www.antaranews.com/berita/306583/tjahjo-apresiasi-gebrakan-dahlan-iskan
    http://sidomi.com/80102/profil-dahlan-iskan/
    Iwantoro, Sutrisno. 2001. Kiat Sukses Berwirausaha. Jakarta: Grasindo

  116. 116
    arienta dian puspita (070917080) arienta dian puspita (070917080) Said: @12:22 pm 

    arienta dian puspita
    070917080
    antropologi sosial
    budaya korporat

    soal no 3..
    “Generasi pertama melahirkan,kedua membesarkan dan yang ketiga mengahancurkan”merupakan “doktrin”bisnis keluarga yang sering terngiang dalam telinga para pelaku korporat.Putera Sampoerna adalah generasi ketiga keluarga sampoerna.
    A) Jelaskan peranan”inovasi”dalam suatu korporat yang karenanya putera Samporna dengan produksi”A mild”nya dapat berhasil mengatasi”doktrin”tersebut,dan mampu mengalahkan perubahan dari luar korporatnya?
    B) Bagaimana pula dengan ciputra dan
    C) Peranan dahlan iskan?
    D) jelaskanlah peranan enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat

    Jawaban :
    A. Dalam suatu perusahaan, terdapat berbagai macam hal yang dipikirkan dan direncanakan oleh pengelola perusahan sebagai strategi mereka bertahan pada suatu eksistensi. Dari strategi perusahaan tersebut dalam mencapai ataupun mempertahankan eksistensinya sangat erat kaitannya dengan hal inovasi dan pemasaran. Kedua faktor tersebut sangat berperan vital terhadap kemajuan suatu korporasi. Sering kali suatu perusahaan secara khusus mendalami kelemahan pesaing mereka dan sering pula menyerang posisi pesaingnya secara mendadak. Putera Sampoerna pernah mengatakan “I don’t want to make it happen”. Karena landscape berbeda, dia selalu “inovatif” untuk mengalahkan perubahan di luar. Makin lama makin didasari perlunya inovasi dengan strategi pemasaran yang didasarkan atas baik kebutuhan konsumen maupun posisi para pesaing. Beliau berani melakukan tindakan – tindakan yang penuh dengan resiko yang besar, untuk mengalahkan segala doktrin yang ada beliau berani melakukan suatu gebrakan yang dianggap oleh sebagian besar orang merupakan hal yang berbahaya, seperti halnya beliau berani memutuskan untuk menghutang pada bank yang mana hal ini tidak pernah dilakukan sekalipun oleh kedua generasi sebelumnya, inovasi dilakukan dalam pemasaran dan iklan serta pada sektor distribusi juga dilakukan suatu inovasi yang pada awalnya system distributor diganti dengan branch management , bahkan yang paling menjadi suatu kontroversi ialah ketika beliau menjual seluruh perusahaan ketika saham naik. Dari segala inovasi – inovasi ini akhirnya membuat putera sampoerna berhasil melakukan penggebrakan pada korporasinya yang akhirnya bisa menanggalkan semua doktrin yang ada dengan produk A mildnya, dengan ini beliau berhasil mengalahkan perubahan dari luar korporatnya.
    B. Sedangkan dengan Ciputra, beliau berani melakukan suatu inovasi yang juga tiak kalah menantang dengan putera sampoerna, disini beliau datang nekad ke Jakarta dan menantang gubernur untuk antara lain membangun ancol dan setiap sepuluh tahun sekali ada perubahan strategi bisnis, kemudian berani memakai kata Ciputra sebagai Brand dan mengganti kata Citra. Dan sekarang Ciputra aat ini sudah bukan lagi hanya sebuah nama melainkan sudah menjadi sebuah premiere brand yang secara susah payah telah dibangun sejak 30 tahun yang lalu. Hal tersebut merupakan sebuah inovasi yang dilakukan oleh seseorang yang menyangkut juga suatu korporasi.
    C. Jika ditanya mengenai Dahlan iskan disini dikatakan bahwa Dahlan Ishkan merupakan mantan seorang wartawan yang kemudian menjadi kepala sebuah Biro yang ada diSurabaya, dan akhirnya beliau ditunjuk untuk memimpin Jawa pos. dia juga mempunyai semangat tinggi dan sangat menyukai tantangan, dia juga pernah ditunjuk sebagai dirut PLN yang banyak orang mengatakan bahwa kinerjanya cukup memuaskan. Beliau menyukai suatu inovasi – inovasi yang berbeda. Di tangannya, Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 eksempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, yang memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada 1997, Dahlan Iskan mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, Menyusul kemudian di Jakarta dan Semarang. Ketiga orang tersebut mempunyai tipe yang bisa dikatakan hampir sama meskipun dalam bidang yang berbeda – beda.
    D. Peranan enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat, jika ditanya mengenai hal tersebut, bisa kita lihat dari ketiga orang diatas, mereka memiliki suatu keberanian untuk melaksanakan suatu keputusan yang sangat beresiko semata – mata untuk menjalankan bisnis mereka secara lahir, disini bisa kita lihat ialah meskipun resiko yang mungkin diterima itu besar namun mereka sangat pandai membaca peluang yang ada, yang sebelumnya sudah mereka baca. Dan yang membuat kita kagum ialah mereka mampu atau bisa meyakinkan orang lain untuk mendukung keputusan – keputusan dan ide yang mereka buat, sehingga sampai saat inipun mereka tidak henti – hentinya membuat suatu inovasi – inovasi terbaru untuk korporasi mereka, entrepreneurship wajib dimiliki dan mempunyai peranan yang penting dalam pengembangan budaya korporat karena hal ini secara dinamis berjalan beriringan seiring dengan membaca peluang yang ada.

    Referensi :
    http://madib.blog.unair.ac.id/files/2011/06/grow-with-character-15-generasi-ke-3-menghancurkan.pdf
    http://www.ciputraentrepreneurship.com/component/wpmu/akhlispurnomo/category/tips-kepemimpinan.html

  117. 117
    TYAS SISTHA WIJAYANTI TYAS SISTHA WIJAYANTI Said: @1:13 pm 

    A. Inovasi Dan Putra Sampoerna

    Survei Development Dimension Internasional menyebutkan bahwa perusahaan di Indonesia harus mulai melakukan kegiatan yang inovatif dalam perusahaannya. Supaya mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat pada era perdagangan bebas ke depannya. Laporan Global Development Horizon 2011 yang dirilis Bank Dunia menggambarkan tantangan bagi negara berkembang dengan adanya banyak sentra pertumbuhan ekonomi global selama periode 2011-2025. Laporan ini mengidentifikasi negara-negara dengan tingkat pertumbuhan tinggi yang akan mengubah tatanan global dan menciptakan berbagai peluang.
    Konsep inovasi mempunyai sejarah yang panjang dan pengertian yang berbeda-beda, terutama didasarkan pada persaingan antara perusahaan-perusahaan dan strategi yang berbeda yang bisa dimanfaatkan untuk bersaing. Pada tahun 1949 Schumpeter menyebutkan bahwa inovasi terdiri dari lima unsur yaitu: (1) memperkenalkan produk baru atau perubahan kualitatif pada produk yang sudah ada, (2) memperkenalkan proses baru ke industri, (3) membuka pasar baru, (4) Mengembangkan sumber pasokan baru pada bahan baku atau masukan lainnya, dan (5) perubahan pada organisasi industry.
    Dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun, konsep inovasi tersebut terus dikembangkan oleh sejumlah pakar dan institusi. Ada beberapa kemiripan mendasar dari konsep inovasi, yaitu sesuatu yang baru, baik berupa ide, barang, proses, atau jasa. Tetapi yang masih menunjukkan berbagai perbedaan adalah bagaimana cakupan dan cara pengukuran inovasi tersebut. Berdasarkan berbagai pengertian dari inovasi, ukuran inovasi dibagi dalam dua kelompok yaitu ukuran yang berhubungan dengan output dan input.
    Ukuran output misalnya (a) produk atau proses baru atau yang dikembangkan, (b) proses dari produk atau proses baru tersebut, (c) kekayaan intelektual yang dihasilkan (paten, merek, atau disain), dan (d) kinerja perusahaan. Sedangkan ukuran inovasi yang berkaitan dengan input adalah (a) investasi di bidang penelitian dan pengembangan, (b) kekayaan intelektual, (c) biaya akuisisi teknologi baru, (d) biaya produksi pertama produk baru, (e) asset tak berwujud misalnya goodwill, (f) biaya pemasaran dan pelatihan untuk produk baru, dan (g) perubahan organisasi dan metode manajerial.
    Sedangkan Martin Radenakers (2005) membagi inovasi ke dalam beberapa tipe yang mempunyai karakteristik masing-masing. Dengan begitu, pentingnya inovasi untuk kehidupan perusahaan sangat menjadi perhatian pengusaha global. Inovasi sebagai satu kunci yang mengarah pada keunggulan kompetitif (Barney, 1991; Autio et al., 1998; dalam Hadjimanolis, 2000; Thong, 1999; Daellenchbach et al, 1999; Hadjimonalis & Dickson, 2000).
    Pada pembahasan pertama inovasi pada generasi ketiga, Putera Sampoerna merupakan salah satu tokohnya. Ia adalah seorang pengusaha Indonesia yang dikenal sebagai presiden ketiga perusahaan rokok PT. HM Sampoerna. Beliau lahir di Schidam, Belanda pada 13 Oktober 1947. Putera adalah generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Dia adalah putra dari Aga Sampoerna dan cucu dari Liem Seeng Tee, pendiri perusahaan Sampoerna.
    Putera memperoleh pendidikan internasional pertama di Diocesan Boys School, Hong Kong, dan kemudian di Carey Grammar High School, Melbourne. Dia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di University of Houston, Texas, AS.
    Lulus dari perguruan tinggi, Putera tidak langsung melibatkan diri dalam bisnis keluarga. Bersama istrinya, Katie, warga Amerika Serikat keturunan Tionghoa, Putera tinggal di Singapura dan menjalankan perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit milik pengusaha Malaysia. Baru pada 1980, Putera kembali ke Surabaya untuk bergabung dalam operasional PT. Sampoerna.
    Pria yang menggemari angka sembilan itu mulai menjadi figur penting dalam perusahaan setelah menerima tampuk pimpinan tertinggi sebagai chief executive officer dari ayahnya, Aga Sampoerna, pada 1986. Setelah Aga meninggal pada 1994, Putera semakin aktif menggenjot kinerja perusahaan dengan merekrut profesional mancanegara untuk turut mengembangkan kerajaan bisnisnya.
    Putera dikenal luas sebagai nakhoda perusahaan yang tidak hanya lihai dalam melakukan inovasi produk inti perusahaannya, yakni rokok, namun juga jeli melihat peluang bisnis di segmen usaha lain. Di bisnis sigaret, nama Putera tidak bisa dihapus berkembangnya segmen pasar baru, yakni rokok rendah tar dan nikotin. HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air dengan produknya, A Mild.
    Sebagai pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan, berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain. Sebelumnya, ia menjual seluruh saham keluarganya di PT HM Sampoerna senilai Rp18,5 triliun, pada saat kinerjanya baik. Dia mampu membuat sensasi (tapi terukur)dalam dunia bisnis. Hingga namanya dinobatkan oleh Warta Ekonomi sebagai salah seorang Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005. Sebelumnya, majalah Forbes menempatkannya dalam peringkat ke-13 Southeast Asia’s 40 Richest 2004.
    Pada masa kepemimpinananya, PT. Sampoerna juga memperluas bisnisnya ke dalam bidang supermarket dengan mengakuisi Alfa dan mendirikan Bank Sampoerna pada akhir 1980-an, meski bisnis perbankan ini akhirnya gagal.
    Pada tahun 2000, Putera akhirnya mengalihkan kepemimpinan perusahaan kepada anaknya, Michael. Pada awal 2006, dikabarkan bahwa Putera, yang dikenal menggemari judi, telah menjadi pemilik perusahaan judi raksasa yang bermarkas di Gibraltar, Mansion. Pada saat yang sama, Mansion dilaporkan akan menggantikan Vodafone sebagai sponsor klub sepak bola Manchester United selama empat tahun dalam kontrak senilai 60 juta poundsterling, namun kontrak tersebut kemudian dibatalkan. Kemudian beralih menjadi sponsor klub sepakbola Liga Inggris lainnya Totenham Hotspur sejak musim 2006-2007. Selain itu, Putera Sampoerna juga membeli kasino Les Ambassadeurs di London dengan harga 120 juta poundsterling.

    b. Ir. Ciputra adalah sosok mahaguru dalam dunia bisnis properti dan entrepreneurship. Dengan mengutamakan partnership, leadership, dan integritas serta didukung dengan wisdom, integrity, innovation agar perusahaan menjadi sustainable forever. Sperti yang dikatakan Hendrawan Kertajaya, Pak Ci (panggilan akrab Ir. Ciputra) kelahiran Menado, lulus dari ITB kemudian pergi ke Jakarta dan “menantang” gubernur DKI Jakarta untuk, membangun Ancol. Merupakan inovasi yang sangat briliant, mengawali kesuksesan Ir. Ciputra. Kemudian juga Pak Ci juga mempopulerkan konsep bisnis entrepreneurship. Pak Ci (Kompas.com 1 April 2011) mengatakan, “Jadi masyarakat Indonesia harus diubah mindset-nya. Mental rakyat Indonesia harus diubah. Jangan hanya jadi pegawai, tapi bagaimana bisa menjadi wirausaha dan menciptakan lapangan kerja. Dari 250 juta jiwa, setidaknya dibutuhkan 5 juta warga Indonesia menjadi wirausahawan agar ekonomi Indonesia makin kuat. Kita harus mengejar Singapura dan Malaysia”. Anton susanto menuliskan dalam blognya, kepiawaian pak Ciputra sebagai entrepreneur terkemuka tidak disangsikan lagi. Naluri bisnisnya begitu tajam dan kuat. Sebagai entrepreneur, pak Ciputra mengembangkan filosofi hidup “merubah kotoran dan rongsokan menjadi emas”. Dengan mengajarkan pendidikan entrepreneurship berarti mempersiapkan generasi yang mampu menciptakan lapangan kerja serta berwirausaha. Agar terlahir manusia-manusia kreatif dan inovatif, dengan mencetak lapangan kerja sendiri secara mandiri (Susanto 2009). Enterpreneur sukses Ir. Ciputra bahkan pernah mengatakan bahwa sukses sebuah perusahaan 50% ditentukan oleh faktor kepemimpinannya dan 50% lagi bergantung pada kualitas pelatihan dan moral karyawan (Wiranto 2001,p.81). Pak Ci berinovasi dengan ide-ide kretatif yang membanggakan (Kasumaputra 2011), dan menerapkan tidak berhutang tetapi melakukan ekspansi dengan equity sehingga prudent. Maka tidak salah jika Ir. Ciputra dianggap sebagai mahaguru, karena beliau memang telah sukses mewujudkan inovasinya dan telah berhasil menjadi pelopor serta pioner untuk para pembisnis muda.

    c. Trout & Ries, Paul Greenberg and Willem P. Burgers menyatakan bahwa cara terbaik untuk meningkatkan posisi perusahaan adalah dengan cara secara konstan menyerang diri sendiri. Maksudnya adalah bahwa perusahaan harus terus menerus mempunyai inovasi dan menyerang hasil inovasinya – posisi diri sendiri – tersebut, sehingga tidak sedikitpun membuka peluang bagi para (calon) pesaingnya untuk masuk ke dalam persaingan. Agar cara ini berhasil dilakukan, maka perusahan harus menyiapkan modifikasi bagi inovasinya sesegera mungkin ketika inovasinya baru – atau bahkan lebih baik sebelum – masuk ke pasar. Ketika ada sinyal penerimaan pasar tinggi –biasanya terjadi ketika produk inovasi masuk dalam tahap pertumbuhan dalam siklus daur hidupnya-maka para pesaing akan mulai menjadi imitator untuk produk inovasi tersebut.

    Dahlan Iskan yang meniti kariernya dengan bergabung pada kompas group, kini mampu berdiri sendiri membangun keraajaan bisnisnya yang tergabung dalam suatu organisasi bisnis besar yang bernama Jawa Pos Group. Disini nampak bahwa Dahlan Iskan telah memiliki rencana panjang sebelum ia meluncurkan suatu produk atau melemparkan inovasi produk atas produk yang terdahulu. Mari kita ambil contoh Deteksi yang menjadi memiliki halaman khusus dalam koran harian Jawa Pos. Deteksi yang tadinya hanya mengulas tentang serba-serbi kehidupan remaja kini mampu memiliki gedung basket-nya sendiri, lengkap dengan merchant shop yang menjual beragam bentuk merchandise yang berbau deteksi. Inovasi Dahlan Iskan dalam Deteksi (yang dimotori oleh anaknya – Azrul Ananda) ini bisa digolongkan dalam inovasi yang menyerang inovasinya sendiri. Dia terus update melemparkan produk/jasa baru dari mereka ketika kompetitornya mulai menampakkan gelagat imitasi.

    d. Pengertian entrepreneurship relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803).
    Berikut adalah definisi dari entrepreneurship dari beberapa ahli :
    - Jean Baptista Say (1816): Seorang entrepreneur, adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.
    - Frank Knight (1921): Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.
    - Joseph Schumpeter (1934): Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk (1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, (2) memperkenalkan metoda produksi baru, (3) membuka pasar yang baru (new market), (4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya.
    - Penrose (1963): Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
    - Harvey Leibenstein (1968, 1979): Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
    - Israel Kirzner (1979): Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio: Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian. Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. Selain itu, seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional.

  118. 118
    Ayu Ike Handayani Ayu Ike Handayani Said: @1:25 pm 

    Nama : Ayu Ike Handayani.
    Nim : 071017054
    Prodi : Antropologi Sosial

    3. a) Kemampuan HM Sampoerna beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnisnya sudah dibuktikan perusahaan ini dari generasi ke generasi. Selama empat era kepemimpinan perusahaan ini menghadapi beraneka-ragam gelombang perubahan lingkungan bisnis, namun secara cakap ia mampu mengatasinya dengan baik. Menarik sekali komentar Putera Sampoerna mengenai adaptabilitas organisasi ini, “Understand the environment, what you can do with it and if you can’t do something with the environment, change it!”
    Begitu juga ketika kendali perusahaan dipegang Putera Sampoerna di era tahun 1980-an dan 1990-an. Perubahan lanskap bisnis yang berjalan sangat cepat pada kurun waktu ini diantisipasi dengan baik oleh Putera dengan melakukan upaya-upaya transformasi yang tak mengenal lelah—transformasi termassif dan tercepat dalam sejarah perusahaan. Langkah transformasi inilah yang memungkinkan HM Sampoerna memasuki ”hypergrowth era” selama kurun waktu 1990-an.
    Ada beberapa faktor yang mempengaruhi HM Sampoerna berubah menjadi lebih baik yang dilakukan oleh Putera Sampoerna yang mencakup :
    Adaptive organization
    Culture does matter
    Out of the box ( termasuk inovasi)
    Adaptif organization : Langkah-langkah strategis yang dilakukan Putera ini antara lain adalah membenahi sistem pembelian tembakau ke petani; membangun sistem distribusi langsung; membangun kapabilitas dan kompetensi inti di bidang pembuatan sigaret; dan membangun fasilitas manufaktur berkelas dunia di Rungkut dan Pandaan. Putera juga memetamorfosa HM Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company” yang ditandai dengan munculnya rokok low tar low nicotine pertama, A Mild. Dan yang tak kalah penting adalah rintisan Putera untuk menjadikan HM Sampoerna sebagai perusahaan multinasional dengan melakukan ekspansi bisnis ke pasar luar negeri yang prospektif.
    Cultere does matter : Faktor kedua adalah budaya perusahaan (culture). Nilai-nilai dasar “Menuju Kesempurnaan” (Anggarda Paramita) dan prinsip “Kami Memang Beda” merupakan satu nilai yang secara sadar ataupun tidak sadar, tertulis ataupun tidak tertulis, merupakan basic philosophy yang dijalankan dalam setiap kebijakan dan langkah perusahaan. “Di Sampoerna, upaya mencari KESEMPURNAAN sudah menjadi gaya hidup”. suatu usaha keras, yang secara integral terjalin di dalam semua aspek Kelompok Perusahaan Sampoerna,” Demikian bunyi salah satu kutipan yang ada dalam Kredo Sampoerna Anggarda Paramita.
    Nilai-nilai dasar yang dipegang teguh dan diyakini oleh semua orang di dalam organisasi HM Sampoerna itu terbukti menjadi tulang punggung keunggulan bersaing perusahaan. Bahkan kami berani menyimpulkan bahwa nilai-nilai dasar inilah yang menjadi penentu utama kenapa HM Sampoerna mampu secara konsisten mencapai kesuksesan selama berpuluh tahun. Bahwa budaya perusahaan yang kokoh inilah faktor utama yang membedakan HM Sampoerna dari perusahaan lain. Budaya akhirnya yang berperanan dan berpengaruh secara jangka panjang untuk membedakan kinerja sebuah perusahaan dengan pesaingnya. Budaya menjadi tatanan hidup masing-masing perusahaan yang tidak mungkin dan tidak layak untuk ditiru oleh siapapun.
    Out of the box : Faktor terakhir adalah inovasi. Berbicara mengenai HM Sampoerna, rasanya mustahil kalau kita mengesampingkan inovasi. Inovasi di HM Sampoerna ditanamkan “dari dalam” melalui prinsip yang dikenal luas di kalangan karyawan sebagai prinsip “Kami Memang Beda”. HM Sampoerna berani menyatakan “Kami Memang Beda” ini karena jiwa setiap karyawan memang dibangun di atas landasan kreativitas dan inovasi. “Kami Memang Beda is like a religion, basic philosophy that can not be compromised,” kata Putera.
    Satu contoh kasus inovasi HM Sampoerna yang kini telah menjadi “cerita legenda” dalam dunia pemasaran di tanah air adalah peluncuran A Mild, produk rokok low tar low nicotine (LTLN) pertama di Indonesia. Adanya persaingan yang kian ketat di pasar kretek bernikotin tinggi dan adanya tren global ke arah konsumsi rokok rendah tar dan nikotin, mendorong HM Sampoerna untuk menciptakan kategori baru rokok LTLN pada tahun 1989—sebuah langkah terobosan yang pada masa itu sama sekali tak terpikirkan oleh pesaing.
    b) Inovasi Ciputra
    Menurut Ciputra, seorang entrepreneur adalah seorang yang dapat mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Dia adalah seorang yang mampu menciptakan perubahan kreatif yang berarti dari sesuatu yang tidak bernilai menjadi bernilai, menghasilkan sebuah produk akhir yang memiliki nilai pasar, dan mampu memulai perubahan tersebut dari “nol” atau dari “kotoran” dan “rongsokan” yang dianggap tidak berharga.
    Proses entrepreneurship inilah yang telah dilakukan selama ini pada setiap proyek pengembangan properti. Sebuah daerah yang tadinya tidak berharga dirubah menjadi kawasan perumahan terpadu yang mengangkat nilai dan harkat setiap orang yang menghuninya. Bukan saja itu, masyarakat sekeliling kawasan yang telah terbangun bisa menikmati keuntungan dengan fasilitas yang dibangun dan terbentuknya bisnis-bisnis baru akibat pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan pengembangan kawasan tadi.
    Ada tiga ciri yang harus dimiliki seorang entrepreneur. Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur. Seorang pencipta peluang berarti melalui imaginasi kreatifnya, ia sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan. Ini adalah kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari. Ciri kedua dari seorang entrepreneur adalah dia seorang innovator. Banyak orang kurang komplit mengerti kata ini. Inovator adalah seorang yang sanggup memperkenalkan hal baru kepada masyarakat dan masyarakat menerimanya. Sebuah hal yang baru namun belum diterima oleh masyarakat luas baru bisa disebut sebagai temuan atau invention. Seorang entrepreneur sanggup membuat produk yang tidak bisa ditolak oleh pasar. Ciri ketiga dari seorang entrepreneur adalah dia seorang pengambil resiko yang terukur tidak berdasarkan emosi. Seorang entrepreneur sanggup menghitung resiko yang dihadapinya. Bukan itu saja, ia sanggup meminimalkan resiko tersebut. Sehingga sebelum pengambilan keputusan dilakukan ia telah membuat resiko sekecil mungkin dan peluang untuk berhasil sebesar mungkin.
    c) Peranan Dahlan Iskan
    Sebagai seorang CEO di PT. PLN, Dahlan Iskan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam hal knowledge management di dalamnya. Knowldege management sendiri dianggap penting sebagai bahan proses pembelajaran bagi seluruh karyawan yang aktif dalam PT. PLN. Segala pengetahuan dan informasi tidak semata-mata beliau dapatkan murni dari tacit knowledge-nya sendiri, melainkan dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut antara lain adalah dari surat-surat yang berisikan kritik serta saran terhadap PLN dari masyarakat, diskusi dengan para anggota perusahaan, dan lain-lain.
    Salah satu kegiatan yang menjadi kunci utama pendukung pengembangan knowldege management yang dilakukan oleh Dahlan Iskan adalah observasi lapangan. Beliau menamakan hal tersebut sebagai proses belajar, di mana beliau tak hanya mengamati, tetapi juga menelusuri dari satu aliran listrik ke aliran listrik lain untuk mengetahui penyebab utama masalah yang terjadi. Di situlah pengetahuan baru didapatkan oleh Dahlan Iskan.
    Knowledge strategy yang yang dominan digunakan Dahlan Iskan selama menjadi CEO di PT. PLN menurut saya adalah personalization strategy. Salah satu terobosan khas yang diciptakan oleh Dahlan Iskan adalah adanya “CEO Note” yang ditulisnya sebulan sekali. “CEO Note” tersebut berhubungan dengan knowledge system yang digunakan oleh Dahlan Iskan.
    Segala isu baik internal maupun eksternal menjadi pertimbangan Dahlan Iskan untuk terus menerapkan dan mengembangkan knowledge management dalam badan PLN. Isu pertama adalah mengenai kecepatan perubahan yang dilakukan oleh Dahlan Iskan di PT. PLN. Perubahan tersebut antara lain adalah restrukturisasi organisasi internal PLN, gerakan sehari sejuta sambungan, bebas byar pet se-Indonesia selama 6 bulan, dan lain-lain. Perubahan-perubahan yang dilakukan tak ubahnya merupakan hasil dari pengetahuan yang didapatkannya mengenai struktur perusahaan PLN dan juga kebutuhan-kebutuhan serta keluhan-keluhan masyarakat Indonesia mengenai pasokan listrik. Restrukturisasi organisasi internal PLN tersebut juga terkait dengan isu selanjutnya dalam knowledge management, yaitu knowledge worker.
    d) Peranan Enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Fungsi Entrepreneurship sangatlah penting dalam pengembangan budaya korporat sebab pengembangan karakter kerja individu menjadi sangat menentukan sukses tidaknya sebuah budaya organisasi. Bila semua orang di dalam perusahaan patuh pada budaya perusahaan untuk melayani organisasi dan stakeholder, maka akan ada nilai-nilai positif yang menjadi dasar perilaku kerja perusahaan. Menurut Djajendra, Budaya Perusahaan Tidak Ditentukan Oleh Bunyi Dari Rangkaian Kata-Kata Yang Tertulis Di Dalam Budaya Perusahaan, Tapi Sangat Ditentukan Oleh Karakter Individu Yang Bisa Memainkan Peran Dan Fungsi Pekerjaannya Di Tempat Kerja Sesuai Dengan Kata-Kata Yang Ada Di Dalam Budaya Perusahaan.
    Membangun karakter kerja individu agar selaras dengan budaya perusahaan formal, haruslah menjadi sebuah upaya yang terus-menerus dan tidak boleh terhenti.
    Pelatihan yang terus-menerus dan berkelanjutan akan menjadikan setiap individu lebih tersadarkan untuk menyatukan perilaku dan kebiasaan sehari-hari di tempat kerja dengan nilai-nilai dasar dari budaya perusahaan, termasuk meleburkan diri masing-masing ke dalam perilaku kerja yang diharapkan oleh perusahaan. Pembangunan karakter kerja yang efektif adalah melalui penanaman nilai-nilai budaya yang dikehendaki ke dalam mindset dan kepribadian karyawan dan pimpinan. Jelas, persoalan penanaman nilai-nilai budaya perusahaan ke dalam karakter kerja memerlukan tekad dan upaya tanpa henti dan bersifat terus-menerus seumur hidup perusahaan.
    Sumber :
    http://duniapemasaran.com/index.php/strategi-pemasaran/4-g-marketing.html(di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.00 WIB)
    http://kiosbukugema.wordpress.com/2011/10/26/ciputra-quantum-leap-entrepreneurship-mengubah-masa-depan-anda-dan-bangsa/ (di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.18 WIB)
    http://sepotongkeju.blogspot.com/2012/05/peran-knowledge-management-pada.html (di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.40 WIB)
    http://www.djajendra.com/2011/04/budaya-perusahaan-dan-pengembangan.html(di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.55 WIB)

  119. 119
    Ayu Ike Handayani Ayu Ike Handayani Said: @1:36 pm 

    Nama : Ayu Ike Handayani
    Nim : 071017054
    Prodi : Antropologi Sosial

    3. a) Kemampuan HM Sampoerna beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnisnya sudah dibuktikan perusahaan ini dari generasi ke generasi. Selama empat era kepemimpinan perusahaan ini menghadapi beraneka-ragam gelombang perubahan lingkungan bisnis, namun secara cakap ia mampu mengatasinya dengan baik. Menarik sekali komentar Putera Sampoerna mengenai adaptabilitas organisasi ini, “Understand the environment, what you can do with it and if you can’t do something with the environment, change it!”
    Begitu juga ketika kendali perusahaan dipegang Putera Sampoerna di era tahun 1980-an dan 1990-an. Perubahan lanskap bisnis yang berjalan sangat cepat pada kurun waktu ini diantisipasi dengan baik oleh Putera dengan melakukan upaya-upaya transformasi yang tak mengenal lelah—transformasi termassif dan tercepat dalam sejarah perusahaan. Langkah transformasi inilah yang memungkinkan HM Sampoerna memasuki ”hypergrowth era” selama kurun waktu 1990-an.
    Ada beberapa faktor yang mempengaruhi HM Sampoerna berubah menjadi lebih baik yang dilakukan oleh Putera Sampoerna yang mencakup :
    Adaptive organization
    Culture does matter
    Out of the box ( termasuk inovasi)
    Adaptif organization : Langkah-langkah strategis yang dilakukan Putera ini antara lain adalah membenahi sistem pembelian tembakau ke petani; membangun sistem distribusi langsung; membangun kapabilitas dan kompetensi inti di bidang pembuatan sigaret; dan membangun fasilitas manufaktur berkelas dunia di Rungkut dan Pandaan. Putera juga memetamorfosa HM Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company” yang ditandai dengan munculnya rokok low tar low nicotine pertama, A Mild. Dan yang tak kalah penting adalah rintisan Putera untuk menjadikan HM Sampoerna sebagai perusahaan multinasional dengan melakukan ekspansi bisnis ke pasar luar negeri yang prospektif.
    Cultere does matter : Faktor kedua adalah budaya perusahaan (culture). Nilai-nilai dasar “Menuju Kesempurnaan” (Anggarda Paramita) dan prinsip “Kami Memang Beda” merupakan satu nilai yang secara sadar ataupun tidak sadar, tertulis ataupun tidak tertulis, merupakan basic philosophy yang dijalankan dalam setiap kebijakan dan langkah perusahaan. “Di Sampoerna, upaya mencari KESEMPURNAAN sudah menjadi gaya hidup”. suatu usaha keras, yang secara integral terjalin di dalam semua aspek Kelompok Perusahaan Sampoerna,” Demikian bunyi salah satu kutipan yang ada dalam Kredo Sampoerna Anggarda Paramita.
    Nilai-nilai dasar yang dipegang teguh dan diyakini oleh semua orang di dalam organisasi HM Sampoerna itu terbukti menjadi tulang punggung keunggulan bersaing perusahaan. Bahkan kami berani menyimpulkan bahwa nilai-nilai dasar inilah yang menjadi penentu utama kenapa HM Sampoerna mampu secara konsisten mencapai kesuksesan selama berpuluh tahun. Bahwa budaya perusahaan yang kokoh inilah faktor utama yang membedakan HM Sampoerna dari perusahaan lain. Budaya akhirnya yang berperanan dan berpengaruh secara jangka panjang untuk membedakan kinerja sebuah perusahaan dengan pesaingnya. Budaya menjadi tatanan hidup masing-masing perusahaan yang tidak mungkin dan tidak layak untuk ditiru oleh siapapun.
    Out of the box : Faktor terakhir adalah inovasi. Berbicara mengenai HM Sampoerna, rasanya mustahil kalau kita mengesampingkan inovasi. Inovasi di HM Sampoerna ditanamkan “dari dalam” melalui prinsip yang dikenal luas di kalangan karyawan sebagai prinsip “Kami Memang Beda”. HM Sampoerna berani menyatakan “Kami Memang Beda” ini karena jiwa setiap karyawan memang dibangun di atas landasan kreativitas dan inovasi. “Kami Memang Beda is like a religion, basic philosophy that can not be compromised,” kata Putera.
    Satu contoh kasus inovasi HM Sampoerna yang kini telah menjadi “cerita legenda” dalam dunia pemasaran di tanah air adalah peluncuran A Mild, produk rokok low tar low nicotine (LTLN) pertama di Indonesia. Adanya persaingan yang kian ketat di pasar kretek bernikotin tinggi dan adanya tren global ke arah konsumsi rokok rendah tar dan nikotin, mendorong HM Sampoerna untuk menciptakan kategori baru rokok LTLN pada tahun 1989—sebuah langkah terobosan yang pada masa itu sama sekali tak terpikirkan oleh pesaing.
    b) Inovasi Ciputra
    Menurut Ciputra, seorang entrepreneur adalah seorang yang dapat mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Dia adalah seorang yang mampu menciptakan perubahan kreatif yang berarti dari sesuatu yang tidak bernilai menjadi bernilai, menghasilkan sebuah produk akhir yang memiliki nilai pasar, dan mampu memulai perubahan tersebut dari “nol” atau dari “kotoran” dan “rongsokan” yang dianggap tidak berharga.
    Proses entrepreneurship inilah yang telah dilakukan selama ini pada setiap proyek pengembangan properti. Sebuah daerah yang tadinya tidak berharga dirubah menjadi kawasan perumahan terpadu yang mengangkat nilai dan harkat setiap orang yang menghuninya. Bukan saja itu, masyarakat sekeliling kawasan yang telah terbangun bisa menikmati keuntungan dengan fasilitas yang dibangun dan terbentuknya bisnis-bisnis baru akibat pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan pengembangan kawasan tadi.
    Ada tiga ciri yang harus dimiliki seorang entrepreneur. Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur. Seorang pencipta peluang berarti melalui imaginasi kreatifnya, ia sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan. Ini adalah kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari. Ciri kedua dari seorang entrepreneur adalah dia seorang innovator. Banyak orang kurang komplit mengerti kata ini. Inovator adalah seorang yang sanggup memperkenalkan hal baru kepada masyarakat dan masyarakat menerimanya. Sebuah hal yang baru namun belum diterima oleh masyarakat luas baru bisa disebut sebagai temuan atau invention. Seorang entrepreneur sanggup membuat produk yang tidak bisa ditolak oleh pasar. Ciri ketiga dari seorang entrepreneur adalah dia seorang pengambil resiko yang terukur tidak berdasarkan emosi. Seorang entrepreneur sanggup menghitung resiko yang dihadapinya. Bukan itu saja, ia sanggup meminimalkan resiko tersebut. Sehingga sebelum pengambilan keputusan dilakukan ia telah membuat resiko sekecil mungkin dan peluang untuk berhasil sebesar mungkin.
    c) Peranan Dahlan Iskan
    Sebagai seorang CEO di PT. PLN, Dahlan Iskan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam hal knowledge management di dalamnya. Knowldege management sendiri dianggap penting sebagai bahan proses pembelajaran bagi seluruh karyawan yang aktif dalam PT. PLN. Segala pengetahuan dan informasi tidak semata-mata beliau dapatkan murni dari tacit knowledge-nya sendiri, melainkan dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut antara lain adalah dari surat-surat yang berisikan kritik serta saran terhadap PLN dari masyarakat, diskusi dengan para anggota perusahaan, dan lain-lain.
    Salah satu kegiatan yang menjadi kunci utama pendukung pengembangan knowldege management yang dilakukan oleh Dahlan Iskan adalah observasi lapangan. Beliau menamakan hal tersebut sebagai proses belajar, di mana beliau tak hanya mengamati, tetapi juga menelusuri dari satu aliran listrik ke aliran listrik lain untuk mengetahui penyebab utama masalah yang terjadi. Di situlah pengetahuan baru didapatkan oleh Dahlan Iskan.
    Knowledge strategy yang yang dominan digunakan Dahlan Iskan selama menjadi CEO di PT. PLN menurut saya adalah personalization strategy. Salah satu terobosan khas yang diciptakan oleh Dahlan Iskan adalah adanya “CEO Note” yang ditulisnya sebulan sekali. “CEO Note” tersebut berhubungan dengan knowledge system yang digunakan oleh Dahlan Iskan.
    Segala isu baik internal maupun eksternal menjadi pertimbangan Dahlan Iskan untuk terus menerapkan dan mengembangkan knowledge management dalam badan PLN. Isu pertama adalah mengenai kecepatan perubahan yang dilakukan oleh Dahlan Iskan di PT. PLN. Perubahan tersebut antara lain adalah restrukturisasi organisasi internal PLN, gerakan sehari sejuta sambungan, bebas byar pet se-Indonesia selama 6 bulan, dan lain-lain. Perubahan-perubahan yang dilakukan tak ubahnya merupakan hasil dari pengetahuan yang didapatkannya mengenai struktur perusahaan PLN dan juga kebutuhan-kebutuhan serta keluhan-keluhan masyarakat Indonesia mengenai pasokan listrik. Restrukturisasi organisasi internal PLN tersebut juga terkait dengan isu selanjutnya dalam knowledge management, yaitu knowledge worker.
    d) Peranan Enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Fungsi Entrepreneurship sangatlah penting dalam pengembangan budaya korporat sebab pengembangan karakter kerja individu menjadi sangat menentukan sukses tidaknya sebuah budaya organisasi. Bila semua orang di dalam perusahaan patuh pada budaya perusahaan untuk melayani organisasi dan stakeholder, maka akan ada nilai-nilai positif yang menjadi dasar perilaku kerja perusahaan. Menurut Djajendra, Budaya Perusahaan Tidak Ditentukan Oleh Bunyi Dari Rangkaian Kata-Kata Yang Tertulis Di Dalam Budaya Perusahaan, Tapi Sangat Ditentukan Oleh Karakter Individu Yang Bisa Memainkan Peran Dan Fungsi Pekerjaannya Di Tempat Kerja Sesuai Dengan Kata-Kata Yang Ada Di Dalam Budaya Perusahaan.
    Membangun karakter kerja individu agar selaras dengan budaya perusahaan formal, haruslah menjadi sebuah upaya yang terus-menerus dan tidak boleh terhenti.
    Pelatihan yang terus-menerus dan berkelanjutan akan menjadikan setiap individu lebih tersadarkan untuk menyatukan perilaku dan kebiasaan sehari-hari di tempat kerja dengan nilai-nilai dasar dari budaya perusahaan, termasuk meleburkan diri masing-masing ke dalam perilaku kerja yang diharapkan oleh perusahaan. Pembangunan karakter kerja yang efektif adalah melalui penanaman nilai-nilai budaya yang dikehendaki ke dalam mindset dan kepribadian karyawan dan pimpinan. Jelas, persoalan penanaman nilai-nilai budaya perusahaan ke dalam karakter kerja memerlukan tekad dan upaya tanpa henti dan bersifat terus-menerus seumur hidup perusahaan.
    Sumber :
    http://duniapemasaran.com/index.php/strategi-pemasaran/4-g-marketing.html(di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.00 WIB)
    http://kiosbukugema.wordpress.com/2011/10/26/ciputra-quantum-leap-entrepreneurship-mengubah-masa-depan-anda-dan-bangsa/ (di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.18 WIB)
    http://sepotongkeju.blogspot.com/2012/05/peran-knowledge-management-pada.html (di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.40 WIB)
    http://www.djajendra.com/2011/04/budaya-perusahaan-dan-pengembangan.html(di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.55 WIB)……………..

  120. 120
    Ayu Ike Handayani Ayu Ike Handayani Said: @1:41 pm 

    Nama : Ayu Ike Handayani
    Nim : 071017054
    Prodi : Antropologi Sosial
    Bagian 1 :
    3. a) Kemampuan HM Sampoerna beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnisnya sudah dibuktikan perusahaan ini dari generasi ke generasi. Selama empat era kepemimpinan perusahaan ini menghadapi beraneka-ragam gelombang perubahan lingkungan bisnis, namun secara cakap ia mampu mengatasinya dengan baik. Menarik sekali komentar Putera Sampoerna mengenai adaptabilitas organisasi ini, “Understand the environment, what you can do with it and if you can’t do something with the environment, change it!”
    Begitu juga ketika kendali perusahaan dipegang Putera Sampoerna di era tahun 1980-an dan 1990-an. Perubahan lanskap bisnis yang berjalan sangat cepat pada kurun waktu ini diantisipasi dengan baik oleh Putera dengan melakukan upaya-upaya transformasi yang tak mengenal lelah—transformasi termassif dan tercepat dalam sejarah perusahaan. Langkah transformasi inilah yang memungkinkan HM Sampoerna memasuki ”hypergrowth era” selama kurun waktu 1990-an.
    Ada beberapa faktor yang mempengaruhi HM Sampoerna berubah menjadi lebih baik yang dilakukan oleh Putera Sampoerna yang mencakup :
    Adaptive organization
    Culture does matter
    Out of the box ( termasuk inovasi)
    Adaptif organization : Langkah-langkah strategis yang dilakukan Putera ini antara lain adalah membenahi sistem pembelian tembakau ke petani; membangun sistem distribusi langsung; membangun kapabilitas dan kompetensi inti di bidang pembuatan sigaret; dan membangun fasilitas manufaktur berkelas dunia di Rungkut dan Pandaan. Putera juga memetamorfosa HM Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company” yang ditandai dengan munculnya rokok low tar low nicotine pertama, A Mild. Dan yang tak kalah penting adalah rintisan Putera untuk menjadikan HM Sampoerna sebagai perusahaan multinasional dengan melakukan ekspansi bisnis ke pasar luar negeri yang prospektif.
    Cultere does matter : Faktor kedua adalah budaya perusahaan (culture). Nilai-nilai dasar “Menuju Kesempurnaan” (Anggarda Paramita) dan prinsip “Kami Memang Beda” merupakan satu nilai yang secara sadar ataupun tidak sadar, tertulis ataupun tidak tertulis, merupakan basic philosophy yang dijalankan dalam setiap kebijakan dan langkah perusahaan. “Di Sampoerna, upaya mencari KESEMPURNAAN sudah menjadi gaya hidup”. suatu usaha keras, yang secara integral terjalin di dalam semua aspek Kelompok Perusahaan Sampoerna,” Demikian bunyi salah satu kutipan yang ada dalam Kredo Sampoerna Anggarda Paramita.
    Nilai-nilai dasar yang dipegang teguh dan diyakini oleh semua orang di dalam organisasi HM Sampoerna itu terbukti menjadi tulang punggung keunggulan bersaing perusahaan. Bahkan kami berani menyimpulkan bahwa nilai-nilai dasar inilah yang menjadi penentu utama kenapa HM Sampoerna mampu secara konsisten mencapai kesuksesan selama berpuluh tahun. Bahwa budaya perusahaan yang kokoh inilah faktor utama yang membedakan HM Sampoerna dari perusahaan lain. Budaya akhirnya yang berperanan dan berpengaruh secara jangka panjang untuk membedakan kinerja sebuah perusahaan dengan pesaingnya. Budaya menjadi tatanan hidup masing-masing perusahaan yang tidak mungkin dan tidak layak untuk ditiru oleh siapapun.
    Out of the box : Faktor terakhir adalah inovasi. Berbicara mengenai HM Sampoerna, rasanya mustahil kalau kita mengesampingkan inovasi. Inovasi di HM Sampoerna ditanamkan “dari dalam” melalui prinsip yang dikenal luas di kalangan karyawan sebagai prinsip “Kami Memang Beda”. HM Sampoerna berani menyatakan “Kami Memang Beda” ini karena jiwa setiap karyawan memang dibangun di atas landasan kreativitas dan inovasi. “Kami Memang Beda is like a religion, basic philosophy that can not be compromised,” kata Putera.
    Satu contoh kasus inovasi HM Sampoerna yang kini telah menjadi “cerita legenda” dalam dunia pemasaran di tanah air adalah peluncuran A Mild, produk rokok low tar low nicotine (LTLN) pertama di Indonesia. Adanya persaingan yang kian ketat di pasar kretek bernikotin tinggi dan adanya tren global ke arah konsumsi rokok rendah tar dan nikotin, mendorong HM Sampoerna untuk menciptakan kategori baru rokok LTLN pada tahun 1989—sebuah langkah terobosan yang pada masa itu sama sekali tak terpikirkan oleh pesaing.
    b) Inovasi Ciputra
    Menurut Ciputra, seorang entrepreneur adalah seorang yang dapat mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Dia adalah seorang yang mampu menciptakan perubahan kreatif yang berarti dari sesuatu yang tidak bernilai menjadi bernilai, menghasilkan sebuah produk akhir yang memiliki nilai pasar, dan mampu memulai perubahan tersebut dari “nol” atau dari “kotoran” dan “rongsokan” yang dianggap tidak berharga.
    Proses entrepreneurship inilah yang telah dilakukan selama ini pada setiap proyek pengembangan properti. Sebuah daerah yang tadinya tidak berharga dirubah menjadi kawasan perumahan terpadu yang mengangkat nilai dan harkat setiap orang yang menghuninya. Bukan saja itu, masyarakat sekeliling kawasan yang telah terbangun bisa menikmati keuntungan dengan fasilitas yang dibangun dan terbentuknya bisnis-bisnis baru akibat pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan pengembangan kawasan tadi.
    Ada tiga ciri yang harus dimiliki seorang entrepreneur. Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur. Seorang pencipta peluang berarti melalui imaginasi kreatifnya, ia sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan. Ini adalah kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari. Ciri kedua dari seorang entrepreneur adalah dia seorang innovator. Banyak orang kurang komplit mengerti kata ini. Inovator adalah seorang yang sanggup memperkenalkan hal baru kepada masyarakat dan masyarakat menerimanya. Sebuah hal yang baru namun belum diterima oleh masyarakat luas baru bisa disebut sebagai temuan atau invention. Seorang entrepreneur sanggup membuat produk yang tidak bisa ditolak oleh pasar. Ciri ketiga dari seorang entrepreneur adalah dia seorang pengambil resiko yang terukur tidak berdasarkan emosi. Seorang entrepreneur sanggup menghitung resiko yang dihadapinya. Bukan itu saja, ia sanggup meminimalkan resiko tersebut. Sehingga sebelum pengambilan keputusan dilakukan ia telah membuat resiko sekecil mungkin dan peluang untuk berhasil sebesar mungkin.

  121. 121
    Ayu Ike Handayani Ayu Ike Handayani Said: @1:56 pm 

    Nama : Ayu Ike Handayani
    Nim : 071017054
    Prodi : Antropologi Sosial
    Bagian 1 :
    3. a) Kemampuan HM Sampoerna beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnisnya sudah dibuktikan perusahaan ini dari generasi ke generasi. Selama empat era kepemimpinan perusahaan ini menghadapi beraneka-ragam gelombang perubahan lingkungan bisnis, namun secara cakap ia mampu mengatasinya dengan baik. Menarik sekali komentar Putera Sampoerna mengenai adaptabilitas organisasi ini, “Understand the environment, what you can do with it and if you can’t do something with the environment, change it!”
    Begitu juga ketika kendali perusahaan dipegang Putera Sampoerna di era tahun 1980-an dan 1990-an. Perubahan lanskap bisnis yang berjalan sangat cepat pada kurun waktu ini diantisipasi dengan baik oleh Putera dengan melakukan upaya-upaya transformasi yang tak mengenal lelah—transformasi termassif dan tercepat dalam sejarah perusahaan. Langkah transformasi inilah yang memungkinkan HM Sampoerna memasuki ”hypergrowth era” selama kurun waktu 1990-an.
    Ada beberapa faktor yang mempengaruhi HM Sampoerna berubah menjadi lebih baik yang dilakukan oleh Putera Sampoerna yang mencakup :
    Adaptive organization
    Culture does matter
    Out of the box ( termasuk inovasi)
    Adaptif organization : Langkah-langkah strategis yang dilakukan Putera ini antara lain adalah membenahi sistem pembelian tembakau ke petani; membangun sistem distribusi langsung; membangun kapabilitas dan kompetensi inti di bidang pembuatan sigaret; dan membangun fasilitas manufaktur berkelas dunia di Rungkut dan Pandaan. Putera juga memetamorfosa HM Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company” yang ditandai dengan munculnya rokok low tar low nicotine pertama, A Mild. Dan yang tak kalah penting adalah rintisan Putera untuk menjadikan HM Sampoerna sebagai perusahaan multinasional dengan melakukan ekspansi bisnis ke pasar luar negeri yang prospektif.
    Cultere does matter : Faktor kedua adalah budaya perusahaan (culture). Nilai-nilai dasar “Menuju Kesempurnaan” (Anggarda Paramita) dan prinsip “Kami Memang Beda” merupakan satu nilai yang secara sadar ataupun tidak sadar, tertulis ataupun tidak tertulis, merupakan basic philosophy yang dijalankan dalam setiap kebijakan dan langkah perusahaan. “Di Sampoerna, upaya mencari KESEMPURNAAN sudah menjadi gaya hidup”. suatu usaha keras, yang secara integral terjalin di dalam semua aspek Kelompok Perusahaan Sampoerna,” Demikian bunyi salah satu kutipan yang ada dalam Kredo Sampoerna Anggarda Paramita.
    Nilai-nilai dasar yang dipegang teguh dan diyakini oleh semua orang di dalam organisasi HM Sampoerna itu terbukti menjadi tulang punggung keunggulan bersaing perusahaan. Bahkan kami berani menyimpulkan bahwa nilai-nilai dasar inilah yang menjadi penentu utama kenapa HM Sampoerna mampu secara konsisten mencapai kesuksesan selama berpuluh tahun. Bahwa budaya perusahaan yang kokoh inilah faktor utama yang membedakan HM Sampoerna dari perusahaan lain. Budaya akhirnya yang berperanan dan berpengaruh secara jangka panjang untuk membedakan kinerja sebuah perusahaan dengan pesaingnya. Budaya menjadi tatanan hidup masing-masing perusahaan yang tidak mungkin dan tidak layak untuk ditiru oleh siapapun.
    Out of the box : Faktor terakhir adalah inovasi. Berbicara mengenai HM Sampoerna, rasanya mustahil kalau kita mengesampingkan inovasi. Inovasi di HM Sampoerna ditanamkan “dari dalam” melalui prinsip yang dikenal luas di kalangan karyawan sebagai prinsip “Kami Memang Beda”. HM Sampoerna berani menyatakan “Kami Memang Beda” ini karena jiwa setiap karyawan memang dibangun di atas landasan kreativitas dan inovasi. “Kami Memang Beda is like a religion, basic philosophy that can not be compromised,” kata Putera.
    Satu contoh kasus inovasi HM Sampoerna yang kini telah menjadi “cerita legenda” dalam dunia pemasaran di tanah air adalah peluncuran A Mild, produk rokok low tar low nicotine (LTLN) pertama di Indonesia. Adanya persaingan yang kian ketat di pasar kretek bernikotin tinggi dan adanya tren global ke arah konsumsi rokok rendah tar dan nikotin, mendorong HM Sampoerna untuk menciptakan kategori baru rokok LTLN pada tahun 1989—sebuah langkah terobosan yang pada masa itu sama sekali tak terpikirkan oleh pesaing.
    b) Inovasi Ciputra
    Menurut Ciputra, seorang entrepreneur adalah seorang yang dapat mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Dia adalah seorang yang mampu menciptakan perubahan kreatif yang berarti dari sesuatu yang tidak bernilai menjadi bernilai, menghasilkan sebuah produk akhir yang memiliki nilai pasar, dan mampu memulai perubahan tersebut dari “nol” atau dari “kotoran” dan “rongsokan” yang dianggap tidak berharga.
    Proses entrepreneurship inilah yang telah dilakukan selama ini pada setiap proyek pengembangan properti. Sebuah daerah yang tadinya tidak berharga dirubah menjadi kawasan perumahan terpadu yang mengangkat nilai dan harkat setiap orang yang menghuninya. Bukan saja itu, masyarakat sekeliling kawasan yang telah terbangun bisa menikmati keuntungan dengan fasilitas yang dibangun dan terbentuknya bisnis-bisnis baru akibat pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan pengembangan kawasan tadi.
    Ada tiga ciri yang harus dimiliki seorang entrepreneur. Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur. Seorang pencipta peluang berarti melalui imaginasi kreatifnya, ia sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan. Ini adalah kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari. Ciri kedua dari seorang entrepreneur adalah dia seorang innovator. Banyak orang kurang komplit mengerti kata ini. Inovator adalah seorang yang sanggup memperkenalkan hal baru kepada masyarakat dan masyarakat menerimanya. Sebuah hal yang baru namun belum diterima oleh masyarakat luas baru bisa disebut sebagai temuan atau invention. Seorang entrepreneur sanggup membuat produk yang tidak bisa ditolak oleh pasar. Ciri ketiga dari seorang entrepreneur adalah dia seorang pengambil resiko yang terukur tidak berdasarkan emosi. Seorang entrepreneur sanggup menghitung resiko yang dihadapinya. Bukan itu saja, ia sanggup meminimalkan resiko tersebut. Sehingga sebelum pengambilan keputusan dilakukan ia telah membuat resiko sekecil mungkin dan peluang untuk berhasil sebesar mungkin.
    c) Peranan Dahlan Iskan
    Sebagai seorang CEO di PT. PLN, Dahlan Iskan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam hal knowledge management di dalamnya. Knowldege management sendiri dianggap penting sebagai bahan proses pembelajaran bagi seluruh karyawan yang aktif dalam PT. PLN. Segala pengetahuan dan informasi tidak semata-mata beliau dapatkan murni dari tacit knowledge-nya sendiri, melainkan dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut antara lain adalah dari surat-surat yang berisikan kritik serta saran terhadap PLN dari masyarakat, diskusi dengan para anggota perusahaan, dan lain-lain.
    Salah satu kegiatan yang menjadi kunci utama pendukung pengembangan knowldege management yang dilakukan oleh Dahlan Iskan adalah observasi lapangan. Beliau menamakan hal tersebut sebagai proses belajar, di mana beliau tak hanya mengamati, tetapi juga menelusuri dari satu aliran listrik ke aliran listrik lain untuk mengetahui penyebab utama masalah yang terjadi. Di situlah pengetahuan baru didapatkan oleh Dahlan Iskan.
    Knowledge strategy yang yang dominan digunakan Dahlan Iskan selama menjadi CEO di PT. PLN menurut saya adalah personalization strategy. Salah satu terobosan khas yang diciptakan oleh Dahlan Iskan adalah adanya “CEO Note” yang ditulisnya sebulan sekali. “CEO Note” tersebut berhubungan dengan knowledge system yang digunakan oleh Dahlan Iskan.
    Segala isu baik internal maupun eksternal menjadi pertimbangan Dahlan Iskan untuk terus menerapkan dan mengembangkan knowledge management dalam badan PLN. Isu pertama adalah mengenai kecepatan perubahan yang dilakukan oleh Dahlan Iskan di PT. PLN. Perubahan tersebut antara lain adalah restrukturisasi organisasi internal PLN, gerakan sehari sejuta sambungan, bebas byar pet se-Indonesia selama 6 bulan, dan lain-lain. Perubahan-perubahan yang dilakukan tak ubahnya merupakan hasil dari pengetahuan yang didapatkannya mengenai struktur perusahaan PLN dan juga kebutuhan-kebutuhan serta keluhan-keluhan masyarakat Indonesia mengenai pasokan listrik. Restrukturisasi organisasi internal PLN tersebut juga terkait dengan isu selanjutnya dalam knowledge management, yaitu knowledge worker.
    d) Peranan Enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Fungsi Entrepreneurship sangatlah penting dalam pengembangan budaya korporat sebab pengembangan karakter kerja individu menjadi sangat menentukan sukses tidaknya sebuah budaya organisasi. Bila semua orang di dalam perusahaan patuh pada budaya perusahaan untuk melayani organisasi dan stakeholder, maka akan ada nilai-nilai positif yang menjadi dasar perilaku kerja perusahaan. Menurut Djajendra, Budaya Perusahaan Tidak Ditentukan Oleh Bunyi Dari Rangkaian Kata-Kata Yang Tertulis Di Dalam Budaya Perusahaan, Tapi Sangat Ditentukan Oleh Karakter Individu Yang Bisa Memainkan Peran Dan Fungsi Pekerjaannya Di Tempat Kerja Sesuai Dengan Kata-Kata Yang Ada Di Dalam Budaya Perusahaan.
    Membangun karakter kerja individu agar selaras dengan budaya perusahaan formal, haruslah menjadi sebuah upaya yang terus-menerus dan tidak boleh terhenti.
    Pelatihan yang terus-menerus dan berkelanjutan akan menjadikan setiap individu lebih tersadarkan untuk menyatukan perilaku dan kebiasaan sehari-hari di tempat kerja dengan nilai-nilai dasar dari budaya perusahaan, termasuk meleburkan diri masing-masing ke dalam perilaku kerja yang diharapkan oleh perusahaan. Pembangunan karakter kerja yang efektif adalah melalui penanaman nilai-nilai budaya yang dikehendaki ke dalam mindset dan kepribadian karyawan dan pimpinan. Jelas, persoalan penanaman nilai-nilai budaya perusahaan ke dalam karakter kerja memerlukan tekad dan upaya tanpa henti dan bersifat terus-menerus seumur hidup perusahaan.
    Sumber :
    http://duniapemasaran.com/index.php/strategi-pemasaran/4-g-marketing.html(di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.00 WIB)
    http://kiosbukugema.wordpress.com/2011/10/26/ciputra-quantum-leap-entrepreneurship-mengubah-masa-depan-anda-dan-bangsa/ (di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.18 WIB)
    http://sepotongkeju.blogspot.com/2012/05/peran-knowledge-management-pada.html (di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.40 WIB)
    http://www.djajendra.com/2011/04/budaya-perusahaan-dan-pengembangan.html(di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.55 WIB)…..

  122. 122
    Ayu Ike Handayani Ayu Ike Handayani Said: @1:59 pm 

    Nama : Ayu Ike Handayani
    Nim : 071017054
    Prodi : Antropologi Sosial
    Bagian 1 :
    3. a) Kemampuan HM Sampoerna beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnisnya sudah dibuktikan perusahaan ini dari generasi ke generasi. Selama empat era kepemimpinan perusahaan ini menghadapi beraneka-ragam gelombang perubahan lingkungan bisnis, namun secara cakap ia mampu mengatasinya dengan baik. Menarik sekali komentar Putera Sampoerna mengenai adaptabilitas organisasi ini, “Understand the environment, what you can do with it and if you can’t do something with the environment, change it!”
    Begitu juga ketika kendali perusahaan dipegang Putera Sampoerna di era tahun 1980-an dan 1990-an. Perubahan lanskap bisnis yang berjalan sangat cepat pada kurun waktu ini diantisipasi dengan baik oleh Putera dengan melakukan upaya-upaya transformasi yang tak mengenal lelah—transformasi termassif dan tercepat dalam sejarah perusahaan. Langkah transformasi inilah yang memungkinkan HM Sampoerna memasuki ”hypergrowth era” selama kurun waktu 1990-an.
    Ada beberapa faktor yang mempengaruhi HM Sampoerna berubah menjadi lebih baik yang dilakukan oleh Putera Sampoerna yang mencakup :
    Adaptive organization
    Culture does matter
    Out of the box ( termasuk inovasi)
    Adaptif organization : Langkah-langkah strategis yang dilakukan Putera ini antara lain adalah membenahi sistem pembelian tembakau ke petani; membangun sistem distribusi langsung; membangun kapabilitas dan kompetensi inti di bidang pembuatan sigaret; dan membangun fasilitas manufaktur berkelas dunia di Rungkut dan Pandaan. Putera juga memetamorfosa HM Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company” yang ditandai dengan munculnya rokok low tar low nicotine pertama, A Mild. Dan yang tak kalah penting adalah rintisan Putera untuk menjadikan HM Sampoerna sebagai perusahaan multinasional dengan melakukan ekspansi bisnis ke pasar luar negeri yang prospektif.
    Cultere does matter : Faktor kedua adalah budaya perusahaan (culture). Nilai-nilai dasar “Menuju Kesempurnaan” (Anggarda Paramita) dan prinsip “Kami Memang Beda” merupakan satu nilai yang secara sadar ataupun tidak sadar, tertulis ataupun tidak tertulis, merupakan basic philosophy yang dijalankan dalam setiap kebijakan dan langkah perusahaan. “Di Sampoerna, upaya mencari KESEMPURNAAN sudah menjadi gaya hidup”. suatu usaha keras, yang secara integral terjalin di dalam semua aspek Kelompok Perusahaan Sampoerna,” Demikian bunyi salah satu kutipan yang ada dalam Kredo Sampoerna Anggarda Paramita.
    Nilai-nilai dasar yang dipegang teguh dan diyakini oleh semua orang di dalam organisasi HM Sampoerna itu terbukti menjadi tulang punggung keunggulan bersaing perusahaan. Bahkan kami berani menyimpulkan bahwa nilai-nilai dasar inilah yang menjadi penentu utama kenapa HM Sampoerna mampu secara konsisten mencapai kesuksesan selama berpuluh tahun. Bahwa budaya perusahaan yang kokoh inilah faktor utama yang membedakan HM Sampoerna dari perusahaan lain. Budaya akhirnya yang berperanan dan berpengaruh secara jangka panjang untuk membedakan kinerja sebuah perusahaan dengan pesaingnya. Budaya menjadi tatanan hidup masing-masing perusahaan yang tidak mungkin dan tidak layak untuk ditiru oleh siapapun.
    Out of the box : Faktor terakhir adalah inovasi. Berbicara mengenai HM Sampoerna, rasanya mustahil kalau kita mengesampingkan inovasi. Inovasi di HM Sampoerna ditanamkan “dari dalam” melalui prinsip yang dikenal luas di kalangan karyawan sebagai prinsip “Kami Memang Beda”. HM Sampoerna berani menyatakan “Kami Memang Beda” ini karena jiwa setiap karyawan memang dibangun di atas landasan kreativitas dan inovasi. “Kami Memang Beda is like a religion, basic philosophy that can not be compromised,” kata Putera.
    Satu contoh kasus inovasi HM Sampoerna yang kini telah menjadi “cerita legenda” dalam dunia pemasaran di tanah air adalah peluncuran A Mild, produk rokok low tar low nicotine (LTLN) pertama di Indonesia. Adanya persaingan yang kian ketat di pasar kretek bernikotin tinggi dan adanya tren global ke arah konsumsi rokok rendah tar dan nikotin, mendorong HM Sampoerna untuk menciptakan kategori baru rokok LTLN pada tahun 1989—sebuah langkah terobosan yang pada masa itu sama sekali tak terpikirkan oleh pesaing.
    b) Inovasi Ciputra
    Menurut Ciputra, seorang entrepreneur adalah seorang yang dapat mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Dia adalah seorang yang mampu menciptakan perubahan kreatif yang berarti dari sesuatu yang tidak bernilai menjadi bernilai, menghasilkan sebuah produk akhir yang memiliki nilai pasar, dan mampu memulai perubahan tersebut dari “nol” atau dari “kotoran” dan “rongsokan” yang dianggap tidak berharga.
    Proses entrepreneurship inilah yang telah dilakukan selama ini pada setiap proyek pengembangan properti. Sebuah daerah yang tadinya tidak berharga dirubah menjadi kawasan perumahan terpadu yang mengangkat nilai dan harkat setiap orang yang menghuninya. Bukan saja itu, masyarakat sekeliling kawasan yang telah terbangun bisa menikmati keuntungan dengan fasilitas yang dibangun dan terbentuknya bisnis-bisnis baru akibat pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan pengembangan kawasan tadi.
    Ada tiga ciri yang harus dimiliki seorang entrepreneur. Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur. Seorang pencipta peluang berarti melalui imaginasi kreatifnya, ia sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan. Ini adalah kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari. Ciri kedua dari seorang entrepreneur adalah dia seorang innovator. Banyak orang kurang komplit mengerti kata ini. Inovator adalah seorang yang sanggup memperkenalkan hal baru kepada masyarakat dan masyarakat menerimanya. Sebuah hal yang baru namun belum diterima oleh masyarakat luas baru bisa disebut sebagai temuan atau invention. Seorang entrepreneur sanggup membuat produk yang tidak bisa ditolak oleh pasar. Ciri ketiga dari seorang entrepreneur adalah dia seorang pengambil resiko yang terukur tidak berdasarkan emosi. Seorang entrepreneur sanggup menghitung resiko yang dihadapinya. Bukan itu saja, ia sanggup meminimalkan resiko tersebut. Sehingga sebelum pengambilan keputusan dilakukan ia telah membuat resiko sekecil mungkin dan peluang untuk berhasil sebesar mungkin.
    c) Peranan Dahlan Iskan
    Sebagai seorang CEO di PT. PLN, Dahlan Iskan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam hal knowledge management di dalamnya. Knowldege management sendiri dianggap penting sebagai bahan proses pembelajaran bagi seluruh karyawan yang aktif dalam PT. PLN. Segala pengetahuan dan informasi tidak semata-mata beliau dapatkan murni dari tacit knowledge-nya sendiri, melainkan dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut antara lain adalah dari surat-surat yang berisikan kritik serta saran terhadap PLN dari masyarakat, diskusi dengan para anggota perusahaan, dan lain-lain.
    Salah satu kegiatan yang menjadi kunci utama pendukung pengembangan knowldege management yang dilakukan oleh Dahlan Iskan adalah observasi lapangan. Beliau menamakan hal tersebut sebagai proses belajar, di mana beliau tak hanya mengamati, tetapi juga menelusuri dari satu aliran listrik ke aliran listrik lain untuk mengetahui penyebab utama masalah yang terjadi. Di situlah pengetahuan baru didapatkan oleh Dahlan Iskan.
    Knowledge strategy yang yang dominan digunakan Dahlan Iskan selama menjadi CEO di PT. PLN menurut saya adalah personalization strategy. Salah satu terobosan khas yang diciptakan oleh Dahlan Iskan adalah adanya “CEO Note” yang ditulisnya sebulan sekali. “CEO Note” tersebut berhubungan dengan knowledge system yang digunakan oleh Dahlan Iskan.
    Segala isu baik internal maupun eksternal menjadi pertimbangan Dahlan Iskan untuk terus menerapkan dan mengembangkan knowledge management dalam badan PLN. Isu pertama adalah mengenai kecepatan perubahan yang dilakukan oleh Dahlan Iskan di PT. PLN. Perubahan tersebut antara lain adalah restrukturisasi organisasi internal PLN, gerakan sehari sejuta sambungan, bebas byar pet se-Indonesia selama 6 bulan, dan lain-lain. Perubahan-perubahan yang dilakukan tak ubahnya merupakan hasil dari pengetahuan yang didapatkannya mengenai struktur perusahaan PLN dan juga kebutuhan-kebutuhan serta keluhan-keluhan masyarakat Indonesia mengenai pasokan listrik. Restrukturisasi organisasi internal PLN tersebut juga terkait dengan isu selanjutnya dalam knowledge management, yaitu knowledge worker.
    d) Peranan Enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Fungsi Entrepreneurship sangatlah penting dalam pengembangan budaya korporat sebab pengembangan karakter kerja individu menjadi sangat menentukan sukses tidaknya sebuah budaya organisasi. Bila semua orang di dalam perusahaan patuh pada budaya perusahaan untuk melayani organisasi dan stakeholder, maka akan ada nilai-nilai positif yang menjadi dasar perilaku kerja perusahaan. Menurut Djajendra, Budaya Perusahaan Tidak Ditentukan Oleh Bunyi Dari Rangkaian Kata-Kata Yang Tertulis Di Dalam Budaya Perusahaan, Tapi Sangat Ditentukan Oleh Karakter Individu Yang Bisa Memainkan Peran Dan Fungsi Pekerjaannya Di Tempat Kerja Sesuai Dengan Kata-Kata Yang Ada Di Dalam Budaya Perusahaan.
    Membangun karakter kerja individu agar selaras dengan budaya perusahaan formal, haruslah menjadi sebuah upaya yang terus-menerus dan tidak boleh terhenti.
    Pelatihan yang terus-menerus dan berkelanjutan akan menjadikan setiap individu lebih tersadarkan untuk menyatukan perilaku dan kebiasaan sehari-hari di tempat kerja dengan nilai-nilai dasar dari budaya perusahaan, termasuk meleburkan diri masing-masing ke dalam perilaku kerja yang diharapkan oleh perusahaan. Pembangunan karakter kerja yang efektif adalah melalui penanaman nilai-nilai budaya yang dikehendaki ke dalam mindset dan kepribadian karyawan dan pimpinan. Jelas, persoalan penanaman nilai-nilai budaya perusahaan ke dalam karakter kerja memerlukan tekad dan upaya tanpa henti dan bersifat terus-menerus seumur hidup perusahaan.
    Sumber :
    http://duniapemasaran.com/index.php/strategi-pemasaran/4-g-marketing.html(di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.00 WIB)
    http://kiosbukugema.wordpress.com/2011/10/26/ciputra-quantum-leap-entrepreneurship-mengubah-masa-depan-anda-dan-bangsa/ (di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.18 WIB)
    http://sepotongkeju.blogspot.com/2012/05/peran-knowledge-management-pada.html (di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.40 WIB)
    http://www.djajendra.com/2011/04/budaya-perusahaan-dan-pengembangan.html(di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.55 WIB)………………………….

  123. 123
    chacha andira sari chacha andira sari Said: @2:00 pm 

    nama: chacha andira sari
    nim: 071017084
    prodi: antropologi

    a. Peranan Putera Sampoerna
    Setelah ayahnya meninggal pada tahun 1994, Putera semakin aktif menggenjot perusahaan. Putera mengelola perusahaan keluarga ini secara profesional dengan dukungan manajer profesional. Putera dikenal luwes dalam menjalankan roda perusahaannya. Ia tidak hanya lihai dalam melakukan inovasi produk inti perusahaan yakni rokok, namun juga jeli melihat peluang bisnis di segmen usaha lain.
    Putera di antaranya berhasil mengekspansi bisnis seperti supermarket dengan mengakuisi Alfa dan mendirikan Bank Sampoerna pada tahun 1980-an. Sayang, bisnis perbankannya ini jeblok. Namun, satu inovasi yang paling diingat orang sampai saat ini adalah gebrakan Putera meluncurkan A Mild, rokok rendah nikotin pertama di Indonesia. Inilah yang menunjukkan Putera sebagai seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Sensasinya membuat rokok rendah nikotin akhirnya diikuti oleh banyak perusahaan rokok lain.
    Tetapi, sensasi paling mengagetkan dari kiprah Putera Sampoerna adalah adalah keputusan menjual seluruh saham keluarga Sampoerna di PT HM Sampoerna Tbk sebanyak 40 % ke Philip Morris Internasional pada bulan Maret 2005. Inilah keputusan yang dianggap merubah sejarah perusahaan keluarga yang dirintis kakeknya. Padahal saat itu, perusahaan rokok Sampoerna sedang dalam posisi yang sangat baik yaitu menguasai 19,4 % pasar rokok di Indonesia dengan laba bersih Rp15 triliun. Putera berani melepas zona nyamannya di bisnis rokok untuk menjemput pasar masa depan dengan mengubah langkah bisnisnya dari rokok ke argoindustri dan infrastruktur.
    Strategi Yang digunakan Oleh PT. Sampoerna
    1. Market Driven Strategy
    PT Sampoerna untuk mengawali menjadikan Market Sebagai Orientasi Untuk Membuat Strategy harus diyakini bahwa customer merupakan raja sudah sepatutnya raja harus dipenuhi kebutuhannya dan keinginannya. Perlu adanya upaya yang menjaga hubungan dengan para customer untuk mempertahankan loyalitasnya, untuk dapat mempertahankan loyalitas customer harus ada observasi pada pasar, mengetahui apa yang diinginkan pasar, membuat sebuah inovasi produk baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar.
    Market Driven Strategy secara garis besar adalah strategi yang diaplikasikan dengan cara memahami pasar, customers dan pesaing. Memahami pasar dapat diartikan bahwa produk yang kita berikan harus sesuai apa yang diinginkan pasar tersebut melalui. Memahami customer dapat diartikan selain membuat produk yang diinginkan pasar, sebagai businessman kita juga harus dapat memberikan nilai tambah (value) kepada customer,value yang diberikan harus lebih dari pengorbanan yang telah dilakukan. Setelah kita memahami pasar, memahami customer kita juga harus memahami pesaing, kita harus memahami kondisi pesaing, value apa yang diberikan pesaing kepada customer, teknologi apa yang pesaing pakai dll.
    PT Sampoerna sudah berbasis Berorientasikan Market Driven Strategy sejak kemunculan produk A mild. Produk A mild merupakan salah satu implementasi dari market driven strategy dikarenakan produk A mild memiliki keunikan tersendiri dengan kandungan nikotin dan tar yang rendah. Produk A mild memilki keunikan tersendiri dilihat dari tema komunikasi pertamanya ‘Taste of the Future’ yang ingin mencirikan produk A mild memiliki perbedaan yang bukan rasa tetapi juga sebuah gaya hidup masa depan.
    2. Blue Ocean Strategy.
    Blue Ocean Strategy yang digunakan PT. HM Sampoerna dalam bisnisnya dapat dilihat dengan diluncurkannya produk A Mild. Peluncuran ini cukup mengagetkan banyak pihak, terutama industri rokok saat itu. Hal ini disebabkan karena produk A-Mild merupakan produk yang unik, yang tidak tergolong dalam kategori manapun, dari tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Melalui A-Mild PT Sampoerna Tbk mengambil langkah berani untuk membuat sebuah kategori baru, yakni SKM mild. Sejak awal A-Mild memang sudah dirancang untuk menjadi produk yang tidak ada duanya di pasar domestik saat itu. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.0 mg. Tidak hanya pada komposisi, Sampoerna juga melakukan perubahan pada kemasan A-Mild dengan mengurangi isi 20 batang menjadi 16 batang. Untuk inovasi produk A Mild dibutuhkan waktu 2 tahun untuk mempersiapkannya. Hal ini dikarenakan pada saat itu tidak ada benchmark produk yang dapat dijadikan acuan, termasuk di pasar internasional. Yang ada hanya berbagai survey dan riset yang melibatkan konsumen, termasuk di antaranya uji buta yang tidak hanya dilakukan sekali, tapi beberapa kali di beberapa kota.
    Tahun 1994 A-Mild mengganti motto kampanye Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go. Dengan motto ini Sampoerna seolah-olah menantang konsumen untuk berpikir ulang mengenai jenis rokok yang mereka konsumsi. Cara ini terbukti efektif karena penjualan A-Mild naik tiga kali lipat, dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring dengan berjalannya waktu, penjualan A-Mild pun terus naik. Tahun 1996, A-Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Di tahun 2005, rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional. Hingga kini A-Mild telah menjadi salah satu produk unggulan dari Sampoerna dengan penguasaan pasar sekitar 50%.
    3. Memberi “Customer Value” Pada Produknya
    Pada perusahaan sampoerna, Customer value diimplementasikan dengan cara limited edition pada beberapa produk sampoerna, yaitu A-mild. Sampoerna memproduksi limited edition pada produk A-mild kemasan 12 batang, Dengan adanya A mild limited edition, Sampoerna memberikan nilai tambah dengan memberikan tampilan yang berbeda dari bungkus rokok biasa dan tercantum joke pada bungkus rokok limited edition tersebut seperti ‘Kalo cinta itu buta, buat apa ada bikini’, joke tersebut sangat memberikan nilai tambah kepada para customer muda. Edisi terbatas (limited edition) dimaksudkan untuk menarik konsumen muda dan juga limit ededition A-mild diperuntukkan untuk meningkatkan penjualan A-mild kemasan 12 batang yang cukup rendah dibandingkan A mild kemasan 16 batang.
    4. Diversifikasi Produk
    Diversifikasi adalah strategi penempatan dana investasi kita ke instrumen yang berbeda-beda.Alasan mengapa PT. HM SAMPOERNA Tbk. melakukan diversifikasi. Diversifikasi produk adalah upaya yang dilakukan perusahaan untuk memasarkan beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. Perusahaan melakukan diversifikasi produk ditujukan:
    • untuk membuat produk tahan lebih lama,
    • mengarah kepada produk siap konsumsi / digunakan,
    • memenuhi selera, kebutuhan dan harapan konsumen,
    • memperluas pasar, mempermudah transportasi, menyerap tenaga kerja, member nilai tambah, pendapatan dan lain sebagainya.
    Putera Sampoerna, generasi ketiga keluarga Sampoerna ini memang seorang pebisnis yang sangat visioner. Dengan kelihaian melihat pangsa pasar membuat Sampoerna bertengger menjadi perusahaan rokok yang sangat besar di Indonesia. Keputusan sensasionalnya membuat dirinya justru semakin berkibar di jajaran pengusaha besar Indonesia. Langkah mengubah haluan dari ‘zona nyaman’ untuk mencari terobosan ke depan patut dijadikan contoh, bahwa keputusan berani kadang perlu diambil untuk mencapai tingkat sukses berikutnya. (andriewongso.com)
    b. Inovasi ciputra
    Ir. Ciputra (lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931; umur 80 tahun) adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra.
    Setelah menyelesaikan kuliahnya di ITB, Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah itusebagai penasihat. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol.
    Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.
    Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu, Bank Ciputra yang didirikannya ditutup oleh Pemerintah karena dianggap tidak layak dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintis menjelang krisis pun ikut ditutup. Dengan adanya kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank, ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.
    Pada usianya yang ke-75, ia memilih untuk mengembangkan bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan Universitas Ciputra. Sekolah ini menitikberatkan pada kewirausahaan. Dengan sekolah ini, Ciputra bertujuan untuk menyiapkan para lulusannya menjadi pengusaha.
    Ciputra saat ini dikenal sebagai sosok penyebar entrepreneurship / kewirausahaan di Indonesia. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menanamkan pentingnya kewirausahaan untuk membuat bangsa Indonesia maju.
    Kiprah Ciputra diapresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memberikan dua rekor kepada Ciputra, yakni sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan kepada dosen terbanyak. Ciputra melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) telah memberikan pelatihan entrepreneurship kepada setidaknya 1.600 dosen. Ciputra juga dinobatkan sebagai Entrepreneur of The Year 2007 versi Ernst & Young.
    a. Inovasi dahlan iskan
    Dahlan Iskan adalah seorang CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Network, yang bermarkas di Surabaya. Saat ini ia menjabat sebagai Menteri BUMN dan sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PLN sejak tanggal 23 Desember 2009. Terkait dengan kiprahnya sebagai CEO PLN sebelum menjabat menjadi Menteri BUMN, Dahlan Iskan berandil dalam membangun dan memperbaiki pelayanan PLN dalam menyediakan pasokan listrik secara nasional. Semenjak beliau menjadi CEO PLN, beliau memberikan warna berbeda di tubuh PLN, mulai dari restrukuturasi organisasi di Internal PLN, perubahan teknis serta terobosan baru dalam menjembatani hubungan atasan dan bawahan.
    Dahlan Iskan melakukan terobosan baru dalam menjembatani hubungan antara atasan dan bawahan. Tidak semua seorang CEO suatu organisasi dapat berhasil menjembatani hubungan antara atasan dan bawahannya. Kebanyakan CEO terlalu kaku dalam menjalin hubungan dengan karyawan atau bawahannya. Misalnya adalah menjalin hubungan hanya saat rapat organisasi, hanya melalui sekertaris, dan lain sebagainya yang masih kurang luwes untuk membuat bawahannya lebih merasa nyaman dan merasa tidak ada “dinding besar” yang harus mereka lalui untuk berkomunikasi dengan atasan. Berbeda dengan Dahlan Iskan, terobosan barunya sangat inspiratif dan berhasil, sebelum ia menjabat sebagai CEO PLN, pada tanggal 17 di setiap bulannya diadakan ritual upacara di PLN, namun semenjak Dahlan Iskan menjabat sebagai CEO beliau menggantinya dengan sesi diskusi antara atasan dan bawahan. Selain itu yang menarik lagi adalah beliau membuat CEO note’s di blog miliknya yang isinya berupa pengalaman hidupnya, ilmu pengetahuan yang ia miliki, dan nasihat- nasihat yang teramat sangat bermanfaat untuk membangkitkan semangat para karyawan. CEO note’s ini adalah salah satu knowledge management yang dilakukan oleh seorang CEO hebat ini.
    Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.
    c. Peranan enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Perilaku entrepreneur
    1. Mencari dan menangkap peluang
    2. Mengambil inisiatif untuk membuat sesuatu terjadi
    3. Memecahkan masalah secara kreatif
    4. Mengelola secara mandiri
    5. Suka mengambil tanggung jawab
    6. Suka mencari sesuai melalui trobosan –trobosan
    7. Menjalin hubungan secara efektif untuk mengelola saling ketergantungan
    8. Menempatkan segala sesuatu bersama-sama secara kreatif
    9. Menggunakan pemikiran kritis untuk memperhitungkan dalam pengambilan risiko
    Atribut entrepreneur
    1. Memiliki orientasi dan ambisi untuk berhasil
    2. Percaya diri dan keyakinan diri tinggi
    3. Ketekunan tinggi
    4. Kontrol diri yang tinggi (otonomi)
    5. Orientasi pada tindakan
    6. Suka belajar dari pengamalam kerja (learning by doing)
    7. Pekerja keras
    8. Tekad yang tinggi
    9. Suka berkreativitas
    10. Berani mengambil resiko
    Dari perilaku dan atribut enterpreneur yang disebutkan diatas dapat dilihat bahwa jika enterpreneur diterapkan dalam sebuah korporasi maka korporasi tersebut akan meningkat. Budaya kerja dari karyawan juga semakin baik karna sifat-sifat perilaku yang dimiliki enterpreneur, sehingga seperti yang diketahui bahwa semakin baik dan kuat budaya korporat maka perusahaan tersebut juga semakin kuat dan baik. Jadi perilaku dan atribut enterpreneur , budaya korporat, perusahaan berbanding lurus.

    Referensi :
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
    http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/05/07/terobosan-baru-dahlan-iskan-di-pln-peran-knowledge-management-dalam-keberhasilan-dahlan-iskan-mengubah-organisasi-pln/
    http://joglohandycraft.wordpress.com/tag/putera-sampoerna/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Ciputra
    http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=peranan+enterpreneurship+dalam+pengembangan+budaya+korporat&source=web&cd=3&ved=0CFQQFjAC&url=http%3A%2F%2Fkemahasiswaan.um.ac.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2012%2F06%2Fentreprenuer%2Bdan%2Binbis-UM-nuhfil.pptx&ei=Dv_sT4qMO9GWiQfg99WZDQ&usg=AFQjCNHBcGZclcWLNHaJf9tCn_E6aAQPqg&cad=rja

  124. 124
    ayu ike handayani(071017054) ayu ike handayani(071017054) Said: @2:01 pm 

    bagian 2

    c) Peranan Dahlan Iskan
    Sebagai seorang CEO di PT. PLN, Dahlan Iskan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam hal knowledge management di dalamnya. Knowldege management sendiri dianggap penting sebagai bahan proses pembelajaran bagi seluruh karyawan yang aktif dalam PT. PLN. Segala pengetahuan dan informasi tidak semata-mata beliau dapatkan murni dari tacit knowledge-nya sendiri, melainkan dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut antara lain adalah dari surat-surat yang berisikan kritik serta saran terhadap PLN dari masyarakat, diskusi dengan para anggota perusahaan, dan lain-lain.
    Salah satu kegiatan yang menjadi kunci utama pendukung pengembangan knowldege management yang dilakukan oleh Dahlan Iskan adalah observasi lapangan. Beliau menamakan hal tersebut sebagai proses belajar, di mana beliau tak hanya mengamati, tetapi juga menelusuri dari satu aliran listrik ke aliran listrik lain untuk mengetahui penyebab utama masalah yang terjadi. Di situlah pengetahuan baru didapatkan oleh Dahlan Iskan.
    Knowledge strategy yang yang dominan digunakan Dahlan Iskan selama menjadi CEO di PT. PLN menurut saya adalah personalization strategy. Salah satu terobosan khas yang diciptakan oleh Dahlan Iskan adalah adanya “CEO Note” yang ditulisnya sebulan sekali. “CEO Note” tersebut berhubungan dengan knowledge system yang digunakan oleh Dahlan Iskan.
    Segala isu baik internal maupun eksternal menjadi pertimbangan Dahlan Iskan untuk terus menerapkan dan mengembangkan knowledge management dalam badan PLN. Isu pertama adalah mengenai kecepatan perubahan yang dilakukan oleh Dahlan Iskan di PT. PLN. Perubahan tersebut antara lain adalah restrukturisasi organisasi internal PLN, gerakan sehari sejuta sambungan, bebas byar pet se-Indonesia selama 6 bulan, dan lain-lain. Perubahan-perubahan yang dilakukan tak ubahnya merupakan hasil dari pengetahuan yang didapatkannya mengenai struktur perusahaan PLN dan juga kebutuhan-kebutuhan serta keluhan-keluhan masyarakat Indonesia mengenai pasokan listrik. Restrukturisasi organisasi internal PLN tersebut juga terkait dengan isu selanjutnya dalam knowledge management, yaitu knowledge worker.
    d) Peranan Enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Fungsi Entrepreneurship sangatlah penting dalam pengembangan budaya korporat sebab pengembangan karakter kerja individu menjadi sangat menentukan sukses tidaknya sebuah budaya organisasi. Bila semua orang di dalam perusahaan patuh pada budaya perusahaan untuk melayani organisasi dan stakeholder, maka akan ada nilai-nilai positif yang menjadi dasar perilaku kerja perusahaan. Menurut Djajendra, Budaya Perusahaan Tidak Ditentukan Oleh Bunyi Dari Rangkaian Kata-Kata Yang Tertulis Di Dalam Budaya Perusahaan, Tapi Sangat Ditentukan Oleh Karakter Individu Yang Bisa Memainkan Peran Dan Fungsi Pekerjaannya Di Tempat Kerja Sesuai Dengan Kata-Kata Yang Ada Di Dalam Budaya Perusahaan.
    Membangun karakter kerja individu agar selaras dengan budaya perusahaan formal, haruslah menjadi sebuah upaya yang terus-menerus dan tidak boleh terhenti.
    Pelatihan yang terus-menerus dan berkelanjutan akan menjadikan setiap individu lebih tersadarkan untuk menyatukan perilaku dan kebiasaan sehari-hari di tempat kerja dengan nilai-nilai dasar dari budaya perusahaan, termasuk meleburkan diri masing-masing ke dalam perilaku kerja yang diharapkan oleh perusahaan. Pembangunan karakter kerja yang efektif adalah melalui penanaman nilai-nilai budaya yang dikehendaki ke dalam mindset dan kepribadian karyawan dan pimpinan. Jelas, persoalan penanaman nilai-nilai budaya perusahaan ke dalam karakter kerja memerlukan tekad dan upaya tanpa henti dan bersifat terus-menerus seumur hidup perusahaan.
     Sumber :
    http://duniapemasaran.com/index.php/strategi-pemasaran/4-g-marketing.html(di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.00 WIB)
    http://kiosbukugema.wordpress.com/2011/10/26/ciputra-quantum-leap-entrepreneurship-mengubah-masa-depan-anda-dan-bangsa/ (di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.18 WIB)
    http://sepotongkeju.blogspot.com/2012/05/peran-knowledge-management-pada.html (di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.40 WIB)
    http://www.djajendra.com/2011/04/budaya-perusahaan-dan-pengembangan.html(di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.55 WIB)

  125. 125
    arientadianpuspita (071017054) arientadianpuspita (071017054) Said: @2:09 pm 

    arienta dian puspita
    antropologi sosial
    budaya korporat

    soal no 3..
    “Generasi pertama melahirkan,kedua membesarkan dan yang ketiga mengahancurkan”merupakan “doktrin”bisnis keluarga yang sering terngiang dalam telinga para pelaku korporat.Putera Sampoerna adalah generasi ketiga keluarga sampoerna.
    A) Jelaskan peranan”inovasi”dalam suatu korporat yang karenanya putera Samporna dengan produksi”A mild”nya dapat berhasil mengatasi”doktrin”tersebut,dan mampu mengalahkan perubahan dari luar korporatnya?
    B) Bagaimana pula dengan ciputra dan
    C) Peranan dahlan iskan?
    D) jelaskanlah peranan enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat

    Jawaban :
    A. Dalam suatu perusahaan, terdapat berbagai macam hal yang dipikirkan dan direncanakan oleh pengelola perusahan sebagai strategi mereka bertahan pada suatu eksistensi. Dari strategi perusahaan tersebut dalam mencapai ataupun mempertahankan eksistensinya sangat erat kaitannya dengan hal inovasi dan pemasaran. Kedua faktor tersebut sangat berperan vital terhadap kemajuan suatu korporasi. Sering kali suatu perusahaan secara khusus mendalami kelemahan pesaing mereka dan sering pula menyerang posisi pesaingnya secara mendadak. Putera Sampoerna pernah mengatakan “I don’t want to make it happen”. Karena landscape berbeda, dia selalu “inovatif” untuk mengalahkan perubahan di luar. Makin lama makin didasari perlunya inovasi dengan strategi pemasaran yang didasarkan atas baik kebutuhan konsumen maupun posisi para pesaing. Beliau berani melakukan tindakan – tindakan yang penuh dengan resiko yang besar, untuk mengalahkan segala doktrin yang ada beliau berani melakukan suatu gebrakan yang dianggap oleh sebagian besar orang merupakan hal yang berbahaya, seperti halnya beliau berani memutuskan untuk menghutang pada bank yang mana hal ini tidak pernah dilakukan sekalipun oleh kedua generasi sebelumnya, inovasi dilakukan dalam pemasaran dan iklan serta pada sektor distribusi juga dilakukan suatu inovasi yang pada awalnya system distributor diganti dengan branch management , bahkan yang paling menjadi suatu kontroversi ialah ketika beliau menjual seluruh perusahaan ketika saham naik. Dari segala inovasi – inovasi ini akhirnya membuat putera sampoerna berhasil melakukan penggebrakan pada korporasinya yang akhirnya bisa menanggalkan semua doktrin yang ada dengan produk A mildnya, dengan ini beliau berhasil mengalahkan perubahan dari luar korporatnya.
    B. Sedangkan dengan Ciputra, beliau berani melakukan suatu inovasi yang juga tiak kalah menantang dengan putera sampoerna, disini beliau datang nekad ke Jakarta dan menantang gubernur untuk antara lain membangun ancol dan setiap sepuluh tahun sekali ada perubahan strategi bisnis, kemudian berani memakai kata Ciputra sebagai Brand dan mengganti kata Citra. Dan sekarang Ciputra aat ini sudah bukan lagi hanya sebuah nama melainkan sudah menjadi sebuah premiere brand yang secara susah payah telah dibangun sejak 30 tahun yang lalu. Hal tersebut merupakan sebuah inovasi yang dilakukan oleh seseorang yang menyangkut juga suatu korporasi.
    C. Jika ditanya mengenai Dahlan iskan disini dikatakan bahwa Dahlan Ishkan merupakan mantan seorang wartawan yang kemudian menjadi kepala sebuah Biro yang ada diSurabaya, dan akhirnya beliau ditunjuk untuk memimpin Jawa pos. dia juga mempunyai semangat tinggi dan sangat menyukai tantangan, dia juga pernah ditunjuk sebagai dirut PLN yang banyak orang mengatakan bahwa kinerjanya cukup memuaskan. Beliau menyukai suatu inovasi – inovasi yang berbeda. Di tangannya, Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 eksempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, yang memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada 1997, Dahlan Iskan mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, Menyusul kemudian di Jakarta dan Semarang. Ketiga orang tersebut mempunyai tipe yang bisa dikatakan hampir sama meskipun dalam bidang yang berbeda – beda.
    D. Peranan enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat, jika ditanya mengenai hal tersebut, bisa kita lihat dari ketiga orang diatas, mereka memiliki suatu keberanian untuk melaksanakan suatu keputusan yang sangat beresiko semata – mata untuk menjalankan bisnis mereka secara lahir, disini bisa kita lihat ialah meskipun resiko yang mungkin diterima itu besar namun mereka sangat pandai membaca peluang yang ada, yang sebelumnya sudah mereka baca. Dan yang membuat kita kagum ialah mereka mampu atau bisa meyakinkan orang lain untuk mendukung keputusan – keputusan dan ide yang mereka buat, sehingga sampai saat inipun mereka tidak henti – hentinya membuat suatu inovasi – inovasi terbaru untuk korporasi mereka, entrepreneurship wajib dimiliki dan mempunyai peranan yang penting dalam pengembangan budaya korporat karena hal ini secara dinamis berjalan beriringan seiring dengan membaca peluang yang ada.

    Referensi :
    http://madib.blog.unair.ac.id/files/2011/06/grow-with-character-15-generasi-ke-3-menghancurkan.pdf
    http://www.ciputraentrepreneurship.com/component/wpmu/akhlispurnomo/category/tips-kepemimpinan.html

  126. 126
    ayu ike ayu ike Said: @2:16 pm 

    bagian 2 :
    c) Peranan Dahlan Iskan
    Sebagai seorang CEO di PT. PLN, Dahlan Iskan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam hal knowledge management di dalamnya. Knowldege management sendiri dianggap penting sebagai bahan proses pembelajaran bagi seluruh karyawan yang aktif dalam PT. PLN. Segala pengetahuan dan informasi tidak semata-mata beliau dapatkan murni dari tacit knowledge-nya sendiri, melainkan dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut antara lain adalah dari surat-surat yang berisikan kritik serta saran terhadap PLN dari masyarakat, diskusi dengan para anggota perusahaan, dan lain-lain.
    Salah satu kegiatan yang menjadi kunci utama pendukung pengembangan knowldege management yang dilakukan oleh Dahlan Iskan adalah observasi lapangan. Beliau menamakan hal tersebut sebagai proses belajar, di mana beliau tak hanya mengamati, tetapi juga menelusuri dari satu aliran listrik ke aliran listrik lain untuk mengetahui penyebab utama masalah yang terjadi. Di situlah pengetahuan baru didapatkan oleh Dahlan Iskan.
    Knowledge strategy yang yang dominan digunakan Dahlan Iskan selama menjadi CEO di PT. PLN menurut saya adalah personalization strategy. Salah satu terobosan khas yang diciptakan oleh Dahlan Iskan adalah adanya “CEO Note” yang ditulisnya sebulan sekali. “CEO Note” tersebut berhubungan dengan knowledge system yang digunakan oleh Dahlan Iskan.
    Segala isu baik internal maupun eksternal menjadi pertimbangan Dahlan Iskan untuk terus menerapkan dan mengembangkan knowledge management dalam badan PLN. Isu pertama adalah mengenai kecepatan perubahan yang dilakukan oleh Dahlan Iskan di PT. PLN. Perubahan tersebut antara lain adalah restrukturisasi organisasi internal PLN, gerakan sehari sejuta sambungan, bebas byar pet se-Indonesia selama 6 bulan, dan lain-lain. Perubahan-perubahan yang dilakukan tak ubahnya merupakan hasil dari pengetahuan yang didapatkannya mengenai struktur perusahaan PLN dan juga kebutuhan-kebutuhan serta keluhan-keluhan masyarakat Indonesia mengenai pasokan listrik. Restrukturisasi organisasi internal PLN tersebut juga terkait dengan isu selanjutnya dalam knowledge management, yaitu knowledge worker.
    d) Peranan Enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Fungsi Entrepreneurship sangatlah penting dalam pengembangan budaya korporat sebab pengembangan karakter kerja individu menjadi sangat menentukan sukses tidaknya sebuah budaya organisasi. Bila semua orang di dalam perusahaan patuh pada budaya perusahaan untuk melayani organisasi dan stakeholder, maka akan ada nilai-nilai positif yang menjadi dasar perilaku kerja perusahaan. Menurut Djajendra, Budaya Perusahaan Tidak Ditentukan Oleh Bunyi Dari Rangkaian Kata-Kata Yang Tertulis Di Dalam Budaya Perusahaan, Tapi Sangat Ditentukan Oleh Karakter Individu Yang Bisa Memainkan Peran Dan Fungsi Pekerjaannya Di Tempat Kerja Sesuai Dengan Kata-Kata Yang Ada Di Dalam Budaya Perusahaan.
    Membangun karakter kerja individu agar selaras dengan budaya perusahaan formal, haruslah menjadi sebuah upaya yang terus-menerus dan tidak boleh terhenti.
    Pelatihan yang terus-menerus dan berkelanjutan akan menjadikan setiap individu lebih tersadarkan untuk menyatukan perilaku dan kebiasaan sehari-hari di tempat kerja dengan nilai-nilai dasar dari budaya perusahaan, termasuk meleburkan diri masing-masing ke dalam perilaku kerja yang diharapkan oleh perusahaan. Pembangunan karakter kerja yang efektif adalah melalui penanaman nilai-nilai budaya yang dikehendaki ke dalam mindset dan kepribadian karyawan dan pimpinan. Jelas, persoalan penanaman nilai-nilai budaya perusahaan ke dalam karakter kerja memerlukan tekad dan upaya tanpa henti dan bersifat terus-menerus seumur hidup perusahaan.
     Sumber :
    http://duniapemasaran.com/index.php/strategi-pemasaran/4-g-marketing.html(di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.00 WIB)
    http://kiosbukugema.wordpress.com/2011/10/26/ciputra-quantum-leap-entrepreneurship-mengubah-masa-depan-anda-dan-bangsa/ (di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.18 WIB)
    http://sepotongkeju.blogspot.com/2012/05/peran-knowledge-management-pada.html (di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.40 WIB)
    http://www.djajendra.com/2011/04/budaya-perusahaan-dan-pengembangan.html(di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.55 WIB)

  127. 127
    Arianto Ratri Nugroho Arianto Ratri Nugroho Said: @2:17 pm 

    Arianto Ratri Nugroho
    070917042
    Budaya Korporat

    1. Inovatif dapat diartikan sebagai proses atau hasil pengembangan pemanfaatan pengetahuan, keterampilan dan sebagi aplikasi yang umumnya sebagai perluasan yang memberi nilai lebih untuk memberikan memperbaiki sebuah nilai benda dimana banyaknya persaingan yang harus dihadapi oleh pasar.
    Dengan berbagai jargon yang dimiliki oleh sampoerna seperti “inovasi adalah budaya kami; kebiasaan kami jalani setiap hari.” Dan “inovasi bukanlah tujuan kami, melainkan cara kami meraih prestasi.” Dengan demikian banyaknya perubahan yang harus dijalani oleh generasi ke 3 dari sampoerna sendiri sudah memeras otak dan banyaknya persaingan pabrik “rokok” yang menggunakan mode baru seperti “Menghasilkan rokok berkualitas tinggi dengan harga yang baik kepada perokok dewasa”, pasar rokok yang sekarang bukan hanya ditujukan pada kaum yang berumur. Pasar remaja juga sudah merajai bentuk penjualan rokok sebagai nilai plus bagi penjualan dan sebagai alat untuk berkembang mengikuti pasar.
    “Keteguhan kami untuk terus berinovasi dalam produk dan bisnis melandasi komitmen kami yang kuat untuk memberikan hasil yang maksimal bagi para pemegang saham. Kami percaya bahwa strategi yang terbaik untuk menciptakan solusi baru yang inovatif dan mendorong pertumbuhan adalah dengan terus berfokus pada kebutuhan perokok dewasa, mendukung portofolio produk Perseroan dan terus mengembangkan produk-produk baru dengan nilai tambah yang tinggi bagi perokok dewasa.” Dari berbagai kutipan untuk memotifasi bentuk penjualan yang mengikuti pasar dan persaingan antara pabrik rokok yang lain.
    Sejarah Perseroan
    Sebagai salah satu produsen rokok terbesar dan ternama di Indonesia, sejarah PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (”Perseroan”) tidak dapat dipisahkan dari sejarah keluarga Sampoerna sebagai pendirinya. Pada tahun 1913 oleh Liem Seeng Tee, seorang imigran asal Cina, mulai membuat dan menjual rokok kretek linting tangan di rumahnya di Surabaya, Indonesia. Perusahaan kecilnya tersebut merupakan salah satu perusahaan pertama yang memproduksi dan memasarkan rokok kretek maupun rokok putih. Popularitas rokok kretek tumbuh dengan pesat. Pada awal 1930-an, Liem Seeng Tee mengganti nama keluarga sekaligus nama perusahaannya menjadi Sampoerna, yang berarti ”kesempurnaan”. Setelah usahanya berkembang cukup mapan, Liem Seeng Tee memindahkan tempat tinggal keluarga dan pabriknya ke sebuah kompleks bangunan yang terbengkalai di Surabaya. Bangunan tersebut kemudian direnovasi dan dijadikan pabrik sekaligus kediaman keluarganya, yang kini dikenal sebagai Taman Sampoerna. Hingga kini, sebagian produksi rokok kretek linting tangan Perseroan masih dilakukan di Taman Sampoerna. Pada tahun 1959, tiga tahun setelah Liem Seeng Tee wafat, Aga Sampoerna, putra kedua Liem Seeng Tee, ditunjuk untuk memimpin dan membangun kembali perusahaan keluarga Sampoerna. Beliau berhasil mengembangkan bisnis keluarga dengan kepiawaiannya memimpin perusahaan dan membina hubungan baik dengan berbagai pihak, antara lain para karyawan, pemasok, agen-agen rokok dan masyarakat sekitar pabrik. Putra Aga Sampoerna, yaitu Putera Sampoerna, mengambil alih kemudi Sampoerna pada tahun 1978. Di bawah kendalinya, HM Sampoerna berkembang pesat dan menjadi perseroan publik pada tahun 1990 dengan struktur usaha modern, dan memulai masa investasi dan ekspansi. Selanjutnya PT HM Sampoerna Tbk. berhasil memperkuat posisinya sebagai salah satu perseroan terkemuka di Indonesia. Keberhasilan PT HM Sampoerna Tbk. menarik perhatian Philip Morris International Inc. (“PMI”), salah satu perusahaan rokok dan tembakau terkemuka di dunia, sehingga pada bulan Mei 2005, PT Philip Morris Indonesia, anak Perusahaan PMI, mengakuisisi kepemilikan mayoritas atas PT HM Sampoerna Tbk.

    2. Kasus berbeda terdapat pada Ir Ciputra. Ir. Ciputra disebutkan oleh Hermawan Kertajaya dalam tulisannya adalah Sang Pelopor bidang properti. Meski begitu, rupanya Pak Chi (panggilan Ir. Ciputra) tidak begitu suka disebut pelopor, ia lebih suka disebut sebagai si Pengembang karena nama Sang Pelopor terkesan arogan dan berorientasi kepada kepentingan sendiri. Kewirausahaan meliputi proses yang dinamis sehingga dengan demikian timbul pengertian baru dalam kewirausahaan yakni sebuah proses mengkreasikan dengan menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, dan resiko social, dan akan menerima reward yang berupa keuangan dan kepuasan serta kemandirian personal. Karenanya, peran pemilik/entrepreneur sangat diperlukan. Pak Chi memang seorang entrepreneur handal dan ternama di Indonesia, bahkan ia memakai namanya sebagai Brand dari korporatnya sendiri. Menilik kesuksessannya sekarang tak lain tak bukan karena usaha dan kerja kerasnya dulu. Sebagai pelopor/pengembang, Pak Chi mengalami berbagai tantangan dan untuk menghadapinya, ia selalu melakukan inovasi.
    Inovasi menurut Martjin Radenakers (2005) terbagi beberapa tipe yang mempunyai karakteristik masing-masing yaitu inovasi produk, proses, organisasional dan inovasi bisnis.
    3. Dahlan Iskan dapat dilihat sebagai sosok inovator dalam berbagai bidang. berawal dari calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda, kini Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang awalnya hanya berhasil menjual koran sebanyak 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi 300.000 eksemplar. CEO “betangan dingin” ini mampu membaut inovasi baru dari sebuah surat kabar kecil menjadi surat kabar berskala internasional yang tidak hanya menjamah dari masyarakat kalangan atas juga merangkul kalangan anak muda yang menjadi tren surat kabar. Inovasi.
    4. Sesungguhnya Social Entrepreneurship sudah dikenal ratusan tahun yang lalu diawali antara lain oleh Florence Nightingale (pendiri sekolah perawat pertama) dan Robert Owen (pendiri koperasi). Pengertian Social Entrepreneurship sendiri berkembang sejak tahun 1980 –an yang diawali oleh para tokoh-tokoh seperti Rosabeth Moss Kanter, Bill Drayton, Charles Leadbeater dan Profesor Daniel Bell dari Universitas Harvard yang sukses dalam kegiatan Social Entrepreneurship karena sejak tahun 1980 berhasil membentuk 60 organisasi yang tersebar diseluruh dunia. Pengertian sederhana dari Social Entrepreneur adalah seseorang yang mengerti permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan entrepreneurship untuk melakukan perubahan sosial (social change), terutama meliputi bidang kesejahteraan (welfare), pendidikan dan kesehatan (healthcare). Jika business entrepreneurs mengukur keberhasilan dari kinerja keuangannya (keuntungan ataupun pendapatan) maka social entrepreneur keberhasilannya diukur dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

    http://news.detik.com/read/2012/02/08/222638/1837856/10/sby-puji-peran-etnis-tionghoa-dalam-perekonomian-bangsa?n991103605

    http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-dickyhenri-31497

    http://lib.fikom.unpad.ac.id/digilib/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptunpadfikom-gdl-marlinamus-3434

  128. 128
    arienta dian puspita (070917080) arienta dian puspita (070917080) Said: @2:17 pm 

    ini karena ayu ike susah posting pak, jadi saya bantu posting aja .

    bagian 2 (ayu ike handayani)

    c) Peranan Dahlan Iskan
    Sebagai seorang CEO di PT. PLN, Dahlan Iskan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam hal knowledge management di dalamnya. Knowldege management sendiri dianggap penting sebagai bahan proses pembelajaran bagi seluruh karyawan yang aktif dalam PT. PLN. Segala pengetahuan dan informasi tidak semata-mata beliau dapatkan murni dari tacit knowledge-nya sendiri, melainkan dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut antara lain adalah dari surat-surat yang berisikan kritik serta saran terhadap PLN dari masyarakat, diskusi dengan para anggota perusahaan, dan lain-lain.
    Salah satu kegiatan yang menjadi kunci utama pendukung pengembangan knowldege management yang dilakukan oleh Dahlan Iskan adalah observasi lapangan. Beliau menamakan hal tersebut sebagai proses belajar, di mana beliau tak hanya mengamati, tetapi juga menelusuri dari satu aliran listrik ke aliran listrik lain untuk mengetahui penyebab utama masalah yang terjadi. Di situlah pengetahuan baru didapatkan oleh Dahlan Iskan.
    Knowledge strategy yang yang dominan digunakan Dahlan Iskan selama menjadi CEO di PT. PLN menurut saya adalah personalization strategy. Salah satu terobosan khas yang diciptakan oleh Dahlan Iskan adalah adanya “CEO Note” yang ditulisnya sebulan sekali. “CEO Note” tersebut berhubungan dengan knowledge system yang digunakan oleh Dahlan Iskan.
    Segala isu baik internal maupun eksternal menjadi pertimbangan Dahlan Iskan untuk terus menerapkan dan mengembangkan knowledge management dalam badan PLN. Isu pertama adalah mengenai kecepatan perubahan yang dilakukan oleh Dahlan Iskan di PT. PLN. Perubahan tersebut antara lain adalah restrukturisasi organisasi internal PLN, gerakan sehari sejuta sambungan, bebas byar pet se-Indonesia selama 6 bulan, dan lain-lain. Perubahan-perubahan yang dilakukan tak ubahnya merupakan hasil dari pengetahuan yang didapatkannya mengenai struktur perusahaan PLN dan juga kebutuhan-kebutuhan serta keluhan-keluhan masyarakat Indonesia mengenai pasokan listrik. Restrukturisasi organisasi internal PLN tersebut juga terkait dengan isu selanjutnya dalam knowledge management, yaitu knowledge worker.
    d) Peranan Enterpreneurship dalam pengembangan budaya korporat
    Fungsi Entrepreneurship sangatlah penting dalam pengembangan budaya korporat sebab pengembangan karakter kerja individu menjadi sangat menentukan sukses tidaknya sebuah budaya organisasi. Bila semua orang di dalam perusahaan patuh pada budaya perusahaan untuk melayani organisasi dan stakeholder, maka akan ada nilai-nilai positif yang menjadi dasar perilaku kerja perusahaan. Menurut Djajendra, Budaya Perusahaan Tidak Ditentukan Oleh Bunyi Dari Rangkaian Kata-Kata Yang Tertulis Di Dalam Budaya Perusahaan, Tapi Sangat Ditentukan Oleh Karakter Individu Yang Bisa Memainkan Peran Dan Fungsi Pekerjaannya Di Tempat Kerja Sesuai Dengan Kata-Kata Yang Ada Di Dalam Budaya Perusahaan.
    Membangun karakter kerja individu agar selaras dengan budaya perusahaan formal, haruslah menjadi sebuah upaya yang terus-menerus dan tidak boleh terhenti.
    Pelatihan yang terus-menerus dan berkelanjutan akan menjadikan setiap individu lebih tersadarkan untuk menyatukan perilaku dan kebiasaan sehari-hari di tempat kerja dengan nilai-nilai dasar dari budaya perusahaan, termasuk meleburkan diri masing-masing ke dalam perilaku kerja yang diharapkan oleh perusahaan. Pembangunan karakter kerja yang efektif adalah melalui penanaman nilai-nilai budaya yang dikehendaki ke dalam mindset dan kepribadian karyawan dan pimpinan. Jelas, persoalan penanaman nilai-nilai budaya perusahaan ke dalam karakter kerja memerlukan tekad dan upaya tanpa henti dan bersifat terus-menerus seumur hidup perusahaan.
     Sumber :
    http://duniapemasaran.com/index.php/strategi-pemasaran/4-g-marketing.html(di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.00 WIB)
    http://kiosbukugema.wordpress.com/2011/10/26/ciputra-quantum-leap-entrepreneurship-mengubah-masa-depan-anda-dan-bangsa/ (di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.18 WIB)
    http://sepotongkeju.blogspot.com/2012/05/peran-knowledge-management-pada.html (di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.40 WIB)
    http://www.djajendra.com/2011/04/budaya-perusahaan-dan-pengembangan.html(di akses pada tanggal 28-06-2012 pukul 19.55 WIB)

  129. 129
    Kartika Chandra Hapsari ( 070915080 ) Kartika Chandra Hapsari ( 070915080 ) Said: @2:23 pm 

    Kartika Chandra Hapsari
    070915080
    a. PUTERA SAMPOERNA
    Sifat-sifat wirausaha yang dimiliki oleh Putera Sampoerna
    1. Harus selalu bekerja secara PROFESIONAL
    2. Selalu melakukan INOVASI Produk
    3. Melakukakan EKSPANSI usaha pada bidangnya maupun tidak
    4. Menjadi seorang VISIONER dengan selalu melihat ke depan
    5. RISK TAKER berani mengambil resiko dengan komitmen sampai ke titik sukses
    6. POLA PIKIR yang SISTEMATIS dengan melihat peluang bisnis beberapa tahun kedepan
    7. PASSION melakukan pengorbanan dalam suatu hal demi mengubah keadaan
    Dari sifat inilah Putera Sampoerna dapat menghancurkan doktrin yang sringkali dijadikan momok bagi sebuah bisnis keluarga. Putera Sampoerna memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain sebelumnya. Dia mampu membuat sensasi ( tapi terukur ) dalam dunia bisnis.
    Faktor penentu kesuksesan Sampoerna ditentukan ole tiga core winning characteristic.

    Faktor pertama Adaptability - adalah kemampuan organisasi dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
    Faktor kedua Culture - ini merupakan hal yang terpenting yaitu adanya budaya perusahaan yang kokoh dalam bentuk nilai-nilai luhur dan perilaku yang dipercayai oleh semua orang di dalam organisasi.
    Faktor ketiga Innovation. Innovation bukan lagi sekedar ke arah ‘luar’ dengan menginovasi produk – produk yang dipasarkan, tapi juga ditanamkan dari ‘dalam’ perusahaan.
    Dari waktu ke waktu, inovasi sudah menjadi senjata Sampoerna dalam mengadapi persaingan industri rokok yang demikian ketat. “If we can not compete with someone who already established, we have to be unique and different” kata Putera Sampoerna. Dengan inovasi yang terus-menerus, Sampoerna berhasil menjadi “thought Leader” industri rokok.

    b. CIPUTRA
    Ciputra memang tak pernah kehabisan ide. Ia bahkan kerap menjadi provokator bagi jajaran manajemen di Grup Ciputra maupun di kelompok bisnis lain yang lebih dulu ia dirikan untuk memunculkan gagasan anyar. Menurut Ciputra, modal paling mendasar ketika memulai bisnis adalah semangat dan kepercayaan diri. Lalu keyakinan bahwa bekerja keras dan upaya yang sungguh-sungguh akan membuahkan hasil. Salah satu unsur yang kadang hilang dalam kehidupan modern adalah gairah hidup. Banyak orang hanya menghabiskan waktu kehidupan tanpa tekad dan gairah di benak. Padahal, itulah waktunya yang tepat bagi seseorang untuk bangkit dan menunjukkan keunikan pribadi. Berhenti berkata tidak atau menolak tantangan yang diberikan.
    Mempertahankan bisnis hingga 30 tahun bukanlah perkara mudah. Apalagi jika bisnis tersebut terus menunjukkan kinerja yang gemilang. Itulah prestasi yang diraih Ciputra Group. Kesuksesan tersebut tidak hanya dirasakan internal perusahaan, tetapi juga dinikmati masyarakat, yang merasa terpenuhi kebutuhan papannya dengan nyaman dan aman.
    Apa sebenarnya rahasia kesuksesan bisnis Ciputra Group. Kepada Kompas, Ciputra sempat menyebut tiga hal rahasia tersebut yakni wisdom, integrity, innovation. “Kalau mau jadi yang terdepan maka harus menjadi hamba yang mau melayani dan memberi. Jangan lupa juga dengan tanggung jawab sosial.”
    c. DAHLAN ISKAN
    Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.
    Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia.
    Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.
    Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.
    d. Morris & Kuratko (Corporate Entrepreneurship, 2002) memang menandaskan bahwa intrapreneurship perlu dipertimbangkan perusahaan menghadapi:
    a) perubahan dramatis di pasar,
    b) downsizing untuk meningkatkan efisiensi,
    c) mengatasi kelemahan dalam manajemen korporasi tradisional,
    d) kompetisi global serta
    e) eksodus karyawan bernaluri bisnis tinggi akibat perusahaan yang kelewat birokratif.
    Ada enam tantangan yang disebut Morris (Entrepreneurial Intensity, 1998) sebagai penghambat inisiatif intrapreneurship di perusahaan.
    Pertama, hambatan arah strategik (strategic direction). Agar berhasil maka dibutuhkan pimpinan atau manajemen puncak di perusahaan yang dapat menjadi panutan (role model) bagi karyawan.
    Kedua, hambatan struktur (structure). Harus diakui kebanyakan struktur korporasi kita di Indonesia sekarang merefleksi manajemen tradisional, bukan manajemencorporate entrepreneurship.
    Ketiga, hambatan sistem (system). Ini terkait apakah imbal jasa dan sistem evaluasi kinerja di perusahaan sesuai dan motivatif bagi karyawan.
    Keempat, hambatan kebijakan dan prosedur (policies & procedures). Ini terkait bagaimana manajemen membuat kebijakan yang memudahkan karyawan untuk mendorong identifikasi peran baru sebagai wirausahawan.
    Kelima, hambatan karyawan (people). Ini terkait bagaimana membenahi pola pikir, sikap dan mental karyawan sendiri agar bisa menerima peran sebagai wiraniaga dengan senang.
    Keenam, hambatan budaya (culture). Perlu diperhatikan budaya apa saja yang sudah terbangun di perusahaan Anda selama berdiri belasan tahun, dan bentrok dengan nilai-nilai entrepreneurial yang akan dibangun.
    DAFTAR PUSTAKA
    http://blog.indojunkers.com/2011/04/rahasia-sukses-ciputra-wisdom-integrity-innovation/
    http://www.citralandngkjambi.com/news/58-sumberkompascom.html
    http://www.indopos.co.id/index.php/berita-indo-rewiew/3572-bisnis-itu-ide-inovasi-semangat-dan-percaya-diri.html
    http://ml.scribd.com/doc/48426425/Biografi-Putera-Sampoerna
    http://ririlasmeng.blogspot.com/
    http://darminpella.wordpress.com/2008/07/26/mengatasi-hambatan-corporate-entrepreneurship/
    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/

  130. 130
    Anonymous Said: @2:32 pm 

    RINI AYU KURNIASARI (070915024)
    ILMU KOMUNIKASI
    Inovasi didefinisikan oleh Meix-Chermin dan Nijhof (2005) sebagai suatu proses dimada ide-ide yang bernilai ditransformasikan ke dalam bentuk nilai-nilai tambah baru bagi organisasi, pelanggan, karyawan dan stake holders.
    Cobbenhagen (dalam Merx-Chermin dan Nijhof, 2005), menekankan perlu adanya keselarasan antara aktivitas penelitian dan pengembangan, produksi, dan pemasaran sebagai persyaratan utama dalam keberlangsungan inovasi.
    Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi:
    1. keunggulan relatif (relative advantage), di mana suatu inovasi dianggap lebih baik atau unggul daripada yang pernah ada dan diukur dari beberapa segi, seperti segi ekonomi, prestise sosial, kenyamanan, dan kepuasan.
    2. kompatibilitas (compatibility) adalah pengukuran di mana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku, pengalaman masa lalu, dan kebutuhan pengadopsi.
    3. kerumitan (complexity) adalah derajat di mana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan.
    4. kemampuan diujicobakan (trialability) adalah pengukuran di mana suatu inovasi dapat diuji coba batas tertentu.
    5. kemampuan untuk diamati (observability) di mana hasil suatu inovasi dapat dilihat orang lain
    3. a. Inovasi Sampoerna
    Doktrin bisnis keluarga yang mengatakan bahwa generasi ketiga bersifat menghancurkan tidak terjadi dalam diri pak Putera Sampoerna, yang merupakan generasi ketiga PT. Sampoerna. Hermawan Kertajaya dalam tulisannya menyatakan bahwa Putera Sampoerna pernah mengatakan ia tidak menginginkan dirinya sebagai generasi ketiga yang menghancurkan. Oleh karena itu, Putera Sampoerna selalu inovatif untuk mengalahkan perubahan yang selalu terjadi seiring perkembangan zaman.
    Salah satu inovasinya adalah meluncurkan A Mild, yang merupakan terobosan pertama dari ”kebuntuan” inovasi keretek waktu itu. A-Mild merupakan rokok mild pertama di Indonesia dengan kandungan tar dan nikotin yang rendah. Selain itu juga merubah kemasan yang umum yaitu isi 20 batang, A-Mild hanya 16 batang. Inovasi yang lain terdapat juga pada segi pemasaran. Tulisan Hermawan Kertajaya lain yang ia tulis saat mengalami masa kerja dan berhadapan langsung dengan Putera Sampoerna menyatakan bahwa Putera Sampoerna memilih untuk berbeda dengan market leader. Ia melakukan Kampanye “Kami Memang Beda” dan akhirnya terkenal ke mana-mana, sehingga orang menjadi “mengakui” bahwa Sampoerna memang bukan terbesar, tapi “beda”.
    Putera Sampoerna menggandeng Warsianto sebagai Head of New Product Development Secara simultan, bersama Warsianto, melaksanakan pengembangan produk baru dan di sinilah sejarah A Mild yang merupakan pelopor rokok Mild dimulai. Putera Sampoerna dan timnya berhasil mengembangkan rokok Mild di Indonesia yang pada umumnya belum terkenal. Dan A Mild lah pioner-nya. Disini cukup membuktikan bahwa sebuah inovasi dan pengembangan suatu produk dapat menempatkan perusahaan mempunyai daya saing yang signifikan dengan pesaingnya. Itulah yang terjadi di Sampoerna, dan Putera Sampoerna mampu menepis doktrin generasi ketiga menghancurkan. Justru, inovasi nya membuat Sampoerna menjadi pioner rokok Mild di Indonesia. Promosi yang dilakukan lewat iklan juga unik yang menarik perhatian masyarakat akan cita rasa A-Mild ini, yaitu iklan ”bukan basa basi” dan slogan ”others can only follow”
    b. Inovasi Ciputra.
    Kasus berbeda terdapat pada Ir Ciputra. Ir. Ciputra disebutkan oleh Hermawan Kertajaya dalam tulisannya adalah Sang Pelopor bidang properti. Meski begitu, rupanya Pak Chi (panggilan Ir. Ciputra) tidak begitu suka disebut pelopor, ia lebih suka disebut sebagai si Pengembang karena nama Sang Pelopor terkesan arogan dan berorientasi kepada kepentingan sendiri.
    Pak Chi memang seorang entrepreneur handal dan ternama di Indonesia, bahkan ia memakai namanya sebagai Brand dari korporatnya sendiri. Menilik kesuksessannya sekarang tak lain tak bukan karena usaha dan kerja kerasnya dulu. Sebagai pelopor/pengembang, Pak Chi mengalami berbagai tantangan dan untuk menghadapinya, ia selalu melakukan inovasi.
    Inovasi menurut Martjin Radenakers (2005) terbagi beberapa tipe yang mempunyai karakteristik masing-masing yaitu inovasi produk, proses, organisasional dan inovasi bisnis. Berdasarkan pengamatan, maka Pak Chi bisa dikatakan melakukan inovasi bidang proses dan organisasional, dimana ia menerapkan suatu Teori Z pada dasarnya pas de¬ngan situasi Indonesia yang “kekeluar¬gaan” dimana teori ini belum begitu berkembang saat itu di Indonesia.
    Selain itu, inovasinya lagi terlihat ketika dulu ia sesudah lulus dari ITB lantas “menantang” Pemda DKI untuk “menyulap” Ancol. Rawa-rawa yang dulu disebut tempat membuang jin diimpikan untuk menjadi tempat hiburan terbesar di Asia Tenggara seperti yang sekarang ada. Rawa-rawa yang dulu boleh dikatakan no price diimpikan jadi high price seperti sekarang. Karena tantangan Pak Ci dianggap menarik, didirikanlah sebuah BUMD khusus untuk melakukan itu. Akhirnya, proyek Ancol sukses dan berlanjut dengan berbagai proyek properti lain. Karena itu, Pak Ciputra bukan eksekutif biasa, tapi seorang eksekutif yang entrepreneurial. Sekarang saja Pak Chi mengendalikan 5 kelompok usaha yaitu Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti di sektor properti. Sungguh sebuah kesuksesan inovasi pada bidang entrepreneurship bukan?
    Menilik pernyataan Josef Schumpeter (1949) bahwa kecocokan inovasi dalam suatu organisasi merupakan kunci keberhasilan inovasi itu sendiri. Artinya, inovasi bersifat melekat dalam kegiatan organisasi tersebut dan Ir. Ciputra pun memanfaatkan kecocokan inovasi ini dengan usaha maksimal tentunya, melekatkan pada organisasinya untuk meraih keberhasilan. Sukses!
    c. Inovasi Dahlan Iskan
    Kedua entrepreneur sebelumnya telah membuktikan kesuksessan masing-masing melalui usaha inovasinya. Satu lagi kenamaan dalam media massa yang merambah ke industri listik negara, Dahlan Iskan, yang juga merupakan ispirator bisnis bagi wirausahawan lain.
    Disebutkan bahwa Dahlan Iskan terbukti bisa membesarkan Jawa Pos seperti sekarang dan bahkan diangkat pemerintah untuk memimpin PLN. Semua itu tak lain dan tak bukan karena kestrugglean beliau memperjuangkan kembali Jawa Pos yang saat itu oplahnya hanya 6000 eksemplar.
    Satu hal fenomenal yang dilakukan Pak Dahlan, yang bisa dibalng juga suatu langkah inovasinya yaitu sambil membuat koran Jawa Pos menjadi different ia juga membuat semua karyawan jadi agen koran. Dapat dikatakan bahwa Pak Dahlan menata distribusi kembali. Dari sistem distributorship menjadi branch management.
    Selain itu, inovasi lainnya yang hadir dari seorang Dahlan Iskan dan membuat Jawa Pos berbeda kala itu adalah dengan tidak meniru koran lain yang memasang foto Pak Harto tiap hari di halaman pertamanya. Di antaranya mendatangkan orang gede dari Kalimantan dan membuat berita tentang orang gede ini menjadi “eksklusif” karena Jawa Pos yang “punya” orang itu. Pikiran dan perilaku Pak Dahlan yang dianggap aneh itulah justru yang akhirnya “membesarkan” Jawa Pos. Ia bahkan mampu keluar dari mainstream koran nasional saat itu.
    Dan dari yang hanya beromzet 6000 eksemplar dulunya (tahun 2000), Jawa Pos melalui tangan handal Dahlan Iskan mampu bangkit dan bahkan oplahnya naik menjadi 300.000 eksemplar dalam waktu lima tahun. Disinilah letak kekuatan perusahaan melalui chief nya Dahlan Iskan yang mempu berinovasi dan membuat Jawa Pos memiliki daya saing dan unggul diantara kompetitor-kompetitor lain. Inovasi yang nyentrik, aneh, dan berani dari seorang Dahlan sanggup mengalahkan perubahan dari luar korporatnya. Great!
    *Dari ketiga tokoh tadi, maka disini dapat ditekankan lagi pentinganya inovasi dalam suatu perusahaan/korporat. Inovasi berperan dalam hal mendorong bahkan ekstrimnya lagi yaitu mendobrak perusahaan untuk bangkit dan memiliki daya saing, unggul di hadapan kompetitor, bahkan menjadi pioner/pelopor suatu temuan yang membawa perusahaan menjadi lebih maju di segala bidang, serta beradaptasi dengan perubahan di luar korporatnya.
    D. Entrepreneurship adalah jiwa entrepreneur yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas serta kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur.
    entrepreneur adalah seorang yang dapat mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Dia adalah seorang yang mampu menciptakan perubahan kreatif yang berarti dari sesuatu yang tidak bernilai menjadi bernilai, menghasilkan sebuah produk akhir yang memiliki nilai pasar, dan mampu memulai perubahan tersebut dari “nol” atau dari “kotoran” dan “rongsokan” yang dianggap tidak berharga.
    Seorang entrepreneurship adalah seseorang yang mempunyai tiga criteria, Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur.
    Seorang pencipta peluang berarti melalui imaginasi kreatifnya, ia sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan. Ini adalah kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari.
    Ciri kedua dari seorang entrepreneur adalah dia seorang innovator. Banyak orang kurang komplit mengerti kata ini. Inovator adalah seorang yang sanggup memperkenalkan hal baru kepada masyarakat dan masyarakat menerimanya. Sebuah hal yang baru namun belum diterima oleh masyarakat luas baru bisa disebut sebagai temuan atau invention. Seorang entrepreneur sanggup membuat produk yang tidak bisa ditolak oleh pasar.
    Ciri ketiga dari seorang entrepreneur adalah dia seorang pengambil resiko yang terukur tidak berdasarkan emosi. Seorang entrepreneur sanggup menghitung resiko yang dihadapinya. Bukan itu saja, ia sanggup meminimalkan resiko tersebut. Sehingga sebelum pengambilan keputusan dilakukan ia telah membuat resiko sekecil mungkin dan peluang untuk berhasil sebesar mungkin. Fungsi entrepreneurship bagi perusahaan sangat bermacam-macam, entrepreneurship dapat membaca dan mengidentifikasi peluang-peluang yang dapat memajukan perusahaan yang sesuai dengan budaya korporat dalam perusahaan. Entrepreneurship dapat melalukan ebuah inovasi-inovasi tanpa harus menghilangkan budaya korporat perusahaan bahkan hal itu dapat semakin memperkukuh budaya korporat. Entrepreneurship dapat mengumpulkan sumber daya baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Entrepreneurship pintar memanfaatkan sumber daya-sumber daya yang terdapat di perusahaan dan dapat berguna bagi perusahaan. Entrepreneurship dapat menanggung resiko untuk semua keputusan yang telah di ambil.
    Referensi:
    Buku dan Jurnal:
    Darroch, Jenny (2005), “Knowledge management, innovation and firm performance, Journal of Knowledge Management; 2005; 9, 3; ABI/INFORM Global, pg. 101.

    Hisrich, R.D. dkk. 2005. Entrepreneurship. sixth edition. New York: McGraw-Hill.
    Mireille Merx, C. and W.J. Nijhof (2005), “Factors influencing knowledge creation and innovation in an organization, Journal of European Industrial Training; 2005; 29, 2/3; ABI/INFORM Global, pg. 135
    Moeljono, Djokosantoso. 2003. Budaya Korporat dan Keunggulan Korporasi. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. P.27
    Pearce, John. A&Robinson, Richard B. 1996. Manajemen Strategik. Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian. Jilid Satu. Binarupa Aksara: Jakarta.
    Rademakers, Martijn (2005), “Corporate universities: driving force of knowledge innovation”, Journal of Workplace Learning; 2005; 17, 1/2; ABI/INFORM Global, pg. 130.
    Rogers, Everett M. 1983. Diffussion of Innovation. Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co.
    Internet:
    http://www.keluargaplus.com/pengembangan-diri-umum/316-grow-with-character-by-hermawan-kartajaya1-10?start=1
    http://www.keluargaplus.com/pengembangan-diri-umum/45-grow-with-character-by-hermawan-kartajaya-11-20?start=2
    http://sukses-biz.blogspot.com/2009/04/ciputra-maestro-real-estate-indonesia.html
    http://www.smartstate.qld.gov.au/strategy/strategy05_15/glossary.shtm
    http://sigitsasongko.com/?p=806

  131. 131
    Anonymous Said: @2:40 pm 

    RINI AYU KURNIASARI (070915024)
    ILMU KOMUNIKASI
    Inovasi didefinisikan oleh Meix-Chermin dan Nijhof (2005) sebagai suatu proses dimada ide-ide yang bernilai ditransformasikan ke dalam bentuk nilai-nilai tambah baru bagi organisasi, pelanggan, karyawan dan stake holders.
    Cobbenhagen (dalam Merx-Chermin dan Nijhof, 2005), menekankan perlu adanya keselarasan antara aktivitas penelitian dan pengembangan, produksi, dan pemasaran sebagai persyaratan utama dalam keberlangsungan inovasi.
    Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi:
    1. keunggulan relatif (relative advantage), di mana suatu inovasi dianggap lebih baik atau unggul daripada yang pernah ada dan diukur dari beberapa segi, seperti segi ekonomi, prestise sosial, kenyamanan, dan kepuasan.
    2. kompatibilitas (compatibility) adalah pengukuran di mana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku, pengalaman masa lalu, dan kebutuhan pengadopsi.
    3. kerumitan (complexity) adalah derajat di mana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan.
    4. kemampuan diujicobakan (trialability) adalah pengukuran di mana suatu inovasi dapat diuji coba batas tertentu.
    5. kemampuan untuk diamati (observability) di mana hasil suatu inovasi dapat dilihat orang lain
    3. a. Inovasi Sampoerna
    Doktrin bisnis keluarga yang mengatakan bahwa generasi ketiga bersifat menghancurkan tidak terjadi dalam diri pak Putera Sampoerna, yang merupakan generasi ketiga PT. Sampoerna. Hermawan Kertajaya dalam tulisannya menyatakan bahwa Putera Sampoerna pernah mengatakan ia tidak menginginkan dirinya sebagai generasi ketiga yang menghancurkan. Oleh karena itu, Putera Sampoerna selalu inovatif untuk mengalahkan perubahan yang selalu terjadi seiring perkembangan zaman.
    Salah satu inovasinya adalah meluncurkan A Mild, yang merupakan terobosan pertama dari ”kebuntuan” inovasi keretek waktu itu. A-Mild merupakan rokok mild pertama di Indonesia dengan kandungan tar dan nikotin yang rendah. Selain itu juga merubah kemasan yang umum yaitu isi 20 batang, A-Mild hanya 16 batang. Inovasi yang lain terdapat juga pada segi pemasaran. Tulisan Hermawan Kertajaya lain yang ia tulis saat mengalami masa kerja dan berhadapan langsung dengan Putera Sampoerna menyatakan bahwa Putera Sampoerna memilih untuk berbeda dengan market leader. Ia melakukan Kampanye “Kami Memang Beda” dan akhirnya terkenal ke mana-mana, sehingga orang menjadi “mengakui” bahwa Sampoerna memang bukan terbesar, tapi “beda”.
    Putera Sampoerna menggandeng Warsianto sebagai Head of New Product Development Secara simultan, bersama Warsianto, melaksanakan pengembangan produk baru dan di sinilah sejarah A Mild yang merupakan pelopor rokok Mild dimulai. Putera Sampoerna dan timnya berhasil mengembangkan rokok Mild di Indonesia yang pada umumnya belum terkenal. Dan A Mild lah pioner-nya. Disini cukup membuktikan bahwa sebuah inovasi dan pengembangan suatu produk dapat menempatkan perusahaan mempunyai daya saing yang signifikan dengan pesaingnya. Itulah yang terjadi di Sampoerna, dan Putera Sampoerna mampu menepis doktrin generasi ketiga menghancurkan. Justru, inovasi nya membuat Sampoerna menjadi pioner rokok Mild di Indonesia. Promosi yang dilakukan lewat iklan juga unik yang menarik perhatian masyarakat akan cita rasa A-Mild ini, yaitu iklan ”bukan basa basi” dan slogan ”others can only follow”
    b. Perusahaan Ciputra
    Tak bisa dipungkiri banyak sentuhan khas Ciputra dalam pembangunan negeri ini. Ciputra telah sukses melampaui semua orde, yaitu orde lama, orde baru, maupun orde reformasi. Dia sukses membawa perusahaan daerah maju, membawa perusahaan sesama koleganya maju, dan akhirnya juga membawa perusahaan keluarganya sendiri maju. Dia sukses menjadi contoh kehidupan sebagai seorang manusia. Memang, dia tidak menjadi konglomerat nomor satu atau nomor dua di Indonesia, tapi dia adalah yang terbaik di bidangnya yaitu real estate. Dialah pelopor bisnis properti modern di Indonesia dan pendiri sekaligus ketua umum pertama REI (perhimpunan perusahaan real estate Indonsia), sehingga dijuluki Bapak Real estate Indonesia. Ciputra juga orang Indonesia pertama yang dipercaya menjadi World President FIaBCI, organisasi pengusaha realestast internasional. Bagi para konsumen properti, nama Ciputra telah menjadi brand yang menjanjikan kualitas produk sekaligus prospek investasi yang menguntungkan.
    Di kalangan pelaku bisnis properti, Ciputra identik dengan raksasa bisnis yang sering menjadi rujukan sekaligus pesaing Karya-karya besar Ciputra begitu beragam, karena hampir semua subsektor properti dijamahnya. Ciputra kini mengendalikan 5 kelompok usaha Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti di sektor properti. Proyek kota barunya kini berjumlah 11 buah tersebar di Jabotabek, Surabaya, dan di Vietnam dengan luas lahan mencakup 20.000 hektar lebih. Ke-11 kota baru itu adalah Bumi Serpong Damai, Pantai Indah Kapuk, Puri Jaya, Citraraya Kota Nuansa Seni, Kota Taman Bintaro Jaya, Pondok Indah, Citra Indah, Kota Taman Metropolitan, CitraRaya Surabaya, Kota Baru Sidoarjo, dan Citra Westlake City di Hanoi, Vietnam.
    Proyek-proyek properti komersialnya, juga sangat berkelas dan menjadi trend setter di bidangnya. Lebih dari itu, proyek-proyeknya juga menjadi magnet bagi pertumbuhan Setelah pusat perbelanjaan Senen, proyek monumental Ciputra di Jaya selanjutnya adalah Taman Impian Jaya Ancol dan Bintaro Jay.
    Melalui perusahaan yang 40% sahamnya dimiliki Pemda DKI inilah Ciputra menunjukkan kelasnya sebagai entrepreuneur sekaligus profesional yang handal dalam menghimpun sumber daya yang ada menjadi kekuatan bisnis raksasa. Grup Jaya yang didirikan tahun 1961 dengan modal Rp. 10 juta, kini memiliki total aset sekitar Rp. 5 trilyun. Dengan didukung kemampuan lobinya, Ciputra secara bertahap juga mengembangkan jaringan perusahaannya di luar Jaya, yakni Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan yang terakhir adalah Grup Ciputra
    c. Inovasi Dahlan Iskan
    Kedua entrepreneur sebelumnya telah membuktikan kesuksessan masing-masing melalui usaha inovasinya. Satu lagi kenamaan dalam media massa yang merambah ke industri listik negara, Dahlan Iskan, yang juga merupakan ispirator bisnis bagi wirausahawan lain.
    Disebutkan bahwa Dahlan Iskan terbukti bisa membesarkan Jawa Pos seperti sekarang dan bahkan diangkat pemerintah untuk memimpin PLN. Semua itu tak lain dan tak bukan karena kestrugglean beliau memperjuangkan kembali Jawa Pos yang saat itu oplahnya hanya 6000 eksemplar.
    Satu hal fenomenal yang dilakukan Pak Dahlan, yang bisa dibalng juga suatu langkah inovasinya yaitu sambil membuat koran Jawa Pos menjadi different ia juga membuat semua karyawan jadi agen koran. Dapat dikatakan bahwa Pak Dahlan menata distribusi kembali. Dari sistem distributorship menjadi branch management.
    Selain itu, inovasi lainnya yang hadir dari seorang Dahlan Iskan dan membuat Jawa Pos berbeda kala itu adalah dengan tidak meniru koran lain yang memasang foto Pak Harto tiap hari di halaman pertamanya. Di antaranya mendatangkan orang gede dari Kalimantan dan membuat berita tentang orang gede ini menjadi “eksklusif” karena Jawa Pos yang “punya” orang itu. Pikiran dan perilaku Pak Dahlan yang dianggap aneh itulah justru yang akhirnya “membesarkan” Jawa Pos. Ia bahkan mampu keluar dari mainstream koran nasional saat itu.
    Dan dari yang hanya beromzet 6000 eksemplar dulunya (tahun 2000), Jawa Pos melalui tangan handal Dahlan Iskan mampu bangkit dan bahkan oplahnya naik menjadi 300.000 eksemplar dalam waktu lima tahun. Disinilah letak kekuatan perusahaan melalui chief nya Dahlan Iskan yang mempu berinovasi dan membuat Jawa Pos memiliki daya saing dan unggul diantara kompetitor-kompetitor lain. Inovasi yang nyentrik, aneh, dan berani dari seorang Dahlan sanggup mengalahkan perubahan dari luar korporatnya. Great!
    *Dari ketiga tokoh tadi, maka disini dapat ditekankan lagi pentinganya inovasi dalam suatu perusahaan/korporat. Inovasi berperan dalam hal mendorong bahkan ekstrimnya lagi yaitu mendobrak perusahaan untuk bangkit dan memiliki daya saing, unggul di hadapan kompetitor, bahkan menjadi pioner/pelopor suatu temuan yang membawa perusahaan menjadi lebih maju di segala bidang, serta beradaptasi dengan perubahan di luar korporatnya.
    D. Entrepreneurship adalah jiwa entrepreneur yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas serta kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur.
    entrepreneur adalah seorang yang dapat mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Dia adalah seorang yang mampu menciptakan perubahan kreatif yang berarti dari sesuatu yang tidak bernilai menjadi bernilai, menghasilkan sebuah produk akhir yang memiliki nilai pasar, dan mampu memulai perubahan tersebut dari “nol” atau dari “kotoran” dan “rongsokan” yang dianggap tidak berharga.
    Seorang entrepreneurship adalah seseorang yang mempunyai tiga criteria, Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur.
    Seorang pencipta peluang berarti melalui imaginasi kreatifnya, ia sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan. Ini adalah kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari.
    Ciri kedua dari seorang entrepreneur adalah dia seorang innovator. Banyak orang kurang komplit mengerti kata ini. Inovator adalah seorang yang sanggup memperkenalkan hal baru kepada masyarakat dan masyarakat menerimanya. Sebuah hal yang baru namun belum diterima oleh masyarakat luas baru bisa disebut sebagai temuan atau invention. Seorang entrepreneur sanggup membuat produk yang tidak bisa ditolak oleh pasar.
    Ciri ketiga dari seorang entrepreneur adalah dia seorang pengambil resiko yang terukur tidak berdasarkan emosi. Seorang entrepreneur sanggup menghitung resiko yang dihadapinya. Bukan itu saja, ia sanggup meminimalkan resiko tersebut. Sehingga sebelum pengambilan keputusan dilakukan ia telah membuat resiko sekecil mungkin dan peluang untuk berhasil sebesar mungkin. Fungsi entrepreneurship bagi perusahaan sangat bermacam-macam, entrepreneurship dapat membaca dan mengidentifikasi peluang-peluang yang dapat memajukan perusahaan yang sesuai dengan budaya korporat dalam perusahaan. Entrepreneurship dapat melalukan ebuah inovasi-inovasi tanpa harus menghilangkan budaya korporat perusahaan bahkan hal itu dapat semakin memperkukuh budaya korporat. Entrepreneurship dapat mengumpulkan sumber daya baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Entrepreneurship pintar memanfaatkan sumber daya-sumber daya yang terdapat di perusahaan dan dapat berguna bagi perusahaan. Entrepreneurship dapat menanggung resiko untuk semua keputusan yang telah di ambil.
    Referensi:
    Buku dan Jurnal:
    Darroch, Jenny (2005), “Knowledge management, innovation and firm performance, Journal of Knowledge Management; 2005; 9, 3; ABI/INFORM Global, pg. 101.

    Hisrich, R.D. dkk. 2005. Entrepreneurship. sixth edition. New York: McGraw-Hill.
    Mireille Merx, C. and W.J. Nijhof (2005), “Factors influencing knowledge creation and innovation in an organization, Journal of European Industrial Training; 2005; 29, 2/3; ABI/INFORM Global, pg. 135
    Moeljono, Djokosantoso. 2003. Budaya Korporat dan Keunggulan Korporasi. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. P.27
    Pearce, John. A&Robinson, Richard B. 1996. Manajemen Strategik. Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian. Jilid Satu. Binarupa Aksara: Jakarta.
    Rademakers, Martijn (2005), “Corporate universities: driving force of knowledge innovation”, Journal of Workplace Learning; 2005; 17, 1/2; ABI/INFORM Global, pg. 130.
    Rogers, Everett M. 1983. Diffussion of Innovation. Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co.
    Internet:
    http://www.keluargaplus.com/pengembangan-diri-umum/316-grow-with-character-by-hermawan-kartajaya1-10?start=1
    http://www.keluargaplus.com/pengembangan-diri-umum/45-grow-with-character-by-hermawan-kartajaya-11-20?start=2
    http://sukses-biz.blogspot.com/2009/04/ciputra-maestro-real-estate-indonesia.html
    http://www.smartstate.qld.gov.au/strategy/strategy05_15/glossary.shtm
    http://sigitsasongko.com/?p=806

  132. 132
    Apfia Dita Raharja 070915101 Apfia Dita Raharja 070915101 Said: @2:47 pm 

    “Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan”.
    merupakan pepatah yang banyak diperbincangkan. Ini dikarenakan anggapan bahwa pada generasi ketiga penurunan kualitas kerja telah menurun. Namun sebenarnya anggapan penghancuran muncul itu karena gaya kepemimpinan yang berbeda dari pendahulunya. Perubahan jaman seringkali menuntut perubahan gaya kepemimpinan dan strategi perusahaan. Namun, mitos dunia korporasi tersebut bukanlah mitos yang terjadi secara general dan mutlak dan seratus persen gagal. Ada banyak perusahaan yang justru berhasil atau makin sukses pada generasi ketiganya. Contoh yang paling nyata adalah Putera Sampoerna, Ciputra, dan Dahlan Iskan. Salah satu kunci meningkatkan daya saing tersebut adalah mendorong laju inovasi sebuah perusahaan agar bisa bersaing, baik di tingkat lokal, nasional, dan lingkungan global. Tetapi pernyataan teoritis mengenai inovasi tersebut tidaklah mudah diterapkan di tingkatan empiris. Inovasi bukanlah sesuatu yang sederhana dan juga bukan suatu resep mujarab yang bisa diperoleh dengan mudah oleh setiap organisasi yang mempunyai penyakit dengan gejala yang sama yaitu rendahnya daya saing.
    Menurut definisinya inovasi merupakan suatu kreasi, pengembangan dan implementasi suatu produk, proses ataupun layanan baru dengan tujuan meningkatkan efisiensi, efektifitas ataupun keunggulan bersaing. Munculnya inovasi ini tentu saja bukan saja karena perubahan jaman, namun karena karakteristik konsumen yang turut berubah. Konsumen cenderung mencari yang berbeda, unik, dan sesuai dengan jaman.
    A. Peranan inovasi dalam suatu korporat yang karenanya Putera Sampoerna dengan produksi “A Mild”nya dapat berhasil mengatasi “doktrin” tersebut, dan mampu mengalahkan perubahan dari luar korporatnya
    Kehadiran A Mild tahun 1989 mengubah lanskap bisnis rokok nasional. Menjelang tutup tahun 1989, industri rokok di Indonesia dikagetkan oleh langkah berani PT HM Sampoerna Tbk. (HMS). Produsen rokok keretek Dji Sam Soe ini meluncurkan produk terbarunya yang tergolong unik. Karena produk itu tidak masuk dalam tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Lewat produk yang diberi merek A Mild, HMS membuat sebuah kategori baru: SKM mild.
    Orang yang tentu saja menjadi sorotan adalah Putera Sampoerna. Dirinya kala itu menjadi tonggak estafet dalam HMS. Namun dirinya belum mampu menghasilkan produk apapun bagi HMS, hanya meneruskan apa yang telah diwariskan. Oleh karena hal itu dirinya serius menangani A Mild. Ia membutuhkan waktu hingga lebih dari dua tahun untuk proses persiapannya. Banyaknya rintangan yang dialami Putera Sampoerna tak mengurungkan niatnya untuk menggugurkan produk tersebut.
    Akhirnya pada Senin, 18 Desember 1989, HMS secara resmi meluncurkan A Mild ke pasaran. Tema komunikasi Taste of the future A Mild menuai banyak sekali hujatan dari kompetitor dan konsumen. Cita rasa yang dimiliki A Mild yang disebut rokok putih dianggap hambar dan kurang manly. Penjualan rokok low tar low nicotine (LTLN) dari HMS itu seret. Bahkan, hingga tiga tahun sejak peluncurannya (1992), penjualan A Mild masih tertinggal jauh dibanding kategori lainnya.
    Kondisi ini tentu merugikan HMS karena biaya yang dikeluarkan tak sedikit. Bahkan kehadiran A Mild mengubah kemasan, dari 20 batang menjadi 16 batang. Baru di tahun 1994, A Mild meninggalkan tema kampanye lamanya Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go? Dengan bahasa yang lebih membumi dan agak provokatif sebagai branding mereka.
    Cara ini terbukti efektif. Tahun 1994, penjualan A Mild melonjak tiga kali lipat — dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring bergulirnya waktu, penjualan A Mild pun terus beranjak naik. Tahun 1996, A Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Tahun-tahun berikutnya, sepertinya menjadi masa keemasan A Mild atau rokok mild secara keseluruhan. Terakhir (2005), rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional (Hidayat 2006).
    Meledaknya penjualan A Mild ini membuat kompetitor yang menjual SKM bermuculan. Tahun 1997, secara hampir bersamaan, dua musuh bebuyutan HMS: PT Djarum dan PT Bentoel Prima (BP), ikut mencari peruntungan di kategori ini. Djarum mengusung merek LA Lights, sedangkan BP mengibarkan Star Mild.
    Dalam kepemimpinannya, Putera Sampoerna memang sangat berani dan suka tantangan. Putera yang berani mempertaruhkan kebijakannya walaupun beresiko. Keberaniannya untuk melakukan pinjaman bank yang dulu tidak pernah dilakukan dua generasi sebelumnya. Begitu juga iklan dan promosi yang diperbanyak dan unik. Selain itu distribusi diganti, dari model distributor menjadi branch management. Juga keputusan fenomenalnya untuk menjual seluruh saham saat harga bagus demi mempertahankan perusahaan. Dan dirinya dari balik layar menerbitkan inovasi
    B. Ciputra
    Ir. Ciputra adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra. Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ir. Ciputra menduduki peringkat ke-27 dengan total kekayaan US$ 950 juta.
    Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah itu sebagai penasihat. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol salah satu tempat rekreasi terbesar di Indonesia. Kemudian Ciputra juga berbisnis dengan teman-temannya untuk bikin “Sang Pelopor” group. Kemudian dirinya berani melakukan bisnis keluarga. Bahkan menggunakan nama dirinya sebagai branding.
    Ciputra dikenal sebagai enterpreneur yang berhasil. Di Jawa Timur dirinya memiliki sekolah, universitas, pusat perbelanjaan, dan rekreasi waterpark. Inovasi yang dilakukannya adalah berani mengambil sektor-sektor yang belum banyak dilirik pengusaha lain. Bahkan keberanian dan kepandaiannya ini ingin ditularkannya kepada orang yang muda. Salah satunya adalah dengan memberikan seminar-seminar maupun mata kuliah mengenai enterpreneurship di bidang pendidikan yang dimilikinya. Tak salah jika akhirnya menyebut enterpreneur, Ciputra menjadi nama yang disebutkan. Namanya yang telah dijual menjadi branding telah menjadi top mind dari enterpreneurship.
    C. Dahlan Iskan
    Dahlan Iskan tentu bukanlah nama yang asing bagi orang Indonesia. Dirinya adalah pemilik koran Jawa Pos Group, mantan Direktur PLN, yang kini juga adalah ketua BUMN. Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 eksemplar, dalam waktu lima tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Bermula dari wartawan biasa di majalah Tempo yang kemudian mengalami kenaikan pangkat. Pada 2005 terbentuklah Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia.
    Dahlan Iskan menerima Jawa Pos dari Eric Samolo yang merupakan pembeli Jawa Pos dan Direktur PT Grafiti Pers karena Eric putus asa membangkitkan Jawa Pos. Namun kerja keras dan kreatifitas Dahlan mampu membangkitkan Jawa Pos dan menjadikan sebagai salah satu koran nasional besar dengan jaringan terbanyak. Loyalitas menjadi salah satu tolak ukur yang digunakan Dahlan Iskan sebagai generasi ketiga membangkitkan Jawa Pos. Bahkan keahlian Dahlan Iskan juga diturunkan kepada putranya, Azrul Ananda. Azrul awal karirnya dilatih berangkat dari seorang wartawan lapangan yang kemudian mampu naik pangkat bahkan mendirikan DBL yang menjaring wartawan dibawah umur 21 tahun dan menjadikan anak muda sebagai target pasarnya.
    Selain itu menyadari perubahan jaman menjadi serba digital, Jawa pos juga sigap memperluas usahanya ke bidang koran digital. Yang menjadi motivasi Jawa Pos adalah keinginan orang-orang untuk terus membaca koran. Meskipun telah menjadi ketua BUMN, Dahlan masih menulis dan membranding dirinya melalui tulisannya di kolom Jawa Pos. Sedangkan untuk menggaet banyak pembaca muda, Azrul Ananda membuat kolom “Better Generation” sebagai sudut pandang lain bahwa generasi penerus akan lebih baik, bukan penghancur.
    D. Enterpreneurship dalam Budaya Korporat
    Budaya korporat merupakan identitas bagi perusahaan. Bagaimana perusahaan mampu bertahan ditengah perubahan yang tejadi dalam dunia usaha sering membuat budaya korporat juga berubah-ubah. Apapun yang dilakukan oleh perusahaan untuk membangun identitasnya adalah demi bertahannya kelangsungan perusahaan. Untuk mampu bertahan, perusahaan perlu memiliki inovasi untuk memuaskan konsumen.
    Inovasi haruslah selalu dimiliki dan tidak mati. Adakalanya untuk menjalankan inovasi banyak rintangan baik lahir maupun batin. Dan juga untuk mencari dukungan sangatlah sulit. Namun di jaman maju ini, membuka usaha sendiri atau enterpreneurship sangatlah minim diminati. Padahal keuntungan akan enterpreneurship sangat banyak, karena kita akan menjadi bos bukan pegawai. Menggaji bukan dikaji. Namun karena takut memulai, sedikit orang mau membuka usaha sendiri.
    Ide-ide baru akan terlahir lewat kreatifitas, dan suasana perbisnisan akan lebih maju dan panas saat lahir banyak orang muda yang mau menjadi bos. Bidang usaha akan makin maju dan makin memperkaya bangsa. Bahkan modal juga seringkali menjadi penghambat. Munculnya orang-orang muda pemberani akan membuat banyak orang muda lainnya yang ingin mengejar. Dan ini akan menghapuskan anggapan generasi ketiga mematahkan. Bisa saja generasi ketika mensukseskan atau melahirkan karya lainnya.

    Daftar Pustaka :
    http://madib.blog.unair.ac.id/files/2011/06/grow-with-character-15-generasi-ke-3-menghancurkan.pdf

    http://id.wikipedia.org/wiki/Ciputra

    http://taufiek.wordpress.com/2007/05/31/persaingan-rokok-mild-berat-tak-seringan-namanya/

    http://www.jawapos.com/profile/cp/jawa_pos2.jpg http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/492/jbptunikompp-gdl-sucinusank-24558-5-unikom_s-i.pdf )

  133. 133
    rini ayu rini ayu Said: @2:49 pm 

    RINI AYU KURNIASARI (070915024)
    ILMU KOMUNIKASI
    Inovasi didefinisikan oleh Meix-Chermin dan Nijhof (2005) sebagai suatu proses dimada ide-ide yang bernilai ditransformasikan ke dalam bentuk nilai-nilai tambah baru bagi organisasi, pelanggan, karyawan dan stake holders.
    Cobbenhagen (dalam Merx-Chermin dan Nijhof, 2005), menekankan perlu adanya keselarasan antara aktivitas penelitian dan pengembangan, produksi, dan pemasaran sebagai persyaratan utama dalam keberlangsungan inovasi.
    Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi:
    1. keunggulan relatif (relative advantage), di mana suatu inovasi dianggap lebih baik atau unggul daripada yang pernah ada dan diukur dari beberapa segi, seperti segi ekonomi, prestise sosial, kenyamanan, dan kepuasan.
    2. kompatibilitas (compatibility) adalah pengukuran di mana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku, pengalaman masa lalu, dan kebutuhan pengadopsi.
    3. kerumitan (complexity) adalah derajat di mana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan.
    4. kemampuan diujicobakan (trialability) adalah pengukuran di mana suatu inovasi dapat diuji coba batas tertentu.
    5. kemampuan untuk diamati (observability) di mana hasil suatu inovasi dapat dilihat orang lain
    3. a. Inovasi Sampoerna
    Doktrin bisnis keluarga yang mengatakan bahwa generasi ketiga bersifat menghancurkan tidak terjadi dalam diri pak Putera Sampoerna, yang merupakan generasi ketiga PT. Sampoerna. Hermawan Kertajaya dalam tulisannya menyatakan bahwa Putera Sampoerna pernah mengatakan ia tidak menginginkan dirinya sebagai generasi ketiga yang menghancurkan. Oleh karena itu, Putera Sampoerna selalu inovatif untuk mengalahkan perubahan yang selalu terjadi seiring perkembangan zaman.
    Salah satu inovasinya adalah meluncurkan A Mild, yang merupakan terobosan pertama dari ”kebuntuan” inovasi keretek waktu itu. A-Mild merupakan rokok mild pertama di Indonesia dengan kandungan tar dan nikotin yang rendah. Selain itu juga merubah kemasan yang umum yaitu isi 20 batang, A-Mild hanya 16 batang. Inovasi yang lain terdapat juga pada segi pemasaran. Tulisan Hermawan Kertajaya lain yang ia tulis saat mengalami masa kerja dan berhadapan langsung dengan Putera Sampoerna menyatakan bahwa Putera Sampoerna memilih untuk berbeda dengan market leader. Ia melakukan Kampanye “Kami Memang Beda” dan akhirnya terkenal ke mana-mana, sehingga orang menjadi “mengakui” bahwa Sampoerna memang bukan terbesar, tapi “beda”.
    Putera Sampoerna menggandeng Warsianto sebagai Head of New Product Development Secara simultan, bersama Warsianto, melaksanakan pengembangan produk baru dan di sinilah sejarah A Mild yang merupakan pelopor rokok Mild dimulai. Putera Sampoerna dan timnya berhasil mengembangkan rokok Mild di Indonesia yang pada umumnya belum terkenal. Dan A Mild lah pioner-nya. Disini cukup membuktikan bahwa sebuah inovasi dan pengembangan suatu produk dapat menempatkan perusahaan mempunyai daya saing yang signifikan dengan pesaingnya. Itulah yang terjadi di Sampoerna, dan Putera Sampoerna mampu menepis doktrin generasi ketiga menghancurkan. Justru, inovasi nya membuat Sampoerna menjadi pioner rokok Mild di Indonesia. Promosi yang dilakukan lewat iklan juga unik yang menarik perhatian masyarakat akan cita rasa A-Mild ini, yaitu iklan ”bukan basa basi” dan slogan ”others can only follow”
    b. Perusahaan Ciputra
    Tak bisa dipungkiri banyak sentuhan khas Ciputra dalam pembangunan negeri ini. Ciputra telah sukses melampaui semua orde, yaitu orde lama, orde baru, maupun orde reformasi. Dia sukses membawa perusahaan daerah maju, membawa perusahaan sesama koleganya maju, dan akhirnya juga membawa perusahaan keluarganya sendiri maju. Dia sukses menjadi contoh kehidupan sebagai seorang manusia. Memang, dia tidak menjadi konglomerat nomor satu atau nomor dua di Indonesia, tapi dia adalah yang terbaik di bidangnya yaitu real estate. Dialah pelopor bisnis properti modern di Indonesia dan pendiri sekaligus ketua umum pertama REI (perhimpunan perusahaan real estate Indonsia), sehingga dijuluki Bapak Real estate Indonesia. Ciputra juga orang Indonesia pertama yang dipercaya menjadi World President FIaBCI, organisasi pengusaha realestast internasional. Bagi para konsumen properti, nama Ciputra telah menjadi brand yang menjanjikan kualitas produk sekaligus prospek investasi yang menguntungkan.
    Di kalangan pelaku bisnis properti, Ciputra identik dengan raksasa bisnis yang sering menjadi rujukan sekaligus pesaing Karya-karya besar Ciputra begitu beragam, karena hampir semua subsektor properti dijamahnya. Ciputra kini mengendalikan 5 kelompok usaha Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti di sektor properti. Proyek kota barunya kini berjumlah 11 buah tersebar di Jabotabek, Surabaya, dan di Vietnam dengan luas lahan mencakup 20.000 hektar lebih. Ke-11 kota baru itu adalah Bumi Serpong Damai, Pantai Indah Kapuk, Puri Jaya, Citraraya Kota Nuansa Seni, Kota Taman Bintaro Jaya, Pondok Indah, Citra Indah, Kota Taman Metropolitan, CitraRaya Surabaya, Kota Baru Sidoarjo, dan Citra Westlake City di Hanoi, Vietnam.
    Proyek-proyek properti komersialnya, juga sangat berkelas dan menjadi trend setter di bidangnya. Lebih dari itu, proyek-proyeknya juga menjadi magnet bagi pertumbuhan Setelah pusat perbelanjaan Senen, proyek monumental Ciputra di Jaya selanjutnya adalah Taman Impian Jaya Ancol dan Bintaro Jay.
    Melalui perusahaan yang 40% sahamnya dimiliki Pemda DKI inilah Ciputra menunjukkan kelasnya sebagai entrepreuneur sekaligus profesional yang handal dalam menghimpun sumber daya yang ada menjadi kekuatan bisnis raksasa. Grup Jaya yang didirikan tahun 1961 dengan modal Rp. 10 juta, kini memiliki total aset sekitar Rp. 5 trilyun. Dengan didukung kemampuan lobinya, Ciputra secara bertahap juga mengembangkan jaringan perusahaannya di luar Jaya, yakni Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan yang terakhir adalah Grup Ciputra
    c. Inovasi Dahlan Iskan
    Kedua entrepreneur sebelumnya telah membuktikan kesuksessan masing-masing melalui usaha inovasinya. Satu lagi kenamaan dalam media massa yang merambah ke industri listik negara, Dahlan Iskan, yang juga merupakan ispirator bisnis bagi wirausahawan lain.
    Disebutkan bahwa Dahlan Iskan terbukti bisa membesarkan Jawa Pos seperti sekarang dan bahkan diangkat pemerintah untuk memimpin PLN. Semua itu tak lain dan tak bukan karena kestrugglean beliau memperjuangkan kembali Jawa Pos yang saat itu oplahnya hanya 6000 eksemplar.
    Satu hal fenomenal yang dilakukan Pak Dahlan, yang bisa dibalng juga suatu langkah inovasinya yaitu sambil membuat koran Jawa Pos menjadi different ia juga membuat semua karyawan jadi agen koran. Dapat dikatakan bahwa Pak Dahlan menata distribusi kembali. Dari sistem distributorship menjadi branch management.
    Selain itu, inovasi lainnya yang hadir dari seorang Dahlan Iskan dan membuat Jawa Pos berbeda kala itu adalah dengan tidak meniru koran lain yang memasang foto Pak Harto tiap hari di halaman pertamanya. Di antaranya mendatangkan orang gede dari Kalimantan dan membuat berita tentang orang gede ini menjadi “eksklusif” karena Jawa Pos yang “punya” orang itu. Pikiran dan perilaku Pak Dahlan yang dianggap aneh itulah justru yang akhirnya “membesarkan” Jawa Pos. Ia bahkan mampu keluar dari mainstream koran nasional saat itu.
    Dan dari yang hanya beromzet 6000 eksemplar dulunya (tahun 2000), Jawa Pos melalui tangan handal Dahlan Iskan mampu bangkit dan bahkan oplahnya naik menjadi 300.000 eksemplar dalam waktu lima tahun. Disinilah letak kekuatan perusahaan melalui chief nya Dahlan Iskan yang mempu berinovasi dan membuat Jawa Pos memiliki daya saing dan unggul diantara kompetitor-kompetitor lain. Inovasi yang nyentrik, aneh, dan berani dari seorang Dahlan sanggup mengalahkan perubahan dari luar korporatnya. Great!
    *Dari ketiga tokoh tadi, maka disini dapat ditekankan lagi pentinganya inovasi dalam suatu perusahaan/korporat. Inovasi berperan dalam hal mendorong bahkan ekstrimnya lagi yaitu mendobrak perusahaan untuk bangkit dan memiliki daya saing, unggul di hadapan kompetitor, bahkan menjadi pioner/pelopor suatu temuan yang membawa perusahaan menjadi lebih maju di segala bidang, serta beradaptasi dengan perubahan di luar korporatnya.
    D. Entrepreneurship adalah jiwa entrepreneur yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas serta kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur.
    entrepreneur adalah seorang yang dapat mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Dia adalah seorang yang mampu menciptakan perubahan kreatif yang berarti dari sesuatu yang tidak bernilai menjadi bernilai, menghasilkan sebuah produk akhir yang memiliki nilai pasar, dan mampu memulai perubahan tersebut dari “nol” atau dari “kotoran” dan “rongsokan” yang dianggap tidak berharga.
    Seorang entrepreneurship adalah seseorang yang mempunyai tiga criteria, Yang pertama dia adalah seorang yang mencipta peluang. Kedua, dia adalah seorang inovator, dan ketiga dia adalah seorang yang berani mengambil resiko yang terukur.
    Seorang pencipta peluang berarti melalui imaginasi kreatifnya, ia sanggup melihat kebutuhan-kebutuhan di masyarakat baik yang belum terpenuhi maupun yang belum terpuaskan. Ini adalah kunci penting dari terciptanya sebuah bisnis baru di kemudian hari.
    Ciri kedua dari seorang entrepreneur adalah dia seorang innovator. Banyak orang kurang komplit mengerti kata ini. Inovator adalah seorang yang sanggup memperkenalkan hal baru kepada masyarakat dan masyarakat menerimanya. Sebuah hal yang baru namun belum diterima oleh masyarakat luas baru bisa disebut sebagai temuan atau invention. Seorang entrepreneur sanggup membuat produk yang tidak bisa ditolak oleh pasar.
    Ciri ketiga dari seorang entrepreneur adalah dia seorang pengambil resiko yang terukur tidak berdasarkan emosi. Seorang entrepreneur sanggup menghitung resiko yang dihadapinya. Bukan itu saja, ia sanggup meminimalkan resiko tersebut. Sehingga sebelum pengambilan keputusan dilakukan ia telah membuat resiko sekecil mungkin dan peluang untuk berhasil sebesar mungkin. Fungsi entrepreneurship bagi perusahaan sangat bermacam-macam, entrepreneurship dapat membaca dan mengidentifikasi peluang-peluang yang dapat memajukan perusahaan yang sesuai dengan budaya korporat dalam perusahaan. Entrepreneurship dapat melalukan ebuah inovasi-inovasi tanpa harus menghilangkan budaya korporat perusahaan bahkan hal itu dapat semakin memperkukuh budaya korporat. Entrepreneurship dapat mengumpulkan sumber daya baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Entrepreneurship pintar memanfaatkan sumber daya-sumber daya yang terdapat di perusahaan dan dapat berguna bagi perusahaan. Entrepreneurship dapat menanggung resiko untuk semua keputusan yang telah di ambil.
    Referensi:
    Buku dan Jurnal:
    Darroch, Jenny (2005), “Knowledge management, innovation and firm performance, Journal of Knowledge Management; 2005; 9, 3; ABI/INFORM Global, pg. 101.

    Hisrich, R.D. dkk. 2005. Entrepreneurship. sixth edition. New York: McGraw-Hill.
    Mireille Merx, C. and W.J. Nijhof (2005), “Factors influencing knowledge creation and innovation in an organization, Journal of European Industrial Training; 2005; 29, 2/3; ABI/INFORM Global, pg. 135
    Moeljono, Djokosantoso. 2003. Budaya Korporat dan Keunggulan Korporasi. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. P.27
    Pearce, John. A&Robinson, Richard B. 1996. Manajemen Strategik. Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian. Jilid Satu. Binarupa Aksara: Jakarta.
    Rademakers, Martijn (2005), “Corporate universities: driving force of knowledge innovation”, Journal of Workplace Learning; 2005; 17, 1/2; ABI/INFORM Global, pg. 130.
    Rogers, Everett M. 1983. Diffussion of Innovation. Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co.
    Internet:
    http://www.keluargaplus.com/pengembangan-diri-umum/316-grow-with-character-by-hermawan-kartajaya1-10?start=1
    http://www.keluargaplus.com/pengembangan-diri-umum/45-grow-with-character-by-hermawan-kartajaya-11-20?start=2
    http://sukses-biz.blogspot.com/2009/04/ciputra-maestro-real-estate-indonesia.html
    http://www.smartstate.qld.gov.au/strategy/strategy05_15/glossary.shtm
    http://sigitsasongko.com/?p=806

  134. 134
    CITRA  DWI JAYANTI CITRA DWI JAYANTI Said: @3:03 pm 

    CITRA DWI JAYANTI (071017071)
    ANTROPOLOGI SOSIAL

    inovasi merupakan salah satu jaminan untuk perusahaan atau organisasi dalam meningkatkan daya saingnya. Salah satu kunci meningkatkan daya saing tersebut adalah mendorong laju inovasi sebuah perusahaan agar bisa bersaing, baik di tingkat lokal, nasional, dan lingkungan global (Jenny, 2005 ). Karenanya, inovasi menjadi sangat penting bagi suatu perusahaan. Inovasi sendiri didefinisikan sebagai proses merubah pengetahuan dan ide menjadi cara yang lebih baik dalam menjalankan usaha atau menjadi barang dan jasa yang baru atau lebih baik, yang dinilai oleh masyarakat. Proses inovasi berkaitan dengan riset dan pengembangan, komersialisasi, dan difusi teknologi.

    3. a. Peranan Inovasi pada Generasi Ketiga PT Sampoerna: Putera Sampoerna
    Doktrin bisnis keluarga yang mengatakan bahwa generasi ketiga bersifat menghancurkan tidak terjadi dalam diri pak Putera Sampoerna, yang merupakan generasi ketiga PT. Sampoerna. Bahkan Hermawan Kertajaya dalam tulisannya menyatakan bahwa Putera Sampoerna pernah mengatakan pada dirinya bahwa “I don’t want to make it happen”, ia tidak menginginkan dirinya sebagai generasi ketiga yang menghancurkan. Karenanya, Putera Sampoerna selalu inovatif untuk mengalahkan perubahan dari luar.
    Salah satu inovasinya adalah meluncurkan A Mild, yang merupakan terobosan pertama dari ”kebuntuan” inovasi keretek waktu itu. Tulisan Hermawan Kertajaya lain yang ia tulis saat mengalami masa kerja dan berhadapan langsung dengan Putera Sampoerna menyatakan bahwa Putera Sampoerna memilih untuk berbeda dengan market leader. Ia melakukan Kampanye “Kami Memang Beda” dan akhirnya terkenal ke mana-mana, sehingga orang menjadi “mengakui” bahwa Sampoerna memang bukan terbesar, tapi “beda”.
    Putera Sampoerna menggandeng Warsianto sebagai Head of New Product Development Secara simultan, bersama Warsianto, Putera Sampoerna melaksanakan pengembangan produk baru. Di sinilah sejarah A Mild yang merupakan pelopor rokok Mild dimulai. Putera Sampoerna dan timnya berhasil mengembangkan rokok Mild di Indonesia yang pada umumnya belum terkenal. Dan A Mild lah pioner-nya. Disini cukup membuktikan bahwa sebuah inovasi dan pengembangan suatu produk dapat menempatkan perusahaan mempunyai daya saing yang signifikan dengan pesaingnya. Itulah yang terjadi di Sampoerna, dan Putera Sampoerna mampu menepis doktrin generasi ketiga menghancurkan. Justru, inovasi nya membuat Sampoerna menjadi pioner rokok Mild di Indonesia. Generasi Ketiga yang Gemilang!

    b. Peranan Inovasi dalam Perusahaan: Studi Kasus Ciputra.
    Kasus berbeda terdapat pada Ir Ciputra. Ir. Ciputra disebutkan oleh Hermawan Kertajaya dalam tulisannya adalah Sang Pelopor bidang properti. Meski begitu, rupanya Pak Chi (panggilan Ir. Ciputra) tidak begitu suka disebut pelopor, ia lebih suka disebut sebagai si Pengembang karena nama Sang Pelopor terkesan arogan dan berorientasi kepada kepentingan sendiri.
    Pak Chi memang seorang entrepreneur handal dan ternama di Indonesia, bahkan ia memakai namanya sebagai Brand dari korporatnya sendiri. Menilik kesuksessannya sekarang tak lain tak bukan karena usaha dan kerja kerasnya dulu. Sebagai pelopor/pengembang, Pak Chi mengalami berbagai tantangan dan untuk menghadapinya, ia selalu melakukan inovasi.
    Inovasi menurut Martjin Radenakers (2005) terbagi beberapa tipe yang mempunyai karakteristik masing-masing yaitu inovasi produk, proses, organisasional dan inovasi bisnis. Berdasarkan pengamatan, maka Pak Chi bisa dikatakan melakukan inovasi bidang proses dan organisasional, dimana ia menerapkan suatu Teori Z pada dasarnya pas de¬ngan situasi Indonesia yang “kekeluar¬gaan” dimana teori ini belum begitu berkembang saat itu di Indonesia.
    Selain itu, inovasinya lagi terlihat ketika dulu ia sesudah lulus dari ITB lantas “menantang” Pemda DKI untuk “menyulap” Ancol. Rawa-rawa yang dulu disebut tempat membuang jin diimpikan untuk menjadi tempat hiburan terbesar di Asia Tenggara seperti yang sekarang ada. Rawa-rawa yang dulu boleh dikatakan no price diimpikan jadi high price seperti sekarang. Karena tantangan Pak Ci dianggap menarik, didirikanlah sebuah BUMD khusus untuk melakukan itu. Akhirnya, proyek Ancol sukses dan berlanjut dengan berbagai proyek properti lain. Karena itu, Pak Ciputra bukan eksekutif biasa, tapi seorang eksekutif yang entrepreneurial. Sekarang saja Pak Chi mengendalikan 5 kelompok usaha yaitu Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti di sektor properti. Sungguh sebuah kesuksesan inovasi pada bidang entrepreneurship bukan?
    Menilik pernyataan Josef Schumpeter (1949) bahwa kecocokan inovasi dalam suatu organisasi merupakan kunci keberhasilan inovasi itu sendiri. Artinya, inovasi bersifat melekat dalam kegiatan organisasi tersebut dan Ir. Ciputra pun memanfaatkan kecocokan inovasi ini dengan usaha maksimal tentunya, melekatkan pada organisasinya untuk meraih keberhasilan. Sukses!

    c. Peranan Inovasi dalam Perusahaan: Studi Kasus Dahlan Iskan
    Kedua entrepreneur sebelumnya telah membuktikan kesuksessan masing-masing melalui usaha inovasinya. Satu lagi kenamaan dalam media massa yang merambah ke industri listik negara, Dahlan Iskan, yang juga merupakan ispirator bisnis bagi wirausahawan lain.
    Disebutkan bahwa Dahlan Iskan terbukti bisa membesarkan Jawa Pos seperti sekarang dan bahkan diangkat pemerintah untuk memimpin PLN. Semua itu tak lain dan tak bukan karena kestrugglean beliau memperjuangkan kembali Jawa Pos yang saat itu oplahnya hanya 6000 eksemplar.
    Satu hal fenomenal yang dilakukan Pak Dahlan, yang bisa dibalng juga suatu langkah inovasinya yaitu sambil membuat koran Jawa Pos menjadi different ia juga membuat semua karyawan jadi agen koran. Dapat dikatakan bahwa Pak Dahlan menata distribusi kembali. Dari sistem distributorship menjadi branch management.
    Selain itu, inovasi lainnya yang hadir dari seorang Dahlan Iskan dan membuat Jawa Pos berbeda kala itu adalah dengan tidak meniru koran lain yang memasang foto Pak Harto tiap hari di halaman pertamanya. Di antaranya mendatangkan orang gede dari Kalimantan dan membuat berita tentang orang gede ini menjadi “eksklusif” karena Jawa Pos yang “punya” orang itu. Pikiran dan perilaku Pak Dahlan yang dianggap aneh itulah justru yang akhirnya “membesarkan” Jawa Pos. Ia bahkan mampu keluar dari mainstream koran nasional saat itu.
    Dan dari yang hanya beromzet 6000 eksemplar dulunya (tahun 2000), Jawa Pos melalui tangan handal Dahlan Iskan mampu bangkit dan bahkan oplahnya naik menjadi 300.000 eksemplar dalam waktu lima tahun. Disinilah letak kekuatan perusahaan melalui chief nya Dahlan Iskan yang mempu berinovasi dan membuat Jawa Pos memiliki daya saing dan unggul diantara kompetitor-kompetitor lain. Inovasi yang nyentrik, aneh, dan berani dari seorang Dahlan sanggup mengalahkan perubahan dari luar korporatnya. Great!

    *Dari ketiga tokoh tadi, maka disini dapat ditekankan lagi pentinganya inovasi dalam suatu perusahaan/korporat. Inovasi berperan dalam hal mendorong bahkan ekstrimnya lagi yaitu mendobrak perusahaan untuk bangkit dan memiliki daya saing, unggul di hadapan kompetitor, bahkan menjadi pioner/pelopor suatu temuan yang membawa perusahaan menjadi lebih maju di segala bidang, serta beradaptasi dengan perubahan di luar korporatnya.

    d. Fungsi Entrepreneurship dalam Pengembangan Budaya Korporat
    Entrepreneurship adalah jiwa kewirausahaan yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas kewirausahaan juga kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur. Beberapa contoh entrepreneur telah disebutkan diatas yaitu Putera Sampoerna, Ir. Ciputra, dan Dahlan Iskan.
    Kewirausahaan meliputi proses yang dinamis sehingga dengan demikian timbul pengertian baru dalam kewirausahaan yakni sebuah proses mengkreasikan dengan menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, dan resiko social, dan akan menerima reward yang berupa keuangan dan kepuasan serta kemandirian personal. Karenanya, peran pemilik/entrepreneur sangat diperlukan.
    Mengingat bahwa perusahaan yang memiliki kultur yang kuat mengetahui dengan jelas apa keyakinan dan nilai yang harus ada dan menjalankan proses dimana nilai-nilai tersebut melandasi strategi yang diterapkan (Pearce&Robinson,1996:452). Maka, penting bahwa entrepreneur harus mampu mengembangkan budaya korporat di perusahaannya tersebut.
    Salah satu alat dasar dan jangka panjang penginstitusionalkan strategi perusahaan adalah kultur/budaya korporat. Budaya korporat bisa membantu organisasi mengantisipasi dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan yang akan menghasilkan kinerja superior dalam jangka panjang . Terlebih Moeljono (2003:27) menyatakan bahwa elemen utama faktor pendukung tumbuhnya budaya korporat adalah leadership. Dalam artian bahwa kesungguhan tekad dari pemimipin terutama pimpinan puncak organisasi, merupakan suatu pendukung utama terlaksananya suatu budaya di perusahaan. Hal inilah yang penting dalam fungsi entrepreneurship, dimana sebagai pimpinan tertinggi suatu perusahaan bahkan owner dari perusahaan tersbeut maka entrepreneur harus mampu mengembangkan budaya korporatnya. Dan tiga tokoh entrepreneur tadi, dengan gaya kepemimpinannya masing-masing, serta budaya perusahaan nya masing-masing mampu membawa perusahaannya maju dan berkembang, menghadapi perubahan dari luar korporatnya melalui peran inovasi.

    Referensi:
    Buku dan Jurnal:
    Hisrich, R.D. dkk. 2005. Entrepreneurship. sixth edition. New York: McGraw-Hill.

    Pearce, John. A&Robinson, Richard B. 1996. Manajemen Strategik. Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian. Jilid Satu. Binarupa Aksara: Jakarta.

    Mireille Merx, C. and W.J. Nijhof (2005), “Factors influencing knowledge creation and innovation in an organization, Journal of European Industrial Training; 2005; 29, 2/3; ABI/INFORM Global, pg. 135

    Rademakers, Martijn (2005), “Corporate universities: driving force of knowledge innovation”, Journal of Workplace Learning; 2005; 17, 1/2; ABI/INFORM Global, pg. 130.

    Darroch, Jenny (2005), “Knowledge management, innovation and firm performance, Journal of Knowledge Management; 2005; 9, 3; ABI/INFORM Global, pg. 101.

    Moeljono, Djokosantoso. 2003. Budaya Korporat dan Keunggulan Korporasi. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. P.27

    Internet:
    http://www.keluargaplus.com/pengembangan-diri-umum/316-grow-with-character-by-hermawan-kartajaya1-10?start=1

    http://www.keluargaplus.com/pengembangan-diri-umum/45-grow-with-character-by-hermawan-kartajaya-11-20?start=2

    http://sukses-biz.blogspot.com/2009/04/ciputra-maestro-real-estate-indonesia.html

    http://www.smartstate.qld.gov.au/strategy/strategy05_15/glossary.shtm

  135. 135
    Apfia Dita Raharja 070915101 Ilmu Komunikasi Apfia Dita Raharja 070915101 Ilmu Komunikasi Said: @12:38 am 

    NB : pak saya posting ulang, karena yang saya kirim jam 12 siang Jumat 27 Juli 2012 hilang

    “Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan”.
    merupakan pepatah yang banyak diperbincangkan. Ini dikarenakan anggapan bahwa pada generasi ketiga penurunan kualitas kerja telah menurun. Namun sebenarnya anggapan penghancuran muncul itu karena gaya kepemimpinan yang berbeda dari pendahulunya. Perubahan jaman seringkali menuntut perubahan gaya kepemimpinan dan strategi perusahaan. Namun, mitos dunia korporasi tersebut bukanlah mitos yang terjadi secara general dan mutlak dan seratus persen gagal. Ada banyak perusahaan yang justru berhasil atau makin sukses pada generasi ketiganya. Contoh yang paling nyata adalah Putera Sampoerna, Ciputra, dan Dahlan Iskan. Salah satu kunci meningkatkan daya saing tersebut adalah mendorong laju inovasi sebuah perusahaan agar bisa bersaing, baik di tingkat lokal, nasional, dan lingkungan global. Tetapi pernyataan teoritis mengenai inovasi tersebut tidaklah mudah diterapkan di tingkatan empiris. Inovasi bukanlah sesuatu yang sederhana dan juga bukan suatu resep mujarab yang bisa diperoleh dengan mudah oleh setiap organisasi yang mempunyai penyakit dengan gejala yang sama yaitu rendahnya daya saing.
    Menurut definisinya inovasi merupakan suatu kreasi, pengembangan dan implementasi suatu produk, proses ataupun layanan baru dengan tujuan meningkatkan efisiensi, efektifitas ataupun keunggulan bersaing. Munculnya inovasi ini tentu saja bukan saja karena perubahan jaman, namun karena karakteristik konsumen yang turut berubah. Konsumen cenderung mencari yang berbeda, unik, dan sesuai dengan jaman.
    1. Peranan inovasi dalam suatu korporat yang karenanya Putera Sampoerna dengan produksi “A Mild”nya dapat berhasil mengatasi “doktrin” tersebut, dan mampu mengalahkan perubahan dari luar korporatnya
    Kehadiran A Mild tahun 1989 mengubah lanskap bisnis rokok nasional. Menjelang tutup tahun 1989, industri rokok di Indonesia dikagetkan oleh langkah berani PT HM Sampoerna Tbk. (HMS). Produsen rokok keretek Dji Sam Soe ini meluncurkan produk terbarunya yang tergolong unik. Karena produk itu tidak masuk dalam tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Lewat produk yang diberi merek A Mild, HMS membuat sebuah kategori baru: SKM mild.
    Orang yang tentu saja menjadi sorotan adalah Putera Sampoerna. Dirinya kala itu menjadi tonggak estafet dalam HMS. Namun dirinya belum mampu menghasilkan produk apapun bagi HMS, hanya meneruskan apa yang telah diwariskan. Oleh karena hal itu dirinya serius menangani A Mild. Ia membutuhkan waktu hingga lebih dari dua tahun untuk proses persiapannya. Banyaknya rintangan yang dialami Putera Sampoerna tak mengurungkan niatnya untuk menggugurkan produk tersebut.
    Akhirnya pada Senin, 18 Desember 1989, HMS secara resmi meluncurkan A Mild ke pasaran. Tema komunikasi Taste of the future A Mild menuai banyak sekali hujatan dari kompetitor dan konsumen. Cita rasa yang dimiliki A Mild yang disebut rokok putih dianggap hambar dan kurang manly. Penjualan rokok low tar low nicotine (LTLN) dari HMS itu seret. Bahkan, hingga tiga tahun sejak peluncurannya (1992), penjualan A Mild masih tertinggal jauh dibanding kategori lainnya.
    Kondisi ini tentu merugikan HMS karena biaya yang dikeluarkan tak sedikit. Bahkan kehadiran A Mild mengubah kemasan, dari 20 batang menjadi 16 batang. Baru di tahun 1994, A Mild meninggalkan tema kampanye lamanya Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go? Dengan bahasa yang lebih membumi dan agak provokatif sebagai branding mereka.
    Cara ini terbukti efektif. Tahun 1994, penjualan A Mild melonjak tiga kali lipat — dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring bergulirnya waktu, penjualan A Mild pun terus beranjak naik. Tahun 1996, A Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Tahun-tahun berikutnya, sepertinya menjadi masa keemasan A Mild atau rokok mild secara keseluruhan. Terakhir (2005), rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional (Hidayat 2006).
    Meledaknya penjualan A Mild ini membuat kompetitor yang menjual SKM bermuculan. Tahun 1997, secara hampir bersamaan, dua musuh bebuyutan HMS: PT Djarum dan PT Bentoel Prima (BP), ikut mencari peruntungan di kategori ini. Djarum mengusung merek LA Lights, sedangkan BP mengibarkan Star Mild.
    Dalam kepemimpinannya, Putera Sampoerna memang sangat berani dan suka tantangan. Putera yang berani mempertaruhkan kebijakannya walaupun beresiko. Keberaniannya untuk melakukan pinjaman bank yang dulu tidak pernah dilakukan dua generasi sebelumnya. Begitu juga iklan dan promosi yang diperbanyak dan unik. Selain itu distribusi diganti, dari model distributor menjadi branch management. Juga keputusan fenomenalnya untuk menjual seluruh saham saat harga bagus demi mempertahankan perusahaan. Dan dirinya dari balik layar menerbitkan inovasi
    2. Ciputra
    Ir. Ciputra adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra. Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ir. Ciputra menduduki peringkat ke-27 dengan total kekayaan US$ 950 juta.
    Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah itu sebagai penasihat. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol salah satu tempat rekreasi terbesar di Indonesia. Kemudian Ciputra juga berbisnis dengan teman-temannya untuk bikin “Sang Pelopor” group. Kemudian dirinya berani melakukan bisnis keluarga. Bahkan menggunakan nama dirinya sebagai branding.
    Ciputra dikenal sebagai enterpreneur yang berhasil. Di Jawa Timur dirinya memiliki sekolah, universitas, pusat perbelanjaan, dan rekreasi waterpark. Inovasi yang dilakukannya adalah berani mengambil sektor-sektor yang belum banyak dilirik pengusaha lain. Bahkan keberanian dan kepandaiannya ini ingin ditularkannya kepada orang yang muda. Salah satunya adalah dengan memberikan seminar-seminar maupun mata kuliah mengenai enterpreneurship di bidang pendidikan yang dimilikinya. Tak salah jika akhirnya menyebut enterpreneur, Ciputra menjadi nama yang disebutkan. Namanya yang telah dijual menjadi branding telah menjadi top mind dari enterpreneurship.
    3. Dahlan Iskan
    Dahlan Iskan tentu bukanlah nama yang asing bagi orang Indonesia. Dirinya adalah pemilik koran Jawa Pos Group, mantan Direktur PLN, yang kini juga adalah ketua BUMN. Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 eksemplar, dalam waktu lima tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Bermula dari wartawan biasa di majalah Tempo yang kemudian mengalami kenaikan pangkat. Pada 2005 terbentuklah Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia.
    Dahlan Iskan menerima Jawa Pos dari Eric Samolo yang merupakan pembeli Jawa Pos dan Direktur PT Grafiti Pers karena Eric putus asa membangkitkan Jawa Pos. Namun kerja keras dan kreatifitas Dahlan mampu membangkitkan Jawa Pos dan menjadikan sebagai salah satu koran nasional besar dengan jaringan terbanyak. Loyalitas menjadi salah satu tolak ukur yang digunakan Dahlan Iskan sebagai generasi ketiga membangkitkan Jawa Pos. Bahkan keahlian Dahlan Iskan juga diturunkan kepada putranya, Azrul Ananda. Azrul awal karirnya dilatih berangkat dari seorang wartawan lapangan yang kemudian mampu naik pangkat bahkan mendirikan DBL yang menjaring wartawan dibawah umur 21 tahun dan menjadikan anak muda sebagai target pasarnya.
    Selain itu menyadari perubahan jaman menjadi serba digital, Jawa pos juga sigap memperluas usahanya ke bidang koran digital. Yang menjadi motivasi Jawa Pos adalah keinginan orang-orang untuk terus membaca koran. Meskipun telah menjadi ketua BUMN, Dahlan masih menulis dan membranding dirinya melalui tulisannya di kolom Jawa Pos. Sedangkan untuk menggaet banyak pembaca muda, Azrul Ananda membuat kolom “Better Generation” sebagai sudut pandang lain bahwa generasi penerus akan lebih baik, bukan penghancur.
    4. Enterpreneurship dalam Budaya Korporat
    Budaya korporat merupakan identitas bagi perusahaan. Bagaimana perusahaan mampu bertahan ditengah perubahan yang tejadi dalam dunia usaha sering membuat budaya korporat juga berubah-ubah. Apapun yang dilakukan oleh perusahaan untuk membangun identitasnya adalah demi bertahannya kelangsungan perusahaan. Untuk mampu bertahan, perusahaan perlu memiliki inovasi untuk memuaskan konsumen.
    Inovasi haruslah selalu dimiliki dan tidak mati. Adakalanya untuk menjalankan inovasi banyak rintangan baik lahir maupun batin. Dan juga untuk mencari dukungan sangatlah sulit. Namun di jaman maju ini, membuka usaha sendiri atau enterpreneurship sangatlah minim diminati. Padahal keuntungan akan enterpreneurship sangat banyak, karena kita akan menjadi bos bukan pegawai. Menggaji bukan dikaji. Namun karena takut memulai, sedikit orang mau membuka usaha sendiri.
    Ide-ide baru akan terlahir lewat kreatifitas, dan suasana perbisnisan akan lebih maju dan panas saat lahir banyak orang muda yang mau menjadi bos. Bidang usaha akan makin maju dan makin memperkaya bangsa. Bahkan modal juga seringkali menjadi penghambat. Munculnya orang-orang muda pemberani akan membuat banyak orang muda lainnya yang ingin mengejar. Dan ini akan menghapuskan anggapan generasi ketiga mematahkan. Bisa saja generasi ketika mensukseskan atau melahirkan karya lainnya.

    Daftar Pustaka :
    http://madib.blog.unair.ac.id/files/2011/06/grow-with-character-15-generasi-ke-3-menghancurkan.pdf

    http://id.wikipedia.org/wiki/Ciputra

    http://taufiek.wordpress.com/2007/05/31/persaingan-rokok-mild-berat-tak-seringan-namanya/

    http://www.jawapos.com/profile/cp/jawa_pos2.jpg http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/492/jbptunikompp-gdl-sucinusank-24558-5-unikom_s-i.pdf )

  136. 136
    Apfia Dita Raharja 070915101 Ilmu Komunikasi Apfia Dita Raharja 070915101 Ilmu Komunikasi Said: @12:40 am 

    NB : pak saya posting ulang, karena yang saya kirim jam 12 siang Jumat 27 Juli 2012 hilang

    “Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan”.
    merupakan pepatah yang banyak diperbincangkan. Ini dikarenakan anggapan bahwa pada generasi ketiga penurunan kualitas kerja telah menurun. Namun sebenarnya anggapan penghancuran muncul itu karena gaya kepemimpinan yang berbeda dari pendahulunya. Perubahan jaman seringkali menuntut perubahan gaya kepemimpinan dan strategi perusahaan. Namun, mitos dunia korporasi tersebut bukanlah mitos yang terjadi secara general dan mutlak dan seratus persen gagal. Ada banyak perusahaan yang justru berhasil atau makin sukses pada generasi ketiganya. Contoh yang paling nyata adalah Putera Sampoerna, Ciputra, dan Dahlan Iskan. Salah satu kunci meningkatkan daya saing tersebut adalah mendorong laju inovasi sebuah perusahaan agar bisa bersaing, baik di tingkat lokal, nasional, dan lingkungan global. Tetapi pernyataan teoritis mengenai inovasi tersebut tidaklah mudah diterapkan di tingkatan empiris. Inovasi bukanlah sesuatu yang sederhana dan juga bukan suatu resep mujarab yang bisa diperoleh dengan mudah oleh setiap organisasi yang mempunyai penyakit dengan gejala yang sama yaitu rendahnya daya saing.
    Menurut definisinya inovasi merupakan suatu kreasi, pengembangan dan implementasi suatu produk, proses ataupun layanan baru dengan tujuan meningkatkan efisiensi, efektifitas ataupun keunggulan bersaing. Munculnya inovasi ini tentu saja bukan saja karena perubahan jaman, namun karena karakteristik konsumen yang turut berubah. Konsumen cenderung mencari yang berbeda, unik, dan sesuai dengan jaman.
    1. Peranan inovasi dalam suatu korporat yang karenanya Putera Sampoerna dengan produksi “A Mild”nya dapat berhasil mengatasi “doktrin” tersebut, dan mampu mengalahkan perubahan dari luar korporatnya
    Kehadiran A Mild tahun 1989 mengubah lanskap bisnis rokok nasional. Menjelang tutup tahun 1989, industri rokok di Indonesia dikagetkan oleh langkah berani PT HM Sampoerna Tbk. (HMS). Produsen rokok keretek Dji Sam Soe ini meluncurkan produk terbarunya yang tergolong unik. Karena produk itu tidak masuk dalam tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Lewat produk yang diberi merek A Mild, HMS membuat sebuah kategori baru: SKM mild.
    Orang yang tentu saja menjadi sorotan adalah Putera Sampoerna. Dirinya kala itu menjadi tonggak estafet dalam HMS. Namun dirinya belum mampu menghasilkan produk apapun bagi HMS, hanya meneruskan apa yang telah diwariskan. Oleh karena hal itu dirinya serius menangani A Mild. Ia membutuhkan waktu hingga lebih dari dua tahun untuk proses persiapannya. Banyaknya rintangan yang dialami Putera Sampoerna tak mengurungkan niatnya untuk menggugurkan produk tersebut.
    Akhirnya pada Senin, 18 Desember 1989, HMS secara resmi meluncurkan A Mild ke pasaran. Tema komunikasi Taste of the future A Mild menuai banyak sekali hujatan dari kompetitor dan konsumen. Cita rasa yang dimiliki A Mild yang disebut rokok putih dianggap hambar dan kurang manly. Penjualan rokok low tar low nicotine (LTLN) dari HMS itu seret. Bahkan, hingga tiga tahun sejak peluncurannya (1992), penjualan A Mild masih tertinggal jauh dibanding kategori lainnya.
    Kondisi ini tentu merugikan HMS karena biaya yang dikeluarkan tak sedikit. Bahkan kehadiran A Mild mengubah kemasan, dari 20 batang menjadi 16 batang. Baru di tahun 1994, A Mild meninggalkan tema kampanye lamanya Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go? Dengan bahasa yang lebih membumi dan agak provokatif sebagai branding mereka.
    Cara ini terbukti efektif. Tahun 1994, penjualan A Mild melonjak tiga kali lipat — dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring bergulirnya waktu, penjualan A Mild pun terus beranjak naik. Tahun 1996, A Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Tahun-tahun berikutnya, sepertinya menjadi masa keemasan A Mild atau rokok mild secara keseluruhan. Terakhir (2005), rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional (Hidayat 2006).
    Meledaknya penjualan A Mild ini membuat kompetitor yang menjual SKM bermuculan. Tahun 1997, secara hampir bersamaan, dua musuh bebuyutan HMS: PT Djarum dan PT Bentoel Prima (BP), ikut mencari peruntungan di kategori ini. Djarum mengusung merek LA Lights, sedangkan BP mengibarkan Star Mild.
    Dalam kepemimpinannya, Putera Sampoerna memang sangat berani dan suka tantangan. Putera yang berani mempertaruhkan kebijakannya walaupun beresiko. Keberaniannya untuk melakukan pinjaman bank yang dulu tidak pernah dilakukan dua generasi sebelumnya. Begitu juga iklan dan promosi yang diperbanyak dan unik. Selain itu distribusi diganti, dari model distributor menjadi branch management. Juga keputusan fenomenalnya untuk menjual seluruh saham saat harga bagus demi mempertahankan perusahaan. Dan dirinya dari balik layar menerbitkan inovasi
    2. Ciputra
    Ir. Ciputra adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra. Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ir. Ciputra menduduki peringkat ke-27 dengan total kekayaan US$ 950 juta.
    Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah itu sebagai penasihat. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol salah satu tempat rekreasi terbesar di Indonesia. Kemudian Ciputra juga berbisnis dengan teman-temannya untuk bikin “Sang Pelopor” group. Kemudian dirinya berani melakukan bisnis keluarga. Bahkan menggunakan nama dirinya sebagai branding.
    Ciputra dikenal sebagai enterpreneur yang berhasil. Di Jawa Timur dirinya memiliki sekolah, universitas, pusat perbelanjaan, dan rekreasi waterpark. Inovasi yang dilakukannya adalah berani mengambil sektor-sektor yang belum banyak dilirik pengusaha lain. Bahkan keberanian dan kepandaiannya ini ingin ditularkannya kepada orang yang muda. Salah satunya adalah dengan memberikan seminar-seminar maupun mata kuliah mengenai enterpreneurship di bidang pendidikan yang dimilikinya. Tak salah jika akhirnya menyebut enterpreneur, Ciputra menjadi nama yang disebutkan. Namanya yang telah dijual menjadi branding telah menjadi top mind dari enterpreneurship.
    3. Dahlan Iskan
    Dahlan Iskan tentu bukanlah nama yang asing bagi orang Indonesia. Dirinya adalah pemilik koran Jawa Pos Group, mantan Direktur PLN, yang kini juga adalah ketua BUMN. Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 eksemplar, dalam waktu lima tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Bermula dari wartawan biasa di majalah Tempo yang kemudian mengalami kenaikan pangkat. Pada 2005 terbentuklah Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia.
    Dahlan Iskan menerima Jawa Pos dari Eric Samolo yang merupakan pembeli Jawa Pos dan Direktur PT Grafiti Pers karena Eric putus asa membangkitkan Jawa Pos. Namun kerja keras dan kreatifitas Dahlan mampu membangkitkan Jawa Pos dan menjadikan sebagai salah satu koran nasional besar dengan jaringan terbanyak. Loyalitas menjadi salah satu tolak ukur yang digunakan Dahlan Iskan sebagai generasi ketiga membangkitkan Jawa Pos. Bahkan keahlian Dahlan Iskan juga diturunkan kepada putranya, Azrul Ananda. Azrul awal karirnya dilatih berangkat dari seorang wartawan lapangan yang kemudian mampu naik pangkat bahkan mendirikan DBL yang menjaring wartawan dibawah umur 21 tahun dan menjadikan anak muda sebagai target pasarnya.
    Selain itu menyadari perubahan jaman menjadi serba digital, Jawa pos juga sigap memperluas usahanya ke bidang koran digital. Yang menjadi motivasi Jawa Pos adalah keinginan orang-orang untuk terus membaca koran. Meskipun telah menjadi ketua BUMN, Dahlan masih menulis dan membranding dirinya melalui tulisannya di kolom Jawa Pos. Sedangkan untuk menggaet banyak pembaca muda, Azrul Ananda membuat kolom “Better Generation” sebagai sudut pandang lain bahwa generasi penerus akan lebih baik, bukan penghancur.
    4. Enterpreneurship dalam Budaya Korporat
    Budaya korporat merupakan identitas bagi perusahaan. Bagaimana perusahaan mampu bertahan ditengah perubahan yang tejadi dalam dunia usaha sering membuat budaya korporat juga berubah-ubah. Apapun yang dilakukan oleh perusahaan untuk membangun identitasnya adalah demi bertahannya kelangsungan perusahaan. Untuk mampu bertahan, perusahaan perlu memiliki inovasi untuk memuaskan konsumen.
    Inovasi haruslah selalu dimiliki dan tidak mati. Adakalanya untuk menjalankan inovasi banyak rintangan baik lahir maupun batin. Dan juga untuk mencari dukungan sangatlah sulit. Namun di jaman maju ini, membuka usaha sendiri atau enterpreneurship sangatlah minim diminati. Padahal keuntungan akan enterpreneurship sangat banyak, karena kita akan menjadi bos bukan pegawai. Menggaji bukan dikaji. Namun karena takut memulai, sedikit orang mau membuka usaha sendiri.
    Ide-ide baru akan terlahir lewat kreatifitas, dan suasana perbisnisan akan lebih maju dan panas saat lahir banyak orang muda yang mau menjadi bos. Bidang usaha akan makin maju dan makin memperkaya bangsa. Bahkan modal juga seringkali menjadi penghambat. Munculnya orang-orang muda pemberani akan membuat banyak orang muda lainnya yang ingin mengejar. Dan ini akan menghapuskan anggapan generasi ketiga mematahkan. Bisa saja generasi ketika mensukseskan atau melahirkan karya lainnya.

    Daftar Pustaka :
    http://madib.blog.unair.ac.id/files/2011/06/grow-with-character-15-generasi-ke-3-menghancurkan.pdf

    http://id.wikipedia.org/wiki/Ciputra

    http://taufiek.wordpress.com/2007/05/31/persaingan-rokok-mild-berat-tak-seringan-namanya/

    http://www.jawapos.com/profile/cp/jawa_pos2.jpg http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/492/jbptunikompp-gdl-sucinusank-24558-5-unikom_s-i.pdf )

  137. 137
    ady mat soleh ady mat soleh Said: @10:39 am 

    Nama

    A.inovasi Sampoerna
    Perusahaan ini telah berdiri sejak tahun 1919 dan usaha rokok ini dirintis oleh Liem Seeng Tee mulai dari awal. Setelah meninggal dunia, usaha tersebut diteruskan oleh putranya. Doktrin bahwa “orang ketiga mengahancurkan” itu akan salah besar jika kita melihat pada perusahaan Sampoerna, karena pada era kepemimpinan generasi ketiga-lah sampoerna tumbuh kembang sacara pesat. Dibalik kesuksesan sampoerna saat ini tidak luput dari kreativitas dan inovasi pemiliknya yang sampai sekarang selalu menghasilkan suatu inovasi yang baru. Inovasi sangat penting bagi suatu perusahaan, karena inovasi adalah proses menemukan atau mengimplementasikan sesuatu yang baru ke dalam situasi yang baru. Kebaruan yang dimaksud disini adalah gagasan, ide, metode, alat yang berbeda dengan yang lainya. Sedangkan pengertian inovasi menurut kamus besar bahasa indonesia(1995) adalah penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenalkan sebelumnya. Maju tidaknya sutu perusahaan tergantung dari manajemen dan kreativitas SDM perusahaan tersebut. Begitu juga yang dialami perusahaan Sampoerna. Perusahaan ini mempunyai slogan yang tetap kuat dipertahankan yakni “Inovasi adalah budaya kami; kebiasaan yang kami jalani setiap hari, Inovasi bukanlah tujuan kami, melainkan cara kami meraih prestasi”(website sampoerna, 2011). Berdasakan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa ciri khas dari Sampoerna adalah selalu kreative dan selalu membuat inovasi inovasi terbaru. Inovasi yang digunakan dalam keseluruhan operasi perusahaan dimana sebuah produk baru diciptakan dan dipasarkan, termasuk inovasi di segala proses fungsional atau kegunaan. Inovasi dalam pengembangan produk yang dilakukan Sampoerna adalah Sampoerna A Mild. Keluar tahun 1989, riset yang dilakukan jelas beberapa tahun sebelum produk tersebut keluar. Begitu A Mild keluar, konsumen rokok bertanya-tanya produk apa ini gerangan karena mereka sudah terbiasa dengan SKT (Sigaret Kretek Tangan). Setelah beberapa waktu lanjutnya, akhirnya A Mild berhasil menjadi trend setter baru yaitu, SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor. Oleh karena itu sekarang Sampoerna kembali mengeluarkan Sampoerna Exclusive. Masih banyak lagi inovasi inovasi yang dilakukan oleh pemimpin Sampoerna. Tak heran jika sampai saat ini Sampoerna tetap menguasai pasar, dan jaya dibidangnya.

    B.inovasi Ciputra
    Menurut Ciputra, ide kreative dan inovasi itu sangat diperlukan dalam menggapai kesuksesan. Salah satu inovasinya yang dianggap fenomenal adalah Taman Impian Jaya Ancol yang merupakan taman rekreasi pertama yang menggunakan berbagai tema.
    Proses meniru praktik-praktik terbaik, lalu mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi sesuatu yang lebih baik, bagi seorang Ir. Ciputra dapat digolongkan sebagai sebuah inovasi. Inovasi di sini berarti sesuatu yang baru, berbeda, bernilai lebih, dan lain daripada pendahulunya meskipun mungkin hasil-hasil yang dicapai itu berbasiskan pendahulu yang ditiru dan diramu itu. MENIRU ADALAH PROSES INOVATIF JIKA YANG KITA LAKUKAN ADALAH MENIRU PRAKTIK-PRAKTIK TERBAIK, MENGAMBIL PUNCAK-PUNCAK PENCAPAIAN ITU DAN MERAMUNYA MENJADI SESUATU YANG LEBIH BAIK DAN LEBIH BERNILAI SESUAI DENGAN KONTEKS USAHA KITA SENDIRI.” Ini merupakan semboyan Ciputra yang diambil dari website Ciputra. Menurut Pak cik dalam kutipan Syah (2010), mengatakan bahwa menjadi inovatif entrepreneur merupakan value added yang terengkuh lebih maksimal, baik dari sisi daya tahan menghadapi persaingan karena barang dan jasa yang diciptakan nilai tambahnya tinggi sehingga susah ditiru pesaing, maupun dalam hal penyerapan tenaga kerja, biasanya tenaga kerja yang diserap lebih banyak ketimbang menjadi entrepreneur pedagang (trading). Presiden Amerika Barack Obama mengatakan, inovasi bisnis merupakan kunci dalam memulihkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.

    C.inovasi Dahlan Iskan
    Selama kepemimpinan Dahlan Iskan, surat kabar ini mengalami kemajuan. Meskipun pada awalnya sedikit tersendat-sendat karena Jawa Pos pernah mengalami oplah 6.000 ekslempar yang waktu itu hampir mati, akan tetapi karena usaha dan inovasi yang dilakukan oleh Dahlan Iskan, dia berhasil menjadikan surat kabar dengan jumlah 300.000 eksemplar dalam waktu 5 tahun. Dia menggunakan manajemen dan strategi baru untuk menjalankan perusahaan tersebut. Dengan manajemen dan strategi baru tersebut, Jawa Pos bisa sukses seperti saat ini. Ketika surat kabar lain banyak yang gulung tikar, Jawa Pos masih tetap kokoh sebagai Koran terbesar nasional. Ketika surat kabar cetak mulai meredup, Jawa Pos memberikan alternative lain dengan menyuguhkan surat kabar(koran) versi digital. Inovasi lain yang dihadirkan pada surat kabar jawa pos adalah dengan menambahkan Deteksi untuk wilayah Surabaya. Sasaran Deteksi ini adalah para remaja. Secara tidak langsung Dahlan mengajak para remaja untuk gemar membaca surat kabar. Berdasarkan pemaparan sebelumnya bisa dikatakan bahwa Dahlan membawa Jawa Pos from Zero to Hero. Jadi sekali lagi salah besar jika dikatakan generasi ketiga adalah menghancurkan. Sebagai hasil inovasi inovasinya tersebut, Jawa Pos khususnya Dahlan Iskan mendapatkan banyak penghargaan. Misalnya dalam website Jawa Pos(2010) menyebutkan bahwa Jawa Pos meraih Superbrands Award sebagai Koran yang popular dan terpercaya 2010-2011, dan Dahlan Iskan mendapatkan banyak sekali penghargaan yang kemudian diangkat menjadi DIRUT PLN yang akhirnya sekarang menjadi menteri BUMN.

    D. Makna Entrepreneurship
    Entrepreneurship adalah jiwa entrepreneur yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas serta kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur. Sedang, entrepreneur didefinisikan sebagai seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, dan aset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar daripada sebelumnya, dan juga dilekatkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru. Dalam pengembangan budaya korporat entrepreneurship sangatlah penting karena untuk perkembangan suatu perusahaan itu butuh bibit baru, baik dalam berbagai produk.

    Sumber :
    http://www.ciputraentrepreneurship.com
    http://blog.beswandjarum.com/fajartungguljati/2011/01/06/manajemen-strategik-pthm-sampoerna/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sampoerna

  138. 138
    ady mat soleh ady mat soleh Said: @10:41 am 

    Nama : ady mat soleh

  139. 139
    ady mat soleh ady mat soleh Said: @10:45 am 

    Nama : ady mat soleh
    NIM : 070917046

    a) Peranan Inovasi pada Generasi Ketiga PT Sampoerna: Putera Sampoerna
    Doktrin bisnis keluarga yang mengatakan bahwa generasi ketiga bersifat menghancurkan tidak terjadi dalam diri pak Putera Sampoerna, yang merupakan generasi ketiga PT. Sampoerna. Bahkan Hermawan Kertajaya dalam tulisannya menyatakan bahwa Putera Sampoerna pernah mengatakan pada dirinya bahwa “I don’t want to make it happen”, ia tidak menginginkan dirinya sebagai generasi ketiga yang menghancurkan. Karenanya, Putera Sampoerna selalu inovatif untuk mengalahkan perubahan dari luar.
    Salah satu inovasinya adalah meluncurkan A Mild, yang merupakan terobosan pertama dari ”kebuntuan” inovasi keretek waktu itu. Tulisan Hermawan Kertajaya lain yang ia tulis saat mengalami masa kerja dan berhadapan langsung dengan Putera Sampoerna menyatakan bahwa Putera Sampoerna memilih untuk berbeda dengan market leader. Ia melakukan Kampanye “Kami Memang Beda” dan akhirnya terkenal ke mana-mana, sehingga orang menjadi “mengakui” bahwa Sampoerna memang bukan terbesar, tapi “beda”.
    Putera Sampoerna menggandeng Warsianto sebagai Head of New Product Development Secara simultan, bersama Warsianto, Putera Sampoerna melaksanakan pengembangan produk baru. Di sinilah sejarah A Mild yang merupakan pelopor rokok Mild dimulai. Putera Sampoerna dan timnya berhasil mengembangkan rokok Mild di Indonesia yang pada umumnya belum terkenal. Dan A Mild lah pioner-nya. Disini cukup membuktikan bahwa sebuah inovasi dan pengembangan suatu produk dapat menempatkan perusahaan mempunyai daya saing yang signifikan dengan pesaingnya. Itulah yang terjadi di Sampoerna, dan Putera Sampoerna mampu menepis doktrin generasi ketiga menghancurkan. Justru, inovasi nya membuat Sampo