More than Just Nation and Character Building
March 4th, 2015 at 12:46 pm
Posted by Mohammad Adib in Budaya Korporat

merah-jingga-langit-amsterdamOleh: Nila Rosawatiningsih, Nim: 071211731081. “….Dengan adanya jargon-jargon tersebut, mahasiswa yang semula loyo karena jam pelajaran akhir dengan hawa dingin yang merayu untuk tidur sontak menghilang dengan seketika dan berubah menjadi senyuman terbahak-bahak, keceriaan juga semangat. “ “…..Sungguh, kuliah kali ini sangat mengesankan karena memberikan semangat baru untuk menghadapi kuliah yang selama ini terkesan jenuh dan memberikan banyak pelajaran berharga yang berguna untuk hari-hari berikutnya. Terimakasih Pak Adib.” 1. KULIAH SENJA YANG INDAH DIBALUT JINGGA BY NILA. 2. Topik, Kelompok, Sistematika dan Kriteria Penilaian Makalah GENAP(2014_2015)_BUDAYA_KORPORAT_KELAS_A.  3. Nilai Tugas Narasi Individual GENAP(2014_2015)_BUDAYA_KORPORAT_KELAS_A

Selasa, 3 Maret 2015 Pukul 16.00 merupakan awal pertemuan pertama dengan Pak Adib selaku dosen mata kuliah budaya korporat dimana sebelumnya beliau tidak bisa memberikan materi pada kuliah perdana dan digantikan dengan dosen lain. Saat memasuki ruang perkuliahan saya terlambat hadir sehingga mendapat ketertinggalan informasi, namun tercatat beberapa hal pada papan tulis dan disitu saya merasa bahwa kedisiplinan waktu merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan belajar sehingga saya bertekad bahwa apa yang terjadi kemarin akan saya jadikan pembelajaran agar dikemudian hari bisa tepat waktu dan bisa merubahnya menjadi suatu hal yang lebih baik lagi.

Di papan tulis tergores informasi mengenai outline dan kontrak pembelajaran yakni tentang objek studi, evaluasi (UTS, UAS, Tugas kelompok dan individu) dan juga poin-poin mengenai budaya korporat. Beberapa siswa maju untuk mendeskripsikan apa itu budaya korporat dan peserta lainnya dituntut untuk memperhatikan serta menghargai temannya yang sedang memberikan deskripsi. Setelah itu Pak Adib memberikan jargon-jargon sebagai bentuk penyemangat kepada kami mahasiswa muda harapan bangsa seperti “Universitas Airlangga Excellent With Morallity”, “Mahasiswa Universitas Airlangga Cerdas Bermoral Mulia”, “Mencerahkan Menyadarkan Mencerdaskan”, dan yang terakhir “Tangguh Tak Pernah Mengeluh”.

Dengan adanya jargon-jargon tersebut, mahasiswa yang semula loyo karena jam pelajaran akhir dengan hawa dingin yang merayu untuk tidur sontak menhilang dengan seketika dan berubah menjadi senyuman terbahak-bahak, keceriaan juga semangat. Namunsetelah ditunjukkan jargon “Tangguh Tak Pernah Mengeluh”, Pak Adib memberikan tugas baik individu maupun kelompok. Hmmm… sedikit menggerutu dalam hati tapi kita sebagai mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini dituntut untuk tidak boleh mengeluh dan harus selalu bersemangat menghadapi semua tantangan dalam hidup karena hal tersebut dilakukan demi kebaikan kita.

Materi yang diberikan pada kuliah perdana Pak Adib yakni mengenai budaya korporat yang dideskripsikan dengan poin-poin penting seperti perusahaan, organisasi, struktur, kebiasaan, value, pikiran, ide, gagasan. Korporat merupakan elemen-elemen, komponen-komponen perusahaan yang bersinergi. Fokus budaya korporat adalah perusahaan besar dengan karyawan ribuan dan puluhan ribu. Lantas bagaimana mengelola perusahaan yang besar? Budaya korporatlah jawabannya. Contoh yang diberikan berupa perusahaan pertamina milik BUMN yang memproduksi gas, minyak lalu KASKUS, OLX, honda, perhutani dimana hutan jati merupakan perusahaan terbesar ketiga di dunia, hal tersebut terjadi karena adanya desakan masyarakat akan kayu juga perusahaan penerbangan semacam Lion Air yang memiliki masalah dengan maskapainya baru-baru ini.

Gagasan dalam budaya korporat diwujudkan dalam jargon-jargon, visi, misi. Misalnya saja UNAIR dengan jargon excelent with morallity. UNAIR merupakan perusahaan di bidang jasa yang menjual pengetahuan di bidang pendidikan. UNAIR memiliki integrasi internal dengan 1500 dosen dan 27.000 lebih mahasiswa.

Setelah memberikan materi Pak Adib menunjukkan video Bumi Putra yang memebrikan jasa penyemangat serta bagaimana perusahaan tersebut bisa berdiri hingga 1 abad karena memiliki jargon SEMANGAT dengan kepanjangan Sinergi, Empati, Moral, Apresiasi, Nasionalisasi, Gigih, Aktif, Teladan. Dalam jargon tersebut ternyata telah diaplikasikan oleh mahasiswa yang mengikuti perkuliahan budaya korporat pada kali ini.

Kuliah ditutup dengan pembagian kelompok sesuai dengan angka di bangku keberuntungan dengan tugas kelompok yang nantinya akan dipresentasikan. Diakhiri dengan doa sesuai dengan keyakinan masing-masing dan harapan-harapan untuk pertemuan selanjutnya juga sepenggal pantun jawa yang khas dari Pak Adib. Sungguh, kuliah kali ini sangat mengesankan karena memberikan semangat baru untuk menghadapi kuliah yang selama ini terkesan jenuh dan memberikan banyak pelajaran berharga yang berguna untuk hari-hari berikutnya. Terimakasih Pak Adib.


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment