More than Just Nation and Character Building
March 28th, 2014 at 8:08 am
Posted by Mohammad Adib in Budaya Korporat

Corporate Culture Class.pngOleh: Fidelia Ayu W. (071115013), Arif Dianto (071115061), Razif Akbar Fitrie (071115074), Ibanez Mega Oktafie (071115079). “…..System tersebut menawarkan penataan tempat kerja di jepang yang dapat  mewujudkan lingkungan kerja yang lebih baik walaupun dengan hal-hal sederhana. Pertemuan kali ini sungguh mengingatkan kami bahwa perubahan waupun kecil dapat membawa dampak yang besar, Exellent.…” Nilai Resume I, 2 & 3 Kelompok GENAP(2013_2014)_BUDAYA_KORPORAT_KELAS_A. sampai Kamis 27 Mrt jam 10.00.pdf

Hari selasa tanggal 25 maret 2014, tepat pukul 16.00 sore seperti biasa dimulailah kelas mata kuliah budaya korporat. Setelah menyapa mahasiswa dengan salam Exellent beliau mengabsen satu persatu kehadiran mereka. Sebenarnya pertemuan keempat adalah waktunya kelompok 3 untuk melakukan presentasi, namun karena salah satu anggota kelompok 3 ada yang mengikuti proses wisuda disetujuilah melalui consensus  kelompok 4 yang melaksanakan presentasi. Kelompok 4 yang beranggotakan Rachmad Ilham, Mega Ayu, Arya Pratyaksa dan Susmita ayu membawakan materi contoh budaya korporat. Tidak lupa Pak Adib seperti biasa menuliskan kata kunci di papan tulis saat presentasi akan dimulai yaitu artefak, ditulis dan dilaksanakan serta tertib aturan.

Materi tersebut tidak lepas dari materi minggu lalu yaitu hakekat dan kharakteristik budaya korporat pengertian budaya korporat. Setelah membahas kembali dengan singkat apa itu budaya korporat mereka mengemukakan bahwa bentuk budaya korporat ada 4,  yaitu :

1.      Budaya adaptasi , berfungsi untuk menstabilkan diri dengan lingkungan

2.      Budaya misi, diperlukan untuk pencapaian misi atau tujuan utama perusahaan

3.      Budaya partisipatif, semua anggota diharapkan berpartisipasi dan bekerja sama

4.      Budaya konsisten, konsistensi agar perusahaan memiliki value atau nilai dan identitas

Contoh budaya korporat tidak lepas dari artefak budaya korporat yaitu symbol, bahasa dan seremonial. Setelah itu mereka memberikan macam-macam contoh budaya yang terlihat dari visi dan misi beberapa perusahaan seperti rumah sakit, perusahaan kantoran, Apple inc., BNI serta sekelas buruh. Keempat perusahaan yang di contohkan memiliki budaya yang berbeda. Tidak lupa mereka menyuguhkan cuplikan video Apple inc. dari video tersebut dapat dilihat bahwa budaya sharing dan terbuka antar sesama pekerja sangat dijunjung tinggi. Lalu cuplikan budaya korporat BNI yang memperlihatkan tarian-tarian  bersemangat yang menggambarkan budaya korporat dalam BNI adalah budaya “semangat pagi”.

Kharakteristik Budaya yang berbeda juga dimiliki oleh konferensi serikat atau negara. Amerika serikat lebih kepada kapitalis, mengedepankan inovasi serta menganut budaya feodal. Sedangkan Jepang adalah budaya on time, setia pada perusahaan dan menghargai pendapat yang lain sering disebut metode kaizen. Indonesia  lebih banyak melibatkan pemilik organisasi perusahaan.

Ketika sesi Tanya jawab dibuka muncul beberapa pertanyaan  dari kawan-kawan. Setelah melakukan diskusi bersama ditemukan kesimpulan bahwa budaya korporat termasuk pola terpadu yang dihasilkan dari perilaku individu dalam korporat. Budaya organisasi diperoleh berdasarkan interaksi para karyawan dalam menjalankan tugas dan kewajiban.

Ketika presentasi telah selesai, Pak Adib mengkritisi kelompok presentasi karena tidak menantumkan sumber atau refrensi yang pasti atau jelas. Padahal beliau mengatakan maksud dari pembelajaran ini menyebutkan gagasan dan sumbernya adalah agar kita bisa sama-sama belajar. Lalu beliau kembali memberikan kesimpulan tambahan yang penting untung diingat yaitu setiap korporat berbeda. Sejatinya untuk menjalankan visi dan misi ditentukan oleh produk yang dihasilkan, mereka menjual barang atau jasa. Contoh, universitas airlangga menjual ilmu pengetahuan sedangkan Starbuck Coffe Shop menjual makanan dan minuman. Budaya hendaknya disesuaikan dengan lingkungan intern dan ekstern agar bisa berjalan dengan harmonis

Melihat kawan-kawan sedikit lelah, Pak adib dengan bijaksana segera menceritakan anecdot atau cerita lucu tentang teknologi untuk mencairkan susasana, begini ceritanya :

Ketika ada pertemuan pejabat antar Negara saat mandi uap atau sauna yaitu Amerika, Jepang dan Indonesia. Tidak lama terdengar bunyi tit tit tit lalu orang  Amerika membuka telapak tanganya dan menggeser-geser seperti toucsreen dan dia bilang jika ditangannya sudah ada mikrochipnya. Tidak lama kemudian orang dari jepang mengangkat telfon penting dengan mendekatkan jari kelingking ke mulut dan jempol ke telinga seraya berbicara, tampaknya dia juga telah menanamkan chip ke tangannya. Pejabat dari Indonesia yang kesal karena iri lalu keluar ke kamar mandi. Ketika kembali ternyata masih tertempel tissue di pantatnya, orang Amerika dan Jepang menanyakan dan mengingatkan, lalu orang Indonesia berkata “oiya hehe tadi habis terima faximili”. Mendengar hal tersebut sontak seisi kelas tertawa dengan keras.

sebelum kelas diakhiri, beliau juga memutarkan video mengenai sitem langkah penigkatan kondisi kerja asal Jepang yang disebut 5R, yaitu : 1. Ringkas, 2. Rap, 3. Resik, 4.  Rawat. 5. Rajin.

System tersebut menawarkan penataan tempat kerja di jepang yang dapat  mewujudkan lingkungan kerja yang lebih baik walaupun dengan hal-hal sederhana. Pertemuan kali ini sungguh mengingatkan kami bahwa perubahan waupun kecil dapat membawa dampak yang besar, Exellent.


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment