More than Just Nation and Character Building
December 21st, 2015 at 11:08 pm
Posted by Mohammad Adib in Anthropology of Industry, Budaya Korporat

Final Preceeding GCBSS 2015 by Mohammad AdibSejumlah 207 MAKALAH telah dimuat dalam Proceeding 3th Global Conference on Business and Sosial Science. Para pemakalah dan presenter yang hadir dari berbagai penjuru dunia itu, umumnya adalah kawula beruisa muda. Mereka telah menunjukkan dedikasi yang amat tinggi dalam memajukan diri dan bangsanya, secara eksplisit melalui tulisan dan gagasan yang dihadirkannya di Nexus Connexion at Bangsar Sout Kuala Lumpur Malaysia 16-17 Desember 2015. Tulisan saya yang dimuat dalam Proceedings ini terdapat pada urutan nomor 51 dengan judul, “Political Dynamics of Teak Forest Management in Java Indonesia.” Semoga semakin sukses bemanfaah dan berkah. Aamiin.


March 26th, 2013 at 5:53 am
Posted by Mohammad Adib in Anthropology of Industry

Oleh: Astuti Kurniawati (041114035) Kelas: Sosiologi Ekonomi (D), Website: astuti-k-feb11.web.unair.ac.id, Sosiologi ekonomi kelembagaan sebenarnya merupakan perpaduan antara ilmu sosiologi dan ilmu ekonomi yang direfleksikan dalam sebuah kelembagaan. Oleh karena itu, tidak berlebihan kiranya jika saya mengatakan bahwa sosiologi ekonomi kelembagaan merupakan buah cinta yang dihasilkan dari perkawinan ilmu sosiologi dan ilmu ekonomi. Seperti yang sudah dijelaskan oleh Bapak M. Adib pada pertemuan hari Selasa tanggal 19 Maret 2013 bahwa sosiologi ekonomi merupakan obyek materi dimana obyek materi merupakan starting point yang kemudian saya sebut sebagai orang tua atau induk yang melahirkan obyek formal yaitu kelembagaan itu sendiri. Kelembagaan dapat diartikan sebagai organisasi, pola perilaku, karakter, peraturan-peraturan yang dalam praktiknya berbentuk lembaga ekonomi. Kelas D FEB UNAIR nilai Resume, Narasi Perspektif Kelembagaan.pdf Continue Reading »


March 24th, 2013 at 9:28 pm
Posted by Mohammad Adib in Anthropology of Industry, Islamics Economy

7 roh yg dpt menghambat kemajuan kitaOleh: Elsi Mersilia Hanesti-041114043-Ekonomi Islam- elsi-m-h-feb11.web.unair.ac.id. Sistem Ekonomi Islam adalah sistem perekonomian dimana ilmu dan sistemnya merupakan kumpulan dari aktivitas-aktivitas ekonomi yang telah Rasulullah SAW beserta Khulafa Ar-Rasyidun lakukan atau kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil dalam memimpin Islam. Kebijakan-kebijakan itu bersumber dari Rasulullah SAW sebagai khalifah pertama dan tentu saja bersumber dari nilai-nilai Al-Qur’an melalui wahyu yang diturunkan kepadanya. Jadi, dapat dikatakan ekonomi Islam ada sejak zaman Rasululllah SAW. Ilmu dan sistem ekonomi Islam yang murni ada semasa Khalifah Rasulullah. Ilmu dan sistem ekonomi yang murni ini mulai terdapat penyimpangan-penyimpangan pada saat masa pimpinan setelah Khulafa Ar-Rasyidun, tepatnya semasa pemerintahan Bani Umayyah dan Abbasiyyah. Semasa pemerintahan itu praktik nepotisme mulai terjadi. Kerabat-kerabat dengan mudahnya menduduki jabatan penting dalam pemerintahan dan mereka berkuasa atas harta rakyat dan pemutusan kebijakan.Kelas E FEB UNAIR Nilai Sosiologi Ekonomi Muslim.pdf. Continue Reading »


March 21st, 2013 at 1:34 pm
Posted by Mohammad Adib in Anthropology of Industry

Oleh: Venny Julia Utomo (041114137), Prodi:  Ekonomi Islam. Terinspirasi oleh tulisan Ahmad Muflih Saefuddin dalam buku “Wawasan Islam dan Ekonomi”oleh lembaga penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.” Kapitalisme dan marxisme, adalah dua filsafah yang bermusuhan tidak terkecuali dalam prinsip ekonominya. Seperti yang kita semua tahu bahwa kapitalisme adalah buah pemikiran yang sangat menjunjung tinggi kebebasan setiap individu. Orang diberikan kebebasan untuk menggeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Kapitalisme menyadari adanya Tuhan, namun mereka menganggap bahwa Tuhan tidak ada hubungannya dengan bisnis manusia. Akibatnya mereka hanya mementingkan diri sendiri tanpa peduli apakah dalam proses pencapaian tujuan mereka telah menyakiti atau menyengsarakan orang laindan lingkungan sekitarnya. Jikalaupun mereka melakukan kegiatan sosial, seperti sumbangan ataupun pelestarian lingkungn, semua itu hanya karena etika bisnis semata. Bukan karena kesadaran mereka bahwa seluruh alam dan hasilnya adalah pemberian Tuhan. Continue Reading »


November 21st, 2012 at 6:51 pm
Posted by Mohammad Adib in Anthropology of Industry, Field Study

mayat mayat tersenyumPasar adalah iabarat kuburan dan barang dagangan adalah mayat. Begitu pandangan yg dikemukakan oleh seorang informan di Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang saat kita lakukan penelitian lapangan (PKL) dalam matakuliah Antropplogi Ekonomi dan lndustri pada tanggal 14-17 Nopember 2012 yang lalu. Apa yang dimaksudkan dengan pengibaratan tersebut?

Namanya kuburan, tempat itu didatangi orang saat ada upacara kematian. Atau saat seseorang atau suatu keluarga hendak melakukan doa pengampunan dan pelimpahan arugrah kepada almarhum/ah penghuni  kuburan itu. Selain itu nyaris tidak pernah dihadiri oleh orang atau keluarga. Begitu pula pasar, ia didatangi orang saat dibutuhkan. Namun akan ditinggalkannya setelah kebutuhan itu terpenuhi, kecuali yang tempat tinggalnya berada di dalam lokasi pasar, jika diperbolehkan. Continue Reading »


November 12th, 2012 at 3:43 am
Posted by Mohammad Adib in Anthropology of Industry, Field Study

Contoh Pendahuluan Makalah    Setelah mengikuti rangkaian Kuliah Lapangan matakuliah Antropologi Ekonomi dan Industri (SOA365) pada Semester Gasal tahun 2012/2013 Departemen Antropologi FISIP Universitas Airlangga di Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, ini setiap mahasiswa membuat makalah (individual), baik berupa essay bebas atau artikel ilmiah berdasarkan pengalaman empiris yang diperoleh di desa tempat kegiatan yang berbeda. Berbagai pengalaman empiris terkait dengan Antropologi Ekonomi dan Industri tersebut harus diungkapkan dan dinarasikan dalam bentuk tulisan. Continue Reading »


November 12th, 2012 at 3:16 am
Posted by Mohammad Adib in Anthropology of Industry, Field Study

 Panduan Kuliah Lapangan matakuliah Antropologi Ekonomi dan Industri (SOA365) pada Semester Gasal tahun 2012/2013 Departemen Antropologi FISIP Universitas Airlangga di Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang.

A. Topik: Strategi Survival Penduduk (Rumah Tangga) Miskin di Pedesaan di Tengah Kapitalisasi. http://www.muslimdaily.net/berita/all/1126/jumlah-keluarga-miskin-makin-membengkak

B. Tugas Kelompok: Jumlah mahasiswa kurang lebih 10 orang.

  1. Mencatat data monografi desa, untuk membust deskripsi daerah penelitian.
  2. Melakukan identifikasi penduduk miskin di pedesaan:

    Untuk itu mahasiswa bertanya kepada aparat desa untuk mengetahui secara umum gambaran penduduk desa yang miskin. Dan ditanyakan tentang jumlah penduduk yang mendapat bantuan raskin. Kemudian ditanyakan, dicatat siapa saja mereka itu.

  3. Melakukan observasi dan wawancara mendalam dari daftar yang diperoleh dari aparat desa tentang orang-orang miskin.

    Setiap mahasiswa dapat obeservasi dan mewawancara minimal dua keluarga miskin.

Continue Reading »


November 12th, 2012 at 2:43 am
Posted by Mohammad Adib in Anthropology of Industry, Field Study

Keripik Buah Belimbing KresshPanduan Kuliah Lapangan matakuliah Antropologi Ekonomi dan Industri (SOA365) pada Semester Gasal tahun 2012/2013 Departemen Antropologi FISIP Universitas Airlangga di Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang.

A. Topik II: Pengembangan Industri Kecil (Keripik Pisang Dls) Di Desa.(dalam perpektif rasional dari Popkin).

B.     Pertanyaan penelitian

1.Bagaimana strategi pengembangan usaha kecil keripik pisang di pedesaan?

2. Apa pendukung dan penghambat pengembangan usaha keripik pisang? Continue Reading »


November 12th, 2012 at 2:20 am
Posted by Mohammad Adib in Anthropology of Industry, Field Study

anak-orang-kaya.jpgPanduan Kuliah Lapangan matakuliah Antropologi Ekonomi dan Industri pada Semester Gasal tahun 2012/2013 Departemen Antropologi FISIP Universitas Airlangga di Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang.

A. Topik I: Peranan Kapitalist Desa Dalam Menggerakkan Kegiatan Ekonomi Pedesaan.

B. Permasalahan penelitian: Bagaimana peranan kapitalis desa dalam menggerakkan kegiatan ekonomi pedesaan”.

C. Tugas Kelompok:

  1. Membuat deskripsi daerah penelitian 2 (dua) orang.
  2. Menanyakan kepada aparat desa, siapa saja orang-orang “kaya” di desa ini Kemudian dicatat.

    Dari aparat desa, saudara mendapatkan gambaran, siapa orang kaya di desa ini, kegiatan ekonominya apa, status dan kedudukannya apa.

  3. Melakukan wawancara mendalam orang kaya di desa tersebut.

Continue Reading »


October 24th, 2012 at 10:27 am
Posted by Mohammad Adib in Anthropology of Industry

Oleh: KY DHIGDHA P (070917028)

Revolusi Industri yaitu perubahan yang cepat di bidang ekonomi yaitu dari kegiatan ekonomi agraris ke ekonomi industri yang menggunakan mesin dalam mengolah bahan mentah menjadi bahan siap pakai. Charles moore dalam bukunnya Understanding the Industrial Revolution, menggunakan terminologi revolusi industri dalam konsep-konsep, dua diantaranya adalah  (i) invention dan innovation; dan (ii) Nilai uang. Invention atau invansi merupakan suatu hal yang benar-benar baru (new), yang belum pernah ada sebelumnya, benar-benar hasil kreasi manusia yang belum pernah dijumpai/ditemukan. Sedangkan nilai uang adalah nilai yang terdapat pada suatu alat tukar yang terstandar, yang kita kenal sebagai uang. memiliki satuan nilai (unit of value) yang sah. Pada dasarnya nilai uang dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu nilai uang dilihat dari bahan pembuatannya dan dilihat dari penggunaannya. Awal mula Revolusi Industri tidak jelas tetapi T.S. Ashton menulisnya kira-kira 1760-1830. Tidak ada titik pemisah dengan Revolusi Industri II pada sekitar tahun 1850, ketika kemajuan teknologi dan ekonomi mendapatkan momentum dengan perkembangan kapal tenaga-uap, rel, dan kemudian di akhir abad tersebut perkembangan mesin bakar dalam dan perkembangan pembangkit tenaga listrik. Istilah “Revolusi Industri” diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19. Pada abad pertengahan, kehidupan di Eropa diwarnai oleh system feodalisme yang mengandalkan sektor pertanian, lazim disebut Latifundia (pertanian tertutup) Hubungan perdagangan antara Eropa dengan dunia Timur (Timur Tengah dan Asia) tertutup setelah perdagangan di Laut Tengah dikuasai oleh para pedagang Islam abad ke 8 sampai abad ke 14. Continue Reading »