More than Just Nation and Character Building
April 8th, 2014 at 8:49 pm
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Inspirations

Oleh: Helmya Hilda helmya.hilda-13@fst.unair.ac.id “…Keteledoran pada minggu pertama dengan salah masuk kelas membuat saya ketinggalan satu pertemuan mata kuliah PPKN dengan Bapak Adib. Hal ini tidak akan menimbulkan efek besar jika saja Bapak Adib seperti kebanyakan dosen eksakta, lebih memberikan penekanan teori bukan praktek. Sebagai ilmu sosial dalam mata kuliah PPKN, saya dituntut untuk tidak hanya mengetahui teori-teori saja tetapi juga mengimplementasikan ilmu tersebut dalam sebuah praktek. Bapak Adib memilih metode presentasi agar setiap mahasiswanya dapat berbicara didepan umum dan memahami pembelajarannya. Keteledoran pada hari pertama saya masuk kuliah membuat saya tidak mendapat kelompok presentasi PPKN….” Continue Reading »


April 8th, 2014 at 8:22 pm
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Jatidiri and Characters, Learning Pancasila

Oleh Kelompok 10: Achmad Mu’afi,(081311533015) Ketua Kelompok, Syania Ayunda Fitri (081311533014) Sekretaris, Thalia Lintang S. (071311733067) Bendahara 1 Vivi Andriyani (081311533004) Bendahara 2, Fridah Nur H.I. (081311533009) Bendahara 3, Liga Romadhona (081311133004) Bendahara 4, Dosen Pembimbing Drs. H. Mohammad Adib, M.A. “……Pokoknya, kuliah hari ini sangat excellence karena bisa belajar banyak tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dari Mr.Adib. We love you Mr.Adib. Semoga Indonesia lebih baik lagi kedepannya…” Continue Reading »


April 7th, 2014 at 10:24 pm
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Jatidiri and Characters, Learning Pancasila

http://www.newryhigh.com/vle/file.php/1/images/citizenship_button_copy.jpgOleh: Kelompok  1: M. Khoironi Ishaq (071311733054)/ Antropologi, Lailatul Fitri Fauziah (071311733007)/ Antropologi, Yustin Agustina (081311533020)/ Kimia, Putri Yuliasari (071311733073)/ Antripologi, Siti Aliyah (081311533006)/ Kimia, Rizka Meilinda (071311233011)/ HI. “…..Materi hari ini sangat bermanfaat bagi kita dalam mengetahui pentingnya berkewarganegarran dan patut bersyukur bisa menjadi mahasiswa yang berkewarganegraan Indonesia, karena melalui matakuliah PPKn ini kita tidak hanya mengedepankan pengetahuan tapi juga mengedepankan attitude yang baik. Sehingga kita dapat tau peran kita dalam bernegara seperti apa dan kita juga memiliki hak dan kewajiban yang sama-sama tidak dapat kita pisahkan, sehingga kita harus memanfaatkan hak dan kewajiban kita dalam bernegara. Hal ini sangat terlihat dari pembelajaran kami kali ini. Seperti biasanya, Pak Adib selalu menyisipkan pesan-pesan yang bermanfaat bagi para mahasiswanya, yakni gunakanlah hak dan kewajiban kita dalam bernegara untuk menjunjung tinggi kehidupan masyarakat dan bernegara. Setelah itu beliau juga mengatakan bahwa manusia dapat dilihat dari ucapannya. Melalui pesan-pesan Pak Adib yang diberikan membuat kami menjadi pribadi yang lebih bersifat responsif dan tanggung jawab lagi terhadap segala perbuatan yang kita lakukan. Sebagai generasi muda, beban Indonesia menjadi negara maju dipikulkan ke kita , oleh sebab itu sudah tugas kita menjadi pemuda yang tidak hanya excellent dalam ilmunya tetapi juga memiliki moral mulia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.” Continue Reading »


March 27th, 2014 at 6:40 am
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Science and Technology

Disusun Oleh: Kelompok 11 Amalia Rozaiza I (071311733069), Sisca Noviana N.K. (081311533010), Arief Firmansyah (081311533021), Winda Roviana (081311533017), Rahma Nuzulul Laily (081311533012), Rizqi Azizir R (081311133009). “…..Terakhir pesan dari pak adib adalah jangan membiarkan mentoleransi suatu kesalahan karena hal kecil akan menentukan karakter anda nanti. Oleh karena itu kami membuat suatu TATA TERTIB KELOMPOK dimana tata tertib ini harus ditaati oleh seluruh anggota kelompok. Pertama, tanda tangan resume atau tugas-tugas kelompok hanya boleh ditanda tangani oleh anggota kelompok yang mengerjakan saja. Kedua, berani mencoret anggota kelompok yang tidak ikut mengerjakan. Tata tertib ini dibuat sebagai langkah nyata untuk mewujudkan identitas nasional Indonesia yang memiliki loyalitas terhadap bangsa dan berkarakter sesuai dengan Pancasila…..” NILAI RESUME I, II, III KELOMPOK SMT GENAP(2013_2014)_PPKN_KELAS_7-A sampai Rabu 26 Maret Jam 10.00.pdf. Judul MKL-INDV GENAP(2013_2014)_PPKN_KELAS_7-A.pdf Continue Reading »


March 20th, 2014 at 8:55 am
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Jatidiri and Characters, Learning Pancasila

Oleh Kelompok 8: Rizqi Machroja (071311233005), M. Adrindra Hervi (071311233016), Nur Faghmarul Ilmiah (071311233001), Mahbubatus Sakdiyah (071311733031), Ayu Kartika Putri  (081311533022), dan Imas Ayu Rani Agustin (081311133002). “…..Setelah menyanyikan lagu diatas dilanjutkan dengan presentasi kelompok, dan pada pertemuan kali ini membahas tentang filsafat Pancasila II. Presentasi berlangsung dengan lancar dan bapak adib tak lupa menuliskan key word yang berhubungan dengan perkuliahan hari ini, key wordnya antara lain: excellent, manusia (SDM), ideologi, paradigma, dan mengeluh. Korelasi dari keyword tesebut adalah sifat excellent tercermin pada manusia yang memiliki ideologi yang bijak dan memiliki kerangka berfikir (paradigma) yang lurus dan luar biasa, sedangkan sifat mengeluh hanyalah milik orang-orang kerdil saja, artinya mengeluh bukanlah sifat orang yang excellent, mengeluh merupakan awal kegagalan karena tidak dibarengi dengan tindakan dan cara berfikir yang masuk akal. Manusia bisa dinilai dan dibedakan berdasar dari pengucapannya yaitu : Orang besar merupakan manusia yang dalam berbicara selalu membicarakan gagasan/ide, lalu tipe orang yang kedua yaitu Orang biasa yang mana tipe manusia ini adalah orang yang selalu membicarakan suatu peritiwa/kejadian, selanjutnya tipe orang yang ketiga adalah Orang kecil dimana tipe orang ini adalah orang- orang yang senag akan membicarakan orang lain, terutama kejelekannya (negatifnya) /menggunjing, dan yang terakhir adalah tipe manusia yang harus kita hindari yaitu tipe Orang kerdil  yang mana manusia ini selalu berbicara tentang dirinya sendiri dan sering mengeluh saat menghadapi suatu masalah. Continue Reading »


March 17th, 2014 at 11:46 pm
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Jatidiri and Characters, Learning Pancasila

Oleh Kelompok 1 (ruang R-07): M. Khoironi Ishaq (071311733054), Lailatul Fitri Fauziyah (071311733007), Yustin Agustina (081311533020), Putri Yuliasari (071311733073), Siti Aliyah (081311533006), Rizka Meilinda (071311233011). “…..Yang kami kagumi pada hari ini adalah para mahasiswa sangat aktif di kelas, hal ini membuat kami semakin bangga pada almamater “Airlangga” dimana para civitas akademika memang merupakan orang-orang yang excellent. Kegiatan diskusi kali ini sangat menyenangkan, dari pemnyajian materi, pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan, jawaban serta feed back yang diberikan sangatlah excellent. Satu pembahasan yang menarik hati kami adalah ketika kelas sedang membicarakan kesempatan Indonesia menjadi negara maju dengan masih memegang ideologi Pancasila serta mengapa Indonesia sekarang ini masih menjadi negara berkembang memangnya apa yang salah dalam paradigma yang mengacu pada Pancasila. Jawaban yang kami dapat adalah peluang Indonesia menjadi negara maju adalah sangat besar, bukan ideologinya yang salah melainkan kesalahan berasal dari individunya masing-masing yang kurang sadar dan mampu dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila….” Continue Reading »


March 17th, 2014 at 11:08 pm
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Philosophy

Oleh: Aditya Iqbal (Ketua/ Antropologi/ 071311733081), Firawati S  (Sekertaris I/H. Internasional / 071311233004), Sivana Indah ( Sekertaris II/Antropologi/ 071311733027),    Mirra S (Bendahara I/ H. Internasional/ 071311230002), Tania Larasati (Bendahara II/Antropologi/071311733033 ), Nur Imaniah (Bendahara III/ Kimia/081311533016), dan     Khaterina  (Bendahara IV/ ITL/. “…….Mirisnya, orang ke empat si orang kerdil yang selalu sambat ini adalah kebanyakan tipe orang di Indonesia, terus-terusan mengeluh tanpa menghasilkan apa-apa, hobinya bergunjing dan selalu berkelit. Orang seperti inilah yang bisa mendatangkan kehancuran kepada bangsa dan negara  secara perlahan- lahan. Karena kalau kita terus-terusan mengeluh kapan bangsa ini akan maju ?, apakah yang dapat kita lakukan demi menyelamatkan bangsa ini ? menurut mas Adib caranya adalah berpikir seperti orang-orang Excellent. Seperti apakah orang Excellent itu ? orang excellent adalah Pertama , orang itu selalu berikiran positif, Kedua , orang yang responsif, bertanggung jawab dan jujur, Ketiga adalah rajin, rajin ibadah, rajin belajar. Keempat berbakti pada orang tua, dan terakhir kelima adalah taat kepada Tuhan yang maha esa serta bangsa dan negara. Dalam hal bernegara ini adalah kita harus mengaplikasikan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi negara dan merupakan satu-satunya yang cocok bagi Bangsa Indonesia…..” NILAI RESUME KELOMPOK SMT GENAP(2013_2014)_PPKN_KELAS_7-A. Rabu 19 Mrt Jam 10.00pdf.pdf Continue Reading »


March 14th, 2014 at 8:21 am
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Philosophy

Oleh: PUTRI SAYUWIWID (071311733002), PUTRI YULIASARI (071311733073), FIRASKI EKA O (071311733057), Siti Yuni Rahmawati (071311733010), MOHAMMAD SYAMSUDIN ALFATTAH (071311733011), HMAD MUKHARRIK AFDHOL (071311733068), CAESAR RYAN YUSUP HARITAMA RUBBIE (071311733084) Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Airlangga Tahun 2014. “……….Dengan penjelasan yang demikian terperincinya kami sudah bisa mengerti dan memahammi tentang makna dari filsafat, pengetahuan, ilmu, agama, dll. Berkat metode yang bagus dari beliau kami bisa langsung memahami dan materi tersebut bisa langsung menancap dengan cepat dan tepat pada hati kami. Kami rasa dengan muqodimah atau pembukaan yang sangat luar biasa kami sudah mempunyai gambaran tentang materi yang akan disampaikan. Tentu saja pak Adib dan metode serta cara penyampaian materi beliau adalah bukti nyata buah dari motto Universitas tercinta kita yaitu excellent with morality.….”  NILAI RESUME I KELOMPOK SMT GENAP(2013_2014)_PPKN_KELAS_7-A.pdf Continue Reading »


March 13th, 2014 at 1:41 pm
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Inspirations, Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Philosophy

Oleh: kelompok 11 yang terdiri dari Amalia Rozazia (071311733073), Sisca Noviana N.K (081311533010), Arief Firmansyah (081311533021), Winda Roviana (081311533017), Rahma Nuzulul Laily (081311533017) dan Rizqi Azizir R (081311133009). “……..Pada kuliah PPKN kemarin, Bapak M Adib selaku dosen kami yang memiliki nasionalisme yang sangat tinggi menunjukkan kepada kami sebuah ‘video of the day’ berjudul Pancasila sebagai manual bangsa dengan durasi singkat sekitar 10 menit akan tetapi sungguh excellence. Maksud dari video tersebut, Pancasila adalah sebagai panduan dalam berbangsa dan bernegara untuk menuju ke tujuan Indonesia yang adil dan makmur. Maksudnya Pancasila adalah sebagai panduan dalam berbangsa dan bernegara untuk menuju ke tujuan Indonesia yang adil dan makmur. Video tersebut menjelaskan bahwa setiap sila dalam Pancasila berkorelasi. Seseorang yang mengamalkan Pancasila tentunya memiliki agama dan taat menjalankan agamanya……..” “………setiap agama selalu mengajarkan ajaran yang baik kepada penganutnya. Seseorang yang taat beragama akan mengamlkan ajaran agamanya menjadi manusia yang beradab. Manusia yang beradab selain berperilaku baik, tentunya dapat menghargai perbedaan. Perbedaan agama, suku, bahasa, warna kulit dsb. Jika manusia dapat menghargai perbedaan, maka persatuan akan terwujud. Dalam persatuan tersebut karena setiap orang saling menghargai, maka setiap keputusan yang diambil melalui musyawarah mufakat. Hal ini menjadikan manusia menjadi orang yang bijak. Manusia yang bijak tentunya akan berlaku adil. Keadilan ini akan menjadikan negeri kita menjadi negeri yang makmur…….” Continue Reading »


October 24th, 2013 at 4:17 pm
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

Upacara Karo dan Tari Sodor Tengger Kulon Bromo M. Adib Unair 2013-10-20 08.46.42Oleh: WILLY/FKP/1313111333071. “…Saya tidak menyangka dan tidak pernah bermimpi sebelumnya bahwa saya yang hanya seorang biasa bisa mendapat kesempatan yang sangat berharga menjadi rombongan tamu dan disambut di pendopo yang biasanya digunakan untuk menyambut tamu-tamu penting pemerintah kabupaten.” “…tidak seperti saya yang ekspresinya lebih mirip orang ternganga memandangi sesuatu yang amazing. Sungguh peristiwa yang mungkin sulit didapatkan jika saja saya tidak mengikuti acara Study Excursie 2013 ini.” “…Setelah menempuh jarak kurang lebih lima belas kilometer dengan jalan sangat berkelak-kelok dan menukik serta hawa dingin yang mencekam, akhirnya kami sampai juga di pendopo desa Wonokitri. Di tempat ini kami mendapat informasi yang berharga dari para pembicara hebat yang mewakili tiga agama berbeda yang dapat hidup rukun berdampingan di desa Wonokitri dan juga seorang budayawan Tengger. Dari beliau-beliau saya mendapat informasi detil bagaimana cara masyarakat Tengger hidup rukun tanpa adanya pertikaian dengan keberagaman kebudayaan yang mereka miliki, bagaimana asal-usul budaya upacara Karo yang sampai sekarang dapat menunjukkan kegagahannya.” “…Kegiatan yang saya tunggu pun datang, menuju ke rumah warga untuk istirahat dan lebih mengenal warga setempat lebih mendalam. Saya sangat menunggu acara ini karena dengan hidup langsung dengan warga, saya bisa lebih mengenal bagaimana kehidupan mereka secara nyata. Dan saya mendapati, bahwa Pancasila sebagai dasar negara, falsafah hidup, dan ideologi nasional memang terwujud di dalam warga suku Tengger. Sungguh suatu pemandangan yang indah. Dan memang seperti itulah seharusnya warga Indonesia menghayati Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di dalam masyarakat ini saya melihat bagaimana Indonesia menjadi rumah bagi keberagam agama.” “… Tepat pukul dua belas siang kami meninggalkan desa “Pancasila” Tosari ini. Sedih rasanya harus meninggalkan tempat ini. Tempat di mana keberagaman menjadi perekat warganya. Tempat di mana kita dapat belajar menghargai perbedaan yang ada. Tempat yang dapat menjadi contoh bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mewujudkan Pancasila secara nyata.” Continue Reading »