More than Just Nation and Character Building
March 12th, 2010 at 2:11 pm
Posted by Mohammad Adib in Elderly People

Angka Harapan Hidup (AHH) Penduduk Jawa Timur terus meningkat. Pada tahun 2003 sebanyak 66,8 tahun, sedangkan pada tahun 2004 mencapai 67,2 tahun. Meningkatnya AHH ini dalam banyak fenomena dapat kita saksikan sejumlah penduduk Lansia–berusia 60 tahun ke atas di Jawa Timur menjacapi jumlah 11,4%) masih aktif melaksanakan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.

Bagaimana tingkat kesejahteraan (well being) mereka? Dukungan sosial apakah yang berikan kepada lansia dari orang lain dan lingkungan? usaha-usaha apa sajakah yang dilakukan oleh lansia untuk mencapai well being? bentuk-bentuk dukungan sosial apa sajakah yang dapat meningkatkan well being lansia?

Pertanyaan-pertanyaan itu yang kami jawab dalam penelitian yang berjudul Meningkatkan Well Being Lansia Melalui Dukungan Sosial yang Berbasis Komunitas (LPPM UNAIR:2009). Abstrak dari penelitian ini dapat dibaca berikut ini dalam bentuk pdf.

Abstrak Well Being Lansia 

lihat juga di: http://antro.fisip.unair.ac.id/publikasi.antro.php?id=Meningkatkan well Being Lansia melalui Dukungan Sosial yang Berbasis Komunitas


March 4th, 2009 at 9:22 am
Posted by Mohammad Adib in Elderly People

didisplay-pada-acara-halun.jpgDi antara ungkapan bernada pragmatis, yang cukup populer serta masih sering terdengar di lingkungan masyarakat lelaki kita adalah “kalau hanya ingin merasakan nikmatnya sate (daging) kambimg, buat apa memeliharanya. Orang harus memberikan konsumsi makanan, menyiapkan perabotan kandang, dan biaya perawatan lainnya. Kan lebih nyaman cukup membelinya saja di warung sate. …..mengapa orang harus kawin, kalau hanya ingin menikmati yang ’begituan’. Kan lebih mudah dan murah membeli daging satenya saja. Di pinggiran jalan juga tersedia. Tinggal memilih, yang daging saja atau campur hati,  sesuai dengan selera……” Namun sesungguhnya orang harus tidak boleh lupa, dalam persoalan perkawinan, yang di dalamnya juga berurusan dengan syahwat, bukanlah hanya untuk hal yang ’begituan’ saja. Terdapat sejumlah realitas makna yang mengantarkan orang kepada kebahagiaan sejati.Buku ini bermanfaat bagi para professional, pembelajar, dosen, mahasiswa, peneliti, praktisi, baik individu, maupun pegiat di lembaga-lembaga pemerintah dan non pemerintah yang aktif melakukan peningkatan kesejahteraan kepada Lansia. Sudah selayaknya, orang seperti anda juga membacanya.Syahwat Lansia


February 17th, 2009 at 8:48 pm
Posted by Mohammad Adib in Elderly People

Dalam buku Isu-isu Kontemporer dan Kesaksian Aktif  ini, pembaca dapat memperoleh pelajaran dan jumlah puluhan Lansia di nusantara ini yang telah saya wawancarai. Antara lain dapat ditemukan kesaksian, “……. Semakin menjadi Lansia, dalam banyak hal, semakin gembeng (mudah menangis) hidup ini. Mudah terharu dan merasa bahagia melihat keadaan diri sendiri, isteri, anak-anak dan cucu. Saat menyaksikan keluarga semuanya sehat, kami bahagia dan karena itu menangis lagi. Kami juga menangis, kala menyaksikan anak-anak yang manut (menurut). Melihat orang dermawan, kami merasa bahagia …. dan menangis. Motto hidup: (i) iman, (ii) selamat, (iii) sehat, (iv) ayem, (v) iso nulung uwong  (dapat menolong orang lain)”. (Mujahidin, SH., 65 tahun). 

“……..Kepada anak, mungkin kita bisa berbohong. Tetapi kepada cucu, sama sekali tidak bisa. Saat kita sedang mengalami keterbatasanpun kita usahakan untuk menyediakan permintaan cucu. Semuanya disediakan untuk cucu ….” (Prof. Dr. Nurcholies Zaini, Apt. 66 Tahun). 

“……..Dalam hidup ini, jangan pernah bilang “tidak punya uang”, kepada siapapun, juga kepada anak termasuk teman kolega. Sesungguhnya dalam ucapan-ucapan kita adalah terkandung doa …..” (Dra. Hj. Endang Sayekti, M.Si., 55 tahun). 

Buku ini bermanfaat bagi para professional, pembelajar, dosen, mahasiswa, peneliti, praktisi, baik individu, maupun pegiat di lembaga-lembaga pemerintah dan non pemerintah yang aktif melakukan peningkatan kesejahteraan kepada Lansia. Sudah selayaknya, orang seperti anda juga membacanya. 


December 20th, 2008 at 7:23 am
Posted by Mohammad Adib in Elderly People

122008-1518-2.jpg 

Tiga kebutuhan dasar manusia agar tetap stabil dan bahkan prima kesehatannya adalah menyantap menu makan yang lengkap, olahraga yang teratur, dan spritualitas yang memadai. Menjaga ketiga hal tersebut secara seimbang merupakan langkah yang selayaknya dilakukan oleh setiap orang yang sayang kepada dirinya dan bersyukur kepada penciptanya.

Yang pertama dan kedua merupakan kebutuhan tubuh, sedangkan bagian ketiga kebutuhan ruh.

Bagian pertama dan kedua. Olah raga. Yang baik adalah berunsur aerobic. Dalam olah raga kesemua bagian tubuhnya hendaknya bergerak, seperti, renang, jogging, dan lain-lain, yang menggerakkan keseluruhan bagian tubuhnya. Dalam olahraga kita mengkonsumsi dan mengalirkan oksigen yang sangat urgen dibutuhkan tubuh. Dalam mengkonsumsi makanan kita mengalirkan nutrisi-gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karenanya saat mengkonsumsi makanan, unsur-unsurnya haruslah lengkap memenuhi standar empat sehat lima sempurna.

Sebagaimana kita mengkonsumsi makanan yang dilakukan secara teratur, umummya pagi, siang, sore/malam, begitu pula olah raga haruslah teratur.

Perbaiki Postur Tubuh dengan Senam Cadillac.pdf


November 14th, 2008 at 8:08 pm
Posted by Mohammad Adib in Elderly People, Inspirations, Jatidiri and Characters

Hampir setiap saat orang berpambang ria di depan cermin. Di rumah dan perkantoran dapat dikatakan disediakan cermin, pada hampir tiap sudutnya. Dengan maksud untuk mempermudah untuk bercermin. Namun, bercermin diri itu hanyalah dilakukan adalah melihat badan-tubuh, pakaian, dan asesoris yang lain.

Keliru amat sih, tidak. Pada tempatnya, memang saat kita hendak melaksanakan tugas. Jangan sampai, kita hadir di hadapan publik, yang memang, dipersiapkan untuk maksud tersebut, ternyata, di rambut kita terdapat benda ringan yang terlihat aneh. Beruntungnya, teman  akrab kita segera mengingatkan. Ini adalah salah satu contoh.

Sudah saatnya, aktivitas bercermin kita, tidak hanya pada hal-hal yang fisik material tersebut. Namun lebih mendalam yakni pada jatidiri kita yang terekspresikan dalam perilaku keseharian. Semakin matang dan arifkah kita, melalui keseharian hidup kita dalam bermasyarakat? Untuk maksud tersebut, maka berkaca diri–intruspeksi secara periodik merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Continue Reading »


November 10th, 2008 at 11:41 am
Posted by Mohammad Adib in Elderly People

Berlebihan. Itu kata kuncinya, agar kita senantiasa waspada, atas segala apapun, saat dilakukan secara berlebihan, tidak hanya perilakunya yang tidak baik, namun juga berakibat buruk pula.

Mengkonsumi makan dan miuman, agar tidak dilakukan secara berlebihan, resepnya ya empat sehat sempurnya, yang dilakukan secara seimbang. Tidak tepat apabila sebagiannya dikonsumsi secara berlebihan sedangkan lainnya kekurangan. Termasuk mengkonsumsi buah-buahan.

Mengkonsumsi buah nanas, juga dapat menggelontor lemak-lemak dalam tubuh. Ingat, mengkonsumsinya jangan sampai berlebihan, entar ginjalnya dapat terganggu.Money mouth

Gelontor Lemak dengan Air Perasan Nanas.pdf


November 10th, 2008 at 11:09 am
Posted by Mohammad Adib in Elderly People

Usia seseorang dapat dipahami dalam tiga konteks. Pertama usia demogrfis, yang tercantum di KTP–tahun sekarang dikurangi tahun kelihiran anda. Kedua usia biologis, dapat saja sesungguhnya seseorang kelihatan bongsor tubuhnya, seperti orang dewasa, padahal saat itu ia masih berusia SD (Sekolah Dasar). Yang ketiga usia mental–spritual. Sering kita saksikan di layar teve, anak-anak, kecil-kecil sudah trampil dan piawai dalam menuturkan nasehat misalnya yang dilaukan oleh para “Pildacil”. Tongue outUsia seseorang dapat dikelola agar senantiasa awet sehat, sering disebut awet muda. Meskipun usia demografis sudah lansia, namun melalui kemampuan yang telah dikelolanya, ia mendapat sebutan awet muda. Antara lain dengan mengelola stress.Cool

Usia mental-spiritual, dalam banyak hal, ditentukan oleh kemampuan seseorang dalam mengatur emosi, menyelesaikan masalah, dan menangani stres. Seseorang, pada perkembangannya, saat Lansia, orang-orang yang senantiasa aktif, baik secara mental maupun fisik, akan mampu mempertahankan kemandirian lebih lama dibandingkan mereka yang pasif, yang disebut juga sebagai awet muda.

Studi yang dilakukan di Institute of Gerontology, the University of Georgia, Amerika Serikat. begitu seseorang menginjak tua kecenderungan orang untuk merokok dan mengonsumsi alkohol menurun. Pada usia itu, sebagian besar lansia lebih fokus pada kesehatan diri. Mereka banyak mengikuti kelas-kelas kesehatan untuk memperpanjang usia harapan hidup atau melakukan hal lain. Misalnya, memelihara hewan peliharaan untuk meredakan stres.

Tunda Penuaan Dini dengan Manajemen Stres.pdf


November 8th, 2008 at 7:35 am
Posted by Mohammad Adib in Elderly People, Inspirations, Jatidiri and Characters, Philosophy

75 th Moetmainah 34237large.jpg

Harmoni, begitu filsafat timur mendominasi pandangan hidupnya. Harmoni–serasi, selaras, dan seimbang dalam filsafat di Indonesia–, merupakan keyakinan yang dipercara mendatangkan ketenangan dan kebahagiaan hidupbahkan semakin PD (Percaya Diri). Harmoni pula dalam konteks hubungan dengan tuhan, alam, manusia, juga diri sendiri.

Harmoni itu juga yang dapat kita saksikan, saat anak manusia berusia 75 tahun. Prof. Dr. Moetmainnah. Harmoni dengan angka 75, maka dirayakanlah hari jadi itu dengan tasyakkuran yang menampilkan serba 75: waktu, jumlah/jenis menu makanan, mie instan, asesoris kalung manik-manik, buah dan buket bunga, arransmen musik, dan lain-lain.

Akan lebih lengkap rasanya, jika telah terdaftar di Musium Rekor Nasioanal (MURI).? 

Serba 75 di Ultah Prof Moetmainah.pdf


November 6th, 2008 at 10:20 am
Posted by Mohammad Adib in Elderly People

Wilopo.jpg

Kecintaan seseorang yang teramat besar pada seni lukis dan topeng etnik, menjadikannya terus akrab dengannya sampai usia Lansia. Sejumlah benda tidak jarang dikoleknyanya untuk menghiasi ruang rumah tempat tinggalnya. Antara lain seni topeng etnik. Seni ini menggambarkan potret perwajahan manusia yang bukan sebenarnya. Topeng bisa diwujudkan ke dalam berbagai bentuk. Bisa tampan atau cantik, mengerikan, lucu, atau sedih.

Kesaksian Wilopo, lahir tahun 1953, tentang hidup dan kehidupannya.

Maknai Arti Hidup dalam Topeng.pdf


November 5th, 2008 at 9:08 am
Posted by Mohammad Adib in Elderly People

“Uwur, sawur, dan sembur”, begitu orang Jawa dalam menampilkan peranannya di dalam keluarga dan masyarakat. Orang tua (Lansia) senantiasa berperan untuk memberikan keteladanan atas berbagai perilaku positif dan optimisme. Lansia senantiasa memberikan arahan kepada nilai-nilai yang bermakna kebijakan dan kearifan (wisdom).

Ibu Tuti Oetami 41 tahun, mantan sekretaris ini juga menularkan ilmu sekretaris, kepada generasi muda. Sekretaris zaman sekarang, katanya, seharusnya lebih profesional dibandingkan zamannya. Sebab, mereka didukung oleh pendidikan yang memadai dan peralatan canggih. “Dulu, kerja agak lambat karena pakai mesin tik. Kalau sekarang, sudah ada komputer dan alat komunikasi lain yang sangat membantu pekerjaan sekretaris,” ujarnya.

Menularkan Ilmu Sekretaris.pdf