More than Just Nation and Character Building
September 14th, 2014 at 3:06 pm
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

http://sinurhasanah.files.wordpress.com/2012/01/buka-mata-buka-hati-buka-telinga-proyek-1-resize.jpgOleh: Kelompok 8 M. Syamsudin Alfattah 071311733011, Rizki Medi Astutik 071311733022, “…Untuk menambah semangat kami saat perkuliahan, dosen kami Bapak Moh. Adib juga memberikan sebuah jargon baru untuk mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Etnografi Madura yaitu Etnografi Madura “Menyadarkan, Mencerdaskan, Mencerahkan”. Dalam pengucapan jargon tersebut dilakukan dengan gerakan tangan, saat mengucapkan menyadarkan kami menunjuk pada hati, saat mengucapkan mencerdaskan kami menunjuk di samping kepala artinya menunjuk otak/akal/pikiran, dan saat mengucapkan mencerahkan kami acungkan jempol kami. Kalimat tersebut artinya melalui mata kuliah Etnografi Madura ini kami sebagai antropolog mampu membuka hati kami dan disadarkan untuk tidak memandang sebelah mata suatu suku bangsa, bahwa Pulau Madura memiliki kekayaan kebudayaan dan kehidupan yang unik dan kami sebagai antropolog muda harus membuka mata yang lebar bahwa di Jawa Timur, tanah terdekat yaitu Madura memiliki banyak sekali informasi yang perlu kita gali mencakup tentang etnografi dan kebudayaannya. Mencerdaskan artinya melalui mata kuliah Etnografii Madura ini kami sebagai mahasiswa mendapatkan wawasan yang baru dan menjadikan kita kaya ilmu sehingga menjadi pribadi yang cerdas dengan memahami seluk beluk tentang suatu kebudayaan terutama Madura. Mencerahkan artinya sebagai Mahasiswa kami memiliki pandangan atau cerminan masa depan yang baik dan cerah jika kami memiliki wawasan yang luas sekaligus hidup berdampingan dengan baik dengan masyarakat antar suku terutama hidup berdampingan dengan baik dengan masyarakat Madura dan masyarakat suku lain….”  Nilai Resume Kelompok I MK GANJIL(2014_2015)_ETNOGRAFI_MADURA_KELAS_A Continue Reading »


September 5th, 2014 at 10:19 am
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

Oleh: Mohammad Syamsudin Alfattah, 071311733011. “…….Pak Adib selaku antropolog yang sudah sangat luar biasa menggambarkan bahwasanya kita sebagai calon para antropolog muda sebaiknya tidak menilai orang Madura hanya dengan sudut pandang orang luar Madura, akan tetapi juga kita harus mampu memandang dengan sudut pandang mereka yaitu seperti kita sebagai orang Madura. Dalam acara talk show di salah satu stasiun televisi swasta (metro tv) pak Adib sebagai pembicara sebagai seorang antropolog, beliau bersama Zawawi Imron yang merupakan budayawan dari Madura. beliau mengulas tentang pernikahan dini yang ada di Madura. Penjelasan yang dipaparkan oleh pak Adib sangatlah mudah dipahami dan dimengerti dan tentunya sesuai dengan realita yang ada di Madura. ini menunjukkan bahwasanya pak Adib merupakan antropolog yang benar-benar mempunyai kualitas yang tinggi. Sudah selayaknya pak Adib menjadi panutan bagi para mahasiswa antropologi..” Continue Reading »


September 4th, 2014 at 10:41 pm
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

Oleh: Prilly Paradnya Dewi (071311733087), Departemen Antropologi Fakutas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Airlangga. “….Ternyata dibalik image orang madura yang dikenal selama orang Madura itu sangat menjaga tradisi mereka, maka dari itu pada awal mata Kuliah Etnografi Madura ini dosen Exellent kami bapak Drs.H.Mohammad Adib, MA menjelaskan bahwa banyak sekali yang menarik dari Madura maupun kebudayaannya. Salah satunya adalah menikahkan anak-anak dari suku Madura dibawah umur. Mungkin untuk sebagian orang berpendapat bahwa yang dilakukan itu adalah melanggar hak asasi anak-anak dan merebut kebebasan serta merenggut pendidikan mereka. Padahal perkawinan dibawah umur bertujuan agar sang anak tidak terjerumus pada perbuat maksiat atau zina sehingga sang anak dapat terlindungi. Dari orang Madura juga kita dapat mempelajari tentang bagaimana kita dapat bangga terhadap suku kita masing-masing. Orang Madura sangat bangga akan kebudayaan, adat istiadat serta tradisi mereka itu terbukti nyata hingga sekarang kebudayaan mereka tetap lestari dan abadi. Jadi jangan melihat atau menghakimi suatu suku bangsa bedasarkan dari mana mereka tinggal atau dari suku bangsa apa, karena dibalik itu semua tersimpat kehangatan serta kebudayaan yang patut dibanggakan dan merupakan suatu ciri khas dari mereka…” Continue Reading »


September 4th, 2014 at 8:59 am
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

MEMANDANG KE KANAN DAN KE ATASOleh: Galuh T.R.- 071311733038 - Etnografi Madura. “……Pertanyaan Pertama yang dilontarkan Pak Adib untuk menguji seberapa tahu kah kami para mahsiswa terhadap orang suku Madura adalah “Apakah yang kalian ketahui tentang Suku Madura?”. Banyak dari kami yang menjawab hal-hal negatif dari suku Madura, yang menurut saya itu tidak baik jika dijawab oleh seorang mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini. Kalau mindset dari awal sudah ter-setting bahwa suku Madura seperti itu mengapa harus mengambil mata kuliah ini?. Pendapat saya ini ternyata sama dengan Pak Adib, beliau lalu mengatakan “Tidak sepantasnya kalian para Antropolog muda memberikan penilaian terhadap satu suku yang ada di Indonesia dan sebelah mata…….”  1.  Kontrak Pembelajaran Etnografi Madura SMT GASAL 2014-15 Excellent 2.  DAFTAR KELOMPOK, TOPIK, SISTEMATIKA DAN KRITERIA PENILAIAN MAKALAH KLP GANJIL(2014_2015)_ETNOGRAFI MADURA.xlsx 3. DAFTAR NILAI INDIVIDUAL SMT GANJIL(2014_2015)_ETNOGRAFI_MADURA_KELAS_A SAMPAI Jumat JAM 10.00 Continue Reading »


November 28th, 2013 at 11:24 pm
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

Oleh: Retno Puji Astutik (071211732036), Riska Dwi Yuniarti Pratiwi071211733042, Husnul Khotimah 071211732018 Annisa Wira Setyati071211732042. PROGRAM STUDI ANTROPOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS AIRLANGGA. “…..Berdasarkan pemaparan panjang diatas, dapat simpulkan bahwa masyarakat Madura dalam menyikapi modernisasi tidaklah serumit yang kita pikirkan sebelum-sebelumnya. Pemikuran mereka cukup sederhana dan sangat bijak sekali. Mereka pada dasarnya ingin modernisasi itu, dengan catatan tidak menggangu gugat adat dan budayanya atau kearifan lokalnya yang berlandaskan nilai luhur dan agama. Ini juga dibutuhkan Madura yang selektif terhadap perubahan. Kepandaian filterisasi yang menuntun Madura untuk mencegah hal ini. Dan Madura menghendaki modernisasi, dengan syarat mereka harus dipersiapkan lebih baik dalam hal pendidikan dan kursus sektor informal untuk menghadapi pembangunan yang akan berlangsung di wilayah mereka. Masyarakat Madura tidak ingin jadi penonton belaka karena orang Madura dalam prinsipnya tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan, karena time is money dan kesempatan tidak datang dua kali. Pendekatan emik menuntun kita pada kesimpulan keterbukaan Madura terhadap perubahan dengan adanya mindset yang modern atau yang mampu mengarahkan mereka pada kehidupan yang lebih baik dan rasionalitas materi.” Continue Reading »


November 27th, 2013 at 5:08 pm
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

Modernisasi dalam ketradisionalanOleh (Kelompok 5), Azizah Nur 071017043, Eliana 071211731080, Rifqi Augusta CH 071211732044, Basyarul Aziz 071211733022. Mengawali narasi kami pada pertemuan yang excelent dengan Bapak H. Mohammad Adib, kami menuliskan seberkas puisi yang kami susun mulai dari hati sampai berbentuk kata ini. Pelangi Masa Depan Disaat orang menutup mata dan menutup hati/Ketika semua orang menjunjung tinggi ego/Disaat semua orang mempunyai berjuta keinginan/Tetapi lemah untuk dirangkul dan digapai.
Kami ingin menjadi bangsa yang menghargai/Bangsa yang sopan dengan budaya dan sejarah/Bangsa dengan satu indonesia berpluralitas pelangi/Berjuta warna tetapi indah dipandang.
Indonesia yang ber-ibu pertiwi/Indonesia yang bermental Garuda Pancasila/Indonesia yang satu jiwa berjuta suku bangsa/Dan inilah keinginan kami, balada pelangi dari Indonesia.
“Karet gelang. Sesuatu yang dianggap kecil dan dianggap tidak penting, tetapi karet gelang bagi kami merupakan benda yang mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia. Tanpa karet gelang, seseorang tidak bisa membungkus es lilin maupun tidak mengeratkan sesuatu. Karet gelang akan bertindak sesuai dengan apa yang diperbuat oleh manusia. Berguna atau menyakiti. Berguna apabila karet gelang digunakan untuk bisa membantu dalam kehidupan manusia seperti mengeratkan sesuatu tetapi bisa bertindak negatif apabila untuk menyakiti orang lain. Balada karet gelang ini, cocok untuk modernisasi. Modernisasi selalu berhuhungan dengan hal-hal yang besar tetapi bagi kami modernisasi yang baik seharusnya, berangkat dari hal-hal yang kecil dan sederhana yang berguna bagi seluruh umat manusia.” JUDUL MAKALAH INDIVIDUAL SMT GANJIL (2013_2014)_ETNOGRAFI_MADURA_KELAS_A.PDF
Continue Reading »


September 23rd, 2013 at 12:22 am
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

Oleh kelompok 5 Azizah Nur A (071017043),Eliana   (071211731080), Rifqi Augusta CH (071211732044), Basyarul Aziz (071211733022). Satu persembahan Pantun untuk Bapak Haji Muhammad Adib: Buka pintu tangga naik/Kalo masak pakai kecap sawit/ Meski Bapak Adib bukan bintang di langit/ Tapi cinta dan pengabdian Bapak Adib yan terbaik. “Kalau tidak super bukan Bapak Adib namanya lucu dalam berbahasa dan seperti stand up comedy sepertinya kali ini logat dalam pengucapan beberapa suku bangsa seperti suku bangsa Madura dengan huruf w luluh dengan huruf b yang kali ini Beliau menunjuk Mahasiswa dari Bondowoso. Husnul Khotimah. Husnul menyampaikan dengan logat bahasa Maduranya yakni : Bondobesa (Bondowoso) dan Bawean (Babien). Husnul sangat luar biasa karena hanya satu-satunya yang bisa menyampaikan Bahasa Madura. Bapak Adib juga membandingkan suku bangsa yang lain seperti suku bangsa Bali contoh yang huruf t vokalnya hilang seperti mati menjadi mathi. Suku bangsa yang lain Sunda yang tdak bias mengucapkan f tapi p seperti Fatimah menaji patimah. Begitu pengetahuan ini baru kami sadari, kami dan Mahasaiswa Antropologi semua tertawa.” “….yang dapat dipelajari pada episode kedua ini adalah jangan menjadi orang yang kerdil/sombong yang tidak menghargai orang lain. Dengan menghargai, sikap menjadi orang yang besar akan terbentuk.” Continue Reading »


September 15th, 2013 at 9:39 am
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura, Jatidiri and Characters

Langkah Excelence. Harmoni Dunia ini/Memberikan sinergi dari fisik dan fikiran/Dekapan kebanggaan dari sang pengampu/Bagaikan hadiah tak terbayarkan,

Untuk Sang Ilahi/Rahman dan RahimMU merupakan nikmat yang tiada tara/Ucapan dari nurani tulus dan ikhlas/Nikmat ini akan selalu menjadi atmosfir dalam hati ini,

Ibu dan Bapak khusuk berdoa di rumah/Sekarang kita punya sang pengampu/Pengampu yang bagaikan superhero bagi kami/Sinar energinya memberikan luapan semangat,

Hembusan kata-kata yang dahsyat/Selalu mengahadirkan seribu ekspresi/Langkah cerdas bermoral dan mulia

Akan menjadi kenangan yang tidak akan kami lupakan (Dari Kami : Azizah Nur A., Basyarul Aziz, Eliana, Rifqi Augusta c.h.).

“Bagaikan bertemu dengan seorang superhero, yang menyelamatkan jiwa-jiwa yang kurang bersemangat di pagi hari, Sinar kekuatannya menyentuh setiap yang dihadapannya merasuk tubuh dan tumbuhlah kekuatan baru di hari perdana. Jasanya tak akan pernah hilang. Superhero itu bilang Antropologi – Cerdas Bermoral Mulia.” “Dan apa yang dapat dipelajari dari kuliah perdana ini bahwa kuliah yang diawali dengan semangat dan niat serta disiplin yang baik akan menjadikan sebuah training dan pengembangan diri agar bisa menjadi insan yang luar biasa.” 1.  TOPIK KELOMPOK, ANGGOTA, DAN SISTEMATIKA MAKALAH + KRITERIA PENILAIAN SMT GANJIL (2013_2014) ETNOGRAFI MADURA.PDF 2. NILAI RESUME I SMT GANJIL(2013_2014)_ETNOGRAFI_MADURA_KELAS_A FISIP UA.PDF Continue Reading »


October 19th, 2012 at 8:18 pm
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

http://www.musikreportage.de/Pics/Artikel/erdmoebel_musik.jpgOleh Muhamad Syahril

Saronen adalah instrumen pengiring beberapa atraksi kesenian. Musik ini adalah musik yang sangat kompleks dan serbaguna yang mampu menghadirkan nuansa sesuai dengan kepentingannya. Walaupun musik saronen adalah perpaduan dari beberapa alat musik, namun yang paling dominan adalah liuk-liukan alat tiup berupa kerucut sebagai alat musik utama, alat musik tersebut bernama saronen. Asal muasal musik saronen adalah dari desa Sendang Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep yang berasal dari kata senninan (hari Senin).

Pada masa itu, kyai Khatib Sendang (cicit Sunan Kudus), menciptakan orkes ini sebagai media dakwah untuk penyebaran agama Islam. Setiap hari pasaran yang jatuh pada hari Senin, Kyai Khatib menggunakannya dalam upaya menarik massa. Hal yang pertama kali dilakukan oleh Kyai adalah munculnya dua badut. Kedua badut ini, menari dan menyanyi serta melawak. Adapun materi lawakan banyak berisi sindiran dan kritikan tentang situasi dan kondisi serta kebijakan pemerintahan pada masa itu. Untuk meramaikan dan menambah semarak adegan-adegan yang dibawakan kedua badut tersebut, maka acara tersebut diselingi musik yang mampu membangun suasana menjadi riang gembira. Setelah massa terkumpul, barulah kyai Khatib Sendang memulai dakwah. Sehingga pada waktu itu banyak sekali yang tertarik, kemudian menyatakan diri untuk mengikuti ajaran agama Islam. Tentu saja, kyai Khatib dalam menciptakan instrumen musik Saronen menyesuaikan dengan karakter masyarakat Madura. Suku Madura merupakan sosok yang terkenal mempunyai watak keras, polos, terbuka dan hangat. Sehingga, jenis musik riang dan ber-irama mars menjadi pilihan yang paling pas. Dan dalam perkembangannya, musik Saronen menjadi musik yang sangat digemari dan merakyat serta menjadi trade mark musik Madura. Continue Reading »


October 18th, 2012 at 6:19 am
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

http://gamelan.free.fr/images/cd951102.jpgOleh: Dewi Maratus Sholikhah (071117030) PROGRAM STUDI ANTROPOLOGI, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS AIRLANGGA, SEMESTER GASAL 2012/2013

Dewi Maratus Sholikhah Tanduk majeng.pdf

Lagu sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat memiliki dimensi yang sangat kompleks. Dalam kehidupan masyarakat, aktivitas keseharian mereka dapat diekspresikan dalam lagu, sehingga kita dapat melihat banyak corak dan ragam lagu yang diciptakan berkaitan dengan aktivitas yang mengekspresikan mata pencaharian, ekspresi cinta dan kasih sayang, cinta tanah air, keagamaan, kekaguman pada alam, aktivitas politik, hubungan sosial dan lain sebagainya.

Indonesia adalah Negara kepulauan dimana pulau-pulau terbentang dari sabang sampai merauke.Selain sebagai Negara Kepulauan,Indonesia juga dapat dikategorikan sebagai Negara maritim,memiliki masyarakat maritim dari berbagai wilayah dan etnis. Continue Reading »