More than Just Nation and Character Building
September 15th, 2013 at 9:39 am
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura, Jatidiri and Characters

Langkah Excelence. Harmoni Dunia ini/Memberikan sinergi dari fisik dan fikiran/Dekapan kebanggaan dari sang pengampu/Bagaikan hadiah tak terbayarkan,

Untuk Sang Ilahi/Rahman dan RahimMU merupakan nikmat yang tiada tara/Ucapan dari nurani tulus dan ikhlas/Nikmat ini akan selalu menjadi atmosfir dalam hati ini,

Ibu dan Bapak khusuk berdoa di rumah/Sekarang kita punya sang pengampu/Pengampu yang bagaikan superhero bagi kami/Sinar energinya memberikan luapan semangat,

Hembusan kata-kata yang dahsyat/Selalu mengahadirkan seribu ekspresi/Langkah cerdas bermoral dan mulia

Akan menjadi kenangan yang tidak akan kami lupakan (Dari Kami : Azizah Nur A., Basyarul Aziz, Eliana, Rifqi Augusta c.h.).

“Bagaikan bertemu dengan seorang superhero, yang menyelamatkan jiwa-jiwa yang kurang bersemangat di pagi hari, Sinar kekuatannya menyentuh setiap yang dihadapannya merasuk tubuh dan tumbuhlah kekuatan baru di hari perdana. Jasanya tak akan pernah hilang. Superhero itu bilang Antropologi – Cerdas Bermoral Mulia.” “Dan apa yang dapat dipelajari dari kuliah perdana ini bahwa kuliah yang diawali dengan semangat dan niat serta disiplin yang baik akan menjadikan sebuah training dan pengembangan diri agar bisa menjadi insan yang luar biasa.” 1.  TOPIK KELOMPOK, ANGGOTA, DAN SISTEMATIKA MAKALAH + KRITERIA PENILAIAN SMT GANJIL (2013_2014) ETNOGRAFI MADURA.PDF 2. NILAI RESUME I SMT GANJIL(2013_2014)_ETNOGRAFI_MADURA_KELAS_A FISIP UA.PDF Continue Reading »


October 19th, 2012 at 8:18 pm
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

http://www.musikreportage.de/Pics/Artikel/erdmoebel_musik.jpgOleh Muhamad Syahril

Saronen adalah instrumen pengiring beberapa atraksi kesenian. Musik ini adalah musik yang sangat kompleks dan serbaguna yang mampu menghadirkan nuansa sesuai dengan kepentingannya. Walaupun musik saronen adalah perpaduan dari beberapa alat musik, namun yang paling dominan adalah liuk-liukan alat tiup berupa kerucut sebagai alat musik utama, alat musik tersebut bernama saronen. Asal muasal musik saronen adalah dari desa Sendang Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep yang berasal dari kata senninan (hari Senin).

Pada masa itu, kyai Khatib Sendang (cicit Sunan Kudus), menciptakan orkes ini sebagai media dakwah untuk penyebaran agama Islam. Setiap hari pasaran yang jatuh pada hari Senin, Kyai Khatib menggunakannya dalam upaya menarik massa. Hal yang pertama kali dilakukan oleh Kyai adalah munculnya dua badut. Kedua badut ini, menari dan menyanyi serta melawak. Adapun materi lawakan banyak berisi sindiran dan kritikan tentang situasi dan kondisi serta kebijakan pemerintahan pada masa itu. Untuk meramaikan dan menambah semarak adegan-adegan yang dibawakan kedua badut tersebut, maka acara tersebut diselingi musik yang mampu membangun suasana menjadi riang gembira. Setelah massa terkumpul, barulah kyai Khatib Sendang memulai dakwah. Sehingga pada waktu itu banyak sekali yang tertarik, kemudian menyatakan diri untuk mengikuti ajaran agama Islam. Tentu saja, kyai Khatib dalam menciptakan instrumen musik Saronen menyesuaikan dengan karakter masyarakat Madura. Suku Madura merupakan sosok yang terkenal mempunyai watak keras, polos, terbuka dan hangat. Sehingga, jenis musik riang dan ber-irama mars menjadi pilihan yang paling pas. Dan dalam perkembangannya, musik Saronen menjadi musik yang sangat digemari dan merakyat serta menjadi trade mark musik Madura. Continue Reading »


October 18th, 2012 at 6:19 am
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

http://gamelan.free.fr/images/cd951102.jpgOleh: Dewi Maratus Sholikhah (071117030) PROGRAM STUDI ANTROPOLOGI, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS AIRLANGGA, SEMESTER GASAL 2012/2013

Dewi Maratus Sholikhah Tanduk majeng.pdf

Lagu sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat memiliki dimensi yang sangat kompleks. Dalam kehidupan masyarakat, aktivitas keseharian mereka dapat diekspresikan dalam lagu, sehingga kita dapat melihat banyak corak dan ragam lagu yang diciptakan berkaitan dengan aktivitas yang mengekspresikan mata pencaharian, ekspresi cinta dan kasih sayang, cinta tanah air, keagamaan, kekaguman pada alam, aktivitas politik, hubungan sosial dan lain sebagainya.

Indonesia adalah Negara kepulauan dimana pulau-pulau terbentang dari sabang sampai merauke.Selain sebagai Negara Kepulauan,Indonesia juga dapat dikategorikan sebagai Negara maritim,memiliki masyarakat maritim dari berbagai wilayah dan etnis. Continue Reading »


October 18th, 2012 at 6:08 am
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

http://www.kutaikartanegara.com/erau/budayakeraton4.jpgOleh: Annisa Padmadiani (071117005)
Annisa Padmadiani Pelet Kandhung, 7 bulanan.pdf

Sebuah perkawinan yang pada akhirnya diharapkan oleh semua orang adalah menciptakan mahligai rumah tangga yang bahagia dan sejahtera serta terbangun rumah tangga mawaddah wa rahmah. Untuk mencapai maksud tersebut tentu banyak usaha yang dipersipkan dan dilakukan oleh orang tua ketika harus menikahkan putra putrinya dalam suatu proses, yaitu proses yang dibenarkan oleh adat dan budaya.

Demikian pula yang terjadi pada masyarakat Madura. Upacara adat yang kerap menjadi tuntutan dan tuntunan sejak kelahiran anak, perkawinan sampai kematianpun dilakukan dengan proses panjang. Hal ini tentu banyak sisi yang dijalani sebagai tolok ukur sejauh mana penghargaan diri manusia terhadap dirinya, lingkungan sosial, dan terutama terhadap Sang Pencitanya. Continue Reading »


October 18th, 2012 at 5:50 am
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

http://www.feefeedille.com/images/lagu.jpgOleh : Fanani Hidayati (071117065) PROGRAM STUDI ANTROPOLOGI, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS AIRLANGGA SEMESTER GANJIL 2012/2011
Fanani Hidayati budaya musik etnis madura.pdf

Membicarakan tentang musik Madura tidak akan pernah lepas dari hubungan aspek seni pertunjukan yang lain, seperti: sastra-puisi, tari, teater, dan seni beladiri. Demikian pula, tidak semua musik dengan mudah dikategorikan sebagai pertunjukan, sebab ada beberapa jenis kesenian (di dalamnya ada musik) yang bukan dalam kategori pertunjukan. Dalam pembahasan kali ini, penulis memfokuskan pada budaya musik Madura sub etnis timur (wilayah kebudayaan Sumenep). Sub etnis ini dinilai wilayah paling “kaya” kesenian dan dinamis perkembangannya di Pulau Madura. Hampir boleh dikata musik merupakan penopang wajib dari berbagai genre kesenian yang ada di Madura, khususnya Madura timur (Sumenep). Continue Reading »


October 6th, 2012 at 9:38 pm
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

Oleh: Laila Hidayatul Masruroh (071117016), Departemen Antropologi FISIP Unair

http://www.artsgood.com/ma/0506/JoanNievarezBatik.jpgBatik merupakan salah satu budaya yang diwariskan oleh nenek moyang secara turun temurun. Selain sebagai warisan budaya yang berkualitas dan bernilai tinggi, batik pun sangat kental dengan unsur seni yang terdapat pada setiap corak yang terdapat pada setiap sentuhan pewarnaan malam melalui goresan canting. Gerak pewarnaan dan pemberian gambar (motif) pada batik baik yang bernuansa batik klasik maupun kontemporer selalu melibatkan perasaan perasaan yang tertuang pada nilai-nilai cipta, rasa, dan karsa para pembatik.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya terutama seni batiknya. Tidak asing lagi bahwa batik adalah kekayaan khas Indonesia dan wajib dipatenkan kepemilikannya atas masyarakat Indonesia sendiri. Banyak kota-kota di Indonesia yang menjadi daerah penghasil batik seperti Solo, Yogyakarta, Cirebon, dan Pekalongan. Continue Reading »


October 6th, 2012 at 5:56 pm
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

Oleh: Iis Indahwati (NIM : 071117006), Prodi : Antropologi Fisip Universitas Airlangga

http://elcomercio.e3.pe/66/ima/0/0/4/2/1/thumb/421161.jpg Pulau Madura terletak pada ujung timur Provinsi Jawa Timur. Pulau Madura ini dipisahkan lautan dengan pulau jawa. Maka dari itu pulau Madura memiliki kebudayaan dan cirri karakter yang berbeda dengan pulau jawa. Jumlah masyarakat Madura yang beragama Islam sekitar 725.621 orang, yang beragama Kristen 487 orang, yang beragama Katholik 650 orang, yang beragama hindu 18 orang, dan yang beragama budha 124 orang dan yang lainnya 8 orang.

Masyarakat Madura memiliki kelebihan dan kekurangan yang menjadi ciri khas. Masyarakat Madura memiliki kekurangan yang telah melekat pada karakternya, seperti pemarah, kasar, jorok dll. Diantara kekurangan yang dimiliki, tentunya masyarakat madura memiliki kelebihan pula seperti patuh dan taat pada ajaran agamanya serta adat istiadatnya. Salah satu adat istiadat yang ada di masyarakat Madura yaitu tradisi sunat perempuan. Tradisi ini telah dilaksanakan secara turun temurun mungkin hingga saat ini. Mengingat tradisi ini telah dilarang oleh pemerintah.tradisi ini telah ada sebelum agama islam masuk ke pulau Madura dan semakin kuat saat agama islam telah masuk ke pulau Madura. Continue Reading »


October 6th, 2012 at 12:58 pm
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

Oleh: Firda Fauzani S. (071117001)

http://baliwww.com/abl/tours/images/sapi.jpgEtnografi Tradisi Kontes Sapi Sonok di Madura ini digambarkan tentang (i) Tradisi Kontes Sapi Sonok; (ii) Sejarah awal mula Sapi Sonok; (iii) Kriteria dan Perawatan Sapi Sonok; (iv) Proses pelaksanaan Kontes Sapi Sonok; (v) Pembinaan oleh Dinas Peternakan terhadap Sapi Sonok dan (vi). Nilai-nilai yang terdapat pada Tradisi Kontes Sapi Sonok.

Pertama, tradisi Kontes Sapi Sonok. Tradisi dalam bahasa latin yaitu tradition yang berarti diteruskan atau kebiasaan. Maksudnya adalah sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat dan adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun lisan. Continue Reading »


October 6th, 2012 at 5:51 am
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

Oleh: Bella Sprinoza (NIM : 071117055) Prodi Antropologi Fisip Universitas Airlangga

http://www.interarteonline.com/Juakin/altas/Fruta_madura.jpgCarok dalam bahasa Kawi kuno artinya perkelahian, dimana sebagian besar melibatkan dua orang atau dua keluarga besar. Bahkan antar penduduk sebuah desa di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Pada zaman Panembahan Semolo di Madura tidak mengenal adanya budaya carok, yang ada hanyalah peperangan dengan menggunakan pedang atau keris. Adapun sejata clurit mulai dikenal ketika muncul legenda Pak Sakerah, dia adalah seorang mandor tebu dari Pasuruan, yang selalu mengawasi para pekerjanya.

Dan munculnya budaya carok di pulau Madura bermula pada zaman penjajahan Belanda, yaitu pada abad ke-18 M , setelah Pak Sakerah tertangkap dan dihukum gantung di Pasuruan, Jawa Timur. Sehingga, carok merupakan simbol perlawanan bagi masyarakat jelata. Sedangkan bagi Belanda, carok merupakan senjata para jagoan dan penjahat. Pemicu dari carok ini berupa perebutan kedudukan di keraton, perselingkuhan, sengketa tanah atau lahan, serta termasuk juga dendam turun-temurun selama bertahun-tahun. Continue Reading »


January 4th, 2012 at 6:48 am
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

Adaptasi Sosial Ekonomi Masyarakat Petani Keturunan Madura di Kawasan Gunung Buring Malang dalam Perspektif Fenomenologi. (Tesis). Abstrak. By Soetjipto TH.

Salah satu etnik di indonesia yang dikenal sebagai perantau handal adalah etnik Madura. Hal itu ditandai dengan adanya para migran Madura yang terdapat pada hampir semua provinsi di Indonesia. Karena keberadaannya yang demikian itu, sehingga di daerah tujuan migrasi banyak dijumpai sejumlah atribut yang menandai keberadaannya dengan etnik lain, seperti atribut bahasa, bentuk rumah (tanean lanjang), gaya berbusana dan beraksesori, maupun seni pertunjukan tradisional (macopat, topeng Madura, tandhak, sronen, sandhur). Selain itu pada daerah perantauan etnik Madura terbukti kabanyakan orang Madura mampu mempertahankan hidup (survive) dengan melakukan adaptasi yang sejalan dengan karakteristik lingkungannya. Tidak jarang orang madura perantauan sukses atau berhasil mengembangkan kehidupan yang lebih baik apabila disbanding dengan ketika berada didaerah asal. Continue Reading »