More than Just Nation and Character Building
April 30th, 2015 at 9:49 pm
Posted by Mohammad Adib in Islamics Economy, Philosophy

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengutus para Rasul, menurunkan al-Qur-an, membuat syari’at, menetapkan hukum, dan menjelaskan halal dan haram kepada hamba-hamba-Nya. Aku bersaksi bahwasa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (صلى الله عليه و سلم) adalah hamba dan Rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam dicurahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (صلى الله عليه و سلم), keluarganya dan para Sahabatnya.

Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

jadwal-sholat


March 24th, 2013 at 9:28 pm
Posted by Mohammad Adib in Anthropology of Industry, Islamics Economy

7 roh yg dpt menghambat kemajuan kitaOleh: Elsi Mersilia Hanesti-041114043-Ekonomi Islam- elsi-m-h-feb11.web.unair.ac.id. Sistem Ekonomi Islam adalah sistem perekonomian dimana ilmu dan sistemnya merupakan kumpulan dari aktivitas-aktivitas ekonomi yang telah Rasulullah SAW beserta Khulafa Ar-Rasyidun lakukan atau kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil dalam memimpin Islam. Kebijakan-kebijakan itu bersumber dari Rasulullah SAW sebagai khalifah pertama dan tentu saja bersumber dari nilai-nilai Al-Qur’an melalui wahyu yang diturunkan kepadanya. Jadi, dapat dikatakan ekonomi Islam ada sejak zaman Rasululllah SAW. Ilmu dan sistem ekonomi Islam yang murni ada semasa Khalifah Rasulullah. Ilmu dan sistem ekonomi yang murni ini mulai terdapat penyimpangan-penyimpangan pada saat masa pimpinan setelah Khulafa Ar-Rasyidun, tepatnya semasa pemerintahan Bani Umayyah dan Abbasiyyah. Semasa pemerintahan itu praktik nepotisme mulai terjadi. Kerabat-kerabat dengan mudahnya menduduki jabatan penting dalam pemerintahan dan mereka berkuasa atas harta rakyat dan pemutusan kebijakan.Kelas E FEB UNAIR Nilai Sosiologi Ekonomi Muslim.pdf. Continue Reading »