More than Just Nation and Character Building
March 5th, 2017 at 10:01 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

harus lebih baik by Mohammad Adib 27 Februari 2017Oleh: Erren Silvia Herdiyani (101611133045), Kelas A.1.1 (Ir.Soekarno), Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga. “….Jargon yang beliau contohkan kepada kami selalu dapat memecah suasana kelas dan membuat kami bersemangat kembali, “tangguh tak mudah menyerah” adalah salah satu contoh dari beberspa jargon andalan pak Adib, memberi kami pesan untuk menjadi pemuda yang tak mudah menyerah selalu bersemangat dan tangguh. Setelah beliau banyak memberi pesan dan memberi semangat kepada kami, beliau kemudian menyebutkan bab yang akan kita pelajari dalam 14 kali tatap muka, setiap bab akan didiskusikan oleh setiap kelompok dan dipresentasikan sesuai dengan nomor kelompok yang di dapat. Terdapat 12 kelompok dengan 12 bab yang akan kita pelajari setiap minggunya. Presentasi dimulai pada minggu ketiga, untuk minggu yang kedua akan diisi oleh beliau sebagai materi awal untuk kami. Saya sudah tidak sabar menunggu hari senin datang kembali dan bertemu dengan bapak Adib yang selalu bersemangat dalam memberi kami pengetahuan tentang Kewarganegaraan.” 1. Nilai Resume–Narasi Individual, nomor dan anggota kelompok dan topik. GENAP(2016_2017)_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-1.1 New   2. RPS 2016 edit final mk PKn Maret 2017 PLUS Sub Topik Kelompok   3. GENAP(2016_2017)_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-1.1 New Narasi Tugas Kelompok I PLUS Sistematika Penulisan Makalah dan Kriteria Penilaian 4. More...
Pada hari Senin, tanggal 27 Februari 2017 adalah hari pertama kuliah di semester 2 ini, jadwal yang saya dapatkan di hari senin pagi ini adalah mata kuliah kewarganegaraan, dimana saya harus ke kampus B dan menuju ke Pusat Bahasa untuk mengikuti mata kuliah ini karena saya dari Fakultas Kesehatan Masyarakat yang setiap harinya berada di Kampus C. Saya sengaja berangkat lebih awal untuk menuju ke Kampus B karena takut terjebak macet dan terlambat untuk mengikuti mata kuliah ini, syukurlah sesampainya di Pusat Bahasa masih banyak waktu hingga jam kuliah pertama dimulai.

            Saya memilih kelas kewarganegaraan A1.1 yang berada di ruang Ir.Soekarno lantai 2 Pusat Bahasa yang difasilitatori oleh Dosen Dr.H.Moh.Adib, Drs, MA dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga. Semua teman saya asyik berbincang-bincang, bercanda, tertawa dan berbagi cerita tentang keseruan liburan mereka masing-masing tanpa kita sadari Bapak Adib telah memasuki ruang kelas kami, kelas seketika menjadi hening dan tegang. Saya memperhatikan seisi kelas mereka tampak melihat jam tangan mereka masing-masing, waktu masih menunjukan pukul 06.45 WIB namun pak Adib telah memasuki ruangan dan menulis nama beliau serta apa saja yang akan dibahas hari ini di papan tulis. Bapak Adib adalah dosen yang sangat menghargai waktu karena tepat pukul 07.15 beliau memimpin untuk open ceremony, dimana kita dipimpin untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mengheningkan cipta, dan Mars Universitas Airlangga.

            Open ceremony telah berlangsung dengan sangat khidmat kami semua serasa kembali di beberapa tahun yang lalu saat kami upacara bendera setiap hari senin saat kami masih duduk di bangku sekolah. Setelah itu dilanjutkan Pak Adib menjelaskan tulisan yang ada di papan tulis, mulai dari capaian pembelajaran, evaluasi, referensi dan beberapa kata kunci. Kata kunci inilah yang membuat saya tertarik mengikuti setiap menit waktu yang berlalu. Kata kunci yang disampaikan Bapak Adib yaitu memantapkan karakter bangsa, positif thinking, antusias, semangat, dan disiplin. Semangat, sikap yang telah dicontohkan pak adib dari awal hingga akhir mata kuliah kewarganegaraan. Dengan semua jargon yang beliau berikan kepada kami membuat suasana kelas menjadi hidup dan menyenangkan. Antusias dan semangat dari kami lah yang ingin beliau tanamkan pada diri kami, antusias dalam berbagai hal yang positif dan mampu memantapkan karakter bangsa. Sebagai pemuda penerus bangsa kami harus mempunyai karakter yang mampu membangun bangsa kita tercinta ini, salah satu contoh kecil yang dapat kita lakukan ialah dengan melakukan kata kunci yang terakhir yaitu disiplin, disiplin dalam berbagai hal seperti disiplin waktu, contoh nyata yang dapat kita aplikasikan yaitu datang sebelum pukul 07.00 WIB dan tepat waktu dalam mengumpulkan tugas. Seperti yang dicontohkan Pak Adib bahwa saat kita sudah membeli tiket kereta ataupun pesawat dengan jadwal yang telah ditentukan dan kita terlambat datang maka kita akan ditinggal berapapun harga tiket itu, tidak akan ada bedanya. Contoh kecil inilah yang membuat pikiran saya terbuka hal yang terkadang tidak kita hiraukan tetapi menyimpan pembelajaran yang penting untuk melatih kita untuk disiplin dan lebih menghargai waktu.

            Jargon yang beliau contohkan kepada kami selalu dapat memecah suasana kelas dan membuat kami bersemangat kembali, “tangguh tak mudah menyerah” adalah salah satu contoh dari beberspa jargon andalan pak Adib, memberi kami pesan untuk menjadi pemuda yang tak mudah menyerah selalu bersemangat dan tangguh. Setelah beliau banyak memberi pesan dan memberi semangat kepada kami, beliau kemudian menyebutkan bab yang akan kita pelajari dalam 14 kali tatap muka, setiap bab akan didiskusikan oleh setiap kelompok dan dipresentasikan sesuai dengan nomor kelompok yang di dapat. Terdapat 12 kelompok dengan 12 bab yang akan kita pelajari setiap minggunya. Presentasi dimulai pada minggu ketiga, untuk minggu yang kedua akan diisi oleh beliau sebagai materi awal untuk kami. Saya sudah tidak sabar menunggu hari senin datang kembali dan bertemu dengan bapak Adib yang selalu bersemangat dalam memberi kami pengetahuan tentang Kewarganegaraan.***


February 1st, 2017 at 7:38 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Organic and Composs

Organic and Composter-1 by Dr. Moh. Adib, MA.Daur Kompos dan Tanaman Organik. Dedaunan organik pasca produksi NasBak dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam Tong Sampah Komposter yang hasil Pupuk Cair dan Kompos nya untuk pupuk tanaman di “Taman Ilmu” Tira Medayu Regency Kel. Med. Ayu Kec. Rungkut Surabaya.  #MenyongsongProduksiNasbakYangKe-2500.


November 29th, 2016 at 11:17 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Oleh Lestari Dyah Ningtyas (071611133038), Anis Budi Utami (071611133007), Siti Aisyah (071611133028), Tryana Rachmadani (071611133010). Dosen Pembibing: Dr.Drs.H.Moh.Adib, MA. Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Pagi yang besemangat tepatnya hari senin tanggal 28 November 2016 pada pekan ke 11 pada pembelajaran mata kuliah kewarganegaraan di ruang KI Hajar Dewantara dengan dosen pembibing Bapak Drs.Moh Adib,MA. Pada pekan ini materi yang disampaikan ialah tentang “Integrasi Nasional”. Persatuan dan kesatuan yang terbentuk untuk bangsa yang cerdas dan bermoral mulia yang menjadikan Indonesia semakin maju, tangguh, dan kuat. Pluralisasi, Asimilasi, Akulturasi merupakan strategi dalam pemenuhan integrasi nasional. Sikap acuh dan toleransi merupakan sekumpulan hal yang dibahas pada resume ini. Yang memfokuskan pada ” Integrasi Nasional Sebagai Wujud Terciptanya Kejayaan Nasional”. 1. GANJIL(2016_2017)_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-1.1 new 18 September 2016 NILAI KELOMPOK 29 Nop 2016  2.  AN-16 Kelompok 4 Integrasi Nasional Sebagai Wujud Terciptanya Kejayaan Nasional

Continue Reading »


November 18th, 2016 at 7:40 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Oleh: Kelompok 8B: Anandya Ayunda Gaviota (101611535008) FKM, Aghisni Isfiya (101611535002) FKM, Cahaya Cristina Juwita Panjaitan (061611535011) FKH, Trima Weliyani (061611636005) FKH, Zehansyah Algifah Pasha (061611535010) FKH. “…..Dengan adanya materi kuliah yang didapat hari membuat wawasan pikiran bertambah karena  materi nya tentang ketahanan nasional. Banyak yang dapat kita ketahui bahwa dari dahulu Indonesia ini banyak diserbu oleh bangsa barat, baik dari sektor budaya, iptek, serta bahasa. Jaman sekarang Indonesia juga dilanda konflik yaitu konflik gafatar maupun ISIS yang katanya sudah bermukim diwilayah Indonesia. Namun TNI dan POLRI serta masyarakat tidak akan lelah guna melindungi segenap jiwa dan raga. Menteri kelautan bu Susi juga sudah  mencanangkan kapal asing yang memasuki perairan Indonesia guna mencuri sumber daya alam yang ada disana akan dikenakan sanksi dan kapalnya akan dihancurkan. Begitu banyaknya yang ingin merebut kekayaan Indonesia dengan percuma. Terbukti bahwa Indonesia merupakan surga  dunia. …… Dengan pengetahuan yang didapat pada hari ini dalam mata kuliah Kewarganegaraan diharapkan dapat menjadi pemersatu bangsa dan generasi muda Indonesia dapat menjadi penerus bangsa yang tangguh dan tidak pantang menyerah serta dapat menyadarkan, mencerdaskan dan juga mencerahkan masyarakat agar menjadi Indonesia yang lebih baik.” Menjaga Wawasan Nusantara Dengan Menerapkan Ketahanan Nasional Berdasarkan Karakter Generasi Muda Yang Cerdas Dan Bermoral Mulia Continue Reading »


November 8th, 2016 at 4:14 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Oleh: Kelompok 2. UMI ZAHRO’ 071611133023, Irma Wati 071611133034, Ulpa Jinatul Janah 071611133014, Sri Ayu Dinda Lestari 071611133013. Pada tanggal 7 November 2016, kami memulai pelajaran dengan matakuliah kewarganegaraan dengan dosen kami yang bernama Dr. Drs., H. Moh.Adib MA. Alangkah besar semangat dosen kami untuk mengobarkan semangat untuk kami para mahasiswa dipagi hari itu. Selain itu adanya jargon-jargon yang sangat meningkatkan level semangat yang semula berada dititik rendah menjadi titik tertinggi dan berubah menjadi keceriaan yang pada saat itu berada diruangan kelas. Pak Adib ini merupakan dosen yang selalu on time dalam memulai perkuliahan. Tepat pukul 07.15 open cermony mulai berlangsung yang dipimpin oleh kelompok 6 sebagai rasa cinta terhadap Negara Indonesia dan Universitas Airlangga. Setelah itu, dilanjutkan dengan penyampaian materi yang membahas mengenai Negara Hukum dan HAM. 1. PEMANTAPAN KARAKTER BANGSA YANG BERMORAL MULIA dalam Tertib Hukum dan HAM  2. Nilai Narasi KLP sampai 7 Nopember 2016 GANJIL(2016_2017)_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-1.1 new 18 September 2016  3.

Continue Reading »


October 7th, 2016 at 5:59 am
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Jatidiri and Characters

Foto Ekspresi Mahasiswa PDD Banyuwangi pada 2016-10-07 saat pembelajaran di dalam kelas.PdfOleh: Ulviana Dewi Kumalasari / 5012 /.  “……Dapat disimpulkan bahwa satu aspek yang terpenting dalam kehidupan ini adalah MORAL. Moral yang baik dan beradab. Karena manusia yang tak bermoral, layaknya seperti binatang bahkan lebih buruk. Sebagai generasi penerus, calon pemimpin di masa yang akan datang, mari kita bekali diri kita dengan moral yang baik. Jadilah Presiden yang bermoral, dokter yang bermoral, guru yang bermoral. Agar Negara Indonesia ini bisa lebih maju. Jika kita sebagai generasi penerus tidak bisa memiliki moral yang baik, MAU DIBAWA KEMANA MASA DEPAN NEGARA INI ? Saya yakin Indonesia BISA LEBIH BAIK.” “…Hari ini tanggal 6 Oktober 2016, sekitar pukul 09.00 WIB saya ada mata kuliah kewarganegaraan di kampus UNAIR PDD BANYUWANGI. Dosen yang mengajar adalah DR.DRS.H.Moh Adib,MA. Saya baru pertama kali diajar mata kuliah Kewarganegaraan oleh pak Adib. Ternyata sangat seru sekali diajar oleh Pak Adib. Dalam mengajar beliau banyak memberikan jargon yang sangat spektakuler dan itu sangat menggugah semangat saya dan teman – teman dalam belajar di kelas. Salah satu jargonnya adalah 3M , yaitu menyadarkan, mencerdaskan, dan mencerahkan. Di sini yang pertama adalah Menyadarkan. Kita sebagai mahasiswa harus menumbuhkan rasa kesadaran diri untuk cinta tanah air dan  bangga terhadap Indonesia.” “….Satu lagi ilmu dari Pak Adib yang sangat bermanfaat. Kebanyakan orang – orang salah menyebut konstitusi Negara ini dengan UUD 1945. Padahal setelah di amandemen , konstitusi Negara Indonesia adalah UUD NRI 1945. Mulai sekarang saya tidak akan salah sebut lagi.” 1. PDD BWI, Mewujudkan Indonesia Lebih Baik dengan Excellent With Morality 2.Topik KLP dan Anggota GANJIL(2016_2017)_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A- BWI 6 Oktober 2016 ” 3. GANJIL(2016_2017)_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A- PDD-BWI Jumat 7 Oktober 2016 Nilai Tugas Individual.PDF Continue Reading »


September 9th, 2016 at 2:43 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Kuliah Perdana PKn Semerter Gasal 2016-2017 Senin Jam 07.00-08.40 tgl 5 Septermber 2016 Ruang Ki Hajar DewantoroOleh: Tryana Rachmadani NIM:  071611133010. Universitas Airlangga. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Ilmu Administrasi Negara. “…Saya cukup antusias dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan ini, karena di dalam mata kuliah ini saya dapat mengasah kemampuan saya untuk mengenal mengenai kebangsaan lebih dalam agar dapat mengembangkan rasa cinta tanah air. Hal ini dibuktikan pada saat awal pembelajaran dimulai yang dibimbing oleh Dr. Drs. H. Mohammad Adib. MA.,  dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta serta kami juga menyanyikan lagu Hymne Airlangga sebagai penguatan identitas civitas akademika Universitas Airlangga. Selain itu kami juga dibimbing mengenai pengembangan karakter, antusias, mantap, disiplin serta tangguh tak pernah mengeluh. Dari ke-5 kata kunci tersebut mampu mengembangkan kepribadian individu dalam bertindak sesuai norma yang berlaku.” 1. Nilai Narasi Individual GANJIL(2016_2017)_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-1.1 2. Sebelas Kelompok, Anggota, Topik, dan 13 Kriteria Penilaian GANJIL(2016_2017)_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-1.1.  3.Sebelas Kelompok, Anggota, Topik, dan 13 Kriteria Penilaian GANJIL(2016_2017)_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-1.1.  4. GBPP PKN SOFTSKILLS Genap 2015-2016 

Continue Reading »


June 8th, 2016 at 2:02 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Adib dan Keluarga di Kilometer 0 INDONESIA Sabang pada  2 Juni 2016Kilometer O INDONESIA di SABANG, Pulau Weh, Provinsi Aceh: bersama anak-anak, cucu-cucu, mamanya anak-anak, yang juga YangTi nya cucu-cucu ku, pada tanggal 2 Mei 2016, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.


May 17th, 2016 at 8:33 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan Mewujudkan Indonesia yang Bekerja Nyata dan Berkarakter Cerdas Bermoral MuliaPenerbangan Melintasi Bumi Cakrawala Indonesia Oleh Kelompok 10A: Rizky Intan T.D. 101511133014; IKM Millatul Hanifiyah, 071511333027, IP Atiya Thifal Rofifa  101511133197 IKM, Wiranto Adi W. 101511133058 IKM.  “Dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulau-pulau sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia… Indonesia tanah airku, aku berjanji padamu, menjunjung tanah airku, tanah airku Indonesia…” Lagu tersebut sempat bergaung di penerbangan Ir. Soekarno. Ya, hal tersebut karena pada hari ini, pesawat ini akan terbang melintasi seluruh cakrawala Indonesia. Mulai dari kota paling barat yaitu kota Sabang hingga bagian Indonesia yang paling Timur, Merauke yang dipandu oleh dosen inspiratory kami, Bapak Adib. Continue Reading »


May 5th, 2016 at 11:03 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Lima Pulau Terlampau dalam Emat HariPulau Jawa (Kota Surabaya), Batam (Kota Batam), Sumatra (Kota Medan dan Banda Aceh), Weh (Kota Sabang), dan Pulau Rubiah dalam empat hari sejak Sabtu pekan terakhir, telah kami tapaki beserta keluarga–anak-anak, cucu-cucu, mamanya anak-anak, yang juga Yangtinya Cucu-cucuku. Pada Selasa, 3 Mei, kami sampai di Pulau Rubiah (tampak Pulau Weh di latar belakang). Pantai pulau Rubiah nan indah, juga wisata snorklingnya, memungkinkan kita menyelam dan berenang bersama puluhan ikan karang yang berwarna-warni. Begitu pula dengan kuliner Sate Guritanya, yang spesial, semakin menambah pesona dan daya pikat para pelancong di nusantara.

Lima pulau tersebut merupakan bagian dari tiga belas ribu lebih dari pulau-pulau di Indonesia. Pada ketiga, kami sampai di Pulau Weh Kota Sabang, tepat pada  2 Mei 2016, yang juga bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Lima pulau tersebut adalah dagian dari Indonesia yang diri atas 13.466 pulau besar dan kecil. Terbayang dalam benakku belasan ribu pulau yang berjajar dari Sabang di sebelah barat sampai Meraoke di sebelah timur, dan dari Miangas di sebelah utara dan Pulau Rote di sebelah selatan.  

Jika saja kita melanjutkan perjalanan untuk menjelajahinya, perlu 37 tahun, saat kita tinggal satu hari saja pada setiap pulaunya. Jarak dari Sabang sampai Meraoke mencapai 5.202 KM, jarak yang setara dapat ditempuh antara kota London (Inggris) dan Tehran (di Iran) Iran sejauh 5428 KM. Jarak tersebut, melintasi sepuluh negara: Jerman, Prancis, Itali, Austria, Crowasia, Romania, Serbia, Bulgaria, Tourkey, Irak dan Iran. Sungguh, Indonesia merupakan Negara besar, yang memperoleh predikat sebagai Negara kepulauan terbesar di dunia.