More than Just Nation and Character Building
December 30th, 2009 at 8:43 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Multyculture, Philosophy

des-09-2.jpg

 “Sangat disayangkan, kegiatan ilmiah dengan tema yang sangat menarik ini, rendah peminat.” Kata seorang penanggap pada kesempatan tanya jawab pada acara bedah buku dan seminar dengan thema “Tantangan Multikulturalisme Indonesia: Dari Radikalisme Menuju Kebangsaan yang dihelat di Ruang Adisukadana Lantai II FISIP Kampus B Universitas Airlanggga. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama LP3JATIM (Lembaga Pembudayaan Pancasila dan Pembangunan Jawa Timur), Himajur Ilmu Politik Universitas Airlangga, dan Penerbit Kanisius. Hadir sebagai pembicara P Hardono Hadi, Ph.D. (dosen Pascasarjana UGM), Airlangga Pribadi, S.Ip. (Dosen Ilmu Politik FISIP Unair), dan Moderator Drs. H. Moh. Adib, MA (Dosen Antropologi Fisip Unair). Dalam acara ini memberikan sambutan pula Dekan FISIP UNAIR (Drs. Basis Susilo, MA.) dan pengurus LP3JATIM (Drs. I Nyoman Naya Sujana, MA.). Smile

Dalam acara ini kesimpulan yang dapat diperoleh antara lainLaughing: (i) Secara internal: multikultur yang ada di Indonesia, sering kali dianggap sebagai tantangan khas bangsa Indonesia. Pengertian multikultur seringkali hanya dilihat dengan penampang horizontal: suku, agama, golongan, kelompok, sejaman. Senyatanya, multikultur vertikal juga sangat menentukan dari zaman ke zaman; (ii) Tantantan multikulturalisme di Indonesia jauh lebih besar daripada sekedar penampang horizontal; Antargenerasi dalam satu budaya, agama, suku, golongan; Modernisme meringkas kegagalan jamannya dan sebelumnya dalam menanggapi multikulturalisme dengan dominasi yang memiskinkan; (iii) Solusinya adalah: Eksklusivisme merupakan pelarian dari ketidaktahuan, ketidakmampuan, dan ketidakmauan untuk mengolah multikulturalisme menjadi kekayaan kepribadian atau budaya. Eksklusivisme bukanlah suaka tempat mencari aman, melainkan pengerdilan diri sampai tidak dapat bernafas, sebab dia hanya bernafas lega kalau semua yang lain binasa.
Continue Reading »


March 25th, 2009 at 10:34 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Multyculture

judul-gotong.pdf


November 16th, 2008 at 9:26 am
Posted by Mohammad Adib in Inspirations, Jatidiri and Characters, Multyculture

Tidak ada yang tidak mungkin terjadi, di kolong langit ini. Tidak ada yang tidak berubah, kecuali perubahan itu sendiri. Teori dan atau tesis ilmu pengetahuan pun tidak ada yang permanen. Perubahan terus terjadi. To apeiron, kata Filsuf Yunani, Herachlitos, puluhan abad yang lalu. Kini dunia telah terbelalak.

Banyak orang sulit menolak, saat dunia akademik disuguhkan data bahwa ras-ras yang unggul hanyal pada ras-ras tertentu. Misalnya ras bangsa aria di Jerman adalah yang unggul, karenanya harus memperileh legitimasi dari ilmu pengetahuan. Akibatnya pula tak seorangpun berani menolak, bahwa suku bangsa tersebut yang boleh menguasai ekonomi dan politik suatu bangsa.

Memasuki akhir dekade pertama abad dua puluh satu ini, teori dan tesis tersebut, telah terbantahkan, saat bukti baru menunjukkan: ternyata keturunan bangsa kulit hitam, yang selama ini dijadikan bangsa dengan rangking kesekian ratus, di pentas dunia, telah mantahbiskan dirinya menjadi orang nomor satu di negara Paman Sam yakni Barack Heusein Obama (47 tahun), alahir di Hawaii, 4 Agustus 1961, ayah: kulit hitam Kenya, ibu: kulit putih, Kansas, AS.

Tidak itu saja, lihat data berikut: (i) Tiger Wood, Juara Pertama 12 Gand Slam: ayah kulit hitam, ibu: thailand dan Tiongkok; (ii) Lewis Hemilton, Juara Pertama Race F-1 ayah: kulit hitam Karibia, ibu: kulit putih Inggris; (iii) Helle Berry, aktris, peraih Oscar Pertama, ayah: kulit hitam AS, ibu: kulitputih AS; (iv) Thedore Walcott, Striker Bintang Timnas Inggris, ayah: kulit hitam Jamaika, ibu: kulit putih Inggris.

Continue Reading »


November 9th, 2008 at 5:04 pm
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura, Inspirations, Multyculture

Pembelajaran multikultural, satu lagi, telah dilakukan di Madura, kali ini di Kabupaten Sampang. Tepatnya, dilaksanakan di  SMAN 1 Torjun, SMPN 1 Ketapang, SMPN 1 Camplong, SMPN 1 Sampang, dan Ponpes Darus Sahid Sampang. Di sekolahan ini dihadiri sejumlah 36 orang pelajar asing  dari Mountainview International Christian School Salatiga, Jawa Tengah. Tujuannya? Untuk saling berbagi pengalaman.

Pengakuan para pelajar asing itu, sebagaimana dituturkan pembinanya, Maria dengan tersenyum,” Anak-anak sangat senang dengan sambutan para pelajar Madura. Mereka semua sangat ramah. Itu membuat kami siap mengagendakan kunjungan ini setiap tahun”.

Sementara Kepala SMPN 1 Sampang M. Roib melalui salah satu guru Bahasa Inggris Dina Wijileng Rahayu mengungkapkan, kunjungan pelajar asing ini merupakan hal yang sangat istimewa. Sebab, antarsiswa bisa saling mengenal dan bertukar cerita serta pengalaman masing-masing. “Momentum ini sangat berharga bagi siswa kami. Mereka mendapat kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat, baik tentang perkembangan sekolah maupun budaya asing,” ujar Dina singkat.

Berbagi Cerita dengan Pelajar Bule.pdf


November 4th, 2008 at 4:06 pm
Posted by Mohammad Adib in Multyculture

Dalam rangka peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda, Dies Natalis Universitas Airlangga ke-54, dan akhir kuliah sebelum UTS semester gasal 2008/2009, Ditjen Kesbangpol, FISIP UA dan LP3JATIM, menyelenggarakan Studium Generale dengan tema: ”Kehiduan Multikultural, Etnisitas, Gaya Hidup dan Solidaritas Sosial Terbuka” yang dilaksanakan pada: Hari/tanggal : Jumat, 24 Oktober 2008, bertempat di Auditorium Gedung C Lantai III, FISIP Universitas Airlangga, Jl. Airlangga Surabaya, pada jam Waktu : 13.30-16.45.

Acara tersebut menghadirkan pembicara (i)  Prof. Dr. Warsono, MS. (FIS UNESA; (ii) Prof. Dr. Phillip K. Wijaya, (FLA); dan moderator: Drs. I Nyoman Naya Sudjana, M.A. (Dosen Fisip Universitas Airlangga) dan diberikan sambutan dan pembukaan oleh Sekretaris Universitas Airlangga Prof. Dr. Imam Mustofa, MS. Drh.

Studium Generale Gasal 2008-229.jpg


October 12th, 2008 at 11:47 am
Posted by Mohammad Adib in Multyculture

Jawa Pos [ Sabtu, 11 Oktober 2008 ]
Harmonis dengan Silaturahmi Antaretnis

SURABAYA - Bersanding dengan harmonis di tengah beragam perbedaan. Itulah hal indah yang ingin diwujudkan oleh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) Jatim, Yayasan Margo Utomo, dan Perkumpulan Marga Hoang Jatim. Berbekal misi tersebut, mereka mengadakan acara halalbihalal lintas etnis dan agama di Fu Yuan Palace Restaurant, MEX Building, Kamis malam (9/10).
Continue Reading »


September 19th, 2008 at 8:43 am
Posted by Mohammad Adib in Multyculture

[ Jum’at, 19 September 2008 ]

Tak Berani Menolak Lamaran Ketiga

Soetjipto, Pendeta Tertua Sinode Jatim

Seorang pria terlihat duduk di sofa. Rambutnya telah memutih. Saat memasuki rumahnya yang adem, pria tersebut langsung tersenyum. “Sini duduk,” katanya mempersilakan. Pria bernama Soetjipto itu lantas menceritakan kisahnya hingga menjadi pendeta seperti sekarang.

Continue Reading »


September 19th, 2008 at 8:34 am
Posted by Mohammad Adib in Multyculture

http://www.surabayapost.info/detail.php?cat=0&id=44767


September 10th, 2008 at 10:29 am
Posted by Mohammad Adib in Multyculture

Obama, Johnson, dan Politik Ras
Rabu, 10 September 2008 | 00:47 WIB
R William Liddle

Sebagai seorang liberal dan Demokrat, saya kagum sekali saat mendengarkan pidato Barack Obama saat dia menerima pencalonannya sebagai presiden Amerika Serikat dalam konvensi partai minggu lalu. Dia tekankan janji utamanya: Change we can believe in, perubahan yang bisa kita yakini.
Continue Reading »