More than Just Nation and Character Building
November 5th, 2013 at 9:48 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

Oleh: Levi Nur Cahyani (121311433049) FAKULTAS Ilmu Budaya, PRODI: Ilmu Sejarah UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2013. “….Menyaksikan secara langsung, berbaur langsung dengan masyarakat suku tengger, berinteraksi, bercenkrama, bertanya-tanya semua menjadikan kami semakin antusias dalam beragamnya kebudayaan dalam bangsa ini. Sungguh agung yang Maha Menciptakan menjadikan kami semua saudara sebangsa, menjadikan kami semua hidup rukun dengan selarasnya waktu yang semakin lapuk akan jaman-jaman perubahan. Memberikan kebudayaan yang bernilai dalam setiap dentuman nafas kehidupan, seolah cita, cinta mengalir secara bersama meski terkadang perselisihan menghiasi langkah kehidupan.”
Pengalaman menegangkan nyaris tak bisa terlupakan seakan membuat jantung berdegup semakin kencang dan semua di mulai dari penulisan esay dengan tema kerukunan umat beragama sebagai syarat kompetisi mengikuti study excursie yang di adakan oleh panitia universitas airlangga. Berawal dari tulisan yang di kirimkan ke semua alamat email ini dirmawa2013@gmail.com, kemahasiswaan@unair.ac.id, dan excursie.unair2013@gmail.com maka hari-hari terasa risau untuk menunggu pengumaman penerimaan peserta mahasiswa-mahasiswi study excursie kala itu. Continue Reading »


November 5th, 2013 at 9:13 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

Oleh: Silvia Rani A (061311133008), Fakultas Kedokteran Hewan. “…Bapak yanto juga menceritakan bahwa meski di suku tengger terdapat 3 agama yang berbeda namun mereka saling gotong royong satu sama lain. Jika ada hari raya keagamaan maka meskipun tidak mempercayai keyakinan yang sama namun mereka turut merayakan acara hari raya tersebut namun mereka tetap berkeyakinan dalam keyakinan yang mereka yakini. Ramah, baik, toleransi, dan saling tolong menolong terjadi disetiap hari dalam kehidupan suku ini. Saya sangat kagum dengan rasa kepedulian mereka satu sama lain. Orang lain mereka anggap keluarga, mereka sangat suka menerima tamu yang datang kerumahnya.” “…pengalaman yang dapat kita ambil dari kehidupan mereka juga sangat cocok bila kita terapkan dalam kehidupan kita sehari – hari karena pada dasarya manusia adalah makhluk sosial yang juga membutuhkan orang lain. Saya yakin bila bangsa kita dapat benar – benar menyatu seperti itu kita tidak akan mudah terpecah belah meski negara Indonesia tersebar dari beribu – ribu pulau. Hal ini sangat positif bagi kita dan menjadikan Indonesia jauh lebih baik dari sebelumnya…” “Dengan perasaan yang sangat senang karena saya merasa beruntung sempat menjadi keluarga suku tengger meski hanya dalam waktu 2 hari. Kesan dan pesan saya adalah saya sangat merasa kagum dan takjub dengan kerukunan hidup berbeda agama dalam kehidupan sehari – hari suku tengger. Pesan saya , saya berharap kebudayaan suku tengger dapat dijadikan salah satu objek wisata karena dari kehidupan mereka kita dapat memetik pengalaman tentang kebersamaan dan kekeluargaan. Dan yang terpenting adalah dapat menghormati satu sama lain meski berbeda keyakinan. Saling tolong menolong satu sama lain dan bersatu seperti symbol dasar Negara kita yaitu Bhineka Tunggal Ika.” Continue Reading »


November 5th, 2013 at 8:41 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

Oleh: Tri Edith.S.Doyapo (Kelas:Ikm C 2013), Fakultas:Kesehatan Masyarakat. “…Pada saat kami menginap di salah satu rumah warga di desa tersebut,kami sangat terkejut malihat seorang wanita yang kira-kira berusia 60 tahun memakai kerudung dan masuk ke dalam tempat tinggal kami dan pada saat kami mewawancarai wanita tersebut ternyata Beragama kristen dan kami bertanya kepada nya mengapa ibu memakai kerudung??????” “….Dan ibu itu menjawab bahwa tidak ada yang mearang seorang kristen memakai jilbab/kerudung, karena kami semua bersaudara, dan pakaiyan bukan suatu hal yang di pakai untuk membedakan seseorang atau mencari musuh, dan kata ibu itu lagi kalau di desa tersebut tidak masalah kalau orang yang bukan beragama muslim memakai jilbab/kerudung karena masyarakat di desa tersebut sanga rukun.dan mulai saat itu saya percaya bahwa desa Tosari memang Pantas di sebut Desa PANCASILA, karena mereka sangat menjaga kerukunan beragama mereka” “….karena menurut saya tidak desa lain yang di sebut desa PANCASILA hanya desa Tosari semata yang di sebut Desa PANCASILA.dan akan dari itu harapan saya Buat Desa-desa lain yang masih sering Konflik karena masalah Agama mulai dari sekarang hentikan semua Konflik Agama. Karena Hal itu sangat membantu pembentukan Nilai Religius Negara kita yang masih terus berkonflik akibat Agama, dan terjadi pembunuhan di mana-mana Akibat Konflik Agama.” Continue Reading »


November 5th, 2013 at 7:48 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

Oleh: Lutfi Ardiana (FKH/3071). “…Perbedaan yang tumbuh dengan rasa tenggang rasa tinggi dan saling menghormati seperti di Tengger harusnya bisa menjadi sebuah contoh yang baik bagi kita utamanya bangsa indonesia. Kita sebagai negara kepulauan yang kaya akan pulau, penduduk dan suku bangsa serta adat istiadat tidak seharusnya mudah terpecah belah hanya karena perbedaan. Kita hidup di negri ini diantara perbedaan dan kemajemukan yang begitu banyak sehingga perlu adanya penanaman pengertian dari setiap orang bahwa perbedaan itu yang akan menjadikan kita bangsa yang kuat dan besar dimata dunia.” “…Jadi mulai sekarang mari kita hilangkan keegoisan yang tumbuh pada diri kita, kita tingkatkan rasa saling menghormati dan kita satukan visi kita untuk menjadikan Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata oleh negara-negara lain. Kita buktikan bahwa indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan dan masyarkatnya bisa hidup damai dalam kemajemukan.” Continue Reading »


November 4th, 2013 at 7:42 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

Oleh: Lisa Fitria Ningrum (101311133151), Fakultas Kesehatan Masyarakat. “….Rasa haru dan bahagia berbaur menjadi satu ketika nama saya tercantum dalam daftar peserta Study Exursie 2013 di kabupaten Pasuruan. Namun disisi lain kebimbangan menyelimuti benak saya karena kegiatan ini bertepatan dengan acara vital di fakultas saya (FKM) yang juga hanya diadakan sekali dalam seumur hidup. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan saya memilih mengikuti Study Exursie di kabupaten Pasuruan.” “…..Serangkaian acara dalam pembukaan Upacara Karo tersebut menandakan berakhirnya perjalanan kami di kabupaten Pasuruan. Walau hanya satu malam dua hari, perjalanan ini memberikan sejuta pengalaman yang tak akan terlupakan dalam hidup saya. Perjalanan singkat ini menuai cerita panjang yang sulit diuraikan hanya dengan sepenggal kata-kata. Perjalanan yang memberikan pengetahuan baru bagi saya yang sebelumnya tidak pernah tahu menahu mengenai salah satu budaya Indonesia ini, perjalanan yang memberikan pelajaran mendalam tentang betapa indahnya hidup dalam perbedaan dengan menjunjung tinggi rasa toleransi dan saling menghargai serta yang paling utama adalah wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa……” Continue Reading »


November 4th, 2013 at 6:11 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

Eka Nur Fitriani/081311433037 /FST. “…..Pengalaman yang spektakuler dan penuh kekaguman ini merupakan suatu anugrah buat saya. Bagaimana tidak ? saya bisa mengunjungi sebuh tempat yang begitu menakjubkan, tempat dimana terdapat sebuah cinta keharmonisan yang luar biasa yaitu desa pancasila di Tengger Pasuruan. Thanks for study excursie 2013. Saya juga berterimakasih buat kelompok saya yang memberi kesempatan untuk saya mengikuti perjalanan excellent tanpa batas ini.” “….Dan perbedaan itu bisa terjadi pada semua sisi kehidupan, termasuk prinsip atau profesi. Karena itulah, seharusnya perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, justru seharusnya menjadi sumber kekuatan. Yang dibutuhkan dari kita adalah rasa saling menghargai , saling membutuhkan satu sama lain. Seandainya semua jadi penjual, siapa yang akan membeli ?? Penjual butuh pembeli dan seballiknya pembelipun butuh pedagang.” “…Keesokan harinya, kami menyempatkan untuk jalan-jalan di Desa Tosari. Selama perjalanan kami melewati rumah-penduduk dan mereka menyapa kami dengan hangat. Senang sekali rasanya. Benar-benar, pengabdian untuk masyarakat itu harus ada. Setelah itu kami juga membatu ibu Ida memasak mie. Lalu kami menikmati sarapan yang super lezat. Sebelum kami meninggalkan rumah ini kami berkesempatan untuk berfoto. Saat foto saya merasa bangga sekali Indonesia mempunyai suku Tengger ini. ” “…Pukul 11.30 akhirnya kami harus bersiap meninggalkan desa Tosari. Desa Pancasila yang mempunyai berjuta keindahan dan keharmonisan yang dapat dibagikan bagi masyarakat lain. Sedih rasanya harus meninggalkan tempat penuh penghargaan, kerukunan dan keharmonisan ini. Inilah tempat sebenarnya untuk menjadi cermin kita bahwa perbedaan itu harmonis..” “…Kita sebagai mahasiswa Universitas Airlangga harus dapat mengamalkan apa yang sudah kita dapat dari kegiatan study excursie ini. Dan tetap menanamkan dan mengamalkan “excellent wint morality”. Bukan hanya diucap tapi kita lakukan.” Continue Reading »


November 4th, 2013 at 5:34 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

Oleh: Kartika Octa (kartikaocta99@yahoo.co.id). “….Sungguh tak pernah terbayangkan sebelumnya, jika saya akan merasakan pengalaman yang tak terlupakan ini. Mempelajari kehidupan dari aspek perbedaan agama dan budaya. Inilah yang saya dapatkan ketika mengikuti kegiatan “Study Excursie” di kabupaten Pasuruan. Melakukan dialog peradaban lintas agama dan budaya dengan menerapkan kehidupan multicultural dan kerukunan antar umat beragama, Pada Sabtu-Minggu, 19-20 Oktober 2013.” “…..Selama perjalanan saya mendapatkan banyak teman baru dan berbagai hal yang menarik. Saya berkenalan dengan teman-teman dari berbagai fakultas dan mereka berasal dari berbagai daerah. Seperti Batam, Papua, NTT, Padang, dll.kami saling berbagi cerita dan pengalaman mengenai daerah asal kami. Dan dari sini pula saya mendapatkan hal baru, yakni perbedaan kebiasaan, budaya dan agama diantara kami.” “…Ada beberapa perkataan beliau yang begitu membekas dalam ingatan saya, yakni “ada Tuhan pada setiap hembusan nafas kita. Maka saat kita berhenti menghembusakan nafas, hanya jasad kita yang mati bukan jiwa kita. Jiwa kita tetap hidup sehingga Tuhan tidak akan pernah mati”. “…..Inilah kegiatan terakhir kami yang begitu menakjubkan. Sebenarnya masyarakat Tengger menganut tiga agama yang berbeda, yakni Islam, Kristen dan Hindhu baik Hindhu Jawa, Hindhu Bali Maupun Hindhu Tengger. Namun, tak pernah ada masalah dengan perbedaan yang mereka miliki. Justru dengan perbedaan yang ada, membuat kebersamaan mereka semakin terjalin dengan baik. Agaknya kita perlu mencontoh perilaku masyarakat Tengger, yang menjadikan suatu perbedaan menjadi suatu kebudayaan yang layak untuk dilestarikan. Terimakasih Tengger, telah mengajarkan berbagai hal yang begitu berharga.” Continue Reading »


November 4th, 2013 at 5:16 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

Oleh: Indah Yuliyandini - FST Unair – 081311433056. “…..Saya sangat bersyukur bisa mengikuti acara ini. Karena dengan mengikuti acara ini lah saya jadi paham akan pentingnya penerapan multikulturalisme antar umat beragama di dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang notabenenya merupakan masyarakat yang plural.” “…Kalau boleh jujur, sebenarnya saya adalah seseorang yang tidak setuju dengan adanya multikulturalisme antar umat beragama. Karena menurut saya agama adalah suatu keyakinan yang di dalamnya tidak ada toleransi. Seseorang muslim seperti saya tidak sewajarnya membantu, mengizinkan, dan ikut berpartisipasi di setiap hari raya / ritual keagamaan yang dilakukan oleh umat beragama lain seperti yang dicontohkan oleh masyarakat Tengger. Karena menurut saya hal tersebut sama saja dengan membenarkan agama selain Islam. Tapi setelah saya mengamati lebih dalam lagi mengenai penerapan multikulturalisme antar umat beragama di masyarakat Tengger tepatnya di Desa Tosari dan Desa Kletak, pandangan saya pun berubah. Bagaimana bisa? Begini ceritanya…..” “….Maka dari itu sudah seharusnya kita menerapkan multikulturalisme di kehidupan sehari – hari mulai sekarang…..” Continue Reading »


November 4th, 2013 at 4:54 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

Tari Sodor Bambu dan Sabut KelapaOleh: Anisa Pramita (081311433002) FSAINTEK 2013 UNIVERSITAS AIRLANGGA. “…Banyaknya polemik yang menyeret permasalahan multikultural di negeri ini menggerakkan hati petinggi-petinggi Universitas Airlangga untuk meningkatkan kesadaran mahasiswanya akan keragaman budaya yang ada di Indonesia, maka diadakanlah kegiatan Study Excursie…” “…Malam pun tiba, waktunya kami untuk beristirahat, kami tidak tinggal di villa atau cottage tetapi kami tinggal di rumah warga. Syukurlah kedatangan kami disambut dengan sangat ramah, kami diizinkan untuk tinggal semalam. Kami tidak menyia-nyiakan waktu berhharga untuk bercengkrama dengan warga. Saya dan kelompok saya mendapat bagian untuk tinggal dirumah Bapak Agus. Kami bertanya banyak hal tentang kehidupan yang mereka jalani. Ada satu hal yang membuat saya tersentuh ketika saya bertanya mengapa mereka tidak memilih bekerja di kota dengan gaji yang cukup dan semua kebutuhan dapat sangat mudah didapat disana, tetapi dengan lugunya beliau menjawab bahwa ketenangan hidup jauh lebih berharga, beliau merasa lebih bahagia ketika hidup didesa menjadi petani…..” “……Kehidupan masyarakat Tengger yang damai dengan kebudayaan yang beragam patutlah kami mencontohnya seperti bertoleransi, menghargai, gotong royong, serta kebahagiaan yang dapat ditemukan dengan kehidupan yang sederhana. Setelah mengikuti kegiatan ini membuat saya faham bahwa tidak seharusnya permasalahana multikultural terjadi bila kita telah menanamkan dalam jiwa kita akan sikap terpuji para masyarakat tengger.” Continue Reading »


November 1st, 2013 at 9:08 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

StoaOleh: Agung Hari Baskoro, (071311533018), Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Airlangga. ” Di sabtu pagi tanggal 19 oktober 2013 itu, saya dan teman-teman datang di Kampus C Universitas Airlangga untuk memulai perjalanan excellent kami. Kami menandatangani absensi terlebih dahulu untuk mendapatkan sebuah buku panduan serta t-shirt Study Excursie Gratis. Setelah mengenakan t-shirt dan jas almamater kebanggaan Universitas Airlangga, kami mengikuti acara pelepasan oleh Pak Wakil Rektor di depan Gedung Rektorat. Saat itulah kami telah menyatu dengan peserta Study Excursie dari fakultas lainnya. Acara tersebut berlangsung dengan lancar. Setelah itu, perjalanan excellent kami pun dimulai.” Continue Reading »