More than Just Nation and Character Building
October 31st, 2013 at 9:30 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

Aku-Cinta-IndonesiaOleh: Dyah Tri Wulandari/3036/FST. “…Perjalanan luar biasa yang tak terduga ini diawali ketika saya dipercaya oleh teman-teman sekelompok mata kuliah PPKn untuk mewakili mereka dalam mengikuti Study Excursie di Kabupaten Pasuruan. Sejenak saya diam,karena saya tak mengerti apa itu Study Excursie,bagaimana itu Study Excursie yang sebelumnya sama sekali belum pernah saya ikuti. Dan itupun pertama kalinya saya mendengar kata Study Excursie. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam kegiatan tersebut nanti. Dan akhirnya tibalah dimana hari kami mahasiswa Universitas Airlangga dari berbagai fakultas akan diberangkatkan yaitu pada hari Sabtu,19 Oktober 2013. Pagi sekitar pukul 07.30 kami dikumpulkan di depan rektorat Universitas Airlangga untuk Re-registrasi/persiapan dan mengikuti upacara pelepasan / pemberangkatan rombongan Study Excursie oleh Bapak Wakil Rektor I Universitas Airlangga, Prof. Dr. H. Syahrani, Apt.,MS.Kemudian sekitar pukul 09.00 perjalanan luar biasa kami dimulai.” “……Haripun semakin petang dan udaranya semakin dingin mencekam, keluar dari Pendopo Agung,kita menuju ke tempat penginapan, di rumah penduduk Desa Tosari, kedatangan kita disambut dengan keramahan tuan rumah yang luar biasa,tak lupa juga teh hangat dan hidangan makan malam juga ikut menyambut. Kami juga sempat membantu tuan rumah untuk menyiapkan makan malam. Setelah makan malam kami menyempatkan berbincang-bincang dengan beberapa ibu-ibu yang ada di dapur, mereka menceritakan bagaimana kehidupan mereka yang tinggal di antara umat beragama lain. Perbedaan bukanlah sebagai pemisah/halangan bagi mereka untuk menjalin persaudaraan. Kehidupan mereka yang penuh dengan toleransi,kerukunan hingga tidak pernah terjadi konflik antarmereka. Sungguh luar biasa.” Continue Reading »


October 31st, 2013 at 9:09 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

EMAS.jpgOLEH: DESY META ANGGRAINI (061311133025), FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS AIRLANGGA. “….Selanjutnya para peserta lomba Tari Sodoran mulai memasuki Balai Desa, ada 13 kelompok. Mereka adalah perwakilan dari masing-masing dusun di Desa Tosari. Pakaian mereka sederhana namun penuh makna. Satu persatu peserta mulai tampil mereka akan memperebutkan juara. Yang menarik dalam acara ini, tidak hanya orang Hindu yang merayakan. Saya melihat banyak orang Muslim dan Kristen yang ikut berperan. Ada yang sebagai MC, memasak, dll. Terlihat sekali toleransi diantara mereka. Dan yang menarik lagi, para tokoh memakai baju adat Tengger yaitu blangkon dan baju berwarna hitam-hitam. Inilah akhir dari perjalanan saya. Perjalanan yang sangat berkesan bagi saya. Dan sungguh tidak akan terlupakan. Apa yang saya dapatkan dapat menjadi contoh nyata bahwa hidup berdampingan antar umat beragama itu tidak mustahil. Hal ini bisa dilakukan dan sangat indah hasilnya. Bila ada orang yang mengatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia itu sudah rusak, itu salah total. Saya menemukan desa kecil di kaki gunung Bromo yang peradabannya patut kita contoh. Di tengah keadaan yang serba modern, individualis, glamour, gaya Barat,dsb namun mereka masih bisa tetap mempertahankan budayanya. Dan yang terpenting adalah, mereka bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila. Tidak hanya di mulut saja.” Continue Reading »


October 31st, 2013 at 11:44 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

Upacara Pembukaan Hari Raya KaroOleh: Desi Dwi Cahyati (121311233032). UNIVERSITAS AIRLANGGA. Pengalaman spektakuler ini berawal saat salah seorang dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) memberikan informasi tentang kegiatan study excursie. Awalnya saya tidak tertarik dengan kegiatan ini sampai akhirnya ketertarikan saya bermulai saat beberapa teman mengajak saya untuk mengikutinya. Saya mulai membuat essay dengan tema toleransi umat beragama guna menunjang syarat pendaftaran study excursie. Akan tetapi kenyataan pahit pun datang, flashdisk raib beserta file didalamnya termasuk dengan essay yang saya buat. Hari tinggal esok untuk mengumpulkan syarat pendaftaran. Kenyataannya dewi fortuna masih berpegang kepada saya, saya diperkenankan mengikuti study excursie ini dengan syarat pendaftaran yang dapat dikumpulkan setelah acara. Rasa senang tak terkira bercampur semangat memacu langkah saya untuk berpetualang bersama rekan-rekan dari seluruh fakultas Universitas Airlangga. Dan pada akhirnya petualangan saya pun dimulai pada hari Sabtu, 19 Oktober 2013 pukul 08.00 WIB di gedung rektorat kampus C Universitas Airlangga yang sebelumnya secara resmi di lepas oleh Bapak Wakil Rektor I Universitas Airlangga, Prof. Dr. H. Syahrani, Apt.,MS. “…Realita kerukunan masyarakat Tengger khususnya Desa Pancasila, memang patut diacungi jempol. Wujud toleransi antar umat beragamanya sangat hidup. Sikap ramah yang dimiliki mereka juga menambah nilai plus. Seperti ketika saya melakukan observasi dengan keliling perkampungan pada pagi hari. Para warga Tengger mulai anak-anak sampai orangtua saling bertegur sapa meskipun itu orang asing. Menurut penuturan salah seorang warga, mereka senang apabila terdapat tamu (warga asing) yang berkunjung apalagi mencicipi hidangan yang telah disajikan. Menurut mereka hal tersebut menambah ikatan kekeluargaan.” “….Sejumlah tokoh yang menghadiri upacara Karo kali ini, diantaranya Direktur Pencitraan Indonesia dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ratna Suranti, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur Aris Sofiyani dan anggota Komisi X DPR RI, Harbiah.” Continue Reading »


October 24th, 2013 at 4:17 pm
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

Upacara Karo dan Tari Sodor Tengger Kulon Bromo M. Adib Unair 2013-10-20 08.46.42Oleh: WILLY/FKP/1313111333071. “…Saya tidak menyangka dan tidak pernah bermimpi sebelumnya bahwa saya yang hanya seorang biasa bisa mendapat kesempatan yang sangat berharga menjadi rombongan tamu dan disambut di pendopo yang biasanya digunakan untuk menyambut tamu-tamu penting pemerintah kabupaten.” “…tidak seperti saya yang ekspresinya lebih mirip orang ternganga memandangi sesuatu yang amazing. Sungguh peristiwa yang mungkin sulit didapatkan jika saja saya tidak mengikuti acara Study Excursie 2013 ini.” “…Setelah menempuh jarak kurang lebih lima belas kilometer dengan jalan sangat berkelak-kelok dan menukik serta hawa dingin yang mencekam, akhirnya kami sampai juga di pendopo desa Wonokitri. Di tempat ini kami mendapat informasi yang berharga dari para pembicara hebat yang mewakili tiga agama berbeda yang dapat hidup rukun berdampingan di desa Wonokitri dan juga seorang budayawan Tengger. Dari beliau-beliau saya mendapat informasi detil bagaimana cara masyarakat Tengger hidup rukun tanpa adanya pertikaian dengan keberagaman kebudayaan yang mereka miliki, bagaimana asal-usul budaya upacara Karo yang sampai sekarang dapat menunjukkan kegagahannya.” “…Kegiatan yang saya tunggu pun datang, menuju ke rumah warga untuk istirahat dan lebih mengenal warga setempat lebih mendalam. Saya sangat menunggu acara ini karena dengan hidup langsung dengan warga, saya bisa lebih mengenal bagaimana kehidupan mereka secara nyata. Dan saya mendapati, bahwa Pancasila sebagai dasar negara, falsafah hidup, dan ideologi nasional memang terwujud di dalam warga suku Tengger. Sungguh suatu pemandangan yang indah. Dan memang seperti itulah seharusnya warga Indonesia menghayati Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di dalam masyarakat ini saya melihat bagaimana Indonesia menjadi rumah bagi keberagam agama.” “… Tepat pukul dua belas siang kami meninggalkan desa “Pancasila” Tosari ini. Sedih rasanya harus meninggalkan tempat ini. Tempat di mana keberagaman menjadi perekat warganya. Tempat di mana kita dapat belajar menghargai perbedaan yang ada. Tempat yang dapat menjadi contoh bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mewujudkan Pancasila secara nyata.” Continue Reading »


October 26th, 2012 at 10:04 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Philosophy, Study Excursie

Aulia Rachim (011211133099) CMP 2012. International Programme Faculty of Medicine Airlangga University

Abstract

As citizens, our obligations and rights should be balanced to make a prosperity life. If we do more obligations than rights or do more rights than obligations, that would not be good for our life. It would seem unfair for us.

Our obligations, for example like paying taxes, respect others and protect our country. After doing the obligations, we can have our rights, like having the ideal education, medical treatment or speak up about our opinions. But somehow, most of Indonesian citizens still do not get their right as what they should have.

Some people want to speak up about their aspirations in public but others can not really appreciate it and mock them instead of listening to them. This action is one of the example that happens around us in Indonesia and makes no one feels unprotected and unsafe to express themselves.

The purpose of making this paper is to identify what the actual meaning of rights is, identify the problems that happen in our daily life and how we can avoid or even prevent those things.

In this paper, I will explain about how people still do not get their rights to speak up about their opinions and get a punishment instead of get an information for the things that they have spoken up before.

Keywords: Indonesia, rights, obligations, citizens, aspirations, opinions, ideal, education, law, medical, social, life. Continue Reading »


October 20th, 2012 at 7:39 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

OLEH: AHMAD ZAINUL (051211132009) FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA

A. Pengantar

Manusia merupakan makhluk sosial yaitu makhluk yang tercipta dengan berbagai perbedaan dengan maksud untuk bisa saling melengkapi antar sesamanya. Sehingga nantinya akan terjadi hubungan interaksi timbal balik dalam memenuhi kebutuhan bersama. Hal ini, secara tidak langsung akan membentuk tiap-tiap individu memiliki sumbangsih atau peranan dalam suatu kehidupan bermasyarakat.

Seperti yang kita ketahui bersama, negara Indonesia tercinta ini memiliki beragam perbedaan. Dari mulai perbedaan suku, agama sampai ke perbedaan status sosial. Negara kita terdiri dari ribuan pulau. Menurut catatan, di Indonesia terdapat 17.508 pulau. Sebanyak 11.808 pulau (67%) belum diketahui namanya. Jadi yang dikenal namanya baru 33% atau 5.700 pulau. Ada pulau yang besar dan ada juga yang kecil. Pulau - pulau itu membentang dari Sabang sampai Merauke. Karena itu, negara kita disebut negara kepulauan. Mengapa disebut negara kepulauan? Karena negara kita terdiri dari banyak pulau. Banyaknya jumlah pulau menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Akibat keadaan ini masyarakat Indonesia sangat beragam. Continue Reading »


October 20th, 2012 at 7:20 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

http://beta.salzburg.com/jugend/bilder02/musik/cds/harmony.jpgOleh: Nurul Kholifah (101211133013) Fakultas Kesehatan Masyarakat

  1. Pengantar

Manusia merupakan makhluk yang memiliki keinginan untuk menyatu dengn sesamanya serta lingkungan di sekitarnya. Dengan pikiran, naluri, serta perasaannya manusia memberi reaksi dan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan berkesinambungan dalam suatu masyarakat.

Menurut Paul B. Horton dan C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama dalam waktu lama, tinggal di wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok atau kumpulan manusia tersebut. Menurut Soerjono Soekanto salah satu unsur dari masyarakat adalah membentuk aturan hubungan antar anggota masyarakat serta menimbulkan budaya dan keterkaitan antar anggota. Menurut Marion Levy sekumpulan manusia akan menjadi masyarakat jika ada sistem yang menaungi, mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota serta sebagian atau seluruh anggota baru didapat dari kelahiran manusia. Continue Reading »


October 20th, 2012 at 6:32 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

http://img.antaranews.com/new/2012/07/small/20120712lemon2.jpgOLEH: FELISITAS FLORA SAMBE MAMBELA (061211132092), FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

  1. Pengantar

    Why did God create us differently if God only wants to be worshipped in one way?

    That’s why God create Love. So all the differences could be united.

    Negara Indonesia adalah Negara kepulauan yang terdiri dari 17.504 pulau dengan penduduk sekitar 230 juta jiwa. Dengan data ini, tidak perlu diragukan lagi bila Negara Indonesia adalah Negara yang memiliki beragam budaya. Hal ini karena Negara Indonesia terdiri dari 300 kelompok etnis yang memiliki 2100 jenis warisan budaya, seperti bahasa, seni, pakaian, sumber daya alam (SDA), dan lain-lain.

    Dengan adanya keberagaman dalam masyarakat, timbullah berbagai perbedaan yang bisa menimbulkan permasalahan. Bagi individu yang memiliki sikap toleransi yang tinggi, hal ini tidak masalah. Tetapi bagi mereka yang tidak memiliki semangat Pancasila ataupun mereka yang sementara mencari jati dirinya, hal ini bisa saja dijadikan sebagai alasan untuk “mengkotak-kotakkan” kelompok tertentu.

Continue Reading »


October 20th, 2012 at 5:26 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

http://www.sabah.org.my/scwa/LOGO%20scwa.gifOleh : Aisyah Fauziah Anshori (131211132017) Mahasiswa Fakultas Kaperawatan Angatan 2012 Universitas Airlangga

Bangsa Indonesia adalah suatu bangsa yang terdiri dari beranekaragam budaya, bahasa, suku, dan agama. Daerah geografis Indonesia yang terdiri dari kepulauan-kepulauan membuat suatu keberagaman dalam bidang sosial, budaya dan politik masyarakat Indonesia. Karena banyaknya keberagaman inilah yang menjadi latar belakang semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang bhineka. Kebhinekaan masyarakat Indonesia harus tetap dijaga dan ditumbuh-kembangkan agar terwujud persatuan dan kesatuan seluruh bangsa Indonesia sesuai dengan Pancasila sila ke-3. Continue Reading »


October 20th, 2012 at 5:12 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

http://www.kavanaughgallery.com/resources/E_M914550TN.jpgOleh : Hammam Muhammad Alafghani (011211132090) S-1 Pendidikan Dokter UNIVERSITAS AIRLANGGA

Konsep Pokok

Dialog Lintas Agama Dan Budaya, Kebudayaan, Kebhinnekaan, Etnisitas, Gaya Hidup, Dan Solidaritas Sosial Terbuka Lamongan adalah tema yang mendasari Study Excursie ini, oleh karena itu diangkat konsep pokok yaitu bahwa setiap manusia mempunyai karakter tersendiri khususnya dalam bidang etnis, budaya, gaya hidup, dan agama sehingga perbedaan ini mempunyai pengaruh terhadap kerukunan hidup dan persatuan masyarakat yang rumahnya berdampingan ataupun dalam sebuah desa.

Seperti yang akan kita amati dalam Study Excursie ini dimana kita dimaksudkan untuk dapat mencapai pengalaman belajar bagi peserta pembelajaran baik Dosen maupun mahasiswa matakuliah PPKn(Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh MKWU(Mata Kuliah Wajib Universitas) Direktorat Pendidikan Dan Direktorat Kemahasiswaan Universitas Airlangga Di Desa Bulun, Kecamatan Turi,Kabupaten Lamongan yang dikenal dengan desa pancasila karena kemajemukannya dan toleransi yang tinggi terhadap agama lain tanpa membeda-bedakan(rukun) dan harmonis, dan Di Pondok Pesantren “Entrepreneur” Sunan Drajat Di Paciran, Lamongan yang dikenal sebagai pondok pesantren yang cukup sukses di jawa timur karena para santri dan alumninya memiliki semangat entrepreneurship yang tinggi untuk membangun pondok pesantren mereka sehingga sejak dini para santri sudah terlatih untuk berbisnis yang akan berguna di kemudian hari. Continue Reading »