More than Just Nation and Character Building
May 19th, 2014 at 7:53 pm
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics

Oleh: Kelompok 3 PPKn. “……Akan tetapi, meskipun Indonesia memiliki tameng berupa Pancasila, geostrategi sendiri sangat penting peranananya dalam ketahanan nasional. Oleh karenanya, pemanfaatan geostrategi sangat menentukan tercapainya tujuan proklamasi di mana proklamasi sendiri mempunyai makna bukan hanya sebagai alat untuk deklarasi kemerdekaan namun di dalamnya tertulis pula cita-cita negara dan salah satunya adalah  mensejahterakan warga negaranya.”

Masih ingatkah anda dengan peristiwa di mana pulau Sipadan dan Ligitan diperebutkan oleh Malaysia dan Indonesia? Peristiwa tersebut secara teknis berawal pada tahun 1967 saat keduanya menggelar pertemuan yang membahas mengenai hukum laut kedua negara. Ternyata dalam pertemuan tersebut keduanya memasukkan pulau Sipadan dan Ligitan kedalam teritorial negara mereka. Letak pulau Sipadan dan Ligitan ini berada di Selat Makassar dan sempat berada dalam status quo. Namun pengertian status quo sendiri berbeda dalam pandangan kedua negara ini. Indonesia mengartikan bahwa status quo adalah keadaan di mana wilayah tersebut tidak boleh ditempati selama dalam perkara, namun dalam pandangan Malaysia sendiri status quo berarti kekuasaan terhadap wilayah tersebut tetap berada dalam kekuasaan Malaysia sebelum konflik selesai sehingga Malaysia membangun resort di pulau Sipadan.

Mulanya Indonesia ingin menyelesaikan perkara tersebut lewat Dewan Tinggi Asean namun kemudian sepakat untuk menyelesaikannya melalui Mahkamah Internasional dan berakhir dengankekalahan Indonesia pada putusan Mahkamah Internasional tanggal 17 Desember 2002.

Sebenarnya apa yang membuat pulau kecil seperti itu diperebutkan? Apa yang mendasari adanya tindakan perebutan wilayah kekuasaan ini? Semua ini terkait dengan apa yang dinamakan geostrategi. Apa itu geostrategi? Pada mata kuliah PPKn, hari Senin 19 Mei 2014 ini dibahas mengenai pengertian geostrategi. Secara umum geostrategi dapat diartikan sebagai strategi pemanfaatan geografi negara untuk mengidentifikasi dan menentukan manakah kebijakan, tujuan, dan sarana-sarana dalam mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia yang paling tepat dan sesuai dengan target yang ingin dicapai. Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa geostrategi sendiri sangat berpengaruh terhadap ketahanan nasional. Bagaimana bisa?

Ketahanan nasional sendiri adalah suatu bentuk implementasi dari adanya konsep pertahanan nasional yang secara tertulis diatur dalam UUD 1945 pasal 27 di mana isinya menjelaskan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Ketahanan nasional yang berasal dari konsep-konsep pertahanan nasional dapat diwujudkan dan dipertahankan melalui kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dalam menanggulangi permasalahan yang ada dalam negaranya khususnya dalam geostrategi ini melibatkan indikator sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Dalam pemanfaatan geostrategi ini mengharuskan pemerintah untuk mencermati setiap kekuasaan wilayahnya sehingga mampu mengolah sumber daya yang tersedia secara lebih optimal. Faktanya negara Indonesia masih memiliki kelemahan dalam berbagai bidang. Misalnya saja potensi minyak bumi dan potensi rumput laut yang belum optimal dikembangkan. Jika potensi dalam negeri tidak segera dikembangkan maka bisa saja mengancam ketahanan negara. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa dunia saat ini berada dalam tahap persaingan yang liberal di mana persaingan dalam memperoleh kekuasaan tersebut dilakukan tidak dengan persenjataan melainkan dengan menyusupkan berbagai kebudayan asing kepada negara-negara berkembang yang tujuannya adalah penguasaan secara ideologis sehingga negara berkembang dapat dikuasai secara “diam-diam”. Penguasaan tersebut terjadi dengan banyaknya kebijakan yang diambil karena usulan atau campur tangan dari pihak luar khususnya negara-negara maju. Kemudian kebijakan internasional yang dibuat oleh negara-negara maju sendiri cenderung melemahkan perekonomian negara berkembang sebagai contoh adalah pandangan di mana negara yang maju adalah negara yang mengembangkan industrialisasi.

Di Indonesia, paham ini mengakibatkan terbengkalainya lahan-lahan pertanian sehingga sektor pertanian di Indonesia sangat tidak optimal dan di mana-mana harus selalu mengimpor kebutuhan pokok dari negara asing padahal Indonesia sendiri kaya akan lahan yang subur dan mampu memproduksi lebih banyak bahan pangan dengan kualitas yang tidak kalah dengan bahan pangan yang diimpor dari negara asing. Namun kenyataannya, geostrategi sendiri belum dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah sehingga negara Indonesia sendiri terpaku pada peningkatan sektor industri. Akibat dari impor bahan pangan sendiri sangat mengancam perekonomian Indonesia sekaligus ketahanan nasional Indonesia. Harga bahan pangan semakin naik, dan harga jual bahan pangan lokal semakin anjlok. Akhirnya pemerintah menggunakan politik domino di mana harga barang lokal lebih mahal dibanding barang impor. Namun bukan beralih membaik, tetapi justru impor semakin sering dilakukan dan sekarang diberlalukan pembebasan biaya impor ke Indonesia sehingga bahan impor semakin banyak dan diminati karena lebih murah, dan bahan lokal semakin tergencet keberadaannya. Belum lagi dengan keadaan Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari tujuh belas ribu pulau yang tidak semua pulaunya memiliki penghuni. Hal ini tentu sangat rentan apabila pasukan pertahanan negara tidak waspada. Bisa saja terjadi hal-hal yang menggoyahkan ketahanan nasional baik dari dalam negeri yaitu gerakan separatise maupun luar negeri seperti klaim batas wilayah atau klaim terhadap pulau-pulau serta kebudayaan milik Indonesia. Bayangkan saja apabila negara kepulauan yang memiliki banyak sekali indikator pemicu terjadinya konflik tidak pandai dalam membuat kebijakan mengenai pemanfaatan luas wilayah berikut dengan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya, maka negara tersebut tidak akan kokoh dalam menahan kikisan globalisasi dari luar.

Untunglah Indonesia sendiri sangat kokoh dalam menjunjung tinggi nilai kesatuan terkait dengan pengertian bangsa. Sebagaimana yang diungkapkan oleh politikus Benedict Anderson yang menyatakan bahwa bangsa adalah suatu komunitas politik yang dibayangkan oleh setiap warga negara di mana bayangan itu terkadang tidak sesuai dengan kenyataan namun menimbulkan solidaritas yang tinggi terhadap sesama warga negaranya. Jadi meskipun sesama anggotanya tidak saling mengenal, mereka tetap memahami bahwa mereka adalah satu. Selain itu nilai-nilai yang terkandung dalam dasar negara Indonesia yaitu Pancasila sudah sangat mengikat dan menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang satu. Tercantum pula pada lambang negara yaitu Burung Garuda dengan mencengkeram erat pita bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika” yang semakin mempertegas bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan banyak perbedaan namun tetap menjadi satu kesatuan utuh yaitu Indonesia.

Akan tetapi, meskipun Indonesia memiliki tameng berupa Pancasila, geostrategi sendiri sangat penting peranananya dalam ketahanan nasional. Oleh karenanya, pemanfaatan geostrategi sangat menentukan tercapainya tujuan proklamasi di mana proklamasi sendiri mempunyai makna bukan hanya sebagai alat untuk deklarasi kemerdekaan namun di dalamnya tertulis pula cita-cita negara dan salah satunya adalah  mensejahterakan warga negaranya.***


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment