More than Just Nation and Character Building
September 5th, 2014 at 10:19 am
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

Oleh: Mohammad Syamsudin Alfattah, 071311733011. “…….Pak Adib selaku antropolog yang sudah sangat luar biasa menggambarkan bahwasanya kita sebagai calon para antropolog muda sebaiknya tidak menilai orang Madura hanya dengan sudut pandang orang luar Madura, akan tetapi juga kita harus mampu memandang dengan sudut pandang mereka yaitu seperti kita sebagai orang Madura. Dalam acara talk show di salah satu stasiun televisi swasta (metro tv) pak Adib sebagai pembicara sebagai seorang antropolog, beliau bersama Zawawi Imron yang merupakan budayawan dari Madura. beliau mengulas tentang pernikahan dini yang ada di Madura. Penjelasan yang dipaparkan oleh pak Adib sangatlah mudah dipahami dan dimengerti dan tentunya sesuai dengan realita yang ada di Madura. ini menunjukkan bahwasanya pak Adib merupakan antropolog yang benar-benar mempunyai kualitas yang tinggi. Sudah selayaknya pak Adib menjadi panutan bagi para mahasiswa antropologi..”

Rabo pagi yang pertama di bulan september, pagi yang indah dengan mengawali hari penuh dengan doa-doa. Pagi itu juga pagi yang sangat berkesan karena di hari tersebut merupakan pertemuan pertama mata kuliah etnografi Madura yang langsung dipimpin oleh bapak Adib selaku PJMK mata kuliah tersebut. Berbanggalah saya selaku salah satu mahasiswa yang bisa belajar langsung dengan beliau yang sudah tidak diragukan kembali keahliannya dibidang ilmu-ilmu antropologi diantaranya adalah etnografi Madura. Hal itu terbukti dengan diundangnya beliau dalam suatu talk show di salah satu stasiun tv yang cukup luar biasa di Indonesia.

            Etnografi Madura merupakan salah satu mata uliah bebas yang disuguhkan kepada para mahasiswa, termasuk mahasiswa antropologi angkatan 2013. Etnografi Madura akan membahas tentang bagaimana gambaran kehidupan orang-orang Madura, dan tentunya akan lebih terfokus pada budaya disana. Banyak orang diluar sana yang memandang orang Madura dengan persepsi yang cenderung negatif. Ada yang mengatakan orang Madura mempunyai watak yang keras, mempunyai bahasa yang kasar, mempunyai kepribadian yang kurang baik, dan lain sebagainya. Dalam pembahasan pada kuliah hari Rabo kemarin pak Adib meluruskan cara pandang para mahasiswa antropologi. Beliau mengatakan bahwasanya kita sebagai calon antropolog muda tidak boleh mempunyai sudut pandang yang sempit. Karena bidang antropologi merupakan suatu kajian ilmu yang menuntut agar selalu bisa memahami dan menerima semua budaya-budaya yang ada agar kelak kita bisa meneliti dan mengambil manfaat dari semua budaya yang ada.

            Pak Adib selaku antropolog yang sudah sangat luar biasa menggambarkan bahwasanya kita sebagai calon para antropolog muda sebaiknya tidak menilai orang Madura hanya dengan sudut pandang orang luar Madura, akan tetapi juga kita harus mampu memandang dengan sudut pandang mereka yaitu seperti kita sebagai orang Madura. Dalam acara talk show di salah satu stasiun televisi swasta (metro tv) pak Adib sebagai pembicara sebagai seorang antropolog, beliau bersama Zawawi Imron yang merupakan budayawan dari Madura. beliau mengulas tentang pernikahan dini yang ada di Madura. Penjelasan yang dipaparkan oleh pak Adib sangatlah mudah dipahami dan dimengerti dan tentunya sesuai dengan realita yang ada di Madura. ini menunjukkan bahwasanya pak Adib merupakan antropolog yang benar-benar mempunyai kualitas yang tinggi. Sudah selayaknya pak Adib menjadi panutan bagi para mahasiswa antropologi.


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment