More than Just Nation and Character Building
November 27th, 2013 at 5:08 pm
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

Modernisasi dalam ketradisionalanOleh (Kelompok 5), Azizah Nur 071017043, Eliana 071211731080, Rifqi Augusta CH 071211732044, Basyarul Aziz 071211733022. Mengawali narasi kami pada pertemuan yang excelent dengan Bapak H. Mohammad Adib, kami menuliskan seberkas puisi yang kami susun mulai dari hati sampai berbentuk kata ini. Pelangi Masa Depan Disaat orang menutup mata dan menutup hati/Ketika semua orang menjunjung tinggi ego/Disaat semua orang mempunyai berjuta keinginan/Tetapi lemah untuk dirangkul dan digapai.
Kami ingin menjadi bangsa yang menghargai/Bangsa yang sopan dengan budaya dan sejarah/Bangsa dengan satu indonesia berpluralitas pelangi/Berjuta warna tetapi indah dipandang.
Indonesia yang ber-ibu pertiwi/Indonesia yang bermental Garuda Pancasila/Indonesia yang satu jiwa berjuta suku bangsa/Dan inilah keinginan kami, balada pelangi dari Indonesia.
“Karet gelang. Sesuatu yang dianggap kecil dan dianggap tidak penting, tetapi karet gelang bagi kami merupakan benda yang mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia. Tanpa karet gelang, seseorang tidak bisa membungkus es lilin maupun tidak mengeratkan sesuatu. Karet gelang akan bertindak sesuai dengan apa yang diperbuat oleh manusia. Berguna atau menyakiti. Berguna apabila karet gelang digunakan untuk bisa membantu dalam kehidupan manusia seperti mengeratkan sesuatu tetapi bisa bertindak negatif apabila untuk menyakiti orang lain. Balada karet gelang ini, cocok untuk modernisasi. Modernisasi selalu berhuhungan dengan hal-hal yang besar tetapi bagi kami modernisasi yang baik seharusnya, berangkat dari hal-hal yang kecil dan sederhana yang berguna bagi seluruh umat manusia.” JUDUL MAKALAH INDIVIDUAL SMT GANJIL (2013_2014)_ETNOGRAFI_MADURA_KELAS_A.PDF

Kami ingat Ayah, Ibu dan orang-orang tercinta.Mereka telah berkorban. dan Kami ingat bahwa kami juga harus berkorban untuk mereka. Menuntut ilmu. Etnografi Madura bagi kami merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu di hari Kamis. Bertemu dengan seseorang yang memotivasi mahasiswanya dengan gencatan motivasi excelent.Bapak H. Mohammad Adib. Etnografi Madura identik dengan dosen yang excelent, mikropon excelent, kursi kehormatan, salam etnografi Madura, jargon excelent dan persentasi yang excelent.

Dan kuliah Etnografi pertemuan yang kesembilan dimulai dengan pembacaan surat Al-Fatihah yang dipimpin oleh Beliau, dengan tujuan agar bisa menjadi ahli kebaikan, orang-orang tercinta yang sakit semoga bisa sembuh dan mudah untuk menuntut ilmu.

Persentasi Kelompok Modernisasi Sosial di Madura

Sudah enam kelompok yang maju dengan membawakan masing-masing tugas yang diembannya, sekarang saatnya kelompok ketujuh menyampaikan hasil tugas yang diembannya. Tugas tersebut berjudul Modernisasi Sosial di Madura terkait dengan :

  1. Faktor pendorong/ penarik modernisasi : baik dari luar maupun dalam.
  2. Bentuk/ wujud modernisasi di Madura.
  3. Prediksi modernisasi di Madura.

Kelompok tujuh dengan jajaran kabinet yang mengisinya. Presiden diisi oleh Lintang Wahyusih N, Sekretaris jendral oleh Neti, Bendahara I oleh Reza Arhista dan Bendahara II oleh Lailatus Saidah. Sambutan hangat dari kelompok tujuh membuat rasa perhatian kami tertuju pada kelompok ini. Materi yang disampaikan adalah sebagai berikut :

Modernisasi adalah suatu transformasi, suatu perubahan masyarakat dalam segala aspek-aspeknya.

Faktor Pendorong Modernisasi adalah

  • Berkembangnya Ilmu Pengetahuan
  • Akses keluar-masuk pulau yang lebih mudah (Jembatan Suramadu)
  • Media
  • Kontak dengan budaya luar

Modernisasi terjadi

memberikan perubahan dalam sistem ekonomi dan melahirkan pekerjaan-pekerjaan baru baik dalam sektor yang sudah ada ataupun mengembangkan sektor yang sudah ada

Misalnya,
sektor pariwisata, pemerintah Madura telah membangun dan mengembangakan tempat-tempat yang layak dikunjungi di pulau Madura. Dan tentunya bila salah satu sektor ini maju, lambat laun sektor lain akan terangkat. pariwisata saat ini Madura sedang mengembangkan pariwisata dan ekonomi rumahan seperti batik tulis, perbaikan lokasi-lokasi pariwisata pantai dan kawasan disekitar suramadu.

sektor transportasi, sekarang Madura telah memiliki akses keluar lebih mudah. Bila dahulu harus menggunakan kapal dan pelabuhan sebagai sarana utama dan satu-satunya transportasi keluar Madura, sekarang ada jembatan suramadu sebagai alternatif yang lebih murah dan mudah.

Kesimpulan, Madura dikenal sebagai sebuah suku yang memiliki kepribadian yang ulet, pekerja keras dan percaya diri, sehingga modernisasi banyak dampak positif terutama dalam hal perekonomian masyarakat Madura. Peran media dan berbagai akses untuk keluar membantu masyarakat Madura agar dapat bersaing dalam ekonomi diluar Madura. Madura juga sudah banyak berbenah dalam hal penataan obyek-obyek penghasil ekonomi utama Madura. Pengoptimalan pada setiap sektor diharapkan memberikan feedback yang besar juga terhadap ekonomi Madura.

Sesi Tanya jawab

Ditanyakan oleh David Romandhona

Apakah modernisasi identik dengan sukses?

Dijawab oleh kelompok tujuh

Bahwa orang Madura yang sukses justru keluar dari Pulau Madura sendiri sesuai dengan tetangga Reza Arhista yang kebanyakan orang Madura.

Ditanyakan oleh Wahono Eko Prasetyo

Mengapa perusahaan kapal feri menolak pembangunan Suramadu ?

Dijawab oleh kelompok tujuh

Karena pembangunan Suramadu bertujuan untuk Industrialisasi, Masyarakat Madura tidak menjadi tuan rumah di Pulaunya sendiri. Dan sekarang tim BPPS (Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura) mendatangkan investor dan memfokuskan di bidang pembangunan wilayah Surabaya dan Madura.

Ditanyakan oleh Yuwan Arena Septa

Apakah dampak negatif dari modernisasi ?

Dijawab oleh kelompok tujuh

Carok merupakan identitas dari Suku Bangsa Madura. Dalam carok juga terdapat ritual-ritual sebelum melakukan carok. Dari sini dampak dari modernisasi adalah penghilangan ritual-ritual dan bergesernya nilai-nilai sosial yang nantinya bergeser ke arah pariwisata.

Sesi Menjawab oleh Mahasiswa Antropologi

Pertanyaan Apakah modernisasi identik dengan sukses?

Dijawab oleh Angela Zahru Zaini N

Modernisasi di Madura tidak hanya dapat diukur oelh sektor ekonomi saja tetapi juga pendidikan

Contohnya kurangnya pendidikan tentang pentingnya peranan wanita. Yang dalam konteks ini wanita Madura akan dinikahkan ketika sudah baligh. Serta penerimaan modernisasi Madura terdapat dua jenis yakni yang siap menerima dan bersikap apatis, yang dalam hal ini bersikap apatis karena mempertahankan tradisi dan apa yang sudah dikerjakan itu sudah baik dan nyaman dalam dirinya.

Pertanyaan Apakah modernisasi identik dengan sukses?

Dijawab oleh Alvian Affan M.

Di Madura sendiri masih banyak orang pedagang kaki lima yang berjualan dari situ belum terjadi modernisasi fisik secara baik.

Sesi Pemantaban oleh Bapak H. Mohammad Adib

Modernisasi diibaratkan seperti sebelah pisau akan berguna jika digunakan secara benar dan akan melukai bila digunakan secara salah. Pisau ini akan tergantung pada pribadi orang yang mengendalikannya. Ciri-ciri fisik modernisasi di Madura masih belum baik tetapi sebagai akademisi mahasiswa mampu melihat ciri-ciri non fisik karena dari sini peran pendidikan sangat penting dalam menuju modernisasi. Dari Madura sendiripun sudah diterapkan pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Perguruan tinggi. Perguruan Tinggi di Madura merupakan faktor penggerak modernisasi karena para calon penerus bangsa ada disana.

Tentang Pendidikan dokter. Tidak ada yang tidak mungkin di Pulau Madura, sekarang terdapat pendidikan dokter yang dibuka di universitas di Madura yang memudahkan akses untuk bisa menjadi dokter (UNIRA dan Trunojoyo) karena masyarakat Madura percaya akan masa depan bangsa yang sejahtera.

Tentang Pendidikan yang bermerk/berlisensi. Lulusan dari Indonenesia tidak bermerk. Bidan dan dokter dari Indonesia yang bekerja di Luar Negeri/ ditingkat ASEAN digaji 50% karena pendidikan dari Indonesia belum berstandart Internasional. Seperti halnya saat membeli Handphone orang cenderung memilih Handhphone yang bermerk daripada specificationnya. Pada slide yang ditunjukkan oleh Bapak Adib mengenai Data masyarakat Jawa Timur yang kurang Membaca Tahun 2010 : 10% kurang baca dan 32 % lulus Sekolah Dasar. Dalam humornya saja Presiden, Gubernur, Bupati mapun polisi saja kalah. Sekarang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengusahakan pendidikan berstandart Internasional yakni KKNI.

Tentang ciri-ciri Modernisasi Alex Inkeler.

Menurut Alex Inkeles manusia modern memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1.    Menerima hal-hal baru.

2.    Menyatakan pendapat baik tentang lingkungannya sendiri maupun luar.

3.    Menghargai waktu.

4.    Memiliki perencanaan dan pengorganisasian.

5.    Percaya diri

6.    Perhitungan

7.    Menghargai harkat hidup orang lain

8.    Lebih percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi.

9.    Menjunjung tinggi suatu sikap dimana imbalan sesuai dengan prestasi yang diberikan.

Tambahan :

1. Masyarakatnya heterogen.

2. System pelapisan sosialnya terbuka

3. Mobilitas sosialnya tinggi

4. Melakukan tindakan secara rasional.

5. Tidak terikat pada tradisi/adat.

Secara antropologis, orang lokal harus menjadi tuan rumah dalam industrialisasi. Dan itulah yang diharapkan oleh orang Madura. Orang Madura butuh dihargai dan dimengerti. Karena mereka sebenarnya cerdas. Sebelum menjadi tuan rumah mereka mempersiapkan diri untuk bersekolah di sekolah-sekolah teknik. Modernisasi berhubungan dengan hal-hal yang besar tetapi kami berharap Modernisasi bisa muncul dari hal-hal yang kecil dan sederhana.

Akhir pertemuan dengan Bapak H. Moh. Adib pada penerbangan SOA 255 ditutup secara excelent pembacaan Surat Al-Fatihah agar kami selalu senantiasa dilindungi olehNYA dan dapat mengambil hikmah dari pertemuan ini. ***


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment