More than Just Nation and Character Building
September 4th, 2014 at 8:59 am
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Madura

MEMANDANG KE KANAN DAN KE ATASOleh: Galuh T.R.- 071311733038 - Etnografi Madura. “……Pertanyaan Pertama yang dilontarkan Pak Adib untuk menguji seberapa tahu kah kami para mahsiswa terhadap orang suku Madura adalah “Apakah yang kalian ketahui tentang Suku Madura?”. Banyak dari kami yang menjawab hal-hal negatif dari suku Madura, yang menurut saya itu tidak baik jika dijawab oleh seorang mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini. Kalau mindset dari awal sudah ter-setting bahwa suku Madura seperti itu mengapa harus mengambil mata kuliah ini?. Pendapat saya ini ternyata sama dengan Pak Adib, beliau lalu mengatakan “Tidak sepantasnya kalian para Antropolog muda memberikan penilaian terhadap satu suku yang ada di Indonesia dan sebelah mata…….”  1.  Kontrak Pembelajaran Etnografi Madura SMT GASAL 2014-15 Excellent 2.  DAFTAR KELOMPOK, TOPIK, SISTEMATIKA DAN KRITERIA PENILAIAN MAKALAH KLP GANJIL(2014_2015)_ETNOGRAFI MADURA.xlsx 3. DAFTAR NILAI INDIVIDUAL SMT GANJIL(2014_2015)_ETNOGRAFI_MADURA_KELAS_A SAMPAI Jumat JAM 10.00 Rabu tanggal 3 September 2014 pada jam pertama dan sangat kebetulan adalah hari pertama saya dan teman-teman masuk pada mata kuliah Etnografi Madura. Mata kuliah yang menurut saya sangat luar bniasa, kenapa? Banyak sekali alasan yang melatarbelkanginya. Bisa saya sebutkan yang pertama adalah karena mata kuliah ini berarti hanya fokus terhadap satu budaya suku tertentu yaitu suku madura  sehingga pemahaman terhadap budayanya juga terfokus pada satu budaya tiak terpecah belah. Alasana selanjutnya mengapa mata kuliah ini menjadi luar biasa adalah suku madura yang saya dan teman-teman pelajari ini merupakan salah satu suku terbesar di indonesia, hampir disetiap daerah di Indonesia pasti ada orang Madura. Dan mungkin alasan yang terakhir mengapa Etnografi Madura menjadi luar biasa adalah dosen yang memberikan materi. Dosen Etnografi Madura kali ini adalah dosen yang selalu memberikan energi posiftif terhadap mahasiswanyamelalui guyonan-guyonan segarnya dan jargon-jargon yang membuat semangat.

Tugas pertama kami adalah menulis alasan-alasan mengapa kami memilih Etnografi Madura sebagai mata kuliah bebas? Dan apa yang Kalian harapkan dari mata kuliah ini? Dan hal apa yang akan kalian lakukan setelh menerima mata kuliah ini?. Saya rasa pertanyaan-pertanyaan semacam in juga dipaparkan oleh dosen yang lain juga, sehingga setiap mahasiwa tidak mempuyai alasan mengapa mereka mebolos yang dikarenakan mata kuliahnya tidak menarik dan sebagainya. Dan pertanyaan-pertanyaan seperti itu juga dapat menimbulkan rasa tanggung jawab terhadap diri mahasiswa atas mata kuliah yang diambil dengan apa yang nantinya akan dilakukan dengan ilmu yang didapat tersebut.

Pada pertemuan pertama ini Pak Adib memberikan kontrak pembelajaran selama kuliah yang berisi perjanjian antara dosen dan mahasiswa hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan hal-hala apa yang tidak bleh dilakukan. Tidak hanya menjelaskan kontrak pembelajaran, pak Adib juga memberikan gambaran dasar apa itu Etnografi Madura, apa yang nantinya akan dipelajari pada mata kuliah ini. Pertanyaan Pertama yang dilontarkan Pak Adib untuk menguji seberapa tahu kah kami para mahsiswa terhadap orang suku Madura adalah “Apakah yang kalian ketahui tentang Suku Madura?”. Banyak dari kami yang menjawab hal-hal negatif dari suku Madura, yang menurut saya itu tidak baik jika dijawab oleh seorang mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini. Kalau mindset dari awal sudah ter-setting bahwa suku Madura seperti itu mengapa harus mengambil mata kuliah ini?. Pendapat saya ini ternyata sama dengan Pak Adib, beliau lalu mengatakan “Tidak sepantasnya kalian para Antropolog muda memberikan penilaian terhadap satu suku yang ada di Indonesia dan sebelah mata”.

Mata kuliah perdana ini kami para mahasiswa diajarkan juga untuk terbiasa menulis agar saat terakhir masa kuliah kami yaitu membuat skripsi tidak sulit. Sangat banyak sekali tugas menulis yang diberikan pak Adib yang dengan tujuan kami para mahasiswa dapat dengan mudah menulis skripsi nantinya. Tapi menurut saya esensi dari tugas menulis adalah kami para mahasiswa dapat melatih ketrampilan menulis yang manfaatnya sangat banyak sekali.

Akhir dari pertemuan pertama mata kuliah Etnografi Madura ini adalah pembagian kelompok untuk tugas selanjutnya membuat makalah atau laporan seputar Etnografi Madura. Sayang sekali pada mata kuliah ini saya tidak banyka menemukan jargon-jargon yang biasanya diucapkan oleh Pak Adib.***

<font face=”ar


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment