More than Just Nation and Character Building
May 24th, 2014 at 6:29 am
Posted by Mohammad Adib in Etnografi Bangsa-Bangsa

Kelompok 7B: Eric Septian W. 071211231026, Bagus Surya Laksana 071211232012, Dyah Nurrizkina N. 071211233016, Anggreita Shaskia 071211233036. “…….Singkat cerita, pengalaman penjelajahan salah satu warisan budaya tertua di dunia yang ada di kawasan Afrika Utara ini telah mengajarkan berbagai hal baru. Meskipun pada kenyataannya pembelajaran tidak dilakukan secara fisik dan hanya mampu diaktualisasikan melalui aspek audio dan visual, namun berkat kerja keras para presenter untuk membagikan ilmu baru mengenai etnografi bangsa Afrika Utara, pengalaman belajar tersebut menjadi cukup mengesankan. Ditambah pula dengan atensi dan respon yang luar biasa dari peserta didik yang excellent melalui berbagai tanggapannya yang semakin menambah pengetahuan. Tetapi, semua itu tentu tidak akan berjalan dengan lancar tanpa bantuan dari dosen kita tercinta, yang telah dengan sukses menjadi moderator sekaligus menambahkan beberapa informasi baru mengenai topik pembahasan. Etnografi Bangsa-Bangsa, FISIP, Universitas Airlangga, Excellent with Morality.…”

Pada hari rabu, di minggu keempat di bulan Mei tepatnya tanggal 21 Mei 2014, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang terdaftar sebagai peserta didik mata kuliah Etnografi Bangsa-bangsa mengikuti mata kuliah pengganti yang berlokasi di ruang A 313. Peserta didik yang berasal dari dua program studi FISIP Universitas Airlangga, yakni program studi Antropologi dan Ilmu Hubungan Internasional memasuki ruang kelas pada pukul 10.00 WIB. Dosen mata kuliah yang bertanggung jawab saat itu, Bapak M. Adib, telah bersiaga untuk memulai kelas yang telah dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah peserta didik. Suatu peristiwa yang benar-benar mencerminkan sikap Excellent With Morality ketika para mahasiswa menyadari  tanggung jawabnya sebagai seorang pelajar.

Kegiatan belajar mengajar dimulai dengan presentasi pertama mengenai topik Etnografi di Afrika Utara oleh kelompok 7B, yang beranggotakan empat orang, yakni Bagus Surya Laksana, Eric Septian, Dyah Nurrizkina, dan Anggreita Shaskia. Setelah itu, tugas presenter diambil alih oleh kelompok selanjutnya yaitu kelompok 7A. Permasalahan yang dikupas oleh kedua presenter di dalam presentasi tersebut sama-sama mengenai suku-suku yang tinggal di berbagai negara di kawasan Afrika Utara beserta deskripsi lingkungannya, keadaan masyarakat, isu-isu yang marak diperbincangkan mengenai masyarakat Afrika Utara dan juga deskripsi mengenai sosial budaya masing-masing. Hingga akhirnya setelah kurang lebih 15 menit waktu presentasi yang disertai dengan penayangan video mengenai suku-suku di Afrika Utara, salah satu hal yang kembali menegaskan penanaman kuat nilai-nilai Excellent With Morality dapat dilihat dari diajukannya beberapa respon dan pertanyaan dari peserta didik yang mencerminkan kecerdasan dan sikap keingintahuan yang cukup tinggi akan ilmu pengetahuan.

Dari penjelasan kedua kelompok yang menampilkan topik mengenai Etnografi Afrika Utara sendiri, dapat diambil kesimpulan bahwasanya Afrika Utara yang terdiri atas tujuh negara di satu kawasan, yakni Libya, Maroko, Aljazair, Mesir, Sahara Barat, Sudan, Tunisia diperkirakan berasal dari satu leluhur yakni Suku Berber yang telah mendiami wilayah tersebut selama ratusan tahun lamanya. Suku Berber yang merupakan nenek moyang dari berbagai suku lain yang tinggal di negara-negara di kawasan Afrika Utara, dengan jumlah populasi sekitar 97%, juga dianggap telah mengawali salah satu peradaban tertua di dunia sebagai keturunan dari bangsa-bangsa Romawi, Arab, dan beberapa bangsa kuno lainnya. Hal tersebut menambah keelokan etnografi bangsa di Afrika Utara, karena selain nilai historisnya yang kaya akan warisan kuno, Suku Berber yang secara fisik berkarateristik laiknya suku-suku asli bangsa Afrika, yakni berkulit hitam, berambut keriting, berbadan tegap dan berbibir tebal merupakan salah satu contoh suku yang mampu mengasimilasikan nilai-nilai sosial budayanya bukan hanya secara fisik, dengan adanya percampuran antar ras melalui perkawinan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Peristiwa tersebut yang kemudian menjadikan banyak ragam keturunan Suku Berber di berbagai wilayah.

Apabila dilihat dari letak geografisnya, Afrika Utara memiliki posisi yang sangat strategis. Hal tersebut yang mengakibatkan perkembangan negara-negara di kawasan Afrika Utara cukup maju bila dibandingkan dengan ketiga penjuru wilayah Afrika lainnya. pendapat tersebut dapat dibuktikan melalui peninggalan bersejarah di bidang keagamaan, industri, pertanian, perkebunan, pendidikan, dan lain sebagainya. Karena sebagai kawasan yang merupakan wilayah kekuasaan Pharaoh atau Fir’aun ini telah melahirkan orang-orang yang pandai dalam beberapa bidang yaitu agama maupun politik, yang kemudian tersebar luas di negara-negara di kawasan ini seperti Libya, Maroko, Aljazair, Mesir, Sahara Barat, Sudan, Tunisia.

Singkat cerita, pengalaman penjelajahan salah satu warisan budaya tertua di dunia yang ada di kawasan Afrika Utara ini telah mengajarkan berbagai hal baru. Meskipun pada kenyataannya pembelajaran tidak dilakukan secara fisik dan hanya mampu diaktualisasikan melalui aspek audio dan visual, namun berkat kerja keras para presenter untuk membagikan ilmu baru mengenai etnografi bangsa Afrika Utara, pengalaman belajar tersebut menjadi cukup mengesankan. Ditambah pula dengan atensi dan respon yang luar biasa dari peserta didik yang excellent melalui berbagai tanggapannya yang semakin menambah pengetahuan. Tetapi, semua itu tentu tidak akan berjalan dengan lancar tanpa bantuan dari dosen kita tercinta, yang telah dengan sukses menjadi moderator sekaligus menambahkan beberapa informasi baru mengenai topik pembahasan. Etnografi Bangsa-Bangsa, FISIP, Universitas Airlangga, Excellent with Morality.***


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment