More than Just Nation and Character Building
June 6th, 2014 at 8:18 am
Posted by Mohammad Adib in Etnografi Bangsa-Bangsa

Oleh Kelompok 10A: RAMLI KHAMDANI 071211233029, MUHAMMAD FAKHRI ASSYAUQI   071211231058, AMALIA WARDAHNI 071211231013, SHOLIKAH PUTRI SETIANINGRUM 071311733029, NUR FITRIA 071311733021.  Kali ini pertemuan yang begitu meninggalkan kesan tersendiri. Pertemuan dengan dosen pembimbing yang dikenal energik dalam mengajar siapa lagi kalau bukan Bapak Moh. Adib. Dimana pertemuan kali ini adalah pertemuan terakhir dalam mata ajaran Etnografi Bangsa-Bangsa, karena minggu depan sudah ganti pengajar kembali. Presentasi berlangsung tepat pada pukul 08.00 di ruang 313 lantai 3 FISIP. Semangat pagi menjadi salam pembuka kepada semua yang berada di ruang tersebut. Kepedulian serta keinginannya kepada para mahasiswa sangatlah beliau curahkan dengan berbagi ilmu dan pengetahuan. Minggu ini adalah presentasi untuk wilayah Amerika Utara, tidak lain yakni adalah kelompok kami. Kesempatan yang telah diberikan tidak terbuang bosan begitu saja, karena kami menyajikannya dengan modifikasi uraian serta gambaran-gambaran serta tidak luput penambahan-penambahan dari dosen pembimbing. Langsung saja berikut apa yang telah disampaikan didepan tadi semoga bermanfaat bagi semua khususnya yang membaca.

 

Amerika Utara merupakan kawasan yang terletak belahan bumi utara. Di utara berbatasan dengan Lautan Arktik, di sebelah timur dengan Samudra Atlantik Utara, di sebelah selatan dengan Laut Karibia, dan di sebelah barat dengan Samudra Pasifik Utara. Benua ini meliputi wilayah sebesar 24.500.000 km² atau sekitar 4, 8% dari permukaan bumi. Benua ini terdiri dari Greenland, Kanada, Amerika Serikat, dan  Meksiko di mana dalam setiap wilayahnya memiliki suku bangsa yang berbeda.Suku bangsa ini memiliki keragaman budaya yang cukup bevariasi. Suku yang pertama, yaitu suku Eskimo. Eskimo berarti “eater of raw meat” atau pemakan daging mentah. Suku ini adalah suku yang menghuni sebagian besar kawasan di kutub. Mereka menyebar di Alaska, Kanada, dan Greenland. Pada awalnya para ilmuwan berpendapat bahwa mereka, Suku Eskimo, menyebar dengan melakukan migrasi melalui jembatan yang menghubungkan Laut dengan Alaska pertama kali pada 5000 tahun yang lalu kemudian disusul dengan migrasi kedua pada 1200 tahun yang lalu. Para ilmuwan menganggap bahwa mereka adalah garis keturunan suku Indian karena terdapat beberapa kebudayaan dan ciri fisik yang sama pada keduanya, namun teori ini masih belum jelas kebenarannya. Ada pula yang berpendapat bahwa Suku Eskimo ini berasal dari Benua Asia. 

 Di dalam Suku Eskimo sendiri terdiri dari dua golongan yaitu Inuit dan Yup’ik. Ciri fisik mereka yaitu berkulit cokelat muda, bermata gelap, bertulang pipi tinggi, berwajah lebar, dan berambut hitam. Perbedaan keduanya tidak terlalu besar karena mereka masih sama-sama dalam satu suku bangsa Eskimo. Hanya saja yang membedakannya adalah penggunaan bahasa Inuit untuk masyarakat Inuit dan Yup’ik untuk masyarakat Yup’ik. Keduanya sedikit saja memiliki perbedaan dialek dalam penyampaian vokal bahasanya. Unsur-unsur kebudayaan lain yang terdapat dalam suku Eskimo ini amat beragam yaitu:

 

1.      Kehidupan Suku Eskimo

Eskimo tinggal dalam beberapa kelompok keluarga, masing-masing berisi beberapa ratus orang. Anak-anak Eskimo dianggap “harta” dan jarang dihukum. Tapi tidak berarti mereka dimanja. Peran lelaki adalah berburu makanan, mengendalikan kereta luncur anjing, mendayung perahu, dan membangun tempat penampungan. Sedangkan peran seorang istri yang paling penting adalah untuk membuat pakaian keluarga yang hangat. Mereka juga harus menjaga anak-anak, memasak untuk keluarganya, dan bahkan membantu tugas suaminya. Sistem kekerabatan di dalamnya membuat mereka sangat erat. Dalam urusan perkawinan, mereka menggunakan sistem perkawinan di mana seorang istri memiliki banyak suami. Suami dari seorang perempuan ini berada dalam garis keturunan yang berbeda atau tidak sedarah.

 

2.      Pakaian Eskimo

Pakaian orang Eskimo berbahan dasar dari kulit binatang. Gaya bervariasi dari daerah ke daerah, tetapi semua orang di semua daerah memakai kombinasi yang sama, yaitu jaket berkerudung, celana panjang, kaos kaki, sepatu boots, dan sarung tangan. Di musim dingin pakaian yang digunakan ada dua set. Lapisan dalam bagian bulu dibagian dalam (bersentuhan langsung dengan kulit) dan lapisan kedua bagian bulu dibagian luar. Udara antara dua lapisan membantu menjaga panas tubuh dan membiarkan keringat untuk menguap. Pada musim panas mereka hanya mengenakan satu lapis pakaian.

 

3.      Rumah Igloo

Bangsa Eskimo mempunyai sebuah rumah unik yang bernama Igloo, seluruh bagian rumah terbuat dari es dan bentuknya setengah bundar dan berpintu masuk berbentuk silinder. Penduduk eskimo memiliki alasan membuat Igloo yaitu untuk berlindung dari udara dingin dan hewan buas kutub. Bangunan Igloo ini memiliki konstruksi yang kuat karena di buat dengan ss yang tak mudah meleleh. Mereka hanya membuat Igloo saat musim dingin akan datang karena saat musim panas Igloo akan meleleh. Suhu di dalam rumah Igloo cukup hangat dan nyaman ditinggali dan tidak terpengaruh suhu diluar yang bisa sampai -45 derajat celcius dan semua kegiatan dilakukan di dalam rumah tersebut.

Bangunan Igloo ini memiliki konstruksi yang kuat karena di buat dengan Es yang tak mudah meleleh dan mereka membuat Igloo waktu saat musim dingin akan datang, jadi bisa dikatakan bahwa rumah jenis ini merupakan rumah temporer yang hanya ada pada waktu musim dingin saja, karena saat musim hangat (panas/summer) Igloo akan meleleh. Suhu di dalam rumah Iglo cukup hangat dan nyaman ditinggali dan tak terpengaruh suhu diluar yang bisa sampai -45 derajat celcius dan semua kegiatan dilakukan di dalam rumah tersebut.

Igloo terdiri dari 3 jenis yang dibedakan menurut besar ruangan dan kegunaan:

* Igloo tipe kecil untuk tempat berlindung sementara (semalam atau dua malam) yang sering dibangun pemburu sewaktu berburu di padang atau lautan es.

* Igloo semipermanen berukuran sedang untuk tempat tinggal keluarga. Di dalamnya hanya terdiri dari 1 ruangan yang bisa ditinggali bersama oleh 2 keluarga. Sejumlah igloo semipermanen di suatu daerah membentuk permukiman “desa orang Inuit”.

* Igloo berukuran besar yang dibuat untuk kesempatan khusus. Dibangun dari igloo  kecil yang dirombak agar menjadi lebih besar, tapi bisa juga merupakan bangunan baru. Di dalam igloo berukuran besar terdapat 5 ruangan dan dapat menampung sampai 20 orang. Igloo berukuran besar bisa juga dibangun dari beberapa igloo berukuran kecil yang dihubungkan dengan terowongan, sehingga hanya ada satu jalan masuk untuk beberapa igloo. Di dalam igloo berukuran besar bisa diadakan pesta bersama, dansa tradisional (musik Inuit dan Katajjaq).

 

4.      Kepercayaan suku eskimo

Setiap komunitas biasanya memiliki seorang laki-laki atau perempuan yang diyakini memiliki kekuatan untuk berkomunikasi dengan roh-roh. Mereka disebut “angatkuq” oleh orang Eskimo dan “shaman” oleh orang kulit putih. Mereka mencoba membawa cuaca yang baik, menyembuhkan orang sakit, meningkatkan pasokan permainan, dan umumnya memperbaiki kondisi masyarakat. Pemakaman di es adalah salah satu bagian dari kepercayaan mereka. Suku ini percaya bahwa manusia maupun hewan punya jiwa yg hidup di dunia lain setelah kematian. Oleh karena itu tubuh seorang Eskimo yang mengalami kematian harus dibungkus dalam kulit hewan & diletakkan di tundra (tanah beku sepanjang tahun tetapi mencair selama musim panas) dan dikelilingi oleh lingkaran batu serta peralatan lainnya akan ditempatkan disamping tubuh bagi jiwa untuk digunakan dlm dunia berikutnya. Kemungkinan mayat-mayat masih utuh, karena tidak ada bakteria hidup di daerah bersuhu negatif.

 

5.      Kesenian
Suku Eskimo memiliki tarian dan lagu-lagu. Ketika mereka melakukan suatu tarian, maka laki-laki akan menabuh gendang, dan perempuan akan menari dengan beberapa laki-laki. Lagu di dalam tarian yang mereka bawakan memiliki beberapa fungsi, antara lain:

·         Untuk menunjukkan prestasi yang di dapat dari mereka

·         Untuk menarik perhatian orang luar/ mengundang orang luar

·         Untuk menyambut pendatang baru/ orang dari luar

·         Untuk mengejek dan menertawakan misalnya digunakan untuk mengejek lawan

·         Untuk membawa keberuntungan dan kenaikan bahan pangan

·         Untuk memperlihatkan kekuatan

Mereka juga terkenal dengan apa yang disebut “shamanic song” di mana lagu ini akan dinyanyikan untuk menyembuhkan orang yang sakit, mengontrol cuaca, mengusir roh jahat, dan terkadang juga digunakan dalam upacara perkawinan, yaitu Duel song. Dalam suku ini juga terdapat beberapa festival yang akan diisi oleh lagu-lagu mereka seperti festival Aiyaguk, untuk menyapa. Festival Tcauiyuk, yaitu festival pertunjukkan pedang, dan Atigi, yaitu festival untuk memperingati hari kematian seseorang, pelepasan kapal, dan mengawali perburuan.

 

6.      Kehidupan mata pencaharian

Suku Eskimo hidup dengan berburu makanan. Suku Eskimo ini memiliki teknik yang unik untuk memburu srigala sebagai santapan hariannya. Mereka menggunakan pisau yang sangat tajam, lalu merendamnya didalam darah hewan lain. Darah yang menyelimuti pisau itu dibiarkan membeku. Selanjutnya pisau yang sudah dilumuri darah beku tersebut, ditanam didataran tinggi tempat srigala sering bermain. Pisau itu sendiri ditanam dengan dengan posisi bagian ujung (mata pisau) mencuat keatas.

Dengan trik seperti itu, acapkali srigala datang dan mengendus-endus bau darah yang menyelimuti pisau tersebut. Tentu saja, mata pisau yang tajam dengan sendirinya melukai lidah si srigala. Walaupun demikian udara yang dingin membuat sang srigala tidak merasa sakit, meski ia menjilati pisau yang tajam dan darahnya sendiri. Lama kelamaan srigala mati lemas, karena kehabisan darah. Selanjutnya sudah bisa ditebak! Suku Eskimo dapat dengan mudah membawa srigala itu untuk dijadikan santapan.

Jika mereka hendak mencari ikan, maka laki-laki akan menggunakan sebuah perahu kecil yang disebut “kayak” dengan bagian depan yang tertutup dan hanya bermuatan satu orang. Dan jika pihak wanita yang ingin melakukan pencarian ikan, maka mereka akan menggunaka perahu yang lebih besar dan berkelompok.

 

Dalam dunia modern, Suku Eskimo sudah mulai menerima modernisme. Mereka sudah bergabung menjadi warga negara Amerika Serikat dan mendapat 961,5 juta dolar serta 16 juta hektar sebagai jaminan kesejahteraan hidup mereka. Selain itu mereka juga tersebar di Alaska, Greenland, dan Kanada di mana di sana mereka mengembangkan sektor kerajinan tangan yang dijual hampir diseluruh negara, dan mulai berkarir. Ada yang menjadi pegawai pemerintah, beternak rusa kutub, bekerja disektor industri dan konstruksi bangunan, dan mendapat jaminan sosial. Pemerintah juga sudah mulai membuat program kesejahteraan bidang pendudukan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan perekonomian guna meningkatkan taraf hidup Suku Eskimo ini sendiri sejak tahun 1900-an.


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment