More than Just Nation and Character Building
May 22nd, 2014 at 12:16 am
Posted by Mohammad Adib in Etnografi Bangsa-Bangsa

People talk of West African, East African, North African communities ...Nama Kelompok 4 (ASIA TENGGARA): Sihabuddin 071311733062, Mayka risyayatul asnawiyah 071211233034, Mahbubatus sakdiyah 071311733031, Ajeng kuki anggraeni 071311231004, Siti badriyah 071311733042. Perkuliahan Etnografi Bangsa-bangsa kali ini merupakan suatu kejutan yang tak terduga, pasalnya hari ini yaitu Rabu tanggal 21 Mei 2014 merupakan kuliah pengganti hari kamis minggu lalu yang merupakan libur nasional hari Waisak, kejutan tak terduga tersebut adalah dosen yang datang bukanlah pak Tri Joko melainkan pak Adib yang  terkenal  penuh energik saat mengajar, hal tersebut memberikan dampak positif kepada mahasiswa yaitu membuat mahasiswa tertular oleh keenergikan sang dosen kebanggaan kita tersebut, hal tersebut dibuktikan oleh mahasiswa yang presentasi maupun mahasiswa yang di kelas yaitu dengan mengikuti jalannya perkuliahan dengan penuh semangat membara.

Presentasi kali ini cukup entertain sekali karena kelompok 7 menyajikan dengan penuh keceriaan sehingga mahasiswa merasa terhibur memperhatikan kelompok 7 yang menjelaskan tentang Etnografi Afrika utara. Afrika utara merupakan wilayah yang berbatasan dengan 2 benua yaitu benua Eropa dengan benua Asia. Afrika Utara terdiri dari 7 negara antara lain yaitu mesir, libya, maroko, sudan, sahara barat, tunisia, dan aljazair. Afrika utara merupakan jalur yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Eropa dan Asia, sehingga Afrika Utara mayoritas penduduknya adalah hasil amalgamasi atau perkawinan campur yakni perkawinan campur dengan Eropa maupun benua Asia khususnya kawasan timur tengah.

Afrika Utara merupakan wilayah dengan iklim gurun, disana terdapat banyak gurun pasir yang sangat luas yaitu gurun sahara, selain gurun di Afrika Utara mengalir sungai terbesar di dunia yakni sungai Nil yaitu merupakan kawasan yang disebut sebut sebagai wilayah lahirnya peradaban dunia. Masyarakat Afrika Utara mayoritas memeluk Agama islam dengan pola hidup berpindah-pindah atau nomaden, karena masyarakat afrika utara hidup dalam iklim yang ektrim panas karena mayoritas gurun, sehingga mereka berpindah tempat sesuai musim, mereka bermata pencaharian sebagai peternak atau petani, mata pencaharian tersebut banyak terdapat dalam masyarakat pedesaannya sedangkan masyarakat kota sudah mengalami arus globalisasi dengan kemajuan di segala bidang seperti pendidikan, kesehatan maupun teknologi sudah sangat drastis perkembangannya sehingga lapangan pekerjaan di perkotaan cukup memadai gajinya. Namun yang menjadi masalahnya adalah pertumbuhan laju penduduk yang sangat signifikan membuat pemerintah kesulitan menyediakan fasilitas yang menunjang kehidupan sehari-hari, bagaimana tidak karena di afrika utara suatu kelahiran anak sangat diagungkan dan dihargai.

Etnis terbesar yang mendiami sebagian besar negara-negara di Afrika Utara adalah etnis Berber. Etnis tersebut dipercaya sebagai leluhur masyarakat Afrika yang berasal dari Arab, Turki, Bizantium, dan Romawi. Suku beber terdiri 97% dari seluruh penduduk total di Afrika Utara.  Suku ini mendiami negara-negara seperti Aljazair, Maroko, Mesir, Tunisia, Libya, dan Sahara Barat. Suku Berber menetap di bagian utara Afrika di Bukit Nil. Mereka tersebar dari Samudera Atlantik sampai Oasis Siwa di Mesir dan dari Laut Mediterania sampai Sungai Nigeria. Pada awalnya Suku Berber berbicara menggunakan bahasa Berber, namun ketika Islam masuk, mereka ikut berbicara bahasa Arab dan memeluk agama islam sunni. Dalam suku Berber terdapat pula yang berbicara bahasa Spanyol dan Perancis, hal tersebut menunjukkan  sebagai bukti sisa-sisa kolonialisme.

Afrika utara dengan sejuta pesonnya membuatnya menjadi salah satu destinasi yang paling patut dikunjungi oleh orang dunia karena afrika utara memiliki aset berharga yang merupakan warisan dunia antara lain adalah piramida dan sphinx di mesir, yang menjadi tempat wisata paling banyak dikunjungi oleh masyarakat dunia, hal tersebut beralasan karena piramida dan sphinx menyimpan sejuta misteri yang belum terkuak dengan gamblang hingga sekarang, menurut penelitian bangunan tersebut merupakan peninggalan dari raja firaun yang hidup semasa hidupnya nabi Musa alaihisalam. Bangunan tersebut menjadi salah satu keajaiban dunia yang patut dilestarikan keberadaannya karena memiliki mutu yang tak ternilai harganya sebagai salah satu warisan dunia kebanggaan Afrika utara.***


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment