More than Just Nation and Character Building
July 14th, 2017 at 3:19 pm
Posted by Mohammad Adib in Etnografi Ilmu Pengetahuan

Mahasiswa Bidik Misi Memperoeh nilai A by Mohammad Adib FISIP UNAIRMahasiswa peserta Bidik Misi bernama Irma Damayanti angkatan tahun 2013 (Semester ke-8), yang saya memperoleh tugas untuk membimbingnya ini, memperoleh nilai A dalam sidang ujian penulisan skripsi yang berjudul “Strategi Rasional Pedagang Batik di ITC Mega Grosir Kota Surabaya.” Komisi penguji, dipimpin oleh Dr. Rustinsyah, Dra., M.Si. Sidang dilaksanakan di Common Room FISIP UNAIR dimulai pada jam 10.00 Jumat pagi ini. Gambar diambil sesaat setelah sidang.


July 14th, 2017 at 8:59 am
Posted by Mohammad Adib in Etnografi Ilmu Pengetahuan

Memanen Rumput Tambak di wilayah Ekowisata Mangrove Kelurahan Gunung Anyar Kota SurabayaSekelompok orang petani sedang memanen Rumput Laut (Tambak) di wilayah eko-wisata mangrove Gunung Anyar. Pemanenan dilakukan dengan cara mengangkat rumput tersebut dari dalam tambak ke atas perahu yang terbuat dari bahan Steroform. Setelah terkumpul dalam jumlah yang memadai, maka digerakkan ke arah tepi tambak (pematang, Jawa: galengan) dengan cara ditarik manual, perumputnya berjalan kaki sambil menyeret perahu ke tepian. Rumput-rumput tersebut, dikumpulkan dan di taruh di atas pematang dengan terlebih dahulu dipasang lembaran terpal agar tidak tercampur dengan tanah tambak. Besok pagi nya, rumput-rumpu itu dimasukkan ke dalam wadah sak/kantong plastik (bagor), kemudian diangkat (Jawa: tengguluk) menuju tempat terdekat yang dapat terjangkau oleh kendaraan Sepeda Motor. Melalui kendaraan Sepeda Motor seorang dapat mengangkut 3-4 sak ke tempat pengepulan Rumput Laut yang berjarak 2-3 km. Di tempat pengepulan ini, para tengkulak telah siap mengangkut denan kendaraan Pick Up menuju Pabrik Ager-Ager di wilayah Pandaan Kabupaten Pasuruan. #EtnografiWisataIlmuPengetahuan. 


July 14th, 2017 at 7:36 am
Posted by Mohammad Adib in Etnografi Ilmu Pengetahuan

Tukang Gojek Lulus dengan Skripsi tentang Gojek by Mohammad Adib FISIP UNAIRTukang Gojek bernama Agung Hadi Pranoto, mahasiswa Depatemen Antropologi FISIP UNAIR angkatan tahun 2013 (semester ke-8) ini menulis Tugas Akhir tentang “Siasat Pengendara (Driver) Gojek dalam Mengatasi Kompetitor Antar para Pengendaranya.” Komisi penguji yang saya ditugasi untuk memimpinnya, telah menyatakan Lulus dari UNAIR dalam sidang hasil penulisan skripsi yang diselenggarakan pada Rabu 12 Juli 2017 di Ruang 205 Gedung A Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga. Komisi penguji yang beranggotakan Dr. Rustinsyah, Dra., M.Si., sekaligus sebagai pembimbingnya dan Drs. Trijoko Sri Haryono, M.Si. dalam menyampaikan materi ujiannya berfokus kepada teori, metode, dan analisis. Perspektif yang digunakan oleh tukang Gojek ini dalam penelitannya adalah paradigma aktor yang difoluskan kepada siasat para aktor saat menghadapi kompetitor sesama pengendara (driver) anggota Gojek.


July 5th, 2017 at 5:10 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Scopus …..Ayo ….. Rekkkkk…Scopus …..Ayo ….. Rekkkkk….. Di Google Scholar telah mencapai angka: Artikel 44, Citasi 55, dan H-Indeks 3 serta i10-Index 1 dalam SINTA (Science and Technology Index) http://sinta1.ristekdikti.go.id/author/?mod=profile&p=stat.


June 14th, 2017 at 5:50 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Kuliah akhir di FEB Dep Akuntansi UNAIR PDD BanyuwangiOleh: Ridha Anelia Ayu Winanti (041611535003), Esti Adianti (041611535012), Rizki Dwi Akbar (041611535036), Asmahan (041611535040). Prodi: S1. Akuntansi (PSDKU Banyuwangi), Matkul: Kewarganegaran (KWN), Tugas: Resume dengan topik Pendidikan Anti Kosupsi. “Dengan kompetensi yang mereka miliki tersebut mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan, mampu menyuarakan kepentingan rakyat, mampu mengkritisi kebijakan – kebijakan yang koruptif, dan mampu menjadi watch dog lembaga – lembaga negara penegak hukum.” #unairgoesto500wcu

Resume kewarganegaraan pendidikan anti korupsi Continue Reading »


May 2nd, 2017 at 9:05 am
Posted by Mohammad Adib in Inspirations

Kerbau seharga satu milyar rupiah di Tana TorajaPuncak penghargaan dalam hidup dan kehidupan bagi orang Toraja di daerah pegunungan Sulawesi Selatan  adalah kepada kematian para leluhur. Untuk mewujudkan penghargaan tersebut dilakukan serangkaian kegiatan ritual dalam upacara kematian yang disebut Rambu Solo. Kerbau jenis saleko seperti pada foto ini adalah kerbau termahal dalam lingkungan budaya di Toraja. Ciri khasnya adalah tanduk kuning, lingkaran putih di bola mata, serta berkulit hitam dan putih. Tingginya harga bergantung pada kelangkaannya. Harga per ekor bisa mencapai lebih dari Rp 1 miliar.(KOMPAS/ARBAIN RAMBEY)


April 6th, 2017 at 2:32 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Surat Keterangan LahirHari pertama kembali ke Kota Surabaya, dapat menuntaskan persyaratan administrasi AKTA KELAHIRAN cucu perempuan pertama, setelah sepekan sebelumnya menemaninya dalam proses kelahiran dan aqiiqoh di Kota Medan Sumut. Saya telah hadir di empat instansi “pereintah”: (1) di kantor kelurahan untuk cek kelengkapan berkas, (2) di rumah Pak (Ketua) RT, memperoleh surat pengantar PLUS tandatangan dan stempel; (3) seperti itu untuk memperoleh tandatangan dan stempel dan di rumah Pak RW; (4) ke Kantor KUA untuk memperoleh tandatangan dan stempel dalam legalisir enam lembar foto kopi Akta Nikah. Pada kesempatan itu, Pak Lurah bilang, “selayaknya memang begitu. Segera menyelesaikan pengurusan AKTA KELAHIRAN. Kalau melampaui batas waktu sebulan dikenakan uang DENDA. Mengunggah file nya juga online pada laman berikut: ssw.surabaya.go.id/anjungan. Validasinya cukup dilakukan di Kantor Kelurahan.


April 6th, 2017 at 1:32 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Jahe IyeesPotensial memperoleh laba berlipat. Di pasar Soponyono Rungkut Surabaya, per kilo JAHE MERAH dipatok harga Rp. 32 ribu. Sedangkan di tingkat petani saat harga tinggi seperti sekarang ini per kilogram Rp. 6 ribu (Jawa Pos, 4 April 2017). Semoga tanaman JAHE yang terlihat semakin subur ini, dapat mencapai maksud: panen yang berkah dan melimpah ruah serta kathah.


April 6th, 2017 at 1:22 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

sertifikat-narasumber-pw-ippnu-di-jombang.jpg“Remaja, Narkoba, dan Kekerasan Seksual: Perspektif Pemantapan Karakter Bangsa,” begitu makalah yang saya presentasikan pada seminar “Pelajar Putri Satukan Barisan Anti Radikalisme, Lawan Kekerasan Seksual, dan Narkoba,” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah IPPNU JATIM di Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras JOMBANG, tadi siang. Hadir pula sebagai narasumber Dra. Hj. Ida Fauziah, M.Si., Ketua PP LKKNU / alumni PW IPPNU JATIM, Anggota DPR RI; dan KH. Taufik A. Jalil, MM. (Kemenag Kabupaten Jombang).


March 19th, 2017 at 9:52 pm
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics

Oleh: Kelompok IV, Erik Rikardo Gultom (Presiden/Feb/041611133092), Dwi Aprianto (Sekjen/Feb/041611333022), Galluh Behnarezzy Yulmier (Bendahara/Feb/041611233055), Rifda Auliyani (Bendahara/Feb/041611233237), Semester Genap 2016 – 2017. Kelas A-2.2. Dosen Pembimbing: Dr. H. Moh. Adib, MA.  “……..Mata Kuliah Pendidikan Pancasila : “Menyadarkan, Mencerdaskan, Mencerahkan!” Itulah jargon penyemangat di pagi hari yang dilontarkan oleh bapak Moh. Adib untuk membakar semangat kami di pagi hari di hari Senin, 13 Maret 2017 di ruang Ki Hajar Dewantara untuk memulai perkuliahan Pendidikan Pancasila.” “….Di akhir pertemuan Bapak Moh. Adib menjelaskan sebuah kata kunci utama dalam pembelajaran kali ini yaitu ‘Dinamika Berbanga’. Poin pertamanya adalah bahwa Indonesia dapat hadir dan merdeka karena sebuah proses sejarah yang panjang. Diawali oleh semangat segelintir mahasiswa Indonesia yang beruntung dan dapat mengenyam perguruan tinggi di Belanda yang mendirikan organisasi Budi Utomo. Dari organisasi inilah semangat nasionalisme mulai dipupuk. Kemudian dilanjutkan dengan persatuan para pemuda Indonesia pada tahun 1928 dengan diikrarkannya Sumpah Pemuda. Lagu nasional berjudul ‘Satu Nusa, Satu Bangsa’ yang kami nyanyikan bersama memuat tiga hal utama yang diikrarkan didalam Sumpah Pemuda, yaitu Bangsa, Tanah Air (Nusa) dan Bahasa. Jadi apabila dapat disimpulkan secara singkat, Indonesia dapat merdeka karena semangat dari segelintir mahasiswa yang mampu membawa Indonesia menuju Indonesia yang merdeka dan bermartabat karena pengalaman yang diperoleh mereka ketika memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan di Belanda. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.40 yang menandakan bahwa kelas Pancasila sudah berakhir. Kelas kali ini diakhiri dengan doa bersama.” 1. “Jas Merah”: Jangan Sekali-Sekali Meninggalkan Sejarah!   2. GENAP(2016_2017)_PANCASILA_KELAS_A-2.2 OK-2 Yess NILAI TUGAS KELOMPOK  3. Continue Reading »