More than Just Nation and Character Building
February 13th, 2018 at 8:11 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Philosophy of Science

Oleh Astrid Ismy Mayangsari, 071711433037, Prodi: Sosiologi 2017, Mata Kuliah Filsafat Ilmu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga. “…pada saat saya kuliah di prodi sosiologi ini, saya sedikit bingung karena di semester 2 ini ada mata kuliah filsafat ilmu dan saya tidak seberapa tahu mengenai filsafat. Pandangan awal saya mengenai filsafat yaitu seperti pelajaran sejarah saat SMA dulu. Tetapi, setelah saya mendapatkan referensi buku filsafat ilmu dari kakak tingkat saya di Sosiologi dan buku tersebut akan dipakai sebagai referensi pembelajaran saat saya aktif kuliah semester 2 nanti, saya langsung mencari dan membeli buku tersebut. Saat liburan saya mulai membaca, memahami dan berusaha untuk mengenal apa itu filsafat dan mempelajari apakah filsafat itu. Disini saya membaca dari beberapa referensi buku, seperti buku; Filsafat Ilmu Ontologi, Epistemologi, Aksiologi, dan Logika Ilmu Pengetahuan(Drs. H. Mohammad Adib, 2010, Edisi ke-2), Ilmu Pengetahuan Sebuah Tinjauan Filosofis(Keraf, 2001), Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer (Suriasmantri). Dari ketiga buku referensi itu, saya paling mudah memahami dasar-dasar Filsafat sebagai pemula adalah dari buku Filsafat Ilmu milik Drs. H. Mohammad Adib, MA dan setelah membaca beberapa bab dari buku tersebut wawasan saya bertambah mengenai filsafat. ….Pada saat saya memulai awal perkuliahan di semester 2 hari selasa ini tanggal 2 Februari 2018, saya ada kelas filsafat ilmu diruangan A311 gedung A Fisip Universitas Airlangga. Pada saat kelas dimulai, saya terkejut ketika mengetahui dosen yang mengajar mata kuliah filsafat ilmu di kelas saya adalah Pak Adib dan nama panjang beliau sama dengan nama pengarang buku Filsafat Ilmu yang saya baca.” 1. GENAP(2017_2018)_FILSAFAT_ILMU_KELAS_C Nilai Tugas Individual, Resume-Narasi Kuliah Perdana 6 Februari 2018  2. GENAP(2017_2018)_FILSAFAT_ILMU_KELAS_C Kelompok, Angota, Topik, Sistematika makalah dan Kriteria Penilaian  3

Continue Reading »


February 10th, 2018 at 3:06 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

PPs-Genap 2017-2018 by Mohamma AdibOleh: Ahmad Shofiy Mubarok – 041711433073 - Ekonomi Islam.  “….Dosen yang mengajar adalah Dr.Muhammad Adib, DRs., MA. Saya baru pertama kali diajar oleh pak Adib. Ternyata beliau sangat profesional dalam segala bidang. Dalam mengajar beliau banyak memberikan jargon yang membuat semangat saya dan teman – teman dalam belajar di kelas semakin bertambah. Salah satu jargonnya adalah 3M , yaitu menyadarkan, mencerdaskan, dan mencerahkan. Di sini yang pertama adalah Menyadarkan. Kita sebagai mahasiswa harus menumbuhkan rasa kesadaran diri untuk cinta tanah air dan  bangga menjadi Warga Negara Indonesia.” “….Metode perkuliahan yang diterapkan oleh Pak Adib adalah SCL, Student Center of Learning. Yaitu pusat pembelajaran ada pada mahasiswa. Di mana para mahasiswa diberi kebebasan untuk mengemukakan pendapatnya. Metode ini menurut saya sangat efektif, karena saya dan teman – teman bisa mengeluarkan pendapat–pendapat pada saat diskusi.selain itu ada jargon lain, yaitu “TANGGUH TAK PERNAH MENGELUH”.yang berarti siap melakukan sesuatu yang berhubungah dengas pembelajaran dan tidak pernah menyerah seperti tugas kuliah. Saya harus mengerjakan tugas saya dengan ikhlas tanpa harus mengeluh. Pada penghujung saya menyadari betapa pentingnya Pendidikan Pancasila untuk dipelajari, tidak bisa dibayangkan jika tanpa belajar pendidikan pancasila bagaimana nasib bangsa dan negara di masa yang akan datang.” 1. GENAP(2017_2018)_PANCASILA_KELAS_A-2.1 Nilai Tugas Individual Resume - Narasi   2. Pelajaran Berharga di Kuliah Perdana Genap 2017-2018  3. GENAP(2017_2018)_PANCASILA_KELAS_A-2.1 Kelompok, Anggota, Topik,dan Sub Topik Kelompok

Continue Reading »


February 9th, 2018 at 4:00 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

PKn Genap 2017-2018 Ruang Ir. Soekarno-2Oleh Andhini Aurelia Putri (101711133130) – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.Mata kuliah pertama, jam pertama, serta hari pertama kuliah di semester 2 sangat tidak kusangka ternyata akhirnya istimewa. Benak saya mengatakan “hari pertama kuliah pasti membosankan”. Tapi nyatanya apa yang saya pikirkan adalah pemikiran yang salah. Pak Adib membuktikan bahwa hari pertama kuliah tidaklah membosankan, melainkan menyenangkan sekaligus mengisi energi positif agar semangat kedepannya sehingga kita sebagai pemuda bangsa Indonesia antusias berkontribusi memajukan bangsa ini. 1. GENAP(2017_2018)_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-1.1 Nilai Tugas 1 Narasi Indiviual 5 Februari 2018  2. GENAP(2017_2018)_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-1.1 Kelompok, Topik, dan subtopik, sistematika, dan kriteria penilaian makalah  3.

Continue Reading »


January 4th, 2018 at 1:24 pm
Posted by Mohammad Adib in Etnografi Ilmu Pengetahuan

Penipuan berkedok Hadiah langsung melalui SMS di HPModus kejahatan berkedok hadiah dari perusahaan yang klasik seperti gambar screen shot di sebelah kiri ini, masih saja bergentayangan. Kamis, pagi hari keempat TAHUN 2018 bulan Januari ini, saya menerimanya lagi. Pengirimnya sudah jelas berniat melakukan penipuan melalui media website. Adalah saat yang tepat, segenap komponen bangsa di berbagai pihak semakin peduli terutama dari aparat-pemerintah dengan cara antara lain menyediakan HOTLINE layanan pengaduan. Melalui nomor HOTLINE tersebut warga masyarakat dan mengadukan gejala penipuan ini dengan segera melacar Nomor HP pengirimnya juga jelas tercantum di situ. Semangat untuk memantapkan tatakelola pemerintahan yang melaksanakan penegakan hukum yang tegas dan berwibawa saatnya terus kita dukung untuk mewujudkannya.


November 14th, 2017 at 10:35 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Pengusul PKM Dep AN 2017-2Dosen pengampu: DR. H. Mohammad Adib, MA. Disusun oleh: Hurriyatun Nabillah (071711133039), Dyana Eka Wati (071711133007), Aqmar Inara Dyan Pratiwi (0717111330117). DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2017. “……Yang menarik perhatian kami adalah penampilan video oleh kelompok 10 dan juga yang ditampilkan Pak Adib sendiri yang keduanya menginspirasi kami untuk selalu menghargai negaranya sendiri. Dari video yang ditampilkan oleh kelompok 10 tadi, ada beberapa quotes (kata-kata bijak) yang menyadarkan kita untuk selalu bersatu, yaitu ada kata “terima aku dengan rasa” yang berarti kita tidak boleh membeda-bedakan masyarakat dari daerah satu dengan lainnya juga kita harus menjunjung tinggi rasa toleransi diantara sesama masyarakat / mahasiswa, kata-kata itu seperti mengingatkan kita semua untuk selalu ikhlas dalam segala perbuatan yang akan kita lakukan karena segala sesuatu harus dilakukan dengan rasa / hati. “kesadaran membela negara” yang berarti masyarakat (termasuk kita sebagai mahasiswa) untuk selalu menyadari bahwa kita adalah rakyat Indonesia yang harus selalu menjunjung tinggi rasa nasionalisme, rasa bangga telah menjadi bagian dari bangsa Indonesia ini. Tentunya kita semua juga harus sadar akan hak dan kewajiban yang melekat pada diri kita sebagai masyarakat Indonesia dan juga peran kita sebagai mahasiswa. “mayoritas + minoritas = solidaritas” kata ini juga sangat berarti, bahwa kita sebagai masyarakat yang baik tidak boleh mengasingkan golongan / kelompok minoritas yang mana kelompok minoritas tersebut akan merasa tidak dianggap dan lama kelamaan akan terjadi sebuah perpecahan. Sebagai kelompok maoritas pun tidak boleh sok berkuasa, bahwa mereka menganggap banyak pendukung atau banyak anggota maka seenaknya menindas kelompok minoritas. Dalam semua kata-kata itu, dapat ditarik makna bahwa kita harus menghargai satu sama lain, kita harus mengakui kelompok-kelompok minoritas jika sudah dilaksanakan maka akan timbul rasa satu, saling bahu membahu membela dan bersatu untuk kesejahteraan Negara Indonesia. Video yang ditampilkan oleh Pak Adib sendiri juuga menyadarkan kami bahwa kami belum ada apa-apanya, kami masih belum merealisasikan pengabdian kami kepada negeri ini karena video yang ditampilkan Pak Adib adalah video seorang anak kecil yang sangat PD, sangat mantap, dan sangat bersemangat untuk mengemukakan pendapatnya yang (semacam orasi yang sangat persuasif) untuk menyadarkan kita bagaimana mencintai negara kita sendiri ini, Indonesia. Anak tersebut sangat menghayati apa yang disampaikan, nadanya juga sudah sangat apik. Ada kata yang sangat menyentuh pada saat akhir video tersebut yang diucapkan anak kecil itu, yaitu kira-kira seperti ini “tampar aku, caci aku, maki aku tapi jangan pada IndonesiaKu IndonesiaMu” yang menyadarkan dan mengingatkan kita untuk selalu membela Negara Indonesia ini.” 1. Penyatuan Bangsa Melalui Penyadaran untuk Selalu Toleransi SARA (Suku Agama Ras dan Antargolongan) PKN Nop 2017   2.  GASAL(2017_2018) PKn UNAIR A.1.1. Ruang Ki Hajar Dewantoro Nilai Kelomok 20 Nop 2017. Continue Reading »


November 14th, 2017 at 9:38 am
Posted by Mohammad Adib in Etnografi Ilmu Pengetahuan

lomba-desain-poster-nasional-20.jpgDewan Juri pada Lomba Desain Poster Nasional dalam Gebyar Kependudukan Airlagga 2.0 dengan tema “Eksistensi Pemuda Menyongsong Bonus Demografi 2020,” yang diselenggarakan oleh UKM Kependudukan Universitas Airlangga Tahun 2017 di Aula Kahuripan Kampus C UNAIR.


October 13th, 2017 at 11:07 pm
Posted by Mohammad Adib in Ethnography of Family

Tilik Putu by Mohammad Adib“Tilik” (sambang = mengunjungi) cucu-cucu di Pangkalan Susu MEDAN. Dalam kebudayaan Jawa (INDONESIA), terasa tidak tepat saat kita bertugas di suatu daerah dan tidak menyempatkan diri untuk mengunjungi keluarga (sahabat, dan atau kerabat) dekat. Akan menjadi penilaian berbentuk omongan orang yang bernada negatif dan terus menerus dihidupkan dalam kebudayaan itu. Omongan negatif itu menurut kebudayaan (orang) Jawa, “Tidak nJawani” (tidak berkebudayaan Jawa), merupakan bentuk pemertahanan nilai budaya mulia untuk terus dimantapkan di keseharian. Beruntunglah saya telah mengunjungi anak dan cucu-cucu saya di Kompleks Pertamina Field Pangkalan Susu yang berjarak 120-an km dari kota Medan tempat saya ditugaskan oleh kantor.


October 13th, 2017 at 11:15 am
Posted by Mohammad Adib in Anthropology of Disaster, Jatidiri and Characters

favehotel Medan Jumat 13 Oktober 2017 By Mohammad AdibOptimalkan Kewaspadaan, “ini Medan (Sumut) Bung.” “Di sini (Medan), bapak jangan mudah percaya sama orang. Saat diajak bicara sama orang lain, jangan mau. …… Nanti setelah turun di Simpang Pangkalan Susu (Pom Bensin), berhenti saja di situ. Jangan menyeberang. Tunggu PKBU “Murni” warna merah. Stop mereka saat melintas di situ. Segera naik  ke dalam angkutan itu setelah mengecek kebenaran tujuan Terminal Pangkalan Susu. Jangan mau ditawari oleh kendaraan lain. Takutnya, bapak akan dibegal.” Kata Rider yang juga security Favehotel di Jalan S. Parman Medan seusai saya check out dari penginapan ini setelah saya tinggal dua malam. Orang kelahiran Medan ini menyampaikan secara khusus kepada saya setelah memperoleh kepastian memperoleh ticket Bus Kurnia jurusan Medan-Banda Aceh, yang akan diberangkatkan pada jam 09.00. Saat menyampaikan pesan itu ia mengajak saya menepi ke areal parker dekat mobil yang besebelahan dengan ruang tunggu PO Bus Karunia. Continue Reading »


October 12th, 2017 at 6:11 am
Posted by Mohammad Adib in Touring

Kereta Api Bandara KUALANAMU-MEDAN 11 Oktober 2017 by Mohammad Adib“Mari naik Kereta Api” ujar Bapak Ir. H. Joko Widodo, Preseden RI pada layar televisi di dalam gerbong Kereta Api (KA) Bandara Kualanamu yang saya tumpangi pada 11 Oktober 2017 menuju Medan yang diberangkatkan pada jam 19.15. Mengenakan pakaian warna putih lengan panjang dengan posisi berdiri yang kedua tangannya memegang gantungan pengaman di atasnya. Dibuka pertama pada 25 Juli 2013 besamaan dengan beroperasinya Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang Sumatra Utara. Sistem yang digunakan adalah KA Bandara (airport railink). Dimiliki oleh PT KAI dan PT Railink. Jarak Tempuh 40 km, panjang rel 40 km, lebar sepur 1067 mm berkecepatan sampai 60 km/jam. Fasilitas yang disediakan dalam KA ini adalah fasilitas kenyamanan KA eksekutif berupa kereta ber-AC, reclining seat, Wi-Fi, serta audio visual. Harga tiket KA ini sekali jalan Rp. 100.000.,- KA ini menggunakan 4 set rangkaian KRD (Kereta Rel Disel) yang dibuat di pabrik Woojin, Korea Selatan. Berkapasitas 308 tempat duduk dengan lama perjalanan 30 menit menuju Bandara dan 30-47 menit saat menuju Medan (Kereta menuju bandara lebih cepat untuk memprioritaskan dalam penggunaan rel tunggal dalam rute ini).


September 17th, 2017 at 4:55 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Dosen Pengajar : Dr. H. Moh. Adib, Drs., MA. Kelompok 11 : PKN BWI-A Dimas Nur Khoiron Septian   (141711535002), Dea Risti Hariyani   (141711535005), Fiko Ainun Nur Aisyiyah (101711535019), Selviani Setyaning D.   (101711535011), Meirna Mega Rizki  (101711535016). PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi Jalan Wijaya Kusuma No. 113 Kecamatan Giri Banyuwangi 68423. “…..Kita sebagai mahasiswa, sebagai generasi penerus bangsa dan sebagai agent of change sudah berkewajiaban menjaga dan mempertahankan identitas nasional dari ancaman – ancaman yang membahayakan identitas nasional. Untuk menghadapi hal itu perlu adanya strategi  untuk mempertahankan identitas nasional  yang merupakan jati diri bangsa, diantaranya dengan mengembangkan nasionalisme, pendidikan, budaya, dan bela negara. Dengan cara  mengembangkan jiwa nasionalisme, pendidikan dan kebudayaan. Suatu tujuan akan mudah diraih apabila dikerjakan dan dilaksanakan dengan sungguh – sungguh. Jangan pernah berkata sulit karena itu akan membuat maindset dan perilaku kita menjadi terhambat..” Continue Reading »