More than Just Nation and Character Building
October 8th, 2014 at 11:56 am
Posted by Mohammad Adib in Introduction of Anthropology

http://4.bp.blogspot.com/-GP5npFkEl_Y/Uod0FxxBR4I/AAAAAAAAAfA/51gZUX7Jtag/s1600/pengertian+antropologi.jpgOleh: Muharram Dwi Putranto/071411433017/Sosiologi. “……Bapak Adib menerangkan materi dengan ditambah bumbu yang sedikit dewasa yang membuat mahasiswa excellent tertawa dan menyimak dengan baik materi yang diterangkan oleh bapak Adib. Setelah menerangkan materi bapak Adib memperlihatkan video tentang budaya nikah usia dini di Madura. Video tersebut dicuplik dari sebuah acara di Metro TV. Dalam video tersebut dikisahkan bahwa ada sebuah pasangan suami istri yang menikah muda di daerah Sampang. Sang suami menikah di usia 15 tahun sedangkan istrinya menikah di usia 13 tahun. Dan contoh kedua adalah di daerah Sumenep dengan sang Suami menikah di usia 17 tahun dan istri nya yang berusia 15 tahun. Di akhir video, terdapat wawancara antara presenter dengan Budayawan Madura beserta Bapak Adib selaku antropolog. Pak Adib menjelaskan bahwa di Madura, fenomena tersebut terjadi karena tradisi yang kuat yang dipegang oleh masyarakat madura.”Nilai Narasi Individual Fungsi Kebudayaan GANJIL(2014_2015)_PENGANTAR_ANTROPOLOGI_KELAS_A

Tanggal 24 September 2014 jam ke 3 atau tepatnya jam terakhir perkuliahan ini, saya dipertemukan dengan mata kuliah Pengantar Antropologi, yang bertepatan di ruang 303. Di mata kuliah Pengantar Antropologi ini, dosen saya adalah Bapak Pudji Santoso, karena Bapa Pudji Santoso berhalangan datang, jadi dosen digantikan oleh dosen pengganti yaitu Bapak M Adib yang sangat super excellent. Pertama saya ragu salah masuk kelas, dan ternyata dosennya berhalangan masuk jadi digantikan oleh bapak M Adib. Pak Adib menerangkan materi tentang budaya. Sebelum memulai materi bapak Adib meminta untuk mahasiswa excellent untuk mendefinisikan apa itu budaya, dan akhirnya bapak Adib memilih 4 orang excellent untuk mendefinisikan apa itu budaya. Budaya sendiri berasal dari bahasa sanskerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Bapak Adib menerangkan materi dengan ditambah bumbu yang sedikit dewasa yang membuat mahasiswa excellent tertawa dan menyimak dengan baik materi yang diterangkan oleh bapak Adib. Setelah menerangkan materi bapak Adib memperlihatkan video tentang budaya nikah usia dini di Madura. Video tersebut dicuplik dari sebuah acara di Metro TV. Dalam video tersebut dikisahkan bahwa ada sebuah pasangan suami istri yang menikah muda di daerah Sampang. Sang suami menikah di usia 15 tahun sedangkan istrinya menikah di usia 13 tahun. Dan contoh kedua adalah di daerah Sumenep dengan sang Suami menikah di usia 17 tahun dan istri nya yang berusia 15 tahun. Di akhir video, terdapat wawancara antara presenter dengan Budayawan Madura beserta Bapak Adib selaku antropolog. Pak Adib menjelaskan bahwa di Madura, fenomena tersebut terjadi karena tradisi yang kuat yang dipegang oleh masyarakat madura. Pendapat pribadi saya tentang fenomena ini adalah, seharusnya para pasangan suami istri ini jangan menikah dulu di usia muda karena masa muda lebih baik diisi dengan bersekolah atau kuliah terlebih dahulu agar mempunyai masa depan yang lebih baik dan mampu membangun keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, dan pada sesi akhir Bapak Adib dtidak lupa untuk member tugas seperti biasa yaitu tugas berupa resume.

 


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment