More than Just Nation and Character Building
October 13th, 2014 at 1:11 am
Posted by Mohammad Adib in Introduction of Anthropology

f5df65d1d063472f289b162b99bd47f0_nasionalisme_0Oleh: Nurul Mahmudah/071411431040/Sosioloi. “…… Antropologi hari itu telah menyadarkan, mencerahkan dan semoga juga menambah kecerdasan bagi saya, dengan Anropologi yang memberi penjelasan mengenai kepribadian dan kebudayaan ini semoga dapat  dijadikan sebagai acuan dalam menata tingkah laku dan kepribadian yang bermoral mulia. Tak ada kata yang mampu saya ucapkan selain beribu-ribu terimaksih yang saya haturkan kepada semua penyaji materi khususnya Bpk.Adib atas segala pencerahanya. Akan selalu saya ingat kalimat Bpk. Adib bahwa without character everything is nothing. Jaya terus untuk dosen luar biasa saya Bpk Adib.Banyak hati yang menunggu sentuhan pencerahan bapak,selalu kami tunggu kehadiran bapak untuk mengebrakan semangat kami lagi,tak kan bosan kami walaupun harus terus menumpuk resemu setiap kali.Pertemuan bersama Bpk.Adib adalah pertemuan emas yang selalu kami rindukan setiap minggu.Semoga Bpk Adib tidaklah bosan senantiasa memberikan arahan dan pencerahan bagi kami. Menyadarkan,mencerdaskan mencerahkan? mari kita lakukan!!!!, Indonesia? Harus lebih baik!!! Mahasiswa Universitas Airlangga? Cerdas berahlak mulia!!! Mata kuliah Antropologi? Menyadarkan, mencerdaskan, mencerahkan!!!….”

            Mata kuliah Antropologi semester satu kelas excellence sosiologi 2014,ruang 303 Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik tanggal 08 September 2014.Bertemu lagi dengan dosen luar biasa  Bpk.Adib di mata kuliah antropologi,dua pertemuan dalam satu minggu dan yang pasti dua kali resume juga setiap minggu.Tapi   seperti yang pernah beiau sampaikan mahasiswa excellence tidak boleh mengeluh,harus bisa disiplin,tepat waktu dan selalu inovatif.Dan inilah yang saya usahakan saat ini  kalimat motivasi Bpk. Adib telah menyadarkan saya dan telah saya implementasikan disebagian hidup saya.Kalimat tersebut selalu berhasil membuat saya kembali bersemangat saat jenuh dan menghadapi beragam permasalahan.

            Seperti biasa kelas excellence dimulai dengan jargon-jargon kata penyemangat beliau,dan kalimat-kalimat sanjungan kepada kami.Luarbiasa memang Bpk.Adib ini  kelihaianya mengolah kata selalu dapat memancing pemikiran kritis dan keberanian mahasiswa untuk maju kedepan dan menyampaikan materi yang telah disajikan.Qomaruzaman dan Khanifudin berkesempatan memberikan kuliah  di pertemuan awal kelas excellence.

Pertemuan kali ini membahas mengenai “Kebudayaan dan Kepribadian” yang meliputi,konsep kepribadian,unsure-unsur kepribadian,teori kepribadian,kepribadian umum,dan watak bangsa.Qomaruzamman menyampaikan  metode kepribadian menurut Dr,Stigmen yaitu ID atu identitas,Ego,dan yang terahir hati nurani sebagai penyembang antara id dan ego.Sedangkan Khanifudin menyampaikan mengenai unsur-unsur kebudayaan  yang meliputi pengetahuan,perasaan dan dorongan naluri.

            Penjelasan lebih lanjut di sampaikan oleh dosen luar biasa Bpk. Adib mengenai  apa sebenarnya hubungan kebudayaan dan kepribadian.Ada berbagai teori mengenai hal ini diantaranya:

            1.Teori Empirisme(Jocke Locke-1690)

Disebut juga dengan teori Tabularasa/aliran optimism atau positivism.Bahwa pembentukan kepribadian manusia lebih banyak ditentukan oleh factor-faktor lingkungan

2.Teori Nativisme atau Naturalisme (Arthur Schopenhour)disebut juga dengan aliran negativism atau pesimisme.

3.Teori Konvergensi (William Stern) Memadukan factor-faktor bawaan dan factor lingkungan yang berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian.

 Kepribadian dapat disimpulkan sebagai berikut:

·         Cara khas seseorang berpikir,merasa dan berperilaku

·         Susunan unsure akal dan jiwa yang menentukan perilaku seseorang

·         Ciri-ciri watak yang konsisten

·         Terbentuk dari peta kognitif(system presepsi yang integral dan dinamis)dari lingkungan

·         Produk dari Enkulurasi

Dalam bahasa popular kepribadian juga berarti cirri-ciri watak seorang individu yang konsisten,yang memberikan kepadanya suatu identitas yang khusus.Banyak sekali materi yang di sampaikan Bpk adib berikut penjelasan contohnya hingga terceletus sebuah kata mutiara siang itu yang menyadarkan saya pribadi khususnya dan tenulah rekan-rekan Sosiologi 2014 pada  umumnya.”Jika kehilangan materi kita tidak akan apa-apa akan tetapi apabila kiata kehilangan kesehatan sudah pasti kita kehilangan segalanya”.

Contoh kepribadian  yang ada di sekiar kita Bpk.Adib mengambil dari tradisi “Umuk Solo”yaitu tradisi pernikahan rakyat Solo yang mewah dan terkesan ngoyo,menurut keterangan Bpk.Adib mereka selalu ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi para tamu acara yang hadir.Tradisi ini bukan hanya di gelar oleh kaum bangsawan saja namun kaum-kaum warga desa pun juga berupaya menyelenggarakan acara seperti ini walaupun dengan kerja keras yang luar biasa.Setelah itu ada  “Tradisi Gertak Semarang” yang merupakan cirikhas watak asli orang Semarang,orang-orang semarang apabila menghadap sebuah masalah pasti muncul gertakan terlebih dahulu dari awal pada kali ini beliau menceritakan cerita  dari rekan beliau sendiri yang asli semarang saat ditilang polisi.Dan yang terahir “Glembuk Jogja” yaitu tradisi orang jogja dalam berbahasa terkesan halus tapi memiliki tujuan yang menyakitkan.

Tradisi merupakan Kepribadian yang menjadi cirikhas sebuah suku atau wilayah tertentu,kata mutiara yangmenyadarkan saya untuk memahami wawasan baru ini adalah  “without character everything is nothing” saya sangat setuju sekali dengan kalimat ini,tanpa karakter segalanya adalah bukan apa-apa,orang hebat sepintar apapun tanpa didukung dengan karakter yang baik juga akan berahir sia-sia,Sesuai dengan motto Universitas Airlangga “Excellence with Morality” mahasiswa tidak hanya dituntut pintar akan tetapi juga harus memiliki moral yang bagus berkarakter mulia agar kelak dapat berwibawa dan dihargai dimasyarakat.

Ruth Benedict dalam bukunya Patern Of Culture menjelaskan bahwa dalam setiap kebudayaan ada bermacam tipe tepramen yang ditentukan oleh factor keturunan dan kebutuhan .Namun setiap kebudayaan hanya  memperbolehkan sejumplah terbatas tipe tempramen berkembang,yaitu hanya yang cocok dengan konfigurasi dominan.Mayoritas masyarakat berbuat sesuai dengan tipe dominan dalam masyarakatnya.Namun ada sejumlah  individu yang tidak dapat dimasukan dalam tipe dominan,yang digolongkan sebagai orang yang abnormal/deviant.

Benedict menerapkanya pada tiga suku bangsa

Ø  Orang zuni (Amerika)memiliki tipe keselarasan,ketenangan,yang disebut Apolonion karena mirip dengan sifat dewa apolo.

Ø  Orang Debu (Papua)memiliki kepribadian,tipe tipu muslihat,kelicikan,dan sifat pengecut gemar guna-guna untuk merugikan orang lain.

Ø  Orang kwakiult (Amerika)memiliki sifat agresif,penyayang ,mulut besar dan gemar mengaggungkan diri.

Materi yang disampaikan terahir adalah mengenai Teori Kebudayaan Petani Desa (Redfileid)

            1.Sikap praktis mencari yang faedah dalam waktu dekat

            2.Perasaan dari pada rasio

            3.Mengutamakan kesejahteraan dan kepastian hidup

            4.Menghargai prokreasi

            5.Mendambakan kekayaan

            6.Menghubungkan keadilan social dengan pekerjaan

            7.Konservatif

            8.Gemar memamerkan kekayaan

            9.Menolak paksaan sikap pasif

            Penyampaian  beliau yang di sertai video-video seperti contoh bahwa kepribadian itu pembentuk slah satunya adalah lingkungan yaitu video seekor sipanse yang menari saat diputarkan sebuah lagu.Sipanse tersebut memiliki potensi sedemikian rupa karena ada yang mengajari lingkungan disekitarnya mendukung untuk terciptanya tersebut,beda dengan sipanse yang berada di hutan belantara tanpa belaian manusia pasti mereka tidak dapat melakukan hal  yang sama.Dalam video yang lain menujukan  pandangan orang primitive dengan orang perkotaan dengan anggapanya masing-masing.Si orang primitive menganggap aneh orang kota yang memakai kain ditubuhnya di cuaca yang panas,begitu pula orang kota juga menganggap aneh tingkah laku orang primitive yang tidak berpakaian di hutan belantara.

            Metode pembelajaran yang didukung video yang relevan seperti ini mudah ditangkap oleh mahasiswa,bagi saya khususnya karena melihat itu lebih mudah dicerna otak dari pada hanya mendengarkan dan sungguh luar biasa Bpk. Adib mengerti apa yang diinginkan mahasiswa.

            Antropologi hari itu telah menyadarkan,mencerahkan dan semoga juga menambah kecerdasan bagi saya,dengan Anropologi yang memberi penjelasan mengenai kepribadian dan kebudayaan ini semoga dapat  di jadikan sebagai acuan dalam menata tingkah laku dan kepribadian yang bermoral mulia.Tak ada kata yang mampu saya ucapkan selain beribu-ribu terimaksih yang saya haturkan kepada semua penyaji materi khususnya Bpk.Adib atas segala pencerahanya.Akan selalu saya ingat kalimat Bpk. Adib bahwa without character everything is nothing.Jaya terus untuk dosen luar biasa saya Bpk Adib.Banyak hati yang menunggu sentuhan pencerahan bapak,selalu kami tunggu kehadiran bapak untuk mengebrakan semangat kami lagi,tak kan bosan kami walaupun harus terus menumpuk resemu setiap kali.Pertemuan bersama Bpk.Adib adalah pertemuan emas yang selalu kami rindukan setiap minggu.Semoga Bpk Adib tidaklah bosan senantiasa memberikan arahan dan pencerahan bagi kami.Menyadarkan,mencerdaskan mencerahkan? mari kita lakukan!!!!,Indonesia? Harus lebih baik!!! Mahasiswa Universitas Airlangga?Cerdas berahlak mulia!!! Mata kuliah Antropologi?Menyadarkan,mencerdaskan,mencerahkan!!!


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment