More than Just Nation and Character Building
April 8th, 2014 at 8:22 pm
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Jatidiri and Characters, Learning Pancasila

Oleh Kelompok 10: Achmad Mu’afi,(081311533015) Ketua Kelompok, Syania Ayunda Fitri (081311533014) Sekretaris, Thalia Lintang S. (071311733067) Bendahara 1 Vivi Andriyani (081311533004) Bendahara 2, Fridah Nur H.I. (081311533009) Bendahara 3, Liga Romadhona (081311133004) Bendahara 4, Dosen Pembimbing Drs. H. Mohammad Adib, M.A. “……Pokoknya, kuliah hari ini sangat excellence karena bisa belajar banyak tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dari Mr.Adib. We love you Mr.Adib. Semoga Indonesia lebih baik lagi kedepannya…”

Seminggu telah berlalu begitu cepat. Dan akhirnya berjumpa kembali dengan dosen yang excellence yaitu Bapak  Mohammad Adib yang biasa dipanggil dengan Mas Adib. Pada hari Senin, 7 April 2014 pada pukul 07.00 kami memulai kuliah PPKn. Dikuliah senin kali ini, kami belajar mengenai Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Seperti kontrak yang telah disetujui oleh mahasiswa dan dosen, sebelum memulai perkuliahan, kami  selalu memulai perkuliahan dengan berdo’a terlebih dahulu sebagai rasa syukur yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kami semua sehingga dapat bertemu kembali dalam keadaan sehat wal afiat. Setelah itu, kami semua selalu menyanyikan lagu Indonesia raya sebagai penghormatan kepada negara Indonesia ini. Setelah lagu Indonesia raya dinyanyikan, kami mengenang jasa para pahlawan dan jasa guru-guru kita dengan menyanyikan lagu mengheningkan cipta. Karena kami bangga sebagai mahasiswa Universitas Airlangga yang excellence with morality, kami mengenang para pendiri Universitas Airlangga, dengan menyanyikan lagu  hymne Airlangga. Kami menyanyikan 3 lagu tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi dari nilai-nilai pancasila yang menjadi dasar dari adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami sangat bangga menjadi warga negara Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau, beragam suku bangsa, beragam bahasa dan berbagai ras yang mempunyai satu tujuan untuk adil dan makmur.

Pada materi kuliah PPKn tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, kami belajar mengenai Hak dan Kewajiban warga negara, konsep dasar warga negara, asas kewarganegaraan, unsur penentu kewarganegaraan, dan status kewarganegaraan. Kata kuncinya adalah warga negara atau penduduk, hak dan kewajiban warga negara, Pancasila dan UUD 1945, dan non antipati. Setelah belajar hari ini, yang kami dapatkan adalah kami harus bangga menjadi warga negara Indonesia. Para leluhur memilih Pancasila menjadi dasar adalah hal yang sangatlah tepat karena bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, budaya, dan adat istiadat yang berbeda-beda meskipun begitu tetapi tujuannya sama.

            Menurut kelompok kami, salah satu unsur yang ada dalam suatu Negara adalah penduduk atau rakyat. Penduduk merupakan semua orang yang pada suatu waktu mendiami wilayah Negara. Mereka secara sosiologis lazim dinamakan ‘rakyat’ dari Negara tersebut yaitu sekumpulan manusia yang dipersatukan oleh suatu rasa persamaan dan yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu. Sedangkan warga negara adalah orang-orang sebagai bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur Negara. Warga negara merupakan anggota dari suatu Negara, yaitu peserta dari suatu persekutuan yang didirikan dengan kekuatan bersama, atas dasar tanggung jawab bersama dan untuk kepentingan bersama. Seperti yang telah tercantum didalam UUD 1945 pasal 26 berikut ini :

(1) Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
(2) Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.

            Asas kewarganegaraan dibagi menjadi 2, yaitu Asas Ius Sanguinis(Unsur daerah keturunan) dan Asas Ius Soli(Unsur daerah tempat kelahiran). Sedangkan unsur-unsur kewarganegaraan dibagi menjadi 3, yaitu Ius Sanguinis, Ius Soli, dan Naturalisasi. Status kewarganegaraan sangat penting gunanya untuk menentukan dimana warga negara itu tinggal.

            Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya. Sedangkan Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan. Sebagai komponen dari suatu bangsa, warga negara akan mendapatkan kompensasi dari negaranya sebagai hak yang harus diperoleh, selain memberikan kontribusi tanggung jawab sebagai kewajiban pada negaranya. Berikut ini beberapa hak dan kewajiban yang dimiliki warga negara Indonesia yang telah tercantum dalam UUD 1945 :

1. Hak atas kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan

Ini merupakan konsekuensi dari prinsip kedaulatan rakyat yang bersifat kerakyatan yang dianut Indonesia. Pasal 27 ayat 1 yang menyatakan tentang kesamaan kedudukan warga Negara dalam hukum dan pemerintahan tanpa pengecualian. Pasal ini menunjukkan kepedulian kita terhadap hak asasi sekaligus keseimbangan antara hak dan kewajiban daan tidak adanya diskriminasi diantara warga negara.

2. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak

Sesuai dengan yang tertuang dalam pasal 27 ayat 2. Pasal ini menunjukkan asas keadilan sosial dan kerakyatan.

3. Kemerdekaan berserikat dan berkumpul

Pasal 28 UUD 1945 menetapkan hak warga negara dan penduduk untuk berserikat daan berkumpul, mengeluarkan pikiran secara lisan maupun tulisan dan sebagainya. Syarat-syaratnya akan diatur dalam undang-undang.

Hak dan kewajiban, kedua kata tersebut sudah sangat sering di dengar oleh seluruh manusia, di setiap gerak-gerik kehidupan hak dan kewajiban selalu dituntut untuk dipenuhi, di dalam hukum hak dan kewajiban diatur dalam pasal 30 UUD 1945. Hak adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Contoh : hak mendapatkan pengajaran, hak mendapatkan nilai dari dosen dan sebagainya. Kewajiban : Sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Contoh : melaksanakan tata tertib di kampus, melaksanakan tugas yang diberikan dosen dengan sebaik baiknya dan sebagainya.

Ke dua hal tersebut  sangat berkaitan erat seseorang yang melakukan kewajibannya dengan baik pasti menuntut hak yang baik pula, begitu pula sebaliknya kedua hal tersebut sama hal nya seperti sisi mata uang logam yang selalu terkait dan tak terpisahkan.

Cukup sekian resum dari kelompok kami. Pokoknya, kuliah hari ini sangat excellence karena bisa belajar banyak tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dari Mr.Adib. We love you Mr.Adib. Semoga Indonesia lebih baik lagi kedepannya.


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment