More than Just Nation and Character Building
April 14th, 2014 at 10:14 pm
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Jatidiri and Characters, Learning Pancasila

Oleh: (Ketua) TEDI BAGUS PRASETYO MULYO (071311233013), (Sekretaris), ISNEANE CHASUNA (081311533018), (Bendahara) AMELLIA YUNI RAHENNA (071311733019), ROSSY EKA RAHMAWATI, (081311533013), RADITYA RAMADHAN (071311233045). “…Pak Adib memberikan feedback, menurut beliau karena adnya hokum maka terbentuklah HAM yang sudah dijamin oleh hokum. Kata kunci dalam pertemuan ini adalah pertama, fereedom. Freedom merupakan kebebasan, kebebeasan berpikir, berpendapat, berbicara dan lain-lain. Kebebesan dalam berbicara masih dalam satu konteks pembicaraan. Kalau kita terlalu bebas maka akan terjadi Anarchi, Anarchi menjadi kata kunci yang kedua. Anarchi merupakan sesuatu yang merusak diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Kata kunci ketiga adalah hokum positif, maksudnya saat ada undang-undang yang diundangkan maka dianggap semua masyarakat tahu tentang undang-undang tersebut. Kata kunci yang terkhir adalah agama. Theism adalah oaring yang mempercai adanya tuhan dan memiliki satu keyakinan, Atheisme adalah orang yang tidak mempunyai keyakina, dan Agnostisme adalah orang yang tidak taat beribadah.” “…Setelah beliau memberikan feedback, beliau memberikan Quote yang berbunyi “ Hidup adalah Pemberian dan Kehidupan adalah Perjuangan…” NILAI RESUME I, II, III, & IV KELOMPOK SMT GENAP(2013_2014)_PPKN_KELAS_7-A Sampai Rabu 16 April 2014 jam 10.00.pdf

Hari senin telah tiba, ini kali keenam kami berada di kelas PPKN, salah satu mata kuliah wajib yang diampu Bapak Adib, yang selalu menonjolkan sisi “Excellent With Morality”nya. Bukan hal yang ajaib lagi tepat pukul 07:00 kami memulai kelas ini selalu tedengar lagu kebangsaan negeri Indonesia kita tercinta, INDONESIA RAYA, yang diikuti lagu Mengheningkan Cipta guna untuk menghargai jasa para pahlawan serta tak lupa lagu kebanggan Universitas Airlangga yakni Hymne Airlangga. Pada hari itu kelihatannya ada beberapa mahasiswa yang tidak hadir terlihat dari beberapa kursi yang masih kosong. Setelah bernyanyi bersama, beliau tak lupa memimpin jargon. Jargon pertama berbunyi “ Universitas Airlangga, Excellent with Morallity”, jargon kedua “Mahasiswa PPKN, cerdas bermoral mulia”. Dan jargon ketiga “Indonesia, harus lebih baik”. Riuh mahasiswa bertepuk tangan.

Seperti biasa kuliah dimulai dengan presentasi kelompok penyaji, diskusi, feedback, lalu penyimpulan dari apa yang dibicarakan pagi itu. Kelompok penyaji memulai dengan pendiskusian mengenai “Hak Asasi Manusia dan Rule Of Law” Mungkin ringkasnya seperti ini:

Hak Asasi Manusia (HAM) sekarang bukan hanya menjadi isu nasional tapi juga sudah menjadi isu internasional. HAM juga dibatasi olaeh norma dan aturan yang berlaku. HAM juga merupakan suatu kewenangan bagi setiap manusia, kewenangan tersebut adalah hal yang mendasar yang tidak bisa diganggu gugat. Studi kasus yang diangkat kelompok ini adalah tentang ibu Satinah seorang TKW dari Jawa Tengah yang bekerja di Arab Saudi  yang dianggap telah membunuh majikannya yang akan dihukum pancung tapi apabila tidak mau dipancung maka Ibu Satinah harus mambayar denda sebesar 24 milyar. Aparat hokum di Arab Saudi tidak mau tahu apa yang menyebabkan Bu Satinah terpakasa membunuh, aparat hanya tau siapa yang pertamakali membunuh. Pemerintah sudah mencoba negosiasi dengan pihak Arab Saudi tapi masih ada kendala..

Setelah presentasi usai, ada beberapa penanya yang mengajukan pertanyaannya. Salah satu pertanyaannya adalah dari Tania prodi Hubungan Internasional “ contoh Implementasi dari HAM internasional dan siapa yang bertanggung jawab?” dan penyaji menjawab “ HAM ada bermacam-macam salah satunya ada kebebasan berpendapat apabila dilanggar maka yang bertanggung jawab adalah moderatornya. Seandainya ada HAM yang lainnya maka yang bertanggung jawab adalah badan-badan yang bersangkutan.

Pak Adib memberikan feedback , menurut beliau karena adnya hokum maka terbentuklah HAM yang sudah dijamin oleh hokum. Kata kunci dalam pertemuan ini adalah pertama, fereedom. Freedom merupakan kebebasan, kebebeasan berpikir, berpendapat, berbicara dan lain-lain. Kebebesan dalam berbicara masih dalam satu konteks pembicaraan. Kalau kita terlalu bebas maka akan terjadi Anarchi, Anarchi menjadi kata kunci yang kedua. Anarchi merupakan sesuatu yang merusak diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Kata kunci ketiga adalah hokum positif, maksudnya saat ada undang-undang yang diundangkan maka dianggap semua masyarakat tahu tentang undang-undang tersebut. Kata kunci yang terkhir adalah agama. Theism adalah oaring yang mempercai adanya tuhan dan memiliki satu keyakinan, Atheisme adalah orang yang tidak mempunyai keyakina, dan Agnostisme adalah orang yang tidak taat beribadah.

Setelah beliau memberikan feedback, beliau memberikan Quote yang berbunyi “ Hidup adalah Pemberian dan Kehidupan adalah Perjuangan”.


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment