More than Just Nation and Character Building
April 14th, 2014 at 9:41 pm
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Jatidiri and Characters, Learning Pancasila

By: Kelompok III 071211231007 RINTHANIA KRISTI, 071311733080 DISYACITTA MASIHI SAMASTHA BHUWANA, 071311233008 SAE ELINDA, 071311733044 NIAR MITA SARI, 071311733021 NUR FITRIA, 071311733075 AJENG INDYFITRIA LIHAWA, 081311133001 HELMYA HILDA PUTRI FATIMA. “….Man must realize what his role in life is to know or find out first what the real meaning of rights, then consider the rights of others , and to perform its obligations in fulfilling the rights and the distribution of rights to others who are not directly restricted by law so as to achieve a justice together….”

The meeting today, Monday, April 14, 2014 to discuss the Human Rights (HAM) and the Rule of Law. Humans by nature are created by bringing a sublime thing in which it is a gift given by God to man and that is what is called life. The meaning of life itself is very difficult to decipher when looking at the value in it. In stark contrast to just interpret it as a process in which humans grow and develop with every system in the body and then apply it to the environmental ecosystem. Human language as the main character in “live” this has a lot of responsibilities and duties that should they entailed as creatures created by God. Has the advantage of having human minds and the minds that create a variety of things. When humans establish a code of conduct or pattern, then they begin to realize the role of each individual in the group. And when it formed a pattern also formed binding rules both written and unwritten that implicitly and explicitly be a guideline in carrying out their activities. And this is called the law. In humans undergoing such a rule requires adaptation and struggle. The struggle is what distinguishes living with life. If life is a gift, life is a struggle in the area where the man struggling to hold his life. Humans should be able to survive in a wide range of problems it faces, and of course all of it based on the law. Both are manifestations of latent or hidden tendency. Many of the meaning of the struggle of life when humans are faced with a variety of constraints that restrict movement indirectly. Most of them do not realize how other individuals in need of freedom in choosing which path they take in life. The right is something that is freely allowed to do something or get something. That’s the basic understanding of their rights that have been known. But unlike when humans are faced with right to life which is the basic foundation of the rights of others. Right to life set in Human Rights in which the notion of human rights itself is the inherent right of human beings from birth and can’t be fixed and inviolable. The right to life seems to be a basic arrangement in implementing the rights of others. For example, let’s call it the A. Person A works as a domestic helper in which he runs his daily duties in the kitchen. Then he was assigned by the B to cook food that he was not an expert in cooking. When he makes a mistake then the B is committing violence and then lead to a fight between the two. The fight resulted in the killing of the B. And of course, the A B claimed the rights to life and when the A was arrested and convicted, then he gets a punishment such as imprisonment for 10 years. Why only jail sentence alone but not paid with their lives? And what about the right to life of the B which had been lost earlier? Do not be given justice in the handle? This is where the law regulates everything. Law introduced a system where the law itself needs to be run based on justice. The principle of justice that is contained in the rule of law or the rule of law (rule of law). In the rule of law as the human beings who created the law assigns prosecute someone who is completely innocent. And in all of this is seen in the same law. There is no difference whether the man who came from the rich or poor even for those who know the law or do not know him. Justice does not have to equal justice means do not have to give or shed to achieve the same thing. But it must be in proportion and needs. In case the above does not need to kill the man because of his own A benchmark in the manufacture of the rule of law has been agreed that the actions undertaken to resolve such cases is the appropriate punishment is not meant to kill the suspects despite the possibility of the death penalty itself there depends on the context. Is the killer planned the killing, or just experience a disruption of the victim requiring self-defense resulting in murder. Now from this side all real possibilities in it are then processed and decisions. So people can not just by looking at how it happened just then provide punishment but should see first how the chronology and causality the killing. This is what people need to realize. Then for human rights that gave birth to the rights of others not in understanding that allows all things done by an individual. Human rights exist to protect the interests of the literal and outward from the individual who then creates a sense of security and harmony in society. Not those human rights provide a massive freedom for the individual to do something. Certainly freedom promised by these rights is limited by the rules of law and limited by the rights of others. If man is given freedom in all respects without limitation anarchy then this is no longer referred to as human rights. So the essence of human rights is the right of human beings to be used as well as possible so that people feel safe and then there was a function or harmonic patterns in social life. And the existence of the rule of law set the alignment can be maintained between human rights as a source of rights and law as binding and limiting of these rights. Man must realize what his role in life is to know or find out first what the real meaning of rights, then consider the rights of others , and to perform its obligations in fulfilling the rights and the distribution of rights to others who are not directly restricted by law so as to achieve a justice together.

 

            HUMAN RIGHT with RULE of LAW: KNOWING, AWARE, and DOING

 

Mata kuliah hari ini, Senin 14 April 2014 membahas mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) dan Rule of Law. Manusia pada hakikatnya diciptakan dengan membawa suatu hal yang luhur di mana hal tersebut adalah suatu anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia dan hal tersebut adalah apa yang disebut dengan hidup. Makna hidup sendiri sangat sulit diartikan jika memandang nilai di dalamnya. Berbeda sekali dengan hanya menafsirkan hal tersebut sebagai proses di mana manusia tumbuh dan berkembang dengan segala sistem dalam tubuhnya kemudian mengaplikasikannya ke dalam ekosistem lingkungan. Manusia sebagai pemeran utama dalam bahasa “hidup” ini mempunyai banyak sekali tanggung jawab dan tugas yang harus mereka emban sebagai makhluk yang diciptakan Tuhan.

Manusia mempunyai kelebihan mempunyai akal pikiran dan akal pikiran itu menciptakan berbagai hal. Ketika manusia membentuk suatu tata perilaku atau pola, maka mereka mulai menyadari peranan setiap individu di dalam kelompok mereka. Dan ketika terbentuk sebuah pola maka terbentuk pula aturan-aturan mengikat baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang secara implisit dan eksplisit menjadi suatu pedoman di dalam menjalankan aktivitas mereka. Dan hal ini disebut dengan hukum.

Dalam menjalani suatu aturan tersebut manusia membutuhkan adaptasi dan perjuangan. Perjuangan inilah yang membedakan hidup dengan kehidupan. Jika hidup adalah anugerah, maka kehidupan adalah suatu area perjuangan di mana manusia berjuang untuk melangsungkan hidupnya. Manusia harus mampu bertahan dalam berbagai masalah yang dihadapinya dan tentu semua itu berdasar dengan hukum. Baik secara manifestasi atau secara laten yang bertendensi tersembunyi. Banyak makna dari perjuangan kehidupan ketika manusia dihadapkan dengan berbagai batasan yang membatasi ruang gerak mereka secara tidak langsung. Kebanyakan dari mereka tidak menyadari bagaimana individu lain memerlukan adanya kebebasan dalam memilih jalur mana yang mereka tempuh dalam hidupnya.

Hak adalah suatu hal yang secara bebas diperbolehkan untuk melakukan sesuatu atau mendapatkan sesuatu. Itulah pengertian dasar hak yang selama ini mereka ketahui. Namun berbeda ketika manusia dihadapkan dengan hak hidup yang merupakan pondasi dasar dari hak-hak yang lain. Hak hidup diatur dalam Hak Asasi Manusia di mana pengertian dari Hak Asasi Manusia itu sendiri adalah hak yang melekat pada diri manusia sejak lahir dan tidak dapat diganggu gugat dan bersifat tetap. Hak hidup ini seolah menjadi susunan pokok dalam melaksanakan hak-hak yang lain. Misalnya, sebut saja si A. Si A bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga di mana dia menjalankan tugasnya sehari-hari di dapur. Kemudian dia ditugaskan oleh si B untuk memasak makanan yang dia tidak ahli dalam memasaknya. Ketika dia membuat suatu kesalahan maka si B ini melakukan tindak kekerasan dan kemudian mengakibatkan perkelahian di antara keduanya. Perkelahian tersebut berakibat terbunuhnya si B. Dan sudah barang tentu si A merenggut hak si B untuk hidup dan ketika si A ditangkap dan dihukum, maka dia mendapat hukuman seperti misalnya dipenjara selama 10 tahun. Mengapa hukumannya hanya dipenjara saja tetapi tidak dibayar dengan nyawa? Lalu bagaimana dengan hak hidup si B yang telah hilang tadi? Apakah tidak diberikan keadilan dalam mengatasinya? Di sinilah hukum mengatur semuanya.

Hukum memperkenalkan sistem di mana hukum sendiri perlu dijalankan berdasar keadilan. Asas keadilan inilah yang terkandung dalam supremasi hukum atau Rule of Law (peraturan hukum). Dalam supremasi hukum manusia sebagai makhluk yang menciptakannya menugaskan hukum mengadili seseorang yang bersalah secara benar. Dan di dalam hukum inilah semuanya dipandang sama. Tidak ada perbedaan entah itu manusia yang berasal dari golongan kaya atau miskin bahkan bagi mereka yang mengenal hukum atau yang tidak mengenalnya. Keadilan tidak harus sama rata artinya keadilan tidak harus memberikan atau menumpahkan hal yang sama untuk mencapainya. Namun harus sesuai dengan porsi dan kebutuhannya. Dalam kasus diatas tidak perlu untuk membunuh si A karena manusia sendiri dalam pembuatan tolak ukur supremasi hukum telah menyepakati bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan dalam menyelesaikan kasus seperti itu adalah dengan hukuman yang sepantasnya bukan berarti membunuh tersangkanya walaupun kemungkinan adanya hukuman mati itu sendiri ada tergantung dari konteksnya. Apakah si pembunuh merencanakan pembunuhan tersebut, ataukah hanya mengalami gangguan dari korban sehingga membutuhkan pembelaan diri sehingga mengakibatkan pembunuhan. Nah dari sisi inilah semua kemungkinan yang nyata di dalamnya kemudian diolah dan diberi keputusan. Jadi manusia tidak bisa hanya dengan melihat bagaimana kejadiannya saja kemudian memberikan hukuman namun harusnya melihat terlebih dahulu bagaimana kronologi dan sebab musabab terjadinya pembunuhan tersebut. Inilah yang perlu masyarakat sadari. Kemudian untuk hak asasi manusia yang melahirkan hak-hak yang lain tidaklah menjadi pengertian yang memperbolehkan semua hal dilakukan oleh suatu individu.

Hak asasi manusia ada untuk melindungi kepentingan harfiah dan lahiriah dari individu yang kemudian menciptakan rasa aman dan keharmonisan dalam masyarakat. Bukan berarti hak asasi manusia memberikan kebebasan secara besar-besaran untuk individu melakukan sesuatu. Tentu freedom yang dijanjikan oleh hak-hak ini dibatasi oleh aturan yaitu hukum dan dibatasi oleh hak orang lain. Jika manusia diberikan kebebasan dalam segala hal tanpa adanya pembatasan maka ini disebut sebagai anarki bukan lagi hak asasi manusia. Jadi hakikatnya hak asasi manusia adalah hak yang dimiliki manusia untuk digunakan sebaik-baiknya agar manusia merasa aman dan kemudian terjadilah suatu fungsi atau pola yang harmonis dalam kehidupan bermasyarakat. Dan adanya supremasi hukum mengatur agar keselarasan tersebut dapat terjaga antara hak asasi manusia sebagai sumber hak dan hukum sebagai pengikat dan pembatas dari hak-hak tersebut.

Manusia harus menyadari apa saja peranan dirinya dalam kehidupan yaitu dengan mengenal atau mengetahui dulu apa sebenarnya makna dari hak, kemudian mempertimbangkan hak orang lain, dan melaksanakan kewajibannya dalam pemenuhan hak dan pembagian hak kepada orang lain yang secara tidak langsung dibatasi oleh hukum sehingga mencapai suatu keadilan bersama.


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment