More than Just Nation and Character Building
November 5th, 2013 at 7:48 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

Oleh: Lutfi Ardiana (FKH/3071). “…Perbedaan yang tumbuh dengan rasa tenggang rasa tinggi dan saling menghormati seperti di Tengger harusnya bisa menjadi sebuah contoh yang baik bagi kita utamanya bangsa indonesia. Kita sebagai negara kepulauan yang kaya akan pulau, penduduk dan suku bangsa serta adat istiadat tidak seharusnya mudah terpecah belah hanya karena perbedaan. Kita hidup di negri ini diantara perbedaan dan kemajemukan yang begitu banyak sehingga perlu adanya penanaman pengertian dari setiap orang bahwa perbedaan itu yang akan menjadikan kita bangsa yang kuat dan besar dimata dunia.” “…Jadi mulai sekarang mari kita hilangkan keegoisan yang tumbuh pada diri kita, kita tingkatkan rasa saling menghormati dan kita satukan visi kita untuk menjadikan Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata oleh negara-negara lain. Kita buktikan bahwa indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan dan masyarkatnya bisa hidup damai dalam kemajemukan.”
PENGANTAR
Kemajemukan adalah suatu ciri yang sangat merefleksikan seperti apa bangsa indonesia itu. Indonesia bangsa besar dengan gugus pulau yang terbentang indah berhias birunya laut, mengandung ribuan suku, budaya dan adat istiadat yang beraneka ragam. Kebudayaan yang selalu menjadi keeksotisan bangsa indonesia dimata dunia. Adat yang selalu menggugah hati setiap insan untuk mendalami setiap makna yang ada didalamnya.

Kebudayaan yang benar-benar lahir dari nenek moyang indonesia lah yang membuat warisan budaya itu semakin indah dan mengandung makna yang dalam. Walaupun dalam berjalannya waktu akan muncul berbagai persoalan dalam keksistensiannya karena pola pikir manusia yang lebih modernisasi.

Tidak lah mudah bagi suatu bangsa untuk dapat membangun kehidupan masyarakat yang damai dalam keanekaragaman yang begitu besar. Dibutuhkan sebuah landasan dan pedoman bagi suatu bangsa untuk mewujudkan kehidupan yang damai tersebut. Dan kita bangsa indonesia memiliki Pancasila sebagai pemersatu kita.

PEMBAHASAN

Nama suku Tengger merupakan nama yang sudah tidak asing di telinga saya sejak saya SD. Tapi dahulu hanya sebatas tahu bahwa suku Tengger adalah suku penghuni wilayah Bromo dimana masyarakatnya masih sangat mempertahankan adat istiadatnya sampai sekarang. Namun setelah saya mengikuti study excursie beberapa waktu lalu yang di adakan oleh Universitas Airlangga saya jadi tahu lebih banyak tentang suku Tengger.

Hal pertama yang saya rasakan saat mulai mamasuki perkampungan suku Tengger adalah rasa dingin yang sangat terasa sampai tulang. Namun, hal tersebut berbalik 180 derajat dengan sambutan mereka yang begitu hangat kepada rombongan kami. pertama kali menginjakkan kaki di tanah Tengger kami disambut di Pendopo yang terletak di desa Wonokitri. Sebuah pendopo yang begitu terasa akan kekentalan budaya di dalamnya, hal itu tampak dari ukiran-ukiran kayunya.

Di pendopo Wonokitri kami disambut oleh tokoh agama Hindu yang bernama Bapak Eko dan tokoh agama kristen yaitu Bapak Arnold. Inilah hal yang menjadi keunikan dari suku Tengger, didalam kehidupan bermaysarakatnya dipenuhi oleh beragam agama tapi tetap tercipta kerukunan yang baik.

Adat dengan begitu banyak upacara dan ritual sakral di dalamnya tetap terpelihara dan lestari sampai sekarang oleh suku Tengger. Hal itu menandakan betapa masyarakatnya begitu menghargai warisan budaya nenek moyang mereka. Walaupun sekarang ini di masyarakat suku Tengger telah lahir banyak agama namun mereka tetap melaksanakan upacara adat di Tengger yang sudah menjadi tradisi sejak dahulu kala.

Sekarang ini di Tengger tidak hanya didominasi oleh agama Hindu saja, melainkan juga oleh agama islam serta kristen. Setiap pemeluk agama memiliki pemikiran dan sudut pandang yang berbeda dalam memandang sesuatu, namun walaupun begitu belum pernah seklaipun terdengar adanya pertikaian antar agama yang terjadi di Tengger. Hal itu bisa terwujud karena setiap orang memiliki tenggang rasa satu sama lain. Dalam hati setiap masyarakat Tengger telah tertanam pengertian bahwa apapun agama yang mereka anut tapi mereka tetap bersaudara karena terlahir dari satu nenek moyang yaitu Roro anteng dan Joko Seger.

Saya dan teman-teman dari Unair merupakan salah satu yang beruntung saat datang ke Tengger beberapa waktu yang lalu karena pada saat itu msyarakat Tengger sedang melaksanakan sebuah upacara besar yaitu upacara Karo. Upacara Karo sendiri adalah acara turun temurun orang Tengger setiap bulan purnama di bulan Karo.

Upacara Karo ini pada hakikatnya merupakan upacara untuk mengingat leluhur dsn asal mulanya tercipta kehidupan. Di dalam upacara Karo sendiri terdapat tari Sodoran yang menceritakan bagaimana asal mula manusia tercipta di muka bumi ini. Semua cerita tersebut diterangkan melalui simbol-simbol yang telah dibuat oleh leluhur orang Tengger. Tari Sodoran ini ditandai dengan para penari yang membawa bambu wuluhyang berisi biji-bijian yang tumbuh di tanah Tengger. Biji-bijian tersebut jumlahnya ada 5 macam atau biasa dinamakan Panca Mahabuta.

Para penari tari Sodoran pun memiliki pakaian khusus yang telah menjadi ketetapan sejak dahulu kala. Pakaian tersebut terdiri dari slempang kuning, sabuk, cemeti, lanjuran dan ajuh. Selain itu dalam setiap upacara karo semua sesajen yang akan di persembahkan kepada leluhur harus berjumlah 25. Karena angka 25 bagi orang Tengger menggambarkan jumlah anak Roro Anteng dan Joko Seger yang diyakini merupakan pasangan yang melahirkan keturunan-keturunan orang Tengger sampai saat ini.

Banyak keunikan yang ada di suku Tengger yang seharusnya bisa membuat kita sadar untuk semakin mempererat hubungan dalam bermsyarakat. Orang Tengger terkenal pula dengan kegiatan gotong royong yang selalu dilakukan masyarakatnya. Mereka tidak segan-segan membantu tetangganya dengan memberi apapun yang mereka miliki yang sekiranya dapat meringkan beban tetangganya. Ada sebuah salam yang dimiliki oleh Suku Tengger dimana salam itu artinya saling mendo’akan. salam itu adalah “Hong Ulun Basuki Langgeng” maka harus dijawab dengan “Langgeng Basuki”. Langgeng Basuki memiliki arti kebahagiaan yang abadi.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari perjalanan study excursie ini yaitu suatu kebudayaan merupakan warisan paling berharga dari leluhur kita yang sudah selayaknya kita sebagai generasi muda harus menjaga eksistensinya. Walau mungkin di era globalisasi ini semua kultur dari luar dapat dengan mudahnya masuk kedalam kebudayaan kita, namun kita harus semakin selektif dan benar-benar menjaga kebudayaan asli negri ini agar tidak luntur tergerus oleh kebudayaan luar.

Perbedaan agama yang tumbuh merupakan suatu keberagaman yang indah dimana seharusnya tidak malah menciptakan perpecahan diantara kita. Seperti hal nya saudara kita suku Tengger, menjadikan perbedaan agama sebagai penguat keeksistensian kebudayaan mereka. Walaupun bagi kebanyakan orang berpikiran bahwa perbedaan merupakan indikasi awal tersulutnya sebuah perpecahan tapi sebenarnya hal tersebut tidak benar.

Perbedaan yang tumbuh dengan rasa tenggang rasa tinggi dan saling menghormati seperti di Tengger harusnya bisa menjadi sebuah contoh yang baik bagi kita utamanya bangsa indonesia. Kita sebagai negara kepulauan yang kaya akan pulau, penduduk dan suku bangsa serta adat istiadat tidak seharusnya mudah terpecah belah hanya karena perbedaan. Kita hidup di negri ini diantara perbedaan dan kemajemukan yang begitu banyak sehingga perlu adanya penanaman pengertian dari setiap orang bahwa perbedaan itu yang akan menjadikan kita bangsa yang kuat dan besar dimata dunia.

Tidak ada satu suku bangsa pun yang mempunyai predikat suku terburuk. Semua suku bangsa di negri ini baik dan indah sebab mereka memiliki adat dan kebudayaan yang memang lahir dari nenek moyang mereka. Kebudayaan yang memiliki nilai yang sakral dan mengandung nilai estetika yang tinggi dimana setiap suku pasti berbeda-beda.

Jadi mulai sekarang mari kita hilangkan keegoisan yang tumbuh pada diri kita, kita tingkatkan rasa saling menghormati dan kita satukan visi kita untuk menjadikan Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata oleh negara-negara lain. Kita buktikan bahwa indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan dan masyarkatnya bisa hidup damai dalam kemajemukan.***


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment