More than Just Nation and Character Building
October 7th, 2016 at 5:59 am
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Jatidiri and Characters

Foto Ekspresi Mahasiswa PDD Banyuwangi pada 2016-10-07 saat pembelajaran di dalam kelas.PdfOleh: Ulviana Dewi Kumalasari / 5012 /.  “……Dapat disimpulkan bahwa satu aspek yang terpenting dalam kehidupan ini adalah MORAL. Moral yang baik dan beradab. Karena manusia yang tak bermoral, layaknya seperti binatang bahkan lebih buruk. Sebagai generasi penerus, calon pemimpin di masa yang akan datang, mari kita bekali diri kita dengan moral yang baik. Jadilah Presiden yang bermoral, dokter yang bermoral, guru yang bermoral. Agar Negara Indonesia ini bisa lebih maju. Jika kita sebagai generasi penerus tidak bisa memiliki moral yang baik, MAU DIBAWA KEMANA MASA DEPAN NEGARA INI ? Saya yakin Indonesia BISA LEBIH BAIK.” “…Hari ini tanggal 6 Oktober 2016, sekitar pukul 09.00 WIB saya ada mata kuliah kewarganegaraan di kampus UNAIR PDD BANYUWANGI. Dosen yang mengajar adalah DR.DRS.H.Moh Adib,MA. Saya baru pertama kali diajar mata kuliah Kewarganegaraan oleh pak Adib. Ternyata sangat seru sekali diajar oleh Pak Adib. Dalam mengajar beliau banyak memberikan jargon yang sangat spektakuler dan itu sangat menggugah semangat saya dan teman – teman dalam belajar di kelas. Salah satu jargonnya adalah 3M , yaitu menyadarkan, mencerdaskan, dan mencerahkan. Di sini yang pertama adalah Menyadarkan. Kita sebagai mahasiswa harus menumbuhkan rasa kesadaran diri untuk cinta tanah air dan  bangga terhadap Indonesia.” “….Satu lagi ilmu dari Pak Adib yang sangat bermanfaat. Kebanyakan orang – orang salah menyebut konstitusi Negara ini dengan UUD 1945. Padahal setelah di amandemen , konstitusi Negara Indonesia adalah UUD NRI 1945. Mulai sekarang saya tidak akan salah sebut lagi.” 1. PDD BWI, Mewujudkan Indonesia Lebih Baik dengan Excellent With Morality 2.Topik KLP dan Anggota GANJIL(2016_2017)_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A- BWI 6 Oktober 2016 ” 3. GANJIL(2016_2017)_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A- PDD-BWI Jumat 7 Oktober 2016 Nilai Tugas Individual.PDF

 

Hari ini tanggal 6 Oktober 2016, sekitar pukul 09.00 WIB saya ada mata kuliah kewarganegaraan di kampus UNAIR PDD BANYUWANGI. Dosen yang mengajar adalah DR.DRS.H.Moh Adib,MA. Saya baru pertama kali diajar mata kuliah Kewarganegaraan oleh pak Adib. Ternyata sangat seru sekali diajar oleh Pak Adib. Dalam mengajar beliau banyak memberikan jargon yang sangat spektakuler dan itu sangat menggugah semangat saya dan teman – teman dalam belajar di kelas. Salah satu jargonnya adalah 3M , yaitu menyadarkan, mencerdaskan, dan mencerahkan. Di sini yang pertama adalah Menyadarkan. Kita sebagai mahasiswa harus menumbuhkan rasa kesadaran diri untuk cinta tanah air dan  bangga terhadap Indonesia.

 Selanjutnya adalah Mencerdaskan. Saya sebagai mahasiswa yang menjadi Agent of Change di masyarakat harus bisa mencerdaskan bangsa ini. Memberantas kebodohan demi tercapainya Negara Indonesia yang maju di tahun 2045. Sebelum mencerdaskan bangsa ini, pertama saya harus mencerdaskan diri saya sendiri. Belajar dengan sungguh - sungguh dan aktif pada organisasi serta pengabdian terhadap masyarakat. Tak hanya sekedar cerdas, tapi harus CERDAS YANG BERMORAL , seperti prinsip Universitas Airlangga yakni EXCELLENT WITH MORALITY.

Dan yang ketiga adalah Mencerahkan. Setelah kita berhasil mencerdaskan bangsa ini, selanjutnya kita harus mencerahkan. Mencerahkan masa depan kita, mencerahkan masa depan rakyat Indonesia, mencerahkan masa depan Negara Indonesia agar menjadi pemimpin dunia di tahun 2045. Dengan tekad yang kuat dan usaha yang keras, tak lupa juga berdo’a, insya allah di tahun 2045 Indonesia menjadi Negara maju dan hebat.

Sebelum pelajaran dimulai , saya dan teman – teman dilatih untuk menumbuhkan sikap cinta tanah air dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Hymne Airlangga. Dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menghayati setiap liriknya, maka di dalam hati akan tumbuh perasaan cinta tanah air dan tergugah untuk memajukan Negara ini.

Metode pembelajaran yang diterapkan oleh Pak Adib adalah SCL, Student Center of Learning. Yakni pusat pembelajaran ada pada mahasiswa. Di mana para mahasiswa diberikan kebebasan untuk mengemukakan pendapatnya. Sesuai dengan Negara kita yaitu Negara Demokrasi. Metode ini sangat efektif sekali, karena saya dan teman – teman bisa berbagi pengetahuan lewat pendapat–pendapat tersebut. Yang paling saya ingat dari yang beliau ajarkan adalah Hidup ini tidak hanya cerdas saja. Tapi harus cerdas yang bermoral. Sebab, cerdas yang tanpa moral akan membuat kita salah kaprah. Lihat saja, berapa pulau Indonesia yang dijual, tambang emas dikuasai pihak asing tanpa satu pun rakyat yang menikmati. Itulah akibatnya apabila Negara ini dikuasai oleh pemimpin yang hanya mengandalkan kecerdasannya saja. Tanpa memperdulikan rakyat kecil. Nah, di sini Pak Adib mengajarkan bahwa kita harus menjadi seorang yang cerdas dan bermoral agar kelak jika menjadi pemimpin, akan menjadi pemimpin yang jujur dan adil. Saya dan teman - teman diajarkan TANGGUH TAK PERNAH MENGELUH. Suatu jargon yang sangat sesuai dengan kehidupan saya. Di mana tugas kuliah dan tugas ospek mulai membunuh saya perlahan – lahan. Tapi saya harus ingat, saya bukan lagi anak SMA. Saya adalah mahasiswa, AGENT OF CHANGE bagi masyarakat. Saya harus mengerjakan tugas saya dengan ikhlas tanpa harus mengeluh.

Nah, pelajaran yang pertama tadi adalah HUBUNGAN NEGARA DENGAN WARGA NEGARA. Negara Indonesia tidak aakn bisa berdiri jika tidak ada rakyatnya. Rakyat Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa. Mulai dari Sabang sampai Merauke , dari Miangas samapai Pulau Rote. Seperti lagu yang dinyanyikan Pak Abid tadi siang . Itu mencerminkan Bhineka Tunggal Ika. Oleh karena Negara Indonesia terdiri dari berbagai suku, bangsa, dan agama, maka kita harus menjaga kerukunan ini. Agar Negara Indonesia tetap utuh.Di sinilah hubungan Negara dengan warga Negara.  Kita jaga toleransi dan tradisi gotong royong yang menjadi ciri khas Negara Indonesia.

Satu lagi ilmu dari Pak Adib yang sangat bermanfaat. Kebanyakan orang – orang salah menyebut konstitusi Negara ini dengan UUD 1945. Padahal setelah di amandemen , konstitusi Negara Indonesia adalah UUD NRI 1945. Mulai sekarang saya tidak akan salah sebut lagi. Selanjutnya adalah tentang hak dan kewajiban warga Negara. Dua hal yang saling berkaitan. Seperti dua mata sisi pada koin. Keduanya harus balance. Jangan sampai hanya menuntut hak tanpa menjalankan kewajiban. Contohnya saja, jika kita hanya menuntut fasilitas umum dari pemerintah tanpa melakukan kewajiban kita membayar pajak, apa mungkin fasilitas yang kita tuntut bisa terpenuhi ? Nah, maka dari itu keduanya harus berjalan seiring.

Pukul 12.00 WIB ada mata pelajaran Kewarganegaraan lagi. Terik matahari yang sangat panas dan rasa lapar mulai menyerang. Tapi tidak menyurutkan semangat saya dan teman – teman untuk belajar Kewarganegaraan. Siang itu mempelajari tentang Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi. Mengapa Indonesia memakai sistem Demokrasi di dalam pemerintahan ? Memang benar seperti yang dikatakan Pak Adib, demokrasi dipandang sebagai sistem pemerintahan yang manusiawi. Lihat saja Negara Amerika Serikat, yang sudah merdeka jauh sebelum Indonesia. Di sana masih menerapkan diskriminasi terhadap ras yang bukan kulit putih. Berbeda dengan Indonesia yang hidup damai dengan berbagai macam perbedaan.Karena Demokrasi mengajarkan prinsip persamaan. Inilah salah satu kelebihan demokrasi menurut saya.

Nah, Pendidikan Demokrasi juga penting. PEMILU merupakan implementasi dari demokrasi. Kita tau bahwa PEMILU berasaskan LUBERJURDIL. Kita juga tau bahwasannya PEMILU di Indonesia belum memenuhi asas LUBERJURDIL. KKN, bukan hal yang asing lagi dalam PEMILU. Banyak oknum bermain di belakang. Di sinilah perlunya pendidikan Demokrasi agar hal – hal seperti ini tak terus turun temurun kepada anak cucu. Agar Negara Indonesia tidak hancur di tahun 2045.

 

Dapat disimpulkan bahwa satu aspek yang terpenting dalam kehidupan ini adalah MORAL. Moral yang baik dan beradab. Karena manusia yang tak bermoral, layaknya seperti binatang bahkan lebih buruk. Sebagai generasi penerus, calon pemimpin di masa yang akan datang, mari kita bekali diri kita dengan moral yang baik. Jadilah Presiden yang bermoral, dokter yang bermoral, guru yang bermoral. Agar Negara Indonesia ini bisa lebih maju. Jika kita sebagai generasi penerus tidak bisa memiliki moral yang baik, MAU DIBAWA KEMANA MASA DEPAN NEGARA INI ? Saya yakin Indonesia BISA LEBIH BAIK.


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment