More than Just Nation and Character Building
August 31st, 2017 at 7:00 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters

Indonesia, “harus lebih baik”Disusun oleh : I’anatul Ulya Dewi 101711535013. “…..masalah kontekstual kebangsaan seperti yang hangat-hangatnya dibicarakan pada akhir-akhir ini yaitu bendera merah putih yang ada dibuku panduan pada acara sea games yang di selenggarakan 2017 yang di selenggarakan di negara Malaysia, menimbulkan kericuhan bahkan ketegangan pada negara Indonesia, warga negara Indonesia tidak terima akan hal itu dan hal ini di ungkap oleh Mentri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi pada akun twitternya, beliau mengungkapkan kekecewaan yang ditujukan kepada panitia penyelenggara Sea Games kenapa kok bisa terbalik benderanya, apakah disengaja atau memang ada kesalahan tersendiri? memang acara tersebut berjalan dengan lancar, tetapi ternodai oleh kesalahan yang fatal yang sangat menyakitkan yang dirasa oleh warga negara Indonesia, meskipun panitia penyelenggara Sea Games 2017 telah meminta maaf, seharusnya kita tidak diam saja menerima permintaan maaf tersebut dengan mudahnya, kita seharusnya masih tidak terima dengan perlakuan tersebut dan seharusnya kita lebih mengkritik atau memberi pelajaran atau evaluasi yang pantas diterima oleh panitia penyelenggara tersebut. Buakn berarti sesudah adanya permintaan maaf kita diam saja menerima permintaan maaf tersebut,seharusnya kita harus lebih kritis akan hal tersebut.” 1. Narasi Perdana GAsal 2017 PDD BWI Pendidikan Kewarganegaraan 31 Agustus 2017  2. GASAL(2017_2018) PKn PDD BWI Kelas A Nilai Tugas Individual, Resume, Narasi 31 Agustus 2017  3. Daftar nama kelompok Kewarganegaraan BWI A Gasal 2017-2018

            Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan adalah salah satu mata kuliah wajib umum pada fakultas saya yaitu kesehatan masyarakat juga pada fakultas-fakultas yang lainnya dengan dosen pembimbing bernama bapak DR. H Mohammad Adib , MA. Pada tanggal 30 Agustus 2017 merupakan kuliah perdana dari mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang dilaksanakan pada pukul 13.00 sampai dengan 14.40 WIB di PSDKU Universitas Airlangga Banyuwangi. Pada saat materi berlangsung bapak Adib selalu memberikan jargon-jargon pembakar semang mahasiswa yang memberikan semangat dan antusias tersendiri bagi para mahasiswa dan memberikan suasana yang ceria seperti jargan-jargon yang diberikan menggunakan gerakan-gerakan yang unik dan kita berselfi ria, berfoto ria bersama pada saat jargon di ucapkan, suasana yang berbeda yang lain daripada yang lain yang menurut saya memberikan semnagat baru bagi para mahasiswa dan trik yang sangat jitu untuk terhindar dari rasa kantuk. Bapak Adib memberikan materi yaitu tentang pemantapan karakter bangsa, antusias, exellence, morality. Empat kata kunci yang diajarkan oleh bapak Adib yang saya mengerti tentang kata kunci tersebut adalah yang pertama pemantapan karakter bangsa, menurut saya karakter yang harus kita miliki yaitu memiliki sikap merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Lima kata tersebut yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar tahun 1945 yang bermakna semua warga masyarakat Indonesia harus merdeka, merdeka dalam arti hal apa ? merdeka dalam arti dapat mempertahankan serta memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tidak menjadi negara jajahan dan merubah negara Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju serta mempertahankan hak dan kewajiban setiap antar warga negara. Yang kedua adalah bersatu, Indonesia memiliki beragam budaya dan bermacam-macam suku yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia, keberagaman budaya dan suku tersebut memiliki pendapat dan tujuan yang berbeda-beda tang tujuan dan pendapat tersebut harus kita hargai dan hormati serta menumbuhkan rasa toleransi yang tinggi antar warga negara agar semua masyaeakat yang ada di negara Indonesia dapat bersatu dan tidak menimbulkan perpecahan. Mulai dari sabang sampai merauke semua warga negara harus bersatu padu untuk menuju Indonesia Jaya. Yang ketiga adalah berdaulat, negara yang berdaulat adalah negara yang merdeka yang mampu berdiri di atas kekuatan dan kekuasaanya sendiri, memiliki kemandirian politik, ekonomi, teknologi, pemerintahan dan lain-lain yang mencakup dalam kekuasaan negara itu sendiri negara yang telah diakui, telah merdeka, dan negara tersebut tidak dapat lagi dijajah oleh negara lain. Yang keempat adalah adil,semua wargan negara Indonesia harus mempunyai sikap adil,sikap yang tidak berat sebelah atau menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Semua manusia tidak boleh mementingkan kepentingan pribadinya dalam hal yang dapat merugikan orang lain,tetapi meskipun itu tidak merugikan orang lain kita tidak boleh tidak bersikap adil. Dan yang terakhir adalah makmur,makmur dapat diartikan sebagai sejahtera,seorang yang hidupnya sejahtera memiliki kehidupan yang damai,aman,dan seperti tidak mempunyai beban,maka kesejahteraan adalah hal penting yang harus dimiliki bagi semua orang agar dapat mewujudkan negara yang makmur.

            Seperti yang sudah dibicarakan tadi tentang menganalisis masalah kontekstual kebangsaan seperti yang hangat-hangatnya dibicarakan pada akhir-akhir ini yaitu bendera merah putih yang ada dibuku panduan pada acara sea games yang di selenggarakan 2017 yang di selenggarakan di negara Malaysia, menimbulkan kericuhan bahkan ketegangan pada negara Indonesia, warga negara Indonesia tidak terima akan hal itu dan hal ini di ungkap oleh Mentri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi pada akun twitternya, beliau mengungkapkan kekecewaan yang ditujukan kepada panitia penyelenggara Sea Games kenapa kok bisa terbalik benderanya, apakah disengaja atau memang ada kesalahan tersendiri? memang acara tersebut berjalan dengan lancar, tetapi ternodai oleh kesalahan yang fatal yang sangat menyakitkan yang dirasa oleh warga negara Indonesia, meskipun panitia penyelenggara Sea Games 2017 telah meminta maaf, seharusnya kita tidak diam saja menerima permintaan maaf tersebut dengan mudahnya, kita seharusnya masih tidak terima dengan perlakuan tersebut dan seharusnya kita lebih mengkritik atau memberi pelajaran atau evaluasi yang pantas diterima oleh panitia penyelenggara tersebut. Buakn berarti sesudah adanya permintaan maaf kita diam saja menerima permintaan maaf tersebut,seharusnya kita harus lebih kritis akan hal tersebut.

            Lalu pada point selanjutnya yaitu antusias dalam hal memcari ilmu,membentuk motivasi diri dan memberi semangat pada diri kita sendiri dalam hal kebaikan, misalnya pada saat menuntut ilmu, kita memberi semangat untuk diri kita sendiri untuk bisa memahami pelajaran apa yang dapat kita tangkap dan fahami sehingga kalau sudah adanya semangat pada diri kita, kita akan lebih antusias dan rasa keingintauan yang tinggi akan pelajaran tersebut. Dan jangan lupa, menerapkan dan bersikap positif thinking atau dalam bahasa arab yaitu khuznudzon pada semua orang yang kita jumpai, baik itu teman, saudara, guru dan lain-lain. Berfikir positif terhadap keadaanpun harus kita terapkan pada diri kita masing-masing agar apa yang ada difikiran kita pada saat kita berfikiran negatif  tidak akan terjadi, begitu juga dengan seseorang yang berfikir negatif tentang seorang, kita tidak tau apa yang ada pada seseorang tersebut, kita Cuma melihat dari luar atau fisiknya saja bukan dari dalam atau hatinya, kita tidak tau hal pasti sifat dan sikap yang dimiliki oleh seseorang tersebut maka dari itu kita harunya memiliki sikap berfikir posistif kepada siapapun agar kita terhindar dari hal-hal buruk yang ada di fikiran kita.  


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment