More than Just Nation and Character Building
November 1st, 2013 at 9:08 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

StoaOleh: Agung Hari Baskoro, (071311533018), Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Airlangga. ” Di sabtu pagi tanggal 19 oktober 2013 itu, saya dan teman-teman datang di Kampus C Universitas Airlangga untuk memulai perjalanan excellent kami. Kami menandatangani absensi terlebih dahulu untuk mendapatkan sebuah buku panduan serta t-shirt Study Excursie Gratis. Setelah mengenakan t-shirt dan jas almamater kebanggaan Universitas Airlangga, kami mengikuti acara pelepasan oleh Pak Wakil Rektor di depan Gedung Rektorat. Saat itulah kami telah menyatu dengan peserta Study Excursie dari fakultas lainnya. Acara tersebut berlangsung dengan lancar. Setelah itu, perjalanan excellent kami pun dimulai.”

  1. Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan kesehatan kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan kegiatan Study Excursie yang diadakan tanggal 19-20 Oktober 2013 di Desa Pancasila Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. “Health is not everything, but everything is nothing without health. (Kesehatan bukanlah segalanya, tetapi segala sesuatu tidak akan ada artinya tanpa kesehatan)”. Kiranya begitu quote dari pak Adib yang menjadikan saya sangat mensyukuri kesehatan ini.

Kemudian, saya juga tak lupa berterima kasih pada dosen-dosen pembimbing, kakak-kakak panitia, para peserta Study Excursie, warga Desa Pancasila, para supir, serta pihak-pihak yang telah berkerja sama dalam membimbing, menemani, serta menuntun saya untuk melaksanakan kegiatan study excursie ini dengan baik.

Melalui rangkaian acara Study Excursie ini, peserta diajak untuk berpartisipasi secara nyata dalam memahami perbedaan di lapangan yaitu di masyarakat Suku Tengger yang berada di Desa Pancasila, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Selain keberagaman yang ada dalam masyarakat Suku Tengger tersebut, keberagaman juga tercipta di antara para peserta Study Excursie sendiri. Hal ini dikarenakan para peserta tidak hanya orang-orang yang berada dalam satu suku dan satu agama saja.

  1. Konsep Pokok
  2. Toleransi antar umat beragama yang kuat dalam masyarakat Suku Tengger.
  3. Keberagaman yang dapat disatukan dengan adat istiadat yang kuat.
  4. Membangun human interest serta semangat kebangsaan bagi peserta Study Excursie.
  5. Keakraban yang terjalin antara masyarakat Suku Tengger dengan peserta Study Excursie

dan antar sesama peserta Study Excursie.

  1. Pembahasan

Keberangkatan dan Pelepasan oleh perwakilan dari Rektor

Di sabtu pagi tanggal 19 oktober 2013 itu, saya dan teman-teman datang di Kampus C Universitas Airlangga untuk memulai perjalanan excellent kami. Kami menandatangani absensi terlebih dahulu untuk mendapatkan sebuah buku panduan serta t-shirt Study Excursie Gratis. Setelah mengenakan t-shirt dan jas almamater kebanggaan Universitas Airlangga, kami mengikuti acara pelepasan oleh Pak Wakil Rektor di depan Gedung Rektorat. Saat itulah kami telah menyatu dengan peserta Study Excursie dari fakultas lainnya. Acara tersebut berlangsung dengan lancar. Setelah itu, perjalanan excellent kami pun dimulai.

Studium Generale dan Dialog I

Perjalanan dari Surabaya ke lokasi pertama memerlukan waktu dua jam. Tapi bagi peserta excursie di bis 2, hal itu tidak ada artinya. Karena kami sudah saling membaru dan berbagi pengalaman di bis. Lalu kamipun sampai di lokasi 1, yaitu Pendopo Nyawiji Ngesti Wengoning Gusti yang terletak di Kabupaten Pasuruan.

Kami disambut dengan baik. Pendopo yang dipakai untuk dialog sudah tertata dengan rapi. Sebelum memulai dialog, kami menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga. Tak lupa juga kami bersama-sama mengucapkan deklarasi kerukunan hidup mahasiswa Indonesia yang dipimpin oleh seorang kakak panitia. Kemudian, ketua LPPM Universitas Airlangga memberi sambutan kepada kami. Sambutan tersebut berisi tentang pentingnya peran mahasiswa sebagai pencerah atas beberapa keterpurukan yang dialami oleh bangsa Indonesia. Negara yang memiliki sumber daya alam terkaya di dunia ini malah tidak dapat memperkaya dirinya sendiri. Mahasiswa dituntut untuk mempunyai sikap yang excellent dan Morality karena kepintaran tanpa moral malah akan membawa Indonesia terpuruk. Untuk memperbaiki Indonesia, rasa nasionalisme harus ditumbuhkan dari benak para mahasiswa. Study Excursie inilah salah satu sarana yang diharapkan dapat membangun rasa nasionalisme tersebut.

Lalu acara selanjutnya yaitu pengenalan seluk beluk Kabupaten Pasuruan oleh Pak Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan. Beliau mengatakan bahwa Kabupaten Pasuruan tengah melakukan pembangunan, terutama dalam membangun jalan yang menghubungkan Pasuruan dengan kota-kota tetangganya. Pak Sekda juga memberikan kami sedikit pengenalan tentang Desa Pancasila yang akan kami kunjungi sehingga kami tidak terlalu jetlag akan kondisi yang kami hadapi nanti.

Stadium Generale dan Dialog II

Lokasi kedua ada di Pendopo Agung yang terletak di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Butuh waktu sekitar satu jam untuk kesana. Di Pendopo Agung, kami pun bertemu dengan beberapa tokoh masyarakat. Dialog kali ini dimoderatori oleh Pak I Ketut Arta. Tokoh masyarakat yang ada di sana adalah Pak Eko Wartono dari Agama Hindu, Pak Pendeta Arnold dari Agama Kristen, serta Pak Guntur Bisowarno yang merupakan seorang budayawan yang tinggal di Pasuruan.

Hal yang dijelaskan dalam dialog tersebut sebagian besar mengenai Upacara Hari Raya Karo yang akan kami lihat dihari besok. Upacara Hari Raya Karo ini merupakan sebuah upacara yang dilaksakan tiap tahun untuk menghormati para leluhur. Upacara ini menceritakan tentang asal mula manusia serta tujuan manusia untuk hidup di dunia ini. Dalam upacara ini, terdapat Tari Sodoran. Tari ini melambangkan proses terciptanya manusia. Selain mengenai Upacara Karo, kehidupan multikultural pun dideskripsikan, yaitu bagaimana rukunnya umat-umat beragama yang berada di desa itu. Penduduk Desa Pancasila mempunyai toleransi yang sangat kuat. Salah satu contohnya adalah melalui ucapan salam. Kalau biasanya kita hanya sekadar mengucapkan “Selamat Pagi” atau “Assalamu’alaikum”, maka di sana salam diucapkan berdasarkan cara beberapa agama yang memang ada di sana. Pada momen ini pulalah kami diperkenalkan dengan salam khas warga Tengger, yaitu “Hong Ulun Basuki Langgeng” yang dijawab dengan “Langgeng Basuki”.

Sabtu malam yang berbeda

Kami di tampung di perumahan warga. Saat itu, saya dan teman-teman laki-laki di bis 2 dan bis lain tinggal di satu rumah, Warga yang menyambut kami di rumah tersebut pun sangat ramah. Saat itu, kami diberi tempat tidur di ruang tamu dan ruang tengah. Tuan rumah sangat baik dan hangat dalam menyambut kami. Kami dibuatkan kopi dan kami pun bercengkerama akbar dengan beliau.

Saya dan satu teman saya dari prodi sosiologi bahkan bercengkrama dengan beliau sampai larut malam. Saat itu kami juga sedang menonton televisi bersama beliau. Sungguh percakapan yang bermanfaat mengetahui kehidupan multicultural yang terjadi di daerah tersebut. Kami malam itu juga mencoba bersosialisasi dengan warga sekitar. Sekali lagi, saya dan satu teman saya dari prodi sosiologi ikut mengobrol dengan warga sekitar yang sedang berkumpul dan menyalakan api unggun. Kami disambut baik dengan mereka. Mereka lalu bercerita tentang dinamika di desa mereka. Mengenai masalah-masalah ringan bahkan sampai masalah politik desa. Sungguh luar biasa pengalaman yang saya dapatkan malam itu.

Stadium Generale III: Observasi

Sabtu malam yang berbeda telah terlewati. Pagi harinya kami sudah bersiap menuju tempat pelaksanaan Upacara Karo, yakni di Balai Desa Tosari. Kami diantar oleh elf karena memang lokasi balai desa Tosari lumayan jauh. Ditengah jalan, kami diharuskan turun karena jalanan macet. Saat itu memang banyak orang yang ingin menyaksikan upacara karo. Akhirnya kamis sampai di balaik desa Tosari.

Upacara Karo sudah dimulai ketika kami datang. Di sana kami menyaksikan dengan perasaan kagum Tari Sodoran tersebut. Gerakan yang sederhana, namun menimbulkan kesan yang luar biasa adalah hal yang luar biasa.Ppara penari kompak mengenakan kostum yang sama. Mereka pun tak lupa membawa sebuah bambu panjang yang berisi biji-bijian. Hal tersebut melambangkan peleburan sperma dan ovum yang nantinya akan membentuk menjadi sebuah individu utuh yang disebut manusia.

Waktu selalu akan menjadi pemisah suatu pertemuan. kami harus meninggalkan upacara amazing tersebut pada pukul 11.30. Selanjutnya, kami pun makan siang dan kembali ke Universitas Airlangga. Tak satupun oleh-oleh kami bawa. Tapi pengalaman dan senyum mengembang mengiringi pejalanan kita. 2 hari yang excellent.

  1. Simpulan dan Saran

Simpulan

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan langsung di lapangan yang saya dapatkan, kesimpulan yang bisa diambil adalah bahwa kita sebagai bangsa Indonesia harus memiliki tolenransi terhadap perbedaan yang tinggi. Multikulturalisme harus dilaksanakan secara baik dan excellent. Perbedaan hendaknya disyukuri dan tidak dijadikan alasan untuk memecah belah persatuan.

Keberagaman adalah suatu kekuatan yang hakiki apabila kita mau menyatukan hal itu. Setidaknya hal ini terlihat pada masyarakat Suku Tengger yang berada di Desa Pancasila, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Perbedaan yang ada dalam kehidupan mereka, mereka tetap bisa hidup berdampingan dengan rukun. Perbedaan tersebut dapat disatukan dengan adat dan kebudayaan. Hal inilah yang seharusnya bisa menjadi contoh untuk bangsa Indonesia dalam membangun kembali nasionalisme dan persatuan yang lebih utuh.

Saran

Saran saya untuk kegiatan Study Excursie berikutnya agar pada dialog peradaban, dialog benar-benar dilakukan secara nyata. Hal ini karena pada saat stadium generale I hal ini tidak dilakukan. Kami hanya menjadi pendengar pasif dan menurut saya hal itu kurang baik.

  1. Daftar Pustaka

Adib, Mohammad (editor). 2013. Buku Panduan Study Excursie. Sidoarjo: Zifatama PUBLISHING.

http://madib.blog.unair.ac.id/category/study-excursie/ diakses pada tanggal 30 Oktober 2013.


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment