More than Just Nation and Character Building
November 5th, 2013 at 8:41 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters, Learning Pancasila, Study Excursie

Oleh: Tri Edith.S.Doyapo (Kelas:Ikm C 2013), Fakultas:Kesehatan Masyarakat. “…Pada saat kami menginap di salah satu rumah warga di desa tersebut,kami sangat terkejut malihat seorang wanita yang kira-kira berusia 60 tahun memakai kerudung dan masuk ke dalam tempat tinggal kami dan pada saat kami mewawancarai wanita tersebut ternyata Beragama kristen dan kami bertanya kepada nya mengapa ibu memakai kerudung??????” “….Dan ibu itu menjawab bahwa tidak ada yang mearang seorang kristen memakai jilbab/kerudung, karena kami semua bersaudara, dan pakaiyan bukan suatu hal yang di pakai untuk membedakan seseorang atau mencari musuh, dan kata ibu itu lagi kalau di desa tersebut tidak masalah kalau orang yang bukan beragama muslim memakai jilbab/kerudung karena masyarakat di desa tersebut sanga rukun.dan mulai saat itu saya percaya bahwa desa Tosari memang Pantas di sebut Desa PANCASILA, karena mereka sangat menjaga kerukunan beragama mereka” “….karena menurut saya tidak desa lain yang di sebut desa PANCASILA hanya desa Tosari semata yang di sebut Desa PANCASILA.dan akan dari itu harapan saya Buat Desa-desa lain yang masih sering Konflik karena masalah Agama mulai dari sekarang hentikan semua Konflik Agama. Karena Hal itu sangat membantu pembentukan Nilai Religius Negara kita yang masih terus berkonflik akibat Agama, dan terjadi pembunuhan di mana-mana Akibat Konflik Agama.”
Siapa yang tak kenal Desa TOSARI,terletak di kecamatan Tosari kabupaten pasuruan,yang berada di daerah pegunungan Bromo.Desa ini Merupakan salah satu Objek pariwisata terindah yang ada di Indonesia,karena banyak wisata asing maupun Mancanegara yang berkunjung ke tempat ini.di setiap Tahun nya Desa ini sering di kunjunggi oleh wisatawan mancanegara maupun Wisatawan asing.mereka berbondong-bondong ke tempat ini untuk melihat serta menikmati keindahan gunung Bromo,hawa yang sejuk yang jarang ada di tempat lain,dan alasan mereka juga datang ke desa ini Karena mereka ingin melihat bagaimana kerukunan masyarakat di desa ini,sehingga Desa mereka di Juluki sebagai Desa pancasila.

pertama Tosari di jadikan tempat wisata karena keramahan masyarakatnya,sesaat setelah para Turis menginjakan kaki nya di Desa tersbut,senyum ramah para penduduk menyambut mereka,mereka ini sanga terbuka sehingga para pendatang merasa nyaman bila berada di Desa ini ,masyarakat Tosari sangat menghormati Budaya dan Agama satu dengan yang lain,sebagai bukti nya adalah dalam Desa ini terdapat TIGA AGAMA yaitu ISLAM,HINDU,Dan KRISTEN PROTESTAN.masing dari masyarakat ini berkewajiban untuk menghormati Agam-agama tersebut,dengan sistem pemerintah desa tersebut sangat kuat, sehingga Tosari memberi suasana damai dan tentram bagi para wisatawan. Dengan masyarakat yang taat adat, di Samping keramahan masyarakat nya,wisatawan jatuh cinta dengan keindahan panorama tosari.

Bagi mereka yang suka olaraga haiking,mereka di beri kesempatan untuk pergi melihat panorama yang sangat indah,dan hawa sejuk,yang takakan pernah hilang dari kenangan .paling mengesankan. keunikan masyarakat Tosari, Adat istiadat yang kuat dan tidak pudar dengan derasnya industri pariwisata merupakan daya tarik tersendiri. Perayaan dan festival, baik yang bersifat keagamaan maupun adat, selalu mewarnai kehidupan masyarakat Tosari.   Dengan pesona yang dimiliki ,tidaklah mengherankan bila dikunjungi jutaan wisatawan setiap tahunnya. Banyak diantara mereka, sepulang liburan di Tosari mereka mendapatkan pengalaman unik yang sering menjadi inspirasi dan semangat hidup. Jadi, kalau Anda bingung menentukan kemana akan liburan tahun ini, mengapa tidak ke Desa Tosari aja selain Melihat pemandangan Gunung Bromo mereka bisa melihat dan mencontoh kerukunan yang di buat oleh Masyarakat Tosari.

Hal yang saya dapatkan dari perjalanan STUDY EXCURSIE ini,adalah saya bisa tau bagaimana sampai kerukunan antar Masyarakat bisa terjadi,apa saja yang mereka lakukan agar terlaksana nya kerukunan antar umat beragama ini,yang membuat saya terkagum pada saat di desa ini adalah,pada para tokoh agama dari masing-masing agama datang dan berdiskusi bersama kita dan tidak ada perselisihan yang terjadi seperti di daerah lain yang terjadi masalah karena agama,tetapikhusus di daerah Tosari ini kerukunan itu sangat di jaga…

Cara mereka mempererat kerukunan mereka jika pada hari raya Islam semua warga yang bukan agama islam harus datang dan ikut serta dalam acara hari raya Islam,begitu juga sebaliknya,dan pada saat kita di sana.tepat hari raya hindu.dan kami dapat melihat bagaimana proses upacara mereka dan semua warga yang berkediaman di desa tersebut datang berbondong-bondong untuk ikut melaksanakan hari raya KARO.dalam acara ini tidak hanya agama hindu yang ikut serta dalam upacar ini,tetapi semua warga masyarakat yang bukan nyatberagama hind juga Turut berpartisipasi dalam upacara besar ini.dalam upacar tersebut akan di tampilkan sebuah Tarian yang d sebut Tari sodoran,dimana tari sodoran mempunyai simbol sebagai (asal mula terjadinya alam semesta),tari sodoran merupakan pelengkapnpada upacara karo yang merupakan hari raya masyarakat Tengger.upacara ini di maksudkan untuk memperingati dan menggenang kehidupan masyarakat pada masa Satya Yoga(setia atau jujur)..

Pada saat kami menginap di salah satu rumah warga di desa tersebut,kami sangat terkejut malihat seorang wanita yang kira-kira berusia 60 tahun memakai kerudung dan masuk ke dalam tempat tinggal kami dan pada saat kami mewawancarai wanita tersebut ternyata Beragama kristen dan kami bertanya kepada nya mengapa ibu memakai kerudung??????

Dan ibu itu menjawab bahwa tidak ada yang mearang seorang kristen memakai jilbab/kerudung, karena kami semua bersaudara, dan pakaiyan bukan suatu hal yang di pakai untuk membedakan seseorang atau mencari musuh, dan kata ibu itu lagi kalau di desa tersebut tidak masalah kalau orang yang bukan beragama muslim memakai jilbab/kerudung karena masyarakat di desa tersebut sanga rukun.dan mulai saat itu saya percaya bahwa desa Tosari memang Pantas di sebut Desa PANCASILA, karena mereka sangat menjaga kerukunan beragama mereka.

Maka dari hasil pengamatan saya bahwa, DESA Tosari yang patut di contoh oleh seluruh Desa-desa yang ada di pelosok Tanah air, Kut desa Pancasila kecuali Desa karena menurut saya tidak desa lain yang di sebut desa PANCASILA hanya desa Tosari semata yang di sebut Desa PANCASILA.dan akan dari itu harapan saya Buat Desa-desa lain yang masih sering Konflik karena masalah Agama mulai dari sekarang hentikan semua Konflik Agama. Karena Hal itu sangat membantu pembentukan Nilai Religius Negara kita yang masih terus berkonflik akibat Agama, dan terjadi pembunuhan di mana-mana Akibat Konflik Agama.

DAFTAR PUSTAKA:

WWW.CONTOH ESAI.COM


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment