More than Just Nation and Character Building
May 15th, 2014 at 8:09 am
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Jatidiri and Characters, Learning Pancasila

Oleh Kelompok 4: “….Setelah kelompok 7 selesai mempresentasikan, kemudian para mahasiswa antusias untuk bertanya dan berdiskusi. Dalam kesempatan kemarin ada 3 penanya. Pertanyaan pertama yaitu berdasarkan dengan unsur-unsur geopolitik dan geostrategic yang digunakan di Indonesia. Pertanyaan kedua yaitu hukum laut dan hukum dirgantara apa yang digunakan dalam Negara Indonesia. Kemudian mengapa hukum laut dan hukum dirgantara diadakan dan efeknya apa? Jika tidak ada hokum laut ataupun hukum dirgantara yang diberlakukan maka Negara tersebut akan mudah di masuki oleh Negara lain untuk merusak atau menganbil beberapa kekayan milik Negara Indonesia. Kemudian pada pertanyaan terakhir apa berbedaan antara wawasan nusantara dengan geopolitik? Geopolitik terdapat pada UU sedangkan jika wawasan nusantara berdasarkan Pancasila dan UU 1945. Kemudian para presenter menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para audiens. Dilanjutkan dengan sesi umpan balik. Banyak mahasiswa yang menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh teman sendiri. Dan terakhir bapak Rojil memberikan feedback kepada mahasiswa tentang apa yang telah kami diskusikan tadi. Mata  kuliah PPKn selesai pada pukul 08.45…..”

Senin tanggal 12 Mei 2014 merupakan pertemuan ke-8 mata kuliah PPKN. Namun hari Senin kemarin tidak seperti biasanya karena bapak Mohammad Adib berhalangan hadir. Meskipun bapak Adib selaku dosen PPKN di ruang kami berhalangan hadir, para mahasiswa tetap bersemangat dan antusias mengikuti mata kuliah PPKN seperti biasanya. Pada Senin itu adalah giliran kelompok 7 mempresentasikan tentang pokok bahasan Geopolitik di Indonesia. Dosen sementara yang menggantikan bapak Adib adalah bapak Rojil Nugroho Bayu Aji. Beliau memperkenalkan diri dan sedikit riwayat perjalanan hidupnya dalam menempuh pendidikan. Kemudian kelompok 7 memulai presentasi di depan dan mengabsen mahasiswa satu per satu. NILAI RESUME I, II, III, IV, V, & VI KELOMPOK SMT GENAP(2013_2014)_PPKN_KELAS_7-A Sampai Rabu 14 Mei 2014 jam 10.00.pdf

            Geopolitik diartikan sebagai sistem politik atau peraturan-peraturan dalam wujud kebijaksanaan dan strategi nasionalyang didorong oleh aspirasi nasional geografik (kepentingan yang titik beratnya terletak pada pertimbangan geografi, wilayah atau teritorial dalam arti luas) suatu negara , yang apabila dilaksanakan dan berhasil akan berdampak langsung atau tidak langsung kepada sistem politik suatu negara. Pembangunan geopolitik Indonesia bertujuan untuk memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yaitu dimensi ruang dalam perkembangan geopolitik, dimensi frontier dalam perkembangan geopolitik, dimensi politik kekuatan (power) dalam perkembangan geopolitik, dan dimensi keamanan negara-negara dan bangsa dalam perkembangan geopolitik. Dengan cara itu, Indonesia  betul-betul bisa membangun perdamaian yang kokoh dan berkelanjutan di kawasan ini. Indonesia sendiri terus mengembangkan kemitraan yang komprehensif dengan negara-negara sahabat yang dalam 8 tahun terakhir mencapai lebih dari 10 negara. Tindakan ini bertujuan untuk menuju dan membangun sebuah kerja sama geopolitik yang baru.

            Geografi politik juga diartikan sebagai penggambaran data politik dan data lain yang terkait pada permukaan bumi (geografi). Dalam suatu negara memiliki kesadaran ruang meningkat menjadi hubungan emosional antara suku atau bangsa yang mendiami suau ruang. Kesadaran terhadap kedaulatan negara dalam batas negara dengan seperangkat hukum dan aparat penjamin keamanan dan kedaulatan negara.

            Dalam geopolitik (georafi politik) mengandung 4 unsur utama yaitu konsep ruang, konsep frontier, konsepsi politik kekuatan dan konsepsi keamanan negara dan bangsa. Dari keempat unsur tersebut, konsepp ruang merupakan inti dari suatu geopolitik. Selain unsur utama, dalam geopolitik juga ada unsur pembangunnya. Unsur pembangun dari geopolitik adalah beberapa subyek yaitu keadaan geografis, politik dan strategi, hubungan timbale balik antara geografi dan politik serta unsure kebijaksanaan.

            Pandangan geopolitik bangsa Indonesia yang didasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan yang luhur dengan jelas dan tegas tertuang di dalam Pembukaan UUD 1945. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, tetapi lebihh cinta kemerdekaan. Bangsa Indonesia menolak segala bentuk penjajahan, karena penjajahan tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Arti penting geopolitik itu sendiri untuk bangsa Indonesia adalah adalah sebagai alat untuk dapat mempertahankan negara dan berperan penting dalam pembinaan kerjasama dan penyelesaian konflik antarnegara yang mungkin muncul dalam proses pencapaian tujuan.

Menurut konvensi PBB tentang Hukum Laut (United Nation Convention on the Law of the Sea) UNCLOS tahun 1982 mengakui adanya keinginan untuk membentuk tertib hukumm laut dan samudra yang dapat memudahkan komunikasi internasional dan memajukan penggunaan laut dan samudra secara damai. Di samping itu ada keinginan pula untuk mendayagunakan sumber kekayaan alamnya secara adil dan efisien, konservasi dan pengkajian sumber kekayaan hayatinya, serta perlindungan dan pelestarian liingkungan laut. Indonesia meratifikasi UNCLOS 1982 melalui UU no.17 tahun 1985, tanggal 31 Desember 1985. Sedangkan Hukum Ruang Udara/Dirgantara yaitu ukum udara bersumber dari hukum internasional, Ps. 38 A(1) Statuta International Court of Justice.

            Setelah kelompok 7 selesai mempresentasikan, kemudian para mahasiswa antusias untuk bertanya dan berdiskusi. Dalam kesempatan kemarin ada 3 penanya. Pertanyaan pertama yaitu berdasarkan dengan unsur-unsur geopolitik dan geostrategic yang digunakan di Indonesia. Pertanyaan kedua yaitu hukum laut dan hukum dirgantara apa yang digunakan dalam Negara Indonesia. Kemudian mengapa hukum laut dan hukum dirgantara diadakan dan efeknya apa? Jika tidak ada hokum laut ataupun hukum dirgantara yang diberlakukan maka Negara tersebut akan mudah di masuki oleh Negara lain untuk merusak atau menganbil beberapa kekayan milik Negara Indonesia. Kemudian pada pertanyaan terakhir apa berbedaan antara wawasan nusantara dengan geopolitik? Geopolitik terdapat pada UU sedangkan jika wawasan nusantara berdasarkan Pancasila dan UU 1945. Kemudian para presenter menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para audiens. Dilanjutkan dengan sesi umpan balik. Banyak mahasiswa yang menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh teman sendiri. Dan terakhir bapak Rojil memberikan feedback kepada mahasiswa tentang apa yang telah kami diskusikan tadi. Mata  kuliah PPKn selesai pada pukul 08.45.***


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment