More than Just Nation and Character Building
May 7th, 2014 at 12:12 pm
Posted by Mohammad Adib in Education of Pancasila and Civics, Learning Pancasila

Oleh Kelompok 9: TEDI BAGUS PRASETYO MULYO (071311233013), ISNEANE CHASUNA (081311533018), AMELLIA YUNI RAHENNA (071311733019), ROSSY EKA RAHMAWATI (081311533013), RADITYA RAMADHAN (071311233045).Merupakan minggu pertama seteleh UTS kami berada di Ruang KH Hasyim Ashari untuk mengikui kelas PPKn. Tanggal 5 Mei 2014 tidak akan terulang lagi untuk kedua kalinya dalam sejarah. Suasana, keadaan, dan atmosfer yang ada didalamya pun tak sedikit berubah. Masih tetap sebagaimana kami meninggalkannya sebelum musim UTS kemarin. Bapak Adib sudah dengan tepatwaktunya duduk di kursi excellent yang dikhususkan hanya untuk dosen di depan kelas. Beliau memang selalu tepat waktu. Masih beberapa kursi dihadapannya yang terisi, well, dosen jauh lebih rajin daripada mahasiswanya sendiri.  Di papan whiteboard tertulis dengan jelas “Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi di Indonesia”. Sepertinya akan jadi suatu bahan pembicaraan yang menarik hari ini. NILAI RESUME I, II, III, IV, dan V KELOMPOK SMT GENAP(2013_2014)_PPKN_KELAS_7-A Sampai Rabu 7 Mei 2014 jam 10.00.pdf

Kelas mulai riuh ketika satu per satu kursi mahasiswa terisi. Hari ini presentasi dibawakan oleh kelompok 7. Seperti biasa sebelum kegiatan dimulai, ada semacam ritual yang harus dijalani terlebih dahulu. Jika selama hamper 2 minggu tidak ada gaungan suara dari ruang ini yang memenuhi seluruh koridor, maka hari ini suara-suara itu akan menggema. Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, disusul Hymne Airlangga.

Demokrasi, merupakan suatu ajaran dimana pada sebuah Negara hak-hak individu benar-bear diperhitungkan. Menurut Abraham Lincoln demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pemikirna ini dimulai pada abad 4 SM hingga 6 M di Yunani yang diawali dengan adanya demokrasi langsung. Pendidikan demokrasi dalam hal ini diartikan sebagai upaya sistematis negara untuk memfasilitasi individu memahami, mengamati, mengamalkan, dan mengembangkan nilai-nilai demokrasi sesuai peranan dan struktur social.

Secara teoritis demokrasi terbagi menjadi 2 yakni demokrasi ekonomi dan demokrasi langsung. Demokrasi ekonomi adalah dimana suatu system tersebut dijalankan layaknya system pasar. Kaum elit politik yang berkepentinganlah yang memegang peranan penting didalamnya. Demokrasi digunakan untuk mencapai tujuan yang menguntungkan. Sedang yang kedua merupakan demokrasi langsung dimana tidak ada pemisahan antara rakyat dan pemerintah. Tidak ada batasan antara keduanya.

Dijelaskan pula mengenai model-model dari demokrasi yakni demokrasi presidensiil dan demokrasi parlementer. Sedang kita tahu bahwa demokrasi presidensiil merupakan demokrasi yang kepala negara memeliki peranan penting disana. Selain dipilih langsung oleh rakyat, kedudukannya sama dengan parlemen, juga dapat membuat kebijakan politik. Dan demokrasi perlementer yang wakil rakyat memiliki andil penuh di sana, yakni selain dipih langsung oleh rakyat memiliki kekuatan. Dan pada tipe ini kepala negara hanya sebagai perwakilan nyata dalam urusan kenegaraan dan sebagai penengah konflik.

Selain itu dijelaskan pula tentang macam demokrasi. Demokrasi liberal, demokrasi komunis, dan demokrasi Pancasila. Demokasi liberal adalah demokrasa yang mengutamakan kekuasaan individu, demokrasi komunis adalah demokrasi yang mengutamakan kapentingan negara di atas segalanya –cenderung dictator-, dan demokrasi Pancasila yang mana hanya ada di Indonesia dan berlandas pada kedaualatan negara.

Setelah itu dijelaskan tentang ciri-ciri negara demokrasi yakni adanya pemerintahan yang bertanggung jawab, adanya dewan perwakilan, adanya pengaturan terhadap partai politik, adanya hak kebebasan untuk pers, dan diselenggarakannya PEMILU. Dan dari poin inilah muncul pertanyaan-pertanyaan besar. Garis besar dari ketiga pertanyaan tersebut sebenarnya sederhana tetapi mengandung makna besar yakni “PERLUKAH MENGGUGAT DEMOKRASI?”

Demokrasi merupakan jawaban terbaik atas keragaman yang ada di Indonesia, selain itu satu-satunya bentuk pemerintahan yang sampai saat ini bertahan lama dipakai di Indonesia adalah demokrasi. Demokrasi tidak menuntut satu atau dua pihak saja dalam pelaksanaann, tetapi kebebasan dan jaminan hak merupakan jawaban itu semua. Dari keburukan yang ada pada pelaksanaan demokrasi di negeri ini bukan berarti rakyat serta merta mengganti demokrasi dengan pandangan yang lain. Kalau dengan menggati tidak menjadi lebih baik, kenap harus susah-susah ? masalahnya hanya sederhana saja, bukan PERLUKAH MENGGANTI DEMOKRASI tetapi SUDAH BENARKAH DEMOKRASI KITA.


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment