More than Just Nation and Character Building
March 2nd, 2017 at 9:15 am
Posted by Mohammad Adib in Learning Pancasila

Kuliah Perdana PPs Semerter Genap 2016-2017 Senin Jam 09.00-08.40 tgl 27 Februari  2017 di Ruang Ki Hajar DewantoroOleh: Putri Silvi. “…… Satu jam berlalu, tapi tentu saja rasa canggung dalam diri saya belum sepenuhnya hilang. Bagaimana tidak, memulai awal perkuliahan dengan teman – teman yang baru dari berbagai program studi. hari pertama sudah mendapat tugas individu yang harus dikumpulkan dua hari lagi. Ditambah lagi tugas kelompok yang dikumpulkan minggu depan. Belum lagi tugas lain yang sudah menanti. Ah, mahasiswa. Bergelar “maha” namun tidak lepas dari kata mengeluh. Tiba – tiba beliau menyerukan dengan lantang, “peserta Pendidikan Pancasila??”, tentu saja seisi kelas hanya terdiam, tidak mengerti apa maksud ucapat tersebut. Hingga akhirnya beliau hanya tertawa, dan diucapkannya sebuah kalimat sederhana yang luar biasa. Iya, sederhana yang luar biasa. “Tangguh Tak Pernah Mengeluh”, itulah kalimat sederhana yang luar biasa. Seketika tak lepas pandangan saya dari beliau, dan terlintas di benak saya bahwa beliau, DR. H. MOH ADIB. MA adalah seorang dosen yang luar biasa. Mungkin bukan hanya bagi saya, bakhan bagi semua orang. Saya tanamkan dalam diri saya, bahwa saya sebagai mahasiswa Universitas Airlangga bukan hanya harus Excellent with Morality, namun juga harus Tangguh tak pernah mengeluh. …….. Bukankah saya benar – benar merupakan seseorang yang beruntung pada hari senin ini. Memulai awal perkuliahan di semester dua dengan mendapat pelajaran yang sangat luar biasa. Dapat disimpulkan bahwa kita sebagai mahasiswa hendaknya benar benar tangguh tak pernah mengeluh. Tangguh dalam menghadapi apapun, dan tak pernah mengeluh dalam segala hal.” 1. PUTRI SILWI - Tangguh Tak Pernah Mengeluh     2.  GENAP(2016_2017)_PANCASILA_KELAS_A-2.2 OK-2 Kelompok, Anggota Kelompok, Topik, Sistematika makalah, dllGENAP(2016_2017)_PANCASILA_KELAS_A-2.2 OK-2 Kelompok, Anggota Kelompok, Topik, Sistematika makalah, dll   3. GENAP(2016_2017)_PANCASILA_KELAS_A-2.2 OK-2 Nilai Tugas Resume Individual    4. Pendidikan Pancasila RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER 2016-2017 Genap 2016-2017  5.  

Pagi ini, senin 27 Februari 2017 merupakan hari pertama dimana saya memulai perkuliahan di semester dua. Melangkahkan kaki menuju Universitas Airlangga dengan semangat yang bisa dikatakan cukup dan tidak lebih. Ya, cukup bahagia tidak memulai hari senin dengan perkuliahan pukul tujuh pagi, dan hari ini dimulai dengan mata kuliah Pancasila. Pancasila sebagai sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, seluruh tatanan kehidupan Masyarakat, Bangsa, dan Negara menggunakan Pancasila sebagai dasar moral atau norma dan tolak ukur mengenai baik buruk dan benar salah bagaimana seseorang dalam bersikap dan bertingkah laku sebagai bangsa Indonesia.

Menempati bangku pada barisan paling depan, berharap kadar semangat saya meningkat saat itu. Tidak lama menungu, hingga terlihat seorang dosen berjalan memasuki ruang Ki Hajar Dewantara Ya, ruang yang saya tempati. Mengucapkan salam singkat dan tak berucap lagi. Memutarkan video nyanyian lagu nasional berjudul Tanah Airku. Tak mengatakan apapun, hanya sibuk dengan spidol yang ada di tangannya, dan papan tulis di hadapannya. Menuliskan tanggal, dan apapun yang dianggapnya penting. Ya, memang penting bagi kami, mahasiswa yang kini menerima mata kuliah Pancasila.

Perkuliahan hari ini dimulai dengan renyah. Serius namun tetap ringan dan menyenangkan dan diselingi beberapa guyonan yang menggelitik. Hal yang pertama beliau singgung yaitu mengenai Kata Kunci yang sebelumnya telah beliau tulis di papan tulis. Pada baris pertama, “Memantapkan Karakter Bangsa”. Bukan lagi mengembangkan, namun memantapkan. Sebagai mahasiswa yang sudah bukan anak anak lagi memang sudah sepatutnya mempertanggung jawabkan rasa Nasionalisme dan Cinta Tanah Air. Sebagai generasi penerus dan pelurus bangsa. Ya walaupun cukup asing di telinga saya mendengar kalimat Memantapkan Karakter Bangsa, namun perlahan saya mulai memahami maksud dari memantapkan. Tidak hanya itu, beliau turut menjelaskan kata kunci berikutnya, yaitu Antusias, Disiplin, Berpikir Positif, dan yang terakhir yaitu Keberuntungan.

Tidak berhenti disitu, beliau juga mengatakan bahwa pendidikan pancasila memiliki 3M. hal itu membuat saya cukup berpikir keras, apa sih yang dimaksud dengan 3M. 3M adalah Menyadarkan, Mencerdaskan, Mencerahkan. Masih belum mengerti apa maksud beliau. Ya, mulailah beliau menjelaskan bahwa, Menyadarkan hati, Mencerdaskan pikiran, dan Mencerahkan jiwa. Ya, sekarang saya mengerti dan saya menyadari betapa pentingnya Pancasila. Tidak bisa membayangkan bagaimana dunia Pendidikan tanpa Pendidikan Pancasila.

Satu jam berlalu, tapi tentu saja rasa canggung dalam diri saya belum sepenuhnya hilang. Bagaimana tidak, memulai awal perkuliahan dengan teman – teman yang baru dari berbagai program studi. hari pertama sudah mendapat tugas individu yang harus dikumpulkan dua hari lagi. Ditambah lagi tugas kelompok yang dikumpulkan minggu depan. Belum lagi tugas lain yang sudah menanti. Ah, mahasiswa. Bergelar “maha” namun tidak lepas dari kata mengeluh. Tiba – tiba beliau menyerukan dengan lantang, “peserta Pendidikan Pancasila??”, tentu saja seisi kelas hanya terdiam, tidak mengerti apa maksud ucapat tersebut. Hingga akhirnya beliau hanya tertawa, dan diucapkannya sebuah kalimat sederhana yang luar biasa. Iya, sederhana yang luar biasa. “Tangguh Tak Pernah Mengeluh”, itulah kalimat sederhana yang luar biasa. Seketika tak lepas pandangan saya dari beliau, dan terlintas di benak saya bahwa beliau, DR. H. MOH ADIB. MA adalah seorang dosen yang luar biasa. Mungkin bukan hanya bagi saya, bakhan bagi semua orang. Saya tanamkan dalam diri saya, bahwa saya sebagai mahasiswa Universitas Airlangga bukan hanya harus Excellent with Morality, namun juga harus Tangguh tak pernah mengeluh.

Bukankah saya benar – benar merupakan seseorang yang beruntung pada hari senin ini. Memulai awal perkuliahan di semester dua dengan mendapat pelajaran yang sangat luar biasa. Dapat disimpulkan bahwa kita sebagai mahasiswa hendaknya benar benar tangguh tak pernah mengeluh. Tangguh dalam menghadapi apapun, dan tak pernah mengeluh dalam segala hal.***


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment