More than Just Nation and Character Building
March 9th, 2017 at 10:47 pm
Posted by Mohammad Adib in Philosophy of Science

Oleh: Zulfi Dyah Wardani, NIM: 071611433026; Prodi: Sosiologi FISIP Universitas Airlangga. “……Hal tersebut semakin memuncak ketika Pak Adib memasuki tahap pembelajaran filsafat. Beliau menjelaskan apa itu filsafat dengan pemahaman yang mudah, bagaimana contoh realitasnya dalam kehidupan, beliau telah mengambil contoh sederhana yang dekat dengan kita, seperti substansi dan esensi dari AIR, sehingga saya mudah menangkap dan memahami konsepan ilmu yang dibawakan, ditambah lagi dengan penjelasan sejarah dari AIR adalah sumber kehidupan, yang dijelaskan dengan lantang dan menarik penyampaiannya, telah membuat rasa keingintahuan saya semakin meningkat.” “…….Terima kasih Pak Adib, atas segala hal yang mengandung hikmah yang telah Bapak berikan kepada saya, dan kami semua, mahasiswa sosiologi. Berkat pencerahan dari Bapak, pikiran saya semakin terbuka untuk menjalani kehidupan sebagai seorang mahasiswa yang memilki tanggung jawab sebagaimana mestinya, karena ketika pikiran ini terbuka untuk senantiasa berpikir maju dan senantiasa visioner, hal tersebut akan mampu mengubah pola perilaku yang mengarah sesuai dengan apa yang dipikirkan.   Itulah yang saya sebut dengan istilah a Beatiful Mind yang saya dapatkan dari Pak Adib. Semoga Allah senantiasa melindungi, dan membalas semua jasa Bapak, Aamiin.”

Berangkat dari rasa penasaran yang tinggi akan filsafat sejak masih duduk di bangku SMA, telah membuat sebuah revolusi kemajuan dalam pikiran saya ketika saya mendapat mata kuliah filsafat ilmu baru-baru ini, di universitas Airlangga. Hal itu dimulai pada hari selasa, tanggal 07 Maret 2017, dimana sosok insan yang mampu menginspirasi saya, untuk membuka pikiran bahwa sebuah ilmu itu hakikatnya dapat menyadarkan, mencerdaskan dan mencerahkan. Itu merupakan salah satu jargon yang dilontarkan oleh Pak Adib, seorang dosen filsafat ilmu yang telah mampu memberikan pencerahan berpikir dalam diri saya.

Awalnya ketika detik awal proses belajar dimulai di kelas, terasa sangat berbeda dari yang lainnya, saya baru merasakan metode belajar yang baru dari cara kepengajaran Pak Adib, rasa antusias ssaya semakin meningkat ketika diajar oleh beliau. Karena saya berpikir, mengapa saya tertarik dan memiliki antusias yang tinggi dalam mata kuliah ini?

Karena hal tersebut dilatar belakangi oleh kompetensi mengajar yang Pak Adib miliki yang mampu membawa suasana belajar di kelas menjadi sersan ( serius tapi santai ). Hal tersebut sama sekali tidak mengurangi harapan dan misi besar kami, segenap keluarga besar Universitas Airlangga untuk menjadi World Class University, yang senantiasa digaungkan oleh Pak Adib dari awal, pertengahan sampai waktu akhir pembelajaran. Hal tersebut menurut saya merupakan salah satu motivasi belajar yang dibutuhkan oleh setiap mahasiswa agar ketika belajar di bangku perkuliahan senantiasa bersungguh-sungguh dan semata-mata bertujuan untuk mengabdi kepada negeri.

Dapat saya rasakan perbedaan cara mengajar Pak Adib yang sangat luar biasa membangun motivasi dan pola pikir mahasiswa agar kuliah ini tidak hanya sekedar terjebak dalam rutinitas semata, melainkan kita kuliah itu memiliki tujuan yang besar, yakni membangun bangsa. Terlihat perbedaannya dengan di awal waktu sebelum proses belajar dimulai, Pak Adib menayangkan Hymne Airlangga, yang dapt membangkitkan dan sebagai pengingat bagi kita semua bahwa untuk dapat duduk di sini dan menjadi keluarga besar Universitas Airlangga, bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan kerja keras dan doa yang senantiasa mengiringi di setiap proses yang kita lalui. Oleh karenanya bentuk dari rasa syukur inilah kita sebagai mahasiswa akan belajar dengan sungguh-sungguh, agar ke depan dapat memberikan kontribusi pengabdian yang abadi untuk negeri ini.

Itu merupakan keberuntungan-keberuntungan yang saya dapatkan pada hari selasa, saya sangat bersyukur kepada Allah, bahwa saya masih diberikan kesehatan pada hari itu untuk dapat merasakan keberuntungan yang luar biasa mampu membangkitkan semangat belajar saya agar menjadi lebih baik.

Hal tersebut semakin memuncak ketika Pak Adib memasuki tahap pembelajaran filsafat. Beliau menjelaskan apa itu filsafat dengan pemahaman yang mudah, bagaimana contoh realitasnya dalam kehidupan, beliau telah mengambil contoh sederhana yang dekat dengan kita, seperti substansi dan esensi dari AIR, sehingga saya mudah menangkap dan memahami konsepan ilmu yang dibawakan, ditambah lagi dengan penjelasan sejarah dari AIR adalah sumber kehidupan, yang dijelaskan dengan lantang dan menarik penyampaiannya, telah membuat rasa keingintahuan saya semakin meningkat.

Dari rasa keingintahuan yang tinggi itulah saya tertarik untuk mendalami lagi mata kuliah filsafat ilmu, karena saya berpikir bahwa dibalik mata kuliah tersebut, menyimpan sejuta pengetahuan di kehidupan yang kelak dapat menyadarkan hati saya, mencerdaskan pikiran saya, dan mampu mencerahkan dunia yang saya tinggali dengan pengetahuan akan filsafat yang saya miliki dan dapatkan dari Pak Adib. Hal tersebut yang membuat saya antusias ketika mengikuti mata kuliah filsafat ilmu

Terimakasih Pak Adib, atas segala hal yang mengandung hikmah yang telah Bapak berikan kepada saya, dan kami semua, mahasiswa sosiologi. Berkat pencerahan dari Bapak, pikiran saya semakin terbuka untuk menjalani kehidupan sebagai seorang mahasiswa yang memilki tanggung jawab sebagaimana mestinya, karena ketika pikiran ini terbuka untuk senantiasa berpikir maju dan senantiasa visioner, hal tersebut akan mampu mengubah pola perilaku yang mengarah sesuai dengan apa yang dipikirkan. 

 Itulah yang saya sebut dengan istilah a Beatiful Mind yang saya dapatkan dari Pak Adib. Semoga Allah senantiasa melindungi, dan membalas semua jasa Bapak, Aamiin.***


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment