More than Just Nation and Character Building
September 11th, 2014 at 4:59 am
Posted by Mohammad Adib in Philosophy of Science

http://www.tokobukumurahonline.com/image/cache/data/Change%20anything-500x500.jpgOleh: Kelompok 3 (Ketua: Dinda Ainus Shofa (071411431075), Sekretaris: Nadilla Putri Agyana (071411431072), Bendahara1: Ria Damayanti (071411433015), Bendahara 2: Rosul Sukmana (071411431026), Bendahara3: Fadiarsa Wiratama (071411431061). Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UniversitasAirlangga. “….Setelah presentasi selesai, pak Adib memutarkan video tentang asal muasal ilmu yaitu yang diawali oleh terbentuknya jagad raya, setelah jagad raya tercipta, Tuhan menciptakan manusia pertama yaitu Adam dan menciptakan pasangannya yaitu Hawa. Adam dan Hawa keduanya tidak memiliki ilmu. Setelah itu Hawa yang dihasut oleh sang ular licik untuk memakan buah pengetahuan yang dilarang untuk di makan. Hawa pun memakannya bersama dengan Adam. Setelah itu mereka memakannya, mereka pun di usir dan ilmu pengetahuan pun diturunkan dari generasi kegenerasi berikutnya. Begitulah singkat cerita asal muasal ilmu pengetahuan. Banyak yang bisa kami ambil dari pertemuan kedua dalam mata kuliah filsafat ilmu yang di bimbing oleh pak Adib ini, yaitu salah satunya menambah ilmu tentang asal muasal ilmu yang sebelumnya belum pernah kami ketahui….”

Pada hari selasa 9 september 2014 kali ini kami bertemu kembali dengan pak Adib. Seperti biasa pak Adib selalu memberikan semangat di awal pertemuan yang kedua ini. Pak Adib memberikan jargon baru yang berbunyi filsafat ilmu “menyadarkan, mencerdaskan, mencerahkan”. Pak Adib adalah dosen yang selalu memberi warna baru di dalam kelas kami. Setelah memberikan semangat pak adib langsung membimbing kami untuk segera melaksanakan presentasi kelompok yang sudah di bagi minggu lalu. Materi yang di presentasikan oleh kelompok 1A dan 1B ini bertemakan “pengertian-pengertian dan kegunaan filsafat, pengetahuan, ilmu, agama, ilmu pengetahuan, filsafat ilmu : persamaan dan perbedaan (implikasi dan implementasinya)”. Kelompok 1A terlebih dulu mempresentasikan materi tersebut selama 15 menit. Kelompok 1A yang di ketuai oleh saudara Satrio Manggala ini sukses mempresentasikan materi tersebut dengan lancar. Setelah kelompok 1A selesai, pak Adib mempersilahkan kelompok 1B  untuk membandingkan presentasi kelompok mereka dengan presentasi milik kelompok 1A. Kelompok yang di ketuai oleh omaruzzaman azamzami ini menambahkan materi tentang pengertian ilmu pengetahuan beserta contohnya.

Setelah kedua kelompok tersebut mempersentasikan materi, tiba saatnya sesi tanya jawab oleh audience. Teman-teman banyak yang ingin bertanya tetapi penyaji hanya memberikan kesempatan 2 pertanyaan saja kepada audience. Pertanyaan pertama yang di kemukakan oleh saudara Pram yaitu “bagaimana cara mengaplikasikan ilmu sehingga bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari?”. Pertanyaan kedua di kemukakan oleh saudara naufal yaitu “mengapa ilmu berasal dari arab ? dan siapa yang menemukan ilmu?”. Lalu kelompok 1A dan 1B menjawab pertanyaan yang pertama yang di kemukakan oleh saudara qommaruzzaman yaitu “cara mengaplikasikan ilmu yaitu mengintegrasikan seluruhnya dan tidak merendahkan ilmu yang lain”. Dan pertanyaan yang ke 2 dikemukakan oleh saudara meireta yaitu “ilmu berasal dari arab karena pada saat itu islam berkembang dan mengalami masa kejayaan”. Setelah sesi tanya jawab antara audience dengan penyaji selesai, di lanjutkan oleh sesi jawab yang di kemukakan oleh audience. Pak Adib memberikan kesempatan kepada 5 audience untuk memberikan jawabannya. Setelah sesi itu berakhir, pak Adib meluruskan tentang jawaban tersebut. Pak Adib mengatakan bahwa ilmu itu berasal dari sang pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

Setelah presentasi selesai, pak Adib memutarkan video tentang asal muasal ilmu yaitu yang diawali oleh terbentuknya jagad raya, setelah jagad raya tercipta, Tuhan menciptakan manusia pertama yaitu Adam dan menciptakan pasangannya yaitu Hawa. Adam dan Hawa keduanya tidak memiliki ilmu. Setelah itu Hawa yang dihasut oleh sang ular licik untuk memakan buah pengetahuan yang dilarang untuk di makan. Hawa pun memakannya bersama dengan Adam. Setelah itu mereka memakannya, mereka pun di usir dan ilmu pengetahuan pun diturunkan dari generasi kegenerasi berikutnya. Begitulah singkat cerita asal muasal ilmu pengetahuan. Banyak yang bisa kami ambil dari pertemuan kedua dalam mata kuliah filsafat ilmu yang di bimbing oleh pak Adib ini, yaitu salah satunya menambah ilmu tentang asal muasal ilmu yang sebelumnya belum pernah kami ketahui.***


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment