More than Just Nation and Character Building
October 19th, 2014 at 5:20 am
Posted by Mohammad Adib in Philosophy of Science

Oleh: Kelompok 1: Satrio Manggala P.S. (071411431054), Wahyu Adi Rianto (071411431047), Mairetha Yuniar S.D. (071411431076), Yeni Retno Wati (071411431042), Nur Laili Firliyana (071411433007) Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Tahun 2014. “…..Matakuliah kali ini tidak jauh berbeda di mingu-minggu sebelumnya. Selalu amazing dan spectakuler. Kenapa bisa begitu? Karna dibimbing oleh dosen yang juga amazing dalam bidangnya. Kemarin saja beliau mengajar Antropologi di ruang A-303 menggantikan bapak pudjio yang tidak bisa hadir. Sungguh pengalaman luar biasa bagi Sosiologi 2014 di didik oleh dosen yang sangat ahli di bidang nya, tak hanya Filsafat Ilmu saja loh, beliau juga ber pengalaman dalam dunia ke antropologian. Dan setelah mengawali pelajaran ini dengan jargon dan tentunya memanjatkan doa pada Tuhan Yang Maha Esa, beliau menjelaskan gambaran umum di papan tulis excelent tentang Landasan Penelaahan Ilmu. Yaitu tentang Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi. Dan yang membahas masalah ini adalah kelompok 5, dimana kelompok 5b yang akan mempresentasikan materi dan kelompk 5a sebagai pembanding. Ontologi adalah tentang objek yang ditelaah ilmu, epistemologi adalah cara yang digunakan untuk mengkaji atau menelaah sehingga diperoleh nya ilmu tersebut.  Dan Aksiologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang orientasi atau nilai suatu kehidupan.”

Selasa, 07 October 2014 tepatnya jam menunjukan pukul 10.00 WIB. Dimana hari ini merupakan hari Selasa pertama dibulan October. Sebelumnya kami haturkan puji syukur Alhamdulilah kepada Allah SWT atas berkah rahmat dan karunianya lah kita semua mahasiswa Universitas Airlangga, Departemen Sosiologi dan Bapak Pengajar diberi kesempatan untuk berkumpul di ruang A-307 dengan mata kuliah Filsafat Ilmu dengan keadaan sehat wal’afiat. Dan pastinya mata kuliah Filsafat Ilmu itu Menyadarkan,mencerdaskan, menyerahkan.

Matakuliah kali ini tidak jauh berbeda di mingu-minggu sebelumnya. Selalu amazing dan spectakuler. Kenapa bisa begitu? Karna dibimbing oleh dosen yang juga amazing dalam bidangnya. Kemarin saja beliau mengajar Antropologi di ruang A-303 menggantikan bapak pudjio yang tidak bisa hadir. Sungguh pengalaman luar biasa bagi Sosiologi 2014 di didik oleh dosen yang sangat ahli di bidang nya, tak hanya Filsafat Ilmu saja loh, beliau juga ber pengalaman dalam dunia ke antropologian. Dan setelah mengawali pelajaran ini dengan jargon dan tentunya memanjatkan doa pada Tuhan Yang Maha Esa, beliau menjelaskan gambaran umum di papan tulis excelent tentang Landasan Penelaahan Ilmu. Yaitu tentang Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi. Dan yang membahas masalah ini adalah kelompok 5, dimana kelompok 5b yang akan mempresentasikan materi dan kelompk 5a sebagai pembanding. Ontologi adalah tentang objek yang ditelaah ilmu, epistemologi adalah cara yang digunakan untuk mengkaji atau menelaah sehingga diperoleh nya ilmu tersebut.  Dan Aksiologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang orientasi atau nilai suatu kehidupan.

Disini beliau memberikan sebuah “Vitamin” yaitu ada 3 eksistensi adanya The Being. Pertama Konsep the being berupa gagasan,imajinasi, pemikiran,dll. Contoh nya seperti Bayangkan ruang 307 berada di pesawat paling canggih tanpa awak menuju mars dan akan landing di pinggir danau sejuk sekali. Di dalam konsep ini adalah Real Being. Ditengah-tengah pembahasan bapak Adib tidak seperti biasanya. Kali ini beliau tiba-tiba membuat gombalan-gombalan yang sebenarnya ditujukan kepda shinta tokoh pewayangan. Tetapi yang ada di ruang 307 adalah Dhea Shinta, jadi beliau menggombali Shinta. Sungguh pengalaman yang menarik kali ini. Kedua, Potensial dapat diibaratkan seperti buah kelapa yang kita lihat dapat berpotensi menjadi apa saja ? buah kelapa berpotensi menjadi santan, minyak, es degan,dll. Ketiga, yaitu Nampak. Artinya kelihatan wujudnya. Yang paling mendebarkan kali ini adalah saat membahas tentang pertanyaan bapak Adib yaitu “Dimana Tuhan ?” Semua teman-teman yang menjawab di sangkal oleh bapak Adib karna jawaban teman-teman kurang benar. Dan ternyata jawaban yang benar adalah pertanyaan nya yang salah, kenapa ? Karna Tuhan itu  tidak perlu ditanyakan dimana. Karna hanya orang bodoh yang menanyakan seperti itu. Tuhan bukan objek, bukan Teori. Waahh benar-benar pertanyaan yang menjebak, Terimakasih Bapak atas Ilmu yang anda berikan dan semoga bermanfaat bagi kami semua. Aamiin.***


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment