More than Just Nation and Character Building
March 28th, 2014 at 2:05 pm
Posted by Mohammad Adib in Philosophy, Philosophy of Science

externalOleh: Kelompok II Mataajar Filsafat Ilmu Antropologi 2013, Bimantara Ilham Dewanto 071311733026, Laras Pinastika 071311733053, Sholikah Putri Setianingrum 071311733029, Nur Fitria 071311733021, Liliana Puspitasari 071311733090, Zakya Nurdini 071311733082, Rizky Ryan R.P. 071311733046. Semangat pagi begitu terasa pada Rabu 26 Maret 2014 lalu, jelas bisa ditebak siapa lagi dosen yang mampu menghidupkan suasana seluruh kelas, beliau adalah Bpk. Drs. H. Mohammad Adib M.A. yang mengampu beberapa mata kuliah yang salah satunya adalah filsafat ilmu. Sambil menyiapkan konsep materi yang akan dikaji, beberapa mahasiswa segera bergegas menuju ruang kelas A302 karena tidak sabar menanti materi yang berjudul “Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Makna Positif Semangat Renaisans”. Begitulah antusiasme yang tampak dari mahasiswa Antropologi yang cerdas dan bermoral mulia. Pada pertemuan keempat, topik kali ini sangat menarik untuk dibahas. Sebelum membahas lebih jauh, terdapat satu kata yang unik di antara judul topik tersebut, yakni Renaissance. Renaissance berasal dari bahasa Perancis yang berarti ‘lahir kembali”. Renaissance merupakan usaha pembaharuan kebudayaan Romawi dan Yunani yang pada masa abad pertengahan atau masa kegelapan (The Dark Age) yang sempat dilupakan. Dalam zaman renaissance kebudayaan klasik dihidupkan kembali. Nilai Resume-1, 2, dan 3 KELOMPOK smt GENAP(2013_2014)_FILSAFAT_ILMU__KELAS_B sampai Jumat 28 Maret 2014 JM 10.00.pdf.

Kesusastraan, seni, dan filsafat mencari inspirasi mereka dalam warisan Yunani-Romawi. Pembaruan terpenting yang kelihatan dalam filsafat renaissance ini adalah “antropo-centrisme”nya. Pusat perhatian pemikiran itu tidak lagi kosmos yang meliputi alam semesta ini, seperti zaman kuno atau teo “Tuhan” seperti dalam abad pertengahan, melainkan renaissance, manusia yang dianggap sebagai titik fokus dari kenyataan. Pada zaman ini manusialah yang dipandang sebagai pusat segala-galanya baik itu sejarah, peradaban, pemikiran, kehendak, kebebasan dan dunia.  Konteks pengetahuan sebenarnya tercipta dari tahapan-tahapan yang sangat panjang. Semua ilmu pengetahuan yang ada sampai saat ini adalah suatu proses pembelajaran bagi manusia agar tetap selalu berfikir rasional. Karena bukan tidak mungkin pemikiran yang rasional itu dapat menciptakan ilmu pengetahuan yang baru dan yang belum ada sebelumnya. Aspek positif dari semangat renaissance adalah yang pertama bermakna kebangkitan, yang kedua kembali percaya akan kekuatan akal, yang ketiga tokohnya Rene Descartes yang menyatakan manusia makhluk berfikir (Cogito Ergo Sum), yang keempat ilmu pengetahuan dengan metode skeptik, yang kelima bangkitnya paham rasionalisme, yang keenam perlawanan pemikiran bebas terhadap agama, yang ketujuh penelitian filsafat alam yang meragukan konsep geosentris, yang kedelapan mazhab Italia dan temuan heliosentrisnya, yang kesembilan perkembangan empirisme dan positivisme, yang kesepuluh lahirnya ilmu pengetahuan, yang kesebelas filsafat dan ilmu pengetahuan beradu, dan yang terakhir bercerainya filsafat dengan ilmu pengetahuan (abad ke-17 hingga abad ke-20). Tokoh-tokoh yang terkenal pada zaman ini misalnya Leonardo da Vinci dengan karyanya yang sangat terkenal lukisan “Monalisa”, Sakespeares dengan “Hamlet”nya, dan juga Galileo Galilei dengan penemuannya teleskop dan teori fisika gerak  “Jatuh bebas”.


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment