More than Just Nation and Character Building
May 9th, 2014 at 7:45 am
Posted by Mohammad Adib in Philosophy, Philosophy of Science

Oleh: Sivana Indah swara (071311733027), Agung Hadi Pranoto (071311733036), Fitroni Amirul Ramadhan (071311733037), Dery Istiawan (071311733041), Siti Badriah (071311733042), Dewi Fitria (071311733063), Amalia Rozaiza I (071311733069). DEPARTEMEN ANTROPOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2014. “……Setelah persentasi di akhiri bapak M.Adib seperti biasa akan meriview ulang tentang materi yang telah di sampaikan. Setelah beliau memberikan review, kuliahpun di akhiri dengan berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing masing, serta tidak lupa beliau selaku dosen pmbimbing yang baik, beliau selalu mengingatkan agar kita menjaga kesehatan, menjaga diri, menjaga nama baik keluarga dan menjaga nama baik almamater tercinta pada bagian paling akhir di kuliah kali ini…..” Di Pagi hari yang sangat cerah ini kami mahasiswa antropologi di jadwalkan untuk mengikuti mata kuliah filsafat di ruang 302. Dimana pada pukul 06.40 seperti biasanya di hari ini dosen kami bapak M.adib telah berada duduk di meja dosen  bersiap dengan segala ilmu yang telah ia dapat untuk di bagikan kepada kami mahasiswa  antropologi, dengan sabar beliau menunggu kursi kursi ruangan di penuhi oleh mahasiswa mahasiswanya. Pada pukul 07.00 beliau akan memulai perkuliahan kali ini dengan membagikan semua ilmu ilmu yang telah beliau dapat. Meskipun ruangan 302 mendapat gangguan karena pendingin ruangan mati, namun beliau dan seluruh mahasiswa tetap bersiap dan bersemangat untuk memulai perkuliahan kali ini, hal tersebut terlihat dari kebahagiaan yang terpancar dari aura mahasiswa. Berbicara mengenai kebahagiaan dosen kami sedikit menceritakan tentang kebahagiaannya, yaitu mengenai betapa bahagiannya beliau di karenakan beliau telah menjadi seorang kakek, sorak sorak dan ucapan selamat terdengar dari penjuru ruangan kelas. Beliau juga mengatakan bahwasannya bahagia adalah ketika melihat seseorang lain bahagia.

Persentasi dari kelompok 6 pada pagi hari ini akan segera di mulai. Mahasiswa  terlihat sangat antusias untuk mendapatkan ilmu yang akan di terima kali ini dengan topic “BANGUNAN DAN STRUKTUR ILMU PENGETAHUAN”

Pengetahuan adalah segala bentuk usaha atau  perbuatan mausia untuk memahami objek yang dihadapinya, hasil usaha manusia untuk memahami objek tertentu. Ilmu pengetahuan diambil dari bahasa Inggris yaitu science, sedangkan knowledge pengetahuan dalam arti yang lain berarti pengetahuan yang didapat dari “indera”. Pengetauhan  berasal dari bahasa Latin scientia dari bentuk kata kerja scire yang berarti mempelajari, mengetahui.

Menurut The Liang Gie Ilmu Pengetahuan ilmiah mempunyai 5 ciri pokok yakni: Empiris,Sistematis,Objektif,Analitis dan Verifikatif.

Rangkaian rumus yang mengatur cara berpikir manusia dapat diurutkan sebagai berikut :
Metode Ilmiah, Teori, Hipotesis, Logika, Data Informasi, Pembuktian, Evaluasi dan Paradigma.

1. Metode Ilmiah : Cara atau langkah-langkah yang digunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Metode ilmiah memiliki syarat-syarat atau kriteria tertentu untuk menilai suatu ilmu pengetahuan.

Metode ilmiah yang bersifat umum

Metode Penyelidikan Ilmiah

2. Teori merupakan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai sesuatu. Dalam teori ini , teori mencakup sebuah pernyataan tentang sebuah sebab- akibat .

Teori ilmiah harus memenuhi syarat utama yaitu konsisten dan sesuai dengan fakta-fakta yang ada.

 3. Hipotesis adalah suatu pernyataan sementara tentang hubungan antar variabel. Hipotesis diajukan secara khas dengan dasar coba-coba (trial-and-error). Hipotesis hanya merupakan sebuah dugaan yang beralasan dan telah teruji kebenarannya.

4. Logika adalah sebuah cara penarikan kesimpulan baru yang dilakukan secara sahih (valid). Logika menurut The Liang Gie dalam Filsafat Ilmu, dapat di golongkan ke dalam lima macam, yakni: (i) Logika makna luas dan makna sempit, (ii) Logika deduktif dan logika induktif, (iii) Logika formal dan logika meterial, (iv) Logika murni dan logika terapan, dan (v) Logika filsafati dan logika matematik.

5. Data informasi merupakan tahap yang paling dikenal dalam metode keilmuan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kegiatan keilmuan yang ditujukan kepada pengumpulan data, maka banyak kalangan yang menyamakan ilmuwan dengan pengumpulan fakta, penyusunan dan klasifikasi data.

6. Pembuktian : Langkah selanjutnya setelah penyusunan hipotesis adalah meguji hipotesis tersebut dengan cara membandingkannya dengan dunia fisik yang nyata.

7. Evaluasi pada hal ini yaitu penarikan kesimpulan yang merupakan penentuan apakah hipotesis yang diajukan tersebut ditolak atau diterima. Evaluasi juga dapat berupa penjelasan dari seluru metode ilmiah. Penjelasan dalam ilmu pada dasarnya adalah untuk menjawab pertanyaan, “mengapa”. Cara ilmu untuk menjawab pertanyaan ini ada empat, yaitu: a.            Penjelasan deduktif, b. Penjelasan probabilistik, c.    Penjelasan genetis, d.  Penjelasan fungsional

8. Paradigma adalah seperangkat kepercayaan atau keyakinan dasar yang menuntun seseorang dalam bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Paradigma dalam hal ini dibatasi pada paradigma pencarian ilmu pengetahuan (discipline inquiry paradigm), yaitu suatu keyakinan dasar yang digunakan berbagai kalangan untuk mencari kebenaran realitas menjadi suatu ilmu atau disiplin ilmu pengetahuan.

Setelah persentasi dari kelompok 6 selesai dan moderator mempersilahkan audien untuk bertanya, seperti biasa beberapa mahasiswa antropologi sudah siap  dengan beberapa pertanyaan pertanyaan yang akan mereka tanyakakan kepada kelompok 6 untuk mendapatkan penjelasan yang lebih dan mendapatkan jawaban atas pertanyaan.

Beberapa pertanyaan dari mahasiswa di antaranya adalah

  1. Mengapa filsafat disebut sebagai ibu dari ilmu pengetahuan?
  2. Apakah filsafat hanya berkaitan dengan hal-hal abstrak yang tidak mengena pada masalah-masalah kehidupan konkrit?
  3. Menurut anda apakah filsafat hanya dapat dikenyam di bangku kuliah saja?    

Jawaban atas pertanyaan nomer 1.

Filsafat disebut sebagai ibu dari ilmu pengetahuan karena dahulu pada masa Yunani kuno filsafat merupakan penjelasan rasional terhadap segala hal atau masalah. Objeknya sangat luas, dan ketika itu belum ada pemisahan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan. Dahulu, kajian seperti ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial juga ilmu-ilmu lain seperti etika, estetika dan metafisika, dikaji dalam filsafat. Pemisahan terhadap ilmu-ilmu pengetahuan baru dilakukan pada masa modern (abad ke 19), ketika muncul tuntutan agar ilmu pengetahuan dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris (tuntutan metodologis). Dengan kata lain, ilmu pengetahuan (seperti misalnya ilmu alam dan ilmu sosial) merupakan anak dari filsafat, mereka memisahkan diri dan berdiri secara atonom atas fokus objek kajian masing-masing.

Jawaban atas pertanyaan dari nomer 2.

Filsafat tidak hanya berkaitan dengan hal-hal abstrak yang tidak mengena pada masalah-masalah kehidupan konkrit karena filsafat mempelajari hal sesuatu secara detail dan mendalam serta mengkaji isi-isi dari hal tersebut. Dan filsafat merupakan induk dari semua ilmu, jad mempelajari filsafat berarti mempelajari tentang masalah-masalah konkrit

Jawaban atas pertanyaan dari nomer 3.

Tidak, karena Pada dasarnya filsafat adalah kegiatan berpikir. Menimbang baik dan buruknya sesuatu, memahami persoalan dari berbagai perspektif, tidak hanya memandang dari satu sisi. Dan menurut saya bangku kuliah hanyalah segelintir waktu yang kita lewati, waktu yang tersita bukan pada saat kuliah saja, tetapi waktu yang kita habisakan malahan banyak dari lingkungan sekitar (bukan kuliah).

Kesimpulan dari persentasi kali ini yaitu suatu ilmu pengetahuan memiliki berbagai struktur dan bangun ilmu pengetahuan masing-masing. Struktur dan bangun tersebut dikelompokkan menjadi beberapa bagian dan masing-masing baggian tersebut memegang peran khusus dalam terciptanya sebuah ilmu pengetahuan.Ilmu pengetahuan berperan penting dalam kehidupan manusia , naluri yang dimiliki oleh manusia yaitu rasa keigintahuan yang mendorong manusia untuk berpikir sehingga dapat menciptakan ilmu-ilmu pengetahuan.

Setelah persentasi di akhiri bapak M.Adib seperti biasa akan meriview ulang tentang materi yang telah di sampaikan. Setelah beliau memberikan review, kuliahpun di akhiri dengan berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing masing, serta tidak lupa beliau selaku dosen pmbimbing yang baik, beliau selalu mengingatkan agar kita menjaga kesehatan, menjaga diri, menjaga nama baik keluarga dan menjaga nama baik almamater tercinta pada bagian paling akhir di kuliah kali ini.  


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment