More than Just Nation and Character Building
October 13th, 2016 at 7:35 pm
Posted by Mohammad Adib in Philosophy, Philosophy of Science

Oleh: Reffy Shania Novianti, NIM: 131611133010, Kelas: A1 2016. “…Suasana kelas menjadi pecah dan penuh semangat ketika bapak Adib menyerukan semangat filsafat ilmu yang meliputi 3M, yaitu menyadarkan hati, mencerdaskan fikiran, mencerdaskan jiwa. 3 komponen tersebut sangat penting bagi kita untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di perkuliahan. Kita harus menyiapkan hati, fikiran, dan jiwa kita dengan penuh tekad dan semangat untuk menjalankan dan melewati semua yang akan dihadapi di kursi perguruan tinggi dengan prinsip diri yang Tangguh tak pernah mengeluh. Semangat kami semakin terbakar ketika pak Adib memberikan jargon “Mahasiswa Filsafat Ilmu” semua serentak menjawan “Tangguh tak pernah mengeluh”. Ternyata Bapak Adib adalah dosen yang ramah dan kekinian, beliau tidak lupa mengajak kami semua untuk grufie bersama.” “….Di akhir penjelasan pak adib memberikan tugas kepada kami untuk membuat resume 1×24 jam. Sudah tidak ada kata mengeluh di dalam diri ini karena Pak Adib telah menanamkan kepada saya dan teman-teman bahwa mahasiswa itu harus tangguh tak pernah mengeluh. Tugas itu bukanlah hal yang memberatkan, tetapi tugas adalah sarana kita untuk belajar. Mimpi saya adalah menjadi seorang perawat, menjadi seorang perawat adalah mimpi yang mulia. Untuk mewujudkan mimpi itu saya harus menanamkan ke dalam hati, fikiran, dan jiwa saya untuk selalu sanggup menghadapi segalanya dengan penuh tekad dan semangat.Reffy Shania Novianti-A1-131611133010 Keperawatan

Pada pukul 13.00  tanggal 12 Oktober 2016 saya terbangun dari tidur siang saya, hari itu adalah hari pertama dalam 2 minggu ini saya bisa menikmati tidur siang. Namun, ketika saya membuka HP ternyata ada pengumuman bahwa pukul 12.00 ada bimbingan PBA, saya langsung tergesa cuci muka dan berkemas untuk pergi ke Fakultas Keperawatan. Saya berdoa mengumpulkan niat positif untuk mengikuti PBA, karena saya sebenarnya sedikit kesal dan kecewa karena jadwal yang terlalu mendadak. Tentu saja ketika sudah sampai di Fakultas Keperawatan saya sudah telat, tetapi alhamdulillah kakak tentor PBA bersedia untuk membimbing saya setelah PBA selesai. Setelah selesai PBA, sekitar pukul 14:00 saya menuju ruang baca untuk mengerjakan tugas, sambil menunggu jam kuliah Filsafat Ilmu pukul 16:00. Di ruang baca saya sedikit mengeluh dan berprasangka tidak enak, karena mungkin setelah kelas nanti pasti ada tugas. “Ya Allah, tugas kok seperti amal jariyah, mengalir terus menerus”keluhku.

Pukul 15:30 saya pergi dari ruang baca menuju mushola rufaidah untuk melaksanakan sholat ashar, setelah selesai sholat ashar saya berjalan perlahan menuju ruang florence yang ada di lantai 2. Saya kembali meluruskan niat saya, karena di dalam hati saya terlalu banyak keluhan yang menumpuk karena banyaknya tugas yang saya dapatkan. Ketika masuk ruang florence ternyata fasilitator kuliah filsafat ilmu, yaitu bapak Dr.H.Moh.Adib, Drs, MA yang merupakan salah satu dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga sudah datang. Suasana ruang florence tampak tegang, mungkin karena hari ini adalah pertama kali kami bertemu dengan bapak Adib. Bapak Adib telah menuliskan berbagai macam pokok bahasan yang akan dibahas untuk kuliah pada sore kemaren yang bertemakan Sejarah Perkembangan Filsafat Ilmu. Sebelum Bapak Adib menerangkan materi, beliau meminta kepada kami untuk angkat tangan siapa yang mau menerangkan poin-poin tersebut di depan kelas. Lalu telah maju 5 anak yang bersedia menerangkan materi yang telah dituliskan bapak Adib di papan tulis, yaitu Asih, Ani, Nova, Dayat, dan Putri. Yang pertama Asih menerangkan bahwa filsafat ilmu lahir pada zaman mitos dan pada abad 5 Masehi baru mulai mengenal ilmu pengetahuan. Ani menerangkan pada masa yunani semua orang berfikiran tentang mitos seperti contohnya percaya menyalakan api dari kayu untuk mengusir hujan namun seiring berjalannya waktu mereka berubah mindset.. Nova menerangkan tentang abad renaissance atau kelahiran kembali yaitu perpindahan dari masa pertengahan ke masa modern. Di masa ini mulai lahir kebudayaan roma-yunani yang menjadi seni kebudayaan dan juga lahir olmu pengertahuan seperti ilmu fisika dan kimia. Dayat menerangkan tentang theologi yaitu segala keinginan didasari oleh iman. Putri menerangkan tentang kosmologi yaitu kosmos yang berarti keterusan dan logos yang berarti keteraturan.

 Suasana kelas menjadi pecah dan penuh semangat ketika bapak Adib menyerukan semangat filsafat ilmu yang meliputi 3M, yaitu menyadarkan hati, mencerdaskan fikiran, mencerdaskan jiwa. 3 komponen tersebut sangat penting bagi kita untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di perkuliahan. Kita harus menyiapkan hati, fikiran, dan jiwa kita dengan penuh tekad dan semangat untuk menjalankan dan melewati semua yang akan dihadapi di kursi perguruan tinggi dengan prinsip diri yang Tangguh tak pernah mengeluh. Semangat kami semakin terbakar ketika pak Adib memberikan jargon “Mahasiswa Filsafat Ilmu” semua serentak menjawan “Tangguh tak pernah mengeluh”. Ternyata Bapak Adib adalah dosen yang ramah dan kekinian, beliau tidak lupa mengajak kami semua untuk grufie bersama.

Bapak Adib menjelaskan bahwa filsafat berasal dari kata philos = philia = cinta, sophia = kearifan. Maka dapat disimpulkan bahwa filsafat diartikan sebagai sebuah perwujudan dari keinginan untuk mencapai pandai dan cinta pada kearifan. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai memikirkan dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak menggantungkan diri kepada agama untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.  Lalu Bapak Adib mulai menjelaskan tentang sejarah perkembangan filsafat ilmu, pertama beliau menampilkan slide diagram perkembangan filsafat yang dimulai dari masa Yunani Kuno hingga abad kontemporer. Beliau menyampaikan bahwa filsafat keperawatan merupakan bagian dari filsafat ilmu. Yunani kuno sangat identik dengan filsafat. Bangsa yunani yang kaya akan mitos (dongeng), dimana mitos dianggap sebagai awal dari upaya orang untuk mengetahui atau mengerti. Mitos-mitos tersebut kemudian disusun secara sistematis yang untuk sementara kelihatan rasional sehingga muncul mitos selektif dan rasional, seperti syair karya Homerus, Orpheus dan lain-lain. Zaman mitos dijelaskan dengan cerita-cerita untuk peradaban masyarakat saat itu, contohnya seperti jumlah penduduk pada abad 1 M 250 juta, 2014 menjadi 7 miliar, segala sesuatu menakutkan, siang hari bertemu dengan dewa matahari, terjadi gerhana matahari merupakan sesuatu yang mencekam, orang percaya bulan dimakan makhluk halus, dsb. kedudukan mitos digeser oleh logos (akal), sehingga setelah pergeseran tersebut filsafat lahir.

            Periode yunani kuno ini lazim disebut periode filsafat alam. Dikatakan demikian, karena pada periode ini ditandai dengan munculnya para ahli pikir alam, dimana arah dan perhatian pemikirannya kepada apa yang diamati sekitarnya.mereka membuat pertanyaan-pertanyaan tentang gejala alam yang bersifat filsafati (berdasarkan akal pikir) dan tidak berdasarkan pada mitos. Mereka mencari asas yang pertama dari alam semesta (arche) yang sifatnya mutlak, yang berada di belakang segala sesuatu yang serba berubah.

            Para pemikir filsafat yunani yang pertama berasal dari Miletos, sebuah kota perantauan Yunani yang terletak di pesisir Asia Kecil. Mereka kagum terhadap alam yang oleh nuansa dan ritual dan berusaha mencari jawaban tas apa ynag ada di belakang semua materi itu.

Thales muncul atas penuturan sejarawan Herodatus pada abad ke-5 SM. Thales sebagai salah satu dari tujuh orang yang bijaksana (Seven Wise Men of Greece). Aristoteles memberikan gelar The Father of Filoshopy.juga menjadi penasihat teknis ke-21 kota lonia. Salah satu jasanya yang besar adalah meramal gerhana matahari pada tahun 585 SM.Thales berpendapat bahwa dasar pertama atau intisari alam ialah air. Thales mengembangkan filsafat alam kosmologi yang mempertanyakan asal mula, sifat dasar dan struktur komposisi daria alam semesta. Sebagai ilmuwan pada masa itu ia mempelajari magnetisme dan listrik yang merupakan pokok soal fisika. Juga mengembangkan astronomi dan matematika dengan mengemukakan pendapat, bahwa bulan bersinar karena memantulkan cahaya matahari. Dengan demikian, Thales merupakan ahli matematika yang pertama dan jugaThe Father of Deductive reasoning (bapak penalaran deduktif).

Anaximandros adalah orang pertama yang mengarang suatu traktat dalam kesusastraan Yunani dan berjasa dalam bidang astronomi, geografi,sehingga ia sebagai orang pertama yang membuat peta bumi.ia berhasil memimpin sekelompok orang yang membuat kota baru di Apollonia, Yuanani.Anaximander mencoba menjelaskan bahwa substansi pertama itu bersifat kekal dan ada dengan sendirinya (Mayer,1950:19).anaximander menagatakan itu udara. Udara merupakan segala sumber kehidupan , demikian alasannya.

Pythagoras yang mengatakan pertama kali bahwa alam semesta itu merupakan satu keseluruhan yang teratur, sesuatu yang harmonis seperti dalam musik. Sehingga ia juga dikenal sebagai ahli ilmu pasti dan juga ahli musik. menurut Pythagoras kearifan yang sesungguhnya hanya dimilki oleh Tuhan saja, oleh karenanya ia tidak mau disebut sebagai seorang yang arif seperti Thales, akan tetapi menyebut dirinya philosopos yaitu pencipta kearifan. Kemudian istilah inilah yang digunakan menjadi philosofia yang terjemahan harfiah dalah cinta kearifan atau kebijaksanaan sehingga sampai sekarang secara etimologis dan singkat sederhana filsafat dapat diartikan sebagai cinta kearifan atau kebijaksanaan.

Democritos (460-370 SM) memiliki Pemikiran bahwa realitas bukanlah satu, tetapi terdiri dari banyak unsur dan jumlahnya tak terhingga. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian materi yang sangat tidak dapt dibagi-bagi lagi. Unsur tersebut dikatakan sebagai atom yang berasal dari satu dari yang lain karena ini tidak dijadikan dan tidak dapat dimusnahkan, tidak berubah dan tidak berkualitas. Menurut pendapatnya, atom-atom itu selalu bergerak, berarti harus ada ruang yang kosong. Sebab satu atom hanya dapat bergerak dan menduduki satu tempat saja. Sehingga Democratos berpendapat bahwa realitas itu ada dua, yaitu : atom itu sendiri (yang patuh) dan ruang tempat atom bergerak (kosong). Democritos pun membedakan adanya dua macam pengetahuan, yaitu pengetahuan indera yang keliru dan pengetahuan budi yang sebenarnya.”ada dua pengetahuan katanya, pengetahuan yang sebenarnya dan pengetahuan yang tidak sebenarnya. Adapun yang tidak sebenanya adalah penglihatan, penciuman, rasa”.

Di akhir penjelasan pak adib memberikan tugas kepada kami untuk membuat resume 1×24 jam. Sudah tidak ada kata mengeluh di dalam diri ini karena Pak Adib telah menanamkan kepada saya dan teman-teman bahwa mahasiswa itu harus tangguh tak pernah mengeluh. Tugas itu bukanlah hal yang memberatkan, tetapi tugas adalah sarana kita untuk belajar. Mimpi saya adalah menjadi seorang perawat, menjadi seorang perawat adalah mimpi yang mulia. Untuk mewujudkan mimpi itu saya harus menanamkan ke dalam hati, fikiran, dan jiwa saya untuk selalu sanggup menghadapi segalanya dengan penuh tekad dan semangat.


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment