More than Just Nation and Character Building
November 29th, 2013 at 5:26 pm
Posted by Mohammad Adib in Logic, Philosophy, Philosophy of Science

Oleh: Kelompok IX-A, (Ketua) Sultoni Fikri (071311333022), (Sekretaris I) Hanaa Septiana (071311333064), (Sekretaris II) Elza Dewi Ulfa (071311333047), (Bendahara I) Istighfarin (071311333117), (Bendaraha II) M. Noer Falaq (071311333073) JURUSAN ILMU POLITIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS AIRLANGGA. “…Semua fakta tersebut menunjukkan bahwa logika: pola penalaran langsung dapat memecahkan banyak masalah dari mulai masalah yang kecil hingga masalah yang besar, seperti merencanakan kehidupan masa depan, how great it is!So, we can get conclusion that logic can help us to solve a variety of problems, because logic can solve all problems. Thanks for your explanation, and Happy Birthday to you, Mr.Adib, May your birthday and every day be filled with the warmth of sunshine, the happiness of smiles, the sounds of laughter, the feeling of love and the sharing of good cheer.”

Rabu, 27 Nopember 2013 adalah pertemuan kesembilan kami mengikuti mata kuliah Filsafat Ilmu yang dibimbing oleh Bapak H. Muhammad Adib, M.A. Banyak yang istimewa dalam pertemuan kali ini, diantaranya Pak Adib memberitahu kami bahwa besok, tepatnya tanggal 28 Nopember 2013 adalah hari ulang tahun beliau, ucapan selamat ulang tahun dari awal masuk ruang kuliah hingga selesai kuliah pun turut diberikan dari kami, mahasiswa jurusan ilmu politik fakultas ilmu sosial dan ilmu politik angkatan 2013 kepada dosen kami yang paling excellent, Pak Adib.

Selain itu, hari ini adalah hari yang istimewa juga bagi kami, kelompok IX A, karena hari ini waktunya kami untuk maju menjadi presenter atau pembanding dalam menjelaskan bab 9 yaitu logika: penalaran langsung. Meskipun anggota kelompok kami hanya tiga orang yang bisa hadir untuk mengikuti mata kuliah pada hari ini, semangat kami tidak pernah surut untuk bisa terlihat lebih siap memresentasikan bab ini dibanding kelompok IX B. Ucapan Alhamdulillah pun terucap dari bibir kami ketika kami, kelompok IX A diberi kehormatan dari Pak Adib untuk mejadi presenter karena kami terlihat lebih siap dibanding kelompok IX B. Thanks a lot Mr. Adib.

Dalam bab 9 ini dibahas mengenai logika: penalaran langsung. Seperti yang kita tahu, logika pasti memiliki penyimpulan – penyimpulan, diantaranya penyimpulan langsung dan tak langsung. Pada kesempatan ini, akan dibahas mengenai penyimpulan langsung yang terdiri dari tiga pokok bahasan, yaitu proposisi; jenis pola penalaran langsung; serta kevalid-an proposisi yang akan ditulis pada resume kali ini.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, terdapat empat proposisi, yaitu A,I,E, dan O. Empat jenis proposisi ini dapat ditarik kesimpulan salah satunya dengan penyimpulan langsung yang terdapat empat jenis yaitu conversi, obversi, kontraposisi, dan inverse (penuh dan sebagian). Istilah ‘penalaran langsung’ berasal dari Aristoteles untuk menunjuk penalaran yang premisnya hanya terdiri dari sebuah proposisi saja. Konklusinya ditarik langsung dari proposisi yang satu itu dengan membandingkan subjek dan predikatnya. Premisnya hanya terdiri dari sebuah premis saja. Berikut ini akan dijelaskan mengenai jenis pola penalaran langsung dan kevalid-an proposisinya.

Conversi adalah sejenis penarikan konklusi secara langsung dalam mana terjadi transposisi antara subjek dan predikat posisi itu. Maksudnya, Subjek (S) = Predikat (P) menjadi Predikat (P) = Subjek (S). Conversi ‘A’ memberikan ‘I’ (positif), conversi ‘E’ memberikan ‘E’ (negatif), ‘I’ menjadi ‘I’ (positif), sedangkan conversi tidak dapat dilakukan pada proposisi ‘O’. Misalnya kita ambil contoh conversi A; convertend: Semua orang cakep itu artis dari Depok, conversi: Beberapa artis dari Depok adalah orang cakep.

Obversi adalah sejenis penarikan konklusi secara langsung dalam mana terjadi perubahan kualitas proposisi, sedangkan artinya tetap sama. Perumusannya yaitu A = non non-A. Obversi ‘A’ adalah ‘E’, obversi ‘E’ adalah ‘A’, obversi ‘I’ adalah ‘O’, serta obverse ‘O’ adalah ‘I’. Contoh pada obversi ‘A’; obvertend: Semua idolaku adalah artis terkenal, obversi: tidak seorang pun idolaku adalah bukan artis terkenal.

Kontraposisi adalah sejenis penarikan konklusi secara langsung dalam mana kita menarik konklusi dari satu proposisi dengan subjek yang kontradiktoris dari predikat yang diberikan. Kontraposisi ‘A’ adalah ‘E’, kontraposisi ‘E’ menjadi ‘I’, kontraposisi ‘O’ adalah ‘I’, sedangkan I tidak ada kontraposisinya. Contohnya pada kontraposisi ‘O’; yaitu O-sebagian S tidaklah P, I-sebagian S adalah tidak P, I-sebagian tidak P adalah S.

Inversi terdiri dari dua jenis, yaitu inversi penuh dan sebagian. Inversi penuh adalah inverse yang predikat inversinya adalah kontradiktori dari predikat proposisi yang diberikan, sedangkan inversi sebagian adalah inversi yag predikat inversinya sama dengan predikat invertendnya. ‘A’ menjadi ‘I’ dengan inversi penuh dan menjadi ‘O’ dengan inversi sebagian, ‘E’ memberikan ‘O’ inversi penuh dan memberikan ‘I’ dengan inversi sebagian, sedangkan I dan O tidak dapat diinversikan.

Tiap ada penyimpulan, pasti ada pengujian ke-validan dari penyimpulan – penyimpulan tersebut. Dari 20 proposisi itu, sejumlah 15 proposisi yang penyimpulannya valid. Lima penyimpulan langsung lainnya dianggap tidak valid/ tidak ditemui kesimpulannya/ tidak dapat disimpulkan dalam pemahaman dan penalaran logika.

Sesi tanya-jawab kali ini, yang menarik perhatian kami adalah pertanyaan dari Yuan Ashani, yang menanyakan beberapa pertanyaan, salah satunya “Apa peran masing – masing pola penalaran langsung?”, dari berbagai jawaban yang kami dapat dari presenter, pembanding, audiens, maupun Pak Adib, kami menarik kesimpulan bahwa sesungguhnya banyak sekali peran dari pola penalaran ini, diantaranya yang dicontohkan Pak Adib yaitu kebijakan subsidi elpiji yang dicanangkan pemerintah Negara Indonesia sewaktu periode SBY – JK. Meskipun tahun 2013 tidak digunakan kebijakan subsidi elpiji lagi, tapi jatah subsidi Negara Indonesia tetap jumlahnya. Selain itu pola penalaran langsung juga banyak digunakan dalam ilmu matematika.

Semua fakta tersebut menunjukkan bahwa logika: pola penalaran langsung dapat memecahkan banyak masalah dari mulai masalah yang kecil hingga masalah yang besar, seperti merencanakan kehidupan masa depan, how great it is!So, we can get conclusion that logic can help us to solve a variety of problems, because logic can solve all problems. Thanks for your explanation, and Happy Birthday to you, Mr.Adib, May your birthday and every day be filled with the warmth of sunshine, the happiness of smiles, the sounds of laughter, the feeling of love and the sharing of good cheer.

Dengan ini kami menyatakan bahwa tugas resume bab 9 mata kuliah Filsafat Ilmu ini dikerjakan oleh anggota kelompok IX-A, yaitu :

Ketua

Sultoni Fikri

NIM.071311333022

Sekretaris I                        Sekretaris II

Hanaa Septiana                        Elza Dewi Ulfa

NIM.071311333064                     NIM.071311333047

Bendahara I                        Bendahara II

Istighfarin                        M. Noer Falaq

NIM.071311333117                    NIM.071311333073


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment